Perbankan dan jasa keuangan pada umumnya dipandang sebagai sektor yang tenang dan konservatif jika dibandingkan dengan komunitas bisnis lainnya. Namun, teknologi tidak mengizinkan siapa pun lolos dari ancaman persaingan yang dibantu dengan ide-ide inovatif. Hal tersebut dibuktikan dengan munculnya Financial Technology (Fintech), antara lain Artificial Intelligence (AI), Blockchain, serta sejumlah tren inovasi lainnya.

Inovasi- inovasi itu akan mengubah industri ini di tahun-tahun mendatang. Inovasi tersebut dapat memberikan cara untuk bersaing lebih efektif dan dapat mengurangi biaya, serta tentu saja pada akhirnya akan meningkatkan laba perusahaan. Staf dari Forbes baru-baru ini mengutarakan pendapatnya tentang tujuh tren teknologi terbesar yang terbukti dapat merusak dan mengganggu industri layanan perbankan dan jasa keuangan pada 2020. Berikut ringkasan singkat dari temuan Forbes.

 

1. Artificial Intelligence (AI)

AI adalah kecerdasan buatan atau kemampuan dari sebuah komputer untuk berfikir seperti manusia, bahkan lebih baik dibandingkan manusia. Menurut temuan Forbes, perbankan selalu lambat dalam mengadopsi ide-ide baru. Karena alasan itu, entitas non-perbankan yang lebih kompetitif cenderung menghilangkan bagian-bagian yang tidak lebih menguntungkan dari model bisnis mereka.

Kartu Debit dan Kredit adalah penyelamat bagi perbankan selama lima puluh tahun terakhir. AI akan sangat meningkatkan layanan pelanggan, membantu mendeteksi penipuan, memberikan kredit, dan meningkatkan keamanan.

 

2. Blockchain Technology

Blockchain adalah salah satu teknologi yang tidak menggunakan pihak ketiga dalam suatu proses pertukaran data. Salah satunya, terjadi pada proses transaksi.
Harvard Business Review telah menyatakan bahwa blockchain akan memiliki efek mengganggu pada industri perbankan. Blockchain menjanjikan akan memberikan biaya yang lebih rendah, layanan pelanggan yang lebih baik, dan keamanan yang akan ditingkatkan. Hal ini akan membuat perubahan pada sistem pertukaran uang.

blockchain

3. Big Data

Bank membuat kumpulan data yang terkait dengan transaksi kartu kredit, pinjaman, penarikan ATM, serta perhitungan skor kredit. Industri ini juga menjadi salah satu pengguna terbesar “Analisis Big Data”. Bank telah sadar bahwa ada keunggulan kompetitif dalam analisis data. Tren ini akan terus berlanjut. Peluang cross selling, manajemen risiko, analisis umpan balik pelanggan, dan mendeteksi tren baru akan muncul.

big data

4. Robotic Process Automation (RPA)

Robotic Process Automation (RPA) adalah konsep menggunakan robot untuk menggantikan pekerjaan manusia. Robot yang dimaksud dalam konteks ini bukanlah robot fisik yang duduk di depan komputer dan bekerja layaknya manusia, melainkan piranti lunak yang diprogram untuk bekerja seperti manusia.

RPA disukai oleh bisnis. Alasannya, mereka dapat membantu organisasi beroperasi secara lebih efisien, yaitu dengan mengotomatisasi pekerjaan manual yang sifatnya repetitif atau berulang. Sifat pekerjaan yang monoton itu dapat menyebabkan produktivitas pekerja menurun.

Ketika terus menerus melakukan rutinitas yang sama, pekerja umumnya akan merasa jenuh sehingga berpotensi melakukan kesalahan dalam pekerjaannya. Oleh karena itu, otomatisasi proses ini menjanjikan tingkat kesalahan manusia (human error) yang lebih rendah.

 

5. Cloud Computing

Teknologi ini sebenarnya telah ada selama hampir lima puluh tahun. Tapi, mulai ramai dibicarakan sekarang-sekarang ini. Awalnya, bank ragu untuk mengadopsi teknologi karena masalah keamanan. Namun, Cloud Computing sekarang memiliki versi baru yang lebih baik dan lebih aman. Cloud juga dapat mengaktifkan pembayaran online yang aman, dompet digital, dan transfer online, untuk beberapa nama.

 

6. Voice Interfaces

Voice Interface adalah solusi untuk melakukan komunikasi dengan pelanggan. Dengan teknologi ini, tidak perlu lagi mengirim email, telepon, mengirim teks dan lain sebagainya. Karena pekerjaan tersebut dapat diganti menggunakan Chatbot yang diberdayakan oleh AI.

voice interface

Seperti yang dilansir oleh Forbes, Bank of America, Capital One dan Wells Fargo telah menggunakan Chatbot selama bertahun-tahun untuk permintaan akun sederhana. Namun, Chatbot saat ini semakin canggih. Teknologi ini dapat menawarkan nasihat keuangan.

 

7. Cyber Security And Resilience

Serangan kejahatan pada dunia maya dalam beberapa tahun terakhir ini telah meningkat secara geometris. Target yang disukai adalah lembaga perbankan. Karena itu, perbankan harus waspada terhadap kejahatan siber yang kian marak. Jika tidak, teknologi ini mampu mengganggu keamanan data dan reputasi perbankan itu sendiri. Beberapa survei lembaga ekonomi menyebutkan bahwa kejahatan siber telah menyebabkan kerugian di beberapa bank. 

teknologi cyberattack