4 Jenis Investasi Jangka Pendek Yang Wajib Kamu Tahu

Febrian Surya 27 Jun 2020 938
Dibaca Normal 5 Menit

Mulai dari trading forex hingga investasi di peer to peer lending, sebaiknya ketahui karakteristik masing-masing instrumen investasi jangka pendek biar tidak buntung.



Investasi adalah salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengamankan masa depanmu kelak. Bagi generasi milenial yang baru lulus kuliah dan mulai terjun dalam dunia kerja, setidaknya kamu masih punya waktu sekitar 20-30 tahun dari sekarang untuk mempersiapkan hari tuamu.

Ingin Investasi Jangka Pendek Kenali Ciri-Cirinya Biar Tidak Buntung(Baca juga: Pensiun Muda Bukan Hanya Mimpi, Begini Langkahnya)

Kegiatan investasi yang kamu lakukan saat ini, bukan hanya diperuntukkan sebagai dana setelah pensiun kerja saja. Melainkan, kamu juga bisa menggunakan uang yang kamu simpan di berbagai jenis intrumen investasi untuk memenuhi kebutuhan finansial dalam jangka pendek, misalnya di bawah 1 tahun.

Dari banyaknya jenis intrumen investasi jangka pendek yang bisa kamu tanamkan saat ini, setidaknya ada beberapa ciri-ciri yang perlu dipelajari baik-baik agar bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan investasimu. Apa sajakah itu?

 

1. Deposito

Deposito menawarkan jangka waktu investasi mulai dari 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan. Produk investasi ini dinilai aman bagi investor pemula yang ingin menggunakan dana investasi di bawah 1 tahun. Namun, kamu perlu memastikan bahwa dana yang telah kamu tanamkan tidak dicairkan hingga jatuh tempo. Karena bila kamu mencairkan dana yang ada di deposito sebelum jatuh tempo, kamu akan dibebankan biaya penalti oleh pihak bank.

Selain itu, perlu kamu perhatikan bahwa jenis investasi berisiko rendah seperti deposito memiliki return yang rendah pula. Umumnya, tingkat pengembalian deposito mencapai 7% per tahunnya. Agar investasi ini menguntungkan, pilihlah setoran awal deposito yang sesuai dengan kemampuan finansialmu dan suku bunga deposito yang paling kompetitif. Dalam hal ini, kamu bisa memanfaatkan Kalkulator Deposito untuk mengetahui secara langsung berapa bunga deposito yang akan diperoleh dari nominal investasimu. Kamu juga bisa melakukan perbandingan produk deposito dari masing-masing bank.

Kalkulator Deposito

 

2. Trading Forex

Perdagangan valuta asing (forex) memang dinilai sebagai jenis investasi yang lebih berisiko bagi pemula. Akan tetapi, tingkat risiko itu berbanding lurus dengan tingkat pengembalian yang bisa kamu peroleh. Prinsip trading forex sebetulnya sangat sederhana. Kamu bisa membeli suatu mata uang asing saat kursnya sedang di level rendah, kemudian kamu jual mata uang asit tersebut saat harganya mengalami peningkatan. Namun tidak seperti jual beli mata uang asing yang dilakukan secara fisik di money changer, trading forex dapat kamu lakukan secara online di platform broker. Sehingga, transaksi bisa dilakukan dengan mudah hanya dalam beberapa klik.

Trading Forex(Baca juga: 8 Konsep Pasar Forex Yang Perlu Dipahami Trader Pemula)

Selain itu, trading forex tidak hanya memberikan peluang keuntungan saat harga aset investasi sedang naik, tapi juga ketika harganya mengalami penurunan. Hal itu karena platform trading memungkinkan kamu untuk melakukan transasi dua arah, yaitu Buy dan Sell. Jadi ketika harga sedang di level tinggi dan kamu melihat kemungkinan penurunannya di masa mendatang, maka kamu bisa menjual mata uang asing tersebut dan membelinya kembali setelah harganya sudah turun. Pengenalan trading forex lebih lengkap beserta peluang keuntungannya bisa kamu dapatkan di Panduan Trading Forex Untuk Pemula.



 

3. Peer to Peer Lending

Peer to peer lending merupakan salah satu layanan fintech yang tengah naik daun di kalangan anak muda Indonesia. Walaupun dikenal luas karena layanan pinjaman online-nya, peer to peer lending juga bisa kamu manfaatkan untuk berinvestasi melalui pendanaan beberapa proyek yang telah dikurasi oleh pihak penyedia platform tersebut. Kamu bisa mengetahui tingkat pengembalian dari pendanaan tersebut berdasarkan jangka waktu yang kamu pilih. Disamping itu, semua proyek pendanaan yang ada di platform peer to peer lending bisa kamu akses secara transparan dengan melihat profil peminjam dan lain sebagainya.

 

4. Saham

Senang rasanya, bukan? Bila kamu menyandang status sebagai pemilik saham sebuah perusahaan besar di Indonesia? Hal ini bisa menjadi kenyataan jika kamu berinvestasi saham di perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk memulai investasi sahammu, kamu bisa mempelajari terlebih dahulu informasi fundamental dari perusahaan yang ingin kamu beli sahamnya. Belilah saham-saham yang berasal dari perusahaan yang sehat, salah satu indikatornya adalah nilai kapitalisasi pasar yang besar. Hal ini bisa menunjukkan bahwa saham-saham tersebut memiliki tingkat likuiditas tinggi, dan harga saham cenderung stabil. Bila kamu ingin berinvestasi saham untuk jangka pendek, kamu bisa memilih broker yang memberikan biaya transaksi yang tergolong murah.

Saham(Baca juga: Cara Memilih Broker Saham Yang Baik)

Untuk memaksimalkan keuntungan dari kegiatan investasi yang ditanamkan dari berbagai jenis instrumen investasi jangka pendek di atas, alangkah baiknya dana yang kamu tanamkan di produk investasi tersebut bukan berasal dari uang pinjaman. Gunakan "uang dingin" atau "uang menganggur" yang tidak termasuk ke dalam alokasi kebutuhan pokok ataupun sekundermu.

Setelah mengetahui jumlah modal yang kamu miliki, tentukan tujuan investasi yang ingin kamu capai dalam jangka waktu 1-2 tahun. Kamu juga perlu menentukan profil risikomu sebagai investor, apakah tergolong konservatif, moderat, atau cenderung agresif. Apabila masih bingung menentukannya, kamu bisa ikuti panduan di artikel "Seperti Apa Profil Risiko Investasi Saya?"





Forum

Muftihair (13 Aug 2015)

Mohon Solusinya jika floating - 261 n saldo 264, margin -10 apakah perlu di injek n berapa besar minimalnya injeknya. Kondisi trading saat ini hedging.

Selengkapnya...

BANK KPR Ritel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Kirim Komentar/Reply Baru
Kalkulator P2P Lending
Kalkulator P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   34  
Indikator Untuk Time frame H1
Indikator apakah yang cocok untuk trading di tf H1

Agus Cahyono 24 Aug 2018

Reply:

M Singgih (28 Aug 2018 10:34)

@ Agus cahyono:

Bisa menggunakan ema 21, 34 atau 55, parabolic SAR (default), stochastic (5,3,3), dan MACD & OSMA (default).
Ketika trending, amati:
- posisi harga terhadap kurva ema
- posisi titik parabolic SAR
- perpotongan %K dan %D indikator stochastic
- posisi kurva MACD dan kurva sinyal, dan posisi garis histogram OSMA.

Ketika pergerakan harga sideways, amati overbought dan oversold pada indikator stochastic, dan level resistance / support kunci.
Untuk level resistance / support, kalau kurang jelas bisa dibantu dengan Fibonacci retracement.

Berikut contoh pada EUR/USD  H1:



Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   91  
Tips Mengelola Dompet Digital Anti Boros
Tips Mengelola Dompet Digital Anti Boros
Wahyudi   30 Jan 2021   205  
Cara Memanfaatkan Tiktok Untuk Bisnis
Cara Memanfaatkan Tiktok Untuk Bisnis
Febrian Surya   31 Oct 2020   462  
Kiat Bisnis Online Saat New Normal
Kiat Bisnis Online Saat New Normal
Wahyudi   22 Oct 2020   358  
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Jujun Kurniawan   15 Sep 2020   626  
Aplikasi Transfer Uang Paling Mudah Digunakan
Aplikasi Transfer Uang Paling Mudah Digunakan
Jujun Kurniawan   21 Jul 2020   471  
5 Ciri Fintech Bodong Menurut OJK
5 Ciri Fintech Bodong Menurut OJK
Febrian Surya   13 Jul 2020   372  
Investasi SBN: Aksi Bangun Negara Pasca Pandemi Corona
Investasi SBN: Aksi Bangun Negara Pasca Pandemi Corona
Aditya Perdana   1 Jul 2020   427