Alasan Trader Wajib Memahami Dampak Stimulus Fiskal

Nandini 12 Jan 2021 66

Pandemi Covid yang terjadi selama setahun belakangan tentu membuat perekonomian goyah. Oleh karenanya, pemerintah memberikan stimulus fiskal. Apa dampaknya bagi trader?

Dalam sistem perekonomian negara, pemerintah pasti memiliki sejumlah kebijakan ekonomi, yaitu kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Kebijakan-kebijakan ini nantinya akan memunculkan stimulus yang bisa berdampak bagi para pelaku ekonomi, termasuk trader. Nah dalam artikel kali ini, penulis akan mengulas mengenai stimulus fiskal. Apa saja dampaknya dan mengapa trader harus memahaminya?

Stimulus Fiskal

 

Mengenal Jenis-jenis Stimulus

Berbicara mengenai stimulus fiskal, kita tidak bisa lepas dari yang namanya kebijakan ekonomi. Sebab, stimulus ini  berkaitan dengan adanya kebijakan ekonomi, khususnya kebijakan makroekonomi. Stimulus sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu stimulus fiskal dan moneter.

Namun sebelum menjabarkan tentang stimulus fiskal, ada baiknya kita pahami dulu mengenai kebijakan ekonomi moneter dan kebijakan ekonomi fiskal.

Sementara itu, stimulus ekonomi adalah pemberian upaya atau dorongan terhadap kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi krisis ekonomi dan mempercepat pembangunan ekonomi. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, stimulus ekonomi dibedakan menjadi dua, yaitu stimulus moneter yang mengacu pada perubahan kebijakan moneter, serta stimulus fiskal yang mengacu pada hal-hal yang menyangkut kebijakan fiskal.

Sepanjang akhir tahun 2019 hingga saat ini, tampaknya berita mengenai stimulus fiskal sangat santer didengar. Lantas, stimulus fiskal apa sih yang diberlakukan oleh pemerintah?

Stimulus Fiskal

 

Stimulus Banyak Dikucurkan Selama Pandemi COVID-19

Selama pandemi COVID-19 berlangsung, banyak sekali sektor ekonomi yang lemah sehingga turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara. Untuk itu, pemerintah mulai gencar memberikan stimulus fiskal bagi masyarakat, sebab stimulus moneter sudah tidak begitu efektif. Adapun pemberian dorongan atau insentif dari sisi fiskal yang dilakukan pemerintah meliputi:

Stimulus fiskal memang penting dilakukan oleh suatu negara apalagi di tengah pandemi COVID-19. Tujuannya tak lain adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga tercipta kesan perekonomian tetap tumbuh. Dengan demikian, diharapkan investor tetap tertarik untuk menanamkan modal dalam sektor-sektor tertentu.

cara investasi selama pandemi(Baca Juga: Cara Investasi Di Tengah Krisis Corona)

 

Alasan Trader Harus Memahami Dampak Stimulus Fiskal

Pada dasarnya, stimulus fiskal akan mengakibatkan uang yang beredar di masyakarat jadi lebih banyak. Oleh karena itu, para investor akan segera menyelamatkan aset mereka sebelum terjadi inflasi. Dengan kata lain, mereka akan lari ke emas, sehingga harga emas pun naik.

Untuk trader forex sendiri, stimulus fiskal dapat mempengaruhi nilai tukar atau kurs mata uang. Dampaknya bisa Bearish atau Bullish. Lantas, seperti apa penjelasannya?

 

1. Dampak Bearish

Bearish adalah suatu kondisi di mana tren cenderung mengalami penurunan. Apabila pemerintah mengimplimentasikan stimulus fiskal, berarti uang beredar akan semakin banyak, masyarakat juga bisa memegang lebih banyak uang. Dengan demikian, mereka akan cenderung lebih boros dengan banyak belanja dan membayar jasa. Akibatnya, harga-harga pun meningkat.

Meningkatnya harga barang dan jasa di dalam negeri juga akan mempengaruhi harga ekspor. Naiknya harga barang atau jasa yang diekspor ini dapat menyebabkan persaingannya di kancah internasional makin tidak kompetitif dan mengurangi jumlah permintaan.

Belum lagi jika permintaan domestik meningkat pesat, tentu akan terjadi pertambahan impor, sehingga ekspor dan impor akan menjadi tidak seimbang dalam kurun waktu yang sama. Akibatnya, neraca dagang akan mengalami penurunan dan kurs Rupiah melemah.

Faktor pelemahan Rupiah(Baca Juga: Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Rupiah Melemah)

 

2. Dampak Bullish

Dampak nyata dari adanya stimulus fiskal adalah pemerintah menambah beban utang negara. Kenapa bisa?

Stimulus fiskal yang dilakukan pemerintah biasanya berupa pemotongan pajak dan pemberian subsidi yang tentunya membutuhkan banyak uang. Untuk itu, pasti negara akan melakukan utang sebagai sumber tambahan uangnya. Di sini, pemerintah akan banyak menjual obligasi atau surat utang negara, dimana calon pihak piutang akan membeli obligasi tersebut. Dengan demikian, mata uang pihak pemberi utang akan menguat sejenak.

Nah jika disimpulkan, dampak stimulus fiskal tidaklah besar. Dalam forex hanya ditampilkan dengan sinyal berwarna orange atau dua banteng. Itu karena kebijakan fiskal ini bersifat lagging bila dibandingkan dengan kebijakan moneter.

Kirim Komentar/Reply Baru


Apakah efektifitas kebijakan moneter terhadap pengendalian inflasi di indonesia?
Apakah efektifitas kebijakan moneter terhadap pengendalian inflasi di indonesia?

Nafa Okta 1 Mar 2018

Reply:

M Singgih (02 Mar 2018 05:12)

@ nafa okta:

Untuk mengendalikan inflasi di Indonesia, Bank Indonesia (BI) melakukan pengaturan suku bunga. Ketika inflasi dianggap telah melebihi target, BI akan mengurangi jumlah uang beredar dengan menaikkan suku bunga acuan. Sebaliknya jika inflasi dianggap rendah atau di bawah target, bank sentral akan menaikkan jumlah uang beredar dengan cara menurunkan suku bunga untuk mendorong aktivitas ekonomi. Target inflasi BI untuk tahun 2016, 2017 dan 2018 masing-masing sebesar 4.0%, 4.0% dan 3.5% dengan deviasi 1.0%.

Untuk penjelasan yang lengkap silahkan baca:
- Memahami Kebijakan Bank Sentral: Suku Bunga, Stimulus, Dan Intervensi
- Kebijakan Moneter Bank Sentral

Berpotensi Melemah, USD/CHF Sinyalkan Sell
Jujun Kurniawan 66
Forex  
Menuju Support 1, CAD/JPY Sinyalkan Sell
Jujun Kurniawan 54