Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 9 jam lalu, #Forex Fundamental   |   GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 9 jam lalu, #Forex Teknikal   |   EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 11 jam lalu, #Forex Teknikal   |   Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 12 jam lalu, #Emas Fundamental   |   Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 15 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 15 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 15 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 15 jam lalu, #Saham Indonesia

3 Cara Memanfaatkan Pola Outside Bar Untuk Trading

Damar Putra 23 Feb 2022
Dibaca Normal 8 Menit
forex > candlestick >   #outsidebar
Ingin trading simpel namun akurat? Selain pola Inside Bar yang sudah dikenal di mana-mana, ada pula pola Outside Bar yang ternyata tak kalah efektif.

DI

Salah satu teknik trading yang layak disebut sebagai strategi sejuta umat adalah price action. Teknik ini digunakan oleh hampir semua kalangan trader mulai tingkat pemula hingga profesional. Pasalnya, teknik ini dianggap mudah diterapkan serta menawarkan akurasi trading yang baik. Para pengguna price action akan mengamati pola-pola candlestick yang muncul pada chart.

pola outside bar

Mereka meyakini bahwa pola-pola yang muncul saat ini merupakan pengulangan dari pergerakan di masa lampau dan akan terus berulang. Sehingga, dengan mampu memahami pola-pola yang muncul, trader akan sangat terbantu mendapatkan proyeksi pergerakan harga mendatang.

Ada berbagai jenis pola candlestik yang kerap digunakan para trader sebagai acuan untuk membaca sinyal reversal, continuation, hingga breakout. Salah satunya adalah candlestick Outside Bar. Nah, pada kesempatan kali ini, penulis akan mengulas cara menggunakan pola Outside Bar untuk mendapatkan peluang entry. Bagaimana caranya?

Baca Juga: Pola Candlestick Yang Paling Menguntungkan

 

Apa Itu Pola Outside Bar?

Sebelum masuk ke pembahasan lebih lanjut, akan jauh lebih baik jika trader mamahami definisi dari pola Outside Bar itu sendiri. Singkatnya, Outside Bar adalah pola dua buah candlestick dengan candle pertama memiliki ukuran kecil dan diikuti oleh candle kedua yang memiliki badan (body) jauh lebih besar. Pola ini memang sepintas mirip dengan Bullish/Bearish Engulfing (BBE). Namun, ada sedikit perbedaan yang mendasar. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah ini.

ouside bar vs engulfing

Pada candle Engulfing, candle kedua memiliki body tebal/panjang dengan ukuran minimal dua kali lipat dari body candle pertama. Sementara itu, Outside Bar lebih fleksibel dengan bentuk candlestick kedua memiliki ekor bahkan body yang sangat bervariasi.

Secara garis besar, pola candlestick Outside Bar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Bullish Outside Bar yang berfungsi menunjukkan sinyal bullish dan Bearish Outside Bar yang mengindikasikan pergerakan bearish. 

 

Bagaimana Cara Menggunakan Pola Outside Bar Untuk Trading?

Dalam penerapannya, pola candlestick Outside Bar memiliki fungsi penting yang sangat membantu trader teknikal. Bagaimana cara menggunakannya? Berikut adalah beberapa cara memanfaatkan candlestick Outside Bar seperti yang dilansir dari situs Tradeciety.

 

1. Mencari Momentum Reversal

Teknik trading akurat memanfaatkan pola Outside Bar yang pertama adalah dengan mendeteksi sinyal reversal. Reversal dalam trading forex dapat diartikan sebagai sebuah kondisi pergerakan harga yang berlawanan arah dari tren sebelumnya. Misalnya, pair EUR/USD mengalami tren naik (Bullish) kemudian berubah menjadi turun (Bearish).

Tujuan menggunakan pola candlestick Outside Bar dalam hal ini adalah untuk mengetahui momentum pembalikan arah sedini mungkin. Jika trader memasang posisi di awal momentum pembalikan, profit yang didapat akan jauh lebih maksimal.

Baca Juga: Mengupas 3 Strategi Trading Forex Dengan Trend Reversal

Untuk mengamati momentum reversal dengan pola Outside Bar ini, trader perlu memperhatikan tren terlebih dahulu. Kemudian, perhatikan kemunculan pola Outside Bar menjelang tren berakhir. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat contoh di bawah ini.

audusd trend continuation

Pada gambar di atas, pair yang digunakan adalah EUR/USD time frame 1 hari atau D1. Pola Outside Bar muncul di ujung tren yang ditandai kotak warna kuning. Bisa diamati, kemunculan pola ini sebenarnya diawali oleh beberapa candle bullish besar. Namun, candle bullish terakhir diikuti oleh candle bearish dengan High dan Low yang lebih besar ukurannya. Ini menandakan kekuatan seller yang telah mengambil alih dominai buyer, sehingga pembalikan harga tak terelakkan lagi. Terbukti, tren kemudian beralih dari bullish ke bearish.

 

2. Mendeteksi Trend Continuation (Penerusan Tren)

Cara berikutnya adalah menggunakan pola Outside Bar untuk mendeteksi trend continuation. Pola candle ini kerap kali dimanfaatkan oleh trader khususnya yang menggunakan strategi trading trend-following.

Untuk memanfaatkan pola ini, trader tentu harus tahu cara melakukan filter tren terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran tren yang jelas pada sebuah pair mata uang. Lazimnya, trader akan menggunakan bantuan dari indikator Moving Average dengan periode tertentu misalnya MA 20, MA 50, MA 200, dll. Apabila candlestick berada di atas garis Moving Average, maka tren yang sedang terjadi adalah uptrend. Jika harga di bawah Moving Average, maka kondisinya cenderung downtrend.

Baca Juga: 3 Cara Trading Dengan Moving Averages

Trader bisa mengamati pola candlestick Outside Bar yang tampak berada di bawah atau di atas garis Moving Average. Agar lebih mudah dalam memahami, silahkan lihat contoh gambar di bawah ini.

AUD/USD Penerusan Trend

Pada gambar di atas, pair yang digunakan adalah EUR/USD dengan time frame 4 jam atau H4. Pola Outside Bar muncul di pertengahan downtrend yang ditandai dengan kotak warna kuning. Pola Outiside Bar pertama muncul ketika chart sedang dalam kondisi Pullback atau bergerak ke arah berlawanan secara temporer. Momen pullback sangat berguna untuk trader melakukan re-entry sesuai arah tren yang sedang berlangsung.

 

3. Indikasi Sinyal Breakout

Teknik trading akurat menggunakan pola Outside Bar berikutnya berkaitan dengan momen breakout. Insiden breakout biasanya dinantikan oleh para trader terutama bagi mereka pengguna strategi trend-following. Breakout sendiri adalah peristiwa pergerakan harga yang menembus level-level penting, seperti Support and Resistance, level psikologis, Supply and Demand, Fibonacci, dll.

Para trader teknikal meyakini jika penembusan pada level-level tersebut biasanya akan diikuti dengan pergerakan harga yang masif sehingga memperjelas ke mana arah tren selanjutnya. Namun perlu digarisbawahi, teknik trading breakout dengan pola Outside Bar ini sangat membutuhkan kemampuan dalam menentukan level-level penting kunci.

Sebelum menggambar level, trader lazimnya akan mengamati titik-titik High dan Low sebagai acuan. Kemudian, trader bisa menambahkan garis horizontal sebagai penanda level untuk mendeteksi terjadinya breakout dari batasan tersebut.

Semakin jarang level tersebut tertembus, bisa jadi level tersebut memang merupakan titik penentu pergerakan harga. Alhasil, jika akhirnya terjadi breakout dari level tersebut, biasanya pergerakan akan masif dan tidak menipu seperti false breakout (breakout palsu). Mudahnya, silahkan lihat contoh di bawah ini. 

USDJPY bullish outside bar breakout

Pair USD/CAD time frame 4 jam atau H4 di atas menunjukkan bahwa harga begerak sideways sebelum terjadi breakout. Hingga akhirnya, di sekitar level resistance muncul pola Outside Bar (kotak kuning). Pola ini ditandai dengan dua candle kecil dan candle bullish besar yang mampu menembus level resistance. Dengan penembusan ini, trader bisa menjadikannya sebagai acuan untuk membuka posisi BUY setelah breakout terkonfirmasi.

Baca Juga: Strategi Forex Sederhana Untuk Menajamkan Sinyal Breakout

 

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan

Setiap strategi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tak terkecuali teknik-teknik trading dengan pola candlestick Outside Bar. Untuk meminimalisir kelemahan tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan trader saat menggunakan pola candlestick tersebut, antara lain:

  • Kemampuan melihat tren. Perlu diketahui bahwasannya setiap strategi trading memiliki momentumnya sendiri-sendiri. Teknik trading memanfaatkan pola Outside Bar akan sangat efektif bila diterapkan pada market yang memiliki tren jelas. Apabila pasar bergerak sideways tanpa ada area Support dan Resistance yang terbaca, maka kondisi harga sedang choppy dan sebaiknya Anda tidak mencari peluang entry.
  • Menggunakan indikator trading. Tingkat akurasi pola candlestick Outside Bar memang bisa dikatakan sangat baik. Namun bukan berarti pola ini bisa seratus persen menjamin kesuksesan trading. Oleh karenanya, sangat direkomendasikan agar menggunakan bantuan indikator teknikal sebagai konfirmator dan meminimalisir kesalahan dalam analisa.
  • Mencari level-level penting. Mengetahui level-level penting pada sebuah chart akan sangat bermanfaat untuk trader, khususnya pengguna strategi breakout. Untuk pemula yang masih kesulitan dalam menentukan level-level penting seperti Support Resistance, level psikologis, Supply and Demand, Fibonacci, dll, maka bisa memilih yang paling sesuai dengan preferensi. Kemudian, cobalah untuk terus berlatih hingga mahir menggambarnya dan menemukan level penting yang bisa dijadikan acuan trading. Untuk Support Resistance otomatis, Anda bisa menggunakan acuan Pivot Point yang perhitungan hariannya bisa Anda dapatkan secara up to date di sini.
  • Penggunaan stop loss. Kerap kali trader mengalami kerugian besar karena tidak mampu mengantisipasi pergerakan harga di luar rencana. Salah satu penyebabnya adalah karena trader tidak menggunakan stop loss. Oleh karenanya, bila Anda ingin mencoba menggunakan pola ini, sangat disarankan agar menempatkan stop loss di setiap kali entry. Tujuannya adalah meminimalisir kerugian sekecil mungkin. Cara menempatkan stop loss terbaik bisa dilakukan sesuai strategi yang tertuang di artikel ini.

 

Kebalikan dari pola Outside Bar adalah Inside Bar yang tentu saja juga memiliki tingkat akurasi tinggi dalam mendeteksi sinyal trading. Anda bisa mempelajari cara menggunakan teknik kombinasi pola inside Bar untuk trader harian yang sangat mudah diterapkan bahkan untuk pemula sekalipun.

Kategori Terkait
 
Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 9 jam lalu, #Forex Fundamental

GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 9 jam lalu, #Forex Teknikal

EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 11 jam lalu, #Forex Teknikal

Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 12 jam lalu, #Emas Fundamental

Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 15 jam lalu, #Saham Indonesia

Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 15 jam lalu, #Saham Indonesia

Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 15 jam lalu, #Saham Indonesia

IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 15 jam lalu, #Saham Indonesia



Kirim Komentar Baru