5 Alasan Reksadana Pasar Uang Cocok Bagi Pelajar Dan Mahasiswa

Satrya Heli Oriza 8 Oct 2019 550

Investasi sebaiknya dimulai sejak dini. Dengan memulai investasi sejak dini dapat memupuk mental konsumtif menjadi produktif. Salah satu cara untuk memulai investasi dengan modal kecil adalah dengan cara berinvestasi pada reksadana. Mengapa reksadana pasar uang? Simak artikel berikut ini!

Halo sobat investor di seluruh Indonesia, apa kabar? Kali ini kami akan membawakan artikel seputar reksadana pasar uang. Sampai saat ini, mungkin banyak yang belum mengenal reksadana. Meskipun sekilas mirip dengan deposito, reksadana merupakan sebuah produk investasi yang berbeda jika dilihat dari sisi teknis.

Reksadana adalah sebuah aset yang dapat diperjualbelikan kapan saja, sedangkan deposito terikat dengan kontrak. Return reksadana bervariasi tergantung jenis reksadana yang sobat pilih. Ada 4 jenis reksadana yang ditawarkan di pasar, antara lain: Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Saham, Reksadana Pasar Uang, dan Reksadana Campuran.

reksadana pasar uang

Pada reksadana pasar uang yang merupakan reksadana dengan risiko terkecil, return tahunannya berkisar antara 6%-7%. Sedangkan pada reksadana saham return tahunannya dapat mencapai lebih dari 10%. Namun, return reksadana saham sebanding juga dengan risikonya. Jika sobat adalah seorang pelajar atau mahasiswa yang ingin memulai investasi dan belum memiliki pengalaman terhadap dunia investasi, maka reksadana pasar uang dapat sobat jadikan sebagai referensi untuk memulai investasi kecil-kecilan.

 

Alasan Mengapa Reksadana Pasar Uang cocok Bagi Pelajar Dan Mahasiswa

1. Dapat Dimulai Dengan Modal Yang Sangat Kecil

Untuk memulai investasi reksadana tidak membutuhkan modal yang besar serta relatif terjangkau bagi siapa saja. Saat ini, tersedia marketplace yang bekerjasama dengan Agen Penjual Efek Reksadana (APERD) menawarkan pembelian reksadana dimulai dengan dana hanya sebesar Rp. 10,000 saja. Cukup sisihkan uang jajan atau uang kopi, sobat investor sudah dapat memulai investasi pada reksadana pasar uang yang sobat inginkan.

 

2. Cocok Untuk Investasi Jangka Pendek

Reksadana pasar uang merupakan jenis investasi jangka pendek. Jika sobat investor memiliki keinginan untuk membeli sesuatu dalam jangka waktu 6 bulan atau 1 tahun kedepan, tidak ada salahnya sobat mulai menabung pada reksadana pasar uang.

Katakanlah jika sobat menabung dengan menggunakan celengan sebesar Rp. 100,000 setiap bulan dalam jangka waktu 1 tahun, uang yang sobat miliki menjadi sebesar Rp. 1,200,000. Namun jika sobat menyisihkan dana sekitar Rp. 100,000 setiap bulan pada reksadana pasar uang yang memiliki return 7% setiap tahun, maka uang yang sobat kumpulkan tersebut akan bertambah Rp. 1,200,000 x 7% = Rp. 84,000.

Jadi dari uang Rp. 1,200,000, sobat sudah memperoleh keuntungan sehingga total uang yang sobat miliki menjadi Rp. 1,284,000. Lebih untung mana?

 

3. Dapat Dicairkan Kapan Saja

Reksadana bersifat aset yang sangat likuid. Artinya kapanpun sobat ingin mencairkan reksadana yang sobat miliki akan langsung diproses, kemudian akan masuk ke dalam rekening sobat setelah 3 hari kerja (sabtu dan minggu tidak terhitung hari kerja). Jadi sobat tidak perlu khawatir dan menunggu lama jika suatu saat sobat memiliki keperluan yang sifatnya darurat. Cukup jual reksadana yang ada dalam portfolio sobat.

 

4. Tidak Ada Penalty

Sobat tidak akan dikenai penalty jika sobat memutuskan untuk menjual seluruh reksadana yang sobat miliki meskipun sobat menjualnya setelah beberapa hari membeli. Hanya saja akan ada potongan biaya transfer antar bank sebesar Rp. 6,500 jika sobat tidak menggunakan rekening BCA baik saat melakukan top-up maupun saat menarik dana. Bandingkan dengan jika sobat menabung di bank, di mana akan dikenakan biaya administrasi setiap bulannya.

 

5. Risiko Sangat Minim

Reksadana apapun jenisnya pasti memiliki risiko. Namun, risiko investasi pada reksadana pasar uang hampir tidak terlihat. Reksadana pasar uang adalah salah satu jenis reksadana yang memiliki return terkecil serta cenderung tumbuh secara konsisten sehingga hampir tidak terlihat risikonya. Hal ini tentu berbeda dengan reksadana saham yang tingkat risikonya lebih tinggi, tetapi lebih cocok untuk jangka panjang. 

reksadana pasar uang vs sahamBaca juga: Empat Kelebihan Dan Kekurangan Reksadana Saham

Dilihat dari segi modalnya yang relatif kecil, jangka waktu investasi, pencairan yang mudah, tidak ada Penalty, serta risiko yang minim,  reksadana pasar uang adalah pilihan yang sangat tepat jika sobat ingin mencoba memulai investasi.

 

Nah, itulah 5 alasan mengapa investasi pada reksadana pasar uang merupakan investasi paling cocok untuk pelajar dan mahasiswa. Selain itu, trading forex juga termasuk aktivitas mencari keuntungan online yang ideal dicoba oleh kawula muda. Bagaimana bisa? Pelajari info lengkapnya di Panduan Trading Forex Untuk Pemula.

Kirim Komentar/Reply Baru
Heran dengan yang mempermasalahkan akun demo
Kenapa masih ada yang mempermasalahkan akun demo dan keberatan menggunakannya?

Padaal jelas akun demo sangat menguntungkan trader yang baru belajar karena bisa untuk praktek trading scr gratis.

Apa ini karna ada manipulasi dari broker juga di akun demo?

Rangga 31 Mar 2015

Reply:

M Singgih (02 Apr 2015 14:47)

@ Rangga:
- Setahu saya pergerakan harga antara account demo dan account live sama, hanya servernya memang dibedakan antara mereka yang masih demo dan mereka yang sudah trading dengan uang beneran.
- Pada umumnya broker tidak memanipulasi pergerakan harga, tetapi memanipulasi kualitas order (sering re-quote, eksekusi berlangsung lama dsb) dan terjadinya slip-page (lompatan harga) yang bisa menyebabkan stop loss Anda kena, dalam hal ini broker tsb sering disebut dengan ‘stop loss hunter’.
- Manipulasi tersebut terjadi pada account live, bukan pada account demo, karena tidak ada untungnya memanipulasi account demo.
- Manipulasi pada account live tsb biasanya dilakukan oleh broker jenis market maker jika hasil trading Anda sering profit (walaupun tidak semua broker market maker berlaku demikian), oleh sebab itu Anda mesti jeli dalam memilih broker.

Kiat Bisnis Online Saat New Normal
Wahyudi 63
Fintech