Sekarang ini, generasi milenial mulai mendominasi. Para peneliti umumnya menyebut generasi yang lahir awal 1980-an sampai awal 2000-an masuk ke dalam generasi milenial. Seiring dengan masuknya generasi millenial ke usia produktif, keadaan sekitar pun berubah. Generasi millenial punya cara yang berbeda dalam menangani keuangan, memilih tren, gaya hidup, hingga karier.

Salah satu penyebab dari perubahan ini adalah mulai banyaknya generasi milenial yang enggan memulai kariernya dengan bekerja kantoran, apalagi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebaliknya, mereka lebih cenderung menyukai bekerja sebagai wirausaha. Apa alasannya?

 

Alasan Buka Usaha Sendiri: Milenial Inovatif Dalam Hal Bisnis Dan Teknologi

Jika diperhatikan dari sisi kematangan dalam mengambil keputusan, generasi Milenial lebih berani dalam mengambil risiko, suka berpetualang dan selalu siap untuk merebut peluang. Pola pikir kewirausahaan Milenial begitu kuat, sehingga generasi ini bahkan siap untuk meninggalkan pekerjaan reguler, bergaji tinggi, dan stabil, dan memilih startup yang mereka inginkan.

Generasi Millenial ialah jenis manusia yang berbeda, yang percaya mengetahui dan menjelajahi berbagai hal sendiri. Mereka tidak suka memiliki barang, baik itu rumah atau mobil. Menenangkan bukanlah pilihan bagi mereka yang berarti mereka lebih memilih mengambil dan lebih siap untuk melawan risiko. 

Anak Millenial Pilih Kerja Atau Usaha?

(Baca Juga: Pensiun Muda Bukan Hanya Mimpi)

 

Jadi Pengusaha: Harus Berani Keluar Dari Zona Nyaman

Individu dengan semangat wirausaha tidak bisa begitu saja melepaskan peluang di mana mereka dapat membentuk bisnis sendiri dengan keringat dan perjuangan sendiri. Jadi, itulah mengapa, setelah milenial menabung banyak uang, mereka memilih keluar sendiri untuk fokus pada bisnis yang mereka inginkan. Sifat 'tidak pernah puas' dan berani mengambil risiko lebih membantu mereka. Startup ini sendiri mempunyai esensi bahwa mereka akan menjadi "bos", itulah yang menggiurkan kalangan milenial.

Jadi para Generasi Millenial selalu mencari sesuatu yang baru (inovasi) dan menantang. Setelah beberapa waktu bekerja dan mempertahankan pekerjaan mereka, mereka sering bersiap untuk usaha yang sangat menantang. Munculnya beberapa startup inovatif selama beberapa tahun terakhir menunjukkan betapa banyak ide-ide inovatif milenial telah diajukan di berbagai sektor. Hal ini tak hanya membantu wirausahawan dan perusahaan mereka untuk berkembang, tetapi juga meningkatkan tingkat konsumsi pembeli, memberi mereka berbagai pilihan untuk memilih produk pilihan mereka. Hampir mustahil membayangkan perusahaan baru tanpa milenial. Untuk bermimpi, bercita-cita dan mengeksekusi, para pemula membutuhkan bakat yang giat dan enerjik.

gaji fresh graduate

(Baca Juga: Tips Cerdas Mengelola Gaji Untuk Fresh Graduate)

 

Milenial Menjadi Pekerja: Gaji Adalah Penentu

Terkait bekerja di perusahaan, terdapat banyak faktor yang menjadi pertimbangan milenial dalam memilih pekerjaan. Menurut penelitian dari Sea Group, faktor gaji menjadi pertimbangan nomor satu dengan persentase 83,7 persen. Di samping itu, faktor tentang teknis atau jenis pekerjaan sebesar 44,4 persen. Brand perusahaan, durasi waktu bekerja, dan lokasi pekerjaan yang memperoleh suara sekitar 23 persen.

Hal ini berarti, saat melihat lowongan pekerjaan, pertama kali yang dilihat ialah berapa besaran gaji, baru melihat faktor lain. Di samping gaji, fasilitas pengembangan diri menjadi salah satu penyebab milenial bertahan bekerja di suatu perusahaan. Masih menurut penelitian yang sama, pengembangan diri dan lingkungan kerja menjadi hal penting bagi milenial. Penyebabnya ialah karakter khas yang dimiliki generasi yang lahir medio 1980 - 1997, yakni connected, confident, dan creative. Selain itu, karakter kreatif, yang merupakan passion mereka, kemudian terbawa ke lingkungan kerja.

Survei tersebut juga menunjukan generasi milenial lebih suka bekerja dengan kebebasan untuk berkreativitas, fleksibilitas waktu dalam bekerja, dan bekerja secara tim. Bagi milenial, yang dikenal sebagai generasi dengan tingkat loyalitasnya rendah itu, meraih kesuksesan tidaklah mudah. Untuk meraihnya, dibutuhkan fokus, kerja keras, dan totalias. Karena kesuksesan tidak dapat diraih jika dijalankan setengah-setengah.

Baik menjadi pengusaha ataupun pegawai kantoran, manajemen keuangan yang baik adalah kunci dari kesuksesan finansial. Bagi kamu yang bergaji UMR, tak perlu bingung karena ada tips-tips mengelola gaji UMR yang bisa diterapkan pada kehidupanmu.