6 Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang

SAM 7 Aug 2013
Dibaca Normal 11 Menit
forex > belajar >   #mata-uang
Nilai tukar mata uang suatu negara adalah relatif, dan dinyatakan dalam perbandingan dengan mata uang negara lain. Apa yang menyebabkan nilai tukar itu bisa naik turun?
DI

Ketika terjun ke dunia perdagangan finansial, terutama forex, sangat penting untuk bisa memahami konsep dasar transaksinya. Trading forex (foreign exchange atau valuta asing) berkaitan erat dengan pergerakan nilai tukar mata uang.

Contohnya saja ketika Anda open order Sell EUR/USD, artinya adalah Anda mengharapkan mata uang Euro melemah terhadap Dolar AS. Jika ternyata harga pair EUR/USD turun, maka Anda profit. Sebaliknya jika pair EUR/USD malah menguat, maka Anda mengalami loss.

Untuk mengetahui hal ini, tentu dibutuhkan ilmu dasar mengenai konsep nilai tukar mata uang. Jika Anda penasaran mengapa ada trader yang bisa profit konsisten, salah satu alasannya bisa jadi karena mereka tahu cara membidik kesempatan dari faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar mata uang.

Jika Anda tertarik terjun ke dunia trading forex dan belum memiliki bekal ilmu yang cukup, tidak perlu minder. Anda bisa belajar pelan-pelan terlebih dahulu, dimulai dari memahami definisi nilai tukar mata uang.

 

Apa itu Mata Uang?

Sebelum melangkah lebih jauh ke pembahasan mengenai faktor apa saja yang mempengaruhi nilai tukar mata uang, sangat penting untuk memahami arti dari mata uang. Atau yang lebih mendasar lagi, mari kita memahami bersama konsep:"Apa itu uang?"

Uang adalah benda yang lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Baik dalam bentuk kertas maupun koin, kita membutuhkan uang untuk bertransaksi sehari-hari. Zaman dahulu, uang masih belum lazim digunakan dan masyarakat menggunakan sistem barter.

Sayangnya, hal ini sangat tidak praktis dan sulit menemukan partner barter yang membutuhkan hal setara. Karena itu, diciptakanlah uang sebagai alat yang digunakan orang untuk membeli barang dan membayar jasa.

Sementara itu, mata uang adalah satuan nilai dari alat pembayaran yang diterima dan berlaku secara sah untuk melakukan transaksi ekonomi di suatu negara. Contohnya di Indonesia, mata uang yang berlaku adalah Rupiah (IDR), di Amerika Serikat menggunakan US Dollar (USD), Uni Eropa menggunakan Euro (EUR), dan Inggris menggunakan Poundsterling (GBP).

faktor yang mempengaruhi nilai tukar mata uang

 

Apa Beda Nilai Tukar dengan Mata Uang?

Setelah tau definisi mata uang, sekarang saatnya kita membahas tentang perbedaan antara nilai tukar dengan mata uang. Berbeda dengan mata uang yang hanya fokus pada mata uang satu negara, nilai tukar adalah acuan daya beli mata uang satu negara terhadap mata uang negara lain.

Nilai tukar mata uang sering juga disebut sebagai kurs. Ketika kita bertransaksi dengan warga dari negara lain yang tidak menggunakan rupiah, tentu kita perlu mencari jalan tengah untuk menentukan nilai tukar yang sesuai.

Dengan adanya nilai tukar mata uang yang pakem, transaksi antar negara menjadi lebih lancar dan terkendali, karena pergerakan kurs ini diawasi oleh bank Sentral. Karena itu, Anda mungkin sering mendengar kurs Dolar-Rupiah, yang memberikan perbandingan antara 1 Dolar harus ditukar dengan berapa rupiah.

Kurs mata uang ini diperhatikan oleh banyak pihak, terutama para pelaku industri ekspor impor dan pasar forex. Para pelaku industri perlu menghitung juga kurs mata uang ketika menjual atau membeli barang dari negara lain, sementara pelaku pasar forex memanfaatkan selisih nilai tukar mata uang untuk meraup cuan.

manfaat mengetahui faktor yang mempengaruhi nilai mata uang

 

Jenis-Jenis Nilai Tukar Mata Uang

Karena melibatkan kepentingan beragam pihak, pengaturan nilai tukar mata uang ini sangat kompleks. Karena itu, ada dua jenis nilai tukar yang dikenal oleh masyarakat, yaitu Kurs Nominal dan Kurs Riil. Lalu, apa beda antara keduanya? Mari kita bahas satu-persatu!

Kurs Nominal

Dalam bahasa Inggris, kurs nominal disebut sebagai Nominal Exchange Rate. Nilai tukar ini digunakan ketika kita akan melakukan antar mata uang. Misalnya ketika Anda akan pergi ke Amerika Serikat dan membutuhkan uang 100 USD, ternyata Anda harus menyiapkan uang senilai 1,500,000 rupiah. Itu artinya, kurs nominal 1 Dolar AS senilai 15,000 rupiah.

Kurs Riil

Berbeda dengan kurs nominal yang secara langsung membandingkan antara 2 mata uang, kurs rill digunakan ketika Anda akan menukar barang atau jasa antar negara. Kurs riil, atau dalam istilah bahasa Inggrisnya disebut Real Exchange Rate berlaku sebagai pembanding.

Contohnya saja:

Anda ingin membeli souvenir dari Jepang seharga 100 yen, sedangkan di Indonesia harganya sebesar 13,000. Untuk mendapatkan kurs riil yang sesuai, maka ubah nilainya menjadi mata uang umum, karena 1 JPY senilai 130 rupiah, maka harga souvenir tersebut 130,000. Sehingga dalam membandingkan harga tas di Amerika dan Indonesia, dapat disimpulkan harga tas di Indonesia ½ harga dari harga tas di Amerika.

kurs dan nilai tukar mata uang

(Baca Juga: Beragam Dampak Kurs Rupiah Melemah)

 

Istilah Yang Sering Muncul Pada Pembahasan Nilai Tukar Mata Uang

Ketika membaca berita mengenai nilai tukar mata uang, Anda mungkin menemui istilah "Apresiasi" dan "Depresiasi".

Apa maksudnya? Perhatikan ilustrasi berikut:

Apresiasi terjadi ketika sebuah mata uang lebih banyak dicari dan dibutuhkan orang, sehingga nilainya naik. Misalnya, untuk mendapatkan 1 dollar, Anda membutuhkan rupiah sebanyak 13,500. Padahal di hari sebelumnya, rupiah yang dibutuhkan hanya 13,000. Karena itu, apresiasi mata uang juga diartikan sebagai penguatan.

Sebaliknya, depresiasi terjadi ketika nilai tukar suatu mata uang menjadi semakin turun dan tidak diminati. Contohnya saja, ketika di hari sebelumnya kita membutuhkan uang 13,500 rupiah untuk menukar ke 1 Dolar AS, lalu hari ini nilai 1 Dolar AS menjadi 13,000 rupiah saja (turun 500 rupiah). Depresiasi disebut juga sebagai pelemahan mata uang.

Apresiasi dan depresiasi merupakan sebuah siklus yang wajar dialami oleh sebuah mata uang. Ada pihak-pihak yang mendapatkan manfaat dari dinamika nilai mata uang tersebut. Bagi pengekspor, apresiasi Dolar AS akan menguntungkan karena mereka akan mengantongi lebih banyak rupiah.

Sementara itu, para importir akan lebih menyukai ketika nilai tukar mata uang Dolar AS ke rupiah terdepresiasi, karena mereka membutuhkan lebih sedikit rupiah ketika akan berbelanja barang dari luar negeri.

 

Inilah Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Mata Uang

Di samping tingkat inflasi dan suku bunga, nilai tukar mata uang sering digunakan untuk mengukur level perekonomian suatu negara. Nilai tukar mata uang memegang peranan penting dalam perdagangan antar negara, dimana hampir sebagian besar negara-negara di dunia saat ini terlibat dalam aktivitas ekonomi pasar bebas. Bagi perusahaan investasi dan investor mancanegara, nilai tukar mata uang akan berdampak pada return dan portofolio investasinya.

faktor yang mempengaruhi nilai mata uang

Nilai tukar mata uang suatu negara adalah relatif, dan dinyatakan dalam perbandingan dengan mata uang negara lain. Tentu saja perubahan nilai tukar mata uang akan mempengaruhi aktivitas perdagangan kedua negara tersebut. Nilai tukar yang menguat akan menyebabkan nilai ekspor negara tersebut lebih mahal, dan impor dari negara lain lebih murah, dan sebaliknya. Berikut adalah 6 faktor yang bisa mempengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang antara dua negara:

 

Perbedaan Tingkat Inflasi Antara Dua Negara

Suatu negara dengan tingkat inflasi konsisten rendah akan lebih kuat nilai tukar mata uangnya dibandingkan negara yang inflasinya lebih tinggi. Daya beli (purchasing power) mata uang tersebut relatif lebih besar dari negara lain. Pada akhir abad 20 lalu, negara-negara dengan tingkat inflasi rendah adalah Jepang, Jerman dan Swiss, sementara Amerika Serikat dan Canada menyusul kemudian. Nilai tukar mata uang negara-negara yang inflasinya lebih tinggi akan mengalami depresiasi dibandingkan negara partner dagangnya.

 

Perbedaan Tingkat Suku Bunga Antara Dua Negara

Suku bunga, inflasi, dan nilai tukar sangat berhubungan erat. Dengan merubah tingkat suku bunga, bank sentral suatu negara bisa mempengaruhi inflasi dan nilai tukar mata uang. Suku bunga yang lebih tinggi akan menyebabkan permintaan mata uang negara tersebut meningkat.

Investor domestik dan luar negeri akan tertarik dengan return yang lebih besar. Namun jika inflasi kembali tinggi, investor akan keluar hingga bank sentral menaikkan suku bunganya lagi. Sebaliknya, jika bank sentral menurunkan suku bunga maka akan cenderung memperlemah nilai tukar mata uang negara tersebut.

 

Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan antara dua negara berisi semua pembayaran dari hasil jual beli barang dan jasa. Neraca perdagangan suatu negara disebut defisit bila negara tersebut membayar lebih banyak ke negara partner dagangnya dibandingkan dengan pembayaran yang diperoleh dari negara partner dagang.

Dalam hal ini negara tersebut membutuhkan lebih banyak mata uang negara partner dagang, yang menyebabkan nilai tukar mata uang negara tersebut terhadap negara partnernya melemah. Keadaan sebaliknya disebut surplus, dimana nilai tukar mata uang negara tersebut menguat terhadap negara partner dagang.

 

Hutang Publik (Public Debt)

Neraca anggaran domestik suatu negara digunakan juga untuk membiayai proyek-proyek untuk kepentingan publik dan pemerintahan. Jika anggaran defisit maka public debt membengkak. Public debt yang tinggi akan menyebabkan naiknya inflasi. Defisit anggaran bisa ditutup dengan menjual bond pemerintah atau mencetak uang.

Keadaan bisa memburuk bila hutang yang besar menyebabkan negara tersebut default (gagal bayar) sehingga peringkat hutangnya turun. Public debt yang tinggi jelas akan cenderung memperlemah nilai tukar mata uang negara tersebut.

 

Rasio Harga Ekspor Dan Harga Impor

Jika harga ekspor meningkat lebih cepat dari harga impor maka nilai tukar mata uang negara tersebut cenderung menguat. Permintaan akan barang dan jasa dari negara tersebut naik yang berarti permintaan mata uangnya juga meningkat. Keadaan sebaliknya untuk harga impor yang naik lebih cepat dari harga ekspor.

 

Kestabilan Politik Dan Ekonomi

Para investor tentu akan mencari negara dengan kinerja ekonomi yang bagus dan kondisi politik yang stabil. Negara yang kondisi politiknya tidak stabil akan cenderung beresiko tinggi sebagai tempat berinvestasi. Keadaan politik akan berdampak pada kinerja ekonomi dan kepercayaan investor, yang pada akhirnya akan mempengaruhi nilai tukar mata uang negara tersebut.

pengaruh nilai tukar mata uang pada trading forex

 

Pengaruh Nilai Tukar Mata Uang Pada Trading Forex

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seorang trader forex mendapatkan keuntungan dari selisih nilai jual/beli pasangan mata uang. Karena itu, sebelum menaruh posisi sell atau buy, trader perlu melakukan analisa.

Dalam trading forex, mengetahui faktor yang mempengaruhi nilai tukar mata uang saja tidak cukup. Dibutuhkan pengetahuan tentang cara benar menganalisa fundamental dan teknikal agar trading Anda tidak salah arah. Meskipun sekilas sama, namun analisa fundamental sebenarnya berbeda dengan news trading.

Analisa fundamental bukan hanya memperhatikan agenda-agenda perekonomian seperti pengumuman suku bunga sebagai salah faktor yang mempengaruhi nilai tukar mata uang. Lebih luas dari itu, analisa fundamental juga perlu memperhatikan kestabilan suatu negara secara keseluruhan.

 

Saat ini, telah banyak broker forex yang mengantongi regulasi dari Indonesia. Jika masih pemula, sebaiknya membuka akun pada lot mini terlebih dahulu sambil belajar manajemen keuangan yang benar. 

 

FAQ Nilai Tukar Mata Uang

 

1. Apa itu nilai tukar mata uang?

Nilai tukar merupakan acuan daya beli mata uang suatu negara terhadap mata yang negara lain. Nilai tukar juga sering disebut sebagai kurs. Keberadaan nilai tukar yang pakem, membuat transaksi antar negara jadi lebih lancar dan terkendali.

 

2. Apa saja jenis nilai tukar mata uang yang ada?

Ada dua jenis nilai tukar yang dikenal oleh masyarakat. Antara lain:

  • Kurs Nominal: Kurs nominal atau Nominal Exchange Rate digunakan saat seseorang akan melakukan tukar mata uang. Misalnya menukarkan Rupiah ke Yen sebelum pergi berlibur ke Jepang.
  • Kurs Riil: Kurs rill digunakan ketika seseorang akan menukar barang atau jasa antar negara. Kurs ini juga disebut sebagai Real Exchange Rate dan berlaku sebagai pembanding.

 

3. Faktor apa saja yang mempengaruhi nilai mata uang?

Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang antara dua negara.

  • Perbedaan tingkat inflasi antara dua negara
  • Perubahan tingkat suku bunga antar dua negara terkait
  • Neraca perdagangan
  • Hutang publik
  • Rasio harga ekspor dan impor
  • Kestabilan politik dan ekonomi negara pemilik mata uang.

 

4. Apa itu apresiasi dan depresiasi?

Apresiasi terjadi ketika sebuah mata uang lebih banyak dicari, kondisi ini mengakibatkan nilainya naik. Sebaliknya, depresiasi terjadi ketika nilai tukar suatu mata uang menurun atau tidak diminati. Keduanya merupakan siklus yang wajar terjadi pada mata uang dan sering dimanfaatkan oleh berbagai pihak.

 

5. Apakah pengaruh nilai tukar mata uang terhadap trading forex?

Trader wajib mengetahui nilai tukar mata uang karena hal ini berpengaruh terhadap keuntungan yang didapat melalui selisih jual-beli pasangan mata uang tersebut. Selain itu, faktor yang mempengaruhi nilai mata uang tersebut bisa membantu trader melakukan analisa fundamental untuk menentukan langkah trading selanjutnya.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Heri |  25 Jun 2015

Sy mau tanya, kalau kita open posisi Buy dan Sell secara bersamaan di mata uang yang sama pula apakah bisa profit??

Lihat Reply [21]

@ Heri:
Menurut saya tidak ada gunanya. Dengan open buy dan sell pada harga yang sama berarti Anda melakukan hedging. Kalau Anda bisa profit pada posisi buy maka akan mengalami loss untuk yang posisi sell, dan sebaliknya. Jika Anda bisa ambil profit dari yang posisi buy belum tentu akan memperoleh profit dari yang posisi sell, dan sebaliknya.

Dalam hal ini sama saja Anda berspekulasi dengan masuk pada salah satu posisi, misal Anda telah menutup yang posisi buy dengan profit misalnya 50 pip, maka untuk yang posisi sell Anda loss 50 pip, jadi impas. Profit Anda sesungguhnya akan bergantung pada yang posisi sell (yang masih open), jika harga terus naik maka Anda akan loss dan sebaliknya jika harga turun Anda akan profit, jadi sama saja Anda berspekulasi dengan masuk posisi sell.

Teknik hedging biasanya dilakukan jika sudah ada posisi tetapi merugi. Itupun tidak menjamin akan menghasilkan profit atau bisa mengurangi kerugian. Dalam hal ini sebenarnya sama saja dengan cut loss dan buka posisi baru.

M Singgih   28 Jun 2015

Apakah boleh posisi buy dan sell di mata uang yg sama dengan satu akun ?

Irwan   14 Jul 2017

@ Irwan:

Saat ini sudah banyak broker populer disini yang mengijinkan hedging pasangan mata uang yang sama pada satu akun. Saat ini, sudah ada banyak broker lokal yang memperbolehkan hedging.

Kecuali broker-broker yang teregulasi oleh CFTC dan NFA (badan regulator AS) memang tidak mengijinkan hedging pair yang sama dalam satu akun. Peraturan tsb diberlakukan sejak Mei 2009.

M Singgih   16 Jul 2017

@ Alfan Sani:

Mungkin maksudnya Anda ingin membuka posisi pada satu pair di beberapa akun trading secara bersamaan dalam waktu yang juga bersamaan (sekaligus), dengan harga yang sama.

Jika maksudnya seperti itu, Anda bisa menggunakan robot trading. Robot trading adalah sebuah software yang diprogram untuk bisa menjalankan ratusan hingga ribuan instruksi per detik, dan mengeksekusi setiap peluang trading forex, termasuk instruksi untuk open posisi pada beberapa akun dalam waktu yang bersamaan.

Untuk penjelasan tentang robot trading, silahkan baca: Keunggulan dan Kelemahan Robot Trading Forex (EA)

M Singgih   15 Sep 2021

Kalau scalping itu buka banyak posisi di pair yang sama kan pak? Itu juga harus pake robot ya?

Nadiem   12 Oct 2021

@ Nadiem:

- Kalau scalping itu buka banyak posisi di pair yang sama kan pak?
Bisa di pair yang sama bisa juga pada beberapa pair yang berbeda.

- Itu juga harus pake robot ya?
Bisa menggunakan robot bisa tidak.

M Singgih   13 Oct 2021

bagaimana cara melakukan open position yang banyak secara bersamaan pada satu mata uang?

Alfan Sani   4 Aug 2021

Pair apa yang memiliki pergerakan bagus untuk trading harian?

Syakila   26 Aug 2022

@Syakila: Pair sejuta umat, EUR/USD. Pair paling likuid dan pergerakannya tidak terlalu liar. Range hariannya tidak terlalu besar dan spread yang kecil di hampir seluruh broker.

Cocok bagi pemula sampai trader yang sudah berpengalaman.

Kiki R   26 Aug 2022

Berapa lama open posisi akan bertahan bila order tidak terkesekusi?

Mirdad   29 Aug 2022

@Mirdad: Posisi yang belum terkeksekusi, akan terus ada selama akun tersebut masih berjalan.

Kiki R   30 Aug 2022

kenapa ada broker yang melarang praktek buy dan sell ini secara bersamaan ya pak? apakah berbahaya? atau karena menguntungkan?

Bertand Pangabean   29 Sep 2022

Broker yang melarang hedging pada pair yang sama biasanya adalah broker yang berasal dari AS.

Larangan hedging diberlakukan oleh broker-broker AS dengan regulasi CFTC dan NFA. Peraturan tersebut diberlakukan pada pertengahan Mei 2009.

Hedging pada pair yang sama dilarang, tetapi pada pair yang berlainan diperbolehkan, misalnya buy EUR/USD dan sell GBP/USD atau buy EUR/USD dan buy USD/CHF.

Hedging pada akun yang berlainan juga diperbolehkan, misal pada akun 1 buy EUR/USD dan pada akun 2 sell EUR/USD.

Alasan larangan tersebut tidak dijelaskan, menurut info karena hedging pada pair yang sama dalam satu akun akan cenderung mengakibatkan kerugian, karena pada dasarnya hedging pada pair yang sama adalah sebuah kerugian (posisi tersebut sudah minus), hanya saja trader belum mau menerima kerugian itu.

Kalaupun Anda berusaha membuka hedging (locking) tersebut sama saja dengan membuka posisi baru, dan kalau salah posisi locking-nya bisa tambah lebar atau kerugiannya tambah besar dan kebanyakan trader yang membuka locking mengalami kerugian. Jadi larangan tersebut sebenarnya mencegah trader agar tidak menderita kerugian yang lebih besar.

Kiki R   30 Sep 2022

Apakah Hedging memang memerlukan modal besar pak? Atau bisa memulai dengan modal kecil?

Hayler   30 Sep 2022

Tidak, hedging bisa dilakukan dengan modal kecil.

Kiki R   1 Oct 2022

pair apa saja yang bagus untuk strategi harian kak? Selama ini saya masih trading di pair EUR/USD..belum berani masuk ke pair lain. Ada rekomendasi?

Malik   17 Oct 2022

Pair major pak, seperti GBP/USD, AUD/USD, atau USD/JPY.

Kiki R   18 Oct 2022

Larangan ini apakah berlaku hanya pada saat open Buy Sell di waktu yang berdekatan pak? atau semuanya? Misal saya ingin mengunci keuntungan dengan Hedging apakah juga dilarang di broker AS? mohon pencerahannya

Hilman Arif   2 Nov 2022

Larangan ini berlaku untuk semuanya.

Jika Anda menggunakan broker AS dan ingin mengunci keuntungan dengan melakukan hedging pada pair yang sama, maka posisi sebelumnya akan ditutup terlebih dahulu sesuai volumenya.

Alternatif lain, jika Anda ingin melakukan hedging, jangan hedging pada pair yang sama. Pilihlah pair atau instrumen lain yang mempunyai korelasi yang tinggi.

Kiki R   3 Nov 2022

Apa risikonya jika trading di pair cross atau eksotic untuk day trading? Apakah sinya sulit ditemukan pada pair2 itu? Makasih

Lestaluhu   3 Nov 2022

1. Range harga lebih besar otomatis jarak stop loss yang diperlukan juga lebih besar

2. Karakter pergerakan harganya lebih liar, tidak seperti di major pair yang setelah bergerak banyak dalam satu periode cenderung koreksi dulu.

Dalam kondisi trending kuat, cross pair terutama pair exotic bisa bergerakan satu arah dan berminggu-minggu tanpa koreksi yang besar.

Jika Anda entry di cross pair atau exotic pair dan tidak menggunakan stoploss, hati-hati karena bisa saja akunnya stop-out. Apalagi jika menggunakan averaging atau martingale, sangat berbahaya.

Sinyal tidak sulit ditemukan pada pair cross dan exotic pair.

Kiki R   3 Nov 2022
 Jonathan |  11 Nov 2020

Halo pak, apa ya kaitannya pemilu AS dengan pergerakan mata uang USD? Saya masih kurang "Ngeh" dengan hubungannya itu. Memang bagaimana pemilu bisa memberikan imbas ke Uang? Mengapa pemilu AS bisa bikin mata uang USD melemah atau justru menguat? Terima kasih.

Lihat Reply [6]

@ Jonathan:

Hasil pilpres dan pemilihan legislatif di AS tahun ini akan berdampak pada kebijakan fiskal pemerintah federal, terutama besarnya stimulus untuk membantu mengatasi dampak ekonomi akibat COVID-19. Menurut analis, jika Biden menang dan Partai Demokrat menguasai mayoritas Senat, maka kemungkinan akan ada stimulus besar-besaran dan kenaikan pajak, yang bisa berdampak pada pelemahan USD.

Tetapi jika Biden menang tetapi Partai Republik masih menguasai Senat, maka kemungkinan akan ada veto proposal stimulus yang diajukan Biden, dan bisa menimbulkan risk aversion yang akan menyebabkan USD menguat.
Jika Trump yang menang dan Partai Republik masih menguasai Senat, maka kemungkinan besar pasar saham akan bullish dan USD akan menguat.

M Singgih   12 Nov 2020

Apakah dampaknya akan terjadi terus menerus untuk kedepannya? Dan apakah ketika ada momen besar seperti ini merupakan waktu terbaik untuk masuk pasar? Mohon penjelasannya pak.

Irwan Sudjarwadi   18 Nov 2020

@ Irwan Sudjarwadi:

- Mengenai dampak hasil pemilu (pilpres dan pileg) terhadap USD, tentunya tidak berlangsung terus menerus. Setelah selesai pemilu dan berganti pemerintahan, ceritanya akan lain lagi, tergantung nanti bagaimana kebijakan ekonomi pemerintah yang baru.

- Mengenai saat untuk masuk pasar, tidak hanya pada saat momen pemilu atau saat ada berita yang berdampak tinggi. Setiap ada sinyal kita bisa masuk pasar. Sinyal trading bisa diamati dari price action yang dikonfirmasi oleh indikator teknikal.

M Singgih   19 Nov 2020

Setau aku bukan hanya pengaruh mata uang dollar secara umum terhadap pemilu AS tetapi juga mata uang lainnya juga berpengaruh terhadap pemilu di negara tersebut. Misalnya Indonesia lagi pemilu itu pengaruh ke nilai mata uang rupiah. Nah, kalau di AS sana tentu pemilunya mempengaruhi mata uang nya yang juga mempengaruhi arah ekonomi dunia soalnya negara-negara di dunia kan perdagangan pakai dollar US.

Nah mengapa pengaruh terhadap nilai mata uang? Kembali lagi ke investor-investor yang akan membawa uang mereka entah keluar US ataupun tetap berinvest di US. Pergerakan pasar ini pengaruh ke nilai mata uang. Dalam pemilu US, kampanye kebijakan ekonomi akan mempengaruhi investasi yang akan masuk, dimana investor akan menilai nih kebijakan dari capres mana nih yang bagus. Seperti kita aja, belanja di suatu pasar, kita lihat penjual mana yang menjanjikan biasanya kita akan membeli disitu. Ya logikanya nilai jual mana yang tinggi.

Apakah akan berlangsung terus tren positif/negatif nilai mata uang ? Tergantung dari presiden/legislatif menjalankan kebijakannya sih..logikanya seperti itu sih menurut aku.

Chris   26 Oct 2022

Menarik menarik. Nah, sebentar lagi 2024 kan Indonesia akan pemilu. Gaungnya aja udah mulai terasa sekarang-sekarang. Bakal calon sudah melakukan pengumuman dan lain-lain. Pengaruh nilai mata uang rupiah yang disebabkan oleh pemilu ini, apa saja kira-kira bang? Lalu, kita sebagai rakyat, sebaiknya menyikapinya bagaimana?

Farid Ardian   26 Oct 2022

Apabila tidak terjadi ketegangan politik yang berlebihan sebenarnya akan berdampak positif terhadap ekonomi negara yang secara langsung akan membuat nilai mata uang akan menguat. 

Selama kampanye sendiri, pasangan calon dan wacalon membutuhkan biaya yang besar. Seperti contohnya: kampanye di beberapa daerah, mencetak reklame, papan iklan, sablon kaos, suvernir, menyewa gedung, dan banyak hal lagi. Otomatis nih sebenarnya akan membantu beberapa usaha yang ada dan menurut saya sendiri meskipun sementara tapi memberi pengaruh yang positif.

Kemudian kebijakan ekonomi capres dan cawapres akan seperti apa. Bila terpilih, kebijakan yang dijanjikan mungkin akan dijalankan, dan bila meyakinkan investor maka akan banyak dana investor yang masuk ke negara.

Tetapi sekali lagi kalau pemilu berjalan kondusif ya  makanya sebagai rakyat, lebih baik lapang dada dan bersikap dewasa ketika pasangan yang dipilih kalah. Dan bila memang tidak terima bisa diajukan gugatan ke pengadilan. Jadi jangan sembrono melakukan demonstrasi yang merusak fasilitas negara.

 

Chris   21 Nov 2022
 Punakawan |  2 Jun 2021

Misalnya pergerakah dollar turun banget, mata uang apa yang diperkirakan akan mengalami kenaikan tinggi?

Lihat Reply [9]

@ Punakawan:

Semua mata uang yang dikurs terhadap USD akan mengalami kenaikan, yaitu pair XXX/USD seperti EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD dsb. Sedangkan pair USD/XXX akan turun seperti USD/JPY, USD/CAD, USD/CHF dan juga USD/IDR (Rupiah).

Kondisi tersebut berlaku jika ekonomi negara yang mata uangnya dikurs terhadap USD tersebut normal (tidak mengalami gejolak yang signifikan).

M Singgih   3 Jun 2021

Tapi misalnya pada pair EUR/USD, berita fundamentalnya sama-sama positif, dan bisa dianggap sebagai sinyal mata uang akan bullish. Maka yang tetap menguat yg mana EUR atau USD? Terima kasih

Punakawan   7 Jun 2021

@ Punakawan:

Untuk rilis data fundamental berdampak tinggi dari Eurozone dan AS waktunya tidak bersamaan, kecuali konferensi pers ECB dan rilis data Jobless Claims AS. Data fundamental Eurozone yang berdampak tinggi biasanya dirilis pada sesi Eropa, sementara untuk AS dirilis pada sesi New York.

Dalam hal konferensi pers ECB dan rilis data Jobless Claims AS yang waktunya bersamaan, biasanya yang berdampak tinggi adalah hasil konferensi pers ECB.

M Singgih   8 Jun 2021

Kalau di kalender forex ada keterangan data kepercayaan konsumen AS, apakah itu memiliki dampak yang besar terhadap pergerakan mata uang USD?

Fahmi Ilham   29 Jun 2021

@ Fahmi Ilham:

Data indeks kepercayaan konsumen AS, baik yang versi CB (Conference Board) maupun yang versi UoM (University of Michigan) keduanya berdampak medium pada USD. Tetapi jika hasil rilisnya sangat jauh menyimpang dari perkiraan, maka bisa berdampak tinggi.

M Singgih   29 Jun 2021

Maaf mungkin agak melenceng pertanyaan saya,...

Apa penyebab nilai kurs rupiah - USD sulit turun di bawah 10 ribu? Padahal beberapa kali dollar juga mengalami penurunan cukup besar. Terima kasih

Shamin   9 Aug 2022

Masalahnya di sini, apakah fundamental Indonesia cukup sesuai dengan kurs rupiah-USD di bawah 10 ribu?

Jawabannya, tidak.

Kurs yang ideal itu adalah yang selaras dengan kondisi fundamental. Apabila tidak selaras dengan fundamentalnya, kurs yang terlalu kuat atau terlalu lemah pasti akan menimbulkan gejolak ekonomi.

Mari ambil contoh, umpamanya bisnis ekspor-impor. Apabila kurs rupiah terlalu kuat (umpamanya, 10 ribu), barang ekspor dari Indonesia menjadi lebih mahal dan sukar laku di pasar internasional. Ini merugikan bagi para eksportir. Pemerintah tentunya ingin kita bisa meningkatkan ekspor ke luar negeri, sehingga tidak bisa mentolerir kurs rupiah yang terlalu kuat.

Jadi, sebenarnya bukan "kurs rupiah - USD sulit turun di bawah 10 ribu", melainkan "kurs rupiah -USD tidak mungkin turun di bawah 10 ribu". Era kurs 10 ribu itu sudah berlalu, tidak perlu diimpi-impikan lagi.

Aisha   11 Aug 2022

Kak mengapa mata uang rupiah terus menerus mengalami kenaikan?  Dari zaman orba hingga ke zaman reformasi ini, rupiah yang dari rp 500 perak udah gede sekarang malah terasa rp 100,000 itu ga ada apa-apanya.

Tetapi meski begitu negara juga baik-baik saja ya dalam arti ekonomi juga tetap berjalan seperti biasa gitu. Apakah nilai mata uang yang terus meningkat memiliki pengaruh besar dalam ekonomi dalam negeri, baik itu turun maupun naik?

Sane   27 Nov 2022

Perekonomian itu bersifat dinamis. Selalu berubah. Selalu berkembang. Nilai tukar yang baik pun adalah nilai tukar yang selalu berkembang sesuai dengan kondisi fundamental saat ini.

Kalau kamu bernostalgia tentang kurs jaman ORBA melulu, maka pertanyaannya: apakah fundamental Indonesia saat ini sesuai dengan kurs rupiah jaman ORBA?

Para importir akan senang kalau kurs rupiah balik seperti jaman ORBA. Tapi bagaimana dengan para eksportir?

Orang-orang yang punya utang USD akan senang kalau kurs rupiah balik seperti jaman ORBA. Tapi bagaimana dengan para investor Indonesia yang punya investasi di luar negeri?

Kita tidak mungkin mati-matian mempertahankan kurs seperti jaman baheula yang sudah nggak cocok dengan situasi saat ini.

Naik-turun nilai tukar mata uang memang berpengaruh terhadap kondisi perekonomian. Tapi nilai tukar itu sendiri harus seimbang agar selaras dengan kondisi perekonomian.

Aisha   30 Nov 2022
 

Komentar @inbizia

Menurutku kripto masih belum bisa menggantikan mata uang yang asli sih karena pergerakan yang terlalu fluktuatif dan agresif sehingga terkadang kalau kita terima pembayaran, bisa aja kena harganya drop banget bisa aja tinggi banget. Belum lagi belakangan banyak kripto yang gugur, bisa dijadikan celah buat penipu untuk dapatin barang dengan kripto. Jadi masyarakat juga harus tau update harga kripto sebenarnya sebelum terima pembayaran kripto. Karena kan akan di covert kembali ke mata uang sebenarnya dan belum 100% masyarakat update teknologi lho.
 Danu |  19 Nov 2022
Halaman: El Salvador Legalkan Kripto Sebagai Uang Resmi Apa Alasannya
Setuju, saya pribadi juga mengambil waktu sesi US karena sangat cocok dengan jam kerja saya. Dan waktunya pas ketika saya sudah sampai di rumah. Bila milihnya sesi lain trading pasti ga bakal bisa dilakukan karena masih dalam jam waktu kerja. Kalau scalpingan menurut saya juga sesi US ini udah paling bagus buat scalpingan. Umumnya sesi paling ramai disini yaitu ketika sesi perdagangan New York dan London saling overlap atau sekitar pukul 8 a.m sampai siang waktu EST atau jam 7 malam sampai tengah malam WIB. Hal ini karena USD dan EUR merupakan dua mata uang major yang paling banyak diperdagangkan di dunia trading forex. Lagian saya trading juga sampingan, jadi trading lebih ke straregi scalping jadi tidak perlu buka posisi sampai seharian karena memang ga sempat banget ngeliatin layar kalau udah kerja.
 Junior Adrian |  21 Nov 2022
Halaman: Strategi Trading Paling Cocok Untuk Part Time Trader
Money Changer dan bank di Indonesia tidak biasa menerima mata uang mongolia. Tapi mata uang tersebut tentu masih dapat ditukarkan jika Anda membawanya ke Mongolia.
 Aisha |  25 Nov 2022
Halaman: Ini Cara Tukar Uang Yang Sudah Tidak Berlaku
Apa akan lebih baik mata uang kertas dijadikan digital semuanya aja ya. Dalam arti ga dihilangkan semua, tetapi pengganti dari sistem pembayaran yang sudah ada. Jadi pedagang di pasar pun ada memberlakukan hal itu jadi lebih efektif dan efisien juga. Dalam segi kenyamanan udah ga perlu lagi rogoh duit asli, dan segi keamanan ga bakalan ada kasus curi uang, rampok uang dsb. Kalau disandingkan dengan kripto bagaiamanapun akan berbeda karena satu sentralisasi satunya desentralisasi. Dalam hal ini aku pribadi ga masalah sentralisasi karena mau gue pakai juga ga pakai uangnya ke hal yang negatif.. toh juga transaksi ga akan menggambarkan kehidupan pribadi juga. Terkadang heran aja dengan sikap privasi berlebihan seperti itu.
 Jackie |  28 Nov 2022
Halaman: Mengenal Euro Digital Benarkah Lebih Baik Dari Kripto
Mungkin dari sisi fleksibilitas pengambilan profit gan. Kalau saham, pengambilan profit hanya dilakukan ketika saham lagi bullish sedangkan forex dan kripto bisa dilakukan saat pasar lagi bearish juga. Dan kenapa lebih pada pilih kripto dibanding forex adalah kegunaan kripto lainnya adalah sebagai mata uang digital. Jadi bisa sebagai alat pembayaran secara online. Membeli barang dari Internet juga lebih mudah dan yang tak kalah pentingnya tokoh dunia saat ini juga udah mulai memakai kripto contoh Elon Musk. Sehingga anak muda tentu lebih memilih kripto.
 Ailen |  2 Dec 2022
Halaman: Alasan Nabung Kripto Cocok Bagi Milenial
Terima kasih gan atas tipsnya. Bisa gw tarik kesimpulan kalau untuk mengikuti sesi di Asia dan mengikuti strategi yang agan berikan, gw harus pantengin monitor gw pas sesi di Eropa dan mengidentifikasi mata uang yang akan gw trade. Setelah buka posisi, gw tinggal tunggu sampai sesi Asia ya gan? Kalau menurut agan, mengapa di pasar Asia tingkat fluktuasinya agak rendah?
 Yonah |  4 Dec 2022
Halaman: Strategi Profit Pips Di Sesi Asia
Suku Bunga Deposito
BANK DANAMON INDONESIA BANK RAKYAT INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK RAKYAT INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK RAKYAT INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK RAKYAT INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK RAKYAT INDONESIABANK OCBC NISP BANK RAKYAT INDONESIABANK MEGA BANK RAKYAT INDONESIABANK PANIN BANK RAKYAT INDONESIABNI 46 BANK RAKYAT INDONESIABANK MANDIRI BANK RAKYAT INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK RAKYAT INDONESIABANK BTPN BANK RAKYAT INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK MEGA BNI 46BANK PANIN BNI 46BNI 46 BNI 46BANK MANDIRI BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK MEGA BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46BANK MANDIRI BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BNI 46 BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK PANIN BNI 46BANK MEGA BNI 46BANK BTPN BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK PANIN BNI 46BANK MANDIRI BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BNI 46 BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46BANK PANIN BNI 46BNI 46 BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK MANDIRI BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK MEGA BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK MEGA BNI 46BANK PANIN BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BANK MANDIRI BNI 46BNI 46 BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46BANK MANDIRI BNI 46BNI 46 BNI 46BANK PANIN BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46BANK MEGA BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BNI 46 BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK MEGA BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46BANK PANIN BNI 46BANK MANDIRI BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46BANK MEGA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BANK PANIN BNI 46BNI 46 BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK MANDIRI BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK MEGA BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBNI 46 BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK MEGA BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBNI 46 BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBANK MEGA BANK PANINBANK BTPN BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBNI 46 BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBNI 46 BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK MEGA BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK MEGA BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINBNI 46 BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINBNI 46 BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINBANK MEGA BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBNI 46 BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK MEGA BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINBANK MEGA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBNI 46 BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIA
BANK 12 bulan 12 bulan
  Rupiah USD
BRI 2.50% 0.175%
BNI 46 2.50% 0.175%
BCA 2.10% 0.175%
MANDIRI 4.50% 0.375%
OCBC NISP 4.00% 0.225%
BTPN 5.00% 0.150%
DANAMON 4.25% 0.225%
PANIN 5.00% 0.100%
HSBC INDONESIA 4.25% 0.225%
Lihat Bank Lain
Suku Bunga Kredit
BANK Korporasi Ritel KPR
BRI 8.00% 8.25% 7.25%
BNI 8.00% 8.25% 7.25%
BCA 7.95% 8.20% 7.20%
Mandiri 8.00% 8.25% 7.25%
BTN 8.00% 8.25% 7.25%
OCBC NISP 8.25% 8.50% 8.00%
BTPN 6.17% 9.57% -
Danamon 8.25% 9.00% 8.00%
CIMB Niaga 8.00% 8.75% 7.25%
HSBC Indonesia 6.25% 8.75% 8.00%
Lihat Bank Lain

Komentar[32]    
  Bbbb   |   7 Feb 2014
nice share, emang 6 poin ini merupakan poin yang sangat penting untuk menentukan pergerakan arah mata uang. mangkanya itu selalu perhatikan fundamental, jangan cuman teknikalnya. Dengan teknikal kita bisa melihat kapan saat tepat untuk masuk harga, tapi dengan fundamental kita tau apa yang terjadi di pasar. jadi klo ada false signal kita langsung cepet tau.. :)
  Rezki Setyoso   |   12 Feb 2014
Cara mengetahui hutang publik & rasio ekspor impor bagaimana? Apa ada indikator dgn nama lain yg menampilkannya?
  Aliya Syifa   |   2 May 2018

tanya langsung di forum tanya jawab sf aja mas. Enak langsung dijawab ahlinya,

  Hasan Expro   |   19 Jun 2014
Jika harga ekspor meningkat, bukankah itu sama dengan harga ekspor yang bertambah mahal? kalau dibandingkan dengan negara partner dagang yang justru harga impornya meningkat, itu nantinya akan menurunkan angka ekspor karena menurunnya daya saing produk ekspor itu di pasaran. Jadi permintaan barang dan jasa di sini meningkat hanya untuk sementara atau malah seterusnya? Kalau seterusnya itu dikarenakan faktor apa?
  Wahyudin   |   25 Jun 2014
@hasan: ane taunya cuman hub antara nilai mata uang sm ekspor impor aja sih. slama ini kan kalo mata uangnya menguat ekspornya turun, sedangkan kalo melemah justru ekspornya naik, ya nggak langsung juga pengaruh nya tapi yg jelas mata uang menguat / melemah dulu baru ekspor nya naik / turun. kalo yg dimaksud harga ekspor / impor diatas ane juga kurang paham maksud nya harga barang yang di ekspor / impor / apa.
  Adi Krisnanda   |   26 Jun 2014
Mantap artikelny... bisa dijadikan acuan fundamental untuk analisa forex. paling enggak bisa tau mana yg bener2 berpengaruh langsung ke nilai tukar mata uangx. sebelum ini sempet bingung sama hubungan data2 penting yg musti ditandai high impact di kalender2. Saya kira itu semuanya berdampak ke nilai tukar.
  Hasan Expro   |   28 Jun 2014
@Adi: Semua yang sudah dipilih sebagai indikator penting tentu punya dampak yang besar untuk menentukan pergerakan harga suatu pair. Sebenarnya ada lebih banyak indikator ekonomi, namun kalau sudah mengandalkan kalender ekonomi maka berita-berita yang dipilih sudah pasti akan memiliki tingkat pengaruh yang besar pada pergerakan harga.

Contoh 6 faktor di atas ini memang yang paling penting, namun hanya sebagian kecil saja dan bisa jadi diambil dari yang mempunyai pengaruh langsung. Padahal kalau dipelajari lebih dalam lagi setiap indikator ekonomi yang kerap diamati untuk analisa fundamental forex selalu berdampak besar pada pergerakan naik turunnya harga.
  M Singgih S   |   22 Feb 2015

@Rezki Setyoso:
Untuk mengetahui hutang pemerintah dari public (public debt), di Inggris setiap bulan dirilis data Public Sector Net Borrowing (PSNB). Data ini mengukur perbedaan antara pengeluaran dan pemasukan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan perusahaan publik di Inggris.

Jika pengeluaran lebih besar dari pemasukan maka defisit akan dibiayai dengan pinjaman (dari publik). Sedang di AS setiap bulan dirilis anggaran belanja pemerintah federal (bisa surplus bisa defisit).

Kalau rasio ekspor dan impor biasanya cukup dilihat dari data neraca perdagangan. Pada rilis datanya ada keterangan detail tentang ekspor dan impor, termasuk persentasi perubahannya.

  M Singgih S   |   22 Feb 2015
@ Hasan ExPro: @ wahyudin :
Harga ekspor, maksudnya disini nilai total ekspor dari seluruh jenis komoditi yang diekspor, bukan harga ekspor dari satu jenis komoditi saja. Permintaan barang dan jasa meningkat hanya sementara, pada periode perhitungan tsb biasanya satu bulan atau satu kwartal, untuk bulan berikutnya atau kwartal berikutnya bisa saja berubah.
  Fajar Kurnia   |   1 Mar 2015
Pak Martin tanya, masih bingung tentang bagaimana hubungan  Neraca Perdagangan dan rasio harga ekspor dan impor Pak? Terimaksih 
  M Singgih S   |   20 May 2016
@ Fajar Kurnia:
Jika neraca perdagangan mengukur defisit atau surplusnya perdagangan antara kedua negara dalam suatu periode tertentu, maka ratio harga ekspor dan harga impor mengukur percepatan harga ekspor terhadap harga impor. Ratio ini disebut juga dengan terms of trade (ToT).

Jika percepatan harga ekspor lebih tinggi dari harga impornya berarti permintaan ekspor dari negara tersebut meningkat. Dalam hal ini pendapatan dari ekspor juga akan meningkat dan permintaan mata uang negara tersebut akan naik sehingga nilai mata uangnya akan cenderung menguat.

Sebaliknya jika percepatan harga ekspor lebih rendah dari harga impornya maka nilai mata uang negara tersebut akan cenderung melemah terhadap mata uang negara partner dagangnya.
  Raja Firdaus Atan   |   17 Mar 2015

korupsi dan peredaran narkoba sangat banyak mempengaruhi nilai tukar rupiah ditambah situasi politik yang kurang menguntungkan kepada rakyat.

  Nurhayati Sihotang   |   6 Apr 2015
ini klo kita coba buka di sumbernya gmn cara carinya yaa?? timakasih
  M Singgih S   |   9 Apr 2015
@Nurhayati Sihotang :
sumbernya bisa dilihat di halaman ini
  Erna   |   16 Apr 2015
siapa yang menentukan kurs tukar itu sendiri di setiap negara
  M Singgih S   |   29 Apr 2015
@ erna :
yang menentukan adalah bank sentral negara tersebut.
Untuk keterangan lebih lanjut bisa membaca di sini.

  Jaenur Rahmat   |   9 Nov 2017
mengapa terjadi perbedaan nilai tukar mata uang negara- negara internasional.... mengapa hal tersebut bisa terjadi...? thx
  M Singgih S   |   13 Nov 2017
@ Jaenur Rahmat:
Jawabannya sudah ada pada isi artikel diatas, yang terutama adalah pebedaan tingkat inflasi pada setiap negara, perbedaan tingkat suku bunga antar negara, rasio harga ekspor dan impor setiap negara yang berbeda dan kestabilan politik suatu negara yang akan berdampak langsung pada kestabilan ekonominya.
  Frs   |   2 Mar 2018
Menurut pak martin, jika dilakukan uji statistik antara inflasi, suku bunga dan neraca perdagangan mana yang paling mempengaruhi nilai mata uang... Terimakasih
  M Singgih S   |   5 Mar 2018
@ Frs:
Yang paling mempengaruhi nilai tukar adalah tingkat suku bunga. Ketika bank sentral memberi isyarat akan kenaikan suku bunga (belum benar-benar naik), mata uang akan menguat.
Meskipun inflasi naik tetapi kalau tidak ada isyarat atau pernyataan dari pejabat bank sentral akan kenaikan suku bunga, mata uangnya belum tentu akan menguat.
Untuk neraca perdagangan kurang berpengaruh kecuali ada perbedaan yang sangat menyolok dari perkiraan atau data sebelumnya.
  Alif Mahfud   |   19 Sep 2018

Kelihatannya pembukaan artikelnya sama dengan salah satu artikel berita yang baru saja saya baca. Tapi terima kasih atas artikelnya. :)

  Zizhou   |   9 Nov 2018

biasanya perubahan suku bunga bisa menaikkan atau menurunkan sampai brp pip pak? 

  M Singgih S   |   10 Nov 2018
@ Zizhou:
Mengenai perubahan besar pip-nya tidak ada yang bisa memastikan. Tergantung dari sentimen pasar, yaitu besarnya demand dan supply pada saat terjadi perubahan suku bunga tsb.
  Carlito Da Silva   |   19 Mar 2020
Apabila neraca perdangangan-nya positif dan jumlah mata uang yang beredar dalam negeri masih banyak. bagaimana kebijakan bank sentral dan pemerinah untuk masalah ini?
makasih pak Martin
  M Singgih S   |   20 Mar 2020
@ Carlito Da Silva:
Maaf, saya tidak mengerti maksud pertanyaan Anda.
Biasanya kebijakan bank sentral untuk mempengaruhi nilai tukar mata uang adalah dengan cara menaikkan atau menurunkan suku bunga. Indikator untuk merubah suku bunga adalah tingkat inflasi. Jika inflasi di atas target bank sentral maka suku bunga akan dinaikkan, dan jika inflasi di bawah target bank sentral maka suku bunga akan diturunkan.
  Tyas   |   15 Jun 2021

Dari semua faktor yang mempengaruhi nilai tukar mata uang, faktor mana yang pengaruhnya paling besar?

  Deni   |   15 Jun 2021

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Pak Martin faktor yang paling mempengaruhi nilai tukar adalah tingkat suku bunga

  Budi   |   13 Oct 2022

Kalo masa masa inflasi tinggi begini kok usd naik kuat banget ya? Kenapa?

  Wandi   |   18 Oct 2022

Karena Bank Sentral Amerika (BI) nya menaikkan suku bunga demi mencegah investor tidak kabur sehingga terjadi penguatan USD. Kenaikan suku bunga tidak serta merta dikaitkan dengan utang bunga yang akan membengkak tetapi bunga deposito juga akan meningkat sehingga investor yang menginvestasikan uang mereka akan mendapatkan return yang lebih besar.

Kebijakan menaikkan suku bunga ini juga bertujuan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar. Pada dasarnya inflasi terjadi juga karena banyaknya peredaran uang di pasar maka inflasi semakin naik dan membuat nilai mata uang menjadi turun.

Ketika The Fed menaikkan suku bunga, maka investasi berbunga di Amerika juga naik. Hal ini kemudian membuat investor berlomba-lomba menukarkan uang mereka ke USD. Ingat, USD adalah safe haven, tahan goncangan ekonomi dengan nilai tukar yang stabil. Imbasnya mata uang negara lain beredar banyak di pasaran dan membuat nilainya turun. Itulah sebabnya USD naik menanjak terus dibandingkan mata uang lainnya.

  Ahmad   |   18 Oct 2022

@Wandi berarti bila USD tinggi maka ekonomi negara USA juga harus bagus dong, ini kenapa malah USA malah resesi? Berarti nilai mata tukarnya aja yang menguat atau gimana ya? Agak bingung juga

  Wandi   |   18 Oct 2022

Nilai mata uang suatu negara tidak bisa dijadikan sebagai patokan ekonomi negara tersebut. Memang biasanya mata uang menguat mengindikasikan perekonomian negara tersebut sedang tumbuh. Ingat, mengindikasikan bukan pasti. Oleh karena itu kita perlu melihat situasi dan kondisi negara tersebut juga.

Kebijakan tingkat suku bunga dilakukan untuk menahan/mengimbangi tingkat inflasi di suatu negara. Apabila tingkat suku bunga naik, maka nilai mata uang negara tersebut juga naik. Perlu dicatat, apabila tingkat suku bunga naik terlalu tinggi, maka ekonomi akan terkontraksi.

Bagi investor, tingkat suku bunga tinggi sangat menguntungkan tetapi tidak untuk pebisnis. Ingat, suku bunga tinggi tidak hanya berlaku untuk kreditur tetapi debitur. Sehingga perputaran roda ekonomi pastinya akan terganggu, konsumen akan mengurangi konsumsi mereka, yang memiliki utang bunga akan membayar utang lebih, dan dunia usaha akan melambat karena hal itu, efisensi biaya dilakukan oleh perusahaan salah satunya PHK. Di sisi lain dengan berkurangnya konsumsi maka barang dan jasa diharapkan menurunkan harga jual mereka sehingga inflasi tidak terjadi terus menerus.

Secara simple, apabila kondisi ekonomi dalam 2 kuartal berturut turut dalam keadaan minus maka negara tersebut mengalami resesi. Dan Amerika mengalami hal itu, yang membedakan dengan negara lain adalah USD diminati saat terjadi krisis seperti hari ini karena USD termasuk safe haven yang mengakibatkan permintaan dollar naik.

Pada prinsipnya apabila permintaan banyak maka harga yang ditawarkan juga akan naik. Hal itulah yang menyebabkan dollar semakin naik, meskipun ekonomi Amerika lagi tidak bagus.

  A Muttaqiena   |   23 Oct 2022

Sederhananya begini:

  • Untuk mengendalikan kenaikan inflasi, bank sentral AS (Federal Reserve) menaikkan suku bunga dan berhenti menambah jumlah uang beredar (money supply).
  • Para investor dan trader suka menyimpan modal mereka pada mata uang yang punya bunga lebih tinggi, sehingga lebih banyak orang memindahkan dana mereka ke USD.
  • Permintaan (demand) atas USD meningkat, sedangkan jumlah uang USD yang beredar itu tetap, sehingga kurs USD naik.