3 Pola Candlestick Untuk Open Posisi Buy

Fatma Adriana 15 Dec 2021Dibaca Normal 8 Menit
forex>candlestick>   #pola-candle   #pola-candlestick   #buy
Untuk menyederhanakan strategi trading dengan price action, 3 pola candlestick untuk open posisi ini bisa menjadi acuan.

Pernah menjumpai pola candlestick penting tapi ragu open posisi? Bagaimana jika setelahnya harga benar-benar bergerak di arah yang Anda perkirakan? Penyesalan memang selalu datang belakangan, sehingga sangat penting memahami cara memastikan kemunculan pola candlestick dengan sinyal yang terkonfirmasi.

Pola candlestick untuk open posisi

Terlepas dari tool analisa yang biasanya digunakan untuk mencari konfirmasi, sebenarnya ada cara simpel trading hanya dengan pola candlestick yang bisa Anda coba. Tak perlu susah-susah menghafal dan mencerna beragam pola yang ada, karena hanya dengan berpedoman pada 3 pola candlestick untuk open posisi buy berikut, Anda bisa mencari cuan dari potensi kenaikan harga.

 

1. Bullish Pin Bar

Tak dapat dipungkiri, Pin Bar merupakan salah satu pola candle paling familiar di mata trader. Pasalnya, bentuk Pin Bar unik dan mudah dikenali, serta sering terbentuk dan banyak bertebaran di chart. Bullish Pin Bar sendiri merupakan Pin Bar yang menandakan pembalikan dari pergerakan bearish (turun) menjadi bullish (naik). Ciri-cirinya, candle memiliki body kecil dan sumbu bawah yang panjang, di mana ukuran body tidak lebih dari 50% panjang keseluruhan candle. Berikut ilustrasinya:

Bullish Pin Bar

Dalam mengenali bentuk Bullish Pin Bar yang akurat, sebagian trader ikut memperhatikan level penutupan candle; apakah lebih tinggi atau lebih rendah dari harga pembukaan. Padahal, indikasi terpenting dari sebuah Pin Bar adalah perbandingan antara ukuran body dan sumbunya. Semakin kecil body dan panjang sumbu bawahnya, maka semakin tinggi akurasi Bullish Pin Bar. Selain itu, sumbu atas yang minim atau bahkan tidak ada juga menjadi indikasi Bullish Pin Bar yang bisa diandalkan.

Baca juga: Kupas Tuntas Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar

Lantas, bagaimana cara open posisi dengan Bullish Pin Bar? Karena ini merupakan pola 1 candlestick, Anda perlu mencari sinyal lain sebagai pendukung. Contohnya adalah pola chart yang juga mengindikasikan bullish reversal seperti Inverted Head and Shoulders, Double Bottom, Triple Bottom, dsb. Pola-pola penerusan yang menandakan lanjutan uptrend juga bisa menjadi acuan apabila Anda tidak keberatan mencari peluang dari retracement atau seorang trend follower. Beberapa pola yang dimaksud adalah Bullish Flag, Falling Wedge, Ascending Triangle, dan sejenisnya.

Jika salah satu pola chart di atas terbentuk dan diikuti dengan Bullish Pin Bar, maka Anda bisa mendapatkan bekal entry buy yang sangat kuat.

 

2. Bullish Engulfing

Satu lagi pola candle pembalikan yang tak kalah populer dari Pin Bar adalah Engulfing. Secara khusus, Bullish Engulfing adalah pola price action yang terdiri dari 2 candle dan dicirikan dengan candle kedua yang lebih besar hingga terkesan "memakan" candle pertama. Berbeda dari Bullish Pin Bar, Bullish Engulfing sangat memperhitungkan letak level penutupan.

Pola candle bullish engulfing

Dua syarat terpenting yang harus diperhatikan trader adalah:

  1. Candle kedua harus merupakan candle bullish yang ditutup menguat di atas harga pembukaan candle pertama. Sementara itu, harga terendah candle kedua juga harus lebih rendah daripada candle pertama.
  2. Posisi candle wajib dipastikan berada di akhir downtrend untuk memastikan sinyal kenaikan berikutnya.

Bullish Engulfing secara umum dianggap memiliki akurasi lebih tinggi dibanding Bullish Pin Bar. Hal itu karena candle kedua yang merupakan candle bullish sudah bisa menjadi konfirmasi perubahan sentimen pasar ke arah upside. Namun demikian, tak ada salahnya juga untuk menggunakan sinyal lain sebagai konfirmator tambahan.

Baca juga: Memahami Cara Konfirmasi Candlestick Dalam Strategi Price Action

 

3. Bullish Piercing

Seperti halnya pola Engulfing, Bullish Piercing terdiri atas 2 candle. Meskipun keduanya sama-sama memiliki komposisi 1 candle bearish yang diikuti 1 candle bullish, terdapat perbedaan penting pada ukuran candle-candle yang dimaksud.

Bullish Piercing tidak memerlukan candle bullish yang lebih besar dari candle sebelumnya untuk mengidentifikasi sinyal pembalikan, karena syarat terbentuknya pola ini adalah:

  1. Open candle kedua di bawah candle pertama.
  2. Close candle kedua minimal setengah dari body candle pertama.

Jika diilustrasikan, maka Bullish Piercing akan tampak seperti ini:

Pola candle bullish piercing

Menurut pakar yang membahas pola ini di portal "Forex with An Edge", Bullish Piercing cukup menarik karena jika digabungkan akan membentuk Bullish Pin Bar. Itulah mengapa, validasi pola Piercing juga bisa dilakukan dengan memantau apakah Pin Bar ikut terbentuk di time frame lebih besar.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick Layaknya Trader Profesional

Sebagai contoh, apabila Anda melihat Bullish Piercing di time frame 30-menit, maka carilah time frame yang 2x lebih besar (dalam hal ini time frame 1-jam) untuk melihat apakah Bullish Pin Bar juga terbentuk. Ingat, dalam mencari Bullish Pin Bar, yang perlu dipastikan di sini adalah posisi body terhadap panjang sumbu bawah candle; warna candle yang menandakan bullish/bearish tidak menentukan akurasi Bullish Pin Bar.

 

3 Cara Open Posisi dengan Candlestick

Untuk menggunakan 3 pola candlestick bullish di atas sebagai acuan trading, maka ada 3 acuan yang bisa digunakan, dan semuanya dibagi berdasarkan tingkat risikonya:

 

1. Open Posisi pada Harga Close

Ini merupakan cara open posisi paling agresif, sehingga bisa dianggap yang paling berisiko. Mengapa demikian? Jika Anda open posisi segera setelah pola selesai terbentuk, belum ada sinyal tambahan yang mengkonfirmasi pola tersebut. Anda memang bisa memanfaatkan peluang secepat mungkin, tetapi tidak dapat memastikan apakah peluang tersebut valid atau tidak.

Open posisi pada harga Close

 

2. Open Posisi pada Breakout Harga Tertinggi (High)

Pada strategi ini, sinyal yang Anda gunakan lebih dapat diandalkan karena dikonfirmasi oleh penembusan harga dari High pola candle bullish. Jadi katakan saja Anda melihat Bullish Engulfing terbentuk, maka open posisi tidak dilakukan segera setelah candle kedua tertutup, melainkan sampai candle berikutnya bergerak di atas High Bullish Engulfing.

Open posisi pada level High

Menurut tingkat risikonya, cara open posisi ini merupakan gaya trading moderat dan cocok bagi trader yang ingin menghindari risiko tinggi tetapi tidak ingin ketinggalan trend.

Baca juga: Mengupas 3 Strategi Trading Forex Dengan Trend Reversal

 

3. Open Posisi pada Harga Close Candle Berikutnya

Mengandalkan Close candle berikutnya memerlukan waktu tunggu yang lebih lama dibanding cara-cara sebelumnya, sehingga sebagian trader menganggap metode ini dapat membuat mereka tertinggal dalam mengejar trend.

Meskipun begitu, cara ini memiliki tingkat risiko paling rendah karena dianggap memiliki konfirmasi sinyal paling akurat. Dengan memastikan entry buy sampai ada candle berikutnya yang ditutup di atas harga tertinggi pola candle bullish, posisi buy akan lebih menjanjikan daripada ketika Anda buru-buru masuk dengan cara pertama ataupun kedua.

Open posisi di level Close candle berikutnya

Pada cara pertama, pola candle bullish bisa diikuti oleh candle bearish atau bahkan Pin Bar yang menunjukkan ketidakpastian, sehingga proyeksi kenaikan bisa saja tertunda (harga konsolidasi dulu) atau malah gagal terealisasi.

Sementara itu, cara kedua memang lebih memastikan peluang kenaikan, tapi ingatlah bahwa yang Anda jadikan acuan adalah kondisi breakout; candle berikutnya tidak perlu tertutup untuk membuat sinyal open posisi terpicu. Lantas bagaimana jika candle berikutnya memang sempat breakout dari level tertinggi pola candle bullish, tapi kemudian justru melemah dan akhirnya ditutup dalam kondisi bearish? Tentu saja posisi Anda masih terancam risiko sinyal palsu.

Pada cara ketiga, konfirmasi sinyal jauh lebih bisa diandalkan karena Anda bisa memastikan 2 hal berikut:

  1. Sentimen pasar benar-benar beralih ke sisi bullish karena yang menjadi acuan adalah candle berikutnya yang bersifat bullish.
  2. Candle bullish sudah tertutup sehingga tidak ada risiko harga tiba-tiba melemah dan candle berubah bearish.

Inilah mengapa open posisi dengan harga close candle berikutnya disebut sebagai cara konservatif dan ideal bagi para trader yang menginginkan risiko paling minim.

 

Ukuran dan Lokasi Candle Adalah Kunci

Banyak trader mengatakan bahwa candlestick adalah indikator price action yang bisa menggambarkan kondisi pasar. Jika bisa menguasainya, akan lebih mudah untuk membaca pergerakan harga dan menganalisa ke mana harga akan bergerak.

Terlepas dari 3 pola candlestick bullish yang dibahas di atas, sebenarnya ada cara sederhana untuk memahami analisa candlestick secara umum.

Pertama, perhatikan ukuran candle-nya. Jika body candle melingkupi lebih dari 50% seluruh range candle (diukur dari sumbu atas hingga bawah), maka hal itu menandakan trend yang masih kuat. Tinggal perhatikan saja apakah candle ditutup di harga yang lebih tinggi atau lebih rendah dari level pembukaannya. Jika lebih tinggi, maka artinya kekuatan buyer masih kuat, sehingga candle tersebut adalah candle bullish. Apabila candle ditutup di level yang lebih rendah dari harga Open, maka tekanan jual masih dominan sehingga menandakan kondisi bearish.

Memastikan ukuran candle

Lalu bagaimana jika ukuran body ternyata kurang dari 50% candle-nya?

Lihat di mana posisinya terhadap sumbu atas atau bawah. Apabila body candle lebih dekat ke sumbu atas, maka hal itu mengidentifikasikan penolakan pasar untuk menekan harga ke level yang lebih rendah, sehingga biasanya menjadi pertanda bullish reversal. Sebaliknya, body candle di sekitar sumbu bawah menunjukkan kondisi di mana pelaku pasar kekurangan momentum untuk mendorong harga lebih tinggi, sehingga umumnya menandakan bearish reversal.

Baca juga: Pola 3 Candle Terbaik Penanda Reversal

Sementara itu, posisi body candle di tengah mewakili ketidakpastian pasar karena mencerminkan kedudukan buyer dan seller yang sama-sama kuat.

Menentukan posisi candle

Jika Anda ingin mengetahui info lebih banyak seputar ilmu pembacaan sumbu candlestick, bagaimana ia terbentuk dan apa saja yang perlu diwaspadai, kunjungi ulasan Apa Yang Dimaksud Shadow Candle Forex?

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Jenny |  9 Mar 2012

halo master...master kadang sy open buy n sell di pair yg sama kok semuanya bisa mengalami loss y?pdhal perbedaan cm 5 pips?apa itu ada pengaruhnya? Dan sblumnya terimakasih master atas bimbinganya....

Lihat Reply [2]

 Akzam |  4 Jun 2012

Salam, Mas. Tolong nasehati saya. Trading sy bermasalah sejak pergerakan turun. Sampai sekarang terpaksa saya hedging dengan jumlah lot yg sama pada posisi buy dan sell. Sedih rasanya, Mas. Sampai sekarang saya kesulitan keuangan. Dan sampai kapan pergerakan turun ini terus? Moga nasehat Mas berguna bagi saya. Matur Nuwun.

Lihat Reply [2]

 Rico Bisa |  19 Jul 2012

Master, gimana cara nya sell di puncak dan buy di lembah?

Lihat Reply [2]

 Sudirman |  13 Feb 2015

Maaf Gan ganggu lagi ini.. saya belum paham gan tentang pola-pola Candle stick itu, karena contohnya gak di pasang gan.. mohon kirimkan contoh pola-pola candle Stick gan..

Thank..

Lihat Reply [2]

 Irfan |  6 Aug 2016

Maksud dari buy limit, sell limit, buy stop, sell stop, buy stop limit, sell stop limit APA ya??

Lihat Reply [3]

 

Komentar @inbizia

klo menurut gw sama2. baik hammer atau hanging man atau harami sama2 bisa akurat bisa juga ngasih false signal. cuma dgn banyak2 latian dn praktek kita bisa tau mana yg lebih bisa kita kenali n gunakan. Yg jelas adanya pola2 itu bisa jadi warning utk kita siap2 open order sesuai sinyal reversal. biar lebih yakin lgi bisa jg kita nggak cuma mengandalkan pola candlestick, tapi juga bantuan indikator oscillator. bagaimanapun caranya yg penting kita tdk lupa manajemen resiko, tetapkan stop loss sesuai batas rugi yg mampu ditanggung itu penting
 Francis Kurniawan |  27 Apr 2015
Halaman: Mengenal Pola Candlestick Harami
Saya cukup banyak mencari refresnsi misalnya beli buku, baca artikel di internet atau nonton vidoe di youtube, namun saya belum menemukan penjelasan seperti ini, kebanyakan membahas tentang pola candlestick. Terima kasih pak rio, atas penjelasan dan pembelajarannya serta telah berbagi ilmu. Hal ini sangat bermanfat apalagi trader pemula seperti saya. Semoga tidak pernah bosan untuk berbagi ilmunya pak.
 Viar |  2 Dec 2018
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan
Salam .... Saya pemula dalam forex, sangat menarik tentang pembahasan Pola Candlestick Morning Star dan Evening Star ini, trims ...
 Muhammad Abduh |  20 Sep 2019
Halaman: Pola Candlestick Morning Star Dan Evening Star
@Dhimas: Untuk akurasi murni menggunakan pola candlestick, time frame yang lebih besar lebih besar akurasinya daripada time frame dibawahnya, contohnya akurasi pola candlestick di Daily lebih besar daripada di time frame H1.

Management resiko sebaiknya mengikuti aturan maksimal 2% resiko dari modal. 
 Kiki R |  14 Jul 2020
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan
Bisa lihat dari sinyal-sinyal trendlines, breakouts, dan pola candlestick. Indikator untuk mendapatkan sinyal-sinyal itu bisa pakai indikator RSI, MA, MACD
 Ihwan |  12 Jan 2021
Halaman: Cara Menghindari Kesalahan Entry Trading
Dear Admin saya mau nanya min, untuk entry buy kuncinya MA atau EMA rendah harus melintas ke MA atau EMA yang paling tinggi ya?
 Fika |  7 Feb 2021
Halaman: Cara Trading Dengan Moving Averages

Kamus Candlestick

Harami Bullish
Harami Bullish
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bearish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bullish. Pola ini menandakan downtrend mulai kehilangan momentum. Meski bisa menambah akurasi sinyal, sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Outside Up
Three Outside Up
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bullish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bullish reversal.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Outside Down
Three Outside Down
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bearish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bearish reversal.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Bearish Doji Star
Bearish Doji Star
Indikasi : Bearish Reversal

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap naik dan tidak memiliki body karena harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama. Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bearish panjang dan gap turun dari doji.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip