3 Alasan Untuk Investasi Perak Dibandingkan Emas

SAM 12 Aug 2014 12832
Dibaca Normal 3 Menit

Banyak orang cenderung memilih emas sebagai aset investasi dibandingkan perak. Padahal, beberapa alasan berikut membuktikan bahwa investasi perak tak kalah menguntungkan.

Sejak booming-nya trading on-line, banyak yang mempertanyakan apakah emas (XAU) memang sudah pada harga yang sebenarnya, masih overvalued, atau sudah undervalued. Seorang fund manager perusahaan investasi besar memperkirakan harga emas per awal Maret 2014 yang sekitar USD 1,340 per troy ounce masih overvalued 75%, dan trend pergerakan XAU/USD masih akan cenderung bearish kecuali laju inflasi naik dengan cepat.

Seorang analis dari investing.com lebih merekomendasikan untuk investasi dalam perak (XAG) dibandingkan emas. Perak mempunyai karakteristik yang serupa dengan emas, selain sebagai pelindung inflasi dan dianggap sebagai salah satu asset safe haven. Menurut analis ini, perak memiliki 3 karakteristik tersendiri yang menjanjikan kenaikan harga logam tersebut di masa depan.

 

1. Perak Banyak Digunakan dalam Industri

Berbeda dengan emas yang secara luas digunakan sebagai alat investasi, sebagian besar perak digunakan untuk keperluan industri. Pada tahun 2013, sebesar 54% dari total permintaan perak datang dari sektor industri. Sebagian besar diantaranya merupakan permintaan dari industri elektronik dan fabrikasi.

Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi global, terutama di sektor manufaktur; maka permintaan perak untuk industri elektronika, elektrik dan kimia diperkirakan akan terus naik. Belum lagi cepatnya pertumbuhan produksi photovoltaic solar panel yang menggunakan perak sebagai komponen utamanya. Di China, produksi photovoltaic solar panel naik 2 kali lipat setiap tahunnya sejak 2003. Penggunaan untuk produk ini saja bisa membuat permintaan sekitar 15 juta ounce perak setiap tahun.

Permintaan Perak Dunia 2013

 

2. Ketersediaan Perak Lebih Sedikit 

Meskipun di bumi kandungan perak 17.5 kali lebih banyak daripada emas, tetapi ketersediaan perak jauh lebih sedikit dibandingkan emas. Hal ini disebabkan karena lebih dari 90% produksi perak ditujukan untuk konsumsi sektor industri. Di samping itu, produksi tambang perak saat ini tidak mampu memenuhi kebutuhan permintaan yang terus membumbung.

Pada tahun 2013, meskipun produksi tambang perak naik 3.5% dibandingkan tahun 2012, tetapi hanya mampu memenuhi 76% permintaan perak secara fisik pada tahun tersebut. Pertumbuhan perusahaan tambang perak memang tidak secepat naiknya permintaan, sehingga diperkirakan harga perak akan cenderung naik. Hal ini telah menyebabkan volatilitas pergerakan harga perak lebih tinggi daripada emas.

4 Alasan Untuk Investasi Perak Dibandingkan

 

3. Gold-to-Silver Ratio yang Makin Tinggi

Sejak harga emas berhenti rally dan mulai merosot pada awal tahun 2013, harga perak juga merosot. Ketika harga emas telah turun 31% dari harga tertingginya USD 1,873.70 per troy ounce, harga perak turun 58% dari harga tertingginya USD 48.58 per troy ounce. Gold-to-Silver Ratio yang mengukur perbandingan berapa ounce perak yang dibutuhkan untuk 1 ounce emas terus mengalami kenaikan dari sebelumnya yang rata-rata 47 ounce saat ini 63 ounce. Dengan demikian, angka korelasi antara harga emas dan harga perak telah turun, dengan hasil: harga perak saat ini lebih murah.

Kirim Komentar/Reply Baru

Forum

Dimas (11 Dec 2018)

Mana yang lebih menguntungkan antara swaption call dan swaption put

Selengkapnya

Hari Ini 1,690.90
Kemarin 1,693.20
Minggu Lalu 1,734.30
1 Bulan Lalu 1,835.70
2 Bulan Lalu 1,860.30
3 Bulan Lalu 1,851.55
6 Bulan Lalu 1,965.80
Setahun Lalu 1,648.45
Jujun Kurniawan 114
Pin bar setting stop lossnya
mau bertanya nih pak martin dan master2 seputarforex.com, kalo entri dengan pinbar stop loss nya diujung ekor pin bar tsb yh? tapi kalo ekornya panjang sekali sampai beberapa pips, apakah kita ttap menempatkan stop loss dsana? lalu risk rewardnya pun akan terlalu jauh take profitnya yh? bagaimana mengatasi hal ini master

Muhammad Yusuf 15 Nov 2017

Reply:

M Singgih (20 Nov 2017 03:49)

@ Muhammad Yusuf:

Tidak harus. Stop loss bisa ditentukan pada level resistance atau support terdekat.
Contoh:



Kalau Anda open sell pada level setelah long tailed pin bar, stop loss bisa ditentukan pada level resistance.

Level take profit juga bisa ditentukan dari level resistance atau support setelahnya dengan disesuaikan dengan risk/reward ratio berdasarkan money management yang Anda sepakati.

Kazuki 280
Forex