5 Hal Yang Wajib Dipastikan Sebelum Trading

Tomy Zulfikar 25 Feb 2021 335
Dibaca Normal 4 Menit

Melalui lima langkah berikut ini, Anda dapat mengidentifikasi apakah trading plan sudah tepat sebelum terlanjur mengeksekusi order.



Pasar keuangan, baik forex atau saham, memberikan peluang besar untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Seperti kita ketahui, hal itu disebabkan karena trading di pasar keuangan memiliki probabilitas yang tinggi dan relatif likuid.

5 kewajiban sebelum trading

Anda hanya perlu melakukan trading sesuai trading plan yang dibuat dan menentukan potensi keuntungan sesuai dengan risiko yang diambil. Pada awalnya mungkin Anda butuh banyak latihan, misalkan untuk mengetahui seberapa besar toleransi risiko Anda. Setelah terbiasa dengan prosesnya, cepat atau lambat Anda akan mampu mengidentifikasi apakah suatu trade lolos kriteria atau tidak. Untuk memperlancar proses belajar Anda, berikut lima langkah yang wajib dipastikan sebelum mulai trading:

 

Langkah 1: Trading Setup

Trading setup merupakan syarat utama yang harus ada sebelum Anda mulai trading. Contohnya saja jika Anda seorang trend follower, maka Anda hanya trading saat trend muncul di pasar. Trading plan Anda harus mampu mendeteksi trend, sehingga Anda bisa menghindari open posisi saat tidak ada trend. Anggap saja setup di sini sebagai "alasan" Anda bertrading.

trading setup

Jangan lupa memastikan trading setup telah mendukung strategi Anda. Jika Anda tidak menemukan trading setup yang cocok, sebaiknya hindari membuka posisi trading.

 

Langkah 2: Pemicu Trading

Jika sudah memastikan saat yang tepat untuk trading, Anda masih butuh momentum spesifik yang memberi sinyal kapan harus menekan tombol buy atau sell.



Katakanlah pada langkah pertama di atas Anda memilih bertrading saat harga sedang uptrend. Nah ketika trend bergerak menguat, ada beberapa sinya entry yang bisa Anda pastikan dulu.

pemicu trading(Baca Juga: 4 Tip Untuk Entry Yang Akurat)

Sinyal-sinyal entry bisa Anda dapatkan lewat berbagai indikator. Jika Anda mencari sinyal di pasar uptrend, maka Moving Average, Bollinger Bands, atau MACD bisa menjadi pilihan.

Sebagian trader suka membeli saat harga meroket menyentuh area Resistance. Ada juga yang membeli ketika harga turun menuju area Support, sambil menunggu harga membentuk pola Bullish Engulfing. Kedua skenario tersebut bisa menjadi pemicu mendapatkan peluang trading yang tepat.

 

Langkah 3: Menentukan Stop Loss

Mengetahui pemicu dan trading setup ternyata tidak cukup dalam menempatkan suatu posisi trading, karena akan selalu ada risiko harga bergerak melawan prediksi Anda. Guna meminimalisir risiko tersebut, Anda sebaiknya memasang stop loss order.

stop loss(Baca Juga: Stop Loss Dan Take Profit, 2 Aspek Penting Dalam Trading Forex)

Stop loss adalah fitur spesial untuk membatasi kerugian yang otomatis akan menutup posisi setelah harga mencapai level tertentu. Pemasangan stop loss bisa dengan banyak cara, salah satunya adalah:



  • Saat membuka posisi long (buy), stop loss ditempatkan di bawah swing low terbaru.
  • Saat trading short (sell), stop loss bisa ditempatkan di atas swing high.

Ada juga metode lain yang menempatkan stop loss berdasarkan Average True Range (ATR). Pada teknik tersebut, Anda bisa mengetahui stop loss ideal berdasarkan volatilitas harga.

 

Langkah 4: Menentukan Target Harga

Sekarang Anda sudah paham kondisi apa yang mendukung trading, serta di mana posisi entry dan stop loss ditempatkan. Langkah selanjutnya ialah mempertimbangkan potensi keuntungan.

target harga(Baca Juga: 5 Rutinitas Sebelum Trading Untuk Tingkatkan Profit)

Target keuntungan didasarkan atas suatu perhitungan, bukannya dipilih acak. Salah satu contoh menentukan target keuntungan adalah dengan analisa teknikal. Dalam hal ini, channel trend menunjukkan di mana harga memiliki kecenderungan berbalik arah (trend reversal). Jadi apabila Anda buy saat harga di area bawah channel, tentukan target keuntungan di area atas channel.

Alternatif lainnya, Anda bisa menggunakan trailing stop loss guna mengunci keuntungan sekaligus mengantisipasi risiko kerugian.

 

Langkah 5: Risk Reward Ratio

Pada langkah terakhir ini, tradinglah hanya ketika potensi keuntungan lebih besar 1.5 kali dari risiko. Misalnya saja, Anda rugi $100. Jika harga mencapai posisi stop loss yang Anda pasang, maka Anda harus menentukan target agar profit Anda setidaknya mencapai $150. Apabila potensi keuntungan sama atau lebih kecil dari risiko, sebaiknya hindari masuk pasar.

Mengukur Risiko Trading

Apapun jenis strategi trading yang Anda gunakan, kesuksesan tetap bergantung pada sikap Anda bertrading. Apakah Anda disiplin dan rajin berlatih? Atau justru malas-malasan dan mudah emosi?



Baca juga: Belajar Mempersiapkan Mental Sebelum Trading

Melalui lima langkah di atas, Anda dapat menentukan kapan waktu trading yang tepat dan apakah posisi entry Anda sudah benar. Selain itu, dengan mengidentifikasinya, Anda jadi paham kapan harus meninggalkan suatu transaksi yang berisiko. Tanamkan hal-hal yang disarankan di atas sebelum Anda mulai mencari keuntungan di pasar forex, sehingga aktivitas trading Anda nantinya bisa lebih terarah dan minim risiko.



Forum

Musya (01 Sep 2018)

malam tim SF....saya mau nanya nih, jika saya ingin trading dgn teknik SnD yg di kombine dgn indikator moving averages, apakah untuk pemilihan periode seting MA nya hrs disesuaikan dgn TF yg sy gunakan atau bebas? untuk melihat trend secara garis besar dgn menggunakan TF D1, misalnya kita menandai snd...

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru
Apakah Keuntungan Bitcoin Kena Pajak Di Indonesia?
Hedging Pada Pair Korelasi Apa?

Untuk hedging, lebih baik pakai pair yang korelasinya positif atau negatif?

Herlina Sw 23 Sep 2014

Reply:

Basir (23 Sep 2014 13:32)

Jika hedging menggunakan mata uang yang berswap bisa saja dilakukan. Hanya saja mungkin harus jeli, mana mata uang yang bisa menguntungkan sekalipun berada dalam floating harian.

Tiap broker berbeda dalam menerapkan swap dalam instrumen mata uang yang ditawarkan.

Jika akun swap, maka saat BUY AUD/USD kemudian floating harian maka anda bisa mengimbanginya dengan SELL USD/CAD.

Thanks.

M Singgih (04 Oct 2019 03:26)

@ Herlina Sw:

Bisa keduanya, asal dilakukan pada waktu yang hampir bersamaan, agar pergerakan harganya selaras (sinkron). Kalau jarak waktu entry terlalu jauh, maka bisa tidak sinkron yang mengakibatkan loss.

Korelasi positif: open ordernya berlawanan, satu buy satu sell.
Korelasi negatif: open ordernya sama, satu buy yang lain buy juga, atau yang satu sell yang lain juga sell.

Baca juga: Strategi Hedging Dalam Trading Forex

Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   107  
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Melati   9 Apr 2021   61  
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Linlindua   31 Mar 2021   466  
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Wahyudi   31 Mar 2021   139  
Panduan Lengkap Cara Membaca Candlestick Cryptocurrency
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   214  
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
Nandini   30 Mar 2021   122