4 Jenis Investasi Jangka Pendek Yang Wajib Kamu Tahu


Febrian Surya 27 Jun 2020 1053Dibaca Normal 5 Menit

Mulai dari trading forex hingga investasi di peer to peer lending, sebaiknya ketahui karakteristik masing-masing instrumen investasi jangka pendek biar tidak buntung.



Investasi adalah salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengamankan masa depanmu kelak. Bagi generasi milenial yang baru lulus kuliah dan mulai terjun dalam dunia kerja, setidaknya kamu masih punya waktu sekitar 20-30 tahun dari sekarang untuk mempersiapkan hari tuamu.

Ingin Investasi Jangka Pendek Kenali Ciri-Cirinya Biar Tidak Buntung(Baca juga: Pensiun Muda Bukan Hanya Mimpi, Begini Langkahnya)

Kegiatan investasi yang kamu lakukan saat ini, bukan hanya diperuntukkan sebagai dana setelah pensiun kerja saja. Melainkan, kamu juga bisa menggunakan uang yang kamu simpan di berbagai jenis intrumen investasi untuk memenuhi kebutuhan finansial dalam jangka pendek, misalnya di bawah 1 tahun.

Dari banyaknya jenis intrumen investasi jangka pendek yang bisa kamu tanamkan saat ini, setidaknya ada beberapa ciri-ciri yang perlu dipelajari baik-baik agar bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan investasimu. Apa sajakah itu?

 

1. Deposito

Deposito menawarkan jangka waktu investasi mulai dari 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan. Produk investasi ini dinilai aman bagi investor pemula yang ingin menggunakan dana investasi di bawah 1 tahun. Namun, kamu perlu memastikan bahwa dana yang telah kamu tanamkan tidak dicairkan hingga jatuh tempo. Karena bila kamu mencairkan dana yang ada di deposito sebelum jatuh tempo, kamu akan dibebankan biaya penalti oleh pihak bank.

Selain itu, perlu kamu perhatikan bahwa jenis investasi berisiko rendah seperti deposito memiliki return yang rendah pula. Umumnya, tingkat pengembalian deposito mencapai 7% per tahunnya. Agar investasi ini menguntungkan, pilihlah setoran awal deposito yang sesuai dengan kemampuan finansialmu dan suku bunga deposito yang paling kompetitif. Dalam hal ini, kamu bisa memanfaatkan Kalkulator Deposito untuk mengetahui secara langsung berapa bunga deposito yang akan diperoleh dari nominal investasimu. Kamu juga bisa melakukan perbandingan produk deposito dari masing-masing bank.

Kalkulator Deposito

 

2. Trading Forex

Perdagangan valuta asing (forex) memang dinilai sebagai jenis investasi yang lebih berisiko bagi pemula. Akan tetapi, tingkat risiko itu berbanding lurus dengan tingkat pengembalian yang bisa kamu peroleh. Prinsip trading forex sebetulnya sangat sederhana. Kamu bisa membeli suatu mata uang asing saat kursnya sedang di level rendah, kemudian kamu jual mata uang asit tersebut saat harganya mengalami peningkatan. Namun tidak seperti jual beli mata uang asing yang dilakukan secara fisik di money changer, trading forex dapat kamu lakukan secara online di platform broker. Sehingga, transaksi bisa dilakukan dengan mudah hanya dalam beberapa klik.

Trading Forex(Baca juga: 8 Konsep Pasar Forex Yang Perlu Dipahami Trader Pemula)

Selain itu, trading forex tidak hanya memberikan peluang keuntungan saat harga aset investasi sedang naik, tapi juga ketika harganya mengalami penurunan. Hal itu karena platform trading memungkinkan kamu untuk melakukan transasi dua arah, yaitu Buy dan Sell. Jadi ketika harga sedang di level tinggi dan kamu melihat kemungkinan penurunannya di masa mendatang, maka kamu bisa menjual mata uang asing tersebut dan membelinya kembali setelah harganya sudah turun. Pengenalan trading forex lebih lengkap beserta peluang keuntungannya bisa kamu dapatkan di Panduan Trading Forex Untuk Pemula.



 

3. Peer to Peer Lending

Peer to peer lending merupakan salah satu layanan fintech yang tengah naik daun di kalangan anak muda Indonesia. Walaupun dikenal luas karena layanan pinjaman online-nya, peer to peer lending juga bisa kamu manfaatkan untuk berinvestasi melalui pendanaan beberapa proyek yang telah dikurasi oleh pihak penyedia platform tersebut. Kamu bisa mengetahui tingkat pengembalian dari pendanaan tersebut berdasarkan jangka waktu yang kamu pilih. Disamping itu, semua proyek pendanaan yang ada di platform peer to peer lending bisa kamu akses secara transparan dengan melihat profil peminjam dan lain sebagainya.

 

4. Saham

Senang rasanya, bukan? Bila kamu menyandang status sebagai pemilik saham sebuah perusahaan besar di Indonesia? Hal ini bisa menjadi kenyataan jika kamu berinvestasi saham di perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk memulai investasi sahammu, kamu bisa mempelajari terlebih dahulu informasi fundamental dari perusahaan yang ingin kamu beli sahamnya. Belilah saham-saham yang berasal dari perusahaan yang sehat, salah satu indikatornya adalah nilai kapitalisasi pasar yang besar. Hal ini bisa menunjukkan bahwa saham-saham tersebut memiliki tingkat likuiditas tinggi, dan harga saham cenderung stabil. Bila kamu ingin berinvestasi saham untuk jangka pendek, kamu bisa memilih broker yang memberikan biaya transaksi yang tergolong murah.

Saham(Baca juga: Cara Memilih Broker Saham Yang Baik)

Untuk memaksimalkan keuntungan dari kegiatan investasi yang ditanamkan dari berbagai jenis instrumen investasi jangka pendek di atas, alangkah baiknya dana yang kamu tanamkan di produk investasi tersebut bukan berasal dari uang pinjaman. Gunakan "uang dingin" atau "uang menganggur" yang tidak termasuk ke dalam alokasi kebutuhan pokok ataupun sekundermu.

Setelah mengetahui jumlah modal yang kamu miliki, tentukan tujuan investasi yang ingin kamu capai dalam jangka waktu 1-2 tahun. Kamu juga perlu menentukan profil risikomu sebagai investor, apakah tergolong konservatif, moderat, atau cenderung agresif. Apabila masih bingung menentukannya, kamu bisa ikuti panduan di artikel "Seperti Apa Profil Risiko Investasi Saya?"

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%
Advertisement

Kirim Komentar/Reply Baru
Tips Investasi Untuk Siapkan Dana Pernikahan
Tips Investasi Untuk Siapkan Dana Pernikahan
Nandini   11 May 2021   119  
Mulai Kapan Sebaiknya Mempersiapkan Dana Pensiun?
Mulai Kapan Sebaiknya Mempersiapkan Dana Pensiun?
Linlindua   26 Apr 2021   177  
Cara Cerdas Mengatur Keuangan Rumah Tangga Ala Wanita Karier
Cara Cerdas Mengatur Keuangan Rumah Tangga Ala Wanita Karier
Febrian Surya   27 Nov 2020   661  
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
Febrian Surya   29 Sep 2020   1299  
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Febrian Surya   22 Sep 2020   1030  
Pilihan Investasi Menguntungkan Saat New Normal
Pilihan Investasi Menguntungkan Saat New Normal
Febrian Surya   25 Aug 2020   1282  
Bayar Kost Bulanan Atau Tahunan, Mana Yang Terbaik?
Bayar Kost Bulanan Atau Tahunan, Mana Yang Terbaik?
Jujun Kurniawan   1 Jul 2020   622  
Tips Efektif Investasi SBN Agar Untung
Tips Efektif Investasi SBN Agar Untung
Febrian Surya   27 May 2020   644  
Tips Cerdas Atur Gaji Bulanan Dengan Formula 40-30-20-10
Tips Cerdas Atur Gaji Bulanan Dengan Formula 40-30-20-10
Jujun Kurniawan   5 May 2020   1374  
Tips Membuat Catatan Keuangan Untuk Keluarga
Tips Membuat Catatan Keuangan Untuk Keluarga
Jujun Kurniawan   28 Apr 2020   408