Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 9 jam lalu, #Forex Fundamental   |   GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 9 jam lalu, #Forex Teknikal   |   EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 12 jam lalu, #Forex Teknikal   |   Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 12 jam lalu, #Emas Fundamental   |   Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 15 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 15 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 15 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 15 jam lalu, #Saham Indonesia

5 Tips dari HSB untuk Memilih Produk Trading

Evan 14 Apr 2023
Dibaca Normal 8 Menit
forex > broker > panduan >   #hsb   #tips   #trading
Mempelajari dan memahami produk trading sebelum memilignyaakan membantu Anda meraih kesuksesan. Berikut tips broker HSB dalam memilih produk trading yang cocok.

Memilih Produk Trading

Banyak orang tertarik untuk melakukan aktivitas trading karena tingkat keuntungan yang menggiurkan. Namun, bagi trader pemula, memilih produk trading yang tepat bisa menjadi sebuah tantangan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya jenis produk trading yang tersedia dan kompleksitas dalam memahami pergerakan pasar.

Sangat penting bagi Anda untuk melakukan riset dan mencari tips yang tepat sebelum memilih produk trading. Dengan begitu, Anda dapat menghindari risiko yang tinggi dan memperbesar peluang untuk meraih keuntungan. Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan beberapa tips dari broker HSB yang dapat membantu Anda dalam memilih produk trading.

 

Beberapa Tips Broker HSB Dalam Memilih Produk Trading

Dengan mengetahui tips ini, Anda dapat memaksimalkan peluang keuntungan dan meminimalkan risiko kerugian dalam melakukan transaksi trading. Berikut beberapa tips dari broker HSB dalam memilih produk trading yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan Anda.

 

1. Fokus Analisis

Untuk memilih produk yang dapat diperdagangkan, langkah pertama adalah menentukan fokus analisis yang sesuai dengan gaya dan tujuan trading Anda. Setiap jenis produk perdagangan memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda, sehingga memerlukan pendekatan analisis yang berbeda-beda. Berikut beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan fokus analisis:

  • Jenis Pasar
    Terdapat beragam jenis pasar perdagangan yang dapat diakses, seperti pasar saham, pasar forex, pasar komoditas, dan pasar derivatif. Masing-masing pasar memiliki risiko dan karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk memilih jenis pasar sesuai dengan tujuan investasi dan gaya trading yang diinginkan.

  • Rentang Waktu
    Rentang waktu juga memegang peranan penting dalam menganalisis pasar. Anda harus menentukan apakah ingin melakukan trading jangka pendek atau jangka panjang. Produk trading jangka pendek seperti scalping dan day trading, cocok bagi Anda yang ingin mencari keuntungan dalam waktu singkat. Sedangkan produk trading jangka panjang seperti investasi saham, cocok bagi Anda yang ingin memperoleh keuntungan dalam jangka waktu lebih lama.

  • Teknik Analisis
    Teknik analisis yang digunakan dalam trading dapat mempengaruhi fokus analisis. Terdapat dua jenis teknik analisis yang umum digunakan, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Analisis teknikal berfokus pada pergerakan harga dan volume perdagangan untuk memprediksi arah pergerakan harga di masa depan. Sedangkan analisis fundamental memperhatikan faktor-faktor ekonomi dan bisnis yang mempengaruhi harga suatu produk trading. Penting untuk memilih produk trading yang sesuai dengan teknik analisis yang dikuasai atau ingin dipelajari.
Baca Juga:

Three Reasons Why Your Fundamental Analysis Does Not Work

 

2. Ketersediaan Modal

Untuk memilih produk trading berikutnya, penting untuk memperhatikan ketersediaan modal yang Anda miliki sebagai trader. Pastikan bahwa modal yang Anda miliki cukup untuk memulai, serta pertahankan perdagangan agar dapat menghindari Margin Call. Hal ini sangat krusial dalam memastikan kelangsungan perdagangan Anda. Berikut beberapa faktor yang harus dipertimbangkan mengenai ketersediaan modal:

  • Besaran Modal
    Terdapat persyaratan modal atau minimum margin yang berbeda untuk setiap produk trading. Oleh karena itu, sebelum memilih produk trading, penting untuk mempertimbangkan jumlah modal yang dimiliki. Jika Anda hanya memiliki modal terbatas, maka tidak disarankan untuk memilih produk trading yang membutuhkan modal besar.

  • Biaya Trading
    Selain memerlukan modal minimum, biaya trading juga penting untuk Anda pertimbangkan. Biaya trading mencakup spread, komisi, dan biaya lainnya yang mungkin dikenakan oleh broker atau platform trading yang Anda gunakan. Penting untuk memahami biaya trading yang diperlukan ketika memilih produk trading. Pastikan bahwa biaya tersebut tidak terlalu tinggi, sehingga dapat mempengaruhi potensi keuntungan.

  • Kemampuan Menambah Modal
    Untuk berhasil dalam trading, penting untuk mempertimbangkan ketersediaan dana yang mencakup kemampuan menambahkan dana ke akun trading dengan mudah dan cepat. Hal ini memungkinkan Anda merespons peluang perdagangan yang muncul, tanpa perlu menunggu terlalu lama untuk menambahkan dana.

Dalam memilih produk trading, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor tersebut serta ketersediaan modal dan tujuan trading Anda. Pastikan untuk tidak trading menggunakan modal yang melebihi kemampuan Anda dalam menanggung kerugian.

Baca Juga: Berapa Modal Untuk Daftar Broker Forex Lokal?

 

3. Mengetahui Potensi Profit dan Risikonya

Sebelum memilih produk trading, mengetahui potensi keuntungan dan risiko suatu produk adalah hal yang krusial. Dalam trading, kedua faktor tersebut tidak dapat dipisahkan karena semakin besar potensi keuntungan yang diinginkan, maka semakin tinggi pula risikonya.

  • Potensi Profit
    Potensi keuntungan dalam trading dapat bervariasi tergantung pada jenis produk yang diperdagangkan. Sebagai contoh, forex memiliki potensi keuntungan yang lebih besar daripada obligasi, meskipun risikonya juga lebih tinggi. Selain itu, kondisi pasar dan keputusan trading yang diambil juga memengaruhi potensi keuntungan Anda. Namun, perlu dicatat bahwa potensi keuntungan yang tinggi tidak menjamin keuntungan pasti. Oleh karena itu, potensi keuntungan harus selalu dinilai secara hati-hati dengan mempertimbangkan risiko yang terkait.

  • Risiko
    Dalam aktivitas trading, risiko adalah kemungkinan terjadinya kerugian. Perlu diingat bahwa risiko kehilangan uang selalu ada, meskipun setiap jenis produk trading memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda. Sebagai contoh, risiko pada trading forex lebih tinggi daripada trading saham. Risiko pasar fundamental juga memiliki dampak berbeda-beda pada setiap jenis produk trading. Misalnya, inflasi yang tinggi akan membuat nilai tukar mata uang fiat turun, sedangkan harga emas akan cenderung naik. Selain risiko pasar, risiko teknis juga perlu diperhatikan. Produk trading yang dilakukan secara online sangat bergantung pada platform dan koneksi internet. Masalah teknis, seperti koneksi internet yang terputus dapat menyebabkan kerugian saat melakukan aktivitas trading.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami potensi profit dan risiko saat memilih produk trading. Hal ini dapat membantu Anda memilih produk trading yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko.

Baca Juga: Mengungkap Mitos Di Balik Rasio Profit Loss

 

4. Memahami Volatilitas dan Likuiditas

Berikutnya, tips memilih produk trading yang tepat adalah memiliki pemahaman baik tentang volatilitas dan likuiditas. Kedua faktor ini penting untuk membantu Anda memilih produk yang sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko.

  • Volatilitas
    Volatilitas adalah fluktuasi harga produk trading dalam periode tertentu. Tingkat volatilitas tinggi menunjukkan bahwa harga produk dapat berubah secara dramatis dalam waktu singkat, sementara volatilitas rendah menunjukkan perubahan harga yang lebih stabil. Bagi trader yang agresif, produk trading dengan volatilitas tinggi lebih menarik, sementara trader yang mencari pengembalian stabil lebih cocok dengan produk trading bervolatilitas rendah seperti obligasi.

  • Likuiditas
    Likuiditas merujuk pada kemampuan untuk membeli atau menjual produk trading dengan cepat tanpa mempengaruhi harga pasar. Pasangan forex utama seperti EUR/USD atau GBP/USD memiliki likuiditas tinggi karena volume transaksi harian yang besar.

    Di sisi lain, produk trading yang kurang likuid dengan kapitalisasi pasar kecil cenderung sulit untuk diperdagangkan dengan cepat. Namun, karena likuiditas dan volatilitas dapat berubah seiring waktu, penting bagi Anda untuk memantau kondisi pasar secara teratur, serta menyesuaikan strategi trading jika diperlukan.
Baca Juga:

Optimizing EUR/USD Trades on a Low Spread Platform

 

5. Lakukan Evaluasi Bertahap

Tips terakhir untuk memilih produk trading yang baik adalah dengan melakukan evaluasi bertahap. Langkah-langkahnya meliputi:

  • Pelajari karakteristik produk trading. Hal ini dapat Anda pelajari mulai dari volatilitas (fluktuasi harga yang tinggi atau rendah), likuiditas (mudah atau sulitnya menjual produk), faktor-faktor penggerak harga (seperti berita atau kebijakan pemerintah), hingga peraturan trading yang berlaku (misalnya batasan leverage atau margin).

  • Tentukan kriteria seleksi. Setelah mempelajari karakteristik produk trading, tentukan kriteria seleksi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko Anda. Kriteria ini dapat mencakup ukuran kapitalisasi pasar, risk and reward ratio, serta faktor-faktor lain yang dianggap penting.

  • Lakukan analisis teknis dan fundamental. Gunakan indikator teknis untuk menganalisis tren dan momentum harga, serta lakukan penilaian terhadap kondisi pasar maupun faktor-faktor lain yang memengaruhi harga dengan analisis fundamental. Anda dapat mengetahui potensi keuntungan dan risiko yang terlibat dalam memilih produk trading.

  • Uji coba produk trading dengan akun demo. Lakukan uji coba dengan akun demo broker HSB, sebelum melakukan transaksi dengan uang riil. Dengan demikian, Anda dapat mempraktikkan strategi trading dan menguji kinerja produk yang dipilih tanpa harus mengambil risiko kehilangan uang riil.
Baca Juga:

Cara Buka Akun Demo Gratis untuk Pemula

 

Kesimpulan

Dalam melakukan evaluasi bertahap ini, perlu diingat bahwa perdagangan produk trading selalu melibatkan risiko kehilangan uang, sehingga penting untuk memahami risiko yang terlibat dan berkonsultasi dengan broker sebelum melakukan trading ataupun investasi.

Tidak peduli apakah Anda masih pemula atau sudah professional, mempelajari pasar forex yang terus berubah menuntut kita untuk melakukannya terus-menerus. Jadi, meski terlihat sepele, riset dan evaluasi produk trading pilihan dapat mempengaruhi potensi profit Anda sebagai seorang trader di kemudian hari.

 

Selain mempertimbangkan produk trading yang hendak digunakan, Anda juga harus mulai mempelajari manajemen portofolio. Pelajari proses lengkapnya di artikel berjudul, "Mengenal Proses Manajemen Portofolio Ala Broker HSB.

Terkait Lainnya
 
Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 9 jam lalu, #Forex Fundamental

GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 9 jam lalu, #Forex Teknikal

EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 12 jam lalu, #Forex Teknikal

Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 12 jam lalu, #Emas Fundamental

Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 15 jam lalu, #Saham Indonesia

Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 15 jam lalu, #Saham Indonesia

Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 15 jam lalu, #Saham Indonesia

IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 15 jam lalu, #Saham Indonesia


Forum Terkait

 Ansor |  19 Jan 2012

bagaimana cara menghitung rekomendasi yg anda berikan tiap hari soalnya rada akurat

Lihat Reply [2]

Ok Bung Ansor,, dalam penghitungan analisa harian bisa di deteksi dengan mengetahui AM = Avarage market terlebih dahulu . dengan Rumusan High + Low ; 2 = Avarage market.

Jika harga ada dibawah Average Market bberrti ada kecendrungan Menurun. Jika harga ada di Atas Avarage market ada kecendrungan Naik.

Untuk selanjutnya Bung Ansor bisa membuat rata rata atau rumusan mata uang tersebut berapa pips dia bergerak dalam 1 hari. jika menurut Bung Ansor mata uang EUR/USD bergerak dalam satu harinya 175 pips, maka Bung ansor bisa mem-petakan berapa pips dia akan bergerak lagi. Jika dia sudah bergerak 100 pips sewaktu Bung Ansor mrmbuka meta trader, maka EUR/USD bisa bergerak 75 pips lagi. ( 175-100 ). Untuk mengetahui berapa pips dia sudah bergerak, adalah dengan cara pengurangan High - Low.

Untuk selanjutnya harga bisa di deteksi arahnya kemana diperkirakan dia akan pergi. bisa dengan Stochhastich osilator 14,3,3 atau Bung ansor bisa mendeteksi dengan setingan di H1, H4 dan D1 silahkan di coba coba. thanks

Basir   19 Jan 2012

Untuk Ansor,

Apa yang Anda maksudkan dengan “bagaimana cara menghitung rekomendasi”? Bisa Anda jelaskan lebih detail lagi?

Argo Gold Spotter   22 May 2019
 Zamzami |  5 Mar 2016

Bagaiman cara menyusun rencana trading yang baik? Dan membentuk karakter trading yang proposional?

Lihat Reply [35]

Untuk Zamzami...

Merencanakan sukses akan sukses, merencanakan gagal, akan gagal. Mempunyai rencana trading adalah untuk mencegah keterlibatan emosi dalam trading. Seperti telah kita ketahui, cara trading forex dengan melibatkan emosi bisa berakibat fatal.

Hal semacam itu tidak akan terjadi jika kita disiplin mengikuti langkah-langkah dalam rencana trading, kita biarkan pasar merespon posisi trading kita tanpa harus risau apa yang bakal terjadi. Anda bisa bisa mengikuti ulasan lebih lanjut di menyusun rencana trading.

Sementara untuk membentuk karakter trading, anda bisa melakukan semacam evaluasi/psikotes, yang mana setelah menjalaninya diharapkan bisa mengetahui karakter trading yang cocok anda miliki.

Thanks.

Basir   8 Mar 2016

Malam Pak, saya(zamzami),

mau tanya kalau trading dengan satu mata uang misal: EUR/USD

1. apakah kita harus menunggu pasar Eropah atau America?
Sedangkan dalam 24jam ada 3 pasar. mulai dari ASI,Eropah,dan Amerika.atau mata uang masing-masing pasar?

2.Kenapa Rupiah(Rp) tidak ada dalam Trading? Sedangkan saya pernah dengar,Rp ikut diperdagangkan.Gimana jelasnya Pak? terimakasih berat.

Zamzami   9 Jan 2023

Untuk Zamzam..

Anda bisa trading di sesi asia juga, hanya memang sesi Eropa dan Amerika merupakan sesi fluktuatif, dimana pergerakan mata uang tersebut cukup tinggi karena ditunjang oleh rilis data dari kedua negara tersebut. Untuk sesi Asia bianya digunakan oleh para scalper untuk meraih keuntungan.

Pada broker tertentu mata uang IDR ikut diperdagangkan, seperti IG misalnya. Ada juga broker yang menggunakan IDR sebagai base currencynya. Hanya memang IDR ini tampaknya kurang dominan. IDR di perdagangkan dengan mata uang lain  terdapat di agen pertukaran/changer dan perbankan.

Thanks.

Basir   11 Jan 2023

Boleh dikasih tau bagaimana rencana trading para master di sini? Mungkin dikasih tau juga contoh entry dan hasilnya juga,...terima kasih

Sambodo   1 Sep 2022

@Sambodo: Kebetulan saya juga penulis analisa, berikut adalah salah satu contoh rencana trading yang sudah saya tulis dari sebelum entry sampai entry dan exit.

Kiki R   1 Sep 2022

Jawaban untuk Zamzami:

1. apakah kita harus menunggu pasar Eropah atau America?
Sedangkan dalam 24jam ada 3 pasar. mulai dari ASI,Eropah,dan Amerika.atau mata uang masing-masing pasar?

Pasar Eropa (London) dan Amerika (New York) ditunggu karena satu hal, volatilitas.

Pada sesi Eropa dan AS pergerakan harga mata uang naik karena para trader besar sedang aktif bertransaksi di market.

Volatilitas tinggi dan pergerakan harga yang besar menyebabkan Anda lebih cepat take profit daripada di sesi Asia (Tokyo).

Kalau strategi trading Anda tidak memerlukan volatilitas tinggi, Anda tidak perlu menunggu sesi Eropa atau AS, cukup di sesi Asia saja.

Sedangkan bagi trader yang membutuhkan volatilitas tinggi, mereka akan menunggu sesi Eropa dan Amerika.

2.Kenapa Rupiah(Rp) tidak ada dalam Trading? Sedangkan saya pernah dengar,Rp ikut diperdagangkan.Gimana jelasnya Pak? terimakasih berat.

Rupiah (USD/IDR) tidak ada dalam trading online karena tidak likuid (tidak banyak diperdagangkan).

Di money exchanger (tempat tukar uang) tentu rupiah diperdangangkan, tapi di broker online tidak disediakan instrumen USD/IDR.

Akibat dari volume transaksi rupiah yang kecil menyebabkan pergerakan harganya yang kurang rapi dan spread yang besar.

Yang disediakan di broker online adalah mata uang dengan volume transaksi besar, seperti USD, EUR, GBP, AUD, JPY, dst.

Kiki R   14 Jan 2023

Karakter trading? Apa ya karakter trading itu? Kayaknya udah lama trading forex, kripto, saham, tapi baru sekali ini lihat istilah aneh ini.

Sofiyan   20 Jan 2023

Sofiyan: Karakter trading adalah kombinasi dari sifat, kebiasaan, dan gaya hidup yang mempengaruhi bagaimana seseorang membuat keputusan trading.

Ibaratkan saja kita membuat karakter di game, berikut adalah beberapa karakteristik harus kita miliki sebagai trader:

  • Disiplin, artinya mengikuti rencana trading dan menghindari emosi yang tidak produktif seperti panik atau serakah.
  • Fleksibel, artinya menyesuaikan diri dengan situasi pasar yang berubah dan membuat keputusan yang sesuai.
  • Objektif, mampu membuat keputusan trading berdasarkan fakta dan analisis pasar, bukan emosi atau perkiraan.
  • Konsisten, artinya kemampuan untuk menjaga gaya trading dan tidak mudah dipengaruhi oleh hasil trading yang buruk atau baik.

Karakter trading ini sangat berpengaruh pada kesuksesan seseorang dalam trading. Oleh karena itu, trader harus memahami karakter trading mereka. 

Untuk tambahan, bisa juga membaca di sini:

Ananta   13 Feb 2023

Sofiyan:

Kalau untuk saya pribadi karakter trading itu berbeda dengan karakter trader. Karakter trader seperti yang dijelaskan oleh Pak Ananta di atas sangat diperlukan agar seorang trader dapat menjadi trader yang bisa konsisten profit. Karakter trading sendiri merupakan hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana cara seorang trader mengamati dan menganalisa suatu harga.

Misalkan, ada beberapa trader yang lebih nyaman membuka posisi Sell ketika harga sedang terlihat sedang sangat tinggi, dan membuka posisi Buy ketika harga sedang sangat rendah. Beberapa trader juga ada yang tidak peduli seberapa tinggi harga akan tetap melakukan posisi Buy. Karakter trading inilah nanti yang baik dijadikan dasar ataupun standar dalam membentuk sistem trading yang cocok untuk trader yang bersangkutan. Seperti misalnya karakter trading seseorang yang lebih suka menjual saat harga sedang tinggi lebih cocok jika membuat atau menggunakan sistem trading dengan basis Countertrend. Bukan berarti trader ini tidak boleh ataupun bisa menggunakan sistem trading dengan basis Trend Following, hanya saja agar lebih mudah menjalankan dan disiplin dengan sistem tersebut, disarankan untuk membuat dan menggunakan sistem trading yang sesuai dengan karakter trading seseorang.

Karakter ini sendiri biasanya dibentuk dari kepercayaan-kepercayaan yang telah tertanam di dalam pikiran semenjak kita kecil. 

Nur Salim   17 Feb 2023

@ Sambodo:

Mengenai rencana trading, silahkan baca: Panduan Menyusun Rencana Trading Forex

 

M Singgih   19 Feb 2023

Halo semua, saya sudah mempunyai rencana entry. Lantas, bagaimana cara menyusun rencana exit plan ideal?

Bimo Seno   20 Feb 2023

Bimo Seno:

Lha, rencana entry-nya itu berdasarkan apa?

Exit dan entry itu selaras. Umpama entry berdasar bollinger bands, exit juga pakai acuan bollinger bands. Ngga logis lah kalau entry dari bollinger bands, trus exit pakai elliott wave.

Sofiyan   20 Feb 2023

Bimo Seno:

Menyusun Exit Plan sendiri biasanya dimulai seperti yang disampaikan pak Sofiyan di atas yaitu berdasarkan sinyal yang digunakan dari Entry. Contoh kasus lain jika menggunakan Support dan Resistance, maka Exit juga biasanya dilakukan dengan menunggu harga sampai di level SnR lainnya.

Tingkat keutungan yang dihasilkan akan beragam baik dari tidak profitable, cukup profitable, hingga sangat profitable. Dalam kasus hasil Backtest nanti anda mendapati bahwa hasilnya tidak profitable ataupun anda kurang puas, maka bapak bisa mencoba pendekatan lain. Pendekatan dasar yang bisa digunakan:

1. Menggunakan basis exit Risk:Reward Ratio.

2. Menggunakan basis exit time. Exit dilakukan berdasarkan waktu tertentu pada market. Misalkan Exit semua posisi sebelum penutupan Candlestick Harian atau Exit saat sesi perdagangan Asia telah berakhir.

3. Menggunakan basis exit Candle. Exit dilakukan setelah harga berjalan beberapa Candlestick dari posisi yang telah dibuka.

4. Menggunakan basis exit indikator atau teknikal tools lainnya. Anda membuka posisi dengan indikator MA bukan berarti Anda juga harus menutupnya dengan MA. Anda diperbolehkan menggunakan teknikal lain seperti SnR untuk exit posisi.

Nur Salim   22 Feb 2023

Jika dari 100x hasil trading hasilnya 40 win dan 60x loss, namun hasil akhirnya tetap profit. Apakah rencana trading saya dapat dikatakan sudah bagus?

Kalistian   22 Feb 2023

Jawaban untuk Kalistian:

Bagus. Artinya Anda bisa profitable meskipun total transaksi Anda lebih banyak loss.

Coba kita simulasikan sedikit. 40 kali win dan 60 kali loss.

Winrate = (40/100) x100 = 40%

Anda cukup atur rasio risk/reward jadi 1/2, maka hasilnya:

Nilai ekspektasi = (winrate x average profit) - (lossrate x average loss)

Nilai ekspektasi = (40% x 2) - (60% x 1) = 0.8-0.6 = 0.2 (+)

Nilai ekspektasi yang bernilai positif artinya bisa profitable dalam jangka panjang.

Fokus saja ke nilai ekspektasinya. Mau winrate sebesar apapun kalau nilai ekspektasinya minus artinya tidak profitable.

Kiki R   23 Feb 2023

Perrmisi ijin minta saran. Apa sebaiknya yang dilakukan ketika hasil dari pengujian saya di demo hasilnya tidak sama dengan backtest? di backtest dari 100 posisi saya bisa dapat hingga 45% winrate dengan rr 1:2, saat mencoba di demo winrate saat ini hanya ada di sekitar 30% dari 20 posisi. Apa yang kira-kira harus saya lakukan?

Apriliyadi   24 Feb 2023

Jawaban untuk Apriliyadi: Yang perlu Anda lakukan Anda terus melanjutkan pengujian sampai mencapai 100 posisi.

Cek apakah winrate setelah 100 posisi hasilnya sama dengan hasil backtest. Kalau tidak sama, coba bedah lagi seperti apa penyebab utama perbedaan tersebut.

  • Apakah karena Anda yang tidak disiplin dalam mengeksekusi?
  • Atau memang sistem tradingnya yang sebenarnya butuh sample lebih banyak lagi.
Kiki R   26 Feb 2023

@ Apriliyadi:

Menurut saya sebaiknya mengacu pada hasil pengujian di akun demo karena pada saat pengujian di akun demo Anda telah melakukan forward test. Antara hasil backtest dan forward test bisa saja berbeda karena karakteristik pergerakan suatu pair bisa berubah sejalan dengan waktu.

 

M Singgih   28 Feb 2023

Kiki R:

Mohon maaf pak, apakah terpengaruh juga dengan adanya sinyal-sinyal yang tidak sempat terambil karena terjadi saat kita sedang tidur? Dari 30 posisi yang telah saya coba jalankan hingga saat ini ada sekitar 5 sinyal yang muncul saat saya sedang tidur sehingga tidak bisa membuka posisi. Mohon sarannya untuk menghadapi hal ini.

Apriliyadi   28 Feb 2023

M Singgih:

Untuk proses forward test di akun demo ini kira-kira sampai berapa lama pak bisa saya lakukan hingga hasilnya bisa digunakan sebagai patokan apakah stretegi saya ini profitable atau tidak?

Apriliyadi   28 Feb 2023

@ Kalistian:

Itu bukan rencana trading tetapi sistem trading yang Anda gunakan. Sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management. Dalam hal ini Anda menerapkan risk/reward ratio yang lebih besar dari 1:1 setiap kali entry. Menurut saya kalau sudah profitable bisa diteruskan, dan bisa ditingkatkan lagi win rate-nya.

 

M Singgih   1 Mar 2023

@ Apriliyadi:

Jika Anda menggunakan time frame daily (D1) bisa dilakukan sekitar 2 bulan atau sekitar 50 kali trade. Kalau bisa dicoba pada beberapa pair (tidak hanya pada satu pair). Amati pair mana yang persentase profitnya paling tinggi.

Jika menggunakan time frame 1 jam (H1) bisa dilakukan sekitar 100 kali trade, juga pada berbagai pair dan amati pair mana yang paling profitable.

M Singgih   2 Mar 2023

Izin meminta saran pak. Jika saya menggunakan 2-3 jenis strategi sekaligus, apakah lebih baik menggunakannya dalam satu akun yang sama atau masing-masing digunakan di akun yang berbeda?

Dika Hadi   5 Mar 2023

Jawaban untuk Dika Hadi:

Lebih baik menggunakannya di akun yang berbeda-beda. Alasannya cuma 1, agar Anda bisa mengukur performa masing-masing strategi yang Anda gunakan dengan jelas.

Kiki R   12 Mar 2023

@ Dika Hadi:

Bisa digunakan pada akun yang sama tetapi pada pair yang berbeda.

 

M Singgih   14 Mar 2023

Dika Hadi: Mengenai penggunaan beberapa strategi apakah lbh baik di akun yg sama atau berbeda, mnrt pendapat saya, saya stuju dngn pak Kiki. Krna akun di broker bisa dibuka lebih dari 1 dan tanpa ada verfikasi KYC sehingga gampang buka akun baru. Trus lbh jelas aja jalan tradingnya. Misalkan akun A menggunakan strategi A dan di B menggunakan strategi B. Shngga hasil antara kedua strategi lebh jelas dibandingkan dicampur jdi satu. Tpi ini balik lgi ke preferensi masing masing. Krna ada jga yg ga mau ribet buka akun baru lgi

Hamid   15 Mar 2023

Dika Hadi: Saya setuju dngn pendapat kakak2 diatas. Keputusan apakah anda ingin menggunakan beberapa strategi trading dalam satu akun atau memisahkannya ke beberapa akun tergantung pada preferensi pribadi dan risiko pribadi.

Preferensi pribadi saya sendiri dalam menjalankan strategi trading berbeda apakah di akun yang sama atau tidak tergantung dari strategi yang dijalankan. Dengan kata lain, jika anda memilih utk menggunakan beberapa strategi trading dalam satu akun, pastikan bahwa strategi tersebut tidak bertentangan satu sama lain. Misalkan anda biasa melakukan swing trading dan dicampur dengan scalping, maka bisa terjadi resiko salah trading dan sebaiknya memisakan akun saja.

Disisi lain, menggunakan beberapa strategi dalam satu akun dapat menghemat waktu usaha, dan modal. Dengan 1 akun, misalkan minimal deposit $100, maka dengan $100 bisa melakukan beberapa strategi trading. Tetapi resiko ya tadi, salah pengambilan keputusan itu kemungkinan lebih sering terjadi.

SEdangkan resiko pemisahan akun, adalah modal yg disiapkan. BIla menjalankan 2 jnis akun dengan strategi yang berbeda mka diperukan $200 utk memulai.

Sandy   6 Apr 2023

Zamzami:

1. Untuk trading pada pasangan mata uang EUR/USD, kita tidak harus menunggu pasar Eropa atau Amerika koq pak. Pasar forex adalah pasar global yang beroperasi selama 24 jam, kecuali pada hari Sabtu dan Minggu. Namun, ada periode waktu tertentu ketika aktivitas trading pada pasangan mata uang tertentu lebih aktif dan likuid daripada waktu lainnya. Untuk pasangan mata uang EUR/USD, aktivitas trading yang paling aktif terjadi selama sesi London dan sesi New York, tetapi trading dapat dilakukan pada pasangan mata uang ini sepanjang hari.

2. Rupiah (IDR) tidak ditransaksikan di pasar forex internasional karena dianggap kurang menarik dibandingkan mata uang utama seperti USD, EUR, JPY, GBP, CHF, CAD, dan AUD. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap mata uang utama cenderung stabil dan relatif tidak volatil dibandingkan dengan beberapa mata uang lainnya. 

Mungkin ada broker-broker yang menawarkan mata uang eksotik, tapi untuk spreadnya biasanya sangat besar jadi keuntungannya agak susah dibaca. 

Ananta   27 Apr 2023

Sofiyan: Karakter trading itu sebenernya merujuk ke sifat dan kebiasaan seseorang dalam melakukan trading, yang bisa berbeda-beda antara satu trader dengan yang lainnya. Misalnya, ada trader yang suka ambil risiko besar dalam trading, ada yang lebih konservatif, ada yang suka trading jangka pendek atau jangka panjang, dan sebagainya.

Karakter trading ini penting buat diketahui karena bisa mempengaruhi keputusan dan strategi trading yang kita pilih. Misalnya, kalo kita tahu kalo diri kita cenderung suka ambil risiko besar, kita bisa lebih hati-hati dan pertimbangkan matang-matang sebelum ambil keputusan trading yang terlalu berani.

Selain itu, karakter trading ini juga bisa berubah-ubah tergantung pengalaman dan kondisi pasar. Misalnya, seorang trader yang tadinya suka ambil risiko besar, bisa jadi jadi lebih konservatif setelah mengalami kerugian besar dalam trading. Jadi, penting banget buat selalu introspeksi diri dan coba kenali karakter trading kita, biar kita bisa pilih strategi trading yang paling sesuai dan menguntungkan bagi kita.

Retno   28 Apr 2023

Bagaimana membuat rencana trading yang baik untuk trading di pair EUR/USD?

Lingga   3 May 2023

Lingga: Mnurut saya sendiri, utk memulai trading apapun itu, bisa mengikuti link artikel yang udah dibagikan di komentar sebelumnya. Mengapa? Karena pada dsarnya rencana trading itu langkah awal untuk trading sehingga membuat rencana trading yang bagus untuk pair apapun termasuk EUR/USD itu penting banget. Setelah itu, kamu harus memahami situasi pasar saat ini, terutama faktor-faktor yang bisa mempengaruhi pergerakan EUR/USD. (all termasuk riks management, money management, aturan trading dll)

Dan kamu bisa menentukan level-level support dan resistance untuk menentukan kapan harga akan bergerak naik atau turun. Jangan lupa untuk menentukan level stop loss dan take profit untuk meminimalkan risiko dan mengoptimalkan keuntungan. (pelajari analisis teknikal)

Selain itu, kamu juga bisa mengikuti berita dan analisis pasar dari sumber-sumber terpercaya untuk mendapatkan informasi terbaru dan mengetahui perkembangan yang bisa mempengaruhi pergerakan pair EUR/USD. (pelajari analisa fundamental)

Terakhir, jangan lupa untuk mencatat hasil tradingmu dan melakukan evaluasi secara berkala untuk memperbaiki rencana tradingmu dan mengoptimalkan keuntunganmu. Semoga berhasil, bro!

Theo   3 May 2023

@ Lingga:

Pada dasarnya rencana trading berlaku umum, bisa diterapkan pada pair manapun. Hanya saja untuk pair-pair tertentu sebaiknya memang tahu harga historis tertinggi dan terendah, level-level support dan resistance psikologis (key level), dan juga jadwal rilis data fundamental berdampak tinggi.

Secara umum dalam rencana trading ada kriteria untuk entry berdasarkan sinyal dari price action yang dikonfirmasi oleh indikator teknikal, penentuan level stop loss (SL) dan target profit (TP) berdasarkan besarnya risiko yang ditetapkan dan risk/reward ratio yang lebih besar dari 1:1, mengikuti prinsip money management.

Jadi pada dasarnya rencana trading dibuat berdasarkan sistem trading yang Anda gunakan. Sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management.

M Singgih   11 May 2023

Halo master, saya mau bertanya. Saya ini kan lagi berencana untuk masuk ke dunia investasi dan trading. Dan di trading berjangka ini, saya menemukan banyak sekali aset yang bisa dipilih. Nah, aset terbaik untuk trading bagi saya yang part time dan hanya memiliki waktu sedikit saat pagi hari itu ada tidak?

Dan apakah pertimbangan mempersiapkan waktu untuk trading itu termasuk dalam perencanaan trading serta apakah penting bagi trader untuk mempersiapkan waktu lebih banyak untuk menganilisa trading?

Dan bila waktu yang saya miliki benar-benar terbatas gitu, ada tidak investasi lain yang mungkin bisa saya manfaatkan selain trading dngn aset berjangka?

Mohon bantuannya master, terima kasih banyak!

Dicky   11 May 2023

Dicky:

--> aset terbaik untuk trading bagi saya yang part time dan hanya memiliki waktu sedikit saat pagi hari itu ada tidak?

Hal ini tergantung pada seberapa "pagi" yang dimaksud.

Apabila "pagi" itu sebelum berangkat kerja biasa, maka sayang sekali, tidak ada aset yang cocok untuk trading pada jam-jam tersebut.

Apabila "pagi" itu sebelum jam 12 siang, maka bisa coba trading saham ataupun forex (AUD/USD, USD/JPY, NZD/USD).

-->Dan apakah pertimbangan mempersiapkan waktu untuk trading itu termasuk dalam perencanaan trading serta apakah penting bagi trader untuk mempersiapkan waktu lebih banyak untuk menganilisa trading?

Analisis trading itu bisa memakan waktu lebih lama daripada tradingnya sendiri. Kita trading cukup dua-tiga klik, lalu ditinggal. Tapi analisisnya bisa sampai berjam-jam.

Orang yang lebih mahir, tentu akan membutuhkan waktu analisis yang lebih singkat daripada orang yang belum mahir. Jadi kalau masih dalam tahap belajar, maka yaaa sebaiknya coba simulasi trading atau demo (bisa kapan saja dan tidak terbatas waktu).

-->Dan bila waktu yang saya miliki benar-benar terbatas gitu, ada tidak investasi lain yang mungkin bisa saya manfaatkan selain trading dngn aset berjangka?

Kalau benar-benar tidak punya waktu, maka sebaiknya tidak usah terjun ke dalam dunia trading. Trading itu pasti memakan waktu. Waktu untuk belajar, waktu untuk latihan, waktu untuk analisis, dan seterusnya.

Investasi yang cocok untuk orang yang tidak punya waktu adalah reksa dana dan Surat Berharga Negara. Silakan simak beberapa artikel berikut ini untuk mengetahui lebih jelasnya:

 

 

Aisha   4 Jun 2023

@ Dicky:

Saya sarankan sebaiknya Anda trading forex dengan jangka menengah panjang, yaitu gunakan time frame daily (D1), karena waktu Anda terbatas. Dalam hal ini Anda tidak harus sering-sering memantau pergerakan harga, cukup sekali waktu saja.

- … Dan apakah pertimbangan mempersiapkan waktu untuk trading itu termasuk dalam perencanaan trading serta apakah penting bagi trader untuk mempersiapkan waktu lebih banyak untuk menganilisa trading?

Kalau untuk belajar analisa, Anda harus menyediakan waktu untuk mempelajarinya hingga mahir. Kalau sudah mahir Anda cukup mengamati pergerakan harga dan indikator teknikal atau data ekonomi apa yang akan dirilis hari itu, tidak membutuhkan banyak waktu.

- …. Dan bila waktu yang saya miliki benar-benar terbatas gitu, ada tidak investasi lain yang mungkin bisa saya manfaatkan selain trading dngn aset berjangka?

Mungkin Anda bisa investasi di produk reksadana. Baca juga: Investasi Reksa Dana Paling Menguntungkan dan Aman

M Singgih   7 Jun 2023
 Zoro |  20 Mar 2019

Saya suka pair NZD/USD, jam brp kah biasanya pasar ini paling volatile kalau menurut pengamatan mastah?

Lihat Reply [1]

@ Zoro:

Untuk NZD/USD, tentunya saat yang aktif adalah ketika pasar New Zealand buka dan ketika pasar New York buka.
Pasar New Zealand adalah yang pertama kali buka (sekitar jam 4 pagi WIB), dan pasar New York buka sekitar jam 19:30 WIB.

Dari pengamatan kami, NZD akan volatile ketika ada rilis data New Zealand yang berdampak tinggi seperti Employment, CPI, GDP, RBNZ meeting, dan itu biasanya pagi antara jam 4 - jam 5 WIB.
Dalam hal ini tidak hanya NZD/USD yang volatile, tetapi juga NZD/JPY dan pair lainnya yang ada NZD.

Ketika ada rilis data AS (saat pasar New York buka), NZD/USD bisa volatile, tetapi tidak sehebat EUR/USD atau USD/JPY, karena volume perdagangan NZD/USD memang tidak sebesar EUR/USD dan USD/JPY.

M Singgih   22 Mar 2019
 Petruk |  17 Dec 2020

Apakah pullbacks wajib diwaspadai atau dimanfaat untuk mencari momentum entry?

Lihat Reply [11]

@ Petruk:

Dalam trading, seharusnya memperhatikan setiap price action, termasuk kemungkinan pergerakan pull back atau breakout. Price action yang menunjukkan keadaan pull back bisa mengisyaratkan terjadinya koreksi atau reversal. Untuk entry pada saat price action menunjukkan keadaan pull back harus dikonfirmasi oleh indikator trend dan juga indikator momentum (misal RSI atau stochastic) supaya valid.

M Singgih   18 Dec 2020

Antara Pullback dan reversal itu apakah sama pak definisinya?

Malik   28 Dec 2020

@ Malik:

Pullback artinya pergerakan balik arah. Ketika mulai terjadi pullback, asumsi kita adalah terjadi koreksi atau retracement. Ini bisa diamati dengan level Fibonacci rtracement. Jika pergerakan harga berlanjut hingga menembus level 61.8% Fibo retracement, maka kemungkinan bisa terjadi pergerakan reversal.
Reversal diartikan sebagai pembalikan arah trend. Trend pergerakan harga akan dianggap reverse (berbalik arah) jika telah menembus level 100% Fibo retracement.

M Singgih   29 Dec 2020

Koreksi itu biasanya berapa candle pak, sbelum akhirnya balik lagi ke trend awal sebelum koreksi?

Vincent   2 Mar 2021

@ Vincent:

Tidak bisa dipastikan, yang perlu diamati adalah level dari Fibonacci retracement-nya. Jika candle masih berada di sekitar level 50% Fibonacci retracement, pergerakan harga masih dalam fase koreksi.Tetapi jika candle telah melewati level 61.8% Fibonacci retracement, maka diasumsikan pergerakan harga akan mengalami reversal atau pembalikan arah trend.

M Singgih   3 Mar 2021

Apakah "Pullback" dan "Terkoreksi" dalam trading forex memiliki arti yang sama master?

Suwasono   12 Sep 2022

Sama. Pullback dan koreksi artinya harga yang melawan tren yang bersifat sementara.

Kiki R   14 Sep 2022

@Suwasono:

Banyak trader dan pakar yang menyamakan istilah pullback dan koreksi, sehingga kita bisa menganggapnya sama saja.

Tapi, kalau dirunut dari asal-usul makna bahasa asalnya (Inggris), sebenarnya ada perbedaan antara pullback dan koreksi. Begini penjelasannya:

  • Pullback adalah pembalikan sementara dari suatu tren yang sedang berlangsung. Tidak ada patokan berapa besar pullback.
  • Koreksi (correction) adalah pembalikan sementara sebanyak minimal 10% dari tren yang sedang berlangsung.
Aisha   18 Jan 2023

Apakah pullback akan selalu diiringi dengan perubahan trend?

Arif Cahyadi   18 Jan 2023

Jawaban untuk Arif Cahyadi:

  • Apakah pullback akan selalu diiringi dengan perubahan trend?

Pullback tidak selalu diiringi oleh perubahan tren.

Dalam tren naik, pullback dapat terjadi sebagai koreksi sementara dan harga kemudian akan kembali ke tren naik. Dalam tren turun, pullback dapat terjadi sebagai koreksi sementara dan harga kemudian akan kembali ke tren turun.

Namun, jika pullback yang terjadi kuat dan diikuti oleh perubahan arah dari indikator teknikal, maka ini dapat menjadi tanda awal dari perubahan tren.

Kiki R   19 Jan 2023

@ Arif Cahyadi:

- Apakah pullback akan selalu diiringi dengan perubahan trend?

Tidak. Kondisi pullback adalah retracement (koreksi) yang waktunya pendek dan tidak selama retrace.
Retracement bisa sampai 50% hingga 61.8% Fibonacci retracement, tetapi pullback biasanya tidak sampai 38.2% Fibonacci retracement. Retracement berpotensi untuk jadi reversal (perubahan arah trend), tetapi pullback tidak.

M Singgih   20 Jan 2023
 Wijanarko |  6 Jan 2021

Apakah dengan lot segini sudah pas pak? Apakah ada masukan lagi?

untung sedikit

Ini saya tradingnya masih dengan full analisa teknikal, bagaimana cara mengaplikasikan analisa fundamental?

Lihat Reply [3]

@ Wijanarko:

Jika ingin ketahanan besar, dengan modal sekitar USD 10, Anda bisa trading dengan akun Cent. Dengan akun micro, jika Anda trading 0.01 lot pada pair XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD atau NZD/USD) maka ketahanan modal Anda sekitar 100 pip, yang mana pip value atau nilai per pip untuk 0.01 lot XXX/USD adalah USD 0.1.

Untuk 0.02 lot GBP/USD, maka jika modal sekitar USD 10, maka nilai per pip-nya adalah USD 0.2, sehingga ketahanan modal Anda hanya sekitar (USD 10) / (USD 0.2) = 50 pip.
Jika ingin trading pada akun micro, sebaiknya tambah modal.

- Ini saya tradingnya masih dengan full analisa teknikal, bagaimana cara mengaplikasikan analisa fundamental?

Jika Anda ingin trading berdasarkan rilis data fundamental, maka:
1. Perhatikan hasil actual versus forecast dan previous-nya.
Misal data Non Farm Payrolls (NFP) AS. Data previous 200,000 job, forecast 150,000 job:
- Jika hasil rilisnya (data actual) diatas data previous dan forecast (misal 250,000 job) maka kemungkinan besar USD akan menguat.
- Jika hasil rilisnya (data actual) dibawah data previous dan forecast (misal 100,000 job) maka kemungkinan besar USD akan melemah.
- Jika hasil rilisnya (data actual) diantara data previous dan forecast (misal 175,000 job) maka unpredictable, USD bisa menguat bisa melemah. Dalam hal ini sebaiknya tunggu arah sentimen pasar sebelum entry.

2. Perhatikan revisi data. Revisi data yang telah dirilis sebelumnya akan mempunyai dampak pada pergerakan harga saat ini, tetapi biasanya dampaknya tidak sebesar hasil rilis data actual. Jika data sebelumnya direvisi menjadi lebih baik maka akan berdampak positif pada mata uang negara tersebut, dan sebaliknya.

3. Hindari entry menjelang atau pada saat rilis data, untuk menghindari slippage (loncatan harga) yang mungkin terjadi akibat volatilitas yang tinggi. Entry sekitar 15-30 menit setelah rilis data, yang mana arah pergerakan harga sudah jelas.

 

M Singgih   7 Jan 2021

Maaf,

Bapak menyebut pairnya (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD atau NZD/USD) itu yang bapak maksud harus trading di pair mayor ya pak? Kalau di pair lain seperti EUR/GBP, GBP/JPY, NZD/CAD apakah tidak direkomendasikan?

Wah ternyata masih banyak ya yang harus dipelajari untuk fundamentalnya....dan kelihatannya lebih sulit daripada teknikal...

Apakah dampaknya besar pak, fundamental kalau di time frame kecil?

Terima kasih atas penjelasannya pak

Wijanarko   7 Jan 2021

@ Wijanarko:

- Pair XXX/USD sebagai contoh saja karena perhitungan pip value-nya mudah. Untuk cross pair seperti EUR/GBP, EUR/JPY dll. Perhitungan pip value-nya agak berbeda.

- Trading berdasarkan rilis data fundamental bisa pada semua time frame. Semakin rendah time frame maka volatilitas akan semakin tinggi, dan risiko terjadinya slippage (loncatan harga) juga semakin besar.

 

M Singgih   8 Jan 2021
 

Komentar @inbizia

gue bantu jawab dngan list ya : Minimal deposit di GKInvest tergantung dari akun yang bakal dipilih dan bervariasi mulai dari $200 hingga $10.000. Leverage yang ditawarkan jga dimulai dari 1:100 Jenis akun yang bisa dibuka terdapat 6 jenis dimana masing2 ada sepsifikasi masing. Jenis tersebut diantaranya Standard Fix, Gold Fix, Elite Fix, Standard Variable, Platinum Variable, dan Zero ECN. Kisaran spread di GKinvest cukup rendah, yakni dimulai dari 0.0 untuk Zero ECN hingga 0.8 pips untuk standard fix (spread tetap) Dikarenakan spread yang cukup rendah, bsa dibilang untuk melakuan scalping sangat direkomendasikan di broker GKinvest. Untuk lebih jelas mengenai spesifikasi secara detail di tiap akun, bsa membaca di artikel berikut : Tips Memilih Akun di GKInvest
 Zayyan |  20 Sep 2023
Halaman: Kiat Memilih Broker Finex Atau Gkinvest Untuk Day Trading
Halo selamat malam para senior trader, walaupun masih sebatas membaca artikel tentang dunia trading, saya sangat bersemangat apabila mendengar dan membaca hal yang berkaitan dengan informasi trading dan petunjuk lainnya yang bikin saya menjadi trader yang sukses. Saya tertarik dengan artikel yang disampaikan penulis ini, sangat bermanfaat, lugas dan pemilihan katanya ,mudah dipahami oleh pembaca trader walaupun yang membaca itu pemula like me.
Sebenarnya dari sekian banyak broker trading yang saya ketahui, hanya Monex yang sering muncul di benak saya, namun tidak ada salahnya sih mengathui broker lainnya, seperti DIDIMAX. Seperti yang dijelaskan, Setiap broker yang sering saya baca selalu menyuguhkan kalo mereka tuh aman terpercaya dan sudah teregulasi dari BAPPEBTI. Apasih ya untungnya broker itu diregulasi Bappebti ini, apa kah dana kita akan aman dan terhindar dari penipuan? mengapa selalu ditonjolkan, memangnya kalo tidak diregulasi Bappebti ini, kita nggk bisa memilih trading di situ gitu? karena kadang saya sering liat broker yang tidak diregulasi Bappebti itu justru menawarkan platform dan layanan trading yang menjanjikan bagi penggunanya. Mohon baantuannya ya kakak kakak yang sudah pro.
 Whalen |  24 Sep 2023
Halaman: Monex Vs Didimax Mana Yang Terbaik Untuk Scalping
Halo selamat sore guys, pertanyaan lo sama kayak pertanyaan gw dulu waktu pertama kali mengenal dunia trading. pertanya yang sederhana, namun cukup masuk akal untuk ditanyakan, bener nggk sih? Ya sebegai seorang trader, menghinadari broker yang menawarkan layanan trading penipuan itu WAJIB. Namun mancari broker yang menawarkan platform dan layanan yang bagus, serata biaya yang murah itu PERLU untuk meminimalisir biaya dan memperlancar proses trading menjadi sebuah keuntungan. Okey gw akan bantu menjelaskan. Broker yang bagus itu mungkin saja mempunyai izin dari Belize, BVI (The British Virgin Islands), Cayman Island, Seychelles, Rusia, Vanuatu atau negara lainnya. Namun, Jika terjadi masalah dalam transaksi yang tidak menguntungkan untuk lo, misalnya dana tidak masuk ke rekening bank, maka akan sangat sulit untuk mengurus administrasi dan memperoleh perlindungan hukum.
Apalagi jika ternyata Broker tersebut misalnya pailit atau ditutup karena melanggar aturan-aturan yang berlaku di negara asalnya, maka hukum yang berlaku di negara tersebut tidak bisa melindungi nasabah asal Indonesia. Broker resmi memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sebagai regulator dan pengawas di bawah Kementerian Perdagangan Indonesia. Biasanya juga menjadi anggota dari salah satu bursa berjangka yang ada di Indonesia, seperti Jakarta Future Exchange (JFX) dan Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX). Selain itu, Broker resmi juga terdaftar sebagai anggota dari Lembaga kliring berjangka di Indonesia seperti Kliring Berjangka Indonesia (KBI), dan Indonesia Clearing House (ICH). Lembaga kliring berjangka tersebut akan menjamin transaksi anda terlaksana. Hal ini dikarenakan mereka tidak memenuhi standarisasi yg diatur dalam peraturan perundang-undangan industri berjangka di Indonesia, yang sebenarnya mengatur banyak hal terkait Industri ini. Mulai dari permodalan, pemasaran, penjualan, perpajakan, risk management hingga perlindungan terhadap perusahaan dan nasabah.
Okey pertanyaan apakah Broker yang lo sukai itu sudah legal di Indonesia? INGAT LO harus jeli dalam memilih Broker demi keamanan transaksi, dana yang ditempatkan, dan mendapatkan perlindungan hukum. GW punya saya lo harus baca 4 Jenis Broker Forex Yang Perlu Diwaspadai itung itung sebegai bekal lo milih mana yang broker yang baik dan aman VS broker yang hanya pencitraan publik doang.
 Bernard |  26 Sep 2023
Halaman: Monex Vs Didimax Mana Yang Terbaik Untuk Scalping
Mooon Maap nihh, kbtulan aq sndiri br mengenal dunia trading dn membaca pernyataan dri artikel yg udah dismpekan terhadap penyebab ekskuksi trading plan yg gagal, it ada bbrapa faktor yg dismpekan cukup jlas. Jujur stlh ngebaca artikl ini, aq jd agak minder utk memulai trading krna aq rasa faktor penyebab ekskusi trading plan yg selalu gagal ini ckup ssh utk dihindari, apalagi dngn aq yg bru mgnenal dunia trading. Misalkan kyk emosi, it jujur aq agak ssh ngehindarin hal tsb. Spa ga emosi cba, harga dh naik, pasang bid ehhh mlh harga turun trus dn ngebuat aq jd rugi. Trus jga istilah kyk risk management sprtinya jga agak ssh diterapin nihhh. So,, aq ingin bertnya, dn kbtulan ya kliatannya cukup bnyk yg partisipasi di kolom komentar di aertikel ini. Kira2 aq yg pemula ini klu udah siap trading itu apakah wajib memiliki ekskusi trading plan yg baik? Ada ga tips utk ngetest trading plan kita baik apa gak? Sblmnya aq ucpkn trima ksh yaa
 Celine |  17 Oct 2023
Halaman: Penyebab Eksekusi Trading Plan Gagal Menurut Mifx
Dari apa yg gue simpulkan ya dari artikel2 di Inbizia mengenai broker2 yg legal di Indonesia. Salah satu yg jadi indikator itu adalah terdaftar di BAPPEBTI dan memiliki nomor legalitas. Dan di DCFX maupun HSB kan sama2 memiliki nomor BAPPEBTI dan terdaftar nih di BAPPEBTI. Brrti dari segi legal dan keamanan bisa dikatakan kita klu trading dngn broker DCFX dan HSB, maka dana kita akan dijamin aman oleh BAPPEBTI. Penasaran aja nih, misalkan nomor registrasi BAPPEBTI antara DCFX dan jga HSB itu trnyata expired, kira2 kita bsa mengetahui nya ga ya ato bisa kita cek dimana ya utk nomor registrasi resmi dari kedua broker ini. Bukan beermaksud diskredit artikel ini, cma kan kita cari aman gitu, apakah bisa ngecek nomor registrasi BAPPEBTI di Internet gitu. Mohon bntuannya yaa, terima kasih!
 Andre Taufan |  17 Oct 2023
Halaman: Kupas Tuntas Perbandingan Aplikasi Dcfx Vs Hsb
Mengingat USD itu makin hri makin naik, ada ga tips buat trader yg lagi ngumpulin modal utk trading? Klu gue ngeliat artikel ini terbitnya kan tgl 12 januari 2023 which is wktu itu dollar msh di harga 15 rb bahkan cenderung 14 rbuan gitu. Skrng mah dah gila2 an, dah nyentuh 15 rbuan. Sedangkan utk trading itu sndiri digunakan dlm mata uang USD. Jd, utk yg misalkan hrsnya 1,5 juta rupiah dah bisa traidng, skrng hrs nyiapin 1.6 jutaan utk trading. Sedangkan utk yg pro, misalkan siapin 70 jjuta malah bsa ampe 80 jutaan utk trading Nah klu tips dari suhu2 sndiri, ada ga tips dlm nngumpulin modal? ato sbaiknya ngurungin diri utk trading dan tggu smpe dollar stabil dlu?? Makasihhhh!! Ditggu jawaban pra suhu2 Inbizia!
 Reynald |  18 Oct 2023
Halaman: Akun Terbaik Untuk Trader Pro Platinum Mrg Atau Premium Hfx

Kamus Forex

Carry Trade, Carry Trading

Strategi trading yang lebih memanfaatkan selisih suku bunga antara dua mata uang yang diperdagangkan, daripada perubahan nilai tukar.

Sinyal Trading

Update analisa trading yang memberikan saran untuk membuka posisi trading (buy/sell) pada harga dan jangka waktu tertentu. Sinyal trading biasanya ditawarkan oleh broker atau analis forex, baik secara berbayar maupun gratis.

Quantitative Trading

Strategi trading yang bergantung pada perhitungan matematis untuk mendeteksi peluang trading. Fokus Quantitative Trading biasnaya tertuju pada Harga dan Volume. Termasuk dalam jenis strategi ini adalah High-Frequency Trading dan Algorithmic Trading yang sering diaplikasikan oleh institusi finansial dan lembaga Hedge Fund.

Day Trading

Strategi yang dilakukan trader dengan membuka dan menutup posisi trading dalam hari yang sama, sehingga kepastian Loss/Profit dapat diketahui segera.

Overtrading, Over Trading, Overtrade

Melakukan trading secara berlebihan, baik dengan membuka satu posisi trading dalam jumlah lot besar, atau membuka terlalu banyak posisi dalam satu waktu. Disebabkan oleh emosi trading yang kurang stabil, overtrading disebabkan oleh salah satu atau kedua skenario berikut:

  1. Serakah mengejar profit.
  2. Bernafsu mengganti kerugian dari posisi loss.
Platform Trading

Fasilitas trading yang memungkinkan trader mengatur dan mengeksekusi order secara real-time di pasar forex. Platform trading biasanya dipasang sebagai aplikasi di PC atau Smartphone, bisa pula dibuka sebagai halaman web di browser. Fasilitas ini wajib disediakan broker forex untuk para tradernya. Selain memiliki fitur untuk mengatur dan memasang order, platform juga umum dilengkapi dengan chart harga real-time dan berbagai tool analisa.

Contoh platform yang umum ditawarkan adalah MetaTrader (dari MetaQuotes), cTrader (dari SpotWare), dan jenis platform yang dikembangkan sendiri oleh broker (proprietary).

Swing Trading

Strategi trading yang menargetkan keuntungan semaksimal mungkin, dan dilakukan dengan menempatkan posisi Buy atau Sell pada titik pembalikan harga.

Accomodation Trading

Termasuk aktivitas trading ilegal karena satu pedagang mengakomodasi yang lain dengan memasukkan order pada harga yang tidak kompetitif.


Komentar[36]    
  Addy   |   16 Apr 2023

Setelah mengetaui tips dan apa aja yg harus dipertimbangkan saat memilih produk ato aset trading, tentunya kita harus mengetahui dong asset yg bsa diperdagangkan. Dalam hal ini, klu broker sndiri menyediakan produk trading terbatas, gw rasa percuma jga ngelakuin riset segala apalagi produk yg sifatnya volatilitas dan likuiditas tinggi itu trnyata pilihannya kurang di broker. Ini tentu sangat mengecewakan soalnya dari 5 tips yg dibagikan, pada poin 4 dan 5 itu berkaitan dngn produk yg bsa ditradingkan. Dan mnrt gw klo makin bnyk pilihan aset maka diversifikasi produk makin tinggi dan ngebantu trader bngt lho.

So, bagimana dngn HSB sndiri? Untuk produk trading yg bsa dipilih itu bnyk ga? Dan produk tsb rata2 apakah volatilitas dan likuiditas jga tinggi?

  Seth   |   17 Apr 2023

Bantu jawab ya sob. Kbtulan ane jga trading di HSB n secara umum HSB itu memiliki 4 lini produk yg bsa ditradingkan yakni Forex, Komoditas, Indeks, dan Saham. Ini ane break down 1 1 lagi ya, jadi biar jelas, ane make list aja :

  • Forex, terdiri dari pasangan mata uang populer dalam arti volatilitas dan likuiditas dijamin tinggi ya. Mata uang seperti USD, EUR, JPY, GBP, AUD, CHF, CAD, dan NZD bsa jadi pilihan trader. Terdapat 16 pilihan pasangan mata uang dari list yg udah ane sebutkan diatas.
  • Komoditas terdiri dari trading emas dan minyak. Udah ga usah diragukan lagi ya untuk likuiditas dan volatilitas di kedua komoditi ini.
  • Indeks Saham terdiri dari 5 pilihan dan merupakan Indeks saham terkemuka di dunia (JPN225, DJ30, TECH100, SP500 dan HK50).
  • Saham terdiri dari 10 pilihan (menrut ane agak kurang pilihannya) terdiri dari perusahaan global ternama termasuk Facebook Meta, Google, Apple, dan IBM.

Overall, dari lini produk yg tersedia, HSB menyediakan semuanya dan pilihan cukup banyak terutama di Forex. Hnya saja utk trading silver misalnya dan saham selain yg ane sebutkan diatas itu ga ada.

  Addy   |   17 Apr 2023

OH, overall berarti klo mau trading Forex itu bisa dikatakan di HSB lumyaan lengkap. Terus membaca dari pilihan indkes saham sebetulnya lumayan tetapi ada beberapa indeks sprti NASDAQ30 ga ada tpi tetap ga jdi maslah sihh.

Paling ga ditambah dngn tips yg udah dibagikan di artikel dan ini tips dari HSB dikombinasikan dngn berbagai pilihan aset yg bsa dipilih untuk trading. I can say cukup kompetitif dan pillihan cukup bnyk produk dari HSB bukan cuma forex aja tetapi sampe saham jga ad pilihannya

Okelah gan, makasih bnyk ya atas informasinya! Maybe gw coba2 dulu dah di akun demo utk cari produk mana yang enak buat gw.

  Hugo   |   17 Apr 2023

Pada tips ke 5, bagian evaluasi bertahap terdapat anak poin lagi yg berbicara tentnagn karakteristik produk. Emang penting bngt sihh buat cari tau apa aja penggerak pasar dri produk, tingkat volatile dsb. Setuju sih harus dilakukan riset mendalam biar kenal dngn produk yg ditradingkan. Misalkan emas gitu, ternyata ada hubungan dngn USD, terus berita USD jga akan pengaruh ke emas. Blum lagi sentimen2 penggerak pasar emas dan bla2 lahh.

Yg jadi pertanyaan, HSB ada ga nyediaiin fasilitas agar trader bsa dngn enak lahhh nyari tau seluk beluk produk yg akan ditradingkan apalagi berita yg jadi pengegrak pasar lahh mnrt ku itu yg paling penting, dan klo faktor2 sprti tingkat volatile, likuiditas, leverage ama margin kan bsa langsung kita pantau tnpa perlu berita.

  Leonardo   |   18 Apr 2023

Inti dari pertanyaan elo adalah berita ekonomi tersedia ato ga di HSB kan? Jawabannya ada! Di laman resmi HSB trdpt berita plus analisa dari berbagai aset yg bsa ditradingkan. So, elo udah dapat berita ditambah analisa pasar juga sehingga paling ga jadi bahan pertibangan tambahan buat trading. Analisa pasarnya menarik banget, semacam sinyal trading lah dimana analisa nya berupa peluang yang mngkn terjadi, Open di level berapa, TP dan SL juga udah di kasih tau.

Ini smua udah masuk ke dalam suatu berita ekonomi, dan 2 in 1 kyk gini jujur jarang banget gua temuin di broker lain. Untuk ngakes cukup mudah : masuk ke laman HSB terus pilih menu Edukasi dan subumenu Berita dan Analisis.

  Fendi   |   25 Apr 2023

Eh di artikel kan dijelaskan klu ada beberapa pasar yg berbeda, ada yg pasar Forex, komoditas, dan juga derivatif. Aku mau nnya dong mengenai pasar derivatif. Sbnrny pasa derivatif itu seperti apa ya? selain itu karkteristik dari pasar derivatif itu sprti apa dan jga karakteristiknya spserti apa?

Selain itu aku jga mau menanyakan tingkat resiko antara pasar forex, komoditas, dan derivatif itu sndiri, mana yg lbh fluktuatif dan yg agak beresiko itu pasar apa? Mohon penjelasan mengenai beberapa hal itu ya. Mohon maaf bila pertanyaan aku terlalu bnyk, terima kasih sblmnya!

  Enzo   |   26 Apr 2023

Halo, gua bantu jawab dengan sesimple mungkin ya! Pasar derivatif itu kayak pasarnya kontrak gitu, jadi kamu nggak beli langsung barangnya, tapi beli kontrak yang berdasarkan harga barang itu. Contohnya kayak kamu beli kontrak mobil, dan nilainya naik, kamu bisa dapet untung dari selisih harganya.

Karakteristik pasar derivatif itu beda dari pasar lainnya nih. Di pasar ini, kamu bisa pake leverage buat dapet untung yang lebih besar, tapi risikonya juga lebih besar. Kontraknya juga udah ditentuin standar, jadi kamu nggak bisa ngatur-ngatur sendiri. Pasar derivatif juga biasanya dipake buat hedging, yang artinya ngebantu ngurangin risiko dari fluktuasi harga di pasar lainnya.

Tingkat risikonya beda-beda tergantung jenis pasar. Pasar derivatif cenderung lebih berisiko karena fluktuasi harganya lebih gede dan pake leverage yang lebih tinggi. Tapi bukan berarti pasar lainnya nggak berisiko ya, semua pasar ada risikonya sendiri-sendiri. Jadi sebelum kamu berinvestasi, penting buat pahamin risikonya dulu.

  Fernando   |   27 Apr 2023

Jadi catatan tambahan yee. Saham CFD dan indeks saham CFD termasuk dalam jenis kontrak derivatif yang diperdagangkan di pasar derivatif. Saham CFD atau Contract for Difference merupakan kontrak antara investor dan broker untuk mendapatkan selisih harga saham tertentu dari waktu pembelian kontrak hingga penutupan kontrak. Saham CFD memungkinkan investor untuk memperoleh keuntungan dari fluktuasi harga saham tanpa harus membeli saham secara langsung.

Sementara itu, indeks saham CFD merupakan kontrak derivatif yang nilainya didasarkan pada indeks saham tertentu, seperti S&P 500 atau Dow Jones Industrial Average. Kontrak indeks saham CFD memungkinkan investor untuk mengambil keuntungan dari pergerakan harga indeks saham tanpa harus membeli seluruh saham dalam indeks saham tersebut. Keduanya, saham CFD dan indeks saham CFD, diperdagangkan di pasar derivatif dan di HSB sndiri tersedia saham CFD dan jga Indeks Saham CFD yg siap di trading

  Wahyu   |   25 Apr 2023

Mau tnya, sbnrya Volatilitas dan Likuiditas itu apakah memiliki keterkaitan satu sama lain ga ya? soalnuya setiap ada volatilitas selalu diukur likuiditas juga dan apakah volatilitas tinggi dan likuiditas tinggi itu bsa dikatakan sangat bagus untuk suatu asset yg ditradingkan? Krna di artikle jga disebutkan klo trader yg agresif itu sangat ingin volatitas tinggi krna bsa meningkatkan potensi keuntungan mereka, selain itu dikatakan klo likuiditas rendah itu sulit diperdagangkan scara cepat. Misalnya aja nihh, klu dalam trading Forex, likuiditas rendah itu apakah ada pengaruh terhadap proses trading itu sndiri? Mohon penjelasnanya, terima kasih!

  Https://www.inbizia.com/5-tips   |   27 Apr 2023

gua jelasin dngn umpama2 yaa! Volatilitas dan likuiditas di pasar keuangan itu kayak si doi dan si dia yang saling berhubungan deh. Si doi (volatilitas) tuh suka berubah-ubah dan ga bisa ditebak mau kemana arahnya, sedangkan si dia (likuiditas) tuh menunjukkan seberapa cepat si doi bisa dijual atau dibeli di pasar.

Kalo si doi lagi galau dan berubah-ubah, si dia jadi ga stabil dan para investor jadi was-was buat beli atau jual aset di pasar. Jadi likuiditas jadi turun dong kalo volatilitas naik. Tapi kalo volatilitas tinggi tapi masih ada yang berani beli atau jual, si dia jadi naik dong karena aktivitas perdagangan makin banyak. Kalo volatilitas dan likuiditas sama-sama tinggi, bisa jadi ini momen yang bagus buat trader berani dan agresif buat ambil untung dari fluktuasi harga yang tinggi dan likuiditas pasar yang baik.

Tapi, kalo di pasar Forex likuiditas rendah, bisa jadi trader bakal kena imbasnya karena pergerakan harganya makin tak terduga. Jadi, si trader harus memperhatikan likuiditas pasar buat nggak kena imbasnya.

  Sonny   |   10 May 2023

Cukup jelas sih tips yang diberikan ama HSB dimana kita perhatiin segala aspek dan bukan hnya di aset trading saja. Mengnai analisis, modal, potensi profit dan resiko, likuid dan volatilitas hingga evaluasi. Nah, dri artikel jga bsa disimpulkan klu memilih aset trading jga dilihat dari likuiditas dan volatilitasnya. Tetapi gw sebagai pemula cukup bingung aja dan msh kurang ngerti, aset yang hrs ditradingkan itu apa aja.

So, yang ingin gw tanyakanadalah, aset produk mana yang cocok untuk pemula yang ingin mencoba trading? Bagaimana cara memilih aset produk yang sesuai dengan level pengalaman kita sebagai pemula dalam trading? Dan apakah ada aset produk yang sebaiknya dihindari oleh pemula?

  Edianto   |   11 May 2023

Klu dari ane sendiri, untuk pemula yang mau coba trading, sebaiknya mulai dari aset yang gampang dipahami dan likuiditasnya tinggi. Contohnya, forex dan trading saham blue chip (saham dari perusahaan besar dan stabil). Kalo kamu baru belajar trading, mending mulai dari aset ini dulu biar ga terlalu kaget sama fluktuasinya. Tapi khususnya sih lebih ke Forex dulu aja, mengingat HSB sndiri jga pnya bnyk instrument yang bisa dipilih, biar ga bingng, start dari Forex itu lbh baik

Selain itu, sebelum memilih aset, kita harus memperhatiakn tips dari HSB trlbh dahulu seperti pertimbangkan dulu modal dan pengalaman sesuai yg dituliskan di artikel. Kalo modal terbatas, mending fokus di satu aset dulu biar ga terlalu ribet. Dan kalo masih pemula, coba cari informasi sebanyak mungkin tentang aset tersebut dan pelajari teknik analisis yang cocok untuk aset tersebut.

Untuk aset yang sebaiknya dihindari oleh pemula, mungkin bisa dihindari dulu aset yang volatilitasnya tinggi dan likuiditasnya rendah. Contohnya, saham-saham kecil dan mata uang eksotis. Kalo ga hati-hati, bisa-bisa cepet kejeblos ke jurang kerugian.

Jadi, inget ya, trading itu ga cuma soal aset, tapi juga soal pengalaman, analisis, dan manajemen risiko. Semoga membantu!

  Brandon   |   12 May 2023

Setuju! Dlm pemlilihan isntrument trading, lbh baik cari yang likuid dan volatile cukup tinggi jga. Dan saran sih lebih baik trading di EUR/USD aja terlebih dahulu. Selain likuid dan volatile, pasangan ini emang memiliki informasi dan berita yang gampang dicari dmana2 sehngga trader bsa memprediksi arah pasar dan nentuin keputusan trading jga gampang bngt. Dan jga krna dia ini likuid dan volatile, spread jga biasa lbh kecil shngga bsa menekan biaya trading . Selain itu, strategi trading di EUR/USD cukup bervariatif dan gampang di cari serta mudah dipahami , cotnohnya coba agan baca artikel ini : 3 Teknik Trading EUR/USD Paling sederhana.

So, Overall, EUR/USD terbaik deh utk pemula dari segi likuditas dan volatilitas serta informasi yang gampang dicari juga serta lebih murah biayanya

  Dion   |   10 May 2023

Untuk berhasil dalam trading, penting untuk mempertimbangkan ketersediaan dana yang mencakup kemampuan menambahkan dana ke akun trading dengan mudah dan cepat.

Brrti bisa dikatakan klu kita itu misalkan deposit ke trading itu ga blh seluruh dana utk trading dan harus nyisaiin sedikit agar bsa nambahkan dana ke akun trading kita? Brrti misalkan di HSB itu kan minimal deposit $100 maka kita sbnrnya harus nyiapin lebih biar swaktu2 kita bsa make dana sisa buat deposit? BRrti minmal dana yang disiapkan itu $100 dan yang tersimpan ato ga dipake itu $100 jgua?

  Ramos   |   12 May 2023

Bantu jawab! Menyisakan dana cadangan untuk trading itu ada benarnya. Hal ini memang harus diperhatikan agar bisa berhasil dalam trading, dan sangat penting untuk mempertimbangkan ketersediaan dana, sehingga kita dapat menambahkan dana ke akun trading dengan mudah dan cepat. Dalam hal ini, sebaiknya kita tidak menggunakan seluruh dana yang dimiliki untuk trading, tetapi menyisakan sedikit dana untuk keperluan lain, seperti menambahkan dana ke akun trading jika dibutuhkan. Contohnya misalkan terjadi margin call.

Misalnya, jika minimal deposit di broker seperti HSB adalah $100, maka sebaiknya kita menyiapkan lebih dari itu agar kita dapat menambahkan dana ke akun trading kita jika dibutuhkan. Jadi, minimal dana yang harus disiapkan sebesar $100, dan dana yang tersimpan tersebut dapat digunakan untuk menambahkan dana ke akun trading atau sebagai cadangan untuk keperluan mendadak.

  Richard   |   23 May 2023

Min, apkaah ada perbedaan siginifikan antara akun demo dengn akun riil. Jd, bukan hanya gw aja, tapi bnyk trader juga mengeluhkan ketika trading di akun demo, semua terasa indah. Apapun berjalan lancar, apa lagi yang nerapin trading plan secara ketat gitu.

Cma permaslahannya sering kali bahwa ktika ke akun riil, malah trtading kita sering loss gitu. Dan karna itulah bsa ane simpulkan klu even pun kita mau uji produk trading baru itu bakalan susah jga karena ya tadi, terkadang hasil di akun demo ga sesuai dngn di akun riill

So, apa sih yang menyebabkan akun demo beda dengan akun riil dalam perhal jalannya suatu trading, selain dari modifikasi broker ya! Tentunya, ini ga bakalan terjadi di GKInvest apalagi udah legal gitu. Cuma pasti aada faktor lain gitu yg mngkn mempengaruhi hasil demo dngn riil beda

  Handam   |   27 May 2023

Richard: KLu trading plan yg elo jalankan, strategi yang diterapkan itu berjalan, sbtulnya ga ada perbedaan sihh antara akun demo dan akun riil. Krna basicnya, akun demo dan akun riil itu memiilki chart yg sama, pergerakan psr sama, cam paling beda di komisi/spread yg ga di masukkan ke dalam tradingan di akun demo.

Tetapi mnrt gue, ada beberap afaktor yg mngkn dirasa mengapa akun riil beda dngn akun demo. Hal ini mngkn disebabkan oleh kayak :

  • Emosi dan Pikiran: Emosi dan pikiran bisa jadi beda banget pas trading di akun demo sama akun riil. Di akun demo, enggak ada risiko duit asli, jadi tekanan dan stresnya lebih rendah. Tapi pas trading di akun riil, karena uang beneran terlibat, bisa bikin tekanan dan stres lebih tinggi. Ini bisa bikin kita jadi kurang rasional atau terpengaruh emosi seperti takut atau rakus.

  • Pengelolaan Risiko: Pas trading di akun demo, kadang-kadang kita cenderung ambil risiko lebih tinggi dan enggak serius banget soal pengelolaan risiko. Maklum, kan enggak ada risiko uang beneran.

So, klu emang ngerasa saat treading di riil beda dngn demo, saran gue sih sbaiknya tinjau lagi strategio dan trading plan yg dijalankan. Klu emang ga ada mslh, hrsnya ga ada beda antara demo dan riil. Mngkn utk trading plan cba baca artikel ini aja agar terarah tradingan elo : Panduan Menyusun Rencana Trading Forex

  Aswin   |   29 May 2023

ANe agak sndikit bingung. JDi dalam dunia tradingkan kita itu klu mau ngebuka posisi trading itu kan dngn satuan lot yaa. Dan di tiap instrumen jga sama, yakni di satuan lot baik itu lbh dari 1 lot atopun kurang dri 1 lot.

Yg jdi pertanyaan adalah pernyataan artikel yg bilang klo ada perbedaan persyaratan modal atau minimum margin untuk tiap produk trading. Jdi artkel mnyarankan bahwa sebelum memilih produk trading, penting untuk mempertimbangkan jumlah modal yang dimiliki. Jika emang kita itu hanya memiliki modal terbatas, maka tidak disarankan untuk memilih produk trading yang membutuhkan modal besar.

Mslhnya produk trading yg butuh modal besar itu kyk gmana di trading? Soalnya kyk yg ane blng tadi, bahwa satuan trading itu lot dan diinstumen mana pun jga sama gitu

  Sandi   |   5 Jun 2023

Aswin: Halo gan! Jd gini, mengapa ada perbedaan persayaratan margin yg digunakan di tiap2 instrument itu dikarenakan setiap instrumen atau pasangan mata uang pnya karakteristik yg beda2 gitu. Nah, beberapa faktor2 yang bisa ngefek modal yang lebih gede adalah, misalnya memilih mata uang yg Volatilitas Gede, likuiditas rendah seperti pasangan mata uang kyk exotic pair gitu.

Selain itu, ada jga pengaruh ga langsung dri jenis akun trading jga. Tpi ini mnrt aku jarang ad pengaruhnya krna di Indonesia sndiri, termasuk broker HSB, itu memiliki aturan akun trading dngn pembatasan instrument, modal deposit dll tpi ga termasuk ke perbedaan margin gitu. So, untuk perbedaan margin itu emang ada perbedaan bila memilih instrument yg berbeda2 ya

  Juan   |   14 Jun 2023

Misi mau nnya, dikatkaan bahwa kita harus pelajari karakteristik produk2 yg bakal kita trading dmana volatilitas, likuiditas, tren, momentum, dsb gitu. Nahh,, sedangkan nihh utk aset2 yg bsa ditradingkan itu benaran bnyk. Mulai dari Forex hingga ke Indeks. Dan di HSB sndiri aja bejibun banget lho asli.

Jd, utk kriteria2 yg ada ini, kira2 ada ga faktor2 yang mempengaruhi hal2 tsb. Misalkan aset yg harus volatilitas nya tinggi ato rendah, trennya harus gmana dan momentumnya bakalan gmana. Kriteria2 tsb hrus memilih yg kyk gmana ya> Mohon pnjelasannya mengenai hal ini agar aku bsa lbh gampang memlilih aset utk trading

  Anton   |   17 Jun 2023

Juan: Menrut gue mah, yg jelas, dalam memilih aset yg ditradingkan itu, dia perlu memiliki volatilitas tinggi dan likuiditas tinggi. Volatilitas tinggi bsa ngehasilin profit yg maksimal, sedangkan likuiditas tinggi itu berarti aset tsb selalu tersedia. Nah, kmudian yg jadi pertimbangan adalah waktu trading, apakah waktu kita trading itu cocok dngn waktu aset tsb lagi volatilitas tinggi seperti opening market. Hal itu akan berpengaruh ke tingkat volatilitas dan jga likuiditas. BTW, Utk lebbih lengkap mengenai likuiditas bisa baca di artikel ini ya : Apa Itu Likuiditas Pasar Forex?

Nah, salah satu aseet yg bsa dipertimbangkn adalah Forex dngn pair major dmana ada USD, cthnya EUR/USD dimana tingkat volatilitas tinggi, likuiditas jga tinggi, serta waktu trading gue yg coock dngn EUR/USD.

Selain itu, yg perlu dipertimbangkan dlm memilih aset2 lainnya adalah ketersediaan berita dan informasi. Tnpa hal tsb, kita akan susah menganalisa dan meprediksi pasar kedepannya

  Jeremy   |   27 Jun 2023

Halo, agak tertarik dngn tips yg diberikan oleh HSB, dalam hal ini, ada sesuatu yg menarik saya. Yakni pada bagian tahap evaluasi, dikatkaan bahwa kita harus menentukan kriteria seleksi. Yakni kita harus memilih aset yg sesuai dengan profil resiko kita dan tujuan profil resiko kita. Dan kritteria ini mencakup kapitaslisasi pasar, risk and reward ratio, serta faktor2 yg lain.

Nah, saya agak tertarik dngn kriteria seleksi yg dipaparkan di HSB. Dan terutaama pada kriteria kapitalisasi pasar. Sebelumnya, saya ingin tau mengapa kriteria seperti kapitalisasi pasar perlu diperhatikan dalam hal mengevaluasi sbuah aset trading. Sebenarnya apa sih kapitalisasi pasar itu? Dan maksud dari kapitalisasi pasar dalam perihal trading itu apa sbnrnya?

  Herry   |   27 Jun 2023

Halo gan! Bntu jelasin ya! Kapitalisasi pasar adlh ukuran nilai total suatu perusahaan atau aset di pasar. Jd, dlm trading, penting untuk memperhatikan kapitalisasi pasar karena menunjukkan likuiditas dan stabilitas aset. Kapitalisasi pasar tinggi brrti aset lbh mudah diperdagangkan dan cenderung lebih stabil. Aset dngn kapitalisasi pasar tinggi memiliki banyak pembeli dan penjual, sehingga memungkinkan kita untuk membeli atau menjual dengan mudah. Kapitalisasi pasar juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap aset tersebut. Jadi, ketika kita membicarakan kapitalisasi pasar, brrti kita membcarakan likuiditas dan dngn adanya likuiditas, maka volatilitas menjadi lbh tinggi. Dan ini berarti, kita sdng melihat apakah aset tsb bs mendatangkan profit lbh sering serta memiliki biaya trading spread yg cukup rendah jga.

  Joshua   |   29 Jun 2023

Ehh jngn lupain kalo kapitalisasi pasar itu jga berkaitan dengn stabilitas dari suatu aset. Perlu dicatat bahwa kapitalisasi pasar yg tinggi cenderung memiliki stabilitas yg lebih besar dibandingkan dengan aset yang kapitalisasi pasarnya kecil. Contoh paling nyata adalah EUR/USD, dmana memiliki kapitalisasi pasar yg tinggi shngga stabilitas aset jd lebih stabil, dan jga likuiditas tinggi.

Sebagai catatan tambahan, kapitalisasi pasar yg tinggi juga mencerminkan kepercayaan dan minat investor terhadap aset tersebut. Saat banyak investor mempercayai dan berinvestasi dalam suatu aset, hal itu dapat memberikan sinyal positif tentang prospek dan performa aset tersebut. Smoga tentng kapitlasis pasar ini cukup membantu yaa

  Sonny   |   28 Jun 2023

Gan, mau tanya nihh ada ga produk ato aset yg mngkn memiliki volatilitas tinggi tetapi likuiditas rendah. Soalnya dikatkaan bahwa ketika kita memilih sebuah instument, kita hrs mempelajari volatilitas yg ada, apakh volatilitasnya tinggi, ato rendah serta likuid ga asetnya. Apakah mudah dijual ato ga.

Nah, pertanyaannya adalah, ada ga aset yg memiliki volatilitas tinggi dan likuditas rendah serta apa yg terjadi bila kita trading di suatu aset yg memiliki likduiditas rendah? Apakah berpengaruh ke trading kita ato justru mempermahal biaya spread kita? Bisa dipaparkan misalkan contoh produk yg mngkn memiliki likuditas rendah?

  Mark   |   29 Jun 2023

Yang pasti sih, ketika kita trading di aset dengan likuiditas rendah, dapat terjadi beberapa dampak negatif:

Yg pertama itu adalah kita bakalan kesulitan menjual aset kita. Kita bakalan sulit utk mnmukan pembeli atau penjual dan ini berdampak pada ekskusi kita dalam trading dmana kita bakalan susahh utk membuka atau menutup posisi dengan cepat. Hal ini dapat mengakibatkan keterlambatan atau kesulitan dalam eksekusi trading.

Dan next, adalah Likuiditas rendah dapat menyebabkan slippage, yaitu perbedaan antara harga yg di harapkan dengan harga yg bakal di dapatkan saat eksekusi. Slippage dapat menyebabkan kerugian atau perolehan yg tidak diharapkan.

Kmudian kita bakalan mendapatkan Spread yang lebih tinggi seperti yg agan paparkan. Likuiditas rendah dpt menyebabkan spread antara harga beli dan harga jual menjadi lebih tinggi. Spread yg lebih tinggi dapat memperbesar biaya trading kita.

  Zerbi   |   30 Jun 2023

Mau tnya aja nih. Mengenai spesifikasi produk yg ingin ditradingkan, bahwa ada peraturan yg berlaku dalam setiap produk yg ditradingkan di broker berjangka seperti HSB yg melipyti batasan leverage dn jga margin.

Ini mnrt gue aja ya. Dlm produk yg ingin ditradingkan biasanya kan berhubungan dengan likuiditas dan volatilitas serta penggerak harga. Sedangkan aturan misalkan batasan leverage dan margin kan lebih ke trading terms yg di tetapkan ama broker. Nah yg jadi pertanyaan gue adalah, appakah trading terms itu bisa berpengaruh terhadap produk yg ingin ditradingkan? Dan misalkan trading terms antara 1 broker dngn broker lain berbeda, apakah trading plan yg kita jalankan perlu di kaji ulang?

  Gilang   |   4 Jul 2023

Zerbi: Bisa banget! Jd gini, trading plan itu setau ane dibuat dan di test di akun demo. Dan ga mngkn bngt kita make akun demo dari metatrader langsng. Sepngalaman ane, ketika kita traidng di akun demo nya metatrader, yg ada sering terjadi requote shngga ga nyaman. Lain hal ketika kita trading di akun demo broker. Di situ, kecepatan eksekusi trading cepat shngga kita trading jga agak nyaman.

Dari pemaparan ane, bisa disimpulkan bahwa kita ngikutin trading plan yg didasari oleh trading terms yg ditetapkan oleh broker. Jdi simplenya, ktika kita gnti broker, kyknya kita perlu ngekaji ulang trading plan kita apakah cocok dngn broker tsb ato ga. Klu emang rasnay perlu digni karna kondisi yg berbeda dngn broker yg dlu. Ya, mau ga mau harus ganti, tetapi klu emang tidak perlu, ya ga usah. Ini mah tergntng prefernsi dan kbuthan2 trader masing2

  Jonathan   |   16 Jul 2023

maaf, saya kan baru belajar memulai trading. Bisa di jawab ga ya oleh suhu2 disini. Menilik dari artikel yg disampaikan diatas, klo trading bsa dngn memperhatikan aset yg ingin di tradingkan dan dari berbagai step yg dah dipaparkan diatas, apakah sbaiknya saya memulai belajar itu dari teori dlu ato kita bsa belajar langsung menggunakan akun demo?

Dan kira2 manakah yg lebih efektif antara belajar teori ato belajar akun demo? Selain itu, apakah persyaratan dlm membuka akun demo di broker ya? Tlng penjelasannya yaa, sblmnya sy ucapkan makasih!

  Febri   |   18 Jul 2023

Setiap individu memiliki jalan ninja nya masing2 gan. Ada yg bsa langsung paham dngn hnya teori saja dan ada yg mesti praktek langsung agr ngerti. Smua iini ada jalannya masing2 dan preferensi masing2.

Tpi klu gue sndiri sih memilih akun demo krna gue bsa merasakan apa itu trading smbari praktekin cara susun trading plan hingga cara trading. Selain itu belajar analisis jga harus dilakukan dngn praktek. Intinya klo udah make akun demo, bisa langsung pratekin teori2 dan ini lbh efektif buat gue.

Perihal buka akun demo, klu di HFX, itu cma perlu email,nama lengkap, no HP dan password aja sih. Ga ada persyaratan lain kyk dokumen segala, itu ga perlu. Cma gue ga tau yaa klo di broker lain itu ketentuannya kyk gmana

  Leon   |   16 Jul 2023

Aku ingin bertanya aja, dari segi resiko yg dibahas ama broker HSB di artikel ini. Dikatakan bahwa resiko Forex lebih tinggi dibandingkan resiko Saham, kira2 resiko yang dimaksudkan itu seprti apa ya? Soalnya malah mnrt ku resiko Forex cenderung agak kurang dbndingkan saham.

Jdi, saudara aku tuh ada yg main saham dan ada yg main Forex. Nah, yg main saham ini kena saham ga jelas, akibatnya uangnya tertahan dan nilai investasinya turun 50% alias rugi 50% dan ga pernah dpt dividen. Sedangkan utk yg trading Forex, malah dapat untung krna bsa untung baik itu di posisi market yg bullish maupun bearish, kmudian dia klo rugi langsung cut off dan profit juga bisa lebih cepat gitu.

Nah, dri sisi mana sihh resiko Forex lbh tinggi dri resiko saham? Mohon pencerahannya ya

  Victor   |   17 Jul 2023

Gue ga setuju banget dngn pernyataan dari agann. Mksdnya ga adill bngt klu merujuk pada kasus dmana sepertinya saudara elo yg main saham itu dngn saudara elo yg satu lagi main Forex. Dari cerita agan, yg main saham itu kyknya smbaranngan naruh modal nyaa shngga berakibat pada floating loss yg hrsnya di cut off aja.

Forex itu sndiri dikatakan memiliki resiko lbh tinggi dbindngan saham itu krna ada beberapa resiko yg di saham itu ga ada. Resiko seperti volatilitas lebih tinggi, dmana harga Forex itu bsa aja dalam waktu detik, harganya bsa berubah. Beda dngn saham yg relatif stabil dan ga terlalu volatile. Kmudian yg paling terkenal adlaah leverage, dmana trading Forex memiliki resiko leverage yg ga ada di saham.

Selain itu, pasar Forex itu 24 jam shngga klo kita ga benar2 memasuki pasar dngn baik dan ga aktif mengawasi pasar, makanya kita wajib memiliki analisa mendalam serta pemahaman pasar yg baik. Beda dngn saham yg cma diawasi selama jam kerja, dari jam 10 hingga 12, dilanjutkan jam 1 hingga jam 3 sore.

Ya overall, hrsnya Forex itu lbh beresiko dibandingkan saham

  Frendy   |   18 Jul 2023

Mnurut trader sukses Indonesia yaa, salah satunya Hari Suwanda, dikatkaan klo Forex itu jauh lebih berbahaya dibandingkan Saham. Ini bsa dibaca di artikel ini : Trader Sukses Indonesia, Hary Suwanda: Forex Bukan Untuk Pemula.

Bahkan nihh di judul artikel saja udah dipaparkan bahwa Forex itu bukan utk pemula. Jadi bisa disimpulkan aja dahh ga usah panjang lebar, bahwa Forex lbh berbahaya dan beresiko dibandingkan Saham. Meski yaa sama2 memiliki resiko tinggi, krna prinsipnya kedua jenis investasi ini adalah "high risk, high return", resiko tinggi, return tinggi. Klo return tinggi, brrti ada kmngknan loss jga tinggi. Jd yaa jangan salah kaprah dahh gan

  Nelson   |   25 Aug 2023

Maaf, dalam pemilihan produk trading itu sndiri, setau aku kan klu ga salah ada yg namanya waktu terbaik buat trading. Jd misalkan ada jam2 tertentu yg mengakibatkan pasangan mata uang ato aset tertentu itu bergejolak shngga peluang profit kita ada dan lumayan bisa memprediksi arah gerakan aset tersebut.

Dan klu blh tanya nih, misalkan kita trading dan kbtulan aset yg inign kita tradingkan itu ternyata malam hari lebh memiliki peluang profit dan sedangkan kita sndiri cma bsa melakukan trading di pagi hari. Apakah aku sebaiknya mengganti aset trading aja? Soalnyaa aku nya cma bsa ngeliat chart di pagi hari dan lakuin analisa di pagi hari jg, sedangkan klu malam, aku bsa ampe malam banget bru bsa melihat chart kembali.

Terima kasih sblmnyaa!! Makasih!

  Chandra   |   29 Aug 2023

Nelson: Benar, ada waktu-waktu tertentu di pasar keuangan yg cenderung lebih aktif dan bergerak lebih volatile. Ini biasanya terjadi selama overlap antara sesi perdagangan di berbagai pasar utama di dunia. Misalnya, untuk trading forex, saat overlap antara sesi Eropa dan sesi Amerika adalah waktu di mana likuiditas tinggi dan pergerakan harga lebih signifikan.

Tentu saja, pemilihan waktu yg tepat untuk trading bisa menjadi faktor penting dalam potensi profit. Jika elo melihat bahwa pasangan mata uang atau aset tertentu cenderung bergejolak dan memiliki peluang profit di malam hari, tetapi elo hanya bisa melakukan trading di pagi hari, elo masih bisa mempertimbangkan beberapa solusi salah satunya adalah dengan menggunakan Order Otomatis. tapi yg jelas ini butuh teknik analisis yg cukup akurat ya.

Misalkan elo tahu kapan aset yg ingin elo tradingkan cenderung bergejolak, tetapi elo tidak bisa memantau pasar secara langsung, elo bisa menggunakan order otomatis seperti "Limit Order" atau "Stop Order" untuk memasuki atau keluar dari posisi pada tingkat harga tertentu. Ini bisa membantumu tetap terlibat dalam pasar bahkan jika elo tidak bisa memantau chart secara terus-menerus.

  Nick   |   23 Oct 2023

Apa perbedaan antara fluktuasi harga dngn volatilitas harga ya? Jujur aku msh bgung banget antara fluktuasi harga dngn volatilitas harga. Ada yg blang bahwa fluktuasi itu gerakan atas bawah dri suatu harga, dan dari artikel blng jga bahwa volatilitas itu pergerakan harga jga.. Dmana dikatkaan bahwa volatilitas itu adalah flukutasi harga produk ato aset trading dlm waktu tertentu dan dikatkan bsa aja secara dramatis perubahannya, yg dari rendah tba2 tinggi bgitu jga sebaliknya

Trus aku jga ingin tau mengenai hubungan antara volatilitas dan fluktuasi harga jga. Apakah volatilitas tinggi selalu mnghasilkan flukutasi tinggi jga? Dan apakah sebaliknyaa fluktuasi tinggi bsa menghasilkan volatilitas tinggi jga?? Terus ada ga hubungan antara flukutasi dngn likuiditas pasar jga??