5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi

Febrian Surya 29 Sep 2020
Dibaca Normal 14 Menit
bisnis > keuangan >   #investasi   #diversifikasi
Masih bingung bagaimana cara menerapkan diversifikasi portofolio investasi? Berikut tips ampuh yang mudah diterapkan pemula. Yuk pelajari di sini.
DI

Di tengah ketidakpastian ekonomi, seluruh masyarakat Indonesia dituntut untuk lebih konservatif dalam mengatur keuangan. Salah satu hal yang menjadi concern adalah pemilihan investasi yang tepat sesuai dengan profil risiko.

Investor perlu mengatur ulang portofolionya agar nilai asetnya tidak tergerus inflasi. Untuk memiliki potensi profit/risiko yang terkendali, diversifikasi portofolio investasi menjadi cara yang layak dicoba.

Tips Diversifikasi Portofolio Investasi

Mungkin bagi investor berpengalaman, istilah "diversifikasi investasi" sudah bosan mereka dengar. Namun bagaimana dengan milenial yang baru melek investasi? Meskipun cukup sering muncul di berbagai artikel edukasi keuangan, tetapi mereka kebanyakan masih bingung bagaimana cara mengimplementasikannya.

Agar mudah dipahami dan dicerna oleh orang awam sekalipun, diversifikasi portofolio investasi bisa diibaratkan seperti ini:

Misalnya kamu adalah pedagang toko kelontong yang membuka usaha jualan di dekat pasar. Tentunya pasti kamu perlu mempersiapkan berbagai produk yang ingin dijual dan menaruhnya di etalase.

Salah satu tips agar dagangan toko kelontong milikmu laris manis, kamu perlu menjual produk-produk yang memang banyak dicari oleh orang seperti gas, beras, minyak goreng, sagu, telur, dll.

Tetapi, dari semua produk yang kamu jual tersebut pasti ada 1-3 produk saja yang benar-benar menjadi sumber pendapatan toko. Sedangkan, produk-produk yang dijual lainnya diharapkan bisa menjadi backup dari menurunnya penjualan 1-3 produk utama di tokomu.

Dalam kasus ini, kamu sudah menerapkan diversifikasi dengan tidak berfokus kepada satu produk jualan saja.

Kamu bisa menerapkan diversifikasi bisnis dengan membuat persentase dari produk yang terjual lebih besar dibanding produk yang tidak memiliki permintaan terlalu besar.

Di mana, persentase dari produk yang laku terjual bisa digambarkan sebagai aset investasi utamamu, sedangkan produk-produk lainnya adalah yang kamu jual sebagai aset investasi nomor dua bila investasi utamamu mengalami penurunan penjualan.

Baca juga: Mengenal Strategi Investasi Defensif

Jadi, anggaplah bahwa investasi itu layaknya kamu sedang berbisnis karena sama-sama perlu mengeluarkan modal dan memerlukan strategi agar modal yang kamu tanamkan bisa berputar dan menghasilkan profit secara konsisten. Nah, bagaimana cara mengimplementasikan diversifikasi investasi untuk pemula? Simak tips lengkapnya di sini.

 

 

A. Pilih Produk Investasi

Sedikit melanjutkan ilustrasi yang sudah dijelaskan sebelumnya, kamu bisa membayangkan bahwa produk-produk yang kamu jual adalah berbagai instrumen investasi yang ditawarkan saat ini.

Perlu diketahui, instrumen investasi bukan hanya satu saja, melainkan cukup banyak dan memiliki karakteristik berbeda-beda. Kamu juga tidak bisa menyamakan portofolio investasi milikmu dengan orang lain, sebab keperluan investasi tiap investor pasti berbeda-beda.

Pilih produk investasi

Dari banyaknya instrumen investasi di luar sana, setidaknya ada beberapa produk investasi yang bisa kamu lirik untuk mengisi portofolio investasimu:

 

1. Saham

Beberapa tahun terakhir, instrumen investasi saham menjadi tren bagi investor milenial. Investasi saham memang merupakan produk yang paling menggiurkan dari sisi tingkat pengembalian dibanding aset-aset investasi lainnya. Bukan hanya menjanjikan return tinggi saja, melainkan kepemilikan saham juga bisa memberikan keuntungan dari pembagian dividen.

Apa itu dividen?

Dividen adalah pembagian laba perusahaan yang dibagikan kepada seluruh pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Misalnya, kamu memiliki 1000 lembar saham di perusahaan X, dan perusahaan X tersebut akan membagikan dividen sebesar Rp500/lembar saham. Maka, kamu akan memperoleh dividen sebesar Rp500 x 1,000 lembar saham = Rp 500.000.

Walaupun menjanjikan tingkat pengembalian yang besar, saham bukanlah produk investasi yang bersifat minim risiko. Belum lagi, ada sejumlah biaya transaksi yang perlu kamu tanggung sebagai investor saat melakukan jual/beli saham seperti:

  • Biaya transaksi jual dan beli.
  • Broker fee.
  • Levy.
  • PPN.

Keempat biaya itu akan dibebankan kepada kamu sebagai investor saham saat melakukan transaksi beli, sedangkan untuk transaksi jual kamu akan ditambahkan satu biaya lainnya yakni PPh. Besaran biaya-biaya ini tentunya berbeda di masing-masing perusahaan sekuritas di mana kamu melakukan transaksi saham.

Jika masih pemula, kamu bisa membeli saham-saham dengan indikator fundamental yang baik dari segi kapitalisasi pasar dan Return on Equity (ROE). Untuk mempermudah investasi saham, kamu bisa memilih perusahaan sekuritas yang bisa diakses secara online lewat aplikasi dengan info rasio investasi seperti market cap, ROE, dll. agar mudah dimengerti dan dipahami.

Investasi Saham(Baca juga: Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula)

 

2. Reksadana

Kekhawatiran yang sering dirasakan oleh investor pemula saat baru pertama kali berinvestasi adalah mengalami kerugian besar. Umumnya, kerugian besar datang dari investasi di produk yang berisiko tinggi seperti saham.

Investasi memang tidak selalu menguntungkan, tapi bagaimana bila kamu belum bisa menerima kerugian besar saat berinvestasi? Di sini, kamu bisa memilih jenis instrumen investasi yang minim risiko seperti reksadana.

Apa itu reksadana?

Reksadana adalah kumpulan dana investor yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI) untuk ditempatkan dananya di berbagai jenis instrumen investasi seperti obligasi, deposito, saham, dll.

Membeli reksadana bisa kamu ibaratkan seperti membeli parsel. Mengapa? Karena di dalam satu produknya memiliki beragam aset investasi seperti halnya parsel yang diisi berbagai jenis produk dari beragam brand

Instrumen investasi reksadana bukan hanya menawarkan risiko minim bagi pihak investor, melainkan juga biaya-biaya yang terjangkau.

Sebagai perbandingan, bila kamu ingin membeli saham, kamu perlu melakukan deposit uang terlebih dahulu untuk membuat rekening efek, setelahnya kamu baru bisa membeli saham minimal 1 lot = 100 lembar saham. Tetapi jika kamu berinvestasi di reksadana, kamu bisa berinvestasi mulai dari Rp10,000 saja lewat aplikasi.

Jadi, dibandingkan dengan saham, investasi reksadana ini memang lebih diperuntukkan bagi kalangan anak muda yang masih memiliki kendala dari besaran dana investasi.

Jenis reksadana pun beragam mulai dari reksadana saham, pasar uang, pendapatan tetap, hingga campuran. Ketika kamu berinvestasi reksadana, seluruh dana yang kamu tempatkan di produk reksadana akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI).

Sehingga, kamu tidak perlu repot-repot untuk terus memantau pergerakan grafik harga yang tentunya tidak semua orang paham akan hal itu. Akan tetapi, hal ini membuat keuntungan investasi reksadana sangat bergantung pada seberapa hebatnya Manajer Investasi (MI) dalam mengelola dana investor.

Investasi Reksadana
(Baca juga: Waspada Jebakan Bodong, Ini Trik Memilih Manajer Investasi)

 

3. Obligasi

Obligasi adalah sebuah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan swasta, BUMN, maupun negara. Jenis investasi satu ini benar-benar aman apalagi jika kamu berinvestasi di obligasi negara yang dijamin 100% oleh pemerintah.

Dalam praktiknya, investasi obligasi bisa dibayangkan seperti temanmu sedang membutuhkan uang dan ingin meminjam uang kepada kamu. Untuk menyakinkan kamu bahwa utangnya akan dibayar, ia akan menjaminkan surat-surat berharganya seperti sertifikat rumah misalnya untuk kamu pegang.

Dalam perjanjian ini, kamu sebagai pemberi pinjaman akan mendapatkan pembayaran bunga pinjaman dan utang pokok.

Selain aman, obligasi juga minim risiko dan memiliki biaya investasi yang relatif terjangkau bagi milenial zaman now. Kamu bisa membeli obligasi negara mulai dari Rp1,000,000 dengan tenor pinjaman di bawah 3 tahun.

 

4. Emas

Jenis investasi satu ini mungkin sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu sebagai suatu komoditas berharga dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Namun di dalam dunia investasi, pergerakan harga emas cenderung sangat lambat.

Emas(Baca juga: 7 Cara Investasi Emas, Terbukti Aman Dan Menguntungkan)

Satu hal yang tidak bisa dibantah oleh investor profesional di luar sana adalah emas sangat tahan akan inflasi. Sehingga, emas banyak dijadikan sebagai investasi untuk menjaga dan meningkatkan nilai uang yang dimiliki.

Tercatat sejak Maret hingga Agustus 2020, pergerakan harga emas mengalami lonjakan hingga lebih dari 30%. Kenaikan ini menjadikan emas sebagai salah satu instrumen investasi paling menguntungkan di tahun 2020.

Historis Emas

 

5. Forex

Forex adalah singkatan dari foreign exchange atau pertukaran valuta asing. Bursa forex sama halnya dengan bursa saham yang pergerakan harganya fluktuatif. Namun, forex ini sangat populer bagi kalangan investor yang menyukai kemudahan perdagangan dengan likuiditas tinggi.

Forex bisa dikatakan layaknya money changer online gegara adanya perpindahan valas dari satu ke orang lainnya. Meskipun demikian, investasi forex tidak melibatkan valas secara fisik.

Instrumen investasi ini merupakan produk investasi berisiko, namun memiliki biaya investasi yang rendah karena ketika kamu trading tidak ada clearing fee, exchange fee, dan lainnya.

Sehingga, kamu bisa memperoleh return yang lebih maksimal. Kamu juga bisa mendapatkan pembelajaran yang mudah karena saat ini ada banyak pusat informasi belajar forex yang memandu para pemula secara online.

 

B. Kenali Tujuan Investasi Kamu

Setiap investor yang berinvestasi pasti memiliki tujuan. Tujuan investasi ini wajib kamu tentukan agar dana yang dialokasikan untuk berinvestasi tidak terganggu oleh penggunaan untuk keperluan keuangan lainnya.

Tujuan Investasi

 

1. Mempersiapkan Dana Pensiun

Jika melihat jangka waktunya, dana pensiun ini merupakan investasi jangka panjang. Lantaran, kamu butuh waktu setidaknya lebih dari 5 tahun untuk mempersiapkan dana pensiun.

Misalnya kamu baru aktif bekerja saat ini, kemungkinan besar kamu memiliki waktu yang panjang antara 20-30 tahun ke depan. Dari jangka waktu inilah kamu bisa menentukan jenis instrumen investasi mana yang cocok dengan tujuan investasimu.

Kamu bisa memilih emas, reksadana saham, saham, dan properti. Untuk properti memang kekurangannya kamu perlu memiliki modal yang besar hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Namun untuk emas, reksadana saham, dan saham, kamu bisa membelinya secara akumulasi maupun dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA).

Pembelian dengan metode ini membuat kamu tidak perlu mengkhawatirkan harganya berada di posisi top maupun bottom, karena investasimu bertujuan untuk menambah nilai aset yang kamu simpan dan bersifat jangka panjang.

 

2. Dana Pendidikan

Selain dana pensiun, mempersiapkan dana pendidikan anak juga tidak kalah penting. Lantaran, biaya pendidikan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Kamu bisa memilih reksadana saham, emas, dan saham sebagai investasi dana pendidikan anak.

Pasalnya, investasi di aset-aset tersebut memiliki tingkat pengembalian per tahun yang lebih tinggi dibanding rata-rata kenaikan biaya pendidikan per tahun.

Dana Pendidikan

Rata-rata kenaikan biaya pendidikan sekolah di Indonesia adalah sekitar 10%. Sementara itu, trend kenaikan harga emas bisa mencapai 20% per tahunnya, saham sebesar 30% per tahun, dan reksadana saham mencapai 20% per tahun.

Sehingga, bila kamu menyimpan danamu di emas, saham, dan reksadana saham, kamu sudah bisa menutupi kenaikan biaya pendidikan di Indonesia yang mencapai rata-rata 10% per tahun.

 

C. Expected Return

Saat kamu sudah menentukan tujuan investasi, hal yang perlu kamu pertimbangkan adalah perubahan nilai inflasi setiap tahunnya. Boleh dikatakan salah satu alasan mengapa kamu berinvestasi adalah agar uang yang kamu miliki tidak tergerus oleh tingkat inflasi.

Dalam dunia investasi, hal ini biasanya disebut expected return, atau keuntungan yang ingin kamu capai berdasarkan hitung-hitungan modal dibandingkan dengan risiko kerugian yang mungkin terjadi. Cara menghitung expected return ini sangat mudah.

Bila saat ini kamu melihat kinerja investasimu dan memperoleh tingkat pengembalian 10%, namun kamu tidak percaya diri dengan nilai investasimu di masa depan dan hanya memprediksi akan memperoleh 60% dari return tahun sebelumya, maka tingkat pengembalian yang kamu harapkan (expected return):

Expected return = peluang x tingkat keuntungan

60% x 10% = 6%

Tingkat pengembalian yang diharapkan ini sangat bergantung kepada jenis instrumen investasi mana yang kamu tempatkan dananya. Bila kamu memilih jenis instrumen bersifat high risk high return, tentunya persentase dari expected return jauh lebih besar dibanding instrumen investasi low risk low return.

Sehingga, ketika kamu ingin mengatur portofolio investasi, kamu perlu mengkombinasikan kedua hal tersebut. Ini adalah salah satu tips diversifikasi investasi yang baik bagi seorang investor.

 

D. Portofolio Investasi

Portofolio investasi adalah porsi atau persentase dari 100% aset investasi yang kamu miliki. Umumnya, penyusunan portofolio investasi paling besar diisi oleh jenis instrumen investasi dengan tingkat pengembalian yang kamu harapkan paling besar dibanding aset-aset investasi lainnya.

Portofolio Investasi(Baca juga: Belajar Menjadi Investor Cerdas Dari 5 Tokoh Legendaris)

Misalnya, kamu bisa menyusun portofolio investasi 60% saham dan 40% lainnya adalah produk derivatif. Tetapi, bila kamu takut salah pilih, kamu bisa memanfaatkan aplikasi untuk mengetahui portofolio investasi yang saat ini sudah cukup banyak dikembangkan oleh perusahaan sekuritas.

Portofolio investasi bisa kamu bayangkan seperti adanya beberapa orang yang bekerja untuk mencapai tujuan yang sama. Tiap-tiap individu tersebut pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga akan tercipta suatu kerjasama yang saling melengkapi.

Seperti itulah diversifikasi portofolio investasi yang baik; aset-aset yang terkumpul di dalamnya bisa saling melengkapi satu sama lain sehingga bisa menghasilkan return yang cenderung konsisten.

Jika performa suatu aset yang diharapkan sedang mengalami penurunan, maka diharapkan aset lainnya yang memiliki karakteristik berbeda akan mengalami kenaikan.

 

E. Hal Penting Dalam Menyusun Diversifikasi Portofolio

1. Pahami Risiko Toleransi

Profil risiko investasi berguna untuk menunjukkan batas risiko toleransi yang bisa kamu tanggung selama berinvestasi. Ada tiga profil risiko investasi yang bisa disematkan kepada investor yakni konservatif, moderat, dan agresif.

Investor berprofil risiko konservatif biasanya enggan menempatkan dananya di instrumen investasi berisiko. Sedangkan, profil risiko moderat berada di tengah-tengah antara tipe investor konservatif dan agresif. Terakhir, investor agresif umumnya sangat menyukai instrumen investasi yang sangat berisiko seperti saham dan forex.

Investor konservatif biasanya mengincar penambahan nilai dalam jangka panjang dan investasi yang relatif stabil dari risiko guncangan-guncangan pasar. Di sisi lain, investor agresif menargetkan keuntungan tinggi dan siap menanggung risiko yang besar pula.

 

2. Tentukan Target Aset yang Siap Diinvestasikan

Bila kamu sudah memiliki gambaran produk investasi yang cocok dan sesuai dengan profil risiko investasi milikmu, kini kamu tinggal menyiapkan dana untuk ditempatkan di instrumen investasi tersebut.

Namun, jangan lupa untuk melakukan diversifikasi investasi. Untuk memaksimalkan keuntungan dari diversifikasi yang dilakukan, kamu perlu berinvestasi di sejumlah instrumen yang tidak ada hubungannya sama sekali.

Intinya, kamu bisa mengikuti profil risikomu, bila kamu investor agresif, mayoritas portofolio investasi akan lebih banyak diisi oleh instrumen investasi berisiko.

 

3. Rutin Melakukan Rebalancing

Rebalancing adalah strategi menyesuaikan kembali alokasi portofolio investasi berdasarkan tujuan investasi. Ketika kamu memiliki portofolio investasi yang berasal dari berbagai instrumen, tentunya tingkat pengembalian dari aset-aset investasi tersebut pasti berbeda-beda.

Rebalancing investasi(Baca juga: Pilihan Investasi Menguntungkan Saat New Normal)

Agar tetap bisa on the track atau berjalan ke arah yang benar sesuai tujuan, kamu perlu mengatur ulang portofolio investasi secara berkala; setiap 6 bulan maupun 1 tahun sekali. Salah satu tanda kamu harus melakukan rebalancing adalah ketika tingkat pengembalian yang kamu harapkan tidak tercapai berdasarkan jangka waktu yang sudah ditentukan.

 

4. Pahami Kapasitas Risiko

Ketika kamu sedang berada di jalan yang benar sesuai dengan tujuan investasimu, hal ini bisa diibaratkan seperti mengendarai mobil di jalan tol. Jadi ketika kamu melihat adanya rambu-rambu untuk memperlambat kecepatanmu, tentunya kamu perlu memperlambat laju mobilmu tersebut agar tidak terjadi kecelakaan.

Hal yang sama juga berlaku untuk aktivitas investasimu. Tanda-tanda untuk menarik rem dari kendaraan investasimu bisa ditentukan dengan menentukan cut loss dan manajemen risiko.

Untuk cut loss, umumnya investor memiliki besaran risiko kerugian sebesar 10% dari balance. Jika total kerugian mencapai di atas batas risiko tersebut, maka investor akan menjual aset ataupun melakukan pengalihan alokasi sebagai upaya diversifikasi investasi.

Risiko Investasi

Itulah tips-tips diversifikasi portofolio investasi yang bisa kamu lakukan saat ingin memaksimalkan keuntungan dari investasi yang dilakukan.

Dari pembahasan artikel ini, setidaknya kita sebagai investor perlu memahami karakteristik dari produk investasi, menentukan tujuan investasi, menghitung risiko dan imbal hasil, menyusun portofolio investasi, dan melakukan diversifikasi investasi dengan cara rebalancing secara berkala.

Yang tak kalah penting, kamu juga perlu cermat memilih layanan investasi agar tak terjebak produk bodong. Tipsnya bisa kamu simak di Stop Investasi Bodong! Ikuti 5 Langkah Ini.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Ahong |  1 Apr 2021

Pak, misalkan saya punya uang 50 juta, dan pingin investasi saham jangka panjang minimal 10 tahun. Antara saham option dan index bagusan mana pak? Makasih

Lihat Reply [7]

@ Ahong:

Baik saham option maupun indeks saham merupakan produk derivatif (turunan) dari pasar saham. Keduanya tidak merepresentasikan kepemilikan dalam bentuk apapun atas saham suatu perusahaan.

Jika Anda trading saham option, maka Anda harus bisa memprediksi harga suatu saham akan naik atau turun dalam jangka waktu tertentu. Jika harga saham diprediksi akan naik, maka trader akan membuka opsi Call, dan jika diprediksi turun, trader akan membuka opsi Put. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan baca: Apa Itu Option Saham (Stock Options) Dan Bagaimana Contohnya?

Jika Anda trading indeks saham, maka Anda harus bisa memprediksi indeks suatu bursa saham akan naik atau turun. Yang ditradingkan biasanya adalah indeks Hang Seng, Nikkei, Kospi, Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq. Baca juga: Mengenal Apa Itu Indeks Saham Dan Beragam Manfaatnya

Menurut kami, jika Anda ingin berinvestasi di pasar saham, sebaiknya investasi sahamnya (beli saham perusahaan yang prospeknya bagus). Tetapi kalau ingin trading di produk derivatif saham, menurut kami trading di indeks saham lebih mudah, karena naik turunnya indeks saham suatu bursa lebih mudah diprediksi atau dianalisa dibandingkan dengan prediksi akan naik atau turunnya suatu saham dalam jangka waktu tertentu.

M Singgih   3 Apr 2021

Kalau beli saham perusahaannya langsung, risiko paling bahayanya apa pak?

Kata orang di forum, kalau main saham itu katanya lebih berisiko ya dibanding forex, apakah benar pak?

Dan satu lagi pak, kalau untuk orang Indo, apakah saham perusahaan yang bisa dibeli itu perusahaan orang Indo saja?

Terima kasih atas jawabannya­čÖĆ

Ahong   5 Apr 2021

@ Ahong:

- Kalau beli saham perusahaannya langsung, risiko paling bahayanya apa pak?

Risikonya tentu saja kalau harga saham yang Anda beli turun, sehingga mengalami kerugian. Risiko yang lebih besar adalah kalau saham yang Anda beli di-delisting dari bursa. Oleh sebab itu sebelum membeli sebuah saham pelajari dulu fundamental perusahaannya.

- Kata orang di forum, kalau main saham itu katanya lebih berisiko ya dibanding forex, apakah benar pak?

Tidak juga. Menurut kami trading forex risikonya lebih besar karena menggunakan leverage tinggi dan juga fluktuasi pergerakan harganya lebih besar.

- kalau untuk orang Indo, apakah saham perusahaan yang bisa dibeli itu perusahaan orang Indo saja?

Kalau Anda trading di Bursa Efek Indonesia (BEI), maka Anda hanya bisa trading saham-saham perusahaan yang listing di BEI saja, yaitu perusahaan-perusahaan dari Indonesia saja. Tetapi jika Anda trading di bursa New York, maka Anda bisa trading saham-saham perusahaan yang listing di New York Stock Exchange (NYSE). Untuk trading di NYSE Anda harus mencari perusahaan pialang yang menawarkan trading di NYSE.

 

M Singgih   7 Apr 2021

Untuk mahasiswa rekomendasi Saham yang seperti apa pak? Daripada uang buat jajan ga jelas mending buat beli saham..haha

Oddie   12 Apr 2021

@ Oddie:

Kalau Anda pemain baru, kami sarankan untuk masuk pada saham-saham lapis pertama atau saham-saham blue chips seperti TLKM, BBCA, UNVR, dsb.
Penjelasan mengenai saham-saham blue chips, silahkan baca:

M Singgih   13 Apr 2021

Kalau dengan saham yang di reksadana itu pak, apakah sama? Dan bagus mana dengan membeli saham perusahaan dengan beli saham di reksadana?

Nur Salim   13 Apr 2021

@ Nur Salim: Saham-saham yang ada pada portofolio produk reksadana saham adalah saham-saham pilihan hasil analisa dari manager investasi perusahaan yang menerbitkan reksadana tersebut, jadi tentu merupakan saham-saham pilihan yang prospeknya bagus.

Kalau Anda belum berpengalaman di saham, menurut kami lebih aman membeli produk reksadana, dalam hal ini reksadana saham. Mengenai reksadana, silahkan baca:

M Singgih   14 Apr 2021
 Chis Leon |  6 Oct 2021

Aku punya dana beberapa, rencananya tak investasikan di saham. target investasiku sekitar 5 tahun. Pertanyaannya, apakah saham bagus untuk investasi selama 5 tahun mendatang? Makasih. 

Lihat Reply [17]

@ Chis Leon:

Untuk investasi saham jangka panjang, disarankan untuk membeli saham-saham kategori blue chip seperti misalnya TLKM, BBRI, ASII dll. Dalam jangka panjang, saham-saham blue chip dianggap lebih aman.
Baca juga: Ciri-Ciri Saham Paling Menguntungkan Untuk Jangka Panjang

 

M Singgih   7 Oct 2021

Apakah saham red chip aman kalau buat main pendek pak? Setahun sampe 2 tahun aja durasinya

Iqbal   13 Oct 2021

@ Iqbal:

Maaf, saya tidak tahu prospek saham-saham yang Anda maksud. Red chip adalah saham-saham perusahaan China yang listing di Hong Kong Stock Exchange. Saya tidak ada informasi mengenai prospeknya, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

 

M Singgih   13 Oct 2021

@ Ragil:

Saham Facebook (FB) yang akan berubah kode jadi MVRS mulai Desember nanti adalah termasuk dalam saham blue chip, jadi menurut kami prospeknya bagus.
Silahkan baca juga: Ganti Nama Jadi Meta, Saham Facebook Langsung Rebound

M Singgih   8 Nov 2021

Untuk Ristanto,

Tergantung dari harga saham yang hendak Anda beli. Selain itu, pertimbangkan juga beberapa biaya yang diterapkan oleh sekuritas yang Anda ikuti. Misalnya saja harga saham dari PT.A perlembarnya adalah Rp.500,-.

Maka ketika Anda hendak membeli saham tersebut sebanyak 1 lot (100 lembar) dana yang perlu Anda persiapkan adalah sebesar Rp.50000,- . Namun kebutuhan dana minimum tersebut mungkin akan bertambah mengingat beberapa perusahaan sekuritas tentu menerapkan biaya-biaya tambahan lainnya.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   13 Dec 2021

Ada banyak cara untuk menghindari investasi saham bodong. Tiga yang paling utama:

  • Bukalah rekening investasi saham pada perusahaan sekuritas (broker) yang terdaftar sebagai anggota IDX (Bursa Efek Indonesia) dan sudah berizin OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
  • Rekening investasi saham seharusnya dikendalikan oleh kita sendiri. Pihak sekuritas (broker) hanya dapat membeli/menjual saham atas perintah langsung dari kita. Jadi, jangan percaya pada pada pihak-pihak yang meminta akses rekening (ID dan password) agar mereka bisa trading/membelikan saham sesuai strategi mereka sendiri.
  • Tidak ada seorang pun yang dapat menjamin untung/rugi dalam investasi saham. Jadi, jangan percaya pada iming-iming "titip modal saja nanti pasti untung", karena mereka pasti penipu.

Daftar perusahaan sekuritas yang termasuk anggota bursa dapat diakses pada halaman berikut ini.

Aisha   22 Feb 2022

Bagaimana sih kak, ciri-ciri mereka paling menonjol yang menyediakan investasi saham bodong? Agar saya lebih mudah mendeteksinya meski baru lihat pertama kali.

Lynka   23 Feb 2022

Ciri-ciri singkatnya investasi saham bodong ada 3:

  • Mengaku perusahaan sekuritas atau broker, tapi tidak punya izin OJK dan bukan anggota IDX.
  • Menjanjikan keuntungan tetap.
  • Menawarkan skema investasi titip modal.

Itu saja. Pokoknya jika dapat tawaran investasi yang kelihatannya bakal gampang sukses tanpa perlu berusaha dan belajar apa-apa, berarti itu tipu-tipu. Siapa pun hanya bisa sukses dalam investasi saham jika sudah memahami dan mampu menganalisis dengan baik.

Aisha   25 Feb 2022

Ada beberapa alasan.

Pertama, perkembangan bisnis inti (core business) media sosial sepertinya sudah mencapai puncak. Khususnya kunjungan ke Facebook, secara global telah mengalami penurunan.

Kedua, kendala dalam monetisasi. Koleksi media sosial META (Facebook, Instagram, Whatsapp) tidak mampu menghadirkan terobosan baru dalam hal monetisasi. Bahkan, wacana pengetatan regulasi di sejumlah wilayah (seperti Eropa) berpotensi makin mencekik pendapatannya.

Ketiga, pelaku pasar masih pesimistis dengan prospek Metaverse yang digadang-gadang Mark Zuckerberg.

Metaverse memang merupakan kemajuan teknologi yang mengasyikkan. Namun, proyek Metaverse masih dalam proses pengembangan yang pastinya bakal "bakar duit". Ini terbukti dengan kerugian Metaverse sebanyak lebih dari USD10 miliar pada tahun 2021 saja. Kita juga masih kesulitan mengukur jangkauan pasarnya dan prospek monetisasinya kelak.

Aisha   1 Mar 2022

Dilihat dari istilahnya saja, kita semestinya sudah paham bahwa saham syariah merupakan saham-saham yang lebih sesuai dengan aturan syariat Islam daripada saham konvensional. Contoh perbandingannya:

  • Saham konvensional mencakup pula saham-saham perbankan, padahal mereka memperoleh pendapatan berupa bunga yang dianggap riba dalam syariat Islam. Maka, saham syariah tidak mencakup saham perbankan konvensional (hanya mencakup bank syariah).
  • Saham konvensional mencakup pula pabrik rokok seperti Gudang Garam (GGRM) dan dan Sampoerna (HMSP). Padahal, status kehalalan rokok itu diragukan. Maka, saham syariah tidak mencakup saham rokok.
  • Saham konvensional mencakup pula perusahaan miras seperti Multi Bintang Indonesia (MLBI). Padahal, MUI telah mengharamkan miras. Dengan demikian, saham syariah tidak mencakup saham miras.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES) yang mencakup semua saham syariah di Bursa Efek Indonesia, sehingga investor cukup menengok daftar itu saja jika ingin memfokuskan investasi pada saham syariah.

Aisha   13 Apr 2022

Apakah penyebab utama saham META turun banyak?

Renjani   25 Feb 2022

Bagaimana perbandingan investasi saham konvensioanal vs saham syariah?

Whendy Tandi   11 Apr 2022

Cara menghindari investasi saham bodong gimana kak?

Lynka   22 Feb 2022

Saya ingin main investasi saham. Kira-kira berapa modal yang diperlukan ya pak?

Ristanto   8 Dec 2021

Baru-baru ini Facebook telah ganti nama jadi Meta, bagaimana dengan sahamnya? Apakah bagus untuk investasi jangka panjang?

Ragil   8 Nov 2021

Apakah investasi di saham yang bukan blue chip dalam jangka panjang itu aman? Lantas bagaimana investasi saham yang benar meski tidak di saham blue chip? Makasih

Farid Ashar   21 Sep 2022

Ya, investasi saham jangka panjang bisa dalam saham apa saja dan tidak harus saham blue chip.

Saham blue chip itu bukan jaminan mutu, lho. Banyak juga saham yang dulu blue chip, tapi sekarang jadi recehan. Contohnya, BUMI. 

Sebaliknya, banyak saham second liner yang terbukti menghasilkan cuan melimpah selama bertahun tahun. Contohnya SIDO, DMAS, BJTM, BJBR.

Jadi, bagaimana cara investasi saham yang benar? Simpel saja. Jangan berfokus pada label saham "blue chip" dan "bukan blue chip", melainkan mempelajari dan mendalami fundamental saham yang akan dibeli. Cari tahu bisnisnya, keunggulannya, pangsa pasarnya, manajemennya, aktivitas pemasarannya, laporan keuangannya, valuasinya, dst.

Aisha   22 Sep 2022
 Jemmy |  15 Dec 2021

Apakah investasi emas di situasi pandemi seperti saat ini masih cocok?

Lihat Reply [29]

Untuk Jemmy,

Investasi emas batangan masih menjadi pilihan instrument investasi favorit sepanjang masa, termasuk disaat pandemi saat ini. Sebagai tambahan referensi, silahkan Anda simak ulasan Empat Cara Investasi Emas Saat Ini.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   17 Dec 2021

Emas dan deposito sama-sama cocok untuk investasi jangka panjang. Ada dua alasan utama:

  • Nilai emas dan deposito akan terus meningkat dalam jangka panjang. Emas meningkat seiring dengan inflasi, sementara deposito terus memperoleh bunga yang selaras dengan inflasi.
  • Emas dan deposito sama-sama dapat digadaikan sewaktu-waktu agar kita bisa memperoleh dana segar saat terjadi situasi darurat.

Jadi, mana yang lebih baik untuk berinvestasi jangka panjang? Kita bisa mempertimbangkan pula beberapa hal ini:

  • Apabila berinvestasi emas, kita harus memikirkan sendiri tempat penyimpanan dan pengamanannya. Sedangkan pengamanan deposito sudah diatur oleh pihak bank.
  • Investasi emas hanya berlaku untuk logam mulia berbentuk batangan asli, sehingga kita harus mampu memastikan orisinalitasnya sebelum membeli. Sedangkan investasi deposito sangat rentang penipuan oleh oknum karyawan bank, sehingga kita perlu memastikan dokumentasi yang komplit saat membuka rekening deposito di bank. 
  • Keamanan emas terjamin oleh sifat fisiknya yang dapat digadaikan ataupun dijual sewaktu-waktu, sedangkan keamanan deposito terjamin oleh undang-undang perbankan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  • Investasi emas dapat dimulai dari 0,1 gram saja. Sedangkan deposito bank saat ini umumnya hanya dapat dibuka dengan setoran modal awal sebesar Rp10 juta.

Dengan mempertimbangkan poin-poin di atas, kita bisa memilih emas atau deposito yang lebih sesuai dengan kondisi kita sendiri.

Aisha   17 Mar 2022

Apakah semua perbankan di indonesia sudah di jamin LPS ya min? dan apakah ada aturan besaran nilai yang dijamin oleh LPS? Mohon infonya. Tq

Suci Irawati   18 Mar 2022

Semua bank di Indonesia wajib mengikuti penjaminan LPS. Jadi, jawabannya ya, semua perbankan sudah dijamin LPS.

Penjaminan LPS memiliki empat syarat sebagai berikut:

  • Simpanan atau deposito nasabah harus tercatat dalam pembukuan bank.
  • Nasabah tidak memperoleh bunga simpanan yang melebihi tingkat bunga wajar yang ditetapkan oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS saat ini untuk bank umum adalah 3,50% dan untuk BPR adalah 6.00%, tetapi LPS dapat mengubahnya sewaktu-waktu.
  • Nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, seperti kredit macet.
  • Saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank adalah paling banyak sebesar Rp 2 Milyar.
Aisha   19 Mar 2022

Harga emas minggu lalu baru turun dari rekor tertinggi. Karenanya, apabila tak ada kejutan besar, harga emas pekan ini kemungkinan melanjutkan penurunan atau berkonsolidasi (bergerak naik-turun dalam rentang terbatas) dengan kisaran antara Rp960 ribu-Rp1 juta.

Perlu diperhatikan: Ini hanya prediksi yang berlaku mulai 21 Maret 2022 sampai seminggu ke depan. Ini bukan rekomendasi untuk menjual ataupun membeli emas. Anda bebas menentukan sendiri keputusan investasi Anda dengan memahami segala potensi keuntungan dan risikonya.

Aisha   21 Mar 2022

Emas digital adalah investasi emas online yang jual-belinya dapat dilakukan melalui aplikasi mobile. Biasanya tidak langsung dikirim dalam bentuk fisik kepada investor, melainkan "disimpankan" oleh operator aplikasi.

Dengan teknis seperti ini, jelas sekali keuntungan emas digital antara lain:

  • Kita dapat membeli dan menjual emas di mana saja, kapan saja. Umpama kita menyaksikan harga emas naik dan kebetulan sedang berada di luar kota, kita bisa langsung menjual koleksi emas digital pada saat itu juga.
  • Kita terbebas dari biaya penyimpanan dan pengamanan emas fisik, karena semuanya disediakan oleh aplikasi secara gratis. Tak perlu khawatir perampokan atau pencurian emas dari lemari atau brankas di rumah.
  • Kita dapat membeli emas digital dengan modal yang sangat kecil. Aplikasi seperti Tamasia dan Tanamduit memperbolehkan pembelian emas mulai dari Rp10 ribu saja.

Kendati demikian, perlu dipahami bahwa segala hal yang bersifat digital itu rentan peretasan (hacking) sehingga kita perlu menjaga gadget dan password dengan hati-hati saat membeli/menjual emas digital. Selain itu, ada dua kekurangan emas digital lainnya yang patut diperhatikan:

  • Harga emas digital tidak mencakup ketersediaannya secara fisik. Kita harus menambah biaya pencetakan dan ongkos kirim berasuransi untuk mendapatkan emas batangan yang diinginkan secara fisik.
  • Emas digital tidak dapat digadaikan, karena pegadaian hingga saat ini hanya menerima emas fisik dalam bentuk perhiasan atau batangan.
Aisha   22 Mar 2022

Waktu terbaik investasi emas adalah kapan saja kita punya dana yang dapat disisihkan untuk jangka panjang (lebih dari 5 tahun)

Mengapa demikian? Karena jual-beli emas mengandung "spread" atau selisih harga jual dan harga beli yang sangat besar, sedangkan harga emas sangat fluktuatif dalam jangka pendek. 

Investasi emas hanya akan menguntungkan dalam jangka panjang. Agar kita tidak sampai terkena harga yang mahal, maka sebaiknya berinvestasi secara bertahap (mencicil) secara rutin daripada sekaligus banyak (lump sum) dalam satu waktu tertentu.

Aisha   24 Mar 2022

Sejak era kerajaan-kerajaan kuno, emas dikenal sebagai harta berharga dan penyimpan nilai kekayaan. Tak sedikit pula peradaban yang memanfaatkan emas sebagai mata uang logam.

Memasuki era modern, perjanjian Bretton Woods meresmikan emas sebagai acuan bagi nilai tukar mata uang USD. Meskipun nilai tukar USD dan mata uang lain saat ini sudah tak mengacu pada emas sepenuhnya lagi, perjanjian ini mematenkan pamor emas sebagai pelindung nilai kekayaan dalam sejarah umat manusia. 

Bank-bank sentral dunia masih hobi mengoleksi emas tiap tahun guna memperkaya dan menjaga stabilitas nilai tukar mata uang dan cadangan devisanya. Langkah para pemain pasar raksasa ini tentu menjadi kiblat bagi para investor dan pebisnis, sehingga emas dianggap sebagai "safe haven".

Aisha   11 Apr 2022

Apabila kamu membeli emas melalui aplikasi jual-beli emas digital, maka emas tersebut pasti dapat dicetak. Prosedur cara mencetak emas digital berbeda-beda untuk setiap aplikasi. Hubungilah Customer Service aplikasi yang kamu gunakan untuk mengetahui prosedur selengkapnya.

Aisha   13 Apr 2022

Tidak ada yang lebih baik antara investasi emas digital dan emas batangan fisik. Pilihan kita sebagai investor itu sebaiknya ditentukan oleh kebutuhan dan tujuan investasi.

Pertama-tama, pahami dulu perbedaan karakteristik antara keduanya.

Investasi emas digital itu berarti kita menyetorkan uang untuk membeli emas kepada platform digital tertentu. Platform akan "menyimpankan" emas kita hingga suatu saat kelak kita memutuskan untuk menjual atau mencetaknya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa investasi emas digital itu:

  • Bebas biaya penyimpanan.
  • Bebas risiko pencurian.
  • Harga beli lebih murah, karena tak mencakup biaya cetak. Kita perlu membayar biaya cetak secara terpisah jika ingin memiliki emas batangannya saja.
  • Berbasis kepercayaan antara investor dan platform, sehingga kita harus memilih platform yang berizin dan transparan.
  • Tidak dapat digadaikan.
  • Apabila tidak dicetak, emas digital hanya dapat dijual kepada platform asalnya saja.

Investasi emas batangan fisik itu berarti kita membeli emas batangan dari toko emas, gerai Antam, toko online, dan lain sebagainya. Emasnya akan kita simpan sendiri, sehingga:

  • Ada biaya penyimpanan.
  • Ada risiko pencurian.
  • Harga beli lebih mahal, karena mencakup biaya cetak.
  • Ada risiko emas palsu, sehingga kita harus pintar memilih tempat membeli yang terpercaya dan dapat membedakan emas asli/palsu.
  • Dapat digadaikan.
  • Dapat dijual lagi kepada banyak pihak, bukan pada penjual asalnya saja.

Nah, dari hal-hal itu, mana yang kira-kira paling cocok bagimu? Pilihannya ada di tanganmu. Apa yang baik bagi orang lain, boleh jadi kurang baik bagimu. Apa yang baik bagimu juga belum tentu baik bagi orang lain.

Aisha   19 Apr 2022

Prediksi harga emas menjelang lebaran tahun ini kemungkinan naik di pasar internasional, tetapi stagnan atau bahkan turun di pasar lokal Indonesia.

Harga emas di pasar internasional saat ini cenderung meningkat karena perang Rusia-Ukraina yang berlarut-larut. Selain itu, banyak investor yang memilih untuk berinvestasi dalam emas guna menanggulangi risiko dampak lonjakan inflasi global yang sangat tajam.

Harga emas di pasar lokal kemungkinan cenderung stagnan atau bahkan menurun, karena kebiasaan masyarakat kita menjual atau menggadaikan simpanan emas menjelang lebaran guna mendanai mudik dan kebutuhan musiman lainnya. Meskipun harga emas Indonesia masih mengacu pada harga emas internasional, tetapi kelebihan penawaran (excess offer) dapat menekan harga.

Aisha   20 Apr 2022

apakah ada kemungkinan setelah lebaran harga akan kembali naik ya kak?

Herlian Disha   20 Apr 2022

Pergerakan harga apa saja itu selalu punya kemungkinan naik dan kemungkinan turun. Jadi ya, ada kemungkinan untuk naik lagi. Ada juga kemungkinan untuk turun makin jauh. Tergantung bagaimana situasi pada saat itu.

Aisha   20 Apr 2022

@ Sigit Pria:

Tanggal 25 April masih cenderung bearish. Untuk analisa pergerakan harga emas, silahkan baca kumpulan artikel analisa ini.

M Singgih   25 Apr 2022

Untuk meninjau history harga emas, mari kita lihat grafik dalam rentang bulanan.

History Harga Emas

Terlihat bahwa harga emas mulai mengalami peningkatan sejak awal merebaknya kabar tentang COVID pada kuartal pertama tahun 2020. Hal ini terjadi karena status emas sebagai "pelindung kekayaan" yang banyak dicari di tengah ketidakpastian dan gejolak dunia.

Harga emas mencapai puncaknya pada Agustus 2020, kemudian mulai mengalami penurunan. Namun, penurunan ini tidak membuat logam mulia kembali ke harga pra-pandemi.

Harga emas sekarang tetap cenderung lebih mahal daripada masa-masa sebelum pandemi. Mungkin karena virus Corona masih terus mengkhawatirkan, ditambah dengan situasi perang di Ukraina dan berbagai kekhawatiran ekonomi global lainnya.

Aisha   28 Apr 2022

kak, apakah kenaikan harga emas ini juga dialami oleh logam mulia lainnya, seperti perak dll?

Riki Ardiansyah   29 Apr 2022

Ya, jika kita meninjau grafik harga komoditas hampir semuanya meningkat seusai pecahnya pandemi COVID-19 --termasuk logam mulia perak dll-. Alasannya agak berbeda dengan kenaikan harga emas yang berfungsi sebagai "pelindung kekayaan (safe haven)". Melainkan karena gangguan rantai pasokan global, kendala produksi, dan peningkatan permintaan telah memicu kenaikan harga-harga komoditas secara umum.

Aisha   29 Apr 2022

Bagaimana prospek harga emas setelah lebaran? Yaaa bisa naik ataupun turun. Jawabannya sih tergantung Anda ingin tahu untuk jangka waktu berapa lama, serta Anda ingin tahu untuk tujuan apa?

Dilihat dari kondisi grafik harga emas spot hari ini (10 Mei 2022), emas berpotensi menurun lagi dalam rentang waktu bulanan dan mingguan. Namun, ada kemungkinan menguat dalam rentang waktu harian.

Ini berarti, pasca lebaran 2022 bukanlah waktu yang tepat kalau Anda ingin memborong emas batangan dengan target investasi jangka pendek. Namun, investor jangka panjang (target lebih dari 10 tahun) dapat membeli emas batangan kapan saja dengan cara mencicil tanpa perlu mempedulikan naik-turun harga jangka pendek.

Aisha   10 May 2022

Kapan waktu terbaik untuk melakukan investasi emas?

Sangat Sabar   23 Mar 2022

Di era saat ini semua serba digital, Apa Kelebihan dan Kekurangan Emas Digital?

Eddhy_sabar   22 Mar 2022

Bagaimana prediksi harga emas untuk pekan ini kak?

Putra Adhi   21 Mar 2022

Antara emas vs deposito, mana yang cocok untuk investasi jangka panjang?

Suci Irawati   16 Mar 2022

Kenapa emas disebut sebagai aset safe haven?

Rena Miradi   8 Apr 2022

Apakah emas digital bisa dicetak? bagaimana caranya?

Sasongko San   11 Apr 2022

Baiknya investasi emas digital atau emas batangan (emas real)?

Neni Wahyuni   12 Apr 2022

bagaimana prediksi harga emas menjelang lebaran?

Zaidan Aki   19 Apr 2022

mohon info analisa harga emas hari ini (25 april 2022)? Trims

Sigit Pria   25 Apr 2022

Bagaimana history harga emas dari saat munculnya covid sampai dengan saat ini?

Fikri Bobi   27 Apr 2022

Bagaimana prospek dan proyeksi harga emas usai lebaran ya kak?

Sukri Bambang   9 May 2022
 Kurniawan |  9 Mar 2022

Sekarang ini marak sekali investasi bodong, mohon info dan tips agar terhindar dari investasi bodong min?

Lihat Reply [7]

@Kurniawan: Berikut ini tips agar terhindar dari investasi bodong.

  • Jangan pernah langsung percaya 100% apapun yang Anda dapatkan di internet ataupun medsos.
  • Jangan pernah tergiur oleh investasi apapun walaupun ada keluarga/artis/influencer atau siapapun. Masuklah karena Anda melihat potensi profit didalamnya secara jelas, bukan karena si A, B, atau C.
  • DYOR (Do Your Own Research), lakukan riset sebelum mengambil keputusan. Pelajari dengan detail investasi apa yang ditawarkan, apa produknya, bagaimana cara menghasilkan keuntungan dan apakah realistis terhadap janji yang diberikan.
  • Hindari grup-grup yang terlalu "vulgar" memberikan janji-janji surga. Sesuatu yang kelihatannya terlalu "bagus" (too good to be true) biasanya tidak bagus.
  • Selalu berfikir logis dan kritis.
Kiki R   10 Mar 2022

Skema Ponzi adalah modus penipuan berkedok investasi yang seolah-olah menawarkan profit besar, tetapi sesungguhnya profit yang diberikan kepada investor awal bersumber dari dana setoran investor yang mendaftar belakangan. Di Indonesia, skema ponzi terkenal dengan istilah "money game" dan "member get member". 

Bagaimana cara mengenalinya? Ada beberapa ciri-ciri umum dari skema ponzi, antara lain:

  • Penipu menawarkan profit tetap dalam jumlah fantastis. Hal ini tidak mungkin terjadi pada skema investasi sungguhan, karena selalu ada risiko kerugian yang setara dengan peluang keuntungan. Lembaga regulator sah seperti OJK dan Bappebti juga melarang promosi investasi yang menjanjikan profit tetap.
  • Penipu menawarkan iming-iming "profit tanpa kerja keras" hanya dengan setor dana saja. Padahal, semua skema investasi perlu proses pembelajaran agar investor bisa sukses.
  • Penipu mengharuskan dana setoran pokok "terkunci" atau tidak boleh ditarik selama periode yang panjang. Investor hanya boleh menarik profit saja secara berkala, tetapi tak boleh mengambil dana pokoknya dalam waktu lama. Hal ini karena sebenarnya penipu akan mengoper dana pokok yang tersimpan itu untuk menjadi "profit" bagi investor lain.
  • Penipu biasanya menggunakan istilah-istilah asing yang terkesan elite untuk mendapatkan kepercayaan orang awam, tetapi kesulitan untuk menjelaskan skema investasinya kepada orang yang sudah berpengalaman. Umpamanya penipu punya skema ponzi yang berkedok robot trading, maka para pakar trader dan programmer robot sesungguhnya dapat membongkar kedok tersebut.
Aisha   24 Mar 2022

mohon info tips nya kak agar terhindar dari skema ponzi?
apakah skema ponzi mencangkup semua jenis investasi atau hanya investasi tertentu saja ya kak? Terima kasih

Nana_banana   24 Mar 2022

Skema ponzi bisa menggunakan kedok investasi apa saja, mulai dari forex (robot trading), emas, properti, bahkan tambak udang ataupun kebun kurma. Sudah banyak sekali contoh kasusnya di Indonesia.

Tips agar terhindar dari skema ponzi? Ya, mudah saja. Kenali ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas, kemudian jangan setor dana ada tawaran semacam itu.

Aisha   27 Mar 2022

Tidak ada satu pun diantara ketiganya yang aman untuk pemula. Pemula sebaiknya mengawali dengan belajar berinvestasi, bukan langsung trading. Jika ingin setor modal tanpa belajar dan mau cari aman, maka berinvestasilah pada reksa dana.

Jika sudah belajar dan mau mulai trading, maka sebaiknya berlatihlah pada saham. Lebih baik lagi, cobalah simulasi trading saham dulu. Apabila sudah mahir dalam dunia saham, barulah menjajal forex atau kripto.

Pasar saham lebih mudah diamati dan dipelajari bagi pemula, daripada pasar forex atau kripto yang berskala internasional. Namun, perlu diperhatikan bahwa semuanya sama-sama tidak aman.

Semua aktivitas trading itu mengandung risiko yang sebanding dengan potensi keuntungannya, sehingga kita sendiri yang perlu mengelola risiko (risk management) agar tidak mengalami kerugian di luar batas toleransi kita. Semua calon trader/investor harus memahami ini sebelum mulai trading/berinvestasi apa saja.

Aisha   25 Apr 2022

Apa yang dimaksud dengan skema ponzi dalam investasi dan bagaimana cara mengenalinya?

Nana_banana   22 Mar 2022

antara trading forex, saham dan kripto, manakah yang aman digunakan untuk pemula?

Hairi Nuh   22 Apr 2022
 Joko Winarno |  17 Mar 2021

Bagaimana cara meminimalisir risiko investasi ya min, mengingat saat ini sedang marak berita investasi bodong?

Lihat Reply [12]

Reksa dana adalah investasi yang bagus dan berisiko rendah untuk pemula. Beberapa keunggulannya:

  • Siapa saja bisa mulai berinvestasi reksa dana, hanya dengan mengunduh aplikasi investasi reksa dana seperti Tanamduit, Bibit, Bareksa, Ajaib, dll. Pendaftaran dan setor-tarik dana sudah online sepenuhnya.
  • Kita tidak perlu repot menganalisis sendiri, karena dana akan dikelola oleh Manajer Investasi yang sudah punya ijin OJK.
  • Kita bisa memantau portofolio Manajer Investasi sebagai bahan belajar, khususnya jika kelak ingin investasi saham sendiri.
  • Kita bisa mulai investasi reksa dana dengan modal mulai dari Rp10 ribu saja, sehingga sangat terjangkau.
  • Setor dan tarik dana bebas biaya.
  • Setor dan tarik dana hanya butuh waktu singkat. Setoran biasanya masuk dalam satu hari, sedangkan pencairan dana antara 2-12 hari.
Aisha   10 Mar 2022

Ada banyak cara meminimalisir risiko investasi terkait investasi bodong. Berikut ini tiga diantaranya yang paling penting:

  • Hanya berinvestasi pada hal yang kamu pahami. Jika kamu ingin sekali berinvestasi pada sesuatu, maka pelajarilah dulu hingga kamu benar-benar paham. Jika kamu tidak paham dan tidak mau belajar, ya janganlah berinvestasi di situ.
  • Hanya berinvestasi dengan menggunakan uang dingin. Uang dingin adalah dana sisa yang tidak akan dipergunakan untuk kebutuhan dalam waktu dekat, bukan dana pinjaman, dan bukan dana cadangan darurat. 
  • Memahami bahwa semua investasi dan bisnis itu pasti mengandung potensi untung dan risiko kerugian. Jangan percaya pada orang yang mengklaim bisa menghasilkan "investasi pasti untung" atau "investasi anti rugi" hanya dengan setor uang saja. Tidak ada yang seenak itu. Para investor sukses saat ini, semuanya pernah mengalami masa-masa susah payah belajar dan sewaktu-waktu tetap bisa mengalami rugi.
Aisha   19 Mar 2021

Semua jenis investasi bisa jadi bagus untuk karyawan. Yang perlu kamu perhatikan saat akan memilih investasi itu bukan profesi kamu, melainkan bagaimana toleransi risiko dan apa target investasi kamu.

Toleransi risiko itu berkaitan dengan pertanyaan: Apakah kamu siap menanggung kerugian atas seluruh dana investasi kamu?

  • Jika kamu siap menanggung rugi total, berarti kamu tergolong "risk-taker". Kamu bisa coba investasi saham atau bahkan forex dan kripto. Strategi trading/investasi dapat dirancang dengan target investasi jangka pendek maupun panjang.
  • Jika kamu merasa tidak siap menanggung kerugian dalam jumlah banyak, berarti kamu tergolong "safe-seeker". Kamu lebih cocok dengan investasi riil seperti properti dan emas, atau investasi keuangan berisiko rendah seperti Surat Berharga Negara dan reksa dana. Produk reksa dana pasar uang cocok untuk jangka pendek; Surat Berharga Negara cocok untuk untuk jangka menengah; sedangkan properti dan emas cocok untuk jangka panjang.

Investasi mana pun yang kelak jadi pilihanmu, kamu harus paham bahwa tidak ada kesuksesan instan. Butuh proses pembelajaran agar kamu benar-benar memahami pilihan investasimu, baru kemudian kamu bisa mulai menyetorkan modal untuk investasi. Sisihkan waktu di luar jam kerja karyawan biasa untuk belajar dan berlatih hingga mahir, serta jangan ragu untuk bertanya pada ahlinya jika ada yang tidak dipahami.

Aisha   20 Mar 2022

Setiap penasihat keuangan mungkin memiliki pendapat berbeda tentang berapa persen penghasilan yang perlu disisihkan untuk investasi. Bisa jadi 10%, 20%, 30%, dan seterusnya. Namun, pada dasarnya semua itu tergantung juga pada berapa besar pendapatan dan pengeluaran kamu.

Umpama kamu punya pemasukan Rp10 juta per bulan dan pengeluaran Rp8 juta per bulan, maka cukup masuk akal untuk menyisihkan Rp2 juta untuk berinvestasi (20%).

Tapi seandainya kamu punya pemasukan Rp100 juta per bulan dan pengeluaran Rp8 juta per bulan, maka menyisihkan 20% saja (Rp20 juta) menjadi kurang masuk akal, karena akan ada dana puluhan juta yang menganggur dan tentunya tidak baik jika dipakai untuk foya-foya saja.

Jadi, sebenarnya tidak penting berapa persen penghasilan yang digunakan untuk investasi. Teknis menyisihkan dana untuk berinvestasi yang tepat adalah:

  • Pertama, kamu sudah mampu memenuhi kebutuhan pokok dan melunasi pinjaman dengan penghasilan kamu.
  • Kedua, kamu sudah punya persediaan dana cadangan yang memadai untuk persiapan situasi darurat (sebesar minimal 3x pengeluaran bulanan).
  • Ketiga, jika ada sisa dari poin pertama dan kedua tadi, maka kamu bebas menggunakannya untuk investasi.

Lalu, bagaimana jika kita ingin segera mulai berinvestasi padahal masih belum mampu memenuhi kebutuhan pokok dan belum punya dana darurat? Ya, dalam situasi ini, tentu tidak masuk akal pula jika kamu mengalokasikan sekian persen penghasilan untuk berinvestasi. Sebaiknya coba menabung atau berinvestasi receh yang tidak akan membebani kantong kamu, misalnya mulai dari Rp10 ribu per minggu pada reksa dana. 

Aisha   29 Mar 2022

selain reksa dana, investasi apa saja ya kak yang bisa mulai dari nominal kecil, dibawah 100ribu?
Terima kasih

Almaluna   30 Mar 2022

Berikut ini beberapa investasi yang bisa dimulai dengan nominal kecil, selain reksa dana:

  • Saham: Sekuritas yang merakyat seperti IPOT dan Ajaib memperbolehkan investor untuk mendaftar tanpa syarat setoran minimal. Jadi, kita bisa menyetor setara nilai satu lot saham yang ingin dibeli saja. Sedangkan ada banyak sekali saham yang nilai 1 lot-nya kurang dari Rp100 ribu, seperti saham BJTM, PWON, ELSA, dan lain-lain.
  • Emas: Nabung emas di Pegadaian atau aplikasi digital lain dapat dimulai dari 0,01 gram atau Rp10 ribu.

Selain saham dan emas, trading forex juga bisa dimulai dengan investasi di bawah 100 ribu. Tapi trading forex membutuhkan ilmu tingkat lanjutan, sehingga sebaiknya hanya dipilih jika sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan di dunia keuangan.

Aisha   30 Mar 2022

Berikut ini beberapa investasi yang bisa dimulai dengan nominal kecil, selain reksa dana:

  • Saham: Sekuritas yang merakyat seperti IPOT dan Ajaib memperbolehkan investor untuk mendaftar tanpa syarat setoran minimal. Jadi, kita bisa menyetor setara nilai satu lot saham yang ingin dibeli saja. Sedangkan ada banyak sekali saham yang nilai 1 lot-nya kurang dari Rp100 ribu, seperti saham BJTM, PWON, ELSA, dan lain-lain.
  • Emas: Nabung emas di Pegadaian atau aplikasi digital lain dapat dimulai dari 0,01 gram atau Rp10 ribu.

Selain saham dan emas, trading forex juga bisa dimulai dengan investasi di bawah 100 ribu. Tapi trading forex membutuhkan ilmu tingkat lanjutan, sehingga sebaiknya hanya dipilih jika sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan di dunia keuangan.

Aisha   30 Mar 2022

Semua jenis investasi dapat ditujukan untuk jangka panjang. Bahkan, "investasi" itu sendiri sejatinya merupakan aktivitas menanamkan modal dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang. Jika hanya menginginkan untung jangka pendek, itu bukanlah "investasi" melainkan "trading".

Istilah "jangka panjang" dan "jangka pendek" itu sendiri bersifat relatif. Apa yang "panjang" bagi sebagian orang, bisa jadi "pendek" bagi yang lain. Karenanya, kita semestinya mengukur jangka waktu investasi bukan berdasarkan standar waktu yang abstrak seperti itu, melainkan berdasarkan pada berapa lama persisnya kita ingin mempertahankan suatu aset investasi.

Berikut ini prakiraan rentang waktu investasi bagi beberapa jenis investasi hingga menghasilkan profit:

  • Reksa dana pasar uang: sekitar 1 tahun
  • Deposito, valas, kripto: sekitar 1 tahun
  • Reksa dana pendapatan tetap: antara 1-5 tahun
  • Reksa dana saham: di atas 5 tahun
  • Saham: di atas 5 tahun
  • Emas: di atas 5 tahun
  • Properti: di atas 10 tahun
  • Obligasi: tergantung jangka waktu hingga maturitas, terdapat obligasi 1 tahun, 3 tahun, 25 tahun, dan masih banyak lagi.
Aisha   5 Apr 2022

Baiknya berapa persen dari penghasilan kita yang perlu kita sisihkan untuk investasi?

Almaluna   28 Mar 2022

Jenis investasi apa yang bagus untuk karyawan?

Hamka Yahya   18 Mar 2022

Apa saja jenis investasi jangka panjang?

Keanu Tiger   1 Apr 2022

mohon infonya min, investasi apa yang bagus dan risiko rendah untuk pemula, mengingat saat ini banyak sekali produk investasi? Trims

Nur Halimah   8 Mar 2022
 

Komentar @inbizia

sebagai pemula harus berhati-hati untuk memulai langkah investasi ke pasar kripto, jangan asal njebur, salah hitung dikit aja bukan untung malah buntung

Sebagai investor, ada baiknya menggunakan strategi diversifikasi portofolio, jadi tak semua alokasi dana berpusat di satu aset saja. Soalnya kalau satu aset tersebut bermasalah (harga tiba2 turun drastis) yah semua dana investasi juga ikut terjun juga

Kalau sekedar pingin coba2 aja, sisihkan saja dana "jajan" yang siap hilang dulu, pilih exchanger yang terpercaya misalnya tokocrypto atau indodax, pilih koin-koin yang harganya masih murah tapi terpercaya (valuasi di atas 100M usd) pakai juga strategi investasi DCA (dollar cost averaging) untuk membatasi resiko, jadi beli kriptonya itu bertahap tiap bulan, dicicil2 tiap bulan sampai terakumulasi cukup banyak
 Danank |  30 Jun 2022
Halaman: Cara Berburu Koin Micin Potensial Untuk Pemula
Meskipun tidak dalam waktu dekat, tapi bisa dibilang kalau Metaverse juga termasuk ke dalam bisnis big data dalam jangka panjang. Ini adalah 2 alasan utama mengapa Metaverse bakal prospek di masa depan: 1. Metaverse memiliki kemampuan untuk mengubah cara kerja organisasi dan punya kemampuan mengolah data yang akan dibuat secara progresif. 2. Metaverse memungkinkan kita untuk memiliki aset digital di dunia virtual dan merasakannya secara riil, didukung dengan piranti-piranti canggih yang akan terus berkembang. Baca juga: Haruskah Anda Berinvestasi di Metaverse?
 Kholil Abdulnajib |  18 Aug 2022
Halaman: Bisnis Big Data Bagaimana Potensinya Untuk Jangka Panjang
Crypto staking adalah proses menyimpan dana dalam jumlah tertentu di dompet digital untuk mendukung validasi transaksi blockchain berbasis PoS. Di tahun 2022, ada 19 koin yang menarik untuk di-staking, antara lain: 1. BitDAO (BIT)
2. Tether (USDT)
3. Ethereum 2.0 (ETH)
4. USD Coin (USDC)
5. Terra (LUNA)
6. Polkadot (DOT)
7. Tezos (XTZ)
8. Polygon (MATIC)
9. Binance (BNB)
10. Hydra (HYDRA)
11. Algorand (ALGO)
12. PancakeSwap (CAKE)
13. Solana (SOL)
14. Avalanche (AVAX)
15. ApeSwap Finance (BANANA)
16. SushiSwap (SUSHI)
17. Chronicle (XNL)
18. Cardano (ADA)
19. Akash (AKT) selain daftar di atas, beberapa exchange kripto teregulasi Bappebti juga mulai memperkenalkan koin-koin yang bisa distaking. Contohnya saja, Tokocrypto (TKO) dan Triv.
 Hilman Ramini |  18 Aug 2022
Halaman: Yield Farming Vs Staking Mana Yang Lebih Menguntungkan
Kalo aku sih niru tips dari bapak investor dunia bro, mbah Warren Buffet. Dia bilang, "Beli saham dari perusahaan yang kamu kenal dan produknya sering kamu lihat" Kalau barang dari perusahaan itu banyak dipakai orang, secara sederhana sih berarti alur produksinya lancar. Prospeknya buat jangka panjang bagus dan fundamentalnya sehat. Tapi tips ini kayaknya lebih bisa diaplikasikan untuk sektor barang-barang konsumtif ya. Berhubung mbah Buffet memang sukanya koleksi saham kayak Coca Cola dkk gt. Kalau untuk sektor lain, mau gak mau harus liat PBVnya dan dibandingin sama perusahaan-perusahaan dari sektor sejenis.
 Ida Mardiana |  24 Aug 2022
Halaman: Trik Jitu Beli Saham Dengan Laporan Keuangan Perusahaan
Pertanyaan ini balik lagi ke selera resiko sama ketahanan modal, kalau nggak kuat ngeHODL lama-lama dan gak yakin harga koin bakal rebound atau bangkit, yah mending emang jual aja daripada ga bisa tidur hehehehe. Tapi kalau masih ada peluang atau dapet bisikan harga bakal naik ya tahan dulu aja sampai harga naik paling ga 10% lah baru lepas. Saran sih kalo sekarang mending jangan jual dulu, soalnya harga koin masih pada jongkok semua, mending nabung pelan-pelan aja alias DCA (Dollar Cost Averaging), pas koin ngumpul banyak tuh, baru jual lagi, gitu.
 Davina Hardja |  29 Aug 2022
Halaman: Kapan Saat Tepat Jual Crypto
Untuk transaksi dan investasi, sebenarnya sederhana saja. Langkah pertama adalah cek regulasi dan perijinan yang dimiliki oleh aplikasi kripto tersebut. Di Indonesia, badan yang meregulasi jual beli kripto adalah Bappebti, sementara investasi aset diatur oleh OJK. Anda juga bisa membaca di artikel: Ini Dia Exchange Kripto Terdaftar Bappebti yang Terpercaya Exchange dan aplikasi kripto yang bagus tentu memiliki transparansi data, informasi yang mudah diakses, serta memberikan persetujuan pengguna lengkap. Jangan malas untuk membaca setiap syarat dan ketentuan mulai dari cara deposit, withdraw, serta pengungkapan risiko. Perlu dicatat juga, semua prinsip investasi adalah jangan menaruh dana yang kerugiannya tidak bisa Anda tanggung. Jadi sebaiknya dimulai dari angka yang kecil terlebih dahulu, kalau sudah nyaman, bisa ditingkatnya jumlah transaksi dan investasinya.
 Ananta |  31 Aug 2022
Halaman: Pahit Tapi Nyata Ini Fakta Tersembunyi Exchange Kripto

Kirim Komentar Baru