5 Mata Uang Dengan Nilai Tukar Lebih Rendah Dari Rupiah

Anna 4 Apr 2018 11107

Kita sering mengeluhkan rendahnya kurs Rupiah terhadap Dolar AS. Namun, masih banyak mata uang dengan nilai tukar lebih rendah dari Rupiah di dunia.

Kita sering mengeluhkan kondisi kurs Rupiah terhadap Dolar AS yang terus menerus lemah. Realitanya, memang Rupiah Indonesia termasuk salah satu mata uang dengan nilai tukar terendah di dunia. Namun, Indonesia tidak sendirian. Masih banyak negara lain yang memiliki mata uang dengan nilai tukar lebih rendah dibanding kurs Rupiah, atau berada dalam kondisi kurang lebih sama.

Karena nilai tukar mata uang-mata uang tersebut terlalu rendah, maka orang Indonesia bisa liburan hemat di negara-negara asalnya, dan produk buatan mereka pun biasanya dijual dengan harga murah meriah di pasar dunia. Mata uang apa saja itu? Dari negara mana saja? Simak dalam artikel ini.

 

1. Bolivar Venezuela (VEF)

Nama Venezuela sudah nyaris sinonim dengan pemenang empat pagelaran kontes kecantikan terbesar dunia: Miss Universe, Miss World, Miss International, dan Miss Earth. Namun, negeri yang dikenal sebagai peraih penghargaan kontes kecantikan dunia paling banyak ini tengah mengalami krisis parah.

Akibat blunder dalam berbagai kebijakan yang diambil pemerintahnya serta instabilitas sosial-politik, Venezuela tenggelam dalam resesi. Pengangguran merajalela, terjadi kelangkaan barang kebutuhan pokok, kelaparan dimana-mana, demo meluap di jalanan, dan produktivitas nasional anjlok.

Sejalan dengan makin parahnya krisis, kurs Bolivar merosot hingga VEF49,353. Karenanya, Bolivar Venezuela merupakan mata uang dengan nilai tukar terendah di dunia saat ini.

Bolivar Venezuela

 

2. Rial Iran (IRR)

Iran merupakan negara yang kaya sumber daya alam dan berstatus sebagai eksportir minyak terbesar kedua diantara negara-negara OPEC. Namun, nilai tukar Rial Iran terus menerus melemah, terutama disebabkan oleh berbagai konflik geopolitik dan militer di negara yang beribukota di Teheran tersebut. Termasuk diantaranya perang Iran-Irak, baku hantam militer versus Israel, serta konflik terbuka dan sembunyi-sembunyi dengan Arab Saudi.

Sanksi ekonomi yang pernah diterapkan dunia atas Iran karena memiliki senjata nuklir, juga membatasi aksesnya ke perdagangan internasional dan memperburuk kondisi ekonomi dalam negeri. Pada tahun 2016, sanksi tersebut telah dicabut, sehingga situasi ekonomi membaik. Namun demikian, ketegangan geopolitik terus berlanjut hingga tahun 2018 ini, ada kemungkinan sanksi diberlakukan kembali, dan nilai tukar Rial Iran tetap rendah.

Kurs Rial Iran sekarang diperdagangkan pada IRR37,776 per Dolar AS. Lebih dari dua kali lipat kurs Rupiah terhadap Dolar.

Mata Uang Dengan Nilai Tukar Lebih Rendah Dari Rupiah: Rial Iran

 

3. Dong Vietnam (VND)

Mata uang dengan nilai tukar lebih rendah dibanding Rupiah berikutnya berasal dari sesama negara ASEAN, yaitu Dong Vietnam. Kursnya VND22,813 per Dolar AS.

Lemahnya kurs Dong Vietnam terutama karena kondisi ekonomi yang buruk, serta sistem ekonomi sosialis terpusat yang diterapkan selama berpuluh tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam tengah mengupayakan peralihan ke sistem ekonomi campuran, dan mengundang banyak investasi asing. Akan tetapi, kondisi nilai tukarnya belum menunjukkan perbaikan.

Mata Uang Dengan Nilai Tukar Lebih Rendah Dari Rupiah: Dong Vietnam

 

4. Dobra Sao Tome (STD)

Nama negara Sao Tome and Principe jarang kita dengar. Bukan hanya karena lokasi geografis "agak terpencil", melainkan juga skala ekonominya memang kecil.

Negara bekas jajahan Portugis yang terdiri dari dua pulau ini terletak di lepas pantai Gabon, Afrika bagian barat. Mata pencaharian masyarakat yang terutama berkaitan dengan produksi dan ekspor Kakao, Kopi, dan Kelapa; tak cukup memadai untuk menopang perekonomian.

Nilai tukar Dobra Sao Tome sempat mencapai STD22,691 per Dolar AS. Namun, pada 1 Januari 2018, negeri ini melakukan redenominasi dengan aturan 1 Dobra baru setara dengan 1000 Dobra lama. Karenanya, secara nominal, kurs Dobra Sao Tome seakan lebih kuat dibanding kurs Rupiah; tetapi secara riil lebih lemah.

Mata Uang Dengan Nilai Tukar Lebih Rendah Dari Rupiah: Dobra Sao Tome

(Baca Juga: Tips Menukar Rupiah Ke Mata Uang Lain)

 

5. Rubel Belarusia (BYR/BYN)

Belarusia termasuk salah satu negara eks-Uni Soviet yang hingga kini masih memiliki ketergantungan tinggi pada Rusia. Kondisi ekonominya buruk karena korupsi, tingginya pajak, inflasi, dan instabilitas politik.

Nilai tukar Rubel Belarusia pernah mencapai BYR20,846 per Dolar AS. Namun, negara ini melakukan redenominasi pada 1 Juli 2016 dengan aturan 1 Rubel Belarusia baru (BYN) setara 10,000 Rubel Belarusia lama (BYR). Pada bulan April 2018 ini, nilai tukar Rubel Belarusia berada pada BYN1.95 per Dolar AS.

Mata Uang Dengan Nilai Tukar Lebih Rendah Dari Rupiah: Rubel Belarusia

 

Mata Uang Dengan Nilai Tukar Terendah Di Dunia Lainnya

Menurut Jakarta Spot Interbank Dollar Rate (JISDOR), kurs Rupiah terhadap Dolar pada 4 April 2018 sudah mencapai IDR13,760. Namun demikian, dari daftar di atas telah jelas: masih banyak mata uang lainnya dengan nilai tukar lebih lemah dibanding kurs Rupiah.

Selain kelima mata uang tersebut, terdapat pula beberapa mata uang lain yang sama lemahnya dengan Rupiah, meskipun secara nominal memiliki kurs lebih tinggi terhadap Dolar AS. Diantaranya terdapat Kip Laos, Won Korea Utara, dan Dinar Irak. Secara komprehensif, dapat dilihat dalam tabel mata uang dengan nilai tukar terendah di dunia berikut:

Mata Uang Dengan Nilai Tukar Terendah

Ada bermacam-macam hal yang menyebabkan nilai tukar mata uang-mata uang ini teramat rendah. Diantaranya ada sejumlah persamaan. Penggunaan mata uang-mata uang tersebut dalam perdagangan dunia cenderung minim, sedangkan di dalam negeri terjadi inflasi yang tinggi dan pemerintah terpaksa mencetak uang kertas dengan denominasi makin besar.

Neraca perdagangan defisit, ditambah dengan kurangnya kemampuan pemerintah untuk mendanai pembangunan; sehingga utang luar negeri pun makin lama makin membengkak, sedangkan kemampuan untuk membayar kembali utang justru menurun.

Kirim Komentar/Reply Baru
Merubah Sistem Dari Long Ke Scalping

siang master..gimana master kalau sistem trading saya rubah dari long ke scalping..di long yg ga tahan si flotingnya boss..sistem yang saya pakai sekarang range pivot suport dan resistance..open posisi sy sell kalao harga dah tembus R2/3 buy kalau harga tembus S2/3 catatan range harian dah 100%..dan saya pake TP & SL..di long sy pernah profit loss yg sangat besar..mohon saran dan pendapatnya master..nuwunnn.

Rahmat H 1 Aug 2013

Reply:

Basir (01 Aug 2013 11:05)

Disesuaikan saja. Tiap sistem yang digunakan tetap memiliki resiko tersendiri.  bisa dipelajari disini tips dan triknya.

Metodologi scalping trik dan tips

Thanks.


M Singgih (20 Aug 2015 02:18)

@ Rahmat h:
- Dari long term trading berubah ke scalping: harus berlatih dulu di account demo karena tingkat kesulitannya berbeda. Perlu diketahui bahwa scalping biasanya hanya mengandalkan analisa teknikal, begitu ada kesempatan langsung entry dan cepat exit. Hindari entry saat ada rilis data fundamental penting karena volatilitas pasar saat itu bisa sangat tinggi sehingga bisa membahayakan posisi trading Anda. Sesuaikan dulu dengan keadaan pergerakan harga di time frame rendah sampai terbiasa dan nyaman.
- Jika dari trading di account demo ternyata Anda kurang cocok dengan scalping sebaiknya jangan dipaksakan, kembali ke gaya trading Anda semula.
- Sebaiknya tidak menggunakan acuan level-level support dan resistance yang diturunkan dari pivot point karena dihitung secara matematis, jadi kurang akurat. Level support dan resistance yang paling akurat adalah yang dari pengamatan, kemudian yang dari Fibonacci retracement atau expansion.
Sebagai keterangan tambahan bisa baca: Mengukur Kekuatan Level Support Dan Resistance.
- Metode entry tidak harus bouncing seperti yang Anda lakukan, tetapi bisa juga breakout, jadi sell kalau harga menembus support dan buy kalau tembus resistance. Untuk itu bisa disesuaikan dengan price action yang terbentuk pada level-level tersebut. Untuk penjelasan bisa baca: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action.

Pengaruh Pandemi Pada Bisnis Properti
Febrian Surya 80
10 Bank Dengan Pinjaman KPR Terbaik
Nandini 114
Kredit