6 Pola Candlestick Single yang Wajib Dipelajari Pemula

Damar Putra 27 Apr 2022Dibaca Normal 7 Menit
forex>candlestick>   #pola-candlestick   #candlestick-single   #pemula
Ingin belajar membaca candlestick? Pola-pola candlestick single ini bisa menjadi awal yang bagus karena mudah dikenali dan cukup akurat.

Dalam analisa teknikal khususnya teknik price action, pemahaman terhadap pola-pola candlestick memiliki peran vital sebagai penentu kesuksesan analisa trading. Pasalnya, candlestick adalah cerminan dari sentimen serta psikologi para pelaku pasar. Dengan memahami pola-pola candlestick yang muncul, trader akan sangat terbantu dalam membaca kondisi pasar terkini serta mendapatkan sedikit gambaran kemana harga akan bergerak.

pola candlestick single

Berdasarkan tipenya, pola candlestick dibagi menjadi beberapa macam golongan, mulai dari tipe single, double, triple, dll. Bagi trader pemula, tipe single adalah pilihan paling tepat untuk memulai belajar analisa candlestick. Selain mudah untuk dipelajari, beberapa pola candlestick single juga dianggap memiliki tingkat akurasi yang baik.

Berikut adalah beberapa pola candlestick single yang dimaksud:

 

1. Spinning Top

Secara bentuk, Spinning Top tampak memiliki ekor panjang di bagian atas dan bawah, sementara ukuran body-nya kecil. Body kecil dengan ekor panjang ini muncul karena ada kekuatan bearish dan bullish yang sama besar. Untuk lebih mudah dipahami, silahkan lihat gambar candlestick Spinning Top berikut ini.

Spinning Top Candlestick

Candle jenis ini dikenal sebagai candle netral. Pasalnya, kemunculan candle ini menunjukkan sedang terjadi keraguan pasar untuk menentukan arah harga berikutnya, apakah akan naik atau turun. Jika pola ini muncul saat kondisi uptrend, bisa jadi ada banyak pelaku pasar yang melakukan aksi profit-taking.

Dalam beberapa kasus, munculnya pola candle ini juga diikuti dengan pergerakan reversal. Dengan kata lain, bila pola Spinning Tops muncul di ujung uptrend, bisa jadi beberapa candle berikutnya adalah candle reversal bearish yang mengisyaratkan tren akan segera berubah menjadi downtrend. Namun, untuk mendapatkan sinyal yang lebih valid, trader disarankan untuk mengkonfirmasi sinyal dengan indikator teknikal.

Baca Juga: Memahami Cara Konfirmasi Candlestick Dalam Strategi Price Action

 

2. Marubozu

Marubozu adalah pola candlestick single berikutnya yang perlu dipelajari oleh pemula. Dari bentuknya, pola Marubozu adalah candlestick dengan full body (badan) dan tidak memiliki bayangan atau ekor (shadow); kalau pun ada, bayangan atau ekor terlihat sangat kecil bahkan seperti tidak ada sama sekali.

Marubozu Candlestick

Perlu diketahui, ada dua jenis Marubozu yaitu bullish Marubozu dan bearish Marubozu. Keduanya menunjukkan sinyal pergerakan kuat dari salah satu sisi (buyer atau seller) yang kemungkinan akan berlangsung sampai beberapa waktu.

Selain itu, Marubozu mencerminkan adanya sentimen kuat yang melatarbelakangi kekuatan buyer atau seller, sehingga pihak yang mendominasi percaya diri mengarahkan harga untuk membentuk trend bullish atau bearish.

Baca Juga: Cara Menggunakan Pola Candlestick Marubozu

 

3. Doji

Seperti halnya Spinning Top, Doji juga merupakan pola candle single yang mengindikasikan bahwa pasar sedang penuh ketidakpastian. Dari segi bentuknya, candle Doji juga hampir sama dengan pola Spinning Tops; yang membedakan adalah candle Doji memiliki body sangat kecil atau tipis.

Pada dasarnya, candles Doji terbentuk oleh harga pembukaan (open) dan penutupan (close) yang sama atau hampir sama sehingga hal tersebut mempengaruhi struktur body Doji. Formasi Doji dibedakan menjadi 4 jenis yaitu:

candlestick doji

  • Long-legged Doji: Ekor atas maupun bawah terlihat jelas dan memiliki panjang yang hampir sama. Jika formasi ini terbentuk pada pergerakan downtrend, maka kemungkinan besar harga akan berbalik ke arah uptrend, begitu pula jika sebaliknya.
  • Dragonfly Doji: Sepintas candle ini memiliki ciri-ciri seperti huruf "T", namun terkadang letak body agak ke bawah sehingga sepintas terlihat seperti salib. Disebut sebagai dragonfly Doji karena bentuknya yang sepintas menyerupai seekor capung.
  • Gravestone Doji: Body umumnya terletak di bagian bawah namun terkadang juga terletak agak ke atas sehingga akan terlihat seperti salib yang terbalik. Disebut "Gravestone" karena memang bentunya yang menyerupai batu nisan. Munculnya pola ini memberikan sinyal bahwa para seller akan memulai aktivitas jualnya.
  • Four Price Doji: Yaitu Doji yang terbentuk dari harga open, close, high, dan low yang sama. Sehingga, candle ini hanya memiliki badan tipis tanpa ekor. Kemunculan Doji ini pada kondisi uptrend mengindikasikan bahwa tekanan bullish menurun. Apabila muncul pada kondisi downtrend, maka tekanan bearish mulai berkurang.

Perlu diperhatikan lagi, candle Doji adalah pola netral. Terlepas dari posisi body dan ekornya, masih sangat diperlukan konfirmasi dari candlestick berikutnya agar sinyal Doji lebih akurat. Selain itu, konfirmasi dari indikator teknikal pendukung juga bisa membantu.

Baca Juga: Cara Trading dengan Memanfaatkan Doji

 

4. Hammer dan Hanging Man

Pola candlestick Hammer dan Hanging Man adalah saudara kembar dan merupakan pola candlestick single yang dianggap memiliki tingkat akurasi cukup baik. Sepintas, memang kedua pola candlestick ini memiliki bentuk fisik yang sama. Namun yang menjadi pembeda keduanya adalah lokasi kemunculan serta indikasi sinyal yang akan terjadi.

Hammer dan Hanging Man sama-sama mempunyai ciri body yang mungil, lower shadow yang panjang hampir tiga kali lipat dari badannya, serta upper shadow super kecil atau cenderung tidak ada. Untuk lokasi kemunculannya, pola Hammer biasanya selalu terbentuk di akhir downtrend, sedangkan Hanging Man berada di akhir uptrend. Sehingga, keduanya mengisyaratkan sinyal yang berbeda. 

Hammer And Hanging Man Candlestick

Pola Hammer biasanya menjadi sinyal bullish yang kuat jika setelahnya didukung kemunculan bullish candle. Sebaliknya, pola Hanging Man menjadi sinyal bearish jika setelah pola ini muncul ada candle bearish. Dalam penggunaannya, Hammer dan Hanging Man seringkali digabungkan dengan indikator dan tool analisis lain seperti Stochastic atau pun Fibonacci Retracement.

Baca Juga: Cara Deteksi Reversal Dengan Pola Hammer Dan Hanging Man

 

5. Inverted Hammer dan Shooting Star

Dua pola candlestick single ini juga wajib diketahui pemula yang ingin belajar analisa price action. Inverted Hammer dan Shooting Star merupakan saudara kembar sama seperti Hammer dan Hanging Man. Namun yang menjadi pembeda keduanya adalah posisi badan yang berlawanan.

Selain itu, Inverted Hammer dan Shooting Star sama-sama memiliki body kecil dan upper shadow yang panjangnya sekitar 1.5 hingga tiga kali panjang body-nya. Lower shadow nyaris tidak terlihat, bahkan pada bentuk sempurnanya tidak memiliki lower shadow sama sekali. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah ini.

Inverted Hammer and Shooting Star Candlestick

Candlestick Inverted Hammer biasanya akan muncul di lembah atau di ujung downtrend, sementara Shooting Star akan berada di puncak uptrend. Untuk penggunaannya, pola Inverted Hammer akan diindikasikan sebagai sinyal bullish, sebaliknya, candle Shooting Star menjadi indikator sinyal bearish.

Baca Juga: Pola Candlestick Shooting Star, Cara Ampuh Penanda Reversal

 

6. Long Candle

Pola candlestick single berikutnya yang wajib diketahui trader pemula adalah Long Candle. Sepintas, pola candle ini akan sangat mirip seperti pola Marubozu karena mempunyai ukuran body atau badan yang panjang. Namun jika diperhatikan secara seksama, pola ini memiliki perbedaan dengan Marubozu dari bagian ekor, di mana Long Candle terlihat memiliki ekor yang terbentuk dengan jelas.

Long Candle pattern

Long Candle terdiri dari Long bullish candle dan Long bearish candle. Munculnya pola ini bisa jadi mengindikasikan adanya penerusan tren dalam beberapa waktu.

Namun untuk memastikannya, silahkan amati beberapa pola candle setelahnya yang muncul dan gunakan indikator teknikal untuk mengkonfirmasi sinyal lebih lanjut. Dengan demikia, hasil analisa yang Anda dapatkan akan lebih valid dan akurat.

 

Pada dasarnya, pola candlestick memang memiliki banyak variasinya. Selain pola-pola candlestick single di atas, pemula juga sangat disarankan untuk mempelajari beberapa pola candlestick menguntungkan agar menunjang keberhasilan analisa teknikal.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Mr. Bingung |  10 Feb 2012

Bagus yg mana sih laverage 1:1000 dengan laverage 1:200? katanya klo pemula bagus pakai 1:200, apa betul sih

Lihat Reply [28]

 Nur Cahyo |  11 Nov 2014

Kenapa saat melihat sinyal trading dari pola candlestick, oscillator lebih sering diajukan sebagai indikator yg dapat mengkonfirmasi sinyal tsb?

Lihat Reply [1]

 Andrew Bobo |  12 Feb 2015
Apakah trader baru dengan deposit trading yang rendah bisa mencoba untuk trading intraday dan jangka panjang? Kalau dilihat sepertinya cara yang memungkinkan itu scalping, tapi disini sya juga ingin membangun sistim trading yg lebih konsisten. Jadi mohon bantuannya master...

Lihat Reply [5]

 Aldo |  29 Aug 2019

Slamat siang master, sebagai pemula ni sekitar 1 minggu mulai hari ini belajar di olymp trade ni mau tanya Apa dana akun demo bisa didepositkan untuk ke akun rill?

Lihat Reply [1]

 Bang Yul |  3 Jan 2022

Hallo Mas erik.. salam kenal.. saya Yulius dari Jambi..

Saya baru menemukan blog ini tadi malam, sy juga trader, masih pemula.. 1 tahun terakhir sy trading menggunakan S&D dan sy kira tulisan ini cukup menambahbah wawasan saya tentang itu.. sy inin menanyakan apakah forum di blog ini masih aktif,,,? atau barangkali ada media terbaru tentang forex yang mas erik kelola akhir2 ini... Terima kasih..

Lihat Reply [3]

 

Komentar @inbizia

klo menurut gw sama2. baik hammer atau hanging man atau harami sama2 bisa akurat bisa juga ngasih false signal. cuma dgn banyak2 latian dn praktek kita bisa tau mana yg lebih bisa kita kenali n gunakan. Yg jelas adanya pola2 itu bisa jadi warning utk kita siap2 open order sesuai sinyal reversal. biar lebih yakin lgi bisa jg kita nggak cuma mengandalkan pola candlestick, tapi juga bantuan indikator oscillator. bagaimanapun caranya yg penting kita tdk lupa manajemen resiko, tetapkan stop loss sesuai batas rugi yg mampu ditanggung itu penting
 Francis Kurniawan |  27 Apr 2015
Halaman: Mengenal Pola Candlestick Harami
harusnya artikel berjudul "Menggunakan Pola Candlestick Three Inside Up Dan Three Inside Down" langsung diberi linknya min biar g nyari dulu aku nya :-(
 Chyntya |  5 Jun 2020
Halaman: Pola Candle Terbaik Penanda Reversal
@Dhimas: Untuk akurasi murni menggunakan pola candlestick, time frame yang lebih besar lebih besar akurasinya daripada time frame dibawahnya, contohnya akurasi pola candlestick di Daily lebih besar daripada di time frame H1.

Management resiko sebaiknya mengikuti aturan maksimal 2% resiko dari modal. 
 Kiki R |  14 Jul 2020
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan
Bisa lihat dari sinyal-sinyal trendlines, breakouts, dan pola candlestick. Indikator untuk mendapatkan sinyal-sinyal itu bisa pakai indikator RSI, MA, MACD
 Ihwan |  12 Jan 2021
Halaman: Cara Menghindari Kesalahan Entry Trading
Berikut beberapa tips, semoga bisa membantu :
- Hedging bukanlah teknik trading (investasi) yang cocok untuk pemula. Trader dan investor yang melakukan hedging harus mengenali beragam jenis risiko pasar, serta mampu menganalisis teknikal dan fundamental secara jelas.
- Trader forex yang berminat untuk melakukan hedging sebaiknya memiliki tabel korelasi mata uang (forex correlation table). Hal ini penting agar trader bisa memastikan beberapa mata uang yang di-hedging benar-benar sedang memiliki korelasi kuat. Tabel seperti ini sudah disediakan oleh banyak pihak secara gratis di internet.
- Trader dan investor sebaiknya melakukan hedging sebagai bagian dari rencana trading, bukan karena reaksi spontan terhadap kondisi pasar. Hal ini penting sekali karena kita perlu memperhitungkan risiko hedging secara matang sebelum open posisi. Jika tidak diperhitungkan, kerugian bisa berlipat ganda dan memakan habis semua modal kita.
- Trader dan investor yang ingin melakukan hedging perlu melakukan simulasi dulu pada akun demo sebelum menerapkan strategi pada akun riil. Dengan berlatih, kita bisa mengetahui bagaimana merencanakan hedging dengan baik dan benar-benar meminimalkan risiko (bukannya malah rugi makin banyak).
 Pratama |  21 Jun 2021
Halaman: Apa Itu Hedging
- Bagi trader pemula (newbie), akun demo forex akan memberikan gambaran yang sangat nyata tentang trading forex online.
- Akun demo forex berguna untuk mematangkan kemampuan dalam trading sebelum trader memutuskan untuk menggunakan akun riil, karena sekaligus berlatih melakukan analisa dan eksekusi trading.
- Trader pemula maupun berpengalaman dapat memanfaatkan akun demo forex untuk menguji coba sistem trading secara leluasa, tanpa perlu takut mengalami kerugian apabila melakukan kesalahan.
- Bagi trader yang masih menjajaki atau mencari broker, maka dapat mendaftar akun demo forex untuk melihat bagaimana performa teknis (server, speed, dsb) suatu broker.
 Rahman |  23 Jul 2021
Halaman: Benarkah Forex Trading Adalah Bisnis Online Paling Menjanjikan

Kamus Candlestick

Inverted Hammer
Inverted Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang dibuka lebih rendah dari candlestick sebelumnya. Setelah bergerak menguat, candlestick kemudian ditutup di dekat atau pada harga pembukaannya (Open). Semakin panjang sumbu atas dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Outside Up
Three Outside Up
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bullish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bullish reversal.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Black Crows
Three Black Crows
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bearish panjang. Harga penutupan candlestick pertama, kedua, dan ketiga harus membentuk penurunan secara berturut-turut.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Bearish Doji Star
Bearish Doji Star
Indikasi : Bearish Reversal

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap naik dan tidak memiliki body karena harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama. Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bearish panjang dan gap turun dari doji.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip