5 Cara Trading Bitcoin Dengan MACD

Cahyaning 30 Jul 2021Dibaca Normal 7 Menit
kripto>strategi-trading>   #macd   #trading-bitcoin
Trading Bitcoin dengan MACD bisa menjadi opsi menarik untuk pemula. Apalagi, MACD memiliki beragam keahlian untuk menemukan peluang trading terbaik. Bagaimana caranya?

Dalam dunia cryptocurrency, indikator sering digunakan untuk membantu trader menentukan posisi jual dan beli. Trading Bitcoin dengan MACD bisa menjadi opsi menarik untuk mereka yang baru terjun di dunia cyrptocurrency.

Penggunaan MACD yang mudah dan sederhana, cocok untuk membantu Anda yang masih baru belajar trading Bitcoin. Indikator ini juga bisa menunjukkan trend pasar, momentum, hingga posisi entry dan exit. Inilah yang membuat MACD cocok digunakan di pasar kripto yang penuh volatilitas.

 

Mengenal MACD

Sebelum memulai trading Bitcoin dengan MACD, ada baiknya mengenal kembali seluk beluknya. MACD merupakan singkatan dari Moving Average Convergence Divergence. Indikator MACD pertama kali diperkenalkan oleh Gerald Appeal pada tahun 1979. Karena sifatnya yang sederhana dan fleksibel, indikator ini langsung mendapatkan respon yang baik di berbagai kalangan. MACD sering kali digunakan untuk memahami kapan harga suatu aset akan menjadi bullish atau bearish dengan petunjuk sederhana.

Cara membaca indikator MACD sebetulnya cukup mudah. Namun Anda perlu mengetahui arti beberapa komponen yang muncul pada grafik. Jika menggunakan chart TradingView, Anda akan melihat ada garis berwarna biru dan oranye yang saling bersilangan. Garis biru ini mewakili Exponential Moving Average (EMA ) dengan jangka 12 hari atau fast length. Sedangkan garis oranye adalah EMA dengan periode 26 hari atau slow length.

Selain kedua garis di atas, Anda juga akan melihat grafik batang yang berjajar-jajar membentuk lembah dan puncak. Grafik batang ini merupakan indikator yang berfungsi menunjukkan volume jarak antara garis biru dan garis oranye.

Berikut ini tampilan grafik MACD:

Penanda MACD

 

Komponen MACD

Pada chart MACD biasanya terlihat bahwa garis EMA fast length memberi gambaran yang lebih detail dari pada garis slow length karena periodenya lebih kecil. Ruang yang terbentuk dari dua garis EMA tersebut menunjukkan besarnya volume pada histogram. Semakin lebar jarak yang tercipta, semakin besar volume yang muncul pada histogram, begitupun sebaliknya. Hal ini bisa disingkat dalam rumus di bawah ini.

MACD = EMA 12 hari - EMA 26 hari

Dalam analisis teknikal menggunakan MACD, dikenal istilah crossover dan divergence. Pengertian crossover adalah saat trader melihat trend garis MACD dibandingkan garis sinyalnya. Sebuah aset akan dikatakan bearish saat garis MACD berada di bawah garis sinyal atau di bawah level nol. Sebaliknya, jika garis MACD berada di atas level nol, berarti sinyal bullish sedang terbentuk.

Sedangkan Divergence adalah kondisi saat titik-titik puncak (high) MACD bergerak di arah yang berlawanan dengan titik-titik puncak (high) pada harga aset. Skenario yang sama juga berlaku apabila yang diamati adalah titik-titik dasar (low) MACD dan harga aset.

 

Cara Menggunakan MACD

Pasar kripto merupakan pasar yang bergerak dengan sangat cepat. Oleh karena itu, penting bagi trader untuk mengetahui kapan harus buy atau sell. Ada beberapa cara untuk menerapkan strategi trading Bitcoin dengan MACD. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda ikuti. 

Baca juga: Strategi Trading Bitcoin dari Perintis Indodax

 

1. Menemukan Divergence

Sesuai dengan namanya, MACD bisa digunakan untuk menemukan Divergence. Cara penggunaannya tak jauh berbeda dengan indikator momentum lain seperti stochastic, RSI atau CCI. Bedanya, saat menggunakan MACD, yang perlu Anda perhatikan adalah puncak dan lembah pada garis-garis MACD. Simak contohnya pada grafik BTC/USD di bawah ini.

Sinyal Divergence di MACD

Dari gambar di atas bisa dilihat pembentukan lembah dan puncak pada garis-garis MACD. Bullish divergence ditunjukkan dengan pembentukan lembah sinyal yang makin tinggi, tetapi harga Bitcoin justru membentuk low yang semakin rendah.

 

2. Mengukur Momentum

Strategi trading Bitcoin dengan MACD juga dapat digunakan untuk mengetahui momentum di pasar. Hal ini bisa dilihat melalui bentukan batang-batang yang ada pada histogram. Pada saat trend terbentuk pada pasar kripto, batang MACD pada histogram akan menunjukkan bentuk batang yang pendek namun semakin lama semakin memanjang. Puncak trend ditunjukkan oleh batang histogram yang paling panjang. 

Baca juga: Tips Pintar Menggunakan Indikator Momentum

Penanda momentum pasar mulai melemah ditunjukkan dengan bentuk batang memanjang yang semakin lama semakin memendek pada histogram. Ketika pasar kripto hendak beralih posisi, MACD akan terlihat melandai dan tampak semakin mengecil hingga akhirnya siklus histrogram yang sama akan terulang di area yang berlawanan. Contohnya dapat di lihat pada grafik di bawah ini.

Melihat Momentum dengan MACD

 

3. Menunjukkan Arah Trend

Sangat penting untuk mengetahui arah trend ketika trading Bitcoin. Untungnya, MACD bisa melihat arah pergerakan trend untuk membantu Anda. Contohnya dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Di saat trend harga sedang naik atau uptrend, area MACD akan berada di atas level nol. Ketika harga turun, yang terjadi adalah sebaliknya, area MACD berada di bawah level nol. 

MACD untuk menunjukkan arah trend

Baca juga: 3 Teknik Paling Ampuh Untuk Mengukur Kekuatan Trend

 

4. Penunjuk Entry

Karena pergerakan harga Bitcoin dan pasar kripto begitu cepat, trader pemula cenderung bingung menentukan kapan harus entry atau exit. MACD bisa digunakan untuk menentukan posisi buy dan sell. Biasanya, trader menggunakan crossover garis-garis MACD mendapatkan sinyal konfirmasi yang lebih baik. Contohnya dapat dilihat pada grafik di bawah ini. 

Petunjuk Buy dan Sell MACD

Untuk menentukan posisi buy, kedua garis biru harus memotong garis oranye dari bawah ke atas. Jika ingin mencari posisi sell, maka tunggu ketika garis biru memotong garis oranye dari atas ke bawah. 

Baca juga: 3 Cara Menghindari Kesalahan Entry Trading

 

5. Mengenali Overbought dan Oversold

Strategi trading Bitcoin dengan MACD juga bisa digunakan untuk menentukan overbought dan oversold. Dengan memperhatikan histogram, trader dapat dengan mudah mengenali kondisi tersebut. Overbought ditunjukkan dengan puncak histogram yang berada di atas level nol. Sedangkan Oversold ditunjukkan dengan puncak lembah yang berada di bawah level nol. Lebih jelasnya dapat dilihat dengan grafik di bawah ini.

Overbought dan Oversold

 

Keuntungan dan Kekurangan Trading Bitcoin Dengan MACD

Sama seperti indikator yang lain, trading Bitcoin dengan MACD juga memiliki keuntungan dan kekurangan sendiri. Meskipun memiliki kekurangan, bukan berarti indikator ini tidak layak Anda gunakan sebagai acuan saat trading Bitcoin.

 

Keuntungan

Kesederhanaan indikator MACD membuatnya menjadi pilihan banyak trader. Apalagi MACD bisa menentukan sinyal trend dengan mudah. Indikator ini juga bisa menentukan momentum, serta mencari kapan waktu untuk buy atau sell. Sinyal yang diisyaratkan MACD cukup objektif. Semua trader yang menggunakan indikator MACD dengan time frame yang sama bisa mengatakan hal serupa. Misalnya, ketika pasar sedang uptrend, kebanyakan trader yang menggunakan MACD pasti akan setuju.

 

Kerugian

Meskipun penggunaannya cukup mudah, namun trader yang menggunakan indikator ini harus berhati-hati. MACD bisa memberikan fake signal atau sinyal palsu. Fake signal ini biasanya muncul saat pasar sedang sideways. Cara mengatasinya adalah dengan memadukan MACD bersama analisis teknikal lainnya, contohnya market structure, chart pattern, dan masih banyak lagi. 

Baca juga: Belajar Analisa Chart Pattern

 

Apakah MACD Indikator Terbaik Untuk Trading Bitcoin?

Pada akhirnya, jawaban pertanyaan ini tergantung pada cara Anda melakukan trading. Jika Anda merasa kesulitan menggunakan indikator yang rumit, maka MACD bisa jadi jawaban yang tepat. Akan tetapi, Anda harus ingat bahwa MACD juga memiliki kelemahan sendiri. Sebaiknya Anda jangan percaya pada satu indikator saja, sehingga gunakan juga indikator lain seperti RSI untuk konfirmasi sinyal yang lebih tepat.

 

Selain MACD, ada beberapa indikator lain yang dapat digunakan untuk memudahkan trading Bitcoin. Informasi selengkapnya dapat di baca di 5 Indikator Bitcoin Terbaik Versi Para Pakar.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Aroy |  21 Jul 2014

selamat pagi masta, salam prpit. AQ mau tanya nih masta knp ya MACD yg masta tampilkan pda analisa teknikal memiliki 2 garis histogram merah dan biru bull dan bear, sedangkn MACD pda MT4 saya cma 1 warna histogram, apa ada setingan khususnya mohon pencerahan newbie...

Lihat Reply [1]

 Abraham |  31 May 2015

permisi pak, saya mau tanya bagaimana cara menggabungkan indikator MACD dan MA agar menjadi satu. dulu kayaknya cukup di drag bisa sekarang kok enggak bisa? terimakasih.

Lihat Reply [20]

 Aminos |  28 Jul 2015
Malam master , 1. saya pengangum indikator MACD tapi untuk exit pasar di saat sdh propit saya masih kurang paham saat tepatnya , tolong penjelasannya master. 2 . Di indikator MACD gmn settingannya untuk TF1,TF4. trims master.

Lihat Reply [4]

 Putranto |  5 Jan 2016
Saya ingin tau lbh banyak soal MACD, jd mohon pencerahannya..

Kapan kita entry jika kita menggunakan indi MACD sbg indikator entry, apakah kita langsung entry jika garis MACD motong garis signal atau tunggu garis MACD memasuki area positif/negatif trlbh dahulu?

Contoh: apa kita lgsung BUY jika garis MACD cross up garis signal?? Atau kita tunggu MACD memasuki area positif (bernilai positif) sblm kita OP BUY??

Trims..

Lihat Reply [1]

 Gio |  24 Dec 2016

saya telah mnggunakan strategi scalping yg di dpt dari web SeputarForex ini. systemnya mnggunakan indikator EMA 8 & 21, RSI (9), dan PSAR. tapi sya prnah baca salah satu artikel dari website ini, ada yg menyarankan utk mnambah indikator MACD, kalo boleh tau setingan MACD-nya brpa yh? trus kalo boleh dsrtakan jg tips dan pengalaman master menggunakan strategi ini yh :D. terimakasih :)

Lihat Reply [4]

 

Komentar @inbizia

Bila dilihat berdasarkan sistem transfernya, ada beberapa hal yang menjadi keuntungan utama dari trading kripto: Hampir tidak ada biaya untuk setiap transaksi yang dilakukan. Mata uang kripto menawarkan deposit dan penarikan dengan komisi yang sangat minim (tidak lebih dari 1% per transaksi). Tidak ada komisi untuk penukaran dari dan ke jenis mata uang kripto lainnya. Proses transfer instan tanpa keterlambatan dan tanpa hambatan. Sebagai referensi tambahan, Anda juga bisa membaca artikel berikut: Keunggulan Cara Kerja Mata Uang Kripto 10 Broker Forex Pilihan Untuk Trading Bitcoin Terima kasih.
 Seputarforex |  6 Dec 2019
Halaman: Mata Uang Kripto Asal Indonesia
@ Surodjo:

Berakhirnya trend bisa diketahui setelah koreksi atau retracement mencapai lebih dari 100%. Perkiraan kemungkinan akan terjadi trend reversal jika Fibo Retracement telah melewati 61.8%.

Keadaan reversal tidak menunjukkan berakhirnya trend, tetapi menunjukkan terjadinya koreksi. Keadaan koreksi sendiri bisa berakhir ketika telah mencapai level tertentu misalnya 38.2% Fibo atau 50% Fibo, dan kemudian berbalik meneruskan arah trend. Jika koreksi melebihi Fibo retracement 100%, baru bisa diasumsikan terjadi trend reversal.

Keadaan reversal bisa diamati dari bar candlestick yang membentuk formasi price action tertentu, seperti pin bar, doji, engulfing, morning star atau evening star. Baca juga: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action
Meski demikian, untuk validitasnya price action tsb harus dikonfirmasi oleh indikator trend misalnya ADX, parabolic SAR, MACD, atau Bollinger Bands.

Konfirmasi dengan Bollinger Bands untuk keadaan reversal adalah jika penutupan bar candlestick berada di bawah middle band (untuk yang sebelumnya uptrend), atau di atas middle band (untuk yang sebelumnya downtrend). Untuk akurasi, sebaiknya dikonfirmasi lagi dengan indikator trend yang lain.

Mengenai tanda bahwa trend masih akan berlanjut adalah jika koreksi atau retracement telah berakhir, dan harga mulai bergerak searah dengan trend semula. Dalam hal penunjukan indikator Bollinger Bands, bar candlestick tidak menembus middle band.

Sebagai masukan, untuk analisa trend jangka menengah panjang biasanya trader menggunakan analisa dengan gelombang Elliot (Elliot wave). Baca juga: 3 Hal Pokok Dalam Trading Dengan Gelombang Elliot
 M Singgih ... |  29 May 2020
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
Bisa digabungin dengan indikator lain. Aku sih paling sering pakai gabungan Stochastic dan MACD untuk menentukan sinyal beli or sell
 Nandya |  5 Jan 2021
Halaman: Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut Macam Fungsinya
Bisa lihat dari sinyal-sinyal trendlines, breakouts, dan pola candlestick. Indikator untuk mendapatkan sinyal-sinyal itu bisa pakai indikator RSI, MA, MACD
 Ihwan |  12 Jan 2021
Halaman: Cara Menghindari Kesalahan Entry Trading
Indikator MACD jeleknya agak lambat membaca sinyal daripada price action. Jadi saranku sih, lebih baik dikombinasikan sama indikator lain, kayak stochastic gitu.
 Maria |  14 Jan 2021
Halaman: Cara Membaca Indikator Macd Berdasarkan Macam Fungsinya
Bisa saja, tapi tujuan utama MACD bukan untuk mengetahui kondisi OB atau OS, jadi kurang afdol. Lebih baik pakai RSI
 Arsip |  14 Jan 2021
Halaman: Cara Membaca Indikator Macd Berdasarkan Macam Fungsinya
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip