5 Kasus Penyalahgunaan Kripto Yang Menggegerkan Dunia

Jujun Kurniawan 26 Dec 2019 631
Dibaca Normal 5 Menit

Beroperasi dengan sistem yang terdesentralisasi, kripto sulit diawasi pihak otoritas. Akibatnya kripto sering dimanfaatkan oknum untuk kejahatan siber.



Mata uang kripto yang berbasis pada teknologi blockchain membuka celah bagi para cyber criminal untuk melakukan aksinya. Beroperasi dengan sistem yang terdesentralisasi, membuat kripto dimanfaatkan untuk melakukan transaksi tanpa pihak perantara seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Tidak adanya perantara ini membuat para pengguna Bitcoin dan kripto lainnya punya tingkat kerahasiaan yang tinggi. Selain itu, kripto juga disimpan dalam sebuah dompet virtual yang diidentifikasi dengan deretan angka dan huruf yang begitu panjang.

Menurut Penelitian yang dilakukan oleh Cambridge University, hampir 5,8 juta orang di dunia telah memiliki dompet virtual ini. Tidak sedikit pengguna kripto yang menggunakan uang virtual-nya untuk transaksi barang dan jasa di dunia maya, termasuk barang-barang ilegal seperti obat-obatan terlarang, senjata api, dan barang ilegal lainnya yang tersebar di pasar gelap digital.

Kasus penyalahgunaan kripto

Selain itu, kripto juga seringkali digunakan para peretas dalam ransomware sebagai uang tebusan. Ransomware adalah sebuah tipe malware atau virus yang mengambil data komputer berbasis Windows. Untuk mengembalikan data tersebut, perusahaan harus membayar sejumlah uang tebusan.

Karena banyaknya kasus kejahatan siber yang memanfaatkan kripto, keamanan dan legalitas dari kripto sering dipertanyakan berbagai pihak. Berikut 5 kasus kriminal yang melibatkan kripto dan menyebabkan kerugian yang fenomenal.

 

1. Kasus Serangan Virus Ransomware, WannaCry

Pada 2017, telah terjadi serangan virus ransomware yang dinamai WannaCry. Ransomware tersebut berhasil mengunci dokumen-dokumen dari komputer perusahaan dan pemerintahan yang berbasis Windows secara global. Pelaku tersebut meminta sejumlah uang tebusan dalam bentuk Bitcoin, jika ingin dokumen-dokumen tersebut dikembalikan. Dari kasus tersebut diperkirakan peretas tersebut mendapatkan 101.000 dolar AS dalam bentuk Bitcoin.

Kasus Serangan Virus Ransomware, WannaCry

Yang membuat heboh, WannaCry menyerang sekitar 150 negara, termasuk Indonesia. Dibanding ransomware lain yang sebelumnya pernah bikin geger, serangnan WannaCry lebih masif karena memanfaatkan tool senjata cyber intel Amerika Serikat, NSA, yang dicuri peretas dan dibocorkan di internet. Bidang perusahaan yang diserang WannaCry pun sangat beragam. Mulai dari perusahaan otomotif, telekomunikasi, perbankan, hingga rumah sakit menjadi korban dan dipaksa membayar tebusan.



 

2. Kasus Penggelapan Uang oleh CEO Mt Gox

Pada 2014, Mark Karpeles, ditangkap dan dikenai tuduhan atas penipuan dan penggelapan uang lewat perusahaa yang dipimpinnya, Mt Gox. Mt Gox adalah perusahaan penukaran Bitcoin yang berbasis di Jepang. Ia menggelapkan uang sebesar 390 juta dolar AS milik nasabah untuk kepentingan pribadi, yakni investasi di bisnis pengembangan software. Karpeles juga dituduh memanipulasi data sistem perdagangan Mt Gox untuk memanipulasi saldo klien. 

Akibatnya ulah Kapeles,  Mt Gox tak bisa melanjutkan perdagangan, layanan penukaran, dan menyatakan bangkrut. Mt Gox menanggung rugi sebesar 850.000 bitcoin atau setara US$450 juta atau setara Rp 6,08 triliun (asumsi US$1 = Rp 13.500) pada saat itu. Tidak hanya menanggung kebangkrutan, Mt Gox juga harus menghadapi tuntutan hukum dari konsumen. Gregory Greene, seorang warga Illinois, AS, mengirimkan gugatan ke pengadilan federal di Chicago. Ia menuduh Mt Gox melakukan penipuan karena menahan jutaan nasabah untuk menarik uang riil serta Bitcoin. Ulah Karpeles turut menghancurkan kepercayaan publik terhadap Bitcoin.

 

3. Kasus Penipuan Skema Ponzi ala Trendon Shavers

Pada 2014, Trendon Shavers, seorang pria asal Amerika Serikat, dinyatakan bersalah setelah melakukan aksi penipuan dengan skema Ponzi. Shavers mendirikan sebuah perusahaan bursa Bitcoin bernama "Bitcoin Saving and Trust" untuk menipu para korbannya. Ia menjanjikan investor profit sebesar 7 persen namun malah menimbulkan kerugian total senilai 150 juta dolar AS dari 48 investor. 

Penipuan Skema Ponzi ala Trendon Shavers

Shavers menggunakan lebih dari USD220 ribu bitcoin dan uang investor untuk membayar uang sewa apartemen, cicilan mobil, belanja bulanan, dan biaya keluarga lainnya. Karena aksi kriminalnya, Shavers dijatuhi hukuman selama 20 tahun. Sebelumnya ia juga dipaksa untuk membayar ganti rugi senilai USD40 juta karena melanggar hukun anti-penipuan dan keamanan.  

 

4. Kasus Perdagangan Obat-obatan Terlarang Di Silk Road

Silk Road adalah sebuah marketplace dark web yang memfasilitasi penjualan obat-obatan terlarang. Silk Road menjadi platform tersembunyi untuk transaksi penjualan obat-obatan illegal yang pernah bernilai USD 1 miliar dan bertransaksi menggunakan Bitcoin. Pada Oktober 2013, Ross Ulbricht sebagai pendiri Silk Road akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan situs Silk Road dinon-aktifkan.

Perdagangan Obat-obatan Terlarang Di Silk Road

Selain Ross Ulbricht, seorang pengedar narkoba bernama Hugh Haney yang aktif menggunakan Silk Road juga ditangkap. Di situs itu, Haney dikenal sebagai Pharmville dan berhasil mengantongi senilai 4,000 bitcoin dari jaringan Silk Road selama 2012. Namun Haney baru ditangkap pada Juli 2019 lalu saat menukarkan sisa bitcoin miliknya dengan uang riil senilai USD19 juta.



 

5. Kasus Pencurian Bitcoin Di Sheep Marketplace

Setelah keruntuhan Silk Road, muncullah marketplace gelap baru yaitu Sheep Marketplace. Namun, pendiri Sheep Marketplace, Tomáš Jiříkovský, ditangkap oleh pihak kepolisian Republik Cekoslovakia atas tuduhan pencurian jutaan dolar dalam bentuk Bitcoin milik pengguna.

 

Tidak hanya 5 kasus di atas, Bitcoin juga rentan disalahgunakan dan menjadi objek utama dalam beberapa bentuk scam. Munculnya beberapa kasus kriminal yang berhubungan dengan kripto membuat banyak pihak menuntut mata uang virtual diilegalkan secara global. Namun, ada beberapa pakar yang menentang hal itu diberlakukan. Sebab menurut mereka, mengilegalkan bitcoin atau kripto jenis lainnya dianggap bukan solusi bagi kejahatan siber.

Forum

Sodikhin K. (27 Mar 2019)

Saya sudah coba trading pake strategi trendline dan channel, tapi kenapa harga malah menjebol garis trend atau garis channel yg saya buat. Parahnya lagi, mereka benar-benar keluar dari garis dan membentuk trend baru.

Selengkapnya...

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Kirim Komentar/Reply Baru


Cara Aman Trading Bitcoin Untuk Pemula
Cara Aman Trading Bitcoin Untuk Pemula
Linlindua   5 May 2021   166  
Belum paham indikator zig-zag

Apa yang dimaksud dengan indikator zig-zag?

Zaki Al 14 Nov 2014

Reply:

Basir (14 Nov 2014 13:24)

Indikator Zigzag merupakan salah satu indikator momentum yang ada di Metatrade. Indikator Zigzag biasanya memberikan signal terjadinya perubahan pergerakan arah trend lebih awal jika dibandingkan dengan indikator Parabolic SAR.

Hanya saja kelemahannya indikator ini belum dapat dijadikan alat konfirmasi bahwa perubahan suatu arah trend yang telah benar-benar terjadi karena jika dalam beberapa hari selanjutnya terjadi perubahan harga, maka indikator zigzag ini dapat berubah arah kembali. Selakan baca artikel Indikator Zig Zag

Thanks

Bitcoin Vs Ethereum, Mana Yang Lebih Menguntungkan?
Bitcoin Vs Ethereum, Mana Yang Lebih Menguntungkan?
Wahyudi   30 Apr 2021   182  
Cara Beli Bitcoin Praktis Dan Mudah Untuk Pemula
Cara Beli Bitcoin Praktis Dan Mudah Untuk Pemula
Linlindua   27 Apr 2021   161  
10 Chart Gratis Terbaik Untuk Analisa Kripto
10 Chart Gratis Terbaik Untuk Analisa Kripto
Nandini   21 Apr 2021   368  
Apakah Keuntungan Bitcoin Kena Pajak Di Indonesia?
Apakah Keuntungan Bitcoin Kena Pajak Di Indonesia?
Nandini   16 Apr 2021   217  
Koin Rugi Hari Ini
Koin Rugi Hari Ini
Sistem   19 Mar 2021   328  
Koin Untung Hari Ini
Koin Untung Hari Ini
Sistem   19 Mar 2021   472  
Kripto Di 2020, Bagaimana Perkembangannya?
Kripto Di 2020, Bagaimana Perkembangannya?
Jujun Kurniawan   3 Feb 2020   1251