Analisa Multi Time Frame: Cara Konfirmasi Indikator BBMA OA

SAM 9 May 2018
Dibaca Normal 9 Menit
forex > indikator >   #analisa-teknikal   #indikator   #time-frame
Bagaimana cara konfirmasi indikator BBMA OA? Berikut akan diajarkan cara konfirmasi dengan analisa Multi Time Frame. Simak selengkapnya pada artikel berikut.

Indikator BBMA bisa digunakan untuk semua tipe trader dan di Time Frame manapun. Jika Anda mampu menjalankannya dengan sabar dan disiplin, maka saya rasa saat ini Anda sudah mampu memperoleh profit konsisten dari trading Anda. Lalu, bagaimana performa Anda sejauh ini dalam kegiatan trading dengan BBMA OA?

Setelah belajar bagaimana cara memasang dan menggunakan indikator BBMA OA, Anda akan belajar lebih lanjut tentang penggunaan indikator BBMA OA di artikel ini. Bahasannya sudah bukan lagi tentang cara mengenali sinyal, tapi bagaimana cara konfirmasi indikator BBMA OA. Caranya? Dengan analisa Multi Time Frame.

analisa multi time frame bbma oa 

 

Dasar Analisa Multi Time Frame

Analisa Multi Time Frame adalah suatu metode yang menggunakan lebih dari satu Time Frame untuk menganalisa harga di pasar forex. Jumlah Time Frame yang digunakan bermacam-macam, tapi dalam indikator BBMA OA, setidaknya diwajibkan menggunakan minimal 2 buah Time Frame.

Jika Anda paham dan mengamati pergerakan harga serta proses terbentuknya candle pada pasar, sebuah candlestick pada Time Frame besar terbentuk dari susunan beberapa candlestick Time Frame yang lebih kecil. Lihatlah contoh di bawah ini. Sebuah candlestick pada Time Frame H1, terdiri dari 4 buah candlestick penyusun di Time Frame M15. Itu berarti kalau 3 candlestick di H1, berarti terdapat 12 candlestick di Time Frame M15.

analisa-perjalanan-candle

Proses terbentuknya candlestick di Time Frame besar ini juga sering disebut dengan perjalanan candle. Anda juga bisa mengambil contoh dari kami. Pada salah satu analisa, kami mengaplikasikan analisa perjalanan candlestick pada Doji. Dari satu buah Doji yang terbentuk pada Time Frame D1, akan dicari tingkat kekuatan seller dan buyer pada Time Frame kecil seperti H4, H1, dan M15. Berikut analisa perjalanan candle:

  • 1 candlestick di Time Frame D1 terbentuk dari 6 candlestick di Fime Frame H4.
  • 1 candlestick di Time Frame H4, terbentuk dari 4 candlestick di Time Frame H1. Berarti, 1 candlestick D1 atau 6 candlestick H4 terbentuk dari 24 candlestick H1.
  • 1 candlestick di Time Frame H1, terbentuk dari 4 candlestick di Time Frame M15. Berarti 1 candlestick D1, atau 6 candlestick H4, atau 24 candlestick H1 terbentuk dari 96 candlestick M15.

Coba perhatikan gambar di atas, 1 buah candlestick di Time Frame D1, mampu menyajikan suatu cerita lain pada Time Frame lebih kecilnya. Seperti contoh pada Time Frame H4, terdapat sebuah candlestick Doji sekaligus Pin Bar. Pada Time Frame H1, terbentuk sebuah pola candlestick Bullish Engulfing, sedangkan pada M15 terbentuk pola candlestick Morning Star. Namun, apakah setelah itu harga menghentikan perjalanan turunnya? Tidak juga. Jika dilihat dari Time Frame H1, kenaikan kecil tersebut hanyalah sebuah pullback ke level Support yang baru saja tertembus, agar harga bisa melanjutkan penurunannya lebih jauh. Tanpa melihat ke Time Frame H1, mungkinkah Anda tahu kalau candlestick Pin Bar tersebut tidak valid?

 

Analisa Multi Time Frame Dengan Indikator BBMA OA

Jika sudah jelas dasar-dasar dan petunjuk pada analisa Multi Time Frame, mari saya jelaskan aplikasinya pada indikator BBMA OA. Dengan analisa Multi Time Frame, sinyal-sinyal dan setup di indikator BBMA OA dapat dikonfirmasi. Analisanya sendiri minimal menggunakan 2-3 buah Time Frame. Bahkan Anda juga bisa menggunakan 6 buah Fime Frame sekaligus. Jadi mari dimulai pembahasannya di setiap sinyal dan setup pada indikator BBMA OA.

 

Konfirmasi Extrem

Mari kita mengulang sedikit dari materi sebelumnya, Extrem adalah keadaan saat MA 5/10 keluar dari Top atau Low BB. Extrem yang baik memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

  • MA 5/10 yang keluar dari BB.
  • Candle Reversal yang Close dalam BB atau MA 5/10.
  • Adanya candle retest.

Bagaimana cara konfirmasi sinyal Extrem ini jika dilihat dari analisa Multi Time Frame? konfirmasi sinyal Extrem bisa didapat ketika  harga di Time Frame lebih kecil menunjukkan setup lengkap BBMA. Tidak percaya? Coba sekarang Anda lihat pada chart dan pastikan. Atau jika bingung, silahkan lihat contoh perbandingan chart M15 vs H1.

sinyal extrem validasi

 

Konfirmasi MHV

Terjadi pasca Extrem, MHV (Market Hilang Volume) adalah kondisi saat harga sudah tidak mampu lagi untuk melanjutkan perjalanannya. Dalam indikator BBMA OA, MHV terjadi saat harga tidak bisa meneruskan momentumnya di Top/Low BB. MHV sendiri memiliki banyak bentuk dan sangat susah untuk dikenali.

Lalu bagaimana cara konfirmasi sinyal MHV jika dilihat dari analisa Multi Time Frame? Pada sinyal MHV yang valid, tepat satu Time Frame di bawahnya akan terjadi sinyal Extrem. Coba perhatikan chart Anda atau simak contoh berikut.

contoh-validasi-mhv

Hal ini juga bisa berarti, saat MHV terjadi dan Extrem terjadi pada Time Frame di bawahnya, Extrem tersebut juga dapat dikonfirmasi dengan setup lengkap BBMA.

 

Berikut tabel koreksi konfirmasi MHV. tabel-mhv

 

Konfirmasi CSAK

Candlestick Arah Kukuh (CSAK) merupakan sinyal awal dari perubahan harga yang biasanya terjadi setelah Extrem dan MHV. Dalam indikator BBMA OA, CSAK juga menjadi salah satu pemandu dalam menentukan kemana market akan bergerak.

Bagaimana cara memastikan bahwa suatu CSAK itu valid? Hampir sama seperti MHV, Anda hanya harus mengamati satu Time Frame di bawahnya. Pastikan bahwa satu Time Frame di bawahnya tidak terjadi sinyal Extrem. Urutan Time Frame-nya pun sama dengan MHV.

Pada CSAK yang valid, satu Time Frame di bawahnya akan mengalami momentum pada Top/Low BB, sedangkan yang mengalami Extrem dianggap gagal dan akan berbalik.

 

Konfirmasi Reentry

Reentry adalah merupakan entry yang pasti sudah Anda tunggu-tunggu saat ini. Terdapat 2 macam Reentry pada BBMA, yaitu, Reentry setelah CSAK, maupun Reentry momentum. Jika dilihat dari perilaku candle, Reentry merupakan pullback yang terjadi pasca penembusan harga pada level Support maupun zona keseimbangan tertentu. Dalam BBMA OA pun sama: Reentry hanya ada pasca CSAK (perpindahan harga dari Top ke Low BB atau sebaliknya), dan CSM (pullback yang terjadi pasca penembusan Top/Low BB).

Lalu bagaimana dengan konfirmasi Reentry dengan analisa Multi Time Frame? Untuk Reentry ini agak sedikit merepotkan. Sebelum saya bahas lebih dalam, berikut saya berikan terlebih dahulu tabel koreksi konfirmasi.

tabel-reentry

Sekarang mari saya jelaskan kode pada tabel di atas. Kode konfirmasi Reentry pada indikator BBMA OA adalah RRE, REE, dan REM. R merupakan Reentry, E mewakili Extrem, dan M merujuk pada MHV. Misalkan terdapat Reentry pada Time Frame H4, maka Reentry tersebut valid dengan kondisi sebagai berikut.

 

  • Kode RRE = H1 sedang Reentry, M15 sedang Extreme.
contoh RRE
 
 
  • Kode REE = H1 sedang Extreme, M15 sedang Extreme.
contoh-r-e-e
 
 
 
  • Kode REM = H1 sedang Extreme, M15 sedang MHV.

contoh rem

Kolom berwarna kuning berisikan Time Frame Reentry yang akan dijadikan acuan open posisi. Sedangkan kolom berwarna hijau dan biru berisikan Time Frame yang digunakan untuk validasi sinyal Reentry. Tentu saja Anda juga bisa konfirmasi Extreme dan MHV pada Time Frame di bawahnya, tapi menurut ajaran Cikgu (....), analisa 3 Time Frame ini saja sudah sangat cukup untuk menghasilkan profit dengan entry akurat dan tingkat keberhasilan tinggi.

 

Tak Perlu Susah, Yang Penting Sabar Dan Disiplin

Bagaimana? Susah dan ribet bukan? Jika Anda berpikir analisa Multi Time Frame itu mudah, maka Anda salah besar. Tingkat kesabaran dan disiplin yang dibutuhkan untuk dapat memahami serta menguasai ilmu ini sangat tinggi.

Kesabaran dan disiplin adalah salah satu komponen trading yang paling susah untuk dikuasai. Jika semua trader sabar dan disiplin, tentu saja sudah tidak ada lagi yang mengalami Margin Call maupun Stop Out saat ini. Tapi nyatanya tidak bukan? Dalam indikator BBMA OA pun begitu, Anda sudah diminta untuk sabar, sabar, sabar dalam menunggu sinyal dan setup lengkap, tapi tetap saja masih mencoba-coba masuk dalam setiap Extrem dan MHV yang terbentuk. Rasa penasaran ini kadang menghasilkan profit, tapi mungkin lebih sering menghasilkan kerugian besar untuk Anda.

Saya paham dan mengerti keinginan Anda dalam menghasilkan uang yang banyak dan cepat. Apalagi setelah melihat ajaibnya indikator BBMA OA ini saat berada di pasar. Namun, itu saja belum cukup. Pengetahuan yang Anda pelajari pada dasar tersebut tidak lebih dari sehelai daun pada sebuah pohon besar. Saya mengerti karena saya juga mengalami masa yang sama seperti Anda. Terlebih lagi jika sudah melihat Extrem Buy/Sell yang terjadi. Tangan terasa gatal karena rasa ingin segera dapat masuk ke market untuk menghasilkan uang cepat.

Jadi bagaimana solusinya? Apakah tidak boleh masuk pada setiap setup dan sinyal yang ada di indikator BBMA OA? Apakah harus menunggu sampai setup lengkap BBMA muncul baru boleh trading? Yah, itulah sebabnya analisa Multi Time Frame ini dibahas; supaya dapat Anda gunakan untuk konfirmasi indikator BBMA OA. Anda juga bisa menggabungkan indikator ini dengan metode analisa Supply dan Demand atau Support dan Resistance, untuk memudahkan pemetaan titik Take Profit dan Stop Loss.

 

FAQ Analisa Multi Time Frame

 

1. Apa yang dimaksud dengan analisa Multi Time Frame

Merupakan metode yang menggunakan lebih dari satu time frame untuk menganalisa pasar forex. Umumnya menggunakan minimal 2 macam time frame.

 

2. Indikator apa yang bisa digunakan untuk analisa Multi Time Frame?

Ada beberapa macam indikator yang bisa digunakan, salah satunya adalah Indikator BBMA OA. Indikator ini mengharuskan trader menggunakan minimal 2 macam Time Frame.

 

3. Berapa jumlah Time Frame yang bisa digunakan untuk Indikator BBMA OA?

BBMA OA cukup fleksibel dan bisa digunakan dengan berbagai macam time frame. Umumnya analisa dengan indikator ini menggunakan minimal 2 hingga 3 Time Frame. Tetapi, jika memungkinkan trader juga bisa menggunakan 6 Time Frame sekaligus.

 

4. Bagaimana cara konfirmasi sinyal indikator BBMA OA?

Ada beberapa cara konfirmasi yang bisa dilakukan dengan indikator in

  • Konfirmasi extrem: Didapat saat harga Time Frame kecil menunjukkan setup lengkap BBMA.
  • Konfirmasi MHV: Merupakan kondisi saat harga sudah tidak mampu melanjutkan perjalanannya.
  • Konfirmasi CSAK: Adalah sinyal awal dari perubahan harga.
  • Konfirmasi Reentry: Ada dua macam konfirmasi Reentry, yaitu Reentry setelah CSAK dan Reentry Pullback.

 

5. Bagaimana cara mencari titik Take Profit dan Stop Loss pada Indikator BBMA OA?

Untuk memudahkan trader, penggunaan BBMA OA bisa digabungkan dengan metode analisa Supply dan Demand atau Support dan Resistance. Hal ini akan membantu trader saat mencari Take Profit dan Stop Loss pada analisa Time Frame.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Okky |  10 Apr 2012

malam master .. saya ingin menanyakan tentang analisa tehnikal by barchart ...apakah yang dimaksudkan short mid long average terimakasih

Lihat Reply [7]

hal itu adalah sentimen / teknikal  atau survei yang dilakukan oleh barchart

short  artinya jangka pendek kurang lebih-2 hari perdagangan
midel  jangka menengah kurang lebih selama sepekan
long  adalah jangka panjang, kurang lebih selama satu bulan
average artinya rata rata.

thanks

Basir   10 Apr 2012

Untuk Okky,

Short, Mid, Long tersebut merepresentasikan sentimen dalam jangka waktu tertentu. Short adalah sentimen untuk jangka waktu yang pendek (biasanya berlaku untuk timeframe H4 kebawah). Mid adalah sentimen dalam jangka waktu menengah (berlaku untuk timeframe H4 hingga Weekly) dan Long adalah sentimen untuk jangka panjang (timeframe Weekly hingga Monthly).

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   11 Jul 2019

walau tidak 100% anda bisa melihat hasil dari persentase analisa tersebut. dan tetap gunakan analisa anda juga.

Thanks

Basir   9 May 2012

Untuk Adi Ms,

Keakuratan analisa dimana saja tentu sangat relatif. Dalam hal ini, Anda wajib menyelaraskannya dengan strategi trading Anda sendiri. Gunakanlah analisa dan rekomendasi yang tersaji sebagai bahan acuan dan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan trading.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   27 Aug 2019

Klo blh tau master, analisa teknikal yg di terbitkan barchart.com tiap harinya, tingkat akurasinya berapa persen ya? trims

Adi Ms   9 May 2012

Ada 3 jenis chart forex yang dikenali, namun yang sering digunakan yaitu jenis candlestick dan line chart. Kenpa bar chart jarang dipakai oleh trader, padahal daripada line chart, bar chart memuat lebih banyak informasi?

Karen   15 Jul 2022

@Karen: Kenpa bar chart jarang dipakai oleh trader, padahal daripada line chart, bar chart memuat lebih banyak informasi?

Ada 2 alasan, pertama adalah kenyamanan dan kebiasaan.

Secara tampilan, grafik candlestick lebih jelas dengan visualiasi bearish (merah) dan bullish (hijau). Selain itu, jenis grafik candlestick menjadi jenis grafik default di banyak platform charting dan trading seperti metatrader dan tradingview.

Bar chart adalah grafik paling populer di Amerika Serikat (AS) namun tidak populer di Eropa dan Asia. Bar chart lebih unggul dari segi informasi dibandingkan line chart yang hanya memuat harga penutupan atau harga pembukaan.

Adapun line chart tidak populer digunakan pada grafik harga melainkan pada data ekonomi seperti data inflasi, NFP, GDP, suku bunga, dst.

Kiki R   16 Jul 2022
 Yuri Wijayanto |  11 Jun 2012

Menurut master, biasanya para big player menggunakan indikator teknikal apa? di tf berapa?

Lihat Reply [21]

@ yuri wijayanto:
Dari info yang saya dapatkan, kebanyakan trader profesional dan big boys hampir tidak menggunakan indikator teknikal kecuali moving averages untuk mengetahui harga rata-rata dalam periode tertentu dan arah trend. Hal itu disebabkan karena mereka tahu bahwa hampir semua indikator teknikal selalu terlambat dalam merespons pergerakan harga pasar. Time frame trading biasanya di tf tinggi (H4, daily, weekly), dan untuk tools biasanya menggunakan Fibonacci retracement dan pivot.

M Singgih   1 May 2016

Apa trik yg dipakai steve cohen main forex bos ku ?? Dan selain moving average apa gak ada trik lain untuk mengetahui posisi sell atau buy agar terkonfirmasi ke kita untuk masuk pasar dn mengambil posisi??

Fan   2 May 2019

Mengenai strategi trading Steve Cohen, silahkan baca: Investing: What is Steve Cohens Trading Strategy? 

- …. selain moving average apa gak ada trik lain untuk mengetahui posisi sell atau buy agar terkonfirmasi ke kita untuk masuk pasar dn mengambil posisi?

Yang akurat adalah dengan mengamati price action yang terbentuk, dan dikonfirmasi oleh indikator teknikal.

M Singgih   8 May 2019

Apakah trader forex kelas george soros juga menggunakan indikator teknikal pada saat trading? Apakah indikator teknikal hanya digunakan oleh trader-trader kecil saja?

Sandra   27 Sep 2022

Seperti yang sudah disebutkan di atas, trader besar dalam hedge fund seperti steve cohen juga menggunakan indikator teknikal.

Kiki R   28 Sep 2022

Apakah para big player dan market maker di forex itu sama saja? Dan apakah mereka benar-benar membuat harga yang mereka inginkan? Thanks

Marawi   17 Oct 2022

Sama saja, pada dasarnya sebutan big player, market maker, big boys, whale, dst mempunyai makna yang sama.

Sebutan ini disematkan kepada suatu institusi/organisasi/bank yang mempunyai modal sangat besar dan melakukan transaksi di pasar forex dengan volume transaksi yang sangat besar.

Contoh big player di pasar forex adalah JPmorgan, Deutche Bank, UBS, XTX Markets, Citigroup, Bank of America, Goldman Sachs, dan HSBC.

Kiki R   18 Oct 2022

Jika para market tidak bisa diprediksi. Lantas, bagaimana cara para big player ini mempengaruhi/menggerakkan harga di market?

Erlingga   21 Nov 2022

Big player mempengaruhi/menggerakkan harga di market dengan melakukan pembelian/penjualan secara besar-besaran melalui jaringan interbank.

Mekanisme pasar adalah permintaan dan penawaran. Sell dan buy.

Jika volume seller lebih besar daripada volume buyer, maka harga akan turun. Sebaliknya, jika volume buyer lebih besar daripada seller maka harga akan naik.

Semakin tinggi perbedaan seller dan buyer maka semakin kuat pergerakan harganya.

Anda bisa melihat fenomena ini saat terjadi news besar dimana terbentuk candle yang panjang dan searah.

Kiki R   21 Nov 2022

@ Marawi:

Big player adalah bank-bank besar, hedge fund manager besar, dan juga institusi keuangan besar. Mereka memang market maker dan bisa mengatur harga seperti yang diinginkan, tetapi jumlah atau ukuran lot transaksinya harus super besar dan tidak mudah dilakukan. Jika ingin mengatur harga harus dengan sindikasi dari beberapa big player seperti ketika George Soros membuat nilai tukar GBP melemah tajam.

M Singgih   15 Dec 2022

Ya, para trader forex kelas kakap itu juga menggunakan indikator teknikal. Hanya saja, ada perbedaan antara indikator teknikal yang digunakan oleh mereka dan yang dipakai trader kelas teri seperti kita. 

Apa bedanya? Antara lain...

  • Umumnya mereka membuat indikator teknikal mereka sendiri yang di-copyright khusus, bukan menggunakan indikator teknikal pasaran seperti yang tersedia untuk publik seperti setting default metatrader. Indikator teknikal itu juga nggak asal bikin, melainkan hasil kerja analis teknikal, matematikawan, ahli statistik, dll yang lulusan universitas ternama dunia seperti MIT dan lain-lain.
  • Mereka bukan hanya memasang indikator teknikal sendiri, melainkan juga dilengkapi dengan algoritma canggih yang bisa memberi notifikasi atau bahkan mengeksekusi entry/exit/hedging/cut loss secara otomatis.

Salah satu contoh yang paling legendaris adalah Jim Simmons, seorang matematikawan lulusan Berkeley dan MIT. Ia menggalang tim untuk membuat sistem trading kuantitatif menggunakan model matematis dan algoritma untuk mengelola hedge funds bikinannya, sehingga mendapatkan julukan manajer hedge fund paling sukses sepanjang masa di Wall Street.

Aisha   19 Dec 2022

Kalau buat indikator itu gimana caranya kak? Apakah harus punya skill pemrogaman?

Bambang   4 Jan 2023

@Bambang:

Untuk membuat indikator, yang diperlukan bukan skill pemrograman, melainkan aneka skill seperti forecasting (salah satu cabang dalam statistika), modelling matematis (mathemathical modelling), dan seterusnya.

Indikator teknikal itu kan dibuat agar mampu membaca pola-pola pergerakan harga historis, untuk kemudian diterapkan untuk memaca kondisi pasar saat ini dan memprediksi kondisi pasar mendatang. Apakah skill pemrograman saja bisa melakukan itu? Tentu saja tidak.

Matematikawan gaek seperti Jim Simons itu malah bisa bikin formula indikator sendiri, lalu (seandainya nggak bisa programming) merekrut orang IT yang bisa membuat algoritmanya buat dia. Tapi orang IT pure seperti Mark Zuckerberg itu belum tentu bisa bikin formula sendiri. Padahal, poin paling penting dalam suatu indikator adalah formulanya.

Gambaran kasarnya begini: Yang terpenting dari pembuatan indikator Moving Averages (misalnya), bukanlah garis MA panjang yang kelihatan di monitor platform trading kita. Yang terpenting dari pembuatan indikator Moving Averages adalah formula ini:

MA = (n1 + n2 + n3 + …) / n

di mana n adalah jumlah periode, sedangkan n1 dan seterusnya adalah data harga per periode.

Setelah ada rumusan seperti itu, kita bisa langsung menggunakannya untuk analisis teknikal atas data pergerakan harga di pasar. Itulah yang dilakukan oleh para trader dunia sebelum ada komputer, internet, dan teknologi online trading.

Setelah ada teknologi online trading, rumusan-rumusan seperti itu barulah dibuatkan software-nya agar kita bisa trading otomatis tanpa perlu menghitung manual sendiri.

Aisha   4 Jan 2023

Ooo mereka bukan pakai sistem robot gt ya pak? Apa memang manual para hedge manager tersebut?

Marawi   5 Jan 2023

Apakah transaksi mereka dilakukan secara manual seperti trader retail pada umumnya?

Marawi   5 Jan 2023

@ Marawi:

Menurut saya perusahaan hedge fund dan juga para hedge fund manager tidak menggunakan robot trading. Mereka adalah bagian terbesar yang menentukan pergerakan harga. Biasanya mereka masuk pasar berdasarkan isu-isu fundamental ekonomi.

 

M Singgih   5 Jan 2023

Jawaban untuk Marawi:

  • Apakah transaksi mereka dilakukan secara manual seperti trader retail pada umumnya?

Tidak, para big player ini mengeksekusi posisi langsung ke jaringan interbank.

Trader retail tidak punya akses langsung ke jaringan interbank karena membutuhkan deposit yang sangat besar.

Apakah mereka menggunakan indikator teknikal?

Ya, tapi trading mereka berbeda dengan retail karena mereka trading dengan sangat besar maka mereka butuh liquidity yang besar untuk masuk ke market.

Kiki R   8 Jan 2023

Erlingga:

Cara Big Player menggerakkan harga kurang lebihnya sama dengan kita trader retail pada umumnya yaitu dengan melakukan transaksi jual beli. Yang membedakan kita dan mereka hanyalah ada pada Volume transaksi yang dapat dilakukan oleh mereka yang nilainya mungkin sangat jauh dari kemampuan trader retail. Namun karena banyaknya dana ini bukan berarti mereka juga bisa seenaknya. Dalam transaksi forex secara umum, jika ingin membeli maka harus ada penjual terlebih dahulu.

Begitu pula sebaliknya, harus ada pembeli terlebih dahulu sebelum mereka dapat menjual. Karena transaksi mereka besar, maka pertukaran ini juga memerlukan nilai yang besar di sisi lainnya. Anggap saja mereka ingin membeli dengan jumlah yang besar, maka harus ada penjual dengan jumlah yang besar pula yang tersedia. Di sinilah kesulitan yang muncul saat bapak menjadi Big Player.

Nur Salim   26 Jan 2023

Apakah mungkin para Big Player ini juga menggunakan robot untuk transaksi trading mereka pak atau justru mereka murni manual ya?

Moch Amri   29 Jan 2023

Moch Amri:

Seperti halnya ritel, para Big Player bisa trading manual maupun dengan menggunakan robot. Lembaga keuangan multinasional besar bisa punya beberapa desk sekaligus dengan tanggung jawab berbeda-beda: ada desk algo-trading, desk fundamental, desk teknikal, dst.

Aisha   1 Feb 2023

Jawaban untuk Moch Amri:

Big player saat ini sudah banyak menggunakan Algo dalam trading. Algo ini bukan seperti robot atau EA yang biasa digunakan sama trader retail.

Algo lebih kompleks dengan menggunakan analisa kuatitatif. Trading algo saat ini banyak digunakan di low time frame yang biasa disebut HFT (high frequency trading).

Namun bukan berarti mereka semua pakai algo, masih ada di trading desk mereka trader manual yang mereka latih untuk trading big money.

Kiki R   4 Feb 2023
 Budi Aswoko |  13 Jun 2012

kalo sy lihat di analisa teknikal Selasa tgl 12 JUni 2012 di web ini signal itu SELL tapi knpa kok satu hari itu justru trendnya BUY,..mgkin sy gak tau cara membaca analisa itu ataou salah membacanya...mohon pencerahannya....

Lihat Reply [22]

Analisa tersebut menggunakan D1 dan perlu diwaspadai bahwa posisi candle masih menunjukan  Bearish. Candle D1 digunakan untuk long term.

Thanks

Basir   13 Jun 2012

@Budi Aswoko: Trend naik/buy artinya kecenderungan harga sedang naik dan posisi ideal adalah buy. Namun harga yang naik bukanlah linier, melainkan membentuk gelombang sehingga terdapat impulse (pergerakan harga yang searah trend) dan koreksi (pergerakan harga yang berlawanan trend). Inilai alasan kenapa dalam trend buy tapi bisa memberikan signal sell. Hal ini berarti harga sedang koreksi sehingga bisa dilakukan sell terlebih dahulu sebelum nanti di-buy.

Terima Kasih.

Kiki R   26 Sep 2019

Hal yang perlu diperhatikan :
1. Adakah berita Yang akan dirilis ?
2. Dipasar Eropa, Mata uang bergerak Ekstrim. Dan dipasar Amerika, biasanya akan terus berlanjut. Misal EUR/USD di pasar Eropa Turun 50-60 Pips, dan biasanya di pasar amerika akan terus berlanjut. Sekalipun tidak selalu, maka perhatikan data EUR di sesi Eropa dan dan USD di Amerika.
3. Pergantian dari pasar Asia ke Eropa, Eropa ke Amerika sering terjadi pergerakan mata uang antara 20 - 30 pips.

Thanks

Basir   20 Aug 2013

@badai: Analisa teknikal yang digunakan mengikuti aturan TLS (trend, level, signal):

1. Membaca trend. Perhatikan trend yang sedang terjadi apakah sedang trend turun, trend naik atau sedang sideways.

2. Level (Zona support dan resisten atau zona supply and demand). Perhatikan area SnR dan SnD yang sedang diuji. Pengambilan entry dilakukan di dalam area ini menunggu signal valid.

3. Signal entry. Gunakan candlestick sebagai sinyal yang valid, khususnya candlestick H4.

Terima Kasih

Kiki R   7 Nov 2019

Dalam hal ini, ada baiknya memahami karakter, kelebihan dan kekurangan diri.

Dari gambaran ini anda bisa mengukur dimana posisi anda.

Jika posisi anda ada di Day trader, maka anda perlu memahami cara trading sistem/ analisa Day trader.

Contohnya: Day Trader.

Jadi langkah pertama anda menentukan tipe atau karakter anda.

Thanks.

Basir   15 May 2015

@Amidah:

Analisa teknikal bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
1. Dengan membuat acuan-acuan yang bersifat leading seperti menarik garis support dan resistance atau menentukannya dari level pivot, menarik level Fibonacci (retracement atau expansion), menarik garis trend dan channel, melihat pola-pola chart, dsb.
2. Dengan menerapkan indikator teknikal, yang banyak memberikan acuan tetapi bersifat lagging (cenderung terlambat direspons pasar). Jenis indikator sendiri terdiri dari 2 macam yaitu yang digunakan untuk identifikasi trend (moving averages atau MA, ADX dsb) dan untuk menentukan momentum  yaitu indikator oscillator (RSI, stochastics, dsb).

M Singgih   16 May 2015

Untuk Fran

Day Trade Limit adalah teknik analisa dengan menggunakan acuan trend candle sebelumnya (bearish/bullish) dan menggunakan momen open posisi pada saat terjadi koreksi. Contohnya :

Intinya anda membuar order pending SELL LIMIT untuk trend turun. Sementara anda membuat order BUY LIMIT untuk trend naik.

Thanks.

Basir   18 Oct 2016

@ RenStev:

- 1. Kalian pakai indikator apa saja dlm analisa

Untuk analisa teknikal, indikator yang digunakan ada 3 jenis. Sesuai dengan prioritasnya, urutannya adalah sbb:

1. Indikator yang menunjukkan arah trend. Yang sering digunakan adalah moving average, MACD, ADX, parabolic SAR.
2. Indikator yang menunjukkan momentum, yaitu RSI, stochastic, CCI.
3.Indikator yang menunjukkan volatilitas (sekaligus range), yaitu Bollinger Bands, ATR (Average True Range).

Perlu diketahui bahwa garis support dan resistance (termasuk trend line), dan juga Fibonacci serta pivot point bukan indikator, melainkan alat bantu (tools) dalam menentukan support dan resistance.

- 2. Metode analisa teknikal sprt apa yg kalian

Dalam analisa pergerakan harga, pertama kali harus mengetahui kondisi arah pergerakan, apakah trending atau sideways. Oleh karena itu prioritas pertama adalah mengetahui arah trend dengan mengamati indikator trend.

Setelah tahu arah trend, untuk entry tunggu saat atau momentum yang tepat, dengan mengamati indikator momentum.
Setelah tahu level entry yang tepat, Stop Loss (SL) dan Target Profit (TP) ditentukan berdasarkan volatilitas pergerakan harga saat itu, yang mengacu pada level-level support dan resistance. Jika volatilitas sedang tinggi, SL dan TP tentu akan lebih besar ketika volatilitas rendah.

- 3. Dalam membuat keputusan sblm place order Buy/Sell, urutan indikator apa saja yg kalian pakai utk ambil keputusan?

Urutan berdasarkan pengamatan trend, kemudian momentum, seperti pada jawaban point 1 dan 2.
Misal saat ini disimpulkan sedang uptrend, keputusan tentunya entry buy. Tetapi kapan entrynya, tunggu momentum yang tepat seperti yang ditunjukkan oleh indikator momentum.

- 4. Adakah bacaan/sumber yg bisa saya baca yg menjelaskan langkah/urutan indikator yg dipakai dlm Analisa Teknikal?

Sebenarnya urutan seperti yang Anda maksud bisa disimpulkan sendiri. Untuk entry Anda tentunya harus tahu arah trend dulu, baru cari momentum yang tepat. Kalau ingin yang spesifik, sebelum melihat arah trend, tentukan dulu level-level support dan resistance, bisa dengan garis horisontal atau garis trend, atau Fibonacci retracement. Dengan mengetahui support dan resistance, Anda akan mudah menentukan SL dan TP pada saat entry.

M Singgih   28 Nov 2018

@ Yudi:

1. Pin bar bisa dilihat (diamati) pada semua time frame dan sering kali valid jika terkonfirmasi oleh indikator teknikal. Pin bar adalah formasi candle yang terbentuk akibat dari pergerakan harga, jadi tidak dipengaruhi oleh indikator apapun. Justru penunjukkan indikatornya yang akan dipengaruhi oleh formasi candle tersebut. Pin bar adalah obyek yang diukur sedangkan indikator adalah alat pengukurnya.

2. Scalper biasanya trading di time frame M30 (30 menit), M15 atau M5:

  • Amati price action yang terbentuk, dan untuk konfirmasi:
  • Gunakan indikator trend MACD dengan setting default.
  • Indikator oscillator RSI atau stochastic: untuk RSI periode 9, untuk stochastic periode 5,3,3.
  • ema 8 dan ema 21 sebagai resistance dan support dinamis.
  • Optional: bisa juga ditambah indikator parabolic SAR.
  • Untuk menentukan level resistance dan supporrt, jika kesulitan karena tidak tampak jelas bisa menggunakan bantuan Fibonacci retracement atau expansion.
M Singgih   20 Dec 2017

malam master, analisa teknikal website ini memang lumayn akurat, tapi yang saya pengin tahu, bagaiman cara menganalisanya, bukan hasil dari anlisa, maaf sebelumnya master, saya masih haus ilmu,

Badai   20 Aug 2013

Selamat pagi pak.saya mau tanya.cara analisa teknikal bagaimana caranya ya. tolong beri tahu cara hitungnya dan grafikny yang di pakai apa saja.MA atau yang lain.makasih

Amidah   9 May 2015

Sore Admin dan Member yg lain. Ijinkan Newbie mengais info dmari. Saya mau tanya,  karena ada puluhan-ratusan indikator dalam analisa teknikal. 

1. Kalian pakai indikator apa saja dlm analisa 

2. Metode analisa teknikal sprt apa yg kalian 

3. Dalam membuat keputusan sblm place order Buy/Sell, urutan indikator apa saja yg kalian pakai utk ambil keputusan? Misal, cek MA dlu, lalu cek RSI, 

4. Adakah bacaan/sumber yg bisa saya baca yg menjelaskan langkah/urutan indikator yg dipakai dlm Analisa Teknikal? 

Dlm menjawab pertanyaan datas, kesampingkan dlu Analisa Fundamental (News).

Terimakasih sebelumnya. 

RenStev   23 Nov 2018

Master sya kan suka belajar trader scalper ..

1. Gimna caranya untuk melihat TF pada pergerakan pin bar dan kalau TF 10 menit di pasang indikator SMA period 20 + bollinger bands period 14 mempengaruhi ga ke pin bar ..
 
2 . Solusi untuk trader scalper dengan menggunkan anaisa teknikal dan apa aja untuk di pelajari ?.
 
Trimakasih 
Yudi   18 Dec 2017

Apakah ada buku trading yang membahas belajar analisa teknikal ntuk pemula master? Minta rekomendasinya...

Kelvino   8 Aug 2022

@Kelvino: Ada, saya menyarankan membaca buku Technical Analysis for Dummies dan Getting Started by Barbara Rockefeller in Technical Analysis by Jack Schwager.

Buku ini cukup bagus karena membahas hal-hal yang mendasar dalam trading.

Selain dua buku di atas, ada 3 buku textbook analisa teknikal yang bisa Anda baca.

  • "Technical Analysis of the Financial Markets" by John J. Murphy
  • "Technical Analysis Explained" by Martin Pring
  • Technical Analysis of Stock Trends by Robert D. Edwards, John Magee

Ketiga buku ini digunakan sebagai buku rujukan pada organisasi teknikal yang populer yaitu International Federation of Technical Analysis (IFTA).

Kiki R   10 Aug 2022

Strategi apa yang biasanya digunakan oleh trader-trader sukses ya pak? Lalu apakah kita juga bisa sukses dalam trading jika menggunakan strategi tersebut?

Nindy Dewi   14 Aug 2022

Semua strategi yang banyak beredar di buku-buku, artikel internet, video youtube, itu hampir semuanya bersumber dari pengalaman para trader yang berhasil menggunakan strategi tersebut. Jadi, strategi yang biasa dipakai trader sukses di dunia ini bukan hanya satu atau dua, melainkan bisa ribuan atau bahkan jutaan.

Bahkan, tiap trader bisa membuat strategi suksesnya sendiri. Syaratnya, sang trader itu harus benar-benar memahami dunia trading dan sudah punya banyak pengalaman pada akun riil maupun simulasi (demo). 

Kalau kamu mau sukses, sebaiknya pelajari dunia trading dengan tekun. Studi pengalaman dan strategi para trader sukses juga. Lalu buatlah strategi sendiri yang cocok buatmu.

Perlu diketahui, trader amatiran yang cuma mencontek strategi trader lain itu belum tentu sukses. Kenapa? Karena si trader amatir itu tidak punya wawasan dan pengalaman yang sama dengan si trader sukses. Si trader amatir itu juga mungkin punya kebiasaan, teknis pengambilan keputusan, toleransi risiko, dan kondisi psikologis yang berbeda dengan trader sukses yang dicontoh. Jadi, hasil trading-nya pasti berbeda meski menggunakan satu strategi yang sama.

Aisha   16 Aug 2022
apakah yg dimaksud dengan analisa teknikal day trade limit? Atau day limit? Terima kasih
Fran   16 Oct 2016

Ada buku dari pakar Indonesia, berbahasa Indonesia juga, yang bisa jadi bahan belajar pemula. Judulnya Workbook Analisa Teknikal, penulisnya Ryan Filbert. Cari aja di gramedia, online dan offline pasti ketemu.

Nuriah   15 Dec 2022

@Nindy Dewi: Strategi trading yang digunakan oleh trader sukses sangat beragam. Ada yang muni teknikal, ada yang murni fundamental dan ada yang menggabungkan kedua.

Setelah membaca buku-buku wawancara trader sukses seperti Market Wizard yang ditulis oleh Jack Schwager, saya menyadari bahwa yang membuat mereka profitable bukanlah strateginya.

Betul strategi trading penting, tapi tanpa psikologi dan money management yang benar, strateginya tidak akan berhasil.

Sebagai contoh, trader A dan trader B menggunakan strategi yang sama, yaitu strategi price action.

Walaupun strateginya sama, tapi salah satu bisa sukses dan satunya tidak. Kenapa?

Karena dalam strategi tersebut banyak sekali detail-detail yang dipelajari. Belum lagi dengan psikologis keduanya, apakah psikologisnya bagus.

Terakhir, apakah menggunakan money management yang benar?

Semua ini bisa mempengaruhi performa trading dari keduanya.

Oleh karena itu, daripada fokus melihat ke luar, lebih baik fokus pada sistem trading yang kita gunakan.

Evaluasi kembali kesalahan-kesalahan yang masih sering terjadi. Cek lagi apakah money managementnnya sudah benar.

Kiki R   17 Dec 2022

Syarat apa yang kira-kira dibutuhkan agar bisa menjadi analis di web2 ataupun forum terkenal ya pak? apakah perlu suatu sertifikasi atau semacamnya?

Nevinne C   21 Dec 2022

Hal itu tergantung pada web atau forum yang Anda maksud.

Apabila web milik lembaga keuangan seperti bank atau broker, maka Anda harus terlebih dahulu bekerja pada lembaga keuangan tersebut, serta mengantongi sertifikasi analis atau sertifikasi lain yang dibutuhkan.

Apabila web milik media massa seperti Kontan atau Bisnis, maka Anda mungkin tidak harus memiliki sertifikasi tertentu, tetapi harus pernah menempuh pendidikan/pelatihan dan memiliki pengalaman kerja yang relevan.

Apabila web milik umum, maka siapa saja dapat memaparkan analisis mereka tanpa perlu kualifikasi apapun. Contohnya kaskus, forexfactory, dll.

Aisha   21 Dec 2022
 Abraham |  31 May 2015

permisi pak, saya mau tanya bagaimana cara menggabungkan indikator MACD dan MA agar menjadi satu. dulu kayaknya cukup di drag bisa sekarang kok enggak bisa? terimakasih.

Lihat Reply [23]

Coba download MT4 IBFX.COM.AU, disana banyak indikator yang sudah digabung (oplosan), seperti yang anda harapkan.

Thanks.

Basir   5 Dec 2013

@ aminur:
Caranya (pada platform Metatrader):
1. Tampilkan indikator MACD
2. Masuk ke: View - Navigator - Indicators - Trend - Moving Average
3. Drag & drop ‘Moving Average’ ke window indikator MACD
4. Setting indikator Moving Average tsb sesuai dengan keinginan, dan pilih Apply to : Previous Indicator’s Data
5. Klik ‘OK’
Berikut contoh tampilan simple moving average (sma) 55 pada indikator MACD:

SMA 55 pada indikator MACD
Semoga bisa membantu.

M Singgih   5 Aug 2015

Ada kemungkinan indikator yang anda gunakan berbeda dengan indikator yang dulu dipakai. Dan untuk sekarang platfom / mql berbeda, dulu mql4, sekarang Mql5.

Thanks

Basir   3 Jun 2015

Tambahan,

Biasanya, Kalau mau gabungin beberapa indikator dalam satu windows, caranya pasang indikator pertama, kemudian buka jendela navigator. Lalu drag indikator yang ingin digabung ke jendela indikator yang pertama.

Indikator yang akan digabung harus dari jendela navigator, bukan dari menu indicators.

Thanks.

Basir   3 Jun 2015
ada yang menyebutkan kalau nggak semua indikator bisa digabungkan dalam 1 window. kira2 indikator mana saja yg bisa & nggak bisa? dan kenapa bisa ada yg nggak bisa digabungkan?
tx
Arvindo   3 Jun 2015

Untuk hal ini perlu dicoba satu persatu. menurut kami bisa digabungkan, jika tidak kemungkinan terjadi penumpukan.

Thanks

Basir   5 Jun 2015

@ abraham:
Bisa Pak, ini contoh penggabungan MACD dengan MA (dalam hal ini simple moving average atau sma), masing-masing untuk MACD traditional (dalam bentuk kurva dan + OSMA) dan MACD dari MT4 (dalam bentuk histogram).



Caranya: pertama tampilkan indikator MACD, kemudian masuk ke View - Navigator - Indicators - Moving Average, kemudian drag ke window indikator MACD, dan pada kolom “Apply to” pilih yang “Privious Indicator’s Data”.

          


M Singgih   10 Jun 2015

@ arvindo:
Setahu saya semua indikator yang ditampilkan di window dibawah chart harga misalnya ADX dan indikator oscillators (RSI, CCI, stochastics) bisa digabungkan dengan indikator yang biasanya ditampilkan di chart harga misalnya moving averages, Bollinger Bands, Standard Deviation dan Envelopes. Memang ada yang tidak bisa digabungkan misalnya indikator ichimoku, tetapi indikator yang simple dan umum digunakan rata-rata bisa digabung. Memang ada yang tidak bisa digabungkan dengan pertimbangan kegunaannya, misalnya apa gunanya mengukur titik-titik parabolic SAR dari indikator RSI?


M Singgih   10 Jun 2015

Saya tadi juga mencoba menggabungkan indikator stochostic dgn bolinger band masih tetap gak bisa.... Ada cara lain gak pak

Eko S   31 Dec 2018

Untuk Eko S,

Setau saya dulu memang bisa untuk menggabungkan beberapa indikator (misal Stochastic dengan Moving Average, RSI dengan P Sar, dll) didalam satu window. Namun kini setelah saya coba, hanya indikator tertentu saja yang dapat dikombinasikan ke dalam satu window. Apakah mungkin karena terdapat pembaruan dari sistem MQL atau bagaimana? Entahlah, saya tidak tau alasan pastinya kenapa kini tidak dapat menggabungkan beberapa indikator diluar chart window.

Indikator yang dapat digabungkan adalah indikator yang secara default memang diletakkan diluar chart window (window yang berisi grafik/candlestick harga). Indikator tersebut seperti ADX, AO, MaCD, OsMA, RSI, RVI, Stochastic, dll. Sehingga indikator tersebut dapat digabungkan dalam satu window. Misal, Stochastic dengan RSI. MaCD dengan RSI, ADX dengan MaCD, dll.

Sementara indikator yang secara default, penempatannya berada didalam chart window (seperti Bollinger Band, Fractals, Ichimoku, Moving Average, Parabolic Sar, dll) tidak dapat digabungkan dengan indikator manapun kecuali dengan sesamanya. Sehingga kini penggabungan indikator Stochastic atau RSI dengan Moving Average diluar chart window sudah tidak memungkinkan lagi.

Namun pada versi Meta Trader mobile (Android atau iOS), Anda masih dapat menggabungkan indikator apapun di dalam satu window (baik didalam atau diluar chart window).

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   31 Dec 2018

@Eko bisa mas, saya udah coba di laptop semua bisa digabungkan ikuti seperti contoh yg dilakukan Master @m singgih kayaknya master @m singgih tau segalanya tentang trading forex kayak lampu aladin, apapun pertanyaan pembaca pasti dijelaskan dengan detail, mantap Master, saya mewakili newbie-newbie mengucapkan Terima kasih banyak buat para master-master semuanya. Salam Profit.

Rendy Shahputra   8 Oct 2019
terima kasih info untuk menggabungkan indikator
Aan   4 Mar 2020

@ Putranto:
Bisa langsung entry ketika kurva MACD telah memotong kurva sinyal, tidak perlu menunggu kurva MACD bergerak diatas atau dibawah level 0.00, tetapi sebaiknya dikonfirmasikan dengan indikator lainnya (misal ADX untuk konfirmasi trend), dan price action-nya.
Sebagai contoh, pada chart EUR/USD dibawah ini kita bisa entry buy ketika kurva MACD telah memotong kurva sinyal dari bawah dan bergerak diatasnya, dan indikator ADX berwarna hijau yang menunjukkan dominan bullish. Selain itu, harga juga tidak menembus level support 1.0800 dan terbentuk bullish engulfing bar.  (lihat area warna kuning):


Kalau Anda perhatikan, ketika kurva MACD telah memotong kurva sinyal dari bawah maka jarak antara ema 12 dan ema 26 yang meruppakan komponen utama MACD makin menyempit, dan histogram OSMA yang merupakan selisih antara MACD dan sinyal berada diatas level 0.00. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen bullish sedang dominan.

Ketika ema 12 dan ema 26 berpotongan, maka kurva MACD tepat berada pada level 0.00, dan ketika MACD bergerak diatas level 0.00 berarti sentimen bullish semakin kuat, hal ini tampak dari garis histogram ADX yang berwarna hijau dan makin tinggi, tetapi untuk entry buy tidak harus menunggu kurva MACD berada diatas level 0.00.

M Singgih   7 Jan 2016

Terimakasih banyak untuk pertanyaan dan jawabanya pak

Newbie   5 Jun 2021

Sudah dicoba di Laptop dan bisa, bagaiaman kalo di HP Android, ato Iphone?

Mary   30 Dec 2021

Untuk Mary,

Penggabungan dua indikator juga bisa dilakukan pada platform mobile. Caranya pun juga hampir sama seperti yang ditunjukkan diatas. Hanya saja di platform mobile terbilang lebih mudah/simple, Anda hanya pelu tap tombol tambah indikator (f+) pada window indikator yang ingin Anda gabungkan.

Argo Gold Spotter   31 Dec 2021

@ Andrean:

|Amati kurva MACD dan kurva sinyal. Jika kurva MACD berada di atas kurva sinyal, maka sentimen sedang bullish, sebaliknya jika kurva MACD berada di bawah kurva sinyal, maka sentimen sedang bearish. Pada indikator MACD bawaan platform Metatrader, kurva MACD direpresentasikan dengan histogram.

Untuk penjelasan cara membaca indikator MACD yang lebih lengkap, silahkan baca:
Cara Membaca Indikator MACD Berdasarkan 4 Macam Fungsinya

 

M Singgih   5 Apr 2022

@Farida Ayu:

Selamat malam, untuk penggunaan MACD dan MA secara bersama-sama dalam sebuah sistem tentu saja memungkinkan bu. Cara penggunaannya ibu juga sudah tidak salah. Hanya saja mungkin untuk sedikit mempercepat sinyal yang dihasilkan, untuk posisi Buy contohnya, ibu tidak perlu menunggu Histogram MACD untuk Cross level 0. Kalau menunggu hingga Cross level 0 memang akan sedikit terlambat Timing masuk marketnya. Ibu bisa coba salah satu pendekatan berikut:

1. Value Histogram MACD meningkat

Jadi daripada menunggu hingga histogram MACD Cross level 0, ibu bisa menggantinya dengan menunggu value dari histogram tersebut meningkat. Jika tertarik dengan metode ini ibu bisa baca lengkap pada buku Trading For Living karangan Dr. Alexander Elder. Beliau secara aktif menggunakan MA dan MACD sebagai filter dari trend dan kapan posisi harus dibuka. Secara visualnya adalah sebagai berikut:

macd-value

Penjelasan: MACD pada dasarnya juga bisa digunakan untuk mengukur kekuatan trend. Oleh karena itu, jika terjadi penambahan atau pengurangan value, maka di sana sebenarnya terpampang kondisi kekuatan trend saat itu. Semisal value di bawah nilai 0 dan mengalami peningkatan, hal ini menandakan bahwa kekuatan pergerakan turun sedang berkurang saat ini. Contoh yang lain adalah value berada di atas nilai 0 dan mengalami peningkatan, hal ini menandakan bahwa kekuatan pergerakan naik sedang bertambah. Jadi ibu tidak perlu menunggu untuk value Cross level 0 terlebih dahulu untuk mengambil keputusan.

2. Mengamati Crossing Signal MACD

Cara lain yang bisa ibu gunakan adalah dengan mengamati Signal Line pada MACD. Mirip dengan histogram di atas, Crossing ini biasanya terjadi sebelum histogram MACD mampu Cross level 0. Sehingga posisi bisa dibuka dengan risiko yang lebih baik. Untuk lengkapnya ibu bisa mencoba membaca artikel kami tentang Scalping dengan MA dan MACD berikut. Meskipun pada artikel tersebut dibahas perihal Scalping, namun strategi tersebut bisa digunakan pada time frame berapapun dengan baik.

Semoga bisa sedikit mencerahkan, terima kasih atas pertanyaannya.

Nur Salim   27 Apr 2022

mohon ijin minta petunjuk, apakah MA dan MACD bisa digunakan bersama-sama? Saat saya coba praktekkan untuk Buy saat harga di atas MA lalu MACD naik ke atas level 0, tapi harga terkadang sudah terlalu tinggi dan akhirnya koreksi. Apakah penggunaan tersebut sudah tepat? Jika tidak bagaimana ya cara yang betul dalam menggunakan kombinasi keduanya?

Farida Ayu   27 Apr 2022

Bagaimana cara mudah membaca indikator MACD?

Andrean   4 Apr 2022

master, ane mau tanyak nich..
cranya untuk memasukkan indikator menggabungkan indikator MA ke dalam Indikator MACD tu gimana ya master....
terimakaish sebelum dan sesudanya,.. jawabannya saya tunggu

Aminur   5 Dec 2013

Saya ingin tau lbh banyak soal MACD, jd mohon pencerahannya..

Kapan kita entry jika kita menggunakan indi MACD sbg indikator entry, apakah kita langsung entry jika garis MACD motong garis signal atau tunggu garis MACD memasuki area positif/negatif trlbh dahulu?

Contoh: apa kita lgsung BUY jika garis MACD cross up garis signal?? Atau kita tunggu MACD memasuki area positif (bernilai positif) sblm kita OP BUY??

Trims..

Putranto   5 Jan 2016

@Putranto: Entry menggunakan MACD sebagai indikator entry bisa langsung masuk jika garis MACD memotong garis signal.

Namun, ada hal yang lebih penting daripada hanya mengandalkan persilangan garis MACD terhadap garis signal.

Apa itu?

1. Konteks (struktur harga)

2. Level penting

2 hal ini sangat mempengaruhi peluang berhasil dari strategi MACD yang akan Anda gunakan.

Sebagai contoh, struktur harga terbaik untuk menggunakan indikator MACD sebagai indikator entry adalah trending.

Oleh karena itu, Anda harus bisa memilih pair dengan teliti.

Kedua, trending saja tidak cukup. Anda harus masuk pada level yang penting agar peluang berhasil (winrate) lebih tinggin dan rasio risk/reward lebih bagus.

Dengan memiliki pair yang sedang trending dan entry posisi di level yang penting, hal ini akan meningkatkan peluang berhasil dari strategi ini.

Kiki R   10 Dec 2022
 Kamal Fm |  29 Feb 2016

Apakah hasil analisa teknikal bisa mengalahkan hasil analisa fundamental ?
Terkadang saat tren turun, namun pada saat itu juga ada berita fundamental positif, harusnya mata uang tsb menguat, Tapi tetap hasilnya turun/negatif.

Lihat Reply [17]

Untuk Kamal FM...

Pada dasarnya kedua teknik analisis ini hanya berbeda pada objek yang dianalisis. Analisis teknikal mengacu kepada analisis grafik yang dapat dilakukan melalui corat-coret chart, melihat signal indikator, atau memanfaatkan price action. Sedangkan analisis fundamental mengacu pada data-data perekonomian suatu negara. 
Thanks.

Basir   1 Mar 2016

@ Kamal FM:
Untuk data fundamental yang berdampak tinggi analisa teknikal tidak bisa mengalahkan dampak tersebut.
Misal saat pengumuman suku bunga RBNZ tanggal 10 Maret 2016 lalu, NZD/USD melemah hampir 180 pip meski sebelumnya cenderung bergerak bullish. Juga pada hari yang sama saat konperensi pers ECB, EUR/USD yang cenderung bearish mendadak melambung lebih dari 300 pip ketika Mario Draghi menyatakan tidak akan memotong suku bunga lagi.
Untuk data fundamental yang kurang berdampak atau yang biasanya tidak berdampak maka pergerakan pasar cenderung mengikuti analisa teknikal.

M Singgih   17 Mar 2016

@ Meri:

Secara teknikal, saya pribadi menggunakan analisa trend dan momentum. Kalau sedang uptrend, antisipasinya buy, kalau sedang downtrend sell. Kapan saat untuk entry (buy atau sell) disesuaikan dengan momentum yang tepat.

Analisa trend menggunakan indikator trend, seperti moving average, MACD, ADX, Bollinger Bands, parabolic SAR. Analisa momentum menggunakan indikator oscillator seperti RSI atau stochastic.
Momentum entry bisa salah kalau misalnya saat harga bergerak uptrend, tetapi indikator oscillator menunjukkan divergensi bearish. Yang seperti ini harus dihindari.

Meski demikian, analisa teknikal hanya sebagai konfirmator dari kondisi pasar yang sedang terjadi, karena hampir semua indikator teknikal bersifat lagging atau terlambat dalam merespon pergerakan harga. Yang bersifat leading atau mendahului pergerakan harga adalah analisa sentimen pasar berdasarkan price action.

Intinya sbb:

1. Tentukan terlebih dahulu level-level resistance dan support. Kalau tidak jelas gunakan Fibonacci, baik retracement atau expansion.
2. Amati price action yang terbentuk, baik single candle maupun beberapa candle (chart pattern).
3. Amati indikator trend, apakah mengkonfirmasi price action yang terjadi.
4. Amati indikator oscillator, terjadi divergensi atat tidak. Kalau tidak, tentukan momentum entry yang tepat.
5. Kalau indikator trend tidak menunjukkan sedang trending, berarti harga sedang bergerak sideways. Ketika sideways, amati area overbought / oversold indikator oscillator, kalau overbought maka sell, dan kalau oversold buy.

M Singgih   14 Feb 2019

@Octa Widodo: Sama saja.

Trading hanya menggunakan fundamental tidak menjamin hasilnya bisa diandalkan.

Trading menggunakan fundamental + teknikal juga tidak menjamin hasilnya bisa diandalkan.

Kenapa? Karena mengukur performa harus berdasarkan statistik, bukan kira-kira atau karena pakai metode apa.

Kalau secara statistik analisa teknikal tersebut mempunyai nilai ekspektasi profit, maka jawabannya profitable.

Kalau nilai ekspektasinya 0 apalagi minus, artinya metode tersebut tidak profitable. Baik itu fundamental ataupun menggabungkan keduanya.

Bagaimana mengukur nilai ekspektasi?

Nilai ekspektasi = (winrate x average profit) - (lossrate x average loss)

Untuk mengetahui winrate, lossrate, average profit dan average loss maka Anda harus menguji metode tersebut dengan sampel yang cukup.

Baru bisa kita simpulkan metode yang kita gunakan bisa profitable di market atau tidak. Semuanya berdasarkan data.

Kiki R   15 Mar 2022

Siang pak, sy newbie di forex gold, mau nanya pak analisa teknikal apa ya yg bapak pakai untuk menganalisa gerakan gold ini? mohon share yaa pak,, thankyou pak 

Meri   12 Feb 2019

bilamana trading hanya menggunakan analisa teknikal saja tanpa menggunakan analisa fundamental, apakah hasilnya bisa diandalkan?

Octa Widodo   14 Mar 2022

pak, kalau murni menggunakan analisa fundamental sendiri kira-kira bagaimana ya cara menguji strategi tersebut. saya tertarik sekali mendalami cara trading dengan fundamental ini, jika ada literatur yang bisa saya dalami mohon infonya. terima kasih

Rara Marweni   14 Aug 2022

Setahuku kok nggak ada ya trader yang bisa sukses pakai analisa fundamental thok. Soalnya analisa fundamental kan nggak bisa dipakai buat milih level entry, TP, dan SL. 

Udah baca banyak buku tentang cerita sukses invetsor/trader indonesia dan inggris, nggak ada tuh yang ngaku bisa sukses dengan fundamental thok

Catur   16 Aug 2022

@Rara:

Trading pakai fundamental thok, ya, bisa sih. Tapi jangan di forex atau kripto.

Coba aja pakai fundamental di saham. Caranya, beli saham berkualitas yang punya valuasi murah.

Kriterianya:

  • PBV antara 0,5-1,0, atau PBV >1,0 tapi merupakan PBV terendah di sektornya.
  • PER antara 5-15, atau PER >15 tapi merupakan PER terendah di sektornya.
  • ROE >10%, atau NPM >5%, atau parameter profitabilitas lain yang tertinggi di sektornya.
  • DER <100%
  • Cash flow dan operating profit harus positif.
  • Dividend yield >2%
  • Laba tumbuh YoY selama minimal 3 tahun terakhir.
  • Model bisnis perusahaan dapat dipahami dan/atau merupakan market leader.

Ketika ketemu saham yang masuk semua kriteria itu, nggak usah analisis teknikal lagi, langsung beli.

Data-data PBV, PER, dan lain-lain bisa di aplikasi RTI Business. Kalau bingung istilah-istilahnya, silakan cek artikel online atau buku-buku seputar analisa saham dengan fundamental. 

Aisha   1 Jan 2023

Jawaban untuk Meri:

  • sy newbie di forex gold, mau nanya pak analisa teknikal apa ya yg bapak pakai untuk menganalisa gerakan gold ini?

Saya pribadi menggunakan price action dalam menganalisa pergerakan harga.

Price action ini saya gunakan untuk 3 hal penting.

1. Menentukan arah tren

2. Menentukan level (area entry)

3. Menentukan signal/trigger entry

Untuk time frame ketiga poin di atas, gunakan sesuai tipe trading Anda.

Menentukan arah trend menggunakan harga tertinggi dan harga terendah (high dan low).

Menentukan level penting menggunakan support/resisten dan supply/demand

Menentukan trigger entry menggunakan pola grafik atau pola candlestick.

Kiki R   3 Jan 2023

Apakah pergerakan market Gold berkorelasi dengan saham S&P 500?

Januzaj   3 Jan 2023

@ Januzaj:

Setahu saya tidak. Memang saat ada isu resesi global indeks S&P 500 turun dan XAU/USD naik, tetapi tidak selalu begitu karena status emas sebagai aset safe haven.

M Singgih   3 Jan 2023

@Octa Widodo:

Justru di dunia ini, lebih banyak trader pakai teknikal thok daripada fundamental thok.

Cuma, pakai teknikal thok itu gak berarti persetan sama fundamental.

Trader yang sukses itu biasanya ngerti teknikal & fundamental, trus baru milih fokus satu.

Sofiyan   12 Jan 2023

Terima kasih atas saran-sarannya mastah. 

Tapi kalau untuk pemula, lebih baik direkomendasikan belajar teknikal dulu atau fundamental dulu? 

Mardani   12 Jan 2023

@ Mardani:

Belajar analisa teknikal, fundamental dan analisa sentimen pasar dilakukan secara bersamaan, tidak ada mana yang harus didahulukan karena pada saat trader ingin membuka posisi harus mempertimbangkan ketiga faktor tersebut.

Yang pertama adalah faktor sentimen pasar dengan mengamati price action, kedua faktor fundamental dan ketiga adalah analisa teknikal sebagai alat untuk konfirmasi.

M Singgih   13 Jan 2023

Menurut aku sendiri, analisa teknikal lebih mudah digunakan dan dipahami kalau mau dipelajari dengan niat. Semua teknik indikator menurut saya itu adalah ilmu pasti. Pasti dalam menganalisa dan mengandalkan ilmu praktek matematika.

Sedangkan analisa fundamental sepertinya lebih ke intuisi seseorang dengan menggunakan data-data yang ada. Tetapi tidak di "matematika kan". Jadi analisa fundamental tidak bisa diajarkan tetapi bisa dijadikan dasar pengembangan analisa untuk orang lain.

Ini hanya pendapat saya saja mengenai kedua teknik analisa ini dan sejauh ini saya memang lebih menemukan banyak pengetahuan tentang analisa teknikal dibanding fundamental.

Wijaya   13 Jan 2023

Jawaban untuk Mardani:

  • Tapi kalau untuk pemula, lebih baik direkomendasikan belajar teknikal dulu atau fundamental dulu?

Dua-duanya seimbang kok, tidak harus teknikal dulu atau fundamental dulu.

Kebanyakan trader biasanya akan belajar teknikal dulu karena materi tentang analisa teknikal lebih banyak tersedia di internet dibandingkan materi tentang analisa fundamental.

Kiki R   16 Jan 2023
 

Komentar @inbizia

Bergantung tipe trading Anda. Untuk intraday trader, cukup gunakan time frame (TF) 1 jam (H1) atau 4 jam (H4). Untuk swing trader, gunakan di Daily atau Weekly.
 Kiki R |  23 Oct 2022
Halaman: Cara Menggunakan Indikator Adx Untuk Mengetahui Kekuatan Trend
@Lina: Untuk pemula mungkin bisa dimulai dengan time frame H1 ke atas. Kondisi ideal sendiri biasanya ada pada time frame H4 maupun Daily.
 Nur Salim |  7 Nov 2022
Halaman: Panduan Dasar Indikator Bbma Oa Dan Cara Menggunakannya
Jawaban untuk Qilbi: Strategi trading ini tidak disarankan untuk scalping. Alasannya, karena pola candlestick doji di time frame kecil seperti M1 dan M5 mempunyai banyak sinyal palsu (fake signal).
 Kiki R |  30 Dec 2022
Halaman: Strategi Trading H Dengan Doji Candle
Jawaban untuk Meta: Bisa, dan disarankan untuk di time frame tinggi, lebih tinggi dari time frame H4. Semakin tinggi time framenya, semakin tinggi akurasinya. Namun kekurangannya frekuensi signal lebih sedikit dan waktu tunggu entry lebih lama.
 Kiki R |  3 Jan 2023
Halaman: Strategi Trading H Dengan Doji Candle
Jawaban untuk Talita: Kelebihan dari strategi ini adalah: Doji dapat menunjukkan perubahan arah trend atau pembalikan harga, sehingga dapat digunakan sebagai sinyal untuk entry posisi. Menggunakan time frame H4 dapat memberikan sinyal yang lebih cepat dan akurat dibandingkan dengan time frame yang lebih besar. Kekurangan dari strategi ini adalah: Doji dapat muncul dalam berbagai kondisi pasar, sehingga dapat menimbulkan kebingungan dalam menentukan arah pergerakan harga. Doji seringkali muncul dalam kondisi pasar yang sideways atau ranging, sehingga dapat menyulitkan dalam mengambil keputusan untuk entry posisi. Sebagai tambahan, sebaiknya untuk menggunakan strategi ini dengan banyak konfirmasi dari indikator teknikal lain atau analisis fundamental untuk mengurangi risiko salah entry posisi.
 Kiki R |  12 Jan 2023
Halaman: Strategi Trading H Dengan Doji Candle
Pak, bu, tolong ajari saya teknik scalping untuk time frame 1 atau 5 menit dong. saya udah cari cari teknik buat scalpingan buat time frame segitu kok gak nemu nemu. Tolong dong pak atau bu. makasi
 Dion |  23 Jan 2023
Halaman: Untung Rugi Dan Tips Scalping Ala Finex

Kamus Forex

Indikator Ekonomi

Data statistik yang digunakan oleh analis dan pelaku pasar untuk mengetahui kondisi ekonomi terkini maupun memproyeksikan peluang ekonomi di masa depan. Indikator ekonomi juga dapat digunakan untuk menentukan sehat-tidaknya perekonomian suatu negara.

Analisa Teknikal, Analisis Teknikal

Cara menganalisa pergerakan harga suatu aset di pasar finansial menggunakan perangkat statistik, seperti grafik (bar, line, atau candlestick) dan rumus matematis.

Indikator Teknikal

Alat yang dibuat berdasarkan perhitungan matematis atas histori harga, volume, atau minat pasar terhadap sebuah instrumen investasi atau kontrak keuangan. Penggunaan indikator teknikal bertujuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.


Komentar[32]    
  Rina   |   25 Aug 2018

terima kasih untuk artikelnya.sangat bermanfaat sekali :)

  M Zainul   |   27 Aug 2018

Terima kasih kembali atas apresiasinya. Semoga selalu dilancarkan analisa dan profitnya

  Traders Kental   |   5 Sep 2018

Boleh ajar saya mapping BBMA?

  Admin   |   6 Sep 2018

Mapping BBMA itu dimulai dengan menandai setiap Setup pada time frame yang Anda gunakan. Dengan menandai Setup tersebut, Anda akan jadi terbiasa dan tahu, apa selanjutnya yang akan market lakukan serta apa yang akan Anda lakukan.

  Dayana   |   2 May 2019

Artikelnya sangat bermanfaat sekali. Cuma saya ada satu soalan. Jika untuk konfirmasi MHV buy, adakah signal extreme pada timeframe lebih kecil Extreme buy atau pun Extreme sell?

  M Zainul   |   17 May 2019

Tergantung jenis MHV-nya pak. Jika MHV Buy, maka di salah satu time frame lebih kecil (biasanya 1 time frame di bawahnya) akan terjadi Extrem Buy pula. Begitupula sebaliknya.

  Trader Ti Bandoeng   |   12 May 2019

saya pun menggunakan strategi ini...jika di tekuni, memang hasilnya sangat luar biasa

  M Zainul   |   17 May 2019

Betul pak. Semua jenis strategi trading juga seperti itu kok.

  Ahmad Muhaimin   |   25 May 2019

Jadi kalau bb luar berdekatan dengan ma50 dan Price tidak berhasil break bb luar atau ma50 itu juga termasuk extrem ya

  Flai   |   11 Sep 2019
Saya sangat kagum dengan penjelasan yg terperinci analisa multi time frame bbma oa yg tuan jelaskan. Jika tidak keberatan buleh tak di lanjuti lagi analisa2 seterusnya tentang bbma oa. Atau tuan bule email saya. Mohon di balas tuan
  M Zainul   |   12 Sep 2019
terima kasih atas appresiasinya. Mohon maaf tapi untuk saat ini saya hanya menulis untuk inbizia saja. Terima kasih sekali lagi
  Ajia71   |   24 Sep 2019
Untuk setup Reentry yang valid misal reentry di H4 REE. Saya entry dengan rule extreem atau tunggu CSAK di TF 15mnt? Soalnya extreem di TF1H dan TF15mnt itu hanya signal awal perubahan trend. Jadi akan floating. Apa ini sebabnya BBMA trader rata rata Averaging? Dan penempatan SL berdasar TF H4 atau TF15mnt? BBMA kelihatannya sangat bagus tapi penempatan SL dan TPnya masih abu abu buat saya. RR penting nih.
  Nanang   |   5 Dec 2019
Setelah melakukan analisa multi TF (3 TF misal H4,H1,M15) kapankah saat yang tepat melakukan Open Posisi, apakah di TF 3 (M15) setelah adanya re-entry? (kadang saya terlalu cepat dan ternyata terjadi kebalikan dari analisa).
  M Zainul   |   10 Dec 2019
@Nanang:
Betul pak, Entry paling baik dilakukan pada TF 3 setelah Close Candle dan sinyal terpampang dengan baik. Contoh: Candlestick Close dengan Rejection di MA-5/10-nya.
  Bamfx   |   4 Jan 2020
apakah yg bisa di order hanya entry dan re-entry saja?
  M Zainul   |   9 Jan 2020
@Bamfx: tentu saja bisa pak. justru Reentry memang entry yg paling direkomendasikan
  Diana   |   11 Jan 2020
Terima kasih. Saya udah hampir faham 90% teknik bbma karna postnya ini. Alhamdulillah, mau di backtest duluan makasih cikgu karna share ilmunya. sgt bermanfaat.
  Admin   |   13 Jan 2020
Terima kasih atas apresiasinya. Semoga sukses dan salam profit!
  Tamim   |   15 Jan 2020
Saya masih kesulitan untuk konfirmasi reentry. Sreringkali saya cari konfirmasi di tf lebih kecil, tapi tenyata tdk ada extrem tapi harga langsung turun. Ada tidak cara yang mudah membedakan reentry itu valid atau tidak?
  M Zainul   |   16 Jan 2020
@Tamim:Untuk masalah di tf kecil tidak terbentuk Extrem atau berbagai jenis konfirmasi lainnya, memang seperti itulah Market pak. Tidak selamanya akan terbentuk seperti penjelasan, dan market tidak punya alasan untuk mengikuti pergerakan sesuai BBMA. Namun, saat market sudah bergerak dan memberikan petunjuk sesuai asas-asas BBMA, di sanalah baru bisa dipastikan kondisi pergerakannya.
Mengenai saran untuk cara membedakan Reentry itu valid atau tidaknya, saran saya hanya coba kembali lagi memperdalam Basicnya. Terima kasih
  Ady Ray   |   27 Jun 2020

Ini bukannya tulisan Muh Nuzul seputar forex?

  Muhammad Syaifuddin   |   2 Jul 2020

Boleh minta indinya om, saya sering gunain bbma10-90, tapi pengen dalem lagi

  Admin   |   13 Jul 2020

@Muhammad Syaifuddin:

Untuk indinya semua sudah ada di Metatrader masing-masing kok, Pak. Nanti tinggal atur periode dan cara perhitungannya saja. Terima kasih

  Fajar   |   13 Aug 2020

Bagaimana cara menentukan TP setelah re-entry?

  Admin   |   19 Aug 2020

@Fajar:

TP ditentukan sesuai dengan Setup yg digunakan. Contohnya, jika masuk saat Extrem maka TPnya di Ma-5. Saat MHV bisa di Top/Low BB. Saat Reentry CSAK/CSM, maka tahan sampai terbentuk Extrem atau harga tidak mampu membentuk Momentum.

  Zul9   |   23 Aug 2020

yg REM tu mengapa E tu extreme ya? tiada ciri2 extremenya pun, mohon jawab ya mas

  Admin   |   27 Aug 2020

@Zul9:

Terima kasih atas koreksinya pak. Akan saya cek kembali nanti karena ada beberapa harga yang terhalang oleh Rectangle yang saya gunakan. Tapi kemungkinan besar ada terjadi Rejection pada sekitaran Low BB di sana dan membentuk Extrem Buy yang kurang sempurna.

  Sueca   |   15 Jan 2021

REM.. ada di ss paling atas ya

  Yt Kemzotkartika   |   27 Nov 2020

Min mohon pencerahannya...

H4 sudah terdapat Candlestick reentry, namun Candlestick itu masih berjalan.. dilihat dari H1 terbentuk reentry juga.. dilihat dari M15 terbentuk extream .. kemudian selanjutnya untuk open posisi gimana min ?

  Muhammad Rizki   |   24 Mar 2021

Terima kasih sebelumnya buat materi yang sangat bagus ini.

Saya ingin bertanya untuk multi trime-frame ini apakah emang pakemnya atau sebagai alat bantu saja ? misal di tf atas terjadi reentry tapi di tf bawah tidak terjadi extreame. Itu otomatis reentry gagal? Atau hanya sebatas kalau reentrynya kurang kuat dan sebaiknya diabaikan 

  Terry   |   17 Oct 2022

Apakah BBMA OA hanya bisa dikonfirmasi dengan metode multi time frame saja? Atau adakah cara altenatif lainnya?

  Nur Salim   |   7 Nov 2022

@Terry:

Tidak pak, MTF merupakan metode Advanced ketika basic sudah dikuasai. Untuk konfirmasi standarnya sendiri sebenarnya ada pada pelajaran basic. Contohnya dalam Extrem, kita tidak masuk ketika MA-5 keluar. Melainkan pada candle Retest setelah candle Reverse terbentuk. Contoh lain lagi ada pada Reentry, Reentry valid jika terjadi Rejection pada harga di MA-5/10 High/Low pasca CSAK atau Momentum.

Metode lain sebenarnya bisa dimasukkan untuk konfirmasi tambahan seperti Stoch atau RSI untuk melihat Extrem, dll. Tapi untuk hal tersebut, bapak perlu melakukan Backtest terlebih dahulu untuk melihat seberapa baik cara tersebut dijadikan alternatif.