7 Platform Decentralized Exchange Terpopuler Saat ini

Damar Putra 25 Apr 2022Dibaca Normal 6 Menit
kripto>exchange>   #platform   #decentralized-exchange
Tak ingin ribet saat transaksi kripto? Solusi terbaik yang bisa dicoba adalah melakukan swap pada salah satu platform Decentralized Exchange berikut ini.

Peran exchange terbilang sangat vital untuk semua transaksi yang terjadi di dalam ekosistem cryptocurrency. Berdasarkan jenisnya, exchange kripto dibagi menjadi dua macam yaitu Centralized Exchange (CEX) dan Decentralized Exchange (DEX).

Centralized Exchange memiliki konsep perdagangan secara terpusat di mana kinerja platform sepenuhnya diatur oleh sebuah perusahaan atau organisasi tertentu. Sebaliknya, platform Decentralized Exchange merupakan evolusi dari CEX yang sepenuhnya menjadi platform terdesentralisasi atau non-custodial. Dengan mengusung sistem smart contract, platform DEX memungkinkan pengguna tetap bisa bertransaksi secara otomatis dengan kontrol penuh atas kepemilikan aset kripto yang dimiliki.

decentralized exchange populer

Platform DEX kian diminati karena dianggap sesuai dengan konsep awal lahirnya cryptocurrency, yaitu memungkinkan para pengguanya melakukan transaksi secara Peer-to-Peer (P2P), anonim, dan instan. Di lain sisi, Centralized Exchange masih terpusat dan melibatkan perusahaan atau organisasi tertentu yang bertindak sebagai pihak ketiga untuk menyimpan aset, mengatur pertukaran, dan mengenakan biaya pertukaran.

Baca Juga: Menelisik Decentralized Exchange (DEX) dan Cara Kerjanya

Saat ini, sudah banyak platform Decentralized Exchange yang diluncurkan di berbagai jaringan blockchain. Pada kesempatan kali ini, penulis akan mengulas singkat beberapa platform Decentralized Exchange terpopuler. Apa saja itu?

 

1. UniSwap (V3)

Platform Decentralized Exchange terpopuler urutan pertama adalah Uniswap yang didirikan oleh Hayden Adams. Dengan platform Uniswap, pembeli dan penjual dapat token ERC-20 tanpa harus menggunakan order book dan perantara lain.

Uniswap tidak membebankan biaya platform atau biaya perantara, melainkan hanya membebankan biaya gas (Gas Fee) pada jaringan-jaringan yang digunakan seperti: Ethereum, Polygon, Optimism, dan Arbitrum. Platform Uniswap juga memiliki tokennya sendiri yaitu UNI. 

UniSwap V3

Uniswap telah mengalami beberapa pembaruan. Versi terbarunya saat ini adalah Uniswap V3 yang rilis pada 5 Mei 2021 silam dengan jumlah aset kripto yang bisa diperdagangkan mencapai lebih dari 600 aset. Volume perdagangan di platform ini sempat menyentuh angka fantastis yaitu sekitar 15 triliun rupiah.

 

2. dYdX

dYdX adalah platform Decentralized Exchange terpopuler berikutnya yang juga banyak diminati oleh trader kripto. Pasalnya, platform ini juga menawarkan layanan membuka posisi long dan short menggunakan fitur leverage dengan biaya trading murah serta likuiditas tinggi.

dYDX

dYdX didirikan pada April 2019 dan sempat mencapai volume perdagangan tertinggi di 15 triliun dalam 24 jam saja. Menariknya, pengguna juga bisa meminjam kripto (borrow) atau mendaftar sebagai pemberi pinjaman (lending) sejumlah koin di platform ini. Beberapa koin yang bisa digunakan dalam skema tersebut antara lain ETH, DAI, dan USDC.

Baca juga: Platform Crypto Lending Terbaik untuk Modal Trading

 

3. PancakeSwap (V2)

PancakeSwap adalah pertukaran terdesentralisasi yang dibangun di atas jaringan Binance Smart Chain (BSC) dengan fungsi dasar perdagangan token-token BEP-20. PancakeSwap digadang-gadang sebagai kompetitor terbesar UniSwap karana platform ini memiliki Gas Fee yang jauh lebih murah menggunakan jaringan BNB. Tak pelak, platform ini banyak digunakan oleh para pemburu koin-koin micin.

PancakeSwap V2

Setelah mengalami beberapa kali pembaruan, versi terbaru PancakeSwap saat artikel ini ditulis adalah PancakeSwap V2 yang mulai diluncurkan pada 23 April silam. Di platform ini, pengguna dapat melakukan banyak hal mulai dari farming, staking, hingga mengumpulkan aset NFT khusus sebagai koleksi. PancakeSwap pernah mencatatkan volume perdagangan tertinggi hingga mencapai 8 triliun dalam waktu 24 jam.

Baca Juga: Panduan Bisnis Jual NFT Untuk Pemula

 

4. 1inch

1inch adalah platform Decentralized Exchange inovatif yang berfokus pada gabungan teknologi kelas atas. Platform ini bekerja dengan algoritma Pathfinder yang membantu pengguna menemukan kesepakatan terbaik dari ribuan penyedia likuiditas.

Dengan demikian, DEX ini seperti halnya platform yang membantu menemukan kesepakatan terbaik untuk tiket pesawat, produk perbankan, dan sejenisnya dari banyak penyedia layanan. Hal ini memungkinkan pengguna untuk memperoleh harga terbaik saat melakukan transaksi. 

1inch

Pada tahap awal, dApp 1inch hanya mencari beberapa DEX saja sebagai penawaran. Namun seiring berjalannya waktu, platform 1inch memiliki cakupan yang jauh lebih luas. Tercatat, 1inch saat ini telah mendukung pertukaran antara koin dan token kripto yang sesuai dengan standar token ERC-20, ERC-1155, ERC-721, dan BEP-20.

Baca juga: Apa Itu Token ERC-20?

 

5. SushiSwap

SushiSwap adalah proyek DeFi yang dijalankan oleh komunitas untuk menyeimbangkan insentif dengan lebih baik bagi peserta jaringan melalui pembagian pendapatan berbasis komunitas. Platform ini pertama kali muncul pada tahun 2020 dan dibangun oleh Chef Nomi dan 0xMakin (nama samaran).

SushiSwap

SushiSwap bisa dikatakan sebagai decentralized exchange (DEX) terpopuler saat ini yang dibangun di atas jaringan Ethereum dengan kontrak pintar (smart contract) serta pembuat pasar otomatis (Automated Market Maker/AMM).

Platfform ini memungkinkan pengguna bertransaksi dengan mudah. Biaya yang dibebankan adalah 0.3% untuk memfasilitasi setiap swap, di mana 0.25% masuk ke penyedia likuiditas sementara 0.05% sisanya dikonversi ke SUSHI dan didistribusikan ke pengguna yang melakukan staking token SUSHI.

Baca juga: Perbedaan Token Vs Koin Kripto Yang Wajib Anda Ketahui

 

6. QuickSwap

QuickSwap adalah Automated Market Maker dan Decentralized Exchange yang dibangun di atas jaringan Polygon (MATIC). QuickSwap merupakan salinan Uniswap yang menawarkan model pool likuiditas serupa.

Pengguna dapat menambahkan pasangan token kripto ke pool likuiditas dan mendapatkan reward dari biaya transaksi pengguna lain yang melakukan swap token pada pool tersebut.

QuickSwap

Platform ini telah meraih popularitas karena kecepatan dan biaya transaksi rendah pada jaringan Polygon. QuickSwap juga kompatibel dengan blockchain Ethereum sehingga memungkinkan pengguna untuk melakukan swap token ERC-20. Token QuickSwap sendiri telah dirilis dengan ticker QUICK yang dapat dibeli melalui platform ini ataupun CEX.

Baca Juga: Exchange Kripto Resmi Indonesia Dengan Deposit Terendah

 

7. Raydium

Platform Decentralized Exchange berikutnya yang tak kalah populer adalah Raydium. Dibangun di atas jaringan Solana (SOL), DEX ini dianggap mampu menangani skalabilitas lebih baik daripada platform DeFi lainnya.

Raydium

Salah satu masalah utama DeFi adalah biaya transaksi mahal dengan proses yang lambat. Namun, platform Raydium memungkinkan transaksi dapat terjadi dengan biaya relatif lebih rendah serta proses transaksi yang jauh lebih cepat dibanding platform lainnya.

Raydium adalah platform DEX revolusioner yang mendukung order book on-chain AMM pertama pada DeFi. Namun tidak seperti platform AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat, sehingga pengguna memiliki akses ke order flow dan likuiditas dari seluruh ekosistem.

 

Hadirnya Decentralize Exchange disambut cukup positif oleh para penggemar kripto. Selain sifatnya yang terdesentralisasi, DEX juga merupakan cikal bakal dari realisasi Web 3.0 yang digadang-gadang sebagai teknologi masa depan. 

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Zul |  15 Sep 2018

saya baca di seputar forex bahwa antara platform demo dgn platform real BEDA... maksud nya bagaimana ya

Lihat Reply [2]

 Zul |  25 Sep 2018

di SF dengan judul PROFIT DI AKUN REAL TAK SEMUDAH DI AKUN DEMO, KENAPA?... DI alinea pertama tertulis harus diakui antara kaun demo dengan akun real sangat berbeda. hal ini terkait dengan kondisi platform dan psikologis. pertanyaan nya.. dimanakan beda atntara platforn demo Vs real.. dialinea kedua ada sedikit penjelasan... tapi saya tak paham. mohon bantaun penjelasan dari bapak. terima kasih atas responnya.

Lihat Reply [2]

 Gading |  16 Nov 2020

Kenapa harga last price di tiap chart harganya beda2? saya lihat di tradingview, investing.com, dan mt4 semua berbeda, bahkan mt4 untuk mobile dan desktop juga berbeda harganya. Kenapa bisa begitu? 

Lihat Reply [1]

 Phutut |  11 Jun 2021

Mengapa broker membuat platform tradingya sendiri? Dan terjadi beberapa kasus adanya perbedaan pergerakan harga dari broker 1 dan lainnya? Apakah hal tersebut berasal dari platform trading tersebut?

Lihat Reply [3]

 Teguh S |  15 Nov 2021

Saya pengguna platform cTrader, dan saya ingin trading di broker Monex. Apakah tersedia?

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

Bisa mas, Anda bisa menggunakan aplikasi platform trading bernama Meta Trader 4. Kemudian, Anda bisa memilih broker forex yang tersedia. Berikut Referensi broker yang bisa Anda gunakan: Daftar Broker Forex Populer Di Indonesia.
 Admin |  11 Jan 2019
Halaman: Apa Itu Trading Ini Cara Main Dan Mengatasi Risikonya
Kalau di metatrader, saat kamu mengeksekusi order, broker akan menawarkan harga sesuai yang kamu lihat di platform. Tapi, misalnya harga berubah di tengah-tengah kamu mengeksekusi order, broker akan re-quote, alias membatalkan order-mu dan menawarkan harga terbaru. Kamu boleh menolak, atau melanjutkan order menggunakan harga baru tersebut.
 Salsabila |  5 Jan 2021
Halaman: Cara Mengenali Top Broker Forex Menurut Eksekusi Order
Itu karena menghindari adanya lonjakan harga, biar trader ga rugi, dan bisa juga karena broker takut disalahkan kalau platform tiba-tiba ngadat misalnya.
 Agung |  11 Feb 2021
Halaman: Broker Forex Terbaik Untuk News Trading
Bisa aja karena broker tersebut belum unya teknologi, tools, atau pengalaman scalping. Jadi platform mereka masih lemot kalau dipakai scalping.
 Dyeva |  16 Feb 2021
Halaman: Cara Mudah Mengenali Ciri Broker Forex Terbaik Untuk Scalping
Platform lain biasanya dikeluarkan oleh broker tertentu dan hanya bisa digunakan oleh klien broker itu, sedangkan MT4 bisa digunakan oleh klien dari banyak broker. Di MT4 ada 3 jenis eksekusi pasar, 4 pending, 2 stop order, juga fitur trailing stop
 Maaya |  23 Feb 2021
Halaman: Metatrader Platform Trading Andalan Trader Dan Broker Forex
membaca paparan prosedur pendaftaran hingga pembeli robot/klien mulai trading dg robot dugaan saya: 1. bisa jadi SMI itu Introducing Broker (IB) dari broker yg disebut itu (mendapat keuntungan dari referal) 2. bisa jadi memang bikin robot MT4 atau beli robot dari pihak lain yg harganya jauh lbh murah dari harga jualan SMI. kalau e-book sih hanya soal mengelabuhi hukum saja (mendapat keuntungan dari jual-beli robot) 3. bisa jadi dia kerjasama dengan exchanger utk deposit uang dari klien ke rekening broker tertentu itu, untuk transaksi  deposit dan withdrawal (mendapat untung dari komisi spread nilai tukar) 4. sangat mungkin yg terjadi sebetulnya sistem copytrading, tidak melalui broker tempat klien terdaftar, tapi melalui platform lain seperti zulutrade, misalnya. (semakin banyak orang yang mengkopi, semakin banyak menarik perhatian trader di luar klien yang mencari master trader di zulutrade. keuntungan komisi tambahan dari luar klien) 5. sistem MLM dipakai (kalo bukan moneygame) untuk mengefisiensikan pemasaran. 

Kesimpulan sementara: sumber keuntungan SMI dari berbagai  cara di atas. Bayangkan jika robotnya memang hebat. 1 akun milik SMI dikopi 100.000 klien dengan komisi 50:50. 1 bulan untung 10% + (10%x100.000:50). misal untung $50 per bulan, komisi yang dia dapat dari klien $100.000. Tertipukah klien? selama bukan moneygame, klien tidak akan tertipu karen dia juga dapat profit,. sayangnya jumlahnya tidak seberapa dibanding dengan yang didapat SMI. jauuuuhh. tapi kalau sudah hepi dengan hasil segitu ya ndak apa-apa. tidak rugi, tapi dimanfaatkan habis-habisan tanpa terasa.
 Efixsu |  30 Sep 2021
Halaman: Review Net Robot Trading Top Atau Penipuan

Broker Forex

Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip