4 Jenis Investasi Jangka Pendek Yang Wajib Kamu Tahu

Febrian Surya 27 Jun 2020 591

Mulai dari trading forex hingga investasi di peer to peer lending, sebaiknya ketahui karakteristik masing-masing instrumen investasi jangka pendek biar tidak buntung.

Investasi adalah salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengamankan masa depanmu kelak. Bagi generasi milenial yang baru lulus kuliah dan mulai terjun dalam dunia kerja, setidaknya kamu masih punya waktu sekitar 20-30 tahun dari sekarang untuk mempersiapkan hari tuamu.

Ingin Investasi Jangka Pendek Kenali Ciri-Cirinya Biar Tidak Buntung(Baca juga: Pensiun Muda Bukan Hanya Mimpi, Begini Langkahnya)

Kegiatan investasi yang kamu lakukan saat ini, bukan hanya diperuntukkan sebagai dana setelah pensiun kerja saja. Melainkan, kamu juga bisa menggunakan uang yang kamu simpan di berbagai jenis intrumen investasi untuk memenuhi kebutuhan finansial dalam jangka pendek, misalnya di bawah 1 tahun.

Dari banyaknya jenis intrumen investasi jangka pendek yang bisa kamu tanamkan saat ini, setidaknya ada beberapa ciri-ciri yang perlu dipelajari baik-baik agar bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan investasimu. Apa sajakah itu?

 

1. Deposito

Deposito menawarkan jangka waktu investasi mulai dari 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan. Produk investasi ini dinilai aman bagi investor pemula yang ingin menggunakan dana investasi di bawah 1 tahun. Namun, kamu perlu memastikan bahwa dana yang telah kamu tanamkan tidak dicairkan hingga jatuh tempo. Karena bila kamu mencairkan dana yang ada di deposito sebelum jatuh tempo, kamu akan dibebankan biaya penalti oleh pihak bank.

Selain itu, perlu kamu perhatikan bahwa jenis investasi berisiko rendah seperti deposito memiliki return yang rendah pula. Umumnya, tingkat pengembalian deposito mencapai 7% per tahunnya. Agar investasi ini menguntungkan, pilihlah setoran awal deposito yang sesuai dengan kemampuan finansialmu dan suku bunga deposito yang paling kompetitif. Dalam hal ini, kamu bisa memanfaatkan Kalkulator Deposito untuk mengetahui secara langsung berapa bunga deposito yang akan diperoleh dari nominal investasimu. Kamu juga bisa melakukan perbandingan produk deposito dari masing-masing bank.

Kalkulator Deposito

 

2. Trading Forex

Perdagangan valuta asing (forex) memang dinilai sebagai jenis investasi yang lebih berisiko bagi pemula. Akan tetapi, tingkat risiko itu berbanding lurus dengan tingkat pengembalian yang bisa kamu peroleh. Prinsip trading forex sebetulnya sangat sederhana. Kamu bisa membeli suatu mata uang asing saat kursnya sedang di level rendah, kemudian kamu jual mata uang asit tersebut saat harganya mengalami peningkatan. Namun tidak seperti jual beli mata uang asing yang dilakukan secara fisik di money changer, trading forex dapat kamu lakukan secara online di platform broker. Sehingga, transaksi bisa dilakukan dengan mudah hanya dalam beberapa klik.

Trading Forex(Baca juga: 8 Konsep Pasar Forex Yang Perlu Dipahami Trader Pemula)

Selain itu, trading forex tidak hanya memberikan peluang keuntungan saat harga aset investasi sedang naik, tapi juga ketika harganya mengalami penurunan. Hal itu karena platform trading memungkinkan kamu untuk melakukan transasi dua arah, yaitu Buy dan Sell. Jadi ketika harga sedang di level tinggi dan kamu melihat kemungkinan penurunannya di masa mendatang, maka kamu bisa menjual mata uang asing tersebut dan membelinya kembali setelah harganya sudah turun. Pengenalan trading forex lebih lengkap beserta peluang keuntungannya bisa kamu dapatkan di Panduan Trading Forex Untuk Pemula.

 

3. Peer to Peer Lending

Peer to peer lending merupakan salah satu layanan fintech yang tengah naik daun di kalangan anak muda Indonesia. Walaupun dikenal luas karena layanan pinjaman online-nya, peer to peer lending juga bisa kamu manfaatkan untuk berinvestasi melalui pendanaan beberapa proyek yang telah dikurasi oleh pihak penyedia platform tersebut. Kamu bisa mengetahui tingkat pengembalian dari pendanaan tersebut berdasarkan jangka waktu yang kamu pilih. Disamping itu, semua proyek pendanaan yang ada di platform peer to peer lending bisa kamu akses secara transparan dengan melihat profil peminjam dan lain sebagainya.

 

4. Saham

Senang rasanya, bukan? Bila kamu menyandang status sebagai pemilik saham sebuah perusahaan besar di Indonesia? Hal ini bisa menjadi kenyataan jika kamu berinvestasi saham di perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk memulai investasi sahammu, kamu bisa mempelajari terlebih dahulu informasi fundamental dari perusahaan yang ingin kamu beli sahamnya. Belilah saham-saham yang berasal dari perusahaan yang sehat, salah satu indikatornya adalah nilai kapitalisasi pasar yang besar. Hal ini bisa menunjukkan bahwa saham-saham tersebut memiliki tingkat likuiditas tinggi, dan harga saham cenderung stabil. Bila kamu ingin berinvestasi saham untuk jangka pendek, kamu bisa memilih broker yang memberikan biaya transaksi yang tergolong murah.

Saham(Baca juga: Cara Memilih Broker Saham Yang Baik)

Untuk memaksimalkan keuntungan dari kegiatan investasi yang ditanamkan dari berbagai jenis instrumen investasi jangka pendek di atas, alangkah baiknya dana yang kamu tanamkan di produk investasi tersebut bukan berasal dari uang pinjaman. Gunakan "uang dingin" atau "uang menganggur" yang tidak termasuk ke dalam alokasi kebutuhan pokok ataupun sekundermu.

Setelah mengetahui jumlah modal yang kamu miliki, tentukan tujuan investasi yang ingin kamu capai dalam jangka waktu 1-2 tahun. Kamu juga perlu menentukan profil risikomu sebagai investor, apakah tergolong konservatif, moderat, atau cenderung agresif. Apabila masih bingung menentukannya, kamu bisa ikuti panduan di artikel "Seperti Apa Profil Risiko Investasi Saya?"

Kirim Komentar/Reply Baru


Apa Itu Trading Dengan Momentum?
Linlindua 92
Forex  
Cara Trading Dengan Fibonacci Retracement Yang Benar

Master,

Cara Trading Dengan Metode Fibonacci Retracement itu sebenarnya gimana ya ??

Dari Artikel yang ada disini saya belum paham betul soalnya ...

Shifu 18 Jan 2014

Reply:

Basir (18 Jan 2014 09:50)

Hal pertama yang harus Anda ketahui tentang alat Fibonacci adalah bahwa ini bekerja lebih baik ketika pasar sedang dalam tren.

Idenya adalah untuk buy long (atau membeli) pada retracement pada tingkat dukungan fibonacci ketika pasar sedang tren naik, dan untuk sell short (atau menjual) pada retracement pada tingkat resistensi fibonacci ketika pasar sedang tren turun.

Dalam rangka untuk mencari tingkat retracement, Anda harus mencari level yang cukup penting dari Swings high dan Swing Lows. Kemudian, untuk downtrend, klik pada Swing High dan tarik kursor ke Swing low terbaru.

Untuk uptrends, lakukan sebaliknya. Klik pada Swing Low dan tarik kursor ke Swing high terbaru.

thanks.

Kiki R (21 Nov 2019 08:28)

@Shifu: Cara trading dengan menggunakan fibonacci retracement adalah trading mengikuti trend dan mengukur perkiraan koreksi dengan fibonacci retracement. Idealnya harga koreksi ke 38.2%, 50.0% atau 61.8% sebelum melanjutkan impulse trendnya.

Sebagai contoh trend naik dari harga 50.00 ke harga 150.00 kemudian mengalami koreksi. Kita bisa menggunakan fibonacci untuk mengukur perkiraan jarak koreksinya dengan menarik fibonacci retracement dari harga 50.00 ke 150.00. Sebaliknya jika harga sedang trend turun, maka fibonacci retracement ditarik dari atas ke bawah untuk melihat koreksi naik sebelum melanjutkan penurunan. 

Terima Kasih