Ada beragam strategi trading Option Saham (Stock Option), mulai dari yang paling mudah hingga paling susah. Namun, strategi trading option paling rumit belum tentu yang paling menguntungkan. Oleh karena itu, ada baiknya trader pemula mulai belajar dari cara menjalankan strategi trading Option Saham paling sederhana terlebih dahulu. Seperti apakah strategi yang sederhana itu?

Menurut James Royal, Ph.d dalam kolomnya di NerdWallet, ada lima strategi trading Option Saham paling sederhana. Kelima strategi itu adalah Long Call, Long Put, Short Put, Covered Call, dan Married Put. Di sini, kita akan membahas masing-masing strategi satu per satu.

Strategi Trading Option Saham

 

1. Strategi Long Call

Strategi Long Call adalah membeli opsi Call, karena memprediksi harga saham yang mendasarinya akan meningkat hingga lebih dari Strike Price pada saat jatuh tempo. Sering juga disebut sebagai "Going Long". Contoh: Saham Kedaitrading diperdagangkan pada harga $50 per lembar saham, dan tersedia opsi Call dengan Strike Price $50 pada harga $5 dan kedaluwarsa 6 bulan. Kontraknya untuk 100 lembar saham, sehingga biaya untuk membeli opsi Call ini sebesar ($5x100 = $500).

Dalam contoh strategi trading Option ini, skenario profit-loss bagi Anda adalah sebagai berikut:

Strategi Trading Option - Long Call

Long Call adalah strategi yang tepat untuk mendapatkan keuntungan (Capital Gain) dari kenaikan harga suatu saham, ketimbang membeli sahamnya secara langsung di bursa biasa. Apabila harga saham ternyata menurun, maka trader bisa meminimalisir kerugian dengan menjual opsi Call yang dimilikinya sebelum waktu jatuh tempo.

 

2. Strategi Long Put

Strategi Long Put adalah membeli opsi Put, karena memprediksi harga saham yang mendasarinya akan menurun hingga lebih rendah dari Strike Price pada saat jatuh tempo. Contoh: Saham Kedaitrading diperdagangkan pada harga $50 per lembar saham, dan tersedia opsi Put dengan Strike Price $50 pada harga $5 dan kedaluwarsa 6 bulan. Kontraknya untuk 100 lembar saham, sehingga biaya untuk membeli opsi Put ini sebesar ($5x100 = $500).

Dalam contoh strategi trading Option ini, skenario profit-loss bagi Anda adalah sebagai berikut:

Strategi Trading Option - Long Put

Long Put adalah strategi yang tepat untuk mendapatkan keuntungan (Capital Gain) dari penurunan harga suatu saham, dan memberikan potensi profit lebih besar ketimbang short-selling saham biasa. Apabila harga saham ternyata meningkat, maka trader bisa meminimalisir kerugian dengan menjual opsi Put yang dimilikinya sebelum waktu jatuh tempo.

>>>Bingung mencari saham apa untuk trading Option? Simak juga: Kiat Memilih Saham Option Paling Menguntungkan

 

3. Strategi Short Put

Strategi Short Put adalah menjual opsi Put, karena memprediksi harga saham yang mendasarinya akan flat atau meningkat lebih dari Strike Price hingga waktu jatuh tempo. Sering juga disebut sebagai "Going Short". Strategi trading Option dengan Short Put adalah cara bertaruh pada kenaikan harga saham dengan risiko kerugian yang lebih terkendali ketimbang Long Call. Namun, potensi profit juga lebih moderat.

Contoh: Saham Kedaitrading diperdagangkan pada harga $50 per lembar saham, dan tersedia opsi Put dengan Strike Price $50 pada harga $5 dan kedaluwarsa 6 bulan. Kontraknya untuk 100 lembar saham, sehingga biaya untuk menjual opsi Put ini sebesar ($5x100 = $500). Skenario profit-loss bagi Anda adalah sebagai berikut:

Strategi Trading Option - Short Put

4. Strategi Covered Call

Covered Call terdiri atas dua bagian. Pertama, trader harus sudah memiliki saham yang mendasari kontrak Option terkait. Setelah itu, trader menjual kontrak opsi Call terhadap saham tersebut. Strategi trading Option Saham ini diambil ketika trader memprediksi harga saham akan tetap flat atau akan menurun sedikit hingga waktu jatuh tempo.

Apabila prediksi tepat, trader akan mengantongi profit dari penjualan opsi Call tersebut sekaligus tetap memiliki saham terkait. Di sisi lain, jika harga saham ternyata meningkat (prediksi keliru), maka investor dapat menjual sahamnya kepada pembeli opsi Call dengan harga sesuai Strike Price.

Contoh: Saham Kedaitrading diperdagangkan pada harga $50 per lembar saham. Kontrak opsi Call dengan Strike Price $50 dapat dijual pada harga $5 untuk jatuh tempo 6 bulan. Trader membeli atau sudah memiliki saham Kedaitrading sebanyak minimal 100 lembar. Kontraknya untuk 100 lembar saham, sehingga total premi yang diterima oleh trader dari penjualan opsi Call ini sebesar ($5x100 = $500). Skenario profit-loss bagi trader adalah sebagai berikut:

Strategi Trading Option - Covered Call

5. Strategi Married Put

Married Put mengombinasikan kepemilikan saham dengan penjualan opsi Put. Caranya, untuk setiap 100 lembar saham yang sudah dimiliki, trader menjual satu kontrak Put. Dengan cara demikian, trader mengincar profit dari kenaikan harga saham asalnya, sekaligus melakukan hedging (lindung nilai) dari potensi penurunan harga saham di masa depan. Secara teoritis, sifatnya mirip dengan asuransi.

Contoh: Saham Kedaitrading diperdagangkan pada harga $50 per lembar saham. Kontrak opsi Put dengan Strike Price $50 dapat dijual pada harga $5 untuk jatuh tempo 6 bulan. Kontraknya untuk 100 lembar saham, sehingga total dari penjualan opsi Put ini sebesar ($5x100 = $500). Skenario profit-loss bagi trader adalah sebagai berikut:

Strategi Trading Option - Married Put

Dapat disimpulkan bahwa strategi trading Option dapat dijalankan oleh trader yang sudah memiliki saham yang mendasarinya, maupun trader yang tidak hanya mengincar keuntungan dari perubahan harga saja tanpa ingin memiliki sahamnya. Bagi trader Option Saham di Indonesia, strategi Long Call, Long Put, dan Short Put bisa jadi pilihan andalan. Strategi Covered Call dan Married Put lebih cocok dipergunakan oleh investor yang sudah terdaftar di bursa saham AS dan memiliki saham-saham dari sana. Para broker Option Saham memperbolehkan trader untuk menjalankan semua strategi di atas; tak ada larangan tertentu untuk beragam teknik trading yang terhitung simpel ini.