5 Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah Bekas

Febrian Surya 26 Jun 2020 72

Membeli rumah bekas merupakan salah satu opsi pilihan keluarga milenial yang baru saja membina sebuah rumah tangga. Hal itu cukup wajar, mengingat rumah bekas bisa memberikan beberapa keuntungan seperti dapat langsung dihuni, harga relatif murah, dan tentunya bisa dimanfaatkan untuk investasi jangka panjang.

Bandingkan jika kamu membeli sebuah rumah baru melalui KPR. Kamu biasanya perlu menunggu hingga 2 tahun lamanya hingga properti tersebut siap dihuni. Belum lagi, selama waktu menunggu tersebut, kamu juga perlu menyetorkan sejumlah uang kepada developer sebagai tanda jadi pembelian.

Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah Bekas(Baca juga: Cara Memilih Pinjaman KPR Agar Tidak Mencekik)

Walaupun secara sekilas mekanisme pembelian rumah baru dan bekas terlihat tidak ada bedanya, kamu memerlukan waktu yang lebih banyak untuk mencari rumah bekas agar sesuai dengan kebutuhanmu. Bukan hanya kualitas kontruksi bangunan saja yang perlu diperhatikan, melainkan juga surat-surat kepemilikan saat proses jual-beli rumah. Hal itu agar kamu bisa lebih mudah mengurus proses pemindahnamaan nantinya. Secara umum, berikut adalah tips membeli rumah bekas yang perlu kamu pertimbangkan:

 

1. Kemampuan Finansial

Dalam membeli sebuah rumah bekas, ada baiknya kamu menyiapkan dana tambahan. Kamu bisa menambahkan biaya beli rumah sebesar 10% dari harga beli rumah tersebut. Contohnya, bila kamu ingin membeli sebuah rumah bekas seharga Rp300,000,000, setidaknya, kamu perlu memiliki anggaran sebesar Rp300,000,000 + (Rp300,000,000 x 10%) = Rp330,000,000. Besaran biaya ini perlu kamu persiapkan untuk mengantisipasi jika ada biaya-biaya yang tidak terduga lainnya, seperti biaya renovasi dan mengurus surat-surat rumah.

Setelah memperhitungkan biaya tambahan seperti itu, kamu bisa membandingkannya dengan kemampuan finansial yang kamu miliki. Apabila ternyata harganya jadi melebihi kemampuan finansialmu, maka sebaiknya carilah rumah bekas lain yang lebih mengakomodasi keadaanmu. Selain itu, ingatlah agar biaya rumah yang kamu persiapkan tidak sampai mengganggu biaya lain untuk kebutuhan pokokmu.

 

2. Kualitas Kontruksi Bangunan

Agar biaya renovasi rumahmu tidak membengkak, kamu bisa melakukan pengecekan terlebih dahulu ke rumah yang ingin dibeli. Jangan hanya melakukan inspeksi pada bagian luar rumah saja, tapi cek juga secara detail pada bagian dalam hingga sudut-sudut ruangan rumah tersebut. Hal ini bisa dijadikan sebagai suatu cara untuk melakukan negosiasi dengan penjual rumah dan mengetahui tingkat kerusakan, serta besaran biaya renovasi yang mungkin dikeluarkan saat menghuni rumah tersebut.

 

3. Perhatikan Lingkungan Sekitar

Umumnya, harga rumah di kawasan perumahan yang sering terkena banjir nominalnya lebih rendah. Oleh sebab itu, lingkungan sekitar sangat perlu dicermati. Lingkungan yang serba sulit bisa menimbulkan berbagai biaya tambahan saat kamu menghuni rumah tersebut, meski harganya lebih murah.

 

4. Ketersedian Listrik Dan Air

Air dan listrik menjadi aspek terpenting bagi setiap penghuni rumah. Mengapa? Karena banyak aktivitas yang kita lakukan di rumah membutuhkan dua sumber daya ini, misalnya untuk mencuci pakaian dengan mesin cuci, memasak, dan berbagai pekerjaan rumah tangga lainnya. Oleh karena itu, sebelum memutuskan ingin membeli rumah bekas, ada baiknya  kamu tanyakan terlebih dahulu apakah rumah bekas tersebut memiliki air PAM dan listrik. Bila tidak ada, tentunya kamu akan mengeluarkan biaya tambahan lain untuk memasang PAM dan listrik di rumah tersebut.

 

5. Kelengkapan Dokumen

Selain masalah biaya dan komponen rumah, kelengkapan sertifikat rumah yang ingin dibeli juga perlu kamu cek secara detail. Kelengkapan dokumen dapat kamu cek satu per satu keasliannya dengan menggunakan jasa konsultan. Apa saja jenis dokumen kepemilikan rumah yang perlu dipastikan? Berikut adalah beberapa contohnya:

Periksa Kelengkapan Dokumen

Itulah 5 tips yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli sebuah rumah bekas. Selain melalui pembelian rumah secara tunai, kamu juga bisa membeli rumah bekas lewat KPR yang saat ini sudah banyak ditawarkan oleh pihak bank. Namun sebelum itu, ada baiknya kamu pelajari dulu jenis-jenis bunga dalam KPR.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 1

Rudi Hartono 9 JUL 2020
Jangan lupa belinya di orangnya langsung gan jangan pake makelar
reply
Jujun Kurniawan 46
Kredit  
stop loss dan take profit

saya pemula. Untuk membuat stop loss dan take profit yang saya inginkan nggak pernah bisa, mohon bantuannya, terima kasih.

Susila 17 Sep 2019

Reply:

M Singgih (18 Sep 2019 15:48)

@ Susila:

Besar kecilnya range stop loss (SL) ditentukan berdasarkan keadaan riil di pasar. Ketika pasar sedang trending dan volatilitas sedang tinggi maka stop loss relatif lebih besar (lebar) dibandingkan ketika pasar sedang sideways. Acuan untuk menentukan batas-batas level stop loss bisa dari level support atau resistance, level Fibonacci retracement atau expansion, kurva dari indikator Bollinger Bands atau level tertinggi atau terendah sebuah bar candlestick (price action).
Untuk keterangan lebih lanjut Anda bisa baca:
Beberapa Cara Menentukan Stop Loss
Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price Action

Target profit (TP) juga ditentukan berdasarkan keadaan riil di pasar. Acuan batas-batas level TP juga bisa dari level support atau resistance, level Fibonacci retracement atau expansion, kurva dari indikator Bollinger Bands atau dari price action. Untuk keterangan bisa baca: Menentukan Target Profit Yang Sederhana Dan Efektif.
Selain itu Anda juga harus mempertimbangkan risk/reward ratio, yaitu SL dibanding dengan TP. Biasanya minimal perbandingannya 1:1, atau minimal SL=TP. Kalau bisa usahakan TP lebih besar dari SL.

Jujun Kurniawan 331
Febrian Surya 340