3 Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance

SAM 18 Mar 2014
Dibaca Normal 6 Menit
forex > price-action >   #resistance   #support
Kebanyakan trader forex menentukan Support dan Resistance dengan 3 cara, yaitu level psikologis, swing high dan swing low, serta Pivot Point.

Menentukan Support dan Resistance merupakan perkara krusial bagi setiap trader forex, karena keduanya menandai lokasi-lokasi dimana harga paling mungkin untuk mengalami pergerakan signifikan. Jika tujuan kita ingin menemukan level Support atau Resistance yang benar-benar kuat, sebaiknya pertama-tama kita melihat apabila ada titik-titik harga tertinggi dan terendah yang dapat ditarik sedemikian rupa hingga membentuk garis horizontal.

Secara lebih terperinci, dalam cara menentukan Support dan Resistance, secara sederhana kebanyakan trader menggunakan tiga opsi, yaitu level psikologis, level swing high dan swing low, serta level yang dihitung berdasarkan Pivot Point.

Selain itu, perlu diingat bahwa ada aturan yang tidak dinyatakan dengan tegas, tetapi dipercaya dan diikuti oleh hampir semua trader menyangkut perubahan level Support menjadi level Resistance, dan sebaliknya.

Aturan ini adalah: garis horizontal level Support akan berubah fungsi sebagai garis level Resistance bila berhasil ditembus (break); dan sebaliknya, garis horisontal level Resistance akan berubah fungsi sebagai garis Support, bila berhasil ditembus.

 

1. Menentukan Support Dan Resistance Berdasar Level Psikologis

Level psikologis biasanya diinterpretasikan sebagai level angka bulat yang mudah diingat, misalnya 1.3000, 104.00 dan lainnya. Angka bulat secara umum selalu digunakan sebagai acuan pada banyak aspek, termasuk dalam trading forex. Misalkan jika trader memperkirakan level EUR/USD untuk 3 bulan mendatang, biasanya tidak mengatakan level 1.4276 atau 1.3049, melainkan dibulatkan ke angka yang lebih sederhana dan mudah, seperti 1.4300 atau 1.3000.

Demikian pula jika kita tengok tumpukan Pending Order yang ada di broker, kebanyakan bergerombol pada sekitar level angka bulat, menunggu terjadinya break. Oleh karena itu, ketika harga benar-benar menembus angka-angka seperti ini, maka pergerakannya akan sangat cepat. Pada level-level psikologis, sangat mungkin terjadi break ataupun pullback (harga yang berbalik arah), tidak peduli pada time frame mana yang digunakan saat trading forex.

Level psikologis yang paling sering dijumpai adalah yang berakhir dengan 2 nol (untuk sistem harga 4 digit), misalnya 1.6400 atau 102.00. Akan lebih kuat (powerful) lagi jika berakhir dengan 3 nol seperti 1.3000 atau 120.00. Namun, yang paling powerful tentu saja angka-angka berakhiran 4 nol seperti 1.0000 atau 100.00

Berikut contoh level-level psikologis USD/JPY pada time frame 1 jam (H1). Perhatikan perilaku pergerakan harganya pada level-level tersebut.

3 Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan

 

2. Menentukan Support Dan Resistance Berdasarkan Swing High - Swing Low

Cara sederhana kedua yang sering digunakan untuk menentukan Support dan Resistance adalah memberi tanda pada level-level harga tertinggi (High) atau harga terendah (Low) yang baru terbentuk (pada time frame trading manapun). Aturannya:

  • Jika harga gagal menembus suatu level tertinggi yang baru terbentuk, maka level tersebut adalah swing high dan berlaku sebagai Resistance.
  • Jika harga gagal menembus suatu level terendah yang baru terbentuk, maka level tersebut adalah swing low dan berlaku sebagai Support.

3 Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan

Jika diperhatikan, harga akan bereaksi dengan berbalik arah setiap kali kembali pada level-level swing high atau swing low tersebut (perhatikan lingkaran-lingkaran warna ungu pada gambar di atas). Semakin sering level tersebut "dikunjungi", maka akan semakin kuat level Resistance atau Support tersebut. Trader yang ingin memanfaatkan kondisi pasar sideways (harga naik-turun dalam kisaran terbatas), biasanya akan melakukan buy di dekat level Support, kemudian sell di sekitar Resistance.

 

3. Menentukan Support Dan Resistance Berdasarkan Pivot Point

Seperti diketahui, Pivot Point banyak digunakan oleh para trader harian yang trading dengan time frame lebih rendah dari Daily. Tujuannya adalah memperoleh level-level Support dan Resistance (untuk menghitung level Support dan Resistance berdasarkan Pivot Point bisa dibaca disini atau dengan menggunakan kalkulator Pivot Point).

3 Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan

Pivot Point biasanya dihitung berdasarkan harga penutupan dan pembukaan dalam basis harian (Daily Pivot), meski ada juga Pivot Mingguan (Weekly Pivot). Meski kadang bisa sesuai ekspektasi, tetapi akurasi Support dan Resistance berdasarkan Pivot Point ini lebih rendah dibandingkan level psikologis ataupun level swing low dan swing high. Ketika terjadi gejolak pergerakan harga yang cukup signifikan, pasar cenderung mengabaikan level-level Pivot, sementara cenderung melihat pada level psikologis atau swing low dan swing high.

 

Cara Menentukan Support Dan Resistance Lainnya

Ada banyak cara untuk menentukan Support dan Resistance dalam trading forex. Bisa dilakukan dengan hanya melihat grafik harga saja, tetapi juga bisa dengan memanfaatkan alat bantu (indikator teknikal) tertentu. Kita juga bisa mengkombinasikan ketiga cara sederhana di atas untuk menemukan level Support atau Resistance yang benar-benar kuat, misalnya level swing low yang sama dengan level psikologis, atau level R2 Pivot yang sama dengan level swing high.

Selain itu, jangan menganggap bahwa cara menentukan Support dan Resistance hanya demikian saja. Masih banyak indikator teknikal dan metode lain yang dapat Anda pelajari lebih dalam seiring dengan berlanjutnya pembelajaran mengenai berbagai konsep penting dalam trading, seperti Trendline yang dapat ditarik menyertai Support dan Resistance vital.

 

FAQ Menentukan Support dan Resistance

Di bawah ini adalah pertanyaan-pertanyaan serta jawaban singkat yang sering diajukan tentang cara menentukan Support dan Resistance:

 

Apa itu titik Support dan Resistance?

Titik Support-Resistance adalah lokasi-lokasi di mana harga paling mungkin untuk mengalami pergerakan signifikan berbentuk titik-titik harga tertinggi dan terendah yang dapat ditarik sedemikian rupa hingga membentuk garis horizontal. 

 

Bagaimana cara menentukan Support dan Resistance?

Ada banyak cara dalam menentukan Support dan Resistance, tapi banyak trader menggunakan tiga opsi, yaitu menggunakan level psikologis, level swing high dan swing low, serta level yang dihitung berdasarkan Pivot Point.

 

Bagaimana cara menentukan Support dan Resistance berdasarkan Pivot Point?

Trader harian suka menggunakan Pivot Point untuk menentukan Support dan Resistance dengan cara menghitung harga penutupan dan pembukaan dalam basis harian (Daily Pivot), meski ada juga Pivot Mingguan (Weekly Pivot). Meski kadang bisa sesuai ekspektasi, tetapi akurasi Support dan Resistance berdasarkan Pivot Point ini lebih rendah dibandingkan level yang lain.

 

Apa itu level psikologis?

Level psikologis adalah level angka bulat yang mudah diingat, misalnya 1.3000, 104.00 dan lainnya. Ketika harga menembus angka-angka seperti ini, maka pergerakannya akan sangat cepat. Pada level-level psikologis, sangat mungkin terjadi break ataupun pullback (harga yang berbalik arah), tidak peduli pada time frame manapun. Level psikologis yang paling sering dijumpai adalah yang berakhir dengan 2 nol (untuk sistem harga 4 digit), misalnya 1.6400 atau 102.00. 

 

Dapatkah menentukan Support Resistance dengan indikator teknikal?

Selain berdasarkan level-level, Anda juga bisa menggunakan indikator teknikal untuk menentukan Support-Resistance, seperti Trendline yang dapat ditarik menyertai Support dan Resistance vital.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

@ Soni:

Teori Fibonacci memang digunakan untuk mengetahui batas-batas retracement (Fibonacci retracement) dan juga batas-batas expansion (Fibonacci expansion). Jadi memang digunakan untuk mengetahui level-level support dan resistance, jika dari chart level-level tersebut tidak tampak jelas.
 M Singgih |  9 Aug 2022
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
@ Yeremia:

Dalam hal ini area supply bisa dianggap sebagai area resistance, sedangkan area demand sebagai area support. Pada case gambar di atas, memang harus menunggu harga mantul yaitu setelah terbentuknya bullish engulfing candle yang terkonfirmasi, yang mana membentuk titik swing low. Nah, pada area titik swing low itulah terbentuk level support atau area demand yang baru.

Dalam hal ini area demand atau area support tsb akan valid ketika bullish engulfing candle terkonfirmasi, yaitu ketika level tertinggi bullish engulfing candle ditembus oleh candle setelahnya seperti tampak pada gambar di atas.
 M Singgih |  10 Aug 2022
Halaman: Trading Dengan Zona Supply And Demand Ala Trader Pro
Doji paling cocok digabungkan dengan pembacaan pola candlestick lain yang terbentuk pada level Support dan Resistance. Misalnya Morning Doji Star, Evening Doji Star, Shooting Star, dll.
 Aisha |  31 Aug 2022
Halaman: Formasi Doji Candlestick Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading
Kelebihan Pola Harmonic Shark Tingkat Akurasi Tinggi: Pola harmonic Shark dapat memberi sinyal kuat dari level Support dan Resistance kunci. Ketika harga bergerak dan menyentuh level-level tersebut, terdapat potensi tinggi untuk reversal dan memberi peluang keuntungan pada trader. Kekurangan Pola Harmonic Shark Akurasi Sinyal Tidak Menentu: Penting untuk mengetahui bahwa akurasi sinyal yang dihasilkan pola harmonic Shark dapat berubah-ubah jika Anda tidak menaati aturan formasi untuk setiap titiknya dengan tepat. Hal ini biasa terjadi ketika trader memaksa untuk menggunakan pola Shark meski harga tidak bergerak sesuai aturan. Jadi yang bener mana? Akurasi tinggi atau tidak menentu? Hmm....
 Stallon S |  22 Sep 2022
Halaman: Strategi Trading Menggunakan Pola Harmonic Shark
Untuk persyaratan jadi tim IT seperti itu tergantung perusahaannya kak. Mungkin ya kalau secara general seperti lowongan IT support pada umumnya, tapi coba cari tahu aja infonya dari lowongan kerja exchanger-exchanger, lalu cek job desc sama requirementnya. Tapi yang jelas kalo soal cyber security, harus ada sertifikasi dari CISSP.
 Denny Alfatah |  30 Sep 2022
Halaman: Apa Itu Pedagang Aset Kripto
@praharianto, cara menentukan moving average itu biasanya dalam trading view maupun Metatrader sudah disediaiin. Tinggal menentukan seberapa besar moving average yang mau digunakan, entah 50, 100, 120, dan seterusnya. Nah, moving average ini bukan hanya dalam pola reversal three bars saja tetapi juga dalam trading dengan signal apapun digunakan sebagai dasar open baik itu buy/sell. Biasanya dipakai 2 moving average dalam trading untuk menentukan Support Resistance, menentukan juga konfirmasi reversal, serta sebagai data indikator tren apa yang berlaku saat ini. Jadi moving average itu penting banget. Dalam pola reversal three bars, moving average bertindak sebagai indikator yang membantu konfirmasi para trader untuk melakukan open posisi juga. Seperti yang sudab dibilang, hal ini bertujuan agar menghindari false breakout dimana candlestick memberikan signal salah. Perlu dicatat juga kalau reversal dalam pola candlestick merupakan salah satu konfirmasi saja.
 Mumun |  22 Oct 2022
Halaman: Cara Sukses Day Trading Dengan Pola Reversal Three Bar

Kamus Forex

Resistance, Resisten

Level imajiner di atas harga saat ini dan umumnya ditarik berdasarkan level harga tertinggi sebelumnya. Pelaku pasar diekspektasikan untuk membuka posisi sell apabila harga mencapai level resistance.

Support

Level imajiner yang berada di bawah harga saat ini, umumnya ditarik berdasarkan level-level harga terendah sebelumnya. Ketika mencapai Support, harga kerap diekspektasikan untuk memantul naik.


Komentar[27]    
  Saka   |   6 May 2014
ane cb bikin pivot point gmn ya? ngga ada tuh di platform
  M Singgih S   |   22 Mar 2016

@ Saka:
Bisa dihitung satu per satu mulai dari pivot point (PP), R1, R2, R3, S1, S2 dan S3. Anda bisa download indikator daily pivot point untuk Metatrader 4 di sini. Indikatornya masih dalam mq4, jadi harus di-compile di Meta-editor untuk menjadi ex4.

  Dede Sabrina   |   18 May 2014
mengapa akurasi level pivot point ini paling rendah dari yang lain? kalau dilihat dari cara perolehan nya kan justru ini yang paling bisa diandalkan karena perhitungan nya paling jelas.
  M Singgih S   |   22 Mar 2016
@ Dede Sabrina:
Akurasi level support dan resistance yang dihitung berdasarkan pivot point memang lebih rendah dibandingkan pengamatan langsung pada level-level swing high atau swing low, atau level psikologis karena level support dan resistance terjadi karena sentimen pasar, bukan dari perhitungan yang pasti. Level-level support dan resistance dari pivot point biasanya digunakan acuan oleh daytrader terutama jika pada time frame tradingnya tidak tampak level support atau resistance yang signifikan.
  Safii_rz   |   5 Aug 2014
ini sgt membntu utk membuka analisa sesuai sr, tnggl lngkh2 pmsngnx sj yg sy blm tau
  M Singgih S   |   22 Mar 2016

@ Safii_rz: Untuk trading dengan daily pivot, Anda harus menggunakan time frame dibawah daily (H4 atau 4 jam, H1 atau 1 jam, M30 atau 30 menit dst). Anda juga bisa download indikator daily pivot point untuk Metatrader 4 di sini (masih dalam mq4, harus di-compile di Meta-editor untuk menjadi ex4 dan bisa digunakan).

  Udin   |   23 Mar 2016
Pak master.. saya ada pertanyaan. Mengapa level resistance dan support lebih kuat dengan garis horisontal? Mohon bantuannya ya pak.. tengkiyu
  M Singgih S   |   19 Aug 2016
@ Udin: Karena level resistance dan support yang dibuat berdasarkan pengamatan dan berupa garis horisontal mencerminkan keadaan sentimen pasar yang sesungguhnya, sedang yang dibuat dari pivot point adalah berdasarkan perhitungan matematis, tidak berdasarkan sentimen pasar yang sesungguhnya. Yang berdasarkan garis-garis horisontal jauh lebih valid. Perhatikan level-level resistance dan support pada EUR/USD weekly berikut ini yang tetap dianggap valid selama bertahun-tahun:


Level 1.3670 terjadi pada Desember 2004 dan kembali ditaati pada Januari 2013.
Level 1.1876 terjadi pada Juni 2003 kembali ditaati pada Pebruari 2006 dan Juni 2010.
Level 1.0462 terjadi pada Agustus 1997 dan kembali ditaati pada Maret 2015.
  Liaa   |   20 Nov 2018

berarti support dan resistance dapat dikatakan sbgai harga tertinggi sm terendah ya? Kita jual saat harga di di dekat resistance, dan beli saat harga di dekat support? Begitu?

  M Singgih S   |   22 Nov 2018

@ Liaa:

- berarti support dan resistance dapat dikatakan sbgai harga tertinggi sm terendah ya?

Bukan harga tertinggi dan terendah, tetapi batas sementara harga tertinggi dan terendah, karena baik resistance maupun support bisa ditembus (break), dan menghasilkan level resistance dansupport yang baru, atau batas harga tertinggi dan terendah yang baru.

- Kita jual saat harga di di dekat resistance, dan beli saat harga di dekat support? Begitu?

Bisa begitu kalau Anda menggunakan strategi Buy The Dip Dan Sell The Rally, yang berarti Anda yakin bahwa harga akan bounciing (berbalik arah) ketika menyentuh level resistance atau support tersebut.

Anda juga bisa menggunakan strategi breakout kalau yakin harga akan break atau menembus level resistance atau support tersebut.

Pertimbangan bouncing atau break tentunya dilihat dari kekuatan trend yang sedang terjadi, dengan indikator trend (MACD, ADX, parabolic SAR, Bollinger Bands).

  Haikal   |   4 Aug 2019

Salam sukses


Apakah di setiap perubahan satu candle dari bullish ke bearish (atau sebaliknya), apa sudah bisa di bilang Support Resistance?

Thanks...

  M Singgih S.   |   1 Sep 2019

@ Haikal:

Belum tentu, harus diamati dari keseluruhan pergerakan harga. Apakah perubahan candle dari bullish ke bearish atau sebaliknya (terbentuknya swing high dan swing low) memang mewakili level support atau resistance dari keseluruhan pergerakan harga.
Untuk pengujian sebaiknya dimulai dari time frame yang paling tinggi.

  Nyadpadarita   |   4 Nov 2019
Terima Kasih ilmunya master.. Saya Newbie.. Kira-kira ada artikel tentang penggunaan indikator MACD,ADX, Parabolic SAR dll gak master..? Terima Kasih.. penjelasannya sangat membantu..
  Putra Arviand   |   3 Mar 2020
Salam profit!
Untuk teknik membaca SNR ini bisa di terapkan untuk trading binary option jg ngga ya pak?
Terimakasih
  M Singgih S   |   4 Mar 2020
@ Putra Arviand:
Bisa Pak, pergerakan harga di binary options juga sama dengan pergerakan harga di forex.
  Surodjo   |   28 May 2020
Dgn indikator Bollinger Bands, bgm mengetahui bhw trend akan berakhir (reversal)? Dan apa tanda tanda bhw trend masih berlanjut? Tksh atas jwbanya. Salam profit.
  M Singgih S   |   29 May 2020

@ Surodjo:

Berakhirnya trend bisa diketahui setelah koreksi atau retracement mencapai lebih dari 100%. Perkiraan kemungkinan akan terjadi trend reversal jika Fibo Retracement telah melewati 61.8%.

Keadaan reversal tidak menunjukkan berakhirnya trend, tetapi menunjukkan terjadinya koreksi. Keadaan koreksi sendiri bisa berakhir ketika telah mencapai level tertentu misalnya 38.2% Fibo atau 50% Fibo, dan kemudian berbalik meneruskan arah trend. Jika koreksi melebihi Fibo retracement 100%, baru bisa diasumsikan terjadi trend reversal.

Keadaan reversal bisa diamati dari bar candlestick yang membentuk formasi price action tertentu, seperti pin bar, doji, engulfing, morning star atau evening star. Baca juga: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action
Meski demikian, untuk validitasnya price action tsb harus dikonfirmasi oleh indikator trend misalnya ADX, parabolic SAR, MACD, atau Bollinger Bands.

Konfirmasi dengan Bollinger Bands untuk keadaan reversal adalah jika penutupan bar candlestick berada di bawah middle band (untuk yang sebelumnya uptrend), atau di atas middle band (untuk yang sebelumnya downtrend). Untuk akurasi, sebaiknya dikonfirmasi lagi dengan indikator trend yang lain.

Mengenai tanda bahwa trend masih akan berlanjut adalah jika koreksi atau retracement telah berakhir, dan harga mulai bergerak searah dengan trend semula. Dalam hal penunjukan indikator Bollinger Bands, bar candlestick tidak menembus middle band.

Sebagai masukan, untuk analisa trend jangka menengah panjang biasanya trader menggunakan analisa dengan gelombang Elliot (Elliot wave).

  Totong Susanto   |   23 Dec 2020

Terimakasih pak atas ilmu ilmu semoga makin bermanfaat untuk semua orang yg mau mendalami ilmu trading ....

  Dewanti   |   1 Jul 2021

Maaf newbie, untuk resistence dan support sendiri itu apa ya?

  Okta   |   1 Jul 2021

Resistance adalah area yang tercipta ketika harga berhenti naik, kemudian berbalik turun. Resistance berperan sebagai "batas atas" yang menghalangi kenaikan harga lebih lanjut untuk sementara waktu
Sedangkan Support adalah area yang tercipta ketika harga berhenti menurun, kemudian berbalik naik. Support menjadi "batas bawah" yang mencegah harga menurun lebih lanjut untuk sementara waktu.

  Terry   |   4 Jul 2022

3 Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan

Apakah yang saya coba buat ini sudah bener, gan? SnR pake level psikologis. Bener kan?

  Pandu   |   3 Aug 2022

Apakah cara menentukan SnR sma kayak Supply and Demand?

  Kiki R   |   9 Aug 2022

@Pandu: Berbeda.

Menentukan level support/resisten bisa dengan menggunakan harga tertinggi (high) atau harga terendah (low) pada grafik.

Sedangkan level supply/demand tidak terpaku pada harga tertinggi dan terendah. Level supply/demand mencakup semua area harga dimana terjadi pergeseran supply/demand pada grafik.

  Soni   |   5 Aug 2022

Kalau menentukan SnR pake fibonacci bisa gak? Contohin dong suhu

  M Singgih   |   9 Aug 2022

@ Soni:

Teori Fibonacci memang digunakan untuk mengetahui batas-batas retracement (Fibonacci retracement) dan juga batas-batas expansion (Fibonacci expansion). Jadi memang digunakan untuk mengetahui level-level support dan resistance, jika dari chart level-level tersebut tidak tampak jelas.

  William   |   18 Oct 2022

Klo pke fibo bisa ga ya? klo bisa gmn caranya?

  Nur Salim   |   31 Oct 2022

@William:

Bisa pak. Garis-garis pada fibo juga dapat digunakan sebagai SnR. Ini cara apa pak yang dimaksudkan ya? Cara menarik fibonya kah?