8 Mitos Analisa Teknikal Yang Terpatahkan

Wahyudi 18 Jun 2020 239

Dalam dunia pasar keuangan, dikenal dua tipe pelaku yaitu investor (memiliki sebuah aset dalam waktu relatif panjang) dan trader (memegang aset dalam jangka waktu pendek). Saat ini, masih banyak trader dan investor banyak yang menganggap analisa teknikal hanyalah studi dangkal tentang pola candlestick dan grafik tanpa menunjukkan hasil konkret dan menguntungkan dalam sebuah investasi. Benarkah seperti itu? 

8 Mitos Tentang Analisis Teknis yang Tak Terbantahkan, Benarkah?

Meskipun tak semua trader mencela penggunaan analisa teknikal, namun penggunaannya masih menjadi perdebatan. Tentunya kedua pendapat yang berbeda ini menyebabkan kesalahpahaman di dunia investasi tentang analisa teknikal dan penggunaannya. Nah, dalam artikel ini kami akan menyajikan informasi tentang mitos analisa teknikal pada trading forex yang tak terbantahkan selama ini.

 

Apa Saja Mitos Analisa Teknikal Yang Sering Muncul? 

1. Analisa Teknikal Hanya Untuk Perdagangan Jangka Pendek

Dalam dunia investasi, sering muncul mitos bahwa analisa teknikal hanya sesuai untuk perdagangan jangka pendek dan digerakkan oleh komputer. Ada yang menganggap analisa teknikal hanya cocok untuk Day Trading dan perdagangan berfrekuensi tinggi.

mitos analisa teknikal

(Baca Juga: Strategi Trading Dengan Indikator EMA-200 untuk trading Harian)

Namun, mitos ini tak selamanya benar karena terangkum dari beberapa sumber, analisa teknikal juga telah digunakan oleh para investor maupun pedagang jangka panjang dan memberikan hasil yang menguntungkan pada grafik mingguan maupun bulanan.

 

2. Analisa Teknikal Hanya Digunakan Oleh Segelintir Trader

Dipercaya sejak beberapa tahun yang lalu, analisa teknikal hanya digunakan oleh trader yang sifatnya pribadi saja. Namun, kenyataannya bank investasi juga menggunakan analisa teknikal. Bank-bank besar bahkan diketahui memiliki tim trader khusus yang masih menggunakan analisa teknikal. Perdagangan dengan frekuensi tinggi pada bursa saham juga sangat bergantung pada konsep analisa teknikal ini.

 

3. Analisa Teknikal Memiliki Tingkat Keberhasilan Yang Rendah

Para trader yang sukses dan memiliki pengalaman selama puluhan tahun membantah mitos ini. Pernyataan ini diketahui saat pewawancara mewawancarai beberapa trader besar yang telah berhasil menjalankan bisnis mereka dan meraup keuntungan besar dengan menggunakan analisa teknikal dan mempelajari pola-polanya.

 

4. Analisa Teknikal Cepat Dan Mudah

Di Internet saat ini dipenuhi dengan berbagai website yang menawarkan kursus analisa teknikal yang akan menjanjikan keberhasilan dalam trading. Banyak sekali orang yang memulai trading berdasarkan indikator teknis sederhana dengan ekspektasi bisa cepat cuan. Padahal untuk meraih kesuksesan dalam trading yang berkelanjutan untuk jangka panjang diperlukan praktik, pembelajaran mendalam, manajemen risiko, dan kedisiplinan yang tinggi.

manajemen risiko forex

(Baca Juga: 4 Manajemen Risiko Pada Trading Forex)

 

5. Software Analisa Teknikal Dapat Membantu Trader Menghasilkan Uang Dengan Mudah

Di dunia maya banyak sekali yang menawarkan iklan software trading yang dijual dengan harga hingga puluhan juta. Kebanyakan penjual akan mengklaim bahwa software yang mereka jual mampu melakukan analisa untuk aktivitas trading Anda. Bagi trader yang masih pemula dan belum memiliki pengalaman tentunya merasa bingung antara membeli software yang ditawarkan yang menjanjikan keuntungan untuk trading atau tidak.

Bagi Anda yang pemula, Anda tak perlu bingung lagi sekarang karena kini makin banyak software bantu yang bisa mengajari Anda untuk beradaptasi dengan sistem pasar forex dengan lebih cepat. Hanya saja, butuh ketekunan dan kesabaran agar software tersebut bisa memberikan hasil maksimal. Software analisa teknikal ini bukanlah cara cepat menghasilkan uang dengan mudah, tapi yang benar adalah alat bantu memahami system dan psikologis pasar forex lebih cepat.

 

6. Indikator Teknis Bisa Diterapkan Di Semua Pasar

Indikator merupakan sebuah alat yang digunakan oleh trader maupun analis profesional untuk menambah pertimbangan saat membuat trading plan. Dengan mengacu volatilitas, momentum, aliran uang dan tren, indikator dimanfaatkan untuk menambah wawasan pada pergerakan harga yang potensial.

Dalam analisa teknikal terdapat ribuan indikator yang tersedia dan mitosnya bisa diterapkan di semua pasar baik pasar forex maupun pasar saham. Faktanya tidak seperti itu. Indikator teknis tidak bisa diterapkan pada semua pasar, melainkan hanya pasar yang sesuai dengan acuan indikator tersebut.

Mengapa demikian? Karena setiap indikator memiliki ciri spesifik tersendiri dan memiliki perbedaan, begitu pula dengan penerapannya. Ambil contoh saja, ada indikator yang sangat efektif untuk ekuitas, namun tidak cocok untuk trading pada aset futures, opsi, komoditas dan obligasi. Dalam hal ini, jangan sampai Anda membuat kesalahan dengan menerapkan indikator teknis yang tidak tepat untuk suatu kelompok aset.

saham vs forex

(Baca Juga: Perbedaan Day Trading Saham Dan Forex)

 

7. Analisa Teknikal Dapat Memberikan Prediksi Harga Yang Sangat Akurat

Banyak trader yang masih pemula meyakini bahwa tingkat akurasi analisa teknikal mencapai 100%. Namun, ternyata anggapan itu salah! Analisa teknikal hanya menyediakan rentang prediksi, bukan angka yang pasti.

 

8.       Tingkat Akurasi Dalam Analisa Teknikal Harusnya Lebih Tinggi

Mitos terakhir tentang analisa teknikal adalah tingkat akurasinya selalu lebih tinggi dibandingkan analisa lainnya. Namun, hal itu tak selalu benar. Akurasi dari sebuah analisa juga dipengaruhi oleh posisi trading (Open posisi) yang tepat untuk mendapatkan tingkat probitabilitas yang lebih tinggi. Ingat, profitabilitas merupakan kombinasi dari win-rate dan reward.

Itulah 8 mitos tentang analisa teknikal yang tak selalu benar. Salah satu indikator teknikal yang terkenal adalah MACD (Moving Average Convergence Divergence). Sudahkah Anda tahu cara penggunaannya?

Kirim Komentar/Reply Baru
Berapa Patokan Umum SL Pada TF H4?
Salam para master,

saya ingin bertanya, kira-kira besaran Stop Loss (SL) pada TF H4 berapa ya umumnya jika patokannya menggunkan MM? saya menggunakan SL 40pip, namun sering kesabet SLnya, kemudian harga balik sesuai prediksi.

Terima Kasih

Abdul Rohman 13 Apr 2016

Reply:

M Singgih (15 Apr 2016 02:33)

@ Abdul Rohman:
Besarnya stop loss (dalam satuan pip) tidak tergantung dari time frame trading, tetapi ditentukan dari besarnya resiko (dalam satuan uang) yang Anda sepakati untuk trade tersebut. Misal equity Anda saat itu USD 1000 dan Anda sepakat untuk mengambil resiko 2%, maka resiko maksimal Anda adalah USD 1000 x 2% = USD 20. Nah, besarnya stop loss (SL) Anda untuk trade tersebut maksimal harus USD 20.

Kemudian dari kondisi pasar yang ada (pada time frame berapapun), Anda bisa menentukan level stop loss yang paling obyektif dan logis, dan besarnya pip tergantung dari pergerakan harga saat itu, biasanya ditentukan pada level resistance terdekat (untuk posisi sell) atau pada level support terdekat (untuk posisi buy). Cara lain bisa dengan indikator Bollinger Band atau yang lain. Anda bisa baca: Beberapa Cara Menentukan Stop Loss dan Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price Action (1)

Dengan stop loss yang obyektif (sesuai dengan kondisi pasar) maka kemungkinan untuk kena lebih kecil dibandingkan dengan penentuan stop loss yang asal-asalan. Setelah besarnya stop loss dalam satuan pip cukup aman, baru Anda tentukan ukuran trading (lot). Misal stop loss-nya 100 pip, maka ukuran trading: USD 20 / 100 pip = USD 0.2 per pip, atau 2 micro lot jika Anda trading EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD atau NZD/USD.
Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Hal Pokok Dalam Money Management

Jujun Kurniawan 46
Kredit