3 Teknik Paling Ampuh Untuk Mengukur Kekuatan Trend

Wahyudi 9 Jun 2020Dibaca Normal 4 Menit
forex>strategi>   #trend   #sistem-trading   #analisa-trend
Salah satu cara untuk bisa sukses pada trading forex adalah dengan mengukur kekuatan trend sebelum masuk pasar. Sudahkah Anda menguasai tekniknya?

Dalam dunia forex, ada istilah yang cukup popular yaitu trend, baik itu trend positif maupun trend negatif. Setiap kali akan masuk pasar, seorang trader pasti akan mencari momen terbaik agar eksekusinya berjalan mulus dan sesuai perencanaan. Entry di saat yang tepat adalah kunci awal mendapat profit maksimal. Nah, untuk tahu cara entry, kemampuan membaca trend adalah syarat wajib.

Teknik Paling Ampuh Untuk Mengukur Kekuatan Trend

Ada beberapa trik yang mudah digunakan para trader pemula untuk menentukan kekuatan trend sebuah pasar. Beberapa trik tersebut terbilang ampuh karena dapat meminimalisir loss yang didapatkan saat melakukan trading. Apabila dikembangkan, dapat menjadi teknik yang mumpuni dan makin diakui akurasinya.

 

Tahukah Anda 3 Teknik Mengukur Kekuatan Trend Berikut Ini? 

Teknik High Low

Teknik yang high low merupakan sebuah teknik peramalan trend berdasarkan pergeseran high and low pada Candlestick forex. Terdapat momen dimana terdapat swing moment yang dapat dibaca dalam sebuah jeda waktu pasar, grafik high low ini bisa menjadi kunci untuk membacanya. Teknik trading ini seringkali disebut juga sebagai Price Action.

artikel teknikal

(Baca Juga: Teknik Price Action, Metode Trading Sederhana Yang Dapat Diandalkan)

Dalam sebuah contoh kasus, pasar hari ini masih dalam trend low yang masih meneruskan trend kemarin, namun pada saat menjelang penutupan pasar terdapat kenaikan demand yang mengakibatkan harga penutupan pasar menjadi lebih tinggi dari hari kemarin. Hal ini dapat menandakan bahwa perubahan trend akan segera terjadi.

Dalam aplikasi forex, Anda bisa mengetahui kondisi ini dengan melihat Candlestick. Apabila Candlestick kemarin berwarna merah atau kondisi low, kemudian pada penutupan hari ini berwarna hijau atau high, artinya tren naik. Dengan ketinggian grafik high yang melebihi tinggi grafik low yang kemarin, maka dapat diprediksi bahwa trend akan segera bergeser.

 

Melihat Fluktuasi Frekuensi Harga Pasar

Cara ini dapat Anda aplikasikan ketika sudah menguasai teknik high low. Dengan melihat fluktuasi frekuensi pasar, maka Anda dapat memperkirakan bahwa trend akan segera bergeser. Hal ini dapat dilihat dengan mudah dengan membaca chart yang terdapat pada aplikasi forex Anda.

Ketika terdapat fluktuasi frekuensi harga yang sangat signifikan maka dapat diperkirakan trend pasar akan bergeser dari trend sebelumnya. Perhatikan dalam chart forex terdapat momen dimana grafik low dan high berjubel dengan selisih rentang harga yang sedikit dan tergolong tidak jelas trend naik atau turun.

Pada momen ini trend cenderung stagnan dan tidak menunjukkan kenaikan atau penurunan trend. Anda sebagai trader patut bersiap siap karena swing trend akan segera terjadi. Jangan terburu-buru melakukan transaksi dan tunggu build up momen yang tepat.

 

Melihat Jeda Waktu Trend Berlangsung

Teknik ini tergolong cukup sulit diaplikasikan bagi pemain forex pemula. Dibutuhkan kesabaran dan mental yang kuat agar tidak terjadi salah eksekusi yang mengakibatkan loss. Dalam sebuah pola pasar selalu terdapat pola waktu yang bisa Anda jadikan patokan untuk menentukan swing trend.

Sebagai contoh terdapat momen positif GBPUSD selama 145 hari sebelum mengalami masa reses atau masa dimana harga tukar uang tersebut berada pada titik terendah dan bukan minus. Setelah momen reses ini pasti terjadi momen positif lagi katakanlah selama 85 hari.

analisa trend pola candlestick

(Baca Juga: Cara Jitu Analisa Trend Dengan Pola Candlestick)

Momen seperti ini akan terus berulang hingga waktu trend pasar menjadi sangat pendek. Ketika trend pasar sudah mulai tidak stabil atau dalam artian momen positifnya sudah semakin singkat, maka dapat Anda ambil kesimpulan bahwa akan segera terjadi swing moment.

 

Ketiga teknik di atas merupakan sebuah teknik dasar yang harus Anda kuasai agar dapat memprediksi pola pasar dengan lebih baik. Selain ketiga teknik diatas, masih terdapat banyak teknik lain dan faktor yang mempengaruhi fluktuasi pasar. Selamat belajar dan semoga sukses.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Azka |  5 Jul 2012

Bos, dari sekian system trading yang anda ulas di seputar forex ini, manakah yang mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi dan tingkat loss yang rendah,banyaknya system trading yang anda ulas bikin saya bingung untuk memilihnya. thanx.

Lihat Reply [2]

 Mohamad Hakimi |  23 Aug 2013

Baghaimana nak kenal pasti sesuatu downtrend atau up trend berubah sell atau buy??

Lihat Reply [2]

 Muhammad Yusuf |  29 Oct 2017
Izin bertanya master2 seputarforex.com. Jika saya sudah mempunyai metode trading yang menurut saya profitable, amankah jika saya menerapkannya di semua pair major(yang di hubungkan dengan USD)? jika di pair tertentu belum ada sinyal, saya memantau pair lainnya dan jika ada 3 pair sekaligus yg memberi sinyal saya transaksi ketiga2nya. benarkah cara seperti itu master? konsep ini masih di benak saya dan saya berniat melaksanakannya jika memang efektif.

Lihat Reply [3]

 Muhammad Yusuf |  12 Nov 2017
Coach apakah price action dengan formasi pinbar, inside bar dan fakey saja sudah cukup untuk open posisi jika formasi tersebut berada di garis horizontal atau garis trend yang menandakan suport resistancenya? lalu kita melihat stochastic untuk lebih meyakinkan level overbought dan oversold di garis suport resistancenya

Lihat Reply [1]

 Muhammad Yusuf |  29 Nov 2017
coach, katakanlah saya menggunakan TF H1 untuk entry dan trendnya uptrend seperti GBPUSD saat ini, tapi di tf h4 terlihat sideways dan mendekati level resistance disana apakah ini bisa diartikan bahwa trend H1 akan berubah turun sampai menuju suport di H4?

Dan di TF D1 naik, saya masih kesulitan untuk mengambil keputusan bahwa trend yang saya ambil naik atau turun, saya berusaha semaksimal mungkin tujuan dan tahapan trading saya jelas coach. btw saya mengalami margin call tadi siang karena mengira GBP akan menguat lagi setelah false break di H1 dan memasang lot sebesar2nya. bagaimana masukannya master?

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

Setuju sama pembentukan karakter profesional trader. Bukan hasil profit ato unsur-unsur teknis lain, tapi kalo karakter traderx kurang siap dengan sistem trading forex & kemungkinan2x, cara trading seampuh apapun pasti hasilx ga akan maksimal
 Novian.sardhi |  19 Sep 2013
Halaman: Contoh Money Management Mm Yang Baik
anggapan loss sebagai hal yang wajar dalam banyak kasus sering digunakan sebagai "penghiburan" bagi trader yang mengalami loss agar tidak terlalu terbebani atau kecewa berlebihan saat sistemnya tidak bekerja dengan maksimal.

sebenarnya ini sepaham dengan tidak adanya sistem trading yang sempurna. karena dengan adanya pemikiran seperti itu pasti trader juga tidak akan terlalu berharap bahwa sistemnya akan selalu memberi keuntungan, dan sisi positifnya bisa meningkatkan usaha untuk memperbaiki manajemen resiko yang diterapkan.

hanya saja dalam jangka panjang jika trader terus berpikir seperti ini bukannya membawa keuntungan justru akan menghambat potensi profit yang bisa diraih. maka dari itu di sini kesimpulannya adalah untuk menyingkirkan asumsi bahwa loss itu wajar.

namun hal ini baiknya juga ditekankan untuk trader yang sudah bukan pemula lagi. karena pemula biasanya mudah sekali untuk cenderung mencari holy grail sistem terbaik, sehingga menyadari tentang kewajaran loss sepertinya bukan hal yang buruk untuk mereka.
 Denis Alfiansyah |  17 Sep 2014
Halaman: Trading Tanpa Loss Ala Marcelino Livian
ah ndah mesti 1:1, bgantung kekuatan modal sama manajemen resikonya, kalo sering loss mending gedein di atas 1:2, supaya kalo menang bisa nutupin yang loss. Misalnya dia pake sistem trading cap tokek terus prosentase menangnya cuma 40%. Katakanlah dia pake 1:2.5 jadi kalo SLnya 10pip ya TPnya 25pip.  jadi kalo dia trading 5hari dalam seminggu misalnya, 5*25pip=125pip, dibagi prosentase win rate 100*0.4, 50pip.... terus 5*10=50, 50*0.6=30pip.  totalnya 50pip- 30pip = 20pip....
jadi kesimpulannya si doyok tadi masih bisa untung 20pip meskipun win ratenya cuma 40% selama dia pake rasio 1:2.5
 Agus Bastian |  15 May 2016
Halaman: Kesalahan Trading Yang Fatal
@Budi:

Secara teknikal, saya pribadi menggunakan analisa trend dan momentum, biasanya antara tf H1, H4 dan daily. Tf yang lebih rendah untuk cari momentum entry.
Kalau di tf tinggi sedang uptrend, antisipasinya buy, kalau sedang downtrend sell. Kapan saat untuk entry (buy atau sell) disesuaikan dengan momentum yang tepat.

Analisa trend menggunakan indikator trend, seperti moving average (sma, ema), MACD, ADX, Bollinger Bands, parabolic SAR. Analisa momentum menggunakan indikator oscillator seperti RSI atau stochastic.
Momentum entry bisa salah kalau misalnya saat harga bergerak uptrend, tetapi indikator oscillator menunjukkan divergensi bearish. Yang seperti ini harus dihindari.

Meski demikian, analisa teknikal hanya sebagai konfirmator dari kondisi pasar yang sedang terjadi, karena hampir semua indikator teknikal bersifat lagging atau terlambat dalam merespon pergerakan harga. Yang bersifat leading atau mendahului pergerakan harga adalah analisa sentimen pasar berdasarkan price action.

Intinya sbb:
1. Tentukan terlebih dahulu level-level resistance dan support. Kalau tidak jelas gunakan Fibonacci, baik retracement atau expansion.
2. Amati price action yang terbentuk, baik single candle maupun beberapa candle (chart pattern).
3. Amati indikator trend, apakah mengkonfirmasi price action yang terjadi.
4. Amati indikator oscillator, terjadi divergensi atat tidak. Kalau tidak, tentukan momentum entry yang tepat.
5. Kalau indikator trend tidak menunjukkan sedang trending, berarti harga sedang bergerak sideways. Ketika sideways, amati area overbought / oversold indikator oscillator, kalau overbought maka sell, dan kalau oversold buy.

 M Singgih |  14 Feb 2019
Halaman: Strategi Trading Dengan Indikator Ema Untuk Trader Harian
Iya, ini memang bahasa yang digunakan susah untuk dipahami. Biasanya yang mengerti, yang udah tau tentang sistem trading dan analisanya. kalo bisa disederhanakan, menjadi ruang lingkup marubozu saja. Jangan langsung dengan pembahasan analisa teknikalnya, biar trader baru lebih paham tentang marubozu. 
 Fachrizal R. |  5 Sep 2020
Halaman: Cara Menggunakan Pola Candlestick Marubozu
Sebaiknya kalau bisa sih bikin indikator sendiri. Agak ribet memang tapi jauh lebih meyakinkan dibanding indikator-indikator yang tinggal pakai. Saya pun bikin sendiri. 2 tahun baru ketemu. Lumayan lah, setidaknya bisa baca trend 2 arah. Salam
 Satrio Agung |  13 Aug 2021
Halaman: Lupakan Analisis Teknikal Dan Fundamental Pemilik Uanglah Yang Menguasai Market

Kamus Forex

Uptrend

Kondisi dimana harga mengalami trend naik atau bullish, dan ditandai dengan serangkaian Higher High (HH) dan Higher Low (HL).

Uptrend seringkali dimanfaatkan untuk mencari peluang Buy bagi mereka yang mengikuti trend (trend follower). Sementara trader yang menerapkan strategi reversal biasanya menunggu momen tepat untuk Sell dari Uptrend yang akan berakhir.

Downtrend

Suatu kondisi yang menunjukkan penurunan harga secara terus menerus dalam suatu periode tertentu. Kondisi Downtrend disebabkan oleh sentimen Bearish.

Trendline

Garis yang menghubungkan titik-titik level terendah harga yang naik (Higher Low) secara berurutan, atau titik-titik level tertinggi yang turun secara beruntun (Lower High). Trendline membantu trader mengenali dan mengkonfirmasi trend naik atau turun. Dari penembusan atau pengujian harga di trendline, trader juga bisa menentukan peluang entry maupun exit.

Trend

Pergerakan harga di suatu arah, bisa berupa kenaikan ataupun penurunan. Trend naik (uptrend) ditandai oleh serangkaian Higher High dan Higher Low, sementara trend turun (downtrend) muncul dari beberapa Lower High dan Lower Low.

Komentar[3]    
  Sentot   |   10 Jun 2020

manteb nih bs langsung dcba

  Purwanto   |   27 Aug 2021

Faktor apa yang mempengaruhi fluktuasi pasar selain dari segi teknis?

  Herman   |   27 Aug 2021

Ada faktor yang mempengaruhi fluktuasi pasar dari segi fundamental kak
detailnya bisa ke link ini kak..

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip