5 Marketplace Reksadana Yang Cocok Untuk Investor Milenial

Jujun Kurniawan 21 Nov 2019 1669
Dibaca Normal 4 Menit

Banyaknya pilihan marketplace reksadana yang tersedia mungkin membuatmu bingung untuk memilih yang terbaik. Berikut marketplace reksadana terdaftar OJK yang bisa jadi pertimbanganmu:



Berkembangnya teknologi turut mempengaruhi tren investasi, terutama di kalangan milenial. Menjamurnya platform online investasi yang menawarkan berbagai kemudahan mendorong milenial untuk menanamkan uangnya di berbagai instrumen, salah satunya reksadana. Bagaimana tidak? Hanya bermodalkan koneksi internet, kita sudah bisa menambah aset reksadana. Bisa dilakukan sambil duduk, naik kereta, atau bahkan nongkrong di coffee shop!

Saat berselancar di timeline media sosial, kamu mungkin sudah melihat iklan marketplace yang menjual reksadana. Marketplace reksadana tersebut berbentuk APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) sehingga fungsinya hanya menjual produk reksadana milik manajer investasi. Bila kamu memutuskan membeli reksadana dari marketplace, dana kamu akan ditempatkan dalam Portofolio Efek yang dikelola oleh Manajer Investasi.

Banyaknya pilihan marketplace reksadana yang tersedia mungkin membuatmu bingung untuk memilih yang terbaik. Nah, berikut 5 marketplace reksadana yang sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bisa jadi pertimbanganmu:

 

1. Bareksa

Bareksa adalah marketplace reksadana online terintegrasi pertama di Indonesia yang berada pada kendali PT Bareksa Portal Investasi. Marketplace ini didirikan pada Februari 2013 silam. Bareksa menjadi perusahaan teknologi pertama yang mendapat lisensi sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APRD) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2016.

Marketplace reksadana Bareksa

Selain menyediakan platform untuk melakukan jual-beli reksadana secara online, Bareksa juga memberikan data market, tools untuk memudahkan investor menganalisa kondisi pasar, berita, analisa, forum untuk berdiskusi.

Yang menarik, marketplace ini juga menawarkan Bareksa Umroh. Pada fitur itu, investor bisa memilih nabung reksadana syariah untuk dikumpulkan demi berangkat umrah. Ada paket-paket yang bisa dipilih investor yang dibedakan berdasarkan harga dan durasi umrah. Modal awal investasi di Bareksa hanya sebesar Rp 50 ribu.

 

2. Bibit

Bibit diperkenalkan kembali pada 2019 dan telah mendapat izin dari OJK. Platform ini cocok untuk investor pemula yang baru menanamkan uangnya di reksadana. Investor tidak perlu memilih produk reksa dana yang harus dibeli, tetapi semua itu akan dilakukan oleh robot pintar yang terdapat di aplikasi Bibit. Yang lebih menarik lagi, modal awal investasi reksadana di Bibit hanya sebesar Rp 10 ribu. Ringan sekali, bukan?



Dalam situs resminya, Bibit menyatakan teknologi yang digunakan sesuai dengan Teori Modern Portfolio yang diperkenalkan oleh ekonom Harry Markowitz. Teknologi itu terbukti mampu memaksimalkan keuntungan, meminimalisasi risiko lewat diversifikasi.

Marketplace reksadana Bibit

Beberapa kelebihan bibit diantaranya adalah mudah digunakan karena tampilan interface yang user friendly, gratis konsultasi dengan ahli, pembayaran dapat menggunakan Go-Pay, dan dilengkapi dengan Robo Advisor.

 

3. Tanamduit

tanamduit adalah platform investasi yang berada dibawah naungan PT Star Mercato Capitale. tanamduit diluncurkan pada Februari 2018 dan telah terdaftar di OJK. Produk yang ditawarkan diantaranya adalah reksadana, asuransi, dan Surat Berharga Negara (SBN). Kamu sudah bisa mulai investasi reksadana mulai Rp 10 ribu.

Marketplace reksadana tanamduit

tanamduit sangat mudah digunakan oleh investor pemula karena dalam pemilihan produk reksadana akan disesuaikan dengan profil risiko investor masing-masing. Keamanan aplikasi juga menjadi nilai plus karena login bisa menggunakan sidik jari sehingga pengguna tidak perlu menggunakan user dan password.

 

4. IPOTFUND

IPOTFUND adalah produk PT Indo Premier Sekuritas yang merupakan salah satu broker terkemuka di Indonesia dan teregulasi oleh OJK. Berdiri pada 2014, IPOTFUND sebagai supermarket reksadana online memiliki 253 reksadana dan 40 manajer investasi.



Beberapa keunggulan yang dimiliki IPOTFUND di antaranya adalah gratis biaya transaksi, fasilitas auto-investment, tidak ada minimum setoran, memiliki tool data dan analisa komprehensif gratis. Minimun pembelian reksadana di IPOTFUND adalah senilai Rp 100 ribu.

 

5. Ajaib

Platform reksadana Ajaib berada di bawah naungan PT Takjub Teknologi Indonesia. Marketplace ini telah bekerjasama dengan beberapa manajer investasi seperti Kresna, RHB, dan Syailendra.

Ajaib nampaknya memang didesain untuk investor pemula. Hal ini terlihat dari fitur Investasi Bertema yang ditawarkan, yakni mengganti nama produk reksadana rekomendasi dengan deskripsi singkat yang menarik dan informatif, seperti Saham Terbaik Pilihan Para Ahli, Dana Kas Terbaik Pilihan Para Ahli, dan lain-lain.

Meskipun produk reksadana Ajaib tidak terlalu banyak namun produknya sudah cukup populer. Nilai investasi minimal yang diberlakukan Ajaib sebesar Rp 10 ribu. Selain itu Ajaib sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari beberapa pilihan marketplace reksadana di atas, kamu mungkin sudah punya pandangan di mana akan menanamkan uang investasimu.  Perlu kamu ingat, semakin cepat kamu memulai, semakin cepat pula kamu mendapat profit.

Forum

Subowo (01 Jan 2017)

Malam master, mau tanya. Bagaimana cara setting indikator MACD pada TF M15 dan M30? Terimakasih,

Selengkapnya...

BANK KPR Ritel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Kirim Komentar/Reply Baru


Cara menghentikan kerugian

Saya ambil 1lot di posisi sell 1456 dan order ke 1450, tp ternyata posisi bergerak naik terus ke posisi 1500, bgm caranya utk bisa stop kerugian?

Chrys 8 Aug 2019

Reply:

Erik T (11 Aug 2019 22:41)

Untuk Chrys,

Jika sampai saat ini Anda masih memiliki posisi Sell tersebut, saya asumsikan Anda bertrading tanpa SL atau Anda pasang SL yang lebar (long-term)?

Apapun itu, jika Anda merasa ragu akan posisi Anda, Anda dapat merealisasikan saja kerugian (cut loss) Anda saat ini. Karena sifat ragu dan bimbang tentu akan mempengaruhi psikologis trading Anda sehingga dapat mengganggu Anda dalam menganalisa pasar dan saat mengambil keputusan trading.

“...bgm caranya utk bisa stop kerugian?”

Satu-satunya cara untuk mengatasi merugian adalah dengan menetapkan stop loss. Perlu diketahui juga untuk tren emas saat ini masih sangat bullish. Meskipun demikian, bukan berarti emas tidak akan turun untuk terkoreksi. Oleh karena itu, Anda dapat menentukan stop loss di level resisten terdekat atau Anda juga bisa mengikuti ulasan analisa emas yang rutin kami hadirkan setiap harinya.

Semoga bisa membantu.

Kalkulator P2P Lending
Kalkulator P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   49  
Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   107  
Tips Mengelola Dompet Digital Anti Boros
Tips Mengelola Dompet Digital Anti Boros
Wahyudi   30 Jan 2021   209  
Cara Memanfaatkan Tiktok Untuk Bisnis
Cara Memanfaatkan Tiktok Untuk Bisnis
Febrian Surya   31 Oct 2020   471  
Kiat Bisnis Online Saat New Normal
Kiat Bisnis Online Saat New Normal
Wahyudi   22 Oct 2020   365  
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Jujun Kurniawan   15 Sep 2020   636  
Aplikasi Transfer Uang Paling Mudah Digunakan
Aplikasi Transfer Uang Paling Mudah Digunakan
Jujun Kurniawan   21 Jul 2020   476  
5 Ciri Fintech Bodong Menurut OJK
5 Ciri Fintech Bodong Menurut OJK
Febrian Surya   13 Jul 2020   382