Dana darurat adalah tulang punggung rencana keuangan keluarga jika terjadi kondisi mendesak yang bisa menguras biaya. Mengelola anggaran Anda bisa membuat stres. Terutama jika Anda tidak memiliki dana darurat dan ternyata mengalami hal tak terduga.

dana darurat reksadana

Bahkan, jika tak mengalami keadaan darurat sekalipun, Anda juga akan dihantui perasaan was-was yang membuat hidup tak nyaman. Jadi, bagaimana cara menyiapkan dana darurat tersebut? Ulasan ringkas dibawah ini akan membantu Anda memahami dan menyiapkan dana darurat.

 

Apa Itu Dana Darurat?

Sebelum kami merinci apa tepatnya dana darurat, mari pahami kriteria kategori darurat berikut ini.

dana darurat

Dana darurat adalah uang yang Anda sisihkan saat keadaan darurat yang membuat keuangan Anda kacau. Anda perlu uang untuk melakukan apa yang perlu dilakukan dengan segera, misalnya saja sakit atau kena PHK.

 

Di Mana Alokasi Dana Darurat Anda?

Melakukan investasi yang aman dengan likuiditas tinggi adalah solusi paling tepat untuk menyimpan dana darurat dengan kategori berikut ini.

Lalu di manakah alokasi dana darurat yang tepat? Saham dan obligasi menjadi salah satu pilihan untuk menyimpan dana darurat. Namun, ketika mempertimbangkan di mana menempatkan dana darurat Anda, pastikan kriteria bahwa Anda akan mudah mengakses uang dengan cepat adalah syarat mutlak.

Sebagian besar profesional keuangan tidak merekomendasikan untuk menginvestasikan dana darurat Anda di pasar saham. Sebab, saham mudah berubah. Anda tidak ingin harus menjual investasi dalam kondisi rugi untuk mencairkan dana darurat Anda bukan?

Sementara, obligasi umumnya merupakan pilihan yang buruk untuk alasan yang sama. Meskipun, mereka bisa lebih stabil daripada saham. Penasehat keuangan, Dave Ramsey, merekomendasikan agar setiap orang menyimpan pendapatan senilai tiga hingga enam bulan dalam dana darurat di sebuah rekening yang mudah dicairkan.

Idealnya, dana darurat Anda setidaknya akan menghasilkan 2-3% per tahun untuk mengimbangi inflasi. Namun, dalam kondisi sangat likuid (mudah dicairkan). Lantas, produk investasi apa yang tepat? Jawabannya adalah reksadana. Produk ini lebih aman dibandingkan saham dan obligasi. 

Reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal dan mempunyai keinginan berinvestasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu, reksadana juga diharapkan dapat meningkatkan peran permodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Umumnya, reksadana dijadikan sebagai wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari pelaku pasar modal. Selanjutnya, diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

 

Jenis-Jenis Reksadana

Reksadana memiiki beberapa jenis yang bisa disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor. Bagi yang masih awam, pahami bahwa reksadana ada 4 jenis, antara lain reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham.

  1. Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)

Cocok bagi yang punya profil risiko rendah. Sebab, dana Anda akan diinvestasikan ke instrumen investasi pasar uang dangan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun. Biasanya dana Anda akan dimasukkan ke dalam investasi berupa deposito berjangka, sertifikat deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang lainnya.

  1. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Cocok untuk investor dengan profil risiko rendah namun ingin imbal balik yang sedikit di atas reksadana pasar uang. Alokasi dana jenis reksadana ini adalah 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek utang atau obligasi. Saat imbal balik lebih tinggi maka otomatis risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang.

jenis reksadana

 

  1. Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)

Cocok bagi investor dengan profil risiko moderat hingga sedang. Alokasi dana dapat berbentuk saham dan dikombinasikan dengan obligasi. Punya risiko moderat namun juga tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap.

  1. Reksadana Saham (Equity Fund)

Jenis ini cocok bagi investor dengan profil risiko tinggi. Konsekuensinya mereka juga berpotensi mendapatkan imbal balik yang relatif tinggi. Alokasi dana 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas.

 

Dari empat jenis reksadana di atas, mana yang paling tepat untuk menyimpan dana darurat. Untuk persiapan dana darurat, maka syarat mutlak mudah dicairkan harus terpenuhi. Jadi, reksadana pasar uang adalah yang paling cocok untuk persiapan dana darurat ini. Selain mudah dicairkan, imbal baliknya juga tetap mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan deposito.