3 Cara Menentukan Reversal Untuk Mendulang Profit


Cahyaning 28 Sep 2021 416Dibaca Normal 7 Menit

Trading dengan reversal adalah salah satu metode yang populer di kalangan pelaku pasar. Namun, menentukan titik reversal tidak semudah kelihatannya.



Reversal adalah bentuk perubahan harga yang bersifat permanen. Perubahan ini bisa berarti pergantian harga dari bullish menjadi bearish atau sebaliknya. Umumnya, perubahan akan berlangsung dalam jangka panjang dan biasanya disertai dengan pergeseran outlook secara fundamental. Secara garis besar, ada 3 cara menentukan reversal yang banyak digunakan trader.

 

1. Menggunakan Price Action

Metode price action adalah cara menemukan reversal yang paling mudah. Pasalnya, jenis analisa ini sangat sederhana dan mudah dilakukan. Akan tetapi, penggunaannya bukan berarti tanpa kesulitan sama sekali. Jika tidak berhati-hati, Anda bisa terjebak oleh perubahan harga yang tampak mendadak dan acak. Untuk mempermudah cara menentukan reversal dengan price action, berikut ini beberapa tools yang bisa Anda manfaatkan:

 

Swing Pivot

Swing Pivot adalah istilah untuk mendeskripsikan titik-titik swing yang menjadi pembalikan harga. Mengidentifikasi Swing Pivot dan cocok untuk trader yang tak menyukai indikator rumit. Umumnya, trend bullish bisa ditunjukkan dengan Higher High (titik swing high yang semakin naik), sedangkan trend bearish ditunjukkan dengan Lower Low (titik swing Low yang semakin turun). Contoh Swing Pivot bisa dilihat dalam grafik berikut ini.

Cara menentukan reversal dengan Swing Pivot

Grafik di atas menunjukkan trend turun yang ditandai dengan serangkaian Lower Low. Reversal dikatakan terjadi apabila harga bergerak melampaui Lower Low sebelumnya dan membentuk High (puncak harga) yang lebih tinggi dari swing High sebelumnya.

 

Trend Line

Trend Line dapat digunakan untuk menentukan dan melacak kelanjutan sebuah tren. Reversal umumnya ditandai dengan terjadinya break pada sebuah tren. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa false break sangat sering terjadi, sehingga trader harus berhati-hati.



Baca juga: Teknik Trading Candlestick dengan Trend Line

Ada banyak cara menggambar garis tren, namun cara yang paling umum adalah dengan menghubungkan titik-titik swing harga. Cara baca yang sederhana ini membuat Trend Line populer di kalangan trader reversal. Contoh aplikasinya bisa dilihat dalam grafik di bawah ini.

Cara menentukan reversal dengan Trend Line

Grafik di atas merupakan contoh penggunaan trend line yang ditarik dari titik-titik swing EUR/USD. Jika diperhatikan, terjadi beberapa kali bearish swing. Akan tetapi, trend harga masih melanjutkan perjalanan ke puncak. Apabila trader memasang entry buy, maka posisi bisa terus dibuka sampai harga break di akhir trend bullish. Di saat inilah trader harus exit dari posisi.

 

Trend Channel

Menggunakan Trend Channel bisa menjadi cara lain menentukan reversal yang cukup sederhana. Selain mudah dikenali, metode ini juga sangat kompatible untuk strategi apapun. Perlu diketahui, Channel Trend sangat bergantung pada level-level support dan resistance dalam suatu trend. Jika sudah menemukan support resistance ideal, Anda hanya perlu menghubungkan titik tersebut menjadi dua garis support dan resistance yang mengapit grafik harga. Sinyal reversal terjadi ketika grafik harga menembus salah satu garis Channel harga. Contohnya dapat dilihat pada grafik berikut.

Cara menentukan reversal dengan Channel Trend

Channel Trend bisa bersifat leading sehingga dapat memprediksi terjadinya perubahan harga. Karena itulah, metode ini sering digunakan oleh trader yang aktif membuka posisi.

 

2. Menggunakan Indikator Tren

Penggunaan teknikal indikator sangat populer di kalangan trader karena bisa memperkuat sinyal price action untuk mengkonfirmasi reversal. Lalu, indikator apa saja yang direkomendasikan?

 

Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Salah satu cara menentukan reversal dengan indikator adalah dengan memanfaatkan MACD. Moving Average Convergence Divergence adalah salah satu indikator teknikal yang populer di kalangan trader. Pada intinya, indikator ini bisa difungsikan sebagai pengenal tren, momentum harga, dan sinyal divergence.

Baca juga: Cara Membaca Indikator MACD Berdasarkan 4 Macam Fungsinya

MACD

Dalam contoh di atas, grafik harga (candlestick) terlihat sedang turun terus-menerus. Hal ini dibuktikan dengan adanya Lower Low. Akan tetapi, jika dilihat dalam grafik MACD (bawah), garis sinyalnya justru mengindikasikan Higher Low. perbedaan arah harga dan MACD seperti ini merupakan bullish divergence yang menunjukkan indikasi reversal ke arah atas.

 

Donchian Channel

Selain MACD, Donchian Channel merupakan indikator teknikal yang bisa digunakan untuk menentukan reversal. Tampilan indikator ini sekilas mirip dengan Bollinger Bands (BB), namun dengan perhitungan yang lebih sederhana. Acuan BB adalah standard deviasi, sementara Donchian Channel menggunakan level-level harga ekstrem.

Indikator Donchian Channel memiliki dua garis utama dan satu garis pendukung di tengah. Garis-garis tersebut bergerak dinamis mengikuti harga tertinggi dan harga terendah. Untuk mengetahui cara menemukan reversal menggunakan Donchian Channel, lihat dulu grafik harga di bawah ini.

Donchian Channel

Reversal dalam Donchian Channel bisa terlihat dari kondisi grafik-grafik candlestick bearish yang terus menyentuh garis ketiga (paling bawah) sebelum terjadi reversal. Memasang Donchian Cannel memang mudah dan fleksibel karena bisa digunakan pada time frame apapun. Akan tetapi, Anda juga perlu berhati-hati karena Donchian tidak mampu memfilter harga dalam fase konsolidasi. Trader konservatif biasanya akan menunggu crossing dari garis tengah Donchian untuk konfirmasi reversal yang lebih baik.

 

3. Menggunakan Indikator Volume

Sebetulnya, indikator volume tidak secara langsung berhubungan dengan pergerakan harga dalam trading forex. Akan tetapi, tak bisa dipungkiri bahwa penggunaannya sangat bermanfaatkan untuk konfirmasi sinyal. Dengan mengetahui volume harga, Anda bisa memperkirakan kapan harus memasang posisi. Indikator volume apa saja yang bisa digunakan?

Baca juga: Indikator Volume Dalam Pasar Forex

 

Volume Oscillator

Salah satu cara menemukan reversal melalui volume harga adalah dengan menggunakan Volume Oscillator. Pada dasarnya, indikator ini merupakan indikator Oscillator seperti RSI dan MACD. Tipe indikator semacam ini bisa membantu mengukur kekuatan serta momentum dari sebuah trend. Oscillator juga bisa membantu trader mengetahui apakah pasar sedang Overbought atau Oversold. Akan tetapi, ada perbedaan mendasar antara Volume Oscillator dengan indikator Oscillator yang lain.

Alih-alih memakai harga, Volume Oscillator menggunakan volume sebagai dasarnya. Kenaikan harga yang diiringi dengan penurunan volume biasanya tidak akan bertahan lama dan kemudian berbalik menjadi penurunan. Sebaliknya, trend turun juga akan melambat apabila indikator Volume Oscillator mengindikasikan pelemahan, sehingga trader bisa mempersiapkan skenario buy untuk memanfaatkan peluang.

 

Volume Ekstrem

Adanya volume harga yang ekstrem bisa menjadi salah satu cara menentukan reversal. Seringkali, kemunculannya menjadi tanda bahwa suatu tren akan segera berakhir. Dalam sebuah uptrend, peningkatan volume secara mendadak merupakan hasil dari tren buy yang telah mencapai puncaknya. Hal ini bisa diartikan bahwa semua buyers telah membeli aset tersebut. Ketika tidak ada buyers tersisa, maka perjalanan harga pasti akan berbalik turun.

 

Akhir Kata

Trading dengan memanfaatkan reversal bukanlah hal baru untuk mencari keuntungan di pasar forex. Namun pertanyaannya adalah bagaimana cara menentukan reversal di tengah pergerakan harga yang begitu beragam? Meskipun banyak metode analisa dan indikator yang bisa digunakan, namun praktik penggunaannya tidak bisa dikatakan mudah. Beberapa metode di atas bisa menjadi solusi sederhana untuk belajar mengidentifikasi reversal lebih baik. Jangan lupa gunakan akun demo dulu untuk menguji strategi reversal pilihan Anda, agar tidak mengalami kerugian besar karena coba-coba di akun real.

 

Tahukah Anda? Selain menggunakan price action sederhana, indikator tren, dan indikator volume, reversal juga bisa dideteksi menggunakan pola candlestick Pin Bar.

Advertisement


Forum

Sulis Wanto (15 Oct 2018)

saya mau tanya padasaat body candle tepat pas berada di area suport/resisten ap bisa d anggap break atau harus benar2 tembus dulu bru d bilang break matorsuwon/trimakasi

Selengkapnya...

Pola Candlestick
Inverted Hammer
Inverted Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang dibuka lebih rendah dari candlestick sebelumnya. Setelah bergerak menguat, candlestick kemudian ditutup di dekat atau pada harga pembukaannya (Open). Semakin panjang sumbu atas dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.
Advertisement

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira
Kirim Komentar/Reply Baru
Strategi Entry Mudah Menggunakan Pola Bear Trap
Strategi Entry Mudah Menggunakan Pola Bear Trap
Damar Putra   25 Nov 2021   27  
3 Pola Chart Terbaik untuk Day Trading
3 Pola Chart Terbaik untuk Day Trading
Damar Putra   23 Oct 2021   193  
3 Strategi Breakout Mudah Untuk Pemula
3 Strategi Breakout Mudah Untuk Pemula
Jujun Kurniawan   13 Oct 2021   248  
Tips Merancang Strategi Trading Saat Pandemi
Tips Merancang Strategi Trading Saat Pandemi
Cahyaning   24 Aug 2021   134  
Bagaimana Cara Memakai OCO Order yang Efisien?
Bagaimana Cara Memakai OCO Order yang Efisien?
Cahyaning   16 Aug 2021   126  
Benarkah Price Action Lebih Baik Dari News Trading?
Benarkah Price Action Lebih Baik Dari News Trading?
Cahyaning   23 Jul 2021   288  
Cara Trading 1 Jam Dengan Pair USD/JPY
Cara Trading 1 Jam Dengan Pair USD/JPY
Cahyaning   22 Jul 2021   545  
Teknik Scalping 1 Menit Dengan Trendline
Teknik Scalping 1 Menit Dengan Trendline
Cahyaning   21 Jul 2021   725