5 Kunci Sukses Trading Scalping

Febrian Surya 15 Jul 2020 651

Dalam forex trading, scalping dan day trading merupakan strategi yang populer digunakan oleh banyak trader, khususnya bagi mereka yang baru mulai terjun di dunia forex. Trading scalping biasanya menjadi favorit trader forex karena bisa menghasilkan profit secara harian dengan memanfaatkan pergerakan harga kecil di time frame rendah.

5 Kunci Sukses Trading Scalping(Baca juga: Mengenal Strategi Scalping Dalam Trading Forex)

Untuk memaksimalkan profit dari trading scalping yang kamu lakukan, setidaknya ada 5 faktor kunci kesuksesan yang perlu kamu ketahui. Berikut ini detailnya:

 

1. Volatilitas Harga Tak Bisa Diprediksi

Kamu tidak bisa mengukur naik turunnya harga secara pasti. Lantaran, jutaan trader forex melakukan trading yang jika ditotal ukuran transaksinya bisa mencapai triliunan dolar dalam sehari. Sehingga, sebaiknya jangan mendahului pergerakan harga saat melakukan analisa trading. Trader profesional sering berkata, "trade what you see, not what you think". Keputusan trading scalping seharusnya diambil sesuai dengan analisa dari pergerakan harga yang tampak di chart, bukan dari perkiraan kamu semata.

 

2. Support Resistance Tidak Berperan Penting

Untuk melakukan trading di pasar apa pun, kamu biasanya perlu memiliki level support dan resistance. Namun, perlu diketahui bahwa trading scalping biasanya dilakukan di time frame rendah, sehingga pergerakan harga yang dijadikan dasar menentukan level-level support resistance akan cepat berubah dan kurang valid untuk menjadi acuan trading. Karena itu, sebaiknya jangan hanya mengandalkan support resistance untuk meningkatkan akurasi dalam trading scalping. Pelajari juga metode teknikal lainnya yang bisa bermanfaat untuk trading di time frame rendah.

Penentuan Support dan Resistance Sangatlah Penting(Baca juga: 5 Hal Yang Wajib Diketahui Tentang Level Support Resistance)

 

3. Tidak Ada Sistem Trading Yang Selalu Sukses

Sebaik apa pun strategi trading yang kamu gunakan, pergerakan pasar yang fluktuatif akan membuat strategimu memiliki peluang kegagalan. Sebab, pergerakan harga di pasar forex ditentukan oleh sentimen pelaku pasar yang terus berubah dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ketika ada berita mengejutkan, tak jarang pelaku pasar akan diliputi kepanikan dan melakukan transaksi sebagai reaksi atas kepanikan tersebut. Hal ini pada gilirannya bisa menggerakkan pasar secara tak terduga. Strategi macam apa pun tak kan mampu memperkirakan arah pergerakan harga dengan benar.

Oleh karenanya, memiliki pola pikir yang realistis dalam trading scalping itu perlu. Selain bisa mengurangi kekecewaan saat strategi ini gagal karena fluktuasi harga tak terduga, kamu juga akan lebih mudah mengantisipasi risiko kerugian scalping dan lebih cepat bangkit apabila mengalami drawdown.

 

4. Sistem Trading Scalping Tidak Memiliki Track Record

Banyak trader yang telah membuktikan bahwa mereka bisa menghasilkan profit luar biasa dengan cara scalping. Mereka mempublikasikan simulasi trading ke jurnal trading online agar bisa dibaca oleh banyak orang. Namun, kebanyakan hasil trading scalping itu tidak didasarkan pada transaksi secara real-time dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Itulah mengapa tidak banyak trader profesional yang membuktikan kesuksesan trading mereka dengan cara scalping. Jikapun mereka pernah menggunakan scalping, biasanya hal itu akan dibarengi dengan penggunaan strategi lain sebagai alternatif.

 

5. Waspadai Penjual Sistem Scalping

Mengapa trading scalping sangat populer meski track record-nya belum jelas? Jawabannya simpel: karena iming-imingnya terlihat menggiurkan!

Deskripsi strategi yang bisa menghasilkan profit beberapa kali dalam sehari (meskipun dalam jumlah kecil) merupakan prospek yang sangat menarik bagi mayoritas trader, terutama para pemula yang biasanya tidak sabaran memetik profit dan masih mudah tertipu oleh oknum-oknum tertentu.

Maka dari itu, jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menawari sistem scalping dengan iming-iming profit melimpah. Scalper yang sukses mungkin ada, tapi mereka tidak akan berkeliaran menjual sistem mereka untuk mendapatkan imbalan dari penjualan tersebut. Logikanya, jika mereka sudah berhasil mengumpulkan profit konsisten dengan scalping, untuk apa mereka bersusah payah menjual sistem scalping? Pendapatan dari profit scalping seharusnya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Mengapa Trading Scalping Sangat Populer

 

Tahukah Anda? Strategi yang mirip scalping tapi lebih banyak diandalkan oleh trader pro adalah day trading. Seperti apa seluk-beluknya? Simak dalam Kiat Sukses Menerapkan Strategi Day Trading Dalam Forex.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 1

Gaguk 16 JUL 2020
Para pemula yang tidak memiliki pengalaman, yang menggunakan strategi ini berpikir bahwa scalping tidak membutuhkan pengetahuan yang khusus. Namun seorang trader harus memahami bahwa setiap strategi trading membutuhkan pengetahuan dan latihan
reply
Sistem Trading Price Action
Coach apakah price action dengan formasi pinbar, inside bar dan fakey saja sudah cukup untuk open posisi jika formasi tersebut berada di garis horizontal atau garis trend yang menandakan suport resistancenya? lalu kita melihat stochastic untuk lebih meyakinkan level overbought dan oversold di garis suport resistancenya

Muhammad Yusuf 12 Nov 2017

Reply:

M Singgih (16 Nov 2017 23:28)

@ Muhammad Yusuf:

- Belum cukup, harus dikonfirmasi dengan indikator untuk menghindari false break. Contohnya bisa Anda baca pada jawaban kami sebelumnya.

- Stochastic termasuk dalam indikator oscillator yang akurat pada kondisi pasar yang sedang sideways, untuk kondisi pasar yang trending penunjukan overbought / oversold pada stochastic akan false (salah).
Stochastic bisa Anda gunakan pada kondisi sideways, sedang pada kondisi trending kami anjurkan menggunakan indikator MACD. Ketika sideways fokus pada stochastics dan ketika trending fokus pada MACD.

Untuk mengetahui kondisi sideways atau trending bisa dipantau dari indikator Bollinger Bands dan ADX, yaitu sideways jika harga bergerak disekitar middle bands indikator Bollinger Bands dan ADX dibawah level 25. Keadaan trending jika ADX diatas 25 dan harga bergerak sekitar upper / lower band indikator BB, juga dari indikator parabolic SAR.

Berikut ini contohnya pada EUR/USD H4:



Tampak overbought / oversold pada stochastics tidak berpengaruh pada pergerakan harga saat downtrend maupun uptrend, tetapi pergerakan kurva MACD terhadap kurva sinyal sangat berpengaruh, yang dikonfirmasi oleh perpindahan letak titik parabolic SAR.

Sedangkan overbought / oversold dan %K dan %D stochastics berpengaruh pada kondisi sideways sementara penunjukkan kurva MACD terhadap sinyal pada kondisi sideways akan false (tidak akurat).

Sistem 82
Saham  
Sistem 14
Data  
Sistem 21
Data  
Sistem 22
Data  
Sistem 19
Rupiah  
Sistem 15
Kredit  
Sistem 153
Data  
Sistem 28
Data