3 Strategi Naked Trading Simpel Untuk Trader Pemula

SAM 23 Nov 2017Dibaca Normal 8 Menit
forex>price-action>   #trader-pemula
Tak perlu ragu mencoba strategi Naked Trading. Dengan pemanfaatan Doji, pola Flag, atau candle rejection, Anda bisa menerapkan strategi yang simpel dan menguntungkan.

Analisa teknikal tak harus dilakukan secara berlebihan. Banyak trader justru menyingkirkan indikator dari chart untuk bisa membaca sinyal Price Action dengan lebih jelas dan menerapkan strategi Naked Trading. Jika tak yakin, coba saja simak pengalaman trader pro Barbara Rockefeller dan Toni Turner. Bahkan dalam 10 aturan trading Dennis Gartman, terselip pasal yang berbunyi: Sistem rumit akan menelurkan kebingungan, sedangkan kesederhanaan melahirkan keanggunan.

Strategi Naked Trading biasanya memang 'telanjang' dari penampakan indikator-indikator macam MA, RSI, CCI, dan kawan-kawannya. Paling banter, Naked Trader menggunakan tool sederhana seperti trendline atau garis horizontal untuk menandai support resistance. Selebihnya, pola chart dan candlestick yang lebih 'jujur' dalam merefleksikan sentimen pasar diandalkan sebagai 'pemberi informasi' utama.

Banyak trader sudah memahami keunggulan Naked Trading, tapi tidak semuanya berani mencoba. Ada yang memang sudah nyaman dengan indikator andalannya, tapi ada pula yang masih ragu karena harus menyelami teori Price Action dan Price Pattern dulu. Kedua metode itu memang terlihat sederhana, tapi dianggap sulit dipahami oleh sebagian trader karena membutuhkan ketelitian untuk mengenali pola-pola harga.

Nah, jika Anda termasuk dalam kelompok trader kedua, tak perlu gentar untuk belajar menerapkan strategi Naked Trading. Sebagai awalan, Anda bisa berfokus pada 3 teknik sederhana berikut yang relatif mudah dipahami oleh Naked Trader pemula:

3 strategi naked trading

 

1. Breakout Candle Doji Star

Pola candle Doji adalah formasi candlestick dasar yang selalu diperkenalkan dalam pelajaran awal Price Action. Selain karena sering ditemukan di chart, Doji sangat mudah dikenali. Pada dasarnya, Doji merupakan pola candlestick dengan body yang sangat kecil (karena level Open dan Close sangat berdekatan) dan shadow panjang. Formasi ini sering diartikan sebagai keraguan pasar untuk bergerak ke arah tertentu. Apakah naik atau turun, market tidak memiliki sentimen yang pasti.

Anatomi candle doji

Karena hanya terdiri dari satu candle dan bertebaran di mana-mana, Doji jarang diperhatikan oleh para pemula dan tidak dianggap serius oleh kebanyakan trader berpengalaman. Namun sebenarnya, ada cara trading dengan Doji yang bisa diandalkan. Strategi ini diulas oleh Justin Bennett dari Daily Price Action sebagai metode teknikal yang efektif untuk Naked Trader level beginner.

Pertama-tama, perlu diperhatikan bahwa Doji yang digunakan dalam strategi Naked Trading ini bukanlah sembarang Doji. Hanya Doji Star (Indecision Doji) di time frame minimal H4 yang memenuhi kriteria sebagai pemicu sinyal. Apabila Anda belum memahami jenis-jenis Doji dan bagaimana cara membedakannya, silahkan kunjungi artikel berjudul Formasi Doji Candlestick dulu.

Jenis candlestick doji

Kedua, amati lokasi terbentuknya Doji star untuk menentukan kualitas sinyalnya. Banyak trader mengesampingkan Doji karena dianggap tidak reliable, padahal itu semua bergantung pada kualitas sinyal Doji. Nah, salah satu pengukur yang digunakan adalah posisi candle tersebut. Daripada yang terbentuk di sembarang tempat, Doji Star di 4 area kunci ini memiliki sinyal yang lebih bisa diandalkan:

  1. Level support resistance yang teruji.
  2. Swing point dalam suatu trend.
  3. Titik bounce di area trendline.
  4. Setup teknikal lain yang menunjukkan indikasi break atau bounce.

Berikut adalah contoh perbandingan Doji Star dengan sinyal yang bagus dan meragukan:

Strategi naked trading dengan doji 1

Ketiga, tunggu sampai candle berikutnya tertutup. Jika candle tersebut close di atas High Doji Star yang terbentuk di area support, maka indikasi berikutnya adalah harga akan bergerak menguat. Namun apabila candle kedua tertutup di bawah Low Doji yang berada di area resistance, maka pergerakan harga berikutnya lebih condong ke sisi bearish.

Strategi naked trading dengan doji 2

Intisari penggunaan strategi Naked Trading ini adalah filter Doji, karena pola tersebut begitu sering muncul di chart dan tidak semuanya memiliki sinyal yang dapat diandalkan. Selain itu, perlu diingat bahwa istilah breakout tidak merujuk pada penembusan harga terhadap level penting, tapi pergerakan candle kedua yang menembus High atau Low Doji Star.

Strategi naked trading dengan doji 3

 

2. Pola Flag Untuk Mengenali Penerusan Trend

Jika mengamati Doji dirasa terlalu sulit karena Anda kurang telaten melihat detail pola candle satu per satu, maka strategi Naked Trading dengan pola harga atau Price Pattern bisa menjadi solusi. Sebenarnya ada banyak jenis pola harga yang bisa diikuti, tapi di sini kita hanya akan membahas pola Flag (bendera) yang bisa dimanfaatkan untuk melengkapi strategi penerusan trend.

Pada dasarnya, pola Flag terbentuk dari koreksi harga di tengah trend. Karena koreksi tersebut berlawanan dengan arah trend, harga seakan-akan memberi sinyal pembalikan. Padahal koreksi tersebut hanya bersifat sementara dan harga akan kembali ke trend utama. Ketika proyeksi tersebut benar terjadi, maka di saat itulah pola Flag terkonfirmasi. Ilustrasinya seperti ini:

Strategi naked trading dengan pola flag 1

Untuk memanfaatkan pola ini, ada baiknya Anda menunggu sinyal buy sampai harga terkonfirmasi menembus High sebelumnya. Untuk sinyal sell, sebaiknya tunggu hingga terdapat breakout dari Low terakhir. Sebelum ada candle yang tertutup di luar High atau Low tersebut, pola Flag tidak akan terkonfirmasi dan kemungkinan reversal masih terbuka lebar.

Strategi naked trading dengan pola flag 2

Berbeda dengan strategi Doji Star yang sebaiknya tidak diterapkan di time frame kecil (H1 ke bawah), analisa teknikal dengan pola Flag dapat diandalkan di chart H1. Poin utama dari strategi ini adalah untuk memanfaatkan koreksi sementara agar bisa entry mengikuti trend yang sedang berjalan. Jadi akan sangat berisiko jika Anda tidak memastikan kondisi trending sebelum mengidentifikasi pola Flag. Untuk mengkonfirmasi kekuatan trend tanpa indikator, Anda bisa menggunakan tips-tips yang tersaji di artikel ini.

 

3. Candle Rejection Untuk Mengenali Reversal

Candle rejection menandakan penolakan pasar untuk mendorong harga ke level yang lebih rendah atau tinggi dari trend sebelumnya. Sebagai contoh, bullish rejection terbentuk dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Harga close di level yang lebih tinggi dari Open.
  • Shadow bawah jauh lebih panjang dari shadow atas. Dalam beberapa kasus, candle bullish rejection tidak memiliki shadow atas sama sekali.

Strategi naked trading dengan candle rejection 1

 

Sedangkan bearish rejection memiliki karakteristik seperti ini:

  • Close harga lebih rendah dari level Open-nya.
  • Shadow atas jauh lebih panjang dari shadow bawah. Bearish rejection biasanya juga tidak memiliki shadow bawah.

Strategi naked trading dengan candle rejection 2

Ketidakseimbangan dalam formasi candle rejectionmengisyaratkan penolakan pasar untuk melanjutkan trend di arah yang sama. Pada candle bearish rejection misalnya, harga memang mencatatkan level High yang jauh lebih besar dari Low. Namun demikian, proyeksi kenaikan tidak terpenuhi karena pada akhirnya, candle ditutup di harga yang lebih rendah dari posisi open-nya. Ini menandakan keengganan buyer untuk terus mendorong harga, sehingga terbukalah ruang bagi para seller untuk mengambil alih.

Seperti halnya strategi Naked Trading dengan Doji Star, ada syarat-syarat yang perlu dipenuhi dalam pemanfaatan candle rejection. Untuk metode ini, yang perlu Anda perhatikan adalah:

  • Posisi candle rejection. Karena mengindikasikan aksi pasar yang menolak untuk melanjutkan trend, formasi candle ini menandakan sinyal reversal yang biasanya terjadi di akhir trend. Jadi setup bullish rejection terbaik adalah ketika pola tersebut sudah didahului oleh gelombang bearish, begitu pula sebaliknya untuk bearish rejection yang seharusnya didahului pergerakan bullish.
  • Support resistance. Batas-batas support resistance perlu ditentukan dan diperhatikan untuk mendapatkan sinyal pembalikan dari candle rejection. Jika bearish rejection tidak menyentuh resistance misalnya, maka sinyal pembalikan tidak bisa dikatakan valid. Berikut adalah contoh candle rejection yang tidak terbentuk di area support resistance.

Strategi naked trading dengan candle rejection 3

  • Dalam kondisi trending, candle rejection bisa dimanfaatkan hanya jika pola tersebut muncul di akhir pullback. Untuk mempermudah pengamatan ini, Anda bisa menggunakan trendline, kemudian perhatikan saat harga menguji trendline dan gagal menembusnya. Jika retest tersebut ditandai dengan candle rejection, maka hal itu bisa menjadi sinyal yang cukup valid.

Strategi naked trading dengan candle rejection 4

 

Dengan memperhatikan syarat-syarat di atas, berikut adalah aturan untuk strategi Naked Trading dengan candle rejection:

  • Perkiraan untuk arah harga berikutnya terbaca bullish jika candle bullish rejection terbentuk di akhir downtrend dan shadow bawahnya mencapai area support. Open buy disarankan saat candle selanjutnya juga bersifat bullish dan menembus level Close dari pola candle rejection.

    Strategi naked trading dengan candle rejection 5
  • Perkiraan untuk arah harga berikutnya terbaca bearish jika candle bearish rejection muncul di ujung uptrend, dengan shadow atas yang menyentuh area resistance. Open sell sebaiknya dilakukan jika candle selanjutnya juga bersifat bearish dan sudah bergerak menembus Close dari bearish rejection.

Strategi naked trading dengan candle rejection 6

Strategi Naked Trading Juga Butuh Dua Hal Ini

Semudah apapun strategi trading Anda, jangan lupakan pengaturan Money Management (MM) yang baik dan kontrol emosi dalam trading. Dengan MM yang baik, Anda bisa meminimalisir loss dan memaksimalkan profit sesuai kemampuan modal. Sedangkan kontrol emosi membantu Anda tetap disiplin menerapkan strategi pilihan. Paul Tudor Jones berkata, "Tidak ada yang benar atau salah dalam trading pada pasar apapun. Yang ada hanyalah jika emosi Anda tinggi, berarti Anda salah dan cepat atau lambat Anda akan kalah."

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Mr. Bingung |  10 Feb 2012

Bagus yg mana sih laverage 1:1000 dengan laverage 1:200? katanya klo pemula bagus pakai 1:200, apa betul sih

Lihat Reply [28]

 Nenden Kusumawati |  2 Dec 2021

Selamat Siang...

Min...saya belajar trading otodidak berawal dr kekecewaan yg dilakukan oleh broker berjangka. Akhirnya saya cari tahu apa itu trading, dan langsung ketemu artikel inbizia. Mulai dari cara baca candlestick, dan arti dr setiap pola candlestick. Klo utk seusia saya 48th (emak2). Cara yg tepat utk melakukan entry bagaimana ya? yang sdh saya coba ketika Doji, morning star atau evening star. Adakah cara yg lebih tepat utk entry selain itu? Saya suka dg cara scalping M15 dan M30. Makasih...   

Lihat Reply [1]

 Bobi Syah |  9 Dec 2021

Ketika mendaftar ke broker, fitur trading apa yang paling perlu diperhatikan dan paling penting untuk trader forex?

Lihat Reply [1]

 Sindu Aji |  15 Mar 2022

Mohon info Perbedaan MT4 vs MT5, manakah yang cocok untuk pemula?

Lihat Reply [1]

 Ine Agustina |  28 Mar 2022

Platform trading apa yang paling cocok digunakan untuk trader pemula?

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

Salam knal bang Terimakasih atas artikel yang dibuat, jd tambahan ilmu buat trader pemula seperti saya.. Saya ada pertanyaan: di Indonesia broker dgn tipe ecn atau stp yang mengantongi ijin dr ojk adalah? Jika ada, apa nama perusahaannya? Krn saya perhatikan rata-rata broker di indonesia yg beriman dr ojk bertipe broker bandar/dealing desk. Mungkin itu saja pertanyaan saya, mudah2 dapat jawaban. Sekian dan terimakasih. 
 Sahid |  23 Jun 2020
Halaman: Mengenal Apa Itu Broker Stp Dan Keunggulannya
Bantu jawab ya. Pengaruh kok. Ada broker yang bisa membantu para trader pemula baca chart, meng-assist klien satu-satu, ada juga yang membiarkan nasabahnya trading sesuka hati karena mereka sudah pro...
 Satriya |  21 Dec 2020
Halaman: Panduan Memilih Broker Ideal Menurut Kondisi Trading
Terima kasih artikelnya. Sangat bermanfaat. Untuk trader pemula mungkin lebih baik pakai eksekusi market aja kali ya, soalnya saya pernah nyoba yang instan pas pertama kali trading dan bikin bingung.
 Tumini |  23 Dec 2020
Halaman: Pilih Mana Eksekusi Market Atau Eksekusi Instan
Nggak bisa ya Kak. Modalnya harus dibuat trading dan tidak bisa ditarik. Jadi misalnya sama broker dikasih deposit 100$, maka Kakak harus trading dengan uang tersebut. Kalau ada profit, bisa dicairkan, tapi 100$ itu tidak bisa di-withdraw ya. Banyak trader pemula yang salah kaprah, terus ngatain broker2 itu scam :(
 Grace |  8 Jan 2021
Halaman: Dua Cara Broker Forex Memberikan Modal Gratis
Trader pemula sukanya langsung pengen buru-buru ke akun riil, kayak saya ini hehe. Baru tahu kalau harus latihan di akun demo sampai 6 bulan.... lamanya.....
 Newbie Trader |  19 Jan 2021
Halaman: Kesalahan Trader Pemula Paling Fatal Apa Sajakah Itu

"Namun sebaiknya jangan asal mengikuti bonus sebelum Anda benar-benar paham bagaimana syarat dan ketentuannya."
^
bener banget. Soalnya masih banyak trader pemula yang ga baca syarat dan ketentuan, eh pas bonusnya ga bisa di-withdraw malah bilang broker-nya scam.
 Bogel |  22 Feb 2021
Halaman: Cara Tepat Memanfaatkan Bonus Trading Broker Forex
Komentar[5]    
  Arief   |   23 Nov 2017
Ha ha, saya biasa lihat candle standar MT4 yg hitam-putih, malah bingung.
  Agus Bastian   |   24 Nov 2017
Kalau awal-awal sih memang biasanya bingung kalau kita mengandalkan warna untuk mengetahui apakah candle terkait bullish (naik) atau bearish (turun). Tapi kalau sudah terbiasa memantau posisi OHLC (open, high, low, close) maka tidak masalah mau warna apa saja, kita masih bisa membedakan mana yang bullish mana yang bearish.

Candle bullish (biasanya warna hijau) selalu memiliki nilai Close lebih tinggi dari nilai Openingnya. Sebaliknya, candle bearish (biasanya warna merah) selalu memiliki nilai Close lebih rendah daripada Opening-nya. Atau bisa juga dibandingkan dengan candle sebelumnya; bullish candle selalu memiliki Closing lebih tinggi daripada Closing candle sebelumnya, bgitu pula sebaliknya.
  Fatma Adriana   |   24 Nov 2017
Supaya tidak bingung memang perlu pemahaman tentang arti dan bagaimana terbentuknya candle bullish dan bearish. Kalau sudah paham, maka warna apapun candle-nya tidak akan jadi masalah :).

Sebagai informasi, pada chart dengan candlestick berwarna-warni, warna merah biasanya dipilih untuk menandai candle bearish, sedangkan candle bullish identik dengan warna biru atau hijau. Kalau di MT4, candle putih adalah candle bearish sedangkan yang berwarna hitam adalah candle bullish.


  Afrizal   |   6 Feb 2018
Saya sih sangat pemula...ya..nyimak aja..hahaha
  Bimbim   |   31 Mar 2021

Mau nanya, ketika menggunakan strategi candle doji atau candle rejection entry dilakukan setelah ada candle confirmasi, apakah tidak telat melakukan entry? Kemudian jika kita pakai salah satu dari 3 strategi di atas bagaimana cara menentukan exitnya? Terima kasih

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip