3 Pola Candlestick Untuk Open Posisi Buy

Fatma Adriana 15 Dec 2021
Dibaca Normal 10 Menit
forex > candlestick >   #buy   #pola-candle   #pola-candlestick
Untuk menyederhanakan strategi trading dengan price action, 3 pola candlestick untuk open posisi ini bisa menjadi acuan.
DI

Pernah menjumpai pola candlestick penting tapi ragu open posisi? Bagaimana jika setelahnya harga benar-benar bergerak di arah yang Anda perkirakan? Penyesalan memang selalu datang belakangan, sehingga sangat penting memahami cara memastikan kemunculan pola candlestick dengan sinyal yang terkonfirmasi.

Pola candlestick untuk open posisi

Terlepas dari tool analisa yang biasanya digunakan untuk mencari konfirmasi, sebenarnya ada cara simpel trading hanya dengan pola candlestick yang bisa Anda coba. Tak perlu susah-susah menghafal dan mencerna beragam pola yang ada, karena hanya dengan berpedoman pada 3 pola candlestick untuk open posisi buy berikut, Anda bisa mencari cuan dari potensi kenaikan harga.

 

1. Bullish Pin Bar

Tak dapat dipungkiri, Pin Bar merupakan salah satu pola candle paling familiar di mata trader. Pasalnya, bentuk Pin Bar unik dan mudah dikenali, serta sering terbentuk dan banyak bertebaran di chart. Bullish Pin Bar sendiri merupakan Pin Bar yang menandakan pembalikan dari pergerakan bearish (turun) menjadi bullish (naik). Ciri-cirinya, candle memiliki body kecil dan sumbu bawah yang panjang, di mana ukuran body tidak lebih dari 50% panjang keseluruhan candle. Berikut ilustrasinya:

Bullish Pin Bar

Dalam mengenali bentuk Bullish Pin Bar yang akurat, sebagian trader ikut memperhatikan level penutupan candle; apakah lebih tinggi atau lebih rendah dari harga pembukaan. Padahal, indikasi terpenting dari sebuah Pin Bar adalah perbandingan antara ukuran body dan sumbunya. Semakin kecil body dan panjang sumbu bawahnya, maka semakin tinggi akurasi Bullish Pin Bar. Selain itu, sumbu atas yang minim atau bahkan tidak ada juga menjadi indikasi Bullish Pin Bar yang bisa diandalkan.

Baca juga: Kupas Tuntas Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar

Lantas, bagaimana cara open posisi dengan Bullish Pin Bar? Karena ini merupakan pola 1 candlestick, Anda perlu mencari sinyal lain sebagai pendukung. Contohnya adalah pola chart yang juga mengindikasikan bullish reversal seperti Inverted Head and Shoulders, Double Bottom, Triple Bottom, dsb. Pola-pola penerusan yang menandakan lanjutan uptrend juga bisa menjadi acuan apabila Anda tidak keberatan mencari peluang dari retracement atau seorang trend follower. Beberapa pola yang dimaksud adalah Bullish Flag, Falling Wedge, Ascending Triangle, dan sejenisnya.

Jika salah satu pola chart di atas terbentuk dan diikuti dengan Bullish Pin Bar, maka Anda bisa mendapatkan bekal entry buy yang sangat kuat.

 

2. Bullish Engulfing

Satu lagi pola candle pembalikan yang tak kalah populer dari Pin Bar adalah Engulfing. Secara khusus, Bullish Engulfing adalah pola price action yang terdiri dari 2 candle dan dicirikan dengan candle kedua yang lebih besar hingga terkesan "memakan" candle pertama. Berbeda dari Bullish Pin Bar, Bullish Engulfing sangat memperhitungkan letak level penutupan.

Pola candle bullish engulfing

Dua syarat terpenting yang harus diperhatikan trader adalah:

  1. Candle kedua harus merupakan candle bullish yang ditutup menguat di atas harga pembukaan candle pertama. Sementara itu, harga terendah candle kedua juga harus lebih rendah daripada candle pertama.
  2. Posisi candle wajib dipastikan berada di akhir downtrend untuk memastikan sinyal kenaikan berikutnya.

Bullish Engulfing secara umum dianggap memiliki akurasi lebih tinggi dibanding Bullish Pin Bar. Hal itu karena candle kedua yang merupakan candle bullish sudah bisa menjadi konfirmasi perubahan sentimen pasar ke arah upside. Namun demikian, tak ada salahnya juga untuk menggunakan sinyal lain sebagai konfirmator tambahan.

Baca juga: Memahami Cara Konfirmasi Candlestick Dalam Strategi Price Action

 

3. Bullish Piercing

Seperti halnya pola Engulfing, Bullish Piercing terdiri atas 2 candle. Meskipun keduanya sama-sama memiliki komposisi 1 candle bearish yang diikuti 1 candle bullish, terdapat perbedaan penting pada ukuran candle-candle yang dimaksud.

Bullish Piercing tidak memerlukan candle bullish yang lebih besar dari candle sebelumnya untuk mengidentifikasi sinyal pembalikan, karena syarat terbentuknya pola ini adalah:

  1. Open candle kedua di bawah candle pertama.
  2. Close candle kedua minimal setengah dari body candle pertama.

Jika diilustrasikan, maka Bullish Piercing akan tampak seperti ini:

Pola candle bullish piercing

Menurut pakar yang membahas pola ini di portal "Forex with An Edge", Bullish Piercing cukup menarik karena jika digabungkan akan membentuk Bullish Pin Bar. Itulah mengapa, validasi pola Piercing juga bisa dilakukan dengan memantau apakah Pin Bar ikut terbentuk di time frame lebih besar.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick Layaknya Trader Profesional

Sebagai contoh, apabila Anda melihat Bullish Piercing di time frame 30-menit, maka carilah time frame yang 2x lebih besar (dalam hal ini time frame 1-jam) untuk melihat apakah Bullish Pin Bar juga terbentuk. Ingat, dalam mencari Bullish Pin Bar, yang perlu dipastikan di sini adalah posisi body terhadap panjang sumbu bawah candle; warna candle yang menandakan bullish/bearish tidak menentukan akurasi Bullish Pin Bar.

 

3 Cara Open Posisi dengan Candlestick

Untuk menggunakan 3 pola candlestick bullish di atas sebagai acuan trading, maka ada 3 acuan yang bisa digunakan, dan semuanya dibagi berdasarkan tingkat risikonya:

 

1. Open Posisi pada Harga Close

Ini merupakan cara open posisi paling agresif, sehingga bisa dianggap yang paling berisiko. Mengapa demikian? Jika Anda open posisi segera setelah pola selesai terbentuk, belum ada sinyal tambahan yang mengkonfirmasi pola tersebut. Anda memang bisa memanfaatkan peluang secepat mungkin, tetapi tidak dapat memastikan apakah peluang tersebut valid atau tidak.

Open posisi pada harga Close

 

2. Open Posisi pada Breakout Harga Tertinggi (High)

Pada strategi ini, sinyal yang Anda gunakan lebih dapat diandalkan karena dikonfirmasi oleh penembusan harga dari High pola candle bullish. Jadi katakan saja Anda melihat Bullish Engulfing terbentuk, maka open posisi tidak dilakukan segera setelah candle kedua tertutup, melainkan sampai candle berikutnya bergerak di atas High Bullish Engulfing.

Open posisi pada level High

Menurut tingkat risikonya, cara open posisi ini merupakan gaya trading moderat dan cocok bagi trader yang ingin menghindari risiko tinggi tetapi tidak ingin ketinggalan trend.

Baca juga: Mengupas 3 Strategi Trading Forex Dengan Trend Reversal

 

3. Open Posisi pada Harga Close Candle Berikutnya

Mengandalkan Close candle berikutnya memerlukan waktu tunggu yang lebih lama dibanding cara-cara sebelumnya, sehingga sebagian trader menganggap metode ini dapat membuat mereka tertinggal dalam mengejar trend.

Meskipun begitu, cara ini memiliki tingkat risiko paling rendah karena dianggap memiliki konfirmasi sinyal paling akurat. Dengan memastikan entry buy sampai ada candle berikutnya yang ditutup di atas harga tertinggi pola candle bullish, posisi buy akan lebih menjanjikan daripada ketika Anda buru-buru masuk dengan cara pertama ataupun kedua.

Open posisi di level Close candle berikutnya

Pada cara pertama, pola candle bullish bisa diikuti oleh candle bearish atau bahkan Pin Bar yang menunjukkan ketidakpastian, sehingga proyeksi kenaikan bisa saja tertunda (harga konsolidasi dulu) atau malah gagal terealisasi.

Sementara itu, cara kedua memang lebih memastikan peluang kenaikan, tapi ingatlah bahwa yang Anda jadikan acuan adalah kondisi breakout; candle berikutnya tidak perlu tertutup untuk membuat sinyal open posisi terpicu. Lantas bagaimana jika candle berikutnya memang sempat breakout dari level tertinggi pola candle bullish, tapi kemudian justru melemah dan akhirnya ditutup dalam kondisi bearish? Tentu saja posisi Anda masih terancam risiko sinyal palsu.

Pada cara ketiga, konfirmasi sinyal jauh lebih bisa diandalkan karena Anda bisa memastikan 2 hal berikut:

  1. Sentimen pasar benar-benar beralih ke sisi bullish karena yang menjadi acuan adalah candle berikutnya yang bersifat bullish.
  2. Candle bullish sudah tertutup sehingga tidak ada risiko harga tiba-tiba melemah dan candle berubah bearish.

Inilah mengapa open posisi dengan harga close candle berikutnya disebut sebagai cara konservatif dan ideal bagi para trader yang menginginkan risiko paling minim.

 

Ukuran dan Lokasi Candle Adalah Kunci

Banyak trader mengatakan bahwa candlestick adalah indikator price action yang bisa menggambarkan kondisi pasar. Jika bisa menguasainya, akan lebih mudah untuk membaca pergerakan harga dan menganalisa ke mana harga akan bergerak.

Terlepas dari 3 pola candlestick bullish yang dibahas di atas, sebenarnya ada cara sederhana untuk memahami analisa candlestick secara umum.

Pertama, perhatikan ukuran candle-nya. Jika body candle melingkupi lebih dari 50% seluruh range candle (diukur dari sumbu atas hingga bawah), maka hal itu menandakan trend yang masih kuat. Tinggal perhatikan saja apakah candle ditutup di harga yang lebih tinggi atau lebih rendah dari level pembukaannya. Jika lebih tinggi, maka artinya kekuatan buyer masih kuat, sehingga candle tersebut adalah candle bullish. Apabila candle ditutup di level yang lebih rendah dari harga Open, maka tekanan jual masih dominan sehingga menandakan kondisi bearish.

Memastikan ukuran candle

Lalu bagaimana jika ukuran body ternyata kurang dari 50% candle-nya?

Lihat di mana posisinya terhadap sumbu atas atau bawah. Apabila body candle lebih dekat ke sumbu atas, maka hal itu mengidentifikasikan penolakan pasar untuk menekan harga ke level yang lebih rendah, sehingga biasanya menjadi pertanda bullish reversal. Sebaliknya, body candle di sekitar sumbu bawah menunjukkan kondisi di mana pelaku pasar kekurangan momentum untuk mendorong harga lebih tinggi, sehingga umumnya menandakan bearish reversal.

Baca juga: Pola 3 Candle Terbaik Penanda Reversal

Sementara itu, posisi body candle di tengah mewakili ketidakpastian pasar karena mencerminkan kedudukan buyer dan seller yang sama-sama kuat.

Menentukan posisi candle

Jika Anda ingin mengetahui info lebih banyak seputar ilmu pembacaan sumbu candlestick, bagaimana ia terbentuk dan apa saja yang perlu diwaspadai, kunjungi ulasan Apa Yang Dimaksud Shadow Candle Forex?

 

FAQ Pola Candlestick Untuk Open Posisi Buy

Salah satu strategi trading yang dapat dijadikan acuan open posisi buy adalah pola candlestick. Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan yang paling sering ditanyakan.

 

Apa saja pola candlestick rekomendasi untuk open posisi buy?

Ada tiga pola candlestick yang dianggap paling akurat sebagai sinyal bullish, yaitu Bullish Pin Bar, Bullish Engulfing, dan Bullish Piercing.

 

Apa itu pola Bullish Pin Bar?

Merupakan pola candlestick bullish reversal dengan ukuran badan candle kurang dari 50% ukuran keseluruhan candle, serta memiliki sumbu bawah yang panjang. Semakin panjang sumbu bawahnya, makin tinggi juga tingkat akurasi Bullish Pin Bar. Namun, karena pola ini hanya terdiri dari 1 candle, Bullish Pin Bar memerlukan bantuan dari chart pattern bullish reversal seperti Inverted Head and Shoulders, Double Bottom, Triple Bottom, dan sebagainya.

 

Apa itu pola Bullish Engulfing?

Merupakan pola candlestick bullish reversal yang terdiri dari 2 candle, yang di mana ukuran sumbu atas maupun bawah candle kedua harus lebih besar daripada candle pertama dan berupa candle bullish. Karena ini termasuk pola bullish reversal, maka pola ini harus berada di bawah downtrend.

 

Apa itu pola Bullish Piercing?

Merupakan pola candlestick bullish reversal yang terdiri dari 2 candle, yang di mana harga pembukaan candle kedua di bawah candle pertama, serta harga penutupan candle kedua melebihi setengah ukuran body candle pertama.

 

Apa saja tips dan trik trading menggunakan pola candlestick?

  1. Perhatikan ukuran candle-nya. Apabila minimal ukuran candle sama atau bahkan lebih dari 50% dari ukuran candle secara keseluruhan, maka sinyal reversal yang didapat .
  2. Lihat posisi terbentuknya pola. Apakah berada di bawah downtrend? Atau berada di atas downtrend? Dan sebaliknya.
  3. Selalu gunakan indikator konfirmasi lainnya.
  4. Jangan lupa guna TP dan SL.
Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Jenny |  9 Mar 2012

halo master...master kadang sy open buy n sell di pair yg sama kok semuanya bisa mengalami loss y?pdhal perbedaan cm 5 pips?apa itu ada pengaruhnya? Dan sblumnya terimakasih master atas bimbinganya....

Lihat Reply [2]

ketika anda BUY dan SELL di mata uang yang sama, itu disebut hedging. ketika anda BUY dan SELL maka spread minus bukannya berkurang, malah justru bertambah. Anda BUY maka spread minus -3 masuk pasar . kemudian anda sell maka spread -3 masuk pasar. maka anda akan mendapatkan -6. Jika anda Sell dan -70, kemudian anda BUY masuk dengan spread -3, maka total minus menjadi -73. Sistem BUY SELL sebetulnya bahaya. jika tidak kita pelajari. namun bagi mereka penganut Hedging maka open posisi yang minus bisa menjadi profit. thanks

Basir   9 Mar 2012

@ jenny:

Dalam hal ini Anda hanya loss sebesar 5 pip, kemanapun harga bergerak. Kalau yang posisi buy loss, maka yang posisi sell akan profit, dan sebaliknya. Selisih profit dan loss akan selalu tetap, yaitu minus 5 pip.

- ….. apa itu ada pengaruhnya?
Maksudnya pengaruh dimananya?

M Singgih   20 Jun 2019
 Rico Bisa |  19 Jul 2012

Master, gimana cara nya sell di puncak dan buy di lembah?

Lihat Reply [4]

 Ini hanya istilah saja. kalau BUY ya ketika harga rendah dan sell ketika harga tinggi.

/Anda bisa pelajari juga pola PIN BAR.

Pola BUY di lembah sell Di Puncak bisa termasuk katagori Long term juga.

seperti iniwidth=706

Thanks

Basir   19 Jul 2012

@Rico Bisa: Sell di puncak dan buy di lembah (sell on top, buy on bottom) bisa dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut.

1. Menggunakan indikator trend

Sederhananya, sell di puncak menggunakan indikator trend adalah sell ketika indikator telah menunjukkan tanda adanya reversal. Sebagai contoh adalah menggunakan Moving Average (MA), sell bisa dilakukan ketika garis MA saling bersilangan dari atas ke bawah, begitupun sebaliknya untuk entry buy.

2. Menggunakan indikator oscillator 

Sell di top menggunakan indikator oscillator seperti Relative Strength Index adalah melakukan sell ketika harga mencapai RSI di atas 70 (area overbought) dan buy ketika harga mencapai RSI di bawah 30 (area oversold). 

3. Menggunakan price action

Sell di top menggunakan price action bisa menggunakan pola harga (price pattern) atau menggunakan pola candlestick. Misal sell ketika harga membentuk double top atau ketika harga membentuk pola candlestick bearish engulfing. Sebaliknya mengambil posisi buy ketika terbentuk pola double bottom atau pola candlestick bullish engulfing.

Terima Kasih.

Kiki R   7 Oct 2019

Dalam praktiknya, apakah lembah harga dapat diketahui secara pasti? Lantas, bagaimana cara mengetahuinya secara benar dan akurat?

Mas Hanif   12 Sep 2022

Tidak, lembah dan puncak harga tidak dapat diketahui secara pasti.

Anda hanya bisa melihat ciri-ciri yang menunjukkan terbentuknya lembah. Contohnya terbentuk pola double bottom atau inverted head and shoulders.

Kiki R   14 Sep 2022
 Heri |  25 Jun 2015

Sy mau tanya, kalau kita open posisi Buy dan Sell secara bersamaan di mata uang yang sama pula apakah bisa profit??

Lihat Reply [11]

@ Heri:
Menurut saya tidak ada gunanya. Dengan open buy dan sell pada harga yang sama berarti Anda melakukan hedging. Kalau Anda bisa profit pada posisi buy maka akan mengalami loss untuk yang posisi sell, dan sebaliknya. Jika Anda bisa ambil profit dari yang posisi buy belum tentu akan memperoleh profit dari yang posisi sell, dan sebaliknya.

Dalam hal ini sama saja Anda berspekulasi dengan masuk pada salah satu posisi, misal Anda telah menutup yang posisi buy dengan profit misalnya 50 pip, maka untuk yang posisi sell Anda loss 50 pip, jadi impas. Profit Anda sesungguhnya akan bergantung pada yang posisi sell (yang masih open), jika harga terus naik maka Anda akan loss dan sebaliknya jika harga turun Anda akan profit, jadi sama saja Anda berspekulasi dengan masuk posisi sell.

Teknik hedging biasanya dilakukan jika sudah ada posisi tetapi merugi. Itupun tidak menjamin akan menghasilkan profit atau bisa mengurangi kerugian. Dalam hal ini sebenarnya sama saja dengan cut loss dan buka posisi baru.

M Singgih   28 Jun 2015

Apakah boleh posisi buy dan sell di mata uang yg sama dengan satu akun ?

Irwan   14 Jul 2017

@ Irwan:

Saat ini sudah banyak broker populer disini yang mengijinkan hedging pasangan mata uang yang sama pada satu akun, misalnya InstaForex, FBS, XM, FXOpen, OctaFX, RoboForex, Exness, FXTM, dan lainnya.

Kecuali broker-broker yang teregulasi oleh CFTC dan NFA (badan regulator AS) memang tidak mengijinkan hedging pair yang sama dalam satu akun. Peraturan tsb diberlakukan sejak Mei 2009.

M Singgih   16 Jul 2017

@ Alfan Sani:

Mungkin maksudnya Anda ingin membuka posisi pada satu pair di beberapa akun trading secara bersamaan dalam waktu yang juga bersamaan (sekaligus), dengan harga yang sama.

Jika maksudnya seperti itu, Anda bisa menggunakan robot trading. Robot trading adalah sebuah software yang diprogram untuk bisa menjalankan ratusan hingga ribuan instruksi per detik, dan mengeksekusi setiap peluang trading forex, termasuk instruksi untuk open posisi pada beberapa akun dalam waktu yang bersamaan.

Untuk penjelasan tentang robot trading, silahkan baca: Keunggulan dan Kelemahan Robot Trading Forex (EA)

M Singgih   15 Sep 2021

Kalau scalping itu buka banyak posisi di pair yang sama kan pak? Itu juga harus pake robot ya?

Nadiem   12 Oct 2021

@ Nadiem:

- Kalau scalping itu buka banyak posisi di pair yang sama kan pak?
Bisa di pair yang sama bisa juga pada beberapa pair yang berbeda.

- Itu juga harus pake robot ya?
Bisa menggunakan robot bisa tidak.

M Singgih   13 Oct 2021

bagaimana cara melakukan open position yang banyak secara bersamaan pada satu mata uang?

Alfan Sani   4 Aug 2021

Pair apa yang memiliki pergerakan bagus untuk trading harian?

Syakila   26 Aug 2022

@Syakila: Pair sejuta umat, EUR/USD. Pair paling likuid dan pergerakannya tidak terlalu liar. Range hariannya tidak terlalu besar dan spread yang kecil di hampir seluruh broker.

Cocok bagi pemula sampai trader yang sudah berpengalaman.

Kiki R   26 Aug 2022

Berapa lama open posisi akan bertahan bila order tidak terkesekusi?

Mirdad   29 Aug 2022

@Mirdad: Posisi yang belum terkeksekusi, akan terus ada selama akun tersebut masih berjalan.

Kiki R   30 Aug 2022
 Adjie |  6 May 2016
om martin. kenapa ya saat saya mendalami metode scalping tapi jika sudah yakin harga up open buy malah balik arah jadi down, open sell malah naik, sering gitu terus. kalau stop loss terus, kerugian makin banyak. kandang harga tidak balik berhari2 sampai margin menipis, sehingga saya tetap bertahan. saya pakai indi MAE 21-7 TF15 dan Stochastic.
Saya jadi heran lihat master2 yang posting analisa harga akan up/down di level sekian dan ternyata benar.
Lalu apa yang salah dengan trading saya ini om.....?

Lihat Reply [3]

@ adjie:
Mungkin yang Anda maksud memakai indikator exponential moving average (ema) 21 dan ema 7, bukan indikator MAE.
Kombinasi indikator tersebut bisa digunakan dimana stochastics untuk acuan entry (mencari momentum entry yang tepat).
Saya kira Anda harus melakukan test dulu di akun demo pada metode dan strategi trading yang Anda gunakan sebelum diterapkan pada akun riil, bisa dengan backtest atau forward test. Kalau backtest agak ribet bisa dengan forward test atau ditest pada kondisi pasar sekarang. Yang ditest adalah metode trading dan money management yang Anda gunakan. Forward test bisa dilakukan dengan cara trading pada akun demo sebanyak kira-kira 50 hingga 100 trade pada satu pasangan mata uang tertentu.

Dalam trading Anda sebaiknya mengikuti aturan money management yaitu mengendalikan besarnya resiko dengan menggunakan stop loss. Tanpa stop loss berarti Anda tidak membatasi resiko.
Dari hasil test tersebut Anda akan mengetahui winning rate (W%) atau persentase profit dan losing rate (L%) atau persentase loss dari keseluruhan trade backtest tsb. Selain itu juga bisa diketahui besarnya profit rata-rata (Av W) dan besarnya loss rata-rata (Av L) (dalam satuan uang). Dari sini bisa dihitung angka harapan profit = (W% x Av W) - (L% x Av L) (dalam satuan uang).

Jika ternyata dari hasil test W% lebih kecil dari L%, atau angka harapan profitnya negatif maka Anda bisa memperbaiki metode trading atau money management-nya. Memang hasil test yang bagus tidak menjamin akan selalu profit, tetapi kemungkinan profitnya akan lebih besar dari hasil backtest yang kurang bagus. Tanpa melakukan test Anda tidak akan mengetahui kualitas strategi trading yang Anda gunakan terhadap pasangan mata uang yang sedang Anda tradingkan. Mungkin kalau ditest pada pasangan mata uang lain hasilnya akan berbeda.
Semoga bisa membantu.

M Singgih   10 May 2016

@ Untung:

Closing order tidak tergantung dari banyaknya candle, Anda bisa close kapanpun Anda ingnkan selama belum terkena stop-out. Jka memang profit, tentunya Anda ingin profitnya sebanyak mungkin. Dalam hal ini Anda bisa close order hingga beberapa menit, jam atau bahkan beberapa hari kemudian. Kami sarankan Anda pelajari lagi dasar-dasar trading. Baca juga: Buku-Buku Terbaik Untuk Belajar Trading Forex Mulai Dari Nol

Terima kasih.

 

M Singgih   9 Mar 2021

Misal kita pilih timeframe M5,pasang buy...kebetulan posisi harga naik sampe lewat waktu 5 menit,otomatis ganti candlestik. kebetulan harga masih naik juga. pada waktu di candle pertama entry order tdk saya cut/close, trus bersambung pada candle berikutnya baru saya close. Apakah itu jg dihitung profit ? Soalnya itu kan saya close di menit ke 10.sedang timeframenya kan M5(5 menit ganti candle). 

Untung   8 Mar 2021
 Irfan |  6 Aug 2016

Maksud dari buy limit, sell limit, buy stop, sell stop, buy stop limit, sell stop limit APA ya??

Lihat Reply [24]

@ Arman lucky: Bisa. Di kotak order akan tampil seperti ini:
Isikan level / harga Stop Loss dan Take Profit sesuai yang diinginkan. Lihat juga ketentuan broker mengenai jarak points / pip minimal SL dan TP yang akan diset tsb dengan harga saat ini. Dalam contoh di atas minimal jaraknya harus 10 points.

M Singgih   1 Jan 2019

Kenapa Buy Stop Saya tereksekusi jauh di atas harga yg saya mau?

Sugih   14 Feb 2019

@ Sugih:

Berarti Anda terkena slippage atau loncatan / lonjakan harga yang tiba-tiba.
Untuk informasi, semua order yang bersifat stop, yaitu Buy Stop, Sell Stop dan Stop Loss akan terpengaruh oleh slippage, atau bisa terseret sebanyak besarnya slippage tsb. Tetapi order yang bersifat limit, yaitu Buy Limit, Sell Limit dan Target Profit tidak terpengaruh slippage.

Anda bisa check di broker lain, apakah pada waktu yang bersamaan dengan saat Anda mengalami slippage, di broker lain juga terjadi lonjakan harga.

M Singgih   15 Feb 2019

Untuk Jacob...

Untuk Bisa tereksekusi Pending Order yang anda harapkan, hal yang paling utama harus ada tekanan Sell dan Buyer yang sangat kuat. Hal ini anda bisa saksikan dichart  yang mirip jarum pentul.

Namun demikian trader tak bisa memastikan tekanan ini. Trader bisa mengantisipasi dengan data-data high yang akan dirilis seperti data NFP AS, suku bunga dan yang lainnya. Atau adanya data yang di rilis secara bersamaan semisal dari kawasan Euro dan AS, yang selang waktunya tidak terlalu jauh.

Thanks.

Basir   29 Oct 2016

Oh ya sudah.

Dede Mistar   30 Oct 2016

@ Jacob:
Anda tentu bermaksud hedging pada waktu dan harga yang sama, atau open buy dan open sell pada harga yang sama dan diwaktu yang bersamaan. Setahu saya hedging pada harga yang sama masih bisa, tetapi kalau eksekusinya pada waktu yang bersamaan tidak diperkenankan karena order Anda akan ambiguous atau tidak jelas.
Misal pada jam 01:00:00 Anda buy EUR/USD pada harga 1.09050, tetapi pada jam 01:00:00 juga Anda sell EUR/USD pada harga 1.09050. Software dari broker akan me-reject order tsb meskipun broker FBS memperbolehkan hedging. Dalam hal ini spread tidak berpengaruh karena Anda menggunakan pending order, jadi kalau harga sudah persis seperti yang Anda inginkan order Anda akan tereksekusi.

Ada 3 alternatif agar supaya bisa menggunakan cara tersebut, yaitu:
1. Pending order dilakukan tidak dalam waktu yang bersamaan. Misal buy stop dahulu, setelah tereksekusi baru pasang sell limit pada harga yang sama. Kelemahan cara ini adalah Anda akan gagal jika harga tidak bergerak kembali ke level yang Anda inginkan.
2. Pakai akun yang berbeda tetapi masih di broker yang sama (kalau belum punya Anda bisa buka akun lagi) sehingga pergerakan harganya akan sama. Dalam hal ini di akun pertama Anda pasang order buy stop EUR/USD di harga 1.09050, dan di akun ke 2 Anda pasang order sell limit EUR/USD di harga 1.09050.
3. Sama seperti cara 2 tetapi pakai 2 broker yang berbeda (jika mungkin Anda kesulitan membuka 2 akun di broker yang sama). Kelemahan cara ini adalah pergerakan harga antara broker 1 dan broker 2 mungkin saja tidak persis sama sehingga mungkin tidak mendukung strategi yang akan Anda jalankan.
Jadi yang paling aman adalah pakai cara ke 2.

By the way saya jadi teringat cara yang mirip seperti ini yang diterapkan untuk strategi trading balance yang merupakan pengembangan dari carry trade..

M Singgih   30 Oct 2016

Benar sekali pak m singgih,seringnya buystop yang kena duluan,padahal harga sudah melewati sell limit,dan sebelum kena sell limit harga sudah turun duluan,jadi saya harus eksekusi secara manual.

Jacob   5 Nov 2016

Untuk Irfan,

Hal itu termasuk order pending. Dengan menggunakan MT4, order dapat dibuka dengan Instant Execution (order dengan harga saat sekarang) ataupun dengan Pending Order (order yang akan terlaksana jika menyentuh suatu titik harga tertentu yang sebelumnya telah dipesan terlebih dahulu).

Untuk tampilan Pending Order dalam MT4 dapat dilihat contoh berikut:

pending order mt4

  1. Kolom type untuk pending order: Yaitu jenis pending order apa yang diinginkan
  2. Buy Limit: Yaitu memasang order Buy dengan harga dibawah harga running sekarang, dengan harapan jika harga yang sedang turun dapat bergerak naik lagi dari titik dimana posisi harga Pending Buy Limit tersebut.
  3. Sell Limit: Yaitu memasang order Sell dengan harga diatas harga running sekarang, dengan harapan jika harga yang sedang naik dapat bergerak turun lagi dari titik posisi harga Pending Sell Limit tersebut.
  4. Buy Stop: Yaitu memasang order Buy dengan harga diatas harga running sekarang, dengan harapan jika harga bergerak naik lagi dari titik posisi harga pending Buy Stop tersebut maka Anda akan mendapatkan profit.
  5. Sell Stop: Yaitu memasang order Sell dengan harga dibawah harga running sekarang, dengan harapan jika harga bergerak turun lagi dari titik posisi harga pending Sell Stop tersebut maka anda akan mendapatkan profit.
  6. Kolom At Price: Yaitu harga pending order, yang dimana order akan terlaksana jika menyentuh atau melewati titik harga tersebut sesuai dengan jenis Type yang sudah dipilih.
  7. Kolom Expiry: Yaitu bila order pending Anda tidak terlaksana hingga waktu tertentu, maka akan otomatis dibatalkan oleh system (jam di kolom ini mengikuti jam server dari layar Market Watch).

NB : Jika pada menu order Anda terdapat tulisan "Open price you set must differ from market price by at least 30 pips" itu berarti jarak order harus berjarak minimum 30 point dari harga market, dan bila kurang dari 30 pips maka order akan invalid atau tidak bisa dieksekusi.

Thanks.

Basir   8 Aug 2016

Mantab gan.

Lucky   29 Apr 2019

Terima kasih penjelasannya gan. Bermanfaat sekali.

Camcung   6 Feb 2022

@Jojon_jojon: Buy limit digunakan apabila harga saat ini (running price) berada diatas dari harga buy yang kita inginkan.

Sedangkan buy stop digunakan kalau harga saat ini (running price) berada dibawah dari harga buy yang kita inginkan.

Kiki R   19 Mar 2022

Mohon bantuannya,bagaimana supaya po buy stop dan sell limit bisa tereksekusi secara bersamaan,misalnya di titik 1.09050, sudah saya coba menambah dan mengurangi spread tetap saja tidak berhasil. Saya pakai broker fbs dengan fix spread EURUSD 30 pips.

Jacob   28 Oct 2016

Min apakah buy stop (menunggu membeli sampe harga menyentuh price kita) apakah bisa memasang stop loss. 

Maaf Saya pemula belum paham betul money management pada forex. 

Arman Lucky   30 Dec 2018

Mohon info min, apakah perbedaan dari buy limit dan buy stop?

Jojon_jojon   17 Mar 2022

Bagaimana menerapkan fitur Buy Stop dan Sell Stop pada platform trading cTrader?

Angga   8 Jun 2022

@Angga: Berikut cara menerapkan buy stop dan sell stop pada cTrader.

1. Klik "new order button" pada bagian atas atau bisa juga dengan klik kanan pada simbolnya lalu klik create new order.

2. Pilih stop order

3. Masukkan simbol, entry price, volume, tanggal kadarluarsa (expiry), stoploss dan take profit.

4. Klik place order untuk memasukkan stop order.

Kiki R   9 Jun 2022

Jika Buy Stop tiba-tiba hilang setelah satu hari itu kenapa ya min? Ini sudah 3x saya mengalami hal seperti ini. Thanks

Kasim   16 Jun 2022

@Kasim: Apakah Anda trading pada broker lokal?

Saya pernah trading di broker lokal tahun 2015, dan salah satu fitur yang saya ingat saat trading di broker lokal adalah expiry date (tanggal kadarluarsa) yang disetting default 1 hari.

Saya kurang tahu bagaimana perkembangan platform mereka saat ini, tapi coba tanyakan kepada pihak brokernya mengenai expiry date yang Anda alami.

Seharusnya bisa disetting tanpa expiry date sehingga buy stop Anda tetap terbuka walaupun sudah melewati satu hari.

Semoga bisa membantu.

Kiki R   17 Jun 2022

Saya trading di broker luar negeri. Lantas solusi terbaiknya gimana pak? Kemarin seinget saya experied daynya sudah saya setting sampai 2 hari. Eh ini 1 hari sudah hilang. Hemmm

Kasim   17 Jun 2022

@Kasim: Kalau Anda sudah setting expire date-nya 2 hari dan ternyata baru sehari sudah hilang maka ini termasuk kegagalan sistem.

Anda harus menanyakan hal ini ke pihak brokernya yaitu Customer Service (CS). Nanti dari CS akan melanjutkan pertanyaan Anda ke tim IT broker tersebut.

Kiki R   17 Jun 2022

Apa tujuannya trader memasang Buy Stop ya pak? Bukannya enak langsung order buy instan?

Adnan   5 Jul 2022

@Adnan: Tujuan dari buy stop agar ketika harga tiba-tiba naik maka posisi buy bisa langsung masuk. Selain itu, kalau Anda tiba2 ada pekerjaan darurat, Anda bisa tinggal buy stop dan saat terkena order buy langsung masuk.

Kalau eksekusi langsung Anda harus fokus depan chart untuk tungguin harganya masuk buy.

Kiki R   5 Jul 2022

Saya gak bisa melakukan buy limit Order di MT 4, kenapa ya?

Syamsul   4 Aug 2022

Perhatikan di harga berapa order buy limit dimasukkan.

Aturan buy limit: harga limit yang dimasukkan berada di bawah harga saat ini.

Aturan sell limit: harga limit yang dimasukkan berada di atas harga saat ini.

Kalau Anda memasukkan harga buy limit diatas harga saat ini, maka order limit tidak akan masuk.

Kiki R   5 Aug 2022
 

Komentar @inbizia

Cukup akurat kalau hanya untuk melihat psikologi pasar. Tapi kalau untuk patokan posisi buy atau sell, saya rasa hanya sebagian contoh di sana ada yang sudah cukup akurat dan sebagian lagi sebagai indikator pelengkap saja.
 Evan |  16 Jun 2022
Halaman: Indikator Analisa Teknikal Untuk Mengetahui Psikologi Pasar
@Yohana: Dari kelimat pola candlestick doji di atas, ada 3 pola candlestick yang mengindikasikan keadaan pasar yang tidak pasti, yaitu doji star, long legged doji, dan 4 price doji. Tiga pola candlestick ini menggambarkan keadaan seller dan buyer yang sama-sama kuat. Ketika pola candlestick ini terjadi di market, kita belum bisa menentukan arah karena peluangnya sama besar antara buyer dan seller. Namun, untuk dua pola yaitu dragonfly doji dan gravestone doji mempunyai arti yang lebih spesifik. Kedua pola candlestick ini punya arti reversal jika terbentuk pada level yang penting seperti di support/resisten atau supply/demand. Pola dragonfly doji yang terbentuk di support atau demand menandakan adanya buyer yang menguat sehingga bisa menjadi sinyal untuk buy. Sedangkan pola gravestone doji yang terbentuk di resisten atau supply menandakan adanya seller yang menguat sehingga bisa menjadi sinyal sell.
 Kiki R |  9 Aug 2022
Halaman: Formasi Doji Candlestick Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading
@Govaldo: Cara membaca pola inside bar tanpa menghapal adalah melihat batas range dari mother bar. Pahami kata kuncinya: Inside = didalam Bar = candlestick/candle Jadi inside bar adalah pola candlestick dimana candlestick terakhir berada di dalam candle sebelumnya (mother bar). Saat range dari mother bar tertembus, maka arah dari harga menjadi valid.
 Kiki R |  10 Aug 2022
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan
@Fahmi: Betul pak kalau bapak bilang eman-eman karena cukup banyak Pips yang hilang. Tapi inilah memang kenyataan dan risiko trading. Menggunakan konfirmasi di sini berarti mencoba meningkatkan Win Rate yang dihasilkan sinyal dengan mengorbankan jumlah perolehan Pips serta jarak SL yang besar. Keputusan ini biasanya diambil karena hasil yang didapatkan menggunakan konfirmasi memiliki tingkat Expectancy yang lebih tinggi. Selain konfirmasi tersebut, bapak juga bisa saja langsung membuka posisi Sell saat Higher High resmi terbentuk. Hanya saja Win Rate yang dihasilkan pun tentu saja akan berkurang lebih jauh dengan kelebihan jumlah Pips yang didapatkan saat sukses lebih besar. Selain itu bapak juga bisa menggunakan konfirmasi lain yang lebih dini seperti terbentuknya pola Candlestick Bearish Engulfing di atas. Hal tersebut sebenarnya sudah cukup sebagai konfirmasi yang valid. Kelemahannya sendiri, tentu saja sinyal yang dihasilkan sangat sedikit mengingat harga tidak akan selalu membentuk pola candlestick di sana.
 Nur Salim |  15 Aug 2022
Halaman: Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut Macam Fungsinya
@john: Fractalnya tentu saja valid pak. Karena sudah terbentuk Lower Low dari sisi kanan maupun kiri. Contoh di atas digunakan dengan menggunakan paduan antara Fractal dan Alligator. Sinyal Buy valid, jika harga telah membentuk Fractal dan berhasil ditutup di atas gigi Alligator (garis merah). Pada contoh, Fractal telah memberikan indikasi untuk kenaikan, hanya saja karena harga akhirnya meneruskan penurunan maka sinyal dianggap batal setelah terbentuk Fractal selanjutnya.
 Nur Salim |  15 Aug 2022
Halaman: Cara Menggunakan Indikator Fractal
@Bara: Cara menentukan TP dan SL-nya bisa berdasarkan candlestick atau menggunakan support/resisten terdekat. Misanya Anda masuk posisi buy setelah terbentuk bullish engulfing, maka stoploss bisa diletakkan di bawah shadow candle sebelumnya atau di bawah support. Sedangkan TP bisa diletakkan pada harga tertinggi sebelumnya atau di resisten.
 Kiki R |  16 Aug 2022
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan

Kamus Candlestick

Bullish Hammer
Bullish Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang ditutup di dekat atau pada harga tertingginya (High), sehingga menandakan pelemahan momentum downtrend. Semakin panjang sumbu bawah dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Shooting Star
Shooting Star
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick dan terjadi di puncak uptrend. Formasi candle terdiri dari body yang kecil dan shadow atas panjang, sementara shadow bawahnya jauh lebih pendek atau bahkan tidak ada. Semakin panjang shadow atas dan semakin kecil body-nya, maka semakin valid pula formasi Shooting Star. Sinyal bearish terkonfirmasi apabila candlestick berikutnya dibuka lebih rendah dari body Shooting Star.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Bearish Doji Star
Bearish Doji Star
Indikasi : Bearish Reversal

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap naik dan tidak memiliki body karena harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama. Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bearish panjang dan gap turun dari doji.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Black Crows
Three Black Crows
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bearish panjang. Harga penutupan candlestick pertama, kedua, dan ketiga harus membentuk penurunan secara berturut-turut.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.

Komentar[13]    
  Syaiful Rochman   |   20 May 2022

cara simpel dan mudah membaca candlestick?

  Lusi Indriyani   |   23 May 2022

bisa ke artikel ini kak untuk cara simpel membaca candlestick

  Radit Saputra   |   20 May 2022

pernah mendengar istilah mother candle, apa itu mother candle?

  Andri Saputro   |   23 May 2022

Mother candle merupakan candle berukuran besar yang biasanya diikuti dengan satu atau beberapa candle berukuran lebih kecil dan berada dalam jangkauan titik tertinggi dan terendah candle terbesar

  Gaihof Mustaffa   |   24 May 2022

apa yang menyebabkan munculnya mother candle?

  Paku Pakiz   |   24 May 2022

apa fungsi dari kemunculan mother candle?

  Itadory Yoji   |   25 May 2022

Mother Candle muncul karena adanya lonjakan permintaan atau penawaran di pasar, hal ini mengakibatkan harga turun atau naik dengan cepat, jika yang melonjak adalah sisi permintaan maka akan terbentuk mother candle bullish di chart, dan jika sisi penawaran yang melonjak maka akan terbentuk Mother Candle bearish, makin besar lonjakan permintaan atau penawaran yang terjadi makin panjang mother candle yang terbentuk pada chart harga.

  Firdaus Asshabil   |   25 May 2022

Mother candle yang muncul di chart dapat menjadi signal atau tanda bahwa harga akan melanjutkan trendnya atau melakukan reversal

  Luthfi Abdurrahman   |   20 May 2022

bagaimana cara menghindari kesalahan entry saat trading?

  Koen Utomo   |   23 May 2022

melakukan analisa entry trading di sesi penutupan
informasi detailnya bisa baca artikel ini kak

  Shinta Palupi   |   25 May 2022

hal2 yg menjadi pertimbangan sebelum melakukan OP trading forex?

  Kiki R   |   3 Jun 2022

@Shinta Palupi: Yang paling penting adalah Anda trading mengikuti trading plan.

Kalau Anda masuk market tanpa trading plan, Anda sebenarnya berjudi di market.

Jika Anda belum tahu cara membuat trading plan, berikut ini panduan membuatnya.

Ada 3 pertanyaan yang harus Anda jawab didalam trading plan.

1. WHAT (Apa)

  • Pair APA yang akan Anda entry?
  • Entry posisi APA? Sell atau buy?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, Anda tentu harus belajar struktur market agar bisa mengetahui arah market.

2. WHERE (Dimana)

  • Dimana posisi sell/buy masuk?

Tahu arah saja tidak cukup. Anda harus bisa tahu dimana area entrynya.

3. WHEN (Kapan)

  • Kapan masuk market? Apa tanda masuk market?

Untuk kapan masuk market ini biasa disebut dengan timing.

Nah, trading plan harus bisa menjawab 3 pertanyaan di atas. Kalau tidak, maka trading plan kurang detail sehingga harus ditambahkan sampai jelas kapan masuk dan keluar marketnya.

  Kiki R   |   3 Jun 2022

@Shinta Palupi: Yang paling penting adalah Anda trading mengikuti trading plan.

Kalau Anda masuk market tanpa trading plan, Anda sebenarnya berjudi di market.

Jika Anda belum tahu cara membuat trading plan, berikut ini panduan membuatnya.

Ada 3 pertanyaan yang harus Anda jawab didalam trading plan.

1. WHAT (Apa)

  • Pair APA yang akan Anda entry?
  • Entry posisi APA? Sell atau buy?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, Anda tentu harus belajar struktur market agar bisa mengetahui arah market.

2. WHERE (Dimana)

  • Dimana posisi sell/buy masuk?

Tahu arah saja tidak cukup. Anda harus bisa tahu dimana area entrynya.

3. WHEN (Kapan)

  • Kapan masuk market? Apa tanda masuk market?

Untuk kapan masuk market ini biasa disebut dengan timing.

Nah, trading plan harus bisa menjawab 3 pertanyaan di atas. Kalau tidak, maka trading plan kurang detail sehingga harus ditambahkan sampai jelas kapan masuk dan keluar marketnya.