5 Hal Yang Wajib Diketahui Tentang Level Support-Resistance

SAM 7 Dec 2011 14617
Dibaca Normal 5 Menit

Semua trader pasti menggunakan level support-resistance sebagai referensi trading utama. Tapi, sudahkah Anda mengetahui lima hal berikut ini?



Menurut saya, pengetahuan dan pemahaman mengenai level support-resistance merupakan salah satu pemahaman mendasar yang harus diketahui dan dikuasai oleh seorang trader. Mengapa? Yah, level-level support dan resistance ini akan menjadi panduan teknikal agar kita bisa menyusun dan merencanakan apa yang harus dilakukan dalam menanggapi pergerakan market. Untuk itu, ada lima hal pokok yang wajib diketahui trader tentang level support-resistance.

 

1. Apa yang Terjadi Setelah Harga Mencapai Support-Resistance?

Secara umum, ada 3 kemungkinan yang bisa terjadi apabila harga sebuah pasangan mata uang (pair) menyentuh level support-resistance. Ketiga skenario tersebut adalah:

  • Kemungkinan pertama: Harga akan berbalik arah (bounce) atau biasa kita sebut harga terpental di level harga tersebut.
  • Kemungkinan kedua: Harga akan bergerak menembus level support/resistance tersebut (breakout). Pergerakan ini biasanya ditandai dengan fluktuasi ekstrem.
  • Kemungkinan ketiga: Pergerakan harga akan mentok dan hanya mondar-mandir untuk beberapa saat dalam area sempit di sekitar level tersebut.

 

2. Bagaimana Support-Resistance Terbentuk?

Level support-resistance bisa terbentuk karena berbagai macam sebab. Bisa jadi terbentuk karena aspek psikologis dari para pelaku di market. Misalnya:

  • Saat mayoritas buyer merasa bahwa harga sudah cukup tinggi, mereka akan memutuskan untuk menutup posisi buy yang sudah dibuka. Maka terbentuklah level resistance.
  • Sebaliknya saat mayoritas seller merasa harga sudah cukup rendah, mereka akan memutuskan untuk menutup posisi sell. Maka terbentuklah level support.

Apakah kita harus selau mengetahui "mengapa" suatu level SR terbentuk? Mm… kalAU saya sih sebenernya cenderung tidak peduli dengan mengapa hal tersebut terjadi. Maksud saya, toh sebenarnya kita tidak harus tahu kenapa market bertindak seperti demikian. Yang perlu kita tahu adalah bagaimana mengantisipasi pergerakan yang terjadi di masa depan dan mengambil keuntungan dari pergerakan tersebut.

Ada pula trader yang merasa perlu mengetahui latar belakang dari terbentuknya suatu level acuan penting pada grafik pergerakan harga. Menurut mereka, pengetahuan itu akan menjadi bekal untuk memperkirakan apakah pergerakan harga selanjutnya akan bounce, breakout, atau sideways. Para trader itu umumnya melakukan analisis berbasis fundamental.

 

3. Bagaimana Cara Mengetahui Letak Level Support-Resistance?

Nah, bicara tentang level support-resistance ini, ada banyak pendapat tentang cara mengetahui di mana level-level support-resistance tersebut bisa terbentuk. Beberapa teman trader menggunakan perhitungan Pivot Point untuk menentukan level support-resistance. Sedangkan teman trader yang lain memilih menggunakan Fibonacci Retracement.



Bicara masalah cara menarik Fibonacci Retracement pun bisa terdapat banyak perbedaan antara satu trader dengan trader yang lain. Ada yang menentukan berdasarkan titik terendah dan tertinggi pada candlestick. Ada pula yang menggunakan nilai closing pada candlestick. Yah… sebenarnya sih semua tergantung preferensi alias pilihan dari masing-masing trader.

Tidak usahlah kita meributkan masalah teknis tetek-bengek seperti ini, mana yang benar dan mana yang salah. Ribet sendiri nantinya. Toh pada prinsipnya, level support-resistance bukanlah satu "titik" nilai tertentu, tapi lebih kepada satu "area" tertentu.

 

4. Bagaimana Cara Mengukur Kekuatan Level Support-Resistance?

Satu hal yang ingin saya perlihatkan di sini, level support-resistance yang baik itu seharusnya sudah "teruji" setidaknya dua (2) kali. Jadi, harga bukannya hanya sekali terpental dari suatu kisaran harga tersebut, tetapi setidaknya sudah 2 kali terpental. Mari kita perhatikan gambar berikut:

Cara Mengukur Kekuatan Level Support-Resistance

Semakin sering kisaran tersebut tersentuh dan teruji, semakin kuatlah level tersebut sebagai level support-resistance. Contoh misalnya dari gambar di atas, level resistance di garis biru terlihat cukup kuat karena sudah teruji dengan tiga (3) kali tersentuh dan pergerakan harga berikutnya masih tetap terpental di area tersebut. Hmm… jadi kalau misalnya saya punya posisi buy, saya akan lekas menutup posisi kalau harga sudah sampai di area tersebut.

Yah… sambil pantau-pantau lah, siapa tahu harga break high (menembus level tinggi) pada resistance yang kuat itu. Nah, kalau harga break high, kecenderungan berikutnya akan terjadi gerakan naik yang ekstrem.

Begitu juga pada level-level support di garis hijau. Kita semestinya menaruh perhatian di area tersebut. Apakah harga akan terpental, atau apakah akan menembus level tersebut. Yah, kalau mau aman sih, close dulu posisi sell Anda di area tersebut. Setelah itu wait and see lah. Kalau kata mentor saya sih, kesabaran adalah kunci utama dalam trading. 



 

5. Level SR pada Timeframe Berapa yang Paling Bagus?

Tahukah Anda, level support-resistance pada setiap timeframe itu berbeda-beda. Trader yang memanfaatkan timeframe Hourly (H1) tentu akan menemukan level SR yang berbeda dengan trader pengguna timeframe Daily (D1). Inilah sebabnya mengapa setiap trader kemungkinan memiliki pendapat berbeda tentang level SR bagi suatu pair forex yang sama.

Jadi, bagaimana trader menentukan level support-resistance pada teknik trading multi-timeframe? Pilihannya terserah Anda. Level support-resistance pada timeframe lebih tinggi akan memberikan rasio risk/reward yang lebih baik. Namun, trader juga dapat memilih level SR sesuai gaya trading masing-masing. Umpamanya seorang scalper tentu lebih memilih level SR pada timeframe kecil.



Forum

Giwan (05 Jun 2016)

pak saya mau tanya?klo buat scalping itu bagusny pake rsi apa msi?dan gmn stelan untk rsi dn stelan untk mfi?terimksih pak,

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Linlindua   29 Mar 2021   735  
Pertemuan Jackson Hole Dan Dampak Fundamentalnya

Halo min, 

Saya ingin tanya mengenai Symposium tahunan di Jackson Hole. Apakah event tersebut memiliki dampak fundamental yang kuat terhadap pergerakan USD dan emas? Saya ingin belajar trading pada pair XAU/USD.

Aditya 8 Dec 2020

Reply:

M Singgih (09 Dec 2020 15:13)

@ Aditya:

Simposium ekonomi tahunan Jackson Hole diadakan oleh Federal Reserve Bank of Kansas City sejak tahun 1978, dan dihadiri ketua bank sentral, menteri keuangan, akademisi, serta pelaku ekonomi dari berbagai negara. Dalam simposium biasanya dibahas kebijakan moneter global sehubungan dengan isu-isu yang sedang terjadi. Dengan demikian asecara fundamental akan sangat berdampak, yang juga akan mempengaruhi pergerakan USD.

Karena emas diperdagangkan dalam mata uang USD (XAU/USD), maka akan berdampak juga pada pergerakan harganya.

 

Jenis - Jenis Hedging Yang Wajib Anda Ketahui
Jenis - Jenis Hedging Yang Wajib Anda Ketahui
Linlindua   26 Mar 2021   286  
Kiat Trading Sukses Ala Yukiko Ikebe
Kiat Trading Sukses Ala Yukiko Ikebe
Jujun Kurniawan   24 Mar 2021   420  
Tips Cepat Kaya Dengan Trading Forex
Tips Cepat Kaya Dengan Trading Forex
Linlindua   23 Mar 2021   396  
7 Tips Sukses Trading Dengan Smartphone
7 Tips Sukses Trading Dengan Smartphone
Nandini   3 Mar 2021   511  
7 Indikator Ampuh Untuk Trading
7 Indikator Ampuh Untuk Trading
Linlindua   27 Feb 2021   888  
5 Strategi Trading Paling Aneh, Layakkah Dicoba?
5 Strategi Trading Paling Aneh, Layakkah Dicoba?
Jujun Kurniawan   27 Feb 2021   437  
5 Hal Yang Wajib Dipastikan Sebelum Trading
5 Hal Yang Wajib Dipastikan Sebelum Trading
Tomy Zulfikar   25 Feb 2021   393  
Perbedaan Investasi Dan Trading Yang Wajib Anda Tahu
Perbedaan Investasi Dan Trading Yang Wajib Anda Tahu
Linlindua   11 Feb 2021   313  
Kerugian Hedging Dan Cara Mengatasinya
Kerugian Hedging Dan Cara Mengatasinya
Linlindua   10 Feb 2021   399