4 Investasi Yang Cocok Buat Milenial

Wahyudi 16 Mar 2020 521

Banyak yang beranggapan bahwa generasi millenial merupakan generasi yang tidak bisa menggunakan uang dengan bijak. Sebagai millenial, kita perlu tahu jenis investasi apa saja yang cocok agar tak salah pilih.

Banyak yang beranggapan bahwa generasi milenial merupakan generasi yang tidak bisa menggunakan uang dengan bijak. Jangankan untuk investasi, bahkan menabung pun dirasa cukup sulit bagi generasi ini. Tak heran, banyak orang yang bilang generasi milenial masih belum memilki strategi investasi. Padahal, hal tersebut sangat penting untuk masa depan.

Banyak faktor yang menyebabkan anak-anak muda di bawah usia 35 tahun belum melirik investasi. Salah satunya ialah kurangnya informasi mengenai apa itu investasi dan bagaimana caranya menginvestasikan sebagian penghasilannya. Tak hanya itu, generasi milenial cenderung masih ragu untuk berinvestasi karena ketidakpercayaan pada lembaga investasi saat ini. Padahal, instrumen investasi itu banyak. Tetapi, apa sih instrumen investasi yang cocok bagi generasi milenial?  Berikut ini ulasannya. 

investasi untuk millenial

 

Ragam Investasi Untuk milenial Yang Patut Dicoba

1. Reksadana

Reksadana ialah salah satu sarana investasi yang paling terjangkau dan terdiversifikasi. Di zaman digital ini, investasi di reksadana semakin mudah dan murah, lho. Sekarang ini, berbagai perusahaan teknologi finansial (fintech), sudah banyak yang menjual reksadana melalui aplikasi di gadget kalian. Selain itu, reksa dana juga bisa didapatkan secara mudah di beberapa aplikasi dan situs jual beli dan e-commerce online. Dengan bermodal uang Rp 10.000 pun bisa diinvestasikan melalui reksadana. Selain itu, keuntungan dari berinvestasi dengan reksadana bisa dicairkan kapan saja. Ini sangat cocok bagi karakter milenial yang umumnya memilli tujuan keuangan jangka pendek.

 

2. Investasi Emas

Kalian tahu kan harga emas –khususnya emas batangan– cenderung terus "mengkilap" dari waktu ke waktu? Tak ada salahnya mencoba berinvestasi dengan emas. Sama seperti reksa dana, berinvestasi melalui emas bisa dilakukan dengan cara yang mudah dan murah. Di tambah, di era digital kini, sudah banyak platform e-commerce yang menyediakan fasilitas cicil emas. Dengan duit receh pun kalian sudah bisa memulai berinvestasi melalui emas. Hasilnya pun bisa kalian cairkan sesuai kehendak kalian.

investasi emas milenial(Baca Juga: 7 Cara Investasi Emas, Terbukti Aman Dan Menguntungkan)

 

3. Saham

Saham adalah salah satu instrumen investasi paling populer di dunia, termasuk Indonesia. Saham begitu menarik karena menjanjikan keuntungan yang besar, tapi risikonya juga. High risk, high return ialah prinsip dasar bila anda bergabung dalam bursa saham. Selain itu, Anda bisa menjual saham tersebut dalam beberapa hari setelah membelinya. Tidak hanya hari, Anda bahkan bisa menjualnya dalam hitungan jam apabila dinilai sudah menguntungkan. Hal ini yang dinamakan trading saham.

Alat investasi ini sebenarnya cocok untuk investasi jangka panjang dan jangka pendek, tergantung orientasi Anda dalam perencanaan keuangan dan target investasi. Untuk investasi jangka pendek, Anda bisa melakukan trading saham. Sedangkan untuk jangka panjang, Anda bisa memilih menjadi pemegang saham dan menerima pembagian deviden tahunannya.

Nah, bila Anda memutuskan untuk menjadi seorang investor jangka panjang, maka mengetahui jadwal pembagian deviden adalah satu hal yang wajib dilakukan. Untuk itu, Anda bisa mengunjungi Kalender Deviden Saham agar tak ketinggalan dengan jadwal pembagian deviden saham-saham Indonesia terdekat, berikut ragam berita dan artikel seputar pembagian dividen saham Indonesia.

investasi saham millenial(Baca Juga: Trik Jitu Membeli Saham Yang Baru Melantai)

 

4. Forex

Walaupun banyak pihak menganggap forex sebagai aset trading dan bukan investasi, menanamkan modal di pasar ini pada dasarnya memiliki prinsip yang serupa dengan investasi; yaitu untuk menumbuhkan nilai modal awal dengan membeli suatu aset di harga rendah dan menjualnya di harga tinggi. Bedanya, forex memungkinkan Anda untuk melakukan transaksi dua arah dengan mudah, sehingga keuntungan bisa tetap diperoleh sekalipun harga sedang turun. Anda juga bisa mendapatkan waktu investasi yang lebih fleksibel karena pasar forex selalu aktif 24/5. Bisa dikatakan, jenis investasi ini cocok untuk milenial yang aktif bertransaksi. Kiat lebih lengkap untuk menjadi trader forex bisa dipelajari di Panduan Trading Forex Untuk Pemula.

 

5. Peer to Peer Lending (P2P Lending)

Peer to peer lending sangat asing di telinga generasi milenial dan masih terbilang jauh lebih muda dibandingkan dengan berbagai instrumen investasi sebelumnya. Tetapi keberadaanya mulai populer seiring dengan banyaknya masyarakat yang kesulitan akses pinjaman dan pihak masyarakat lain yang ingin menjadi pemodal. Dengan investasi peer to peer lending, anda berkesempatan untuk berinvestasi pada kebutuhan peminjam, kepada peminjam manapun yang anda pilih. Ada beragam platform yang tersedia di Indonesia. Nominal investasi dan keuntungan yang ditawarkan pun berbeda-beda.

Dengan investasi peer to peer lending pun memungkinkan anda untuk memiliki jenis investasi jangka pendek yang bisa dicoba mulai dari sekarang. Namun, anda masih bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda bila menerapkan efek compounding, di mana bunga dari imbalan hasil investasi yang anda dapatkan terus-menerus diinvestasikan kembali.

 

Memilih investasi yang cocok untuk milenial sebenarnya adalah hal yang mudah. Yang terpenting, Anda harus punya dulu dana yang bisa diinvestasikan. Masih bingung bagaimana cara mengelola gaji yang diperoleh? Bahkan... merasa tidak ada celah untuk menyisakan uang agar bisa disimpan? Gunakan strategi keuangan 50-30-20 agar Anda bisa lebih mudah mengelolanya. 

Kirim Komentar/Reply Baru
Apakah Ketika Jual Saham Akan Langsung Terjual?

Saya mau tanya.. apakah ketika kita beli suatu saham emiten, akan langsung terbeli? dan apakah ketika kita menjualnya akan langsung terjual? dan bagaimana saja cara untuk mendapatkan keuntungan dari investasi saham tersebut.. terimakasih..

Reno Leonardo 20 Jan 2015

Reply:

Basir (27 Jan 2015 06:42)

Trading online memungkinkan seseorang saat dia melakukan transaksi akan terjadi aktivitas jual beli. Ketika anda BUY misalnya, maka akan terlihat dalam platform trading anda nilai beli yang anda beli, begitupun saat melakukan jual.

Thanks.

Faris Wijaya (04 Feb 2015 08:58)

yang bisa langsung terbeli itu khusus untuk trading online sajakah atau untuk semua model trading saham bisa?
saya juga penasaran sama cara mendapatkan keuntungan dari investasi saham..
mohon dijelaskan lebih lanjut....

M Singgih (06 Feb 2015 14:53)

@ reno leonardo, @ faris wijaya :
- apakah ketika kita beli suatu saham emiten, akan langsung terbeli???

setahu saya tidak Pak, baik trading on-line maupun via pialang saham. Tergantung dari ada tidaknya yang mau menjual sesuai dengan harga yang Anda inginkan. Kalaupun ada, belum tentu jumlah yang Anda inginkan terpenuhi semuanya. Misalkan Anda ingin membeli saham ABCD sebanyak 10 lot, tetapi yang tersedia dengan harga beli Anda hanya 5 lot maka yang Anda inginkan hanya terpenuhi sebagian. Untuk itulah Anda mesti antri dan menunggu hingga ada yang menjual sesuai dengan harga yang Anda inginkan, karena mungkin yang ingin membeli saham ABCD dengan harga tersebut tidak hanya Anda, jadi mana yang duluan.

Demikian juga jika Anda menjual saham. Tergantung dari ada tidaknya yang mau membeli sesuai dengan harga yang Anda inginkan.
Persedian saham itu jauh lebih terbatas jika dibandingkan dengan mata uang.

 

- dan bagaimana saja cara untuk mendapatkan keuntungan dari investasi saham tersebut..

untuk trading di pasar saham, Anda hanya bisa membeli (buy), dan jika harga telah naik Anda bisa menjualnya. Keuntungan yang Anda peroleh biasanya akan dipotong biaya transaksi oleh pialang Anda. Jadi Anda tidak bisa open posisi sell seperti trafing forex, kecuali Anda telah punya barangnya (saham yang akan Anda jual).
Keuntungan lain adalah pembagian dividen dari perusahaan yang Anda beli sahamnya (biasanya dibagikan tiap tahun).

Anna (29 Dec 2016 10:55)

Cara untuk mendapatkan keuntungan dari saham ada dua: dari dividen dan dari capital gain.

Dividen biasanya dibagikan setiap tahun untuk pemegang saham per cum date. Jadwal dividen dan besarnya berbeda-beda untuk setiap emiten, tetapi umumnya asalkan Anda membeli sebelum hari H cum date saja, maka Anda berhak mendapatkan dividen tersebut. Namun, harga saham biasanya bergolak di sekitar tanggal cum date dan ex date, sehingga bisa menjebak investor untuk membeli di harga tinggi sebelum cum date, kemudian jatuh setelah lewat ex date.

Capital gain diperoleh dari selisih harga jual dan harga beli saham. Setiap transaksi beli maupun jual akan dikenakan fee oleh broker, yang menjadi biaya trading bagi investor saham sendiri. Kunci untuk mendapatkan profit dari Capital Gain adalah membeli saham di harga tertentu, untuk dijual kembali di tingkat harga lebih tinggi hingga mampu meng-cover biaya trading tadi plus ada kelebihan sebagai profit.

Transaksi jual-beli saham bisa dilakukan secara online. Di platform trading saham, akan muncul penampilan seperti ini:

gambar jual beli saham

Bisa dilihat di sana, ada kolom Bid dan kolom Offer. Kolom Bid merupakan daftar harga dimana para investor ingin membeli saham BBNI. Jadi, misal Anda punya saham BBNI, dan ingin menjualnya pada harga 5400, maka Anda akan langsung mendapatkan pembeli. Namun, bila Anda ingin menjualnya pada harga 5450, maka akan masuk sebagai antrian baru di daftar Offer, dan baru tereksekusi jika ada investor yang setuju membeli di harga 5450.

Demikian pula, di kolom Offer merupakan daftar harga dimana para investor yang memiliki saham BBNI ingin menjual sahamnya. Apabila Anda sedang mencari saham BBNI, dan setuju untuk membeli di harga 5425, maka saham BBNI yang dipesan akan langsung terbeli. Namun, jika Anda ingin membeli di tingkat harga berbeda, misalnya 5400, maka akan masuk antrian di kolom Bid, dan baru tereksekusi jika ada investor yang menurunkan harga jual sahamnya.

Perlu diperhatikan juga angka lot di sebelah Bid/Offer, yang menunjukkan seberapa banyak volume saham yang ditawarkan/akan dibeli pada tingkat harga Bid/Offer terkait. Jika ingin membeli saham BBNI di harga 5425 sebanyak 1000 lot, misalnya, maka yang akan tereksekusi hanya 583 lot saja, karena yang tersedia di pasar pada harga itu hanya segitu. Sedangkan sisa pesanan sebanyak 417 lot akan masuk antrian.

Faiz (27 Jun 2018 18:04)

Terus ketika kita memesan saham it harus menyesuaikan dep uang nya ap ,uang bisa menyusul

M Singgih (29 Jun 2018 06:29)

@ Faiz:

Setahu saya disesuaikan dengan dana yang ada di saldo akun Anda, tidak bisa menyusul (bayar belakangan) alias ngutang.

Sonny (16 Jun 2019 09:53)

Mau tanya misal kita punya saham 100 lot ,bisakah jualnya sebgian aja misal cuma 50 lot aja? Untuk investasi dgn mengharapkan dividen untuk hasil yg optimal setidaknya keep berapa lama ? Dan skrg 1 lot ada berapa lembar saham (juni 2019) 

Erik T (17 Jun 2019 22:37)

Untuk Sonny,

“...misal kita punya saham 100 lot ,bisakah jualnya sebgian aja misal cuma 50 lot aja?...”

Bisa. Hal itu tergantung dari platform trading yang digunakan dan juga dari ketentuan broker yang bersangkutan.

“...Untuk investasi dgn mengharapkan dividen untuk hasil yg optimal setidaknya keep berapa lama ?...”

Semua itu tergantung dari keputusan Anda sendiri. Karena hasil pembagian dividen selalu berbeda-beda untuk tiap tahunnya. Sehingga, tidak ada acuan baku mengenai berapa lama sebaiknya menyimpan saham tersebut.

“...Dan skrg 1 lot ada berapa lembar saham…”

Data terakhir yang kami terima, 1 lot masih berjumlah sebesar 100 lembar saham.

Semoga bisa membantu.

Edo (11 Nov 2019 10:24)

Bagaimana cara mendapatkan antrian pertama di jual/beli saham,karna harga saham yg di tembok oleh bandar berjuta2 lot?

M Singgih (26 Nov 2019 14:56)

@ Edo:

Setahu saya kalau ingin antrian yang cepat, kalau Anda ingin beli harganya harus lebih tinggi dari harga pasaran saat itu, dan kalau Anda ingin jual, harganya harus lebih rendah dari harga pasaran.

Baca juga:

Apa Itu Saham dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Radit (18 Mar 2020 23:04)

Maaf pemula,kalau investasi saham,misalnya dalam kurun waktu 5 tahun ingin berinvestasi saham,ternyata dalam tahun ke tiga tidak dapat melanjutkan ,itu gimana ya?

pernah sy baca misalnya,setiap bulan nya berinvestasi 1 juta setiap bulan nya berarti 1 Thn 12 juta .
tetapi di tahun ke 3 stop karna problem yang ada. Dana kita itu bagaimana dan selanjutnya gimna.

terimakasih maaf pemula sekali.
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
Febrian Surya 156
Emas  
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Jujun Kurniawan 381
10 Kisah Trader Paling Legendaris Di Dunia
Febrian Surya 776
Tokoh