5 Kasus Penyalahgunaan Kripto Yang Menggegerkan Dunia


Jujun Kurniawan 26 Dec 2019 706Dibaca Normal 5 Menit

Beroperasi dengan sistem yang terdesentralisasi, kripto sulit diawasi pihak otoritas. Akibatnya kripto sering dimanfaatkan oknum untuk kejahatan siber.

Mata uang kripto yang berbasis pada teknologi blockchain membuka celah bagi para cyber criminal untuk melakukan aksinya. Beroperasi dengan sistem yang terdesentralisasi, membuat kripto dimanfaatkan untuk melakukan transaksi tanpa pihak perantara seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Tidak adanya perantara ini membuat para pengguna Bitcoin dan kripto lainnya punya tingkat kerahasiaan yang tinggi. Selain itu, kripto juga disimpan dalam sebuah dompet virtual yang diidentifikasi dengan deretan angka dan huruf yang begitu panjang.

Menurut Penelitian yang dilakukan oleh Cambridge University, hampir 5,8 juta orang di dunia telah memiliki dompet virtual ini. Tidak sedikit pengguna kripto yang menggunakan uang virtual-nya untuk transaksi barang dan jasa di dunia maya, termasuk barang-barang ilegal seperti obat-obatan terlarang, senjata api, dan barang ilegal lainnya yang tersebar di pasar gelap digital.

Kasus penyalahgunaan kripto

Selain itu, kripto juga seringkali digunakan para peretas dalam ransomware sebagai uang tebusan. Ransomware adalah sebuah tipe malware atau virus yang mengambil data komputer berbasis Windows. Untuk mengembalikan data tersebut, perusahaan harus membayar sejumlah uang tebusan.

Karena banyaknya kasus kejahatan siber yang memanfaatkan kripto, keamanan dan legalitas dari kripto sering dipertanyakan berbagai pihak. Berikut 5 kasus kriminal yang melibatkan kripto dan menyebabkan kerugian yang fenomenal.

 

1. Kasus Serangan Virus Ransomware, WannaCry

Pada 2017, telah terjadi serangan virus ransomware yang dinamai WannaCry. Ransomware tersebut berhasil mengunci dokumen-dokumen dari komputer perusahaan dan pemerintahan yang berbasis Windows secara global. Pelaku tersebut meminta sejumlah uang tebusan dalam bentuk Bitcoin, jika ingin dokumen-dokumen tersebut dikembalikan. Dari kasus tersebut diperkirakan peretas tersebut mendapatkan 101.000 dolar AS dalam bentuk Bitcoin.

Kasus Serangan Virus Ransomware, WannaCry

Yang membuat heboh, WannaCry menyerang sekitar 150 negara, termasuk Indonesia. Dibanding ransomware lain yang sebelumnya pernah bikin geger, serangnan WannaCry lebih masif karena memanfaatkan tool senjata cyber intel Amerika Serikat, NSA, yang dicuri peretas dan dibocorkan di internet. Bidang perusahaan yang diserang WannaCry pun sangat beragam. Mulai dari perusahaan otomotif, telekomunikasi, perbankan, hingga rumah sakit menjadi korban dan dipaksa membayar tebusan.



 

2. Kasus Penggelapan Uang oleh CEO Mt Gox

Pada 2014, Mark Karpeles, ditangkap dan dikenai tuduhan atas penipuan dan penggelapan uang lewat perusahaa yang dipimpinnya, Mt Gox. Mt Gox adalah perusahaan penukaran Bitcoin yang berbasis di Jepang. Ia menggelapkan uang sebesar 390 juta dolar AS milik nasabah untuk kepentingan pribadi, yakni investasi di bisnis pengembangan software. Karpeles juga dituduh memanipulasi data sistem perdagangan Mt Gox untuk memanipulasi saldo klien. 

Akibatnya ulah Kapeles,  Mt Gox tak bisa melanjutkan perdagangan, layanan penukaran, dan menyatakan bangkrut. Mt Gox menanggung rugi sebesar 850.000 bitcoin atau setara US$450 juta atau setara Rp 6,08 triliun (asumsi US$1 = Rp 13.500) pada saat itu. Tidak hanya menanggung kebangkrutan, Mt Gox juga harus menghadapi tuntutan hukum dari konsumen. Gregory Greene, seorang warga Illinois, AS, mengirimkan gugatan ke pengadilan federal di Chicago. Ia menuduh Mt Gox melakukan penipuan karena menahan jutaan nasabah untuk menarik uang riil serta Bitcoin. Ulah Karpeles turut menghancurkan kepercayaan publik terhadap Bitcoin.

 

3. Kasus Penipuan Skema Ponzi ala Trendon Shavers

Pada 2014, Trendon Shavers, seorang pria asal Amerika Serikat, dinyatakan bersalah setelah melakukan aksi penipuan dengan skema Ponzi. Shavers mendirikan sebuah perusahaan bursa Bitcoin bernama "Bitcoin Saving and Trust" untuk menipu para korbannya. Ia menjanjikan investor profit sebesar 7 persen namun malah menimbulkan kerugian total senilai 150 juta dolar AS dari 48 investor. 

Penipuan Skema Ponzi ala Trendon Shavers

Shavers menggunakan lebih dari USD220 ribu bitcoin dan uang investor untuk membayar uang sewa apartemen, cicilan mobil, belanja bulanan, dan biaya keluarga lainnya. Karena aksi kriminalnya, Shavers dijatuhi hukuman selama 20 tahun. Sebelumnya ia juga dipaksa untuk membayar ganti rugi senilai USD40 juta karena melanggar hukun anti-penipuan dan keamanan.  

 

4. Kasus Perdagangan Obat-obatan Terlarang Di Silk Road

Silk Road adalah sebuah marketplace dark web yang memfasilitasi penjualan obat-obatan terlarang. Silk Road menjadi platform tersembunyi untuk transaksi penjualan obat-obatan illegal yang pernah bernilai USD 1 miliar dan bertransaksi menggunakan Bitcoin. Pada Oktober 2013, Ross Ulbricht sebagai pendiri Silk Road akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan situs Silk Road dinon-aktifkan.

Perdagangan Obat-obatan Terlarang Di Silk Road

Selain Ross Ulbricht, seorang pengedar narkoba bernama Hugh Haney yang aktif menggunakan Silk Road juga ditangkap. Di situs itu, Haney dikenal sebagai Pharmville dan berhasil mengantongi senilai 4,000 bitcoin dari jaringan Silk Road selama 2012. Namun Haney baru ditangkap pada Juli 2019 lalu saat menukarkan sisa bitcoin miliknya dengan uang riil senilai USD19 juta.



 

5. Kasus Pencurian Bitcoin Di Sheep Marketplace

Setelah keruntuhan Silk Road, muncullah marketplace gelap baru yaitu Sheep Marketplace. Namun, pendiri Sheep Marketplace, Tomáš Jiříkovský, ditangkap oleh pihak kepolisian Republik Cekoslovakia atas tuduhan pencurian jutaan dolar dalam bentuk Bitcoin milik pengguna.

 

Tidak hanya 5 kasus di atas, Bitcoin juga rentan disalahgunakan dan menjadi objek utama dalam beberapa bentuk scam. Munculnya beberapa kasus kriminal yang berhubungan dengan kripto membuat banyak pihak menuntut mata uang virtual diilegalkan secara global. Namun, ada beberapa pakar yang menentang hal itu diberlakukan. Sebab menurut mereka, mengilegalkan bitcoin atau kripto jenis lainnya dianggap bukan solusi bagi kejahatan siber.

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz
Kirim Komentar/Reply Baru
Bagaimana Cara Kerja Kartu Debit Kripto?
Bagaimana Cara Kerja Kartu Debit Kripto?
Yuvita   17 Jan 2022   7  
Bahaya Bubble Crypto untuk Investor Pemula
Bahaya Bubble Crypto untuk Investor Pemula
Nandini   7 Jan 2022   28  
Metaverse: Ancaman atau Peluang Bisnis Masa Depan?
Metaverse: Ancaman atau Peluang Bisnis Masa Depan?
Nandini   22 Dec 2021   323  
7 Token Gaming Paling Top untuk Play-to-Earn
7 Token Gaming Paling Top untuk Play-to-Earn
Cahyaning   21 Dec 2021   57  
Apa Itu Pump and Dump dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Pump and Dump dan Cara Menghindarinya
Cahyaning   16 Dec 2021   45  
Panduan Tokenomics untuk Pemula
Panduan Tokenomics untuk Pemula
Nandini   14 Dec 2021   51  
Investasi Meme Coin, Layakkah Dicoba?
Investasi Meme Coin, Layakkah Dicoba?
Cahyaning   14 Dec 2021   43  
Mengenal Scrypt Mining dalam Cryptocurrency
Mengenal Scrypt Mining dalam Cryptocurrency
Cahyaning   2 Dec 2021   42  
ETH vs ETC, Mana Yang Lebih Baik?
ETH vs ETC, Mana Yang Lebih Baik?
Nandini   28 Nov 2021   43