5 Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah Bekas

Febrian Surya 26 Jun 2020 360
Dibaca Normal 4 Menit

Membeli rumah bekas adalah opsi yang bisa kamu pilih untuk memiliki hunian dengan harga lebih terjangkau. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan.



Membeli rumah bekas merupakan salah satu opsi pilihan keluarga milenial yang baru saja membina sebuah rumah tangga. Hal itu cukup wajar, mengingat rumah bekas bisa memberikan beberapa keuntungan seperti dapat langsung dihuni, harga relatif murah, dan tentunya bisa dimanfaatkan untuk investasi jangka panjang.

Bandingkan jika kamu membeli sebuah rumah baru melalui KPR. Kamu biasanya perlu menunggu hingga 2 tahun lamanya hingga properti tersebut siap dihuni. Belum lagi, selama waktu menunggu tersebut, kamu juga perlu menyetorkan sejumlah uang kepada developer sebagai tanda jadi pembelian.

Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah Bekas(Baca juga: Cara Memilih Pinjaman KPR Agar Tidak Mencekik)

Walaupun secara sekilas mekanisme pembelian rumah baru dan bekas terlihat tidak ada bedanya, kamu memerlukan waktu yang lebih banyak untuk mencari rumah bekas agar sesuai dengan kebutuhanmu. Bukan hanya kualitas kontruksi bangunan saja yang perlu diperhatikan, melainkan juga surat-surat kepemilikan saat proses jual-beli rumah. Hal itu agar kamu bisa lebih mudah mengurus proses pemindahnamaan nantinya. Secara umum, berikut adalah tips membeli rumah bekas yang perlu kamu pertimbangkan:

 

1. Kemampuan Finansial

Dalam membeli sebuah rumah bekas, ada baiknya kamu menyiapkan dana tambahan. Kamu bisa menambahkan biaya beli rumah sebesar 10% dari harga beli rumah tersebut. Contohnya, bila kamu ingin membeli sebuah rumah bekas seharga Rp300,000,000, setidaknya, kamu perlu memiliki anggaran sebesar Rp300,000,000 + (Rp300,000,000 x 10%) = Rp330,000,000. Besaran biaya ini perlu kamu persiapkan untuk mengantisipasi jika ada biaya-biaya yang tidak terduga lainnya, seperti biaya renovasi dan mengurus surat-surat rumah.

Setelah memperhitungkan biaya tambahan seperti itu, kamu bisa membandingkannya dengan kemampuan finansial yang kamu miliki. Apabila ternyata harganya jadi melebihi kemampuan finansialmu, maka sebaiknya carilah rumah bekas lain yang lebih mengakomodasi keadaanmu. Selain itu, ingatlah agar biaya rumah yang kamu persiapkan tidak sampai mengganggu biaya lain untuk kebutuhan pokokmu.

 

2. Kualitas Kontruksi Bangunan

Agar biaya renovasi rumahmu tidak membengkak, kamu bisa melakukan pengecekan terlebih dahulu ke rumah yang ingin dibeli. Jangan hanya melakukan inspeksi pada bagian luar rumah saja, tapi cek juga secara detail pada bagian dalam hingga sudut-sudut ruangan rumah tersebut. Hal ini bisa dijadikan sebagai suatu cara untuk melakukan negosiasi dengan penjual rumah dan mengetahui tingkat kerusakan, serta besaran biaya renovasi yang mungkin dikeluarkan saat menghuni rumah tersebut.



 

3. Perhatikan Lingkungan Sekitar

Umumnya, harga rumah di kawasan perumahan yang sering terkena banjir nominalnya lebih rendah. Oleh sebab itu, lingkungan sekitar sangat perlu dicermati. Lingkungan yang serba sulit bisa menimbulkan berbagai biaya tambahan saat kamu menghuni rumah tersebut, meski harganya lebih murah.

 

4. Ketersedian Listrik Dan Air

Air dan listrik menjadi aspek terpenting bagi setiap penghuni rumah. Mengapa? Karena banyak aktivitas yang kita lakukan di rumah membutuhkan dua sumber daya ini, misalnya untuk mencuci pakaian dengan mesin cuci, memasak, dan berbagai pekerjaan rumah tangga lainnya. Oleh karena itu, sebelum memutuskan ingin membeli rumah bekas, ada baiknya  kamu tanyakan terlebih dahulu apakah rumah bekas tersebut memiliki air PAM dan listrik. Bila tidak ada, tentunya kamu akan mengeluarkan biaya tambahan lain untuk memasang PAM dan listrik di rumah tersebut.

 

5. Kelengkapan Dokumen

Selain masalah biaya dan komponen rumah, kelengkapan sertifikat rumah yang ingin dibeli juga perlu kamu cek secara detail. Kelengkapan dokumen dapat kamu cek satu per satu keasliannya dengan menggunakan jasa konsultan. Apa saja jenis dokumen kepemilikan rumah yang perlu dipastikan? Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Sertifikat Kepemilikan Rumah
  • Sertifikat Hak Milik (SHM)
  • Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB)
  • Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU)
  • Sertifikat Hak Pakai (SHP)
  • Sertifikat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Surat PBB
  • Surat tagihan-tagihan listrik, air, dan telepon untuk mengetahui apakah pemilik rumah sebelumnya pernah menunggak tagihan-tagihan tersebut. Jika ada tunggakan, maka bisa saja tagihan-tagihan tersebut akan dibebankan kepada kamu saat menghuni rumah tersebut.

Periksa Kelengkapan Dokumen

Itulah 5 tips yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli sebuah rumah bekas. Selain melalui pembelian rumah secara tunai, kamu juga bisa membeli rumah bekas lewat KPR yang saat ini sudah banyak ditawarkan oleh pihak bank. Namun sebelum itu, ada baiknya kamu pelajari dulu jenis-jenis bunga dalam KPR.



Forum

Muhammad Pahlevi (01 Feb 2021)

Siang masApakah bisa melakukan Copytrade pada 2 master?

Selengkapnya...

Kalkulator KPR

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 1    

Rudi Hartono
9 JUL 2020

Jangan lupa belinya di orangnya langsung gan jangan pake makelar



Pengaruh Pandemi Pada Bisnis Properti
Pengaruh Pandemi Pada Bisnis Properti
Febrian Surya   31 Dec 2020   337  
Meningkatkan Kepercayaan Terhadap Strategi Buatan Sendiri

Saya dihadapkan pada dilema, saya ingin menjadi full time trader namun di lain sisi saat ini saya masih sangat bergantung pada signal dari analis lain. Jujur jika sang analisa tidak memposting analisanya, saya merasa tidak pede. Sudah pernah membuat analisa sendiri, namun masih belum pede memakainya. Bagaimana cara meningkatkan kepercayaan terhadap analisa / strategi trading yang kita buat sendiri.

Adi Santoso 25 Nov 2020

Reply:

M Singgih (28 Nov 2020 20:27)

@ Adi Santoso:

Agar pede dan tidak dipermainkan emosi, Anda harus trading berdasarkan sistem trading yang telah dipersiapkan dan telah diuji, serta terbukti menghasilkan keuntungan dalam periode waktu tertentu.

Sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management. Metode entry dan exit menggunakan analisa teknikal, strategi entry bisa berdasarkan analisa teknikal atau analisa fundamental, sementara money management terdiri dari risk management dan risk/reward ratio setiap kali entry. Metode entry dan exit yang umum adalah sinyal yang dihasilkan dari price action yang telah terkonfirmasi oleh indikator teknikal.

Strategi entry adalah cara yang Anda gunakan untuk entry, bisa berdasarkan analisa teknikal (misalnya entry ketika pasar trending / strategi breakout, atau ketika terjadi bouncing / strategi buy the dip / sell the rally. Strategi entry yang berdasarkan analisa fundamental adalah entry beberapa saat setelah rilis news data berdampak tinggi.

Yang perlu diketahui agar sistem trading bisa digunakan dengan baik:

1.Uji sistem tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam akun demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentase profit kurang dari 50% benahi lagi sistem tersebut.
2.Buat rencana trading yang jelas, lengkap dengan kriteria untuk entry dan exit, resiko per trade dan risk/reward ratio.
3.Jalankan rencana trading tersebut dengan disiplin, dan kendalikan emosi sewaktu trading. Rencana dan proses dalam trading seharusnya tidak dipengaruhi oleh emosi.
4.Buat jurnal trading untuk evaluasi. Benahi mana yang kurang dan tingkatkan persentase keuntungannya.

Dalam hal money management, agar dalam jangka panjang hasil trading profitable, Anda harus menentukan risk/reward ratio pada setiap trade lebih tinggi dari 1:1.
Jika sistem trading Anda profitable, maka angka harapan profitnya tinggi, yaitu kemungkinan besar hasil trading Anda secara keseluruhan akan profit.

10 Bank Dengan Pinjaman KPR Terbaik
10 Bank Dengan Pinjaman KPR Terbaik
Nandini   27 Dec 2020   373  
Tips Agar Deposito Bisa Jadi Investasi Masa Depan
Tips Agar Deposito Bisa Jadi Investasi Masa Depan
Wahyudi   23 Dec 2020   669  
Pilihan Investasi Menguntungkan Saat New Normal
Pilihan Investasi Menguntungkan Saat New Normal
Febrian Surya   25 Aug 2020   1223  
Mengenal FLPP, Program KPR Bersubsidi
Mengenal FLPP, Program KPR Bersubsidi
Febrian Surya   23 Jul 2020   692  
Keuntungan Finansial Memilih Rumah Tusuk Sate
Keuntungan Finansial Memilih Rumah Tusuk Sate
Wahyudi   16 Jul 2020   515  
3 Strategi Jitu Agar Angsuran KPR Cepat Lunas
3 Strategi Jitu Agar Angsuran KPR Cepat Lunas
Jujun Kurniawan   6 Jul 2020   505  
4 Tips Jitu Meningkatkan Nilai Appraisal KPR
4 Tips Jitu Meningkatkan Nilai Appraisal KPR
Wahyudi   19 Jun 2020   447  
Sebelum Ambil Kredit, Pahami Penyebab Naik Turun Bunga KPR
Sebelum Ambil Kredit, Pahami Penyebab Naik Turun Bunga KPR
Febrian Surya   26 May 2020   728  
Cara Menghindari Penipuan Developer Berkedok Syariah
Cara Menghindari Penipuan Developer Berkedok Syariah
Febrian Surya   24 Apr 2020   606