Untuk menghadapi tantangan perekonomian di masa depan, kesadaran untuk berinvestasi mulai bangkit pada kalangan millenial. Beberapa instrumen investasi yang diminati milenial di antaranya adalah reksa dana, saham, hingga obligasi. Nah, bagaimana dengan mata uang kripto? Cocokkah untuk milenial?

Sebuah survei pada 2017 yang dilakukan oleh Blockchain Capital menemukan bahwa 42 persen dari milenial setidaknya pernah mendengar tentang Bitcoin. Angka tersebut jauh lebih kecil di kalangan warga senior berusia 65 tahun ke atas, yakni kurang dari 15 persen. Survei sejenis juga menyimpulkan hampir sepertiga dari milenial di kelompok usia 18-34 lebih suka menginvestasikan $1,000 dalam Bitcoin daripada menginvestasikan jumlah yang sama di pasar saham atau obligasi pemerintah.

Nah ternyata, memang milenial lah yang lebih berminat pada kripto dibandingkan generasi-generasi yang lebih senior. Apa saja alasan dibaliknya?

investasi kripto

 

Milenial Akrab dengan Ketidakstabilan Ekonomi

Sejak awal 1980-an, ketika milenial pertama lahir, dunia sempat dilanda beberapa bentuk krisis keuangan. Milenial telah melalui masa fase kehancuran pasar saham 1987 yang dikenal sebagai Black Monday serta krisis keuangan 1997.

Pada 2007, generasi muda mengalami beban terbesar dari krisis keuangan global yang berawal dari krisis perumahan di Amerika Serikat. Akibat dari krisis global itu, milenial tumbuh dengan ditemani bersama resesi ekonomi yang sering menyertai krisis. Alhasil, mereka kurang percaya pada sistem perbankan terpusat yang mereka warisi dari generasi yang lebih tua. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa banyak anak muda yang berinvestasi dalam mata uang kripto daripada obligasi pemerintah atau pasar tradisional lainnya.

 

Nyaman dengan Teknologi

Milenial adalah generasi pertama yang besar bersama komputer pribadi yang modern dan internet. Karena itulah mereka memiliki pandangan berbeda tentang dunia digital dibandingkan generasi yang lebih tua. Begitu pula saat menanamkan uangnya, mereka lebih memilih kanal digital seperti kripto. Alasan utama generasi yang lebih tua kurang nyaman dengan mata uang digital adalah karena mereka tumbuh di dunia yang sama sekali berbeda dari milennial. Hanya waktu yang akan membuktikan apakah investasi dalam Bitcoin dan kripto lainnya adalah pilihan terbaik untuk stabilitas ekonomi di masa depan atau tidak.

bitcoin investasi

(Baca Juga: Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Investasi Pada Kripto)

Lebih Berani Mengambil Risiko

Salah satu alasan terpenting mengapa milenial mau berpartisipasi dalam perdagangan mata uang digital adalah fakta sederhana bahwa mereka masih muda. Konsep ini melampaui kesenjangan generasi, karena secara psikologi, perilaku kaum muda membuat mereka lebih bersedia mengambil risiko. Fenomena ini sebenarnya terjadi pada setiap generasi, yakni kesiapan untuk mengambil risiko berkurang seiring bertambahnya usia. Anak muda relatif menyadari bahwa pasar mata uang kripto memiliki risiko tinggi namun imbal baliknya juga berpotensi tinggi. Hal ini yang membuat mereka yakin bahwa nabung mata uang kripto adalah cara yang baik untuk menjadi kaya dengan lebih cepat, namun risiko juga harus dikontrol.

Ketika Anda sudah lebih tua dan punya lebih banyak tanggung jawab, seperti menjadi tulang punggung keluarga atau merencanakan masa pensiun, maka investasi berisiko rendah mungkin jauh lebih menarik daripada investasi high risk high return seperti kripto. Namun bagi milenial, untuk saat ini, masih banyak yang tertarik berinvestasi dalam mata uang kripto demi mengambil keuntungan di masa muda mereka. Mereka mengambil kesempatan di pasar yang terdesentralisasi yang mungkin suatu hari akan terbukti sebagai masa depan sistem keuangan dunia.

Demikianlah 3 alasan mengapa nabung kripto cocok untuk millenial. Jika Anda tertarik untuk mulai menabung kripto, tetapi masih ragu karena harga Bitcoin sudah tidak terjangkau, jangan khawatir. Karena ada 10 jenis mata uang kripto populer selain Bitcoin yang juga menarik untuk dipelajari.