5 Kebijakan Deposit Withdrawal Broker Yang Perlu Diwaspadai

Wiji Purnama 9 Jan 2018 2071

Saat memilih metode deposit withdrawal, aspek manakah yang Anda perhatikan dulu? Jawaban paling umum biasanya lebih berfokus pada fee dan kecepatan transfer. Hal itu sebenarnya tidak salah, karena informasi di situs broker memang memprioritaskan dua komponen yang paling berpengaruh pada kelancaran transaksi itu.

Namun tahukah Anda? Broker selalu menerapkan kebijakan lain yang tidak terlalu ditekankan, tapi sebenarnya sangat penting untuk diperhatikan. Kelalaian mencermati peraturan deposit withdrawal tersebut bisa berujung fatal. Tidak hanya menunda kelancaran deposit withdrawal, masalah akibat peraturan yang tidak terpenuhi bisa menggagalkan proses transaksi.

Ketentuan deposit withdrawal semacam itu biasanya terlampir dalam dokumen Terms & Condition yang memuat butir-butir kebijakan lain. Untuk mempermudah pengamatan Anda, berikut adalah 5 contoh kebijakan penting tentang deposit withdrawal yang tidak dipaparkan broker secara langsung.

5 kebijakan penting deposit withdrawal broker

 

1. Deposit Withdrawal Harus Melalui Metode Yang Sama

Saat memilih metode deposit broker terbaik, apakah Anda juga turut memperhitungkan kenyamanan metode tersebut untuk withdrawal? Misalnya saja, Anda memilih FasaPay untuk deposit karena tidak dikenakan fee. Di saat itu, pernahkah terbersit di benak Anda untuk menyelidiki kenyamanan withdrawal via FasaPay?

Jika Anda belum benar-benar memikirkan kondisi withdrawal saat memilih metode deposit broker, sebaiknya lakukanlah mulai sekarang. Banyak broker forex sebenarnya mewajibkan deposit withdrawal dengan metode yang sama. Jadi seandainya Anda sudah deposit via FasaPay, Anda juga harus menggunakan e-currency tersebut untuk withdraw. Sekalipun pada broker yang tidak mewajibkan, kemudahan deposit withdrawal tetap paling optimal jika dilakukan dengan metode pembayaran yang sama.

deposit withdrawal satu pintu

Kebijakan ini biasanya tidak dijelaskan secara terang-terangan di halaman panduan deposit withdrawal. Banyak trader yang tidak mengetahui hal ini kemudian menyesal, karena metode pembayaran yang sebelumnya dipilih ternyata tidak menawarkan kemudahan withdrawal yang sama dengan kondisi depositnya. Contohnya, metode pembayaran dengan e-payment seperti FasaPay biasanya tidak mengenakan fee saat deposit broker, tapi ternyata, withdrawal-nya dibebani komisi 0.5%.

Perbedaan kondisi deposit withdrawal hampir selalu ada di setiap metode pembayaran, karena itu sebaiknya jangan memperhitungkan kenyamanan deposit saja saat memilih metode pembayaran andalan. Meski penarikan masih akan dilakukan belakangan, kesulitan withdrawal bisa membuat Anda frustasi karena menghalangi realisasi profit trading.

Jika Anda menginginkan metode pembayaran yang tidak memiliki perbedaan kenyamanan dan kemudahan untuk deposit withdrawal, sebaiknya pilihlah metode transfer bank lokal. Anda bisa mendapatkannya di broker-broker forex yang secara khusus menyediakan fasilitas deposit withdrawal lokal, atau exchanger Indonesia yang menyediakan jasa deposit withdrawal broker.

 

2. Limit Fee

Saat melihat tabel perbandingan metode deposit withdrawal, Anda akan melihat keterangan singkat seperti ini:

contoh info deposit withdrawal

Di balik tampilan informasi deposit withdrawal yang efisien tersebut, terdapat rincian yang perlu digali lebih lanjut. Sebagai contoh, tahukah Anda jika fee penarikan FasaPay 0.5% pada contoh tersebut tidak selalu dihitung dari jumlah transaksi? Hal itu karena berdasarkan ketentuan broker, fee FasaPay bisa dikenakan dengan limit minimal $0.1 dan maksimal $5. Jadi sebanyak apapun withdrawal Anda nantinya, fee yang dikenakan tidak akan melebihi $5. Informasi tambahan seperti itu sengaja tidak ditampilkan broker demi alasan efisiensi dan estetika display, untuk mempermudah trader membaca informasi di situs resminya. Jadi apabila Anda tidak mengklik simbol tanda tanya di samping informasi yang tertera, Anda tak akan mengetahui tambahan informasi penting tersebut.

Meskipun hanya bersifat melengkapi, petunjuk lebih lanjut tentang limit fee sangatlah penting jika Anda ingin menarik dana dalam jumlah besar. Dengan memahami informasi tambahan, Anda tak perlu khawatir, karena sebelumnya sudah tahu jika beban komisi tak akan lebih dari $5.

 

3. Bebas Fee Tidak Berarti Sepenuhnya Gratis

Deposit withdrawal tanpa dikenai biaya adalah keringanan yang banyak dicari. Selain membuat transaksi lebih hemat, Anda tak perlu pusing memperhitungkan berapa besar potongan fee yang dikenakan per transaksi. Namun sayangnya, ada banyak kebijakan ekstra tentang bebas fee yang tidak dipaparkan dengan jelas. Hal ini tentu membuat trader yang mudah tertarik promo free commission (dan biasanya tidak teliti) merasa dikelabui oleh kebijakan broker.

bebas fee tak sepenuhnya gratis

Seringkali, broker forex hanya menggratiskan komisi untuk transaksi dalam jumlah tertentu saja. Anda mungkin menggunakan e-currency A karena withdrawal-nya tidak dikenai fee. Namun ternyata, fee 1% tetap akan dibebankan jika jumlah transaksi melebihi $100. Jadi apabila Anda menarik dana $150, Anda tak bisa memproses order secara gratis karena harus membayar fee sebesar $1.5.

 

4. Penalti Jika Akun Non-aktif

Membuka akun live memang mudah, tapi bukan berarti Anda bisa memperlakukannya sesuka hati. Hampir setiap broker memberikan konsekuensi untuk akun live yang tidak pernah digunakan bertransaksi. Penalti tersebut bisa sangat beragam jenisnya, mulai dari pembekuan akun hingga pencabutan fasilitas bebas fee pada proses deposit withdrawal.

 

5. Jarak Waktu Withdrawal Dari Deposit Broker

Kebijakan yang satu ini sebenarnya tidak umum diterapkan di semua broker forex. Hanya saja, broker-broker yang  menerapkannya relatif tergolong sebagai broker forex teregulasi yang menaati kebijakan AML (Anti Money-Laundering). Jadi apabila suatu saat Anda mendaftar di broker seperti itu, maka kebijakan deposit withdrawal yang satu ini sangat perlu diwaspadai.

jarak waktu deposit withdrawal

Pada dasarnya, peraturan ini menekankan kondisi khusus pada proses withdrawal yang dilakukan dalam periode tertentu setelah deposit broker. Misalnya saja, broker A menetapkan jika withdrawal yang dilakukan dalam waktu 6 bulan setelah deposit broker tidak bisa dilakukan dengan sembarang metode. Dalam hal ini, biasanya Anda diharuskan melakukan proses penarikan via medium yang telah ditentukan, sebelum bisa bebas memilih metode lain untuk withdrawal.

 

Perhatikan Syarat Dan Ketentuan Deposit Withdrawal Dengan Teliti

Lima contoh kebijakan di atas merupakan bukti bahwa deposit withdrawal tidak hanya tentang fee dan lama proses. Aturan "deposit withdrawal satu pintu", limit fee, syarat lebih lanjut dalam kemudahan bebas fee, konsekuensi untuk akun non-aktif, dan jarak waktu withdrawal dari deposit adalah aspek-aspek penting yang bisa sangat berpengaruh pada keberhasilan transaksi Anda.

Informasi mengenai kebijakan-kebijakan tersebut bisa didapatkan di dokumen Terms & Condition, atau rujukan ke halaman lain yang menampilkan keterangan lebih lanjut tentang deposit withdrawal. Karena itu, Anda harus bisa lebih jeli dan kritis dalam mencari tahu info deposit withdrawal. Jika masih kurang jelas sekalipun sudah mengamati semua syarat dan ketentuan, jangan ragu bertanya pada Customer Service broker forex. Agar lebih mudah, Anda bisa mendaftar di broker forex yang transparan dalam membeberkan kebijakan untuk setiap layanannya.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 1

Ninda Nirmala 3 JUN 2020
mkax teliti sblm pilih broker guys perhatikan jg syarat depotsit & withdrawal
reply
Efektifkah sistem trading di berbagai pair sekaligus?
Izin bertanya master2 seputarforex.com. Jika saya sudah mempunyai metode trading yang menurut saya profitable, amankah jika saya menerapkannya di semua pair major(yang di hubungkan dengan USD)? jika di pair tertentu belum ada sinyal, saya memantau pair lainnya dan jika ada 3 pair sekaligus yg memberi sinyal saya transaksi ketiga2nya. benarkah cara seperti itu master? konsep ini masih di benak saya dan saya berniat melaksanakannya jika memang efektif.

Muhammad Yusuf 29 Oct 2017

Reply:

M Singgih (01 Nov 2017 02:35)

@ Muhammad Yusuf:

Kalau untuk scalping atau trading jangka pendek bisa karena waktu antara entry dan exit relatif cepat, tetapi untuk jangka menengah dan panjang dari pengalaman saya tidak bisa, harus ditest pada masing-masing pasangan mata uang (pair) yang hendak Anda tradingkan.

Dalam hal ini Anda bisa test di akun demo dulu, cobalah untuk sekian kali trade, jika rata-rata profit setelah sekian kali trade lebih besar dari rata-rata loss-nya (atau persentase profitnya lebih tinggi dari 50%), maka kemungkinan untuk memperoleh profit yang konsisten besar.

Misal dengan metode dan strategi tertentu Anda lakukan test pada pasangan USD/JPY sebanyak 50 kali trade pada time frame H4 atau daily. Jika 30 trade profit (atau persentase profitnya lebih dari 50%), maka metode dan strategi tersebut bisa digunakan. Sebaliknya jika persentase profitnya kurang dari 50% maka Anda harus mengevaluasi lagi metode dan strategi tersebut.

Hal tersebut bisa terjadi karena karakteristik pergerakan masing-masing pair dalam jangka menengah panjang berbeda-beda.

Jacob (01 Nov 2017 09:49)

@ Muhammad Yusuf:

Kalau untuk scalping atau trading jangka pendek bisa karena waktu antara entry dan exit relatif cepat, tetapi untuk jangka menengah dan panjang dari pengalaman saya tidak bisa, harus ditest pada masing-masing pasangan mata uang (pair) yang hendak Anda tradingkan.

Dalam hal ini Anda bisa test di akun demo dulu, cobalah untuk sekian kali trade, jika rata-rata profit setelah sekian kali trade lebih besar dari rata-rata loss-nya (atau persentase profitnya lebih tinggi dari 50%), maka kemungkinan untuk memperoleh profit yang konsisten besar.

Misal dengan metode dan strategi tertentu Anda lakukan test pada pasangan USD/JPY sebanyak 50 kali trade pada time frame H4 atau daily. Jika 30 trade profit (atau persentase profitnya lebih dari 50%), maka metode dan strategi tersebut bisa digunakan. Sebaliknya jika persentase profitnya kurang dari 50% maka Anda harus mengevaluasi lagi metode dan strategi tersebut.

Hal tersebut bisa terjadi karena karakteristik pergerakan masing-masing pair dalam jangka menengah panjang berbeda-beda.