5 Pola Candle Bullish Terbaik untuk Sinyal Buy Bitcoin

Fatma Adriana 19 Oct 2021Dibaca Normal 6 Menit
kripto>candlestick>   #bitcoin   #pola-candle   #bullish   #candle   #sinyal-buy
Selain Bullish Engulfing dan Hammer, ada 3 pola candle bullish lain yang bisa diperhatikan jika Anda sedang mencari peluang buy di Bitcoin.

Trader di berbagai pasar telah berpedoman pada candlestick selama ratusan tahun. Bisa dikatakan, jenis chart yang satu ini telah teruji dari masa ke masa. Akan tetapi, apakah candlestick tetap bisa efektif digunakan di pasar Bitcoin yang tidak pernah tutup?

Jawabannya tentu saja BISA, karena pergerakan harga Bitcoin yang fluktuatif tetap bisa dicitrakan dalam grafik candlestick dengan segala macam polanya. Meskipun Bitcoin secara umum tidak memiliki harga penutupan, harga yang tersedia di platform perdagangan exchange biasanya memiliki patokan tersendiri untuk menentukan harga penutupan menurut sesi perdagangannya.

Pola candle bullish dalam trading bitcoin

Itulah mengapa, chart analisa kripto biasanya didukung oleh berbagai exchange. Di TradingView contohnya, chart harga Bitcoin dihadirkan dalam beragam versi; masing-masing berbasis exchange yang berbeda. Anda bisa membuka chart BTC/USD dari Coinbase, Binance, Bitstamp, dsb.

Perbedaan versi platform seperti ini cukup lumrah. Anda tak perlu mengkhawatirkan perbedaan grafik yang begitu drastis, karena pada umumnya, pergerakan harga Bitcoin di masing-masing chart akan tetap sama meski terdapat perbedaan minor dalam pola candlesticknya.

Baca juga: Cara Menggunakan TradingView Sebagai Chart Analisa Kripto

Terlepas dari persoalan tersebut, Anda mungkin bertanya-tanya, apakah ada pola candlestick khusus yang diperhatikan jika trading Bitcoin? Mengingat dinamika pasarnya yang berbeda dengan aset lain seperti forex dan saham, banyak pakar dan trader ahli bereksperimen untuk menemukan jawaban dari pertanyaan ini. Hasilnya, ada begitu banyak pola candlestick yang ternyata masih bisa diandalkan untuk mencari peluang di pasar Bitcoin.

Dari sekian banyak pola yang disebutkan, ada satu kesamaan yang umumnya dapat ditarik dari hasil pengamatan para pakar: Pola candlestick yang memiliki gap harga biasanya tidak efektif karena Bitcoin tidak membentuk gap. Hal ini mengingat pasar Bitcoin yang tidak pernah tutup.

Dengan memperhatikan aspek tersebut, Scott Melker dari Cointelegraph menyimpulkan 5 pola candle bullish yang wajib diperhatikan oleh trader Bitcoin. Info ini sangat cocok dipelajari jika Anda berencana membeli Bitcoin pada harga yang tepat, atau membuka posisi buy pada aset kripto manapun.

 

1. Bullish Hammer

Bullish Hammer hanya terdiri dari 1 candle dan memiliki shadow bawah (ekor) panjang dengan body kecil. Hal ini menandakan kekuatan seller yang tak lagi mampu menahan tekanan buyer.

Pola candle bullish hammer

Banyak trader menganggap pola Bullish Hammer valid sekalipun body candle tidak sekecil contoh di atas. Selama candle memiliki ekor panjang melebihi besar body-nya, harga bisa dianggap telah mengalami rejection kuat di area support. Untuk mengkonfirmasi sinyal reversal, trader biasanya menunggu sampai ada beberapa candle bullish yang terbentuk mengikuti Bullish Hammer.

Baca juga: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat, Tak Perlu Hafalan

 

2. Bullish Engulfing

Hampir mirip dengan pola sebelumnya, pola candle Bullish Engulfing merepresentasikan akhir sebuah trend. Bedanya, Bullish Engulfing terdiri dari 2 candle, dengan candle kedua yang benar-benar "memakan" body candle pertama. Perlu diperhatikan, candle pertama biasanya adalah candle bearish yang mewakili penurunan harga.

Pola ini muncul di dasar downtrend dan mengindikasikan peningkatan tekanan beli. Kemunculan Bullish Engulfing sering memicu trend reversal di mana buyer mulai menguasai pasar dan mendorong harga naik.

Pola candle bullish engulfing

Cara ideal untuk trading Bitcoin dengan pola candle bullish ini adalah dengan menunggu sampai candle berikutnya terbentuk. Apabila candle setelah Bullish Engulfing ditutup menguat, maka reversal ke arah atas akan terkonfirmasi. Trader konservatif biasanya tidak akan buka posisi sebelum candle setelah Bullish Engulfing ditutup di harga yang lebih tinggi dari penutupan candle kedua. Sebaliknya, trader agresif umumnya menjadikan level penutupan candle kedua untuk entry buy. Dengan demikian, posisi bisa tereksekusi sebelum candle ketiga tertutup.

Yang perlu dicermati, Bullish Engulfing hanya valid jika terbentuk di akhir downtrend. Apabila Anda menjumpai pola candle ini di tengah koreksi atau di puncak uptrend, maka formasinya tidak valid dan tidak bisa dijadikan acuan untuk membuka posisi buy.

 

3. Piercing Line

Piercing Line terdiri dari candle bearish besar yang kemudian disusul oleh candle bullish besar. Kuncinya, candle kedua harus dibuka lebih rendah dari candle pertama, dan ditutup menguat di level yang setara dengan minimal setengah dari body candle pertama. Berikut ilustrasinya:

Pola candle bullish piercing line

Piercing Line menunjukkan terjadinya reversal sehingga pembentukan di akhir downtrend bisa menjadi konfirmator kuat akan sinyal bullish. Penutupan candle kedua yang mampu mensejajarkan diri di separuh body candle pertama nerupakan indikasi kuat bahwa buyer mulai mengumpulkan kekuatan untuk melawan dominasi seller.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick Piercing Line Dan Kiat Tradingnya

 

4. Three White Soldiers

Tidak hanya pola bullish yang terdiri dari 1 candle dan 2 candle, pola 3 candle juga termasuk dalam jajaran formasi Price Action terbaik untuk trading Bitcoin. Dalam hal ini, Three White Soldiers menjadi acuan yang banyak diperhatikan pasar.

Pola ini mudah dikenali dan cukup dapat diandalkan untuk mengidentifikasi kenaikan harga. Terdiri dari 3 candle bullish secara berurutan, trader hanya perlu memastikan jika candle yang terbentuk selalu dibuka dan ditutup di harga yang lebih tinggi dari candle sebelumnya.

Pola three white soldiers

Bisa dikatakan, Three White Soldiers mengindikasikan momentum bullish yang sangat kuat selepas terjadi reversal. Semakin besar body candle yang membentuk formasi ini, dan semakin kecil shadow yang terlihat, maka semakin kuat sinyal buy.

Yang perlu diwaspadai, pola candle bullish ini biasanya selesai terbentuk ketika trend sudah berjalan cukup jauh. Hal ini mengingat formasinya yang terdiri dari 3 candle, dan lokasinya yang berada di swing trend terbaru. Untuk itu, akan lebih bijak jika trader tidak mematok target keuntungan terlalu jauh dari level entry. Trend harga yang sudah berjalan cukup jauh biasanya mulai kehilangan momentum (kekuatan trend) tak lama kemudian.

Baca juga: 3 Teknik Paling Ampuh Untuk Mengukur Kekuatan Trend

 

5. Rising Three Methods

Pola candle bullish Rising Three Methods menjadi satu-satunya formasi candle yang terdiri atas lebih dari 3 candle. Pada dasarnya, pola ini terdiri dari 2 candle bullish besar di awal dan akhir, serta beberapa candle bearish kecil di tengah-tengah. Yang perlu dipastikan, candle-candle bearish harus berada di dalam range candle pertama dan terakhir.

Rising three methods

Apa arti di balik formasi ini? Menurut teori Price Action pada umumnya, pola Rising Three Methods memperlihatkan bahwa dalam sebuah uptrend, buyer pada akhirnya tetap lebih dominan meski sempat terjadi perlawanan dari sisi seller. Dalam hal ini, candle-candle bearish menandakan koreksi yang muncul karena perlawanan seller, sementara candle bullish di akhir merupakan kembalinya kekuatan buyer yang lebih dominan.

Menariknya, Rising Three Methods acap kali membentuk Bullish Flag atau Falling Wedge; dua chart pattern yang dianggap akurat mengidentifikasi sinyal bullish continuation. Dengan demikian, pola candle ini biasanya diperhatikan oleh trend follower karena tidak menandakan reversal dari bottom.

 

Selain fokus pada pola candle, trader Bitcoin juga bisa mengandalkan kinerja indikator teknikal untuk mencari peluang trading terbaik. Dari begitu banyak indikator yang bisa diaplikasikan, berikut adalah panduan memanfaatkan Stochastic untuk trading kripto.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Dwee |  12 Aug 2015
pola candle mana yg paling sering muncul dichart dan paling gampang dianalisa?

Lihat Reply [2]

 Roni |  29 Oct 2015
Bos..pair apa ya? yang candle hariannya jarang berbentuk bullish/bearish?karena saya suka pair yang ada ekor2nya,biar kalo loss tidak terlalu banyak,soalnya saya gak suka pakai SL.

Lihat Reply [1]

 Mas Sinar |  20 Mar 2018
selamat malam SF, saya ingin bertanya tentang candlestick doji dan pinbar. itu tingkat keberhasilannya bagusan mana y?

Lihat Reply [7]

 Zio |  13 Jun 2018
Apakah ada ciri khusus sebuah candel akan di reject atau lanjut ketika mau menyentuh area support dan resistance?

Lihat Reply [1]

 Irwansyah |  1 Apr 2021

Apakah menggunakan strategi hedging pada trading kripto khususnya Bitcoin dengan pair lainnya, sangat disarankan?

Dan apa saja yang perlu diperhatikan ketika mau menggunakan strategi ini. Makasih

Lihat Reply [5]

 

Komentar @inbizia

kalau ndak salah, malah ada cara konfirmasi arah harga setelah news dg pola candle.

mungkin sebetulnya bukan di indikator mana yg diperhatiin, tpi bagaimana dn kapan sinyalny digunakan sewaktu ada rilis news.
 Koki |  7 Jun 2015
Halaman: Trading Dengan Pola Engulfing Candle
harusnya artikel berjudul "Menggunakan Pola Candlestick Three Inside Up Dan Three Inside Down" langsung diberi linknya min biar g nyari dulu aku nya :-(
 Chyntya |  5 Jun 2020
Halaman: Pola Candle Terbaik Penanda Reversal
@Dhimas: Untuk akurasi murni menggunakan pola candlestick, time frame yang lebih besar lebih besar akurasinya daripada time frame dibawahnya, contohnya akurasi pola candlestick di Daily lebih besar daripada di time frame H1.

Management resiko sebaiknya mengikuti aturan maksimal 2% resiko dari modal. 
 Kiki R |  14 Jul 2020
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan
Jangan cari strategi holy grail, tapi indikator yang sangat akurat menunjukkan sinyal buy atau sell. Terus cari dan seringlah coba-coba, kamu akan menemukan indikator yang paling cocok denganmu dan tujuan tradingmu.
 Mentari |  6 Jan 2021
Halaman: Apa Itu Holy Grail Dalam Trading Forex
Bisa lihat dari sinyal-sinyal trendlines, breakouts, dan pola candlestick. Indikator untuk mendapatkan sinyal-sinyal itu bisa pakai indikator RSI, MA, MACD
 Ihwan |  12 Jan 2021
Halaman: Cara Menghindari Kesalahan Entry Trading
Tidak ada pola paling baik, atau paling menguntungkan. Ada pola yang cocok untuk pasar volatile, ada yang cocok dipakai saat pasar bullish, dan sebagainya. Kadang, chart pattern digunakan di trading bentuk candlestick untuk melihat pembukaan dan penutupan pasar sebelumnya.
 Fathia |  1 Feb 2021
Halaman: Teknik Analisa Chart Pattern Dalam Strategi Trading Forex

Kamus Forex

Candlestick

Salah satu jenis grafik harga (chart) untuk memetakan dan membaca pergerakan harga di pasar finansial secara teknikal. Candlestick utamanya dibentuk oleh level-level OHLC (Open, High, Low, Close).

Bullish

Merupakan lawan kata dari Bearish. Menunjukkan penguatan harga secara terus menerus selama periode waktu tertentu. Dalam forex, pasar Bullish disebut juga Uptrend dan seringkali disimpulkan sebagai sinyal Buy.

Kamus Candlestick

Bullish Hammer
Bullish Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang ditutup di dekat atau pada harga tertingginya (High), sehingga menandakan pelemahan momentum downtrend. Semakin panjang sumbu bawah dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Line Strike
Three Line Strike
Akurasi :

Terdiri dari 4 candlestick. Tiga candlestick pertama adalah candle bullish yang ditutup menguat secara berturut-turut, sementara candlestick keempat adalah candlestick bearish panjang yang dibuka di harga lebih tinggi, tapi ditutup jauh di bawah harga penutupan tiga candlestick sebelumnya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Outside Up
Three Outside Up
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bullish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bullish reversal.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Hanging Man
Hanging Man
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang membentuk gap naik dari candlestick sebelumnya. Terjadi di akhir uptrend, Hanging Man memiliki sumbu bawah yang lebih panjang dari body-nya. Sinyal bearish reversal dari pola ini terkonfirmasi apabila candlestick selanjutnya bersifat bearish atau membentuk gap turun, dan ditutup melemah dari harga pembukaannya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip