3 Kelebihan Dan Kekurangan Income Investing


Satrya Heli Oriza 26 Sep 2019 6643Dibaca Normal 5 Menit

Siapa sih yang tidak ingin punya penghasilan tetap dari investasi? Coba cermati ulasan berikut tentang income investing, yang dapat menjadi rujukan sobat investor.



Halo sobat trader dan investor di seluruh Indonesia! Apa kabar? Kali ini kami menulis artikel tentang income investing. Apa itu income investing? Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangannya? Yuk, simak ulasan berikut ini.

 

Apa Itu Income Investing?

Adalah pendapatan atau penghasilan rutin (passive income) dari hasil investasi. Jenis investasi itu sendiri sangat beragam. Sobat dapat memilih sesuai dengan selera masing-masing, di antaranya saham, properti, obligasi, dan lain sebagainya. Namun, khusus untuk artikel ini, kita akan membahas tentang income investing melalui investasi saham.

Bagaimana cara memperoleh penghasilan melalui investasi saham? Sobat investor tentunya sudah menemukan jawabannya. Ya, yaitu melalui dividen. Dividen yang dibagikan perusahaan merupakan sumber utama dari penghasilan seorang investor saham selain melalui capital gain. Semakin banyak lembar saham sebuah emiten yang dimiliki oleh seorang investor, maka semakin besar pula jumlah dividen saham yang akan diterima selanjutnya.

Perusahaan-perusahaan yang rutin membagikan dividen umumnya merupakan perusahaan-perusahaan yang sudah matang dan biasanya memberikan rasio dividen tahunan sebesar 4%. Jadi, jika sobat memegang sebuah saham perusahaan yang rutin membagikan dividen, itu artinya sobat sudah memiliki passive income dari saham tersebut. Menarik bukan? Untuk lebih memahami peluang-peluang yang dapat diperoleh melalui income investing dalam saham, kita akan membahas kelebihan dan kekurangan dari income investing.

pengertian income investing


Kelebihan Income Investing

1. Memperoleh Passive Income Secara Rutin

Dengan metode income investing, sobat dapat memperoleh pendapatan tetap melalui pembagian dividen perusahaan. Pembagian dividen tersebut memiliki jangka waktu yang berbeda-beda. Ada yang membagikan dividen pada bulan Januari, Februari, atau ada pula yang membagikan di akhir tahun. Periode pembagian dividen itu menjadi fokus kita dalam menggunakan metode income investing. Kalau ingin punya pendapatan rutin setiap bulan, sobat investor dapat menanam modal di lebih dari satu perusahaan. Hal itu dikarenakan satu emiten dengan emiten lainnya memiliki jadwal pembagian saham yang berbeda.

Contohnya, perusahaan A membagikan dividen pada bulan Januari dan perusahaan B membagikan dividen pada bulan Februari, dan seterusnya hingga Desember. Sobat dapat membeli saham di perusahaan A dan B sekaligus. Jadinya, sobat memiliki pendapatan di Januari dan Februari. Dengan cara ini, sobat dapat memperoleh keuntungan dividen setiap bulan selama setahun penuh.



 

2. Tidak Perlu Terlalu Sering Melakukan Analisa

Salah satu hal yang menyebabkan seseorang enggan berinvestasi saham adalah kesulitan untuk melakukan analisa. Apalagi, tidak semua orang menyukai atau bahkan mampu menganalisa dengan baik.
Tapi, saat ini, tidak perlu khawatir lagi, karena dengan metode income investing, sobat akan lebih leluasa untuk melakukan investasi dengan menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau melakukan pembelian saham secara rutin setiap bulan.

Strategi DCA dianggap lebih aman untuk investor pemula maupun yang sudah profesional sekali pun. Sebab, strategi itu tidak harus menunggu momen dan analisa yang tepat untuk melakukan pembelian saham. Sobat hanya perlu menyisihkan sejumlah uang dengan nominal yang sama pada setiap bulannya untuk membeli saham.

 

3. Bisa Dilakukan Oleh Siapa Saja

Metode income investing dapat diterapkan oleh siapa saja, mulai dari pelajar hingga karyawan yang ingin menyiapkan dana pensiun. Sobat dapat mendaftarkan diri ke sekuritas sesuai dengan pilihan masing-masing. Proses dan caranya pun terbilang mudah, karena semua transaksi dilakukan melalui aplikasi dari masing-masing sekuritas.

kelebihan dan kekurangan income investing

 

Kekurangan Income Investing

Apakah sobat sudah tertarik memilih income investing dari paparan kelebihan-kelebihannya di atas? Sebaiknya, tunggu dulu. Sobat juga perlu tahu tentang kekurangan-kekurangan income investing sebagai berikut.

1. Membutuhkan Dana Yang Tidak Sedikit

Dengan menggunakan metode ini, sobat dituntut untuk memiliki porsi saham dalam jumlah besar, agar dapat meraup dividen dengan nominal yang cukup. Terlebih lagi jika sobat memutuskan untuk mengambil cuan hanya dari pembagian dividen saja.

 

2. Perlu Kesabaran Ekstra

Konsistensi dan kesabaran dari investor sangat dibutuhkan dalam hal ini. Sebab, investor harus membeli saham secara rutin dalam jangka waktu yang lama. Tidak cukup satu bulan atau satu tahun saja, namun dibutuhkan bertahun-tahun jika sobat ingin mendapatkan dividen yang besar.

 

3. Tidak Semua Perusahaan Membagikan Dividen

Pada umumnya, perusahaan yang memberikan rasio dividen di atas 4% adalah perusahaan yang sudah matang dan memiliki harga pasar yang cukup besar. Tapi perlu diingat oleh sobat investor, jumlah dividen yang dibagikan berbeda-beda di setiap perusahaan. Bahkan, ada juga emiten yang tidak membagikan dividen sama sekali. Karena itu, investor harus mencermati baik-baik tentang besaran dividen yang dibagikan oleh setiap perusahaan. Jangan sampai mengoleksi saham di perusahaan yang tidak pernah membagikan dividen.

Untuk mempermudah penjelasan di atas, sobat trader dapat mencermati grafis di bawah ini.

infografis tentang income investing


Nah, sobat trader dan investor, itulah beberapa kelebihan dan kekurangan dari income investing. Semoga dapat menambah wawasan kita semua mengenai metode-metode dalam berinvestasi saham. Salam profit! Selanjutnya, sobat juga dapat menikmati cerita lika-liku menjadi trader saham.

Forum

Karina (14 Apr 2021)

Mau coba-coba ikut investasi yang lagi ngetren sekarang, antara investasi reksadana dan P2P Lending, mana yang lebih menguntungkan dan recommended ya kak? Kebetulan saya ingin mengalokasi dana saya ke salah satu investasi tersebut antara Reksadana atau P2P Lending. Budget estimasi 20jt. Mohon sarannya.

Selengkapnya...


Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass
Kirim Komentar/Reply Baru
Panduan Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula
Panduan Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula
Cahyaning   13 Aug 2021   90  
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
Tomy Zulfikar   16 Feb 2021   506  
Alasan Saham Blue Chip Direbutkan Para Investor
Alasan Saham Blue Chip Direbutkan Para Investor
Ryandy H   8 Nov 2019   1159  
Dogs Of The Dow, Strategi Unik Investasi Saham AS
Dogs Of The Dow, Strategi Unik Investasi Saham AS
Ryandy H   31 Oct 2019   813  
Untung Rugi Saham Gorengan
Untung Rugi Saham Gorengan
Satrya Heli Oriza   30 Oct 2019   1292  
Membeli Saham Yang Baru IPO, Apakah Aman?
Membeli Saham Yang Baru IPO, Apakah Aman?
Satrya Heli Oriza   23 Oct 2019   1188  
Cara Investasi Saham Dengan Volatilitas Rendah
Cara Investasi Saham Dengan Volatilitas Rendah
Ryandy H   21 Oct 2019   1335  
Investasi Saham Online Yang Menguntungkan
Investasi Saham Online Yang Menguntungkan
Tiffany   19 Oct 2019   175  
Cara Menghitung Zakat Dari Investasi Saham
Cara Menghitung Zakat Dari Investasi Saham
Ryandy H   18 Oct 2019   897