Apa Itu ARA dan ARB Di Bursa Efek Indonesia?

SAM 3 May 2018 40002

ARA dan ARB mendefinisikan batas pergerakan tertentu (Auto Reject Atas dan Auto Reject Bawah) bagi saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Sebagai pemula di dunia saham, apabila kita bergabung dengan grup-grup saham di berbagai aplikasi chatting, seringkali kita dengar saham tertentu ARA atau ARB. Sebenarnya, apa sih ARA atau ARB itu? 

 

Pengertian ARA Dan ARB

ARA adalah kependekan dari Auto Reject Atas, sedangkan ARB adalah kependekan dari Auto Reject Bawah. Keduanya mendefinisikan batas pergerakan tertentu bagi saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menentukan bahwa kenaikan atau penurunan harga saham dalam sehari dibatasi sampai persentase yang telah ditentukan sesuai dengan fraksi harga sahamnya, sehingga harga saham tidak akan terlalu jatuh atau terbang tinggi dalam satu hari saja (tidak seperti cryptocurrency yang dapat turun 97% dalam satu hari seperti yang kemarin kita dengar). Apabila harga saham bergerak melampaui persentase harian tertentu, maka akan ada penolakan otomatis oleh JATS (Jakarta Automated Trading System; sistem market terkomputerisasi yang diterapkan di Bursa Efek Indonesia).

ARA Dan ARB Di Bursa Efek Indonesia

Misalnya, harga saham BIPI (PT Benakat Integra Tbk) adalah Rp70 per lembar saham. Maka batas ARA (Auto Reject Atas) pada hari tersebut adalah 35%-nya, atau naik 25 poin menjadi Rp95 per lembar. Sedangkan batas ARB (Auto Reject Bawah) pada hari tersebut juga 35%-nya, atau turun 25 poin menjadi Rp45 per lembar.

Contoh yang lain, saham ELSA harganya Rp410, maka batas ARA 25% atau Rp512, sedangkan ARB-nya di harga Rp307. Sedangkan untuk TPIA yang harganya lebih dari Rp5000 per lembar saham, maka batas ARA dan ARB nya adalah 20% saja.

Selain itu, apabila saham Anda mengalami ARB sekalipun, nilainya dijamin tidak akan pernah nol karena BEI akan berusaha melindungi nasabah dengan batas harga terendah sebesar Rp50 per saham.

 

Kapan Saham ARA?

Terdapat saat-saat tertentu ketika saham biasanya mencapai ARA di Bursa Efek Indonesia. Saat-saat itu adalah:

 

ARA Dan ARB Ketika Saham IPO

Untuk batas Auto Reject saham IPO (penawaran publik perdana), perlu diketahui beberapa hal:

Book Building adalah mekanisme dimana underwriter sebuah saham menentukan harga penawaran perdana sebuah saham yang didasarkan kepada seberapa besar permintaan investor akan saham tersebut. Pada proses inilah tugas pertama Bandar dilakukan. Bandar bertugas untuk mengatur agar IPO dapat berlangsung sesuai dengan keinginan.

IPO yang sukses ditandai dengan adanya oversubscribed yang tinggi pada saat Book Building saham tersebut. Oversubscribed yang tinggi berarti pada harga yang telah ditentukan, permintaan akan saham tersebut tetap tinggi, bahkan sangat tinggi sampai permintaan biasanya berkali-kali melampaui jumlah saham yang tersedia, sehingga investor yang memesan sejumlah saham, hanya akan mendapat sebagian kecil dari jumlah yang ia pesan.

Baca juga: Membeli Saham Yang Baru IPO, Apakah Aman?

Hal ini boleh jadi menimbulkan pertanyaan, apakah saham IPO boleh digoreng? Ya, diperbolehkan sebagai salah satu pemikat investasi. Namun, apakah sebuah saham boleh terus-menerus digoreng hingga ARA? Jawabannya; tidak boleh! Ada aturan dari OJK untuk melindungi investor dari penggorengan saham-saham aneh seperti TAXI yang nilai fundamentalnya bobrok, tapi harga sahamnya naik terus secara mencurigakan. Mengapa tidak boleh? Karena pasar modal nantinya hanya akan jadi ajang jebakan Bandar saja dan bukan wadah untuk investasi.

 


Selain berinvestasi pada saham, mendapatkan keuntungan dari aset finansial juga bisa dilakukan melalui trading forex. Pelajari apa saja yang perlu diperhatikan untuk mencapai sukses; mulai dari memilih broker forex hingga bagaimana menjalankan strategi di artikel ini.

Kirim Komentar/Reply Baru
WD Di Akun Demo

Kalo menang di akun demo, apa bisa di tarik, bagai mana cara nya?

Zainuddin 3 Jul 2019

Reply:

M Singgih (06 Jul 2019 16:42)

@ Zainuddin:

Tidak bisa ditarik Pak. Di akun demo menggunakan uang virtual, bukan uang beneran.

5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
Febrian Surya 355
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Jujun Kurniawan 465
5 Trader Indonesia Yang Meraih Profit Luar Biasa
Febrian Surya 3994
Tokoh