Apa Itu ARA dan ARB Di Bursa Efek Indonesia?


SAM 3 May 2018 45539Dibaca Normal 4 Menit

ARA dan ARB mendefinisikan batas pergerakan tertentu (Auto Reject Atas dan Auto Reject Bawah) bagi saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.



Sebagai pemula di dunia saham, apabila kita bergabung dengan grup-grup saham di berbagai aplikasi chatting, seringkali kita dengar saham tertentu ARA atau ARB. Sebenarnya, apa sih ARA atau ARB itu? 

 

Pengertian ARA Dan ARB

ARA adalah kependekan dari Auto Reject Atas, sedangkan ARB adalah kependekan dari Auto Reject Bawah. Keduanya mendefinisikan batas pergerakan tertentu bagi saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menentukan bahwa kenaikan atau penurunan harga saham dalam sehari dibatasi sampai persentase yang telah ditentukan sesuai dengan fraksi harga sahamnya, sehingga harga saham tidak akan terlalu jatuh atau terbang tinggi dalam satu hari saja (tidak seperti cryptocurrency yang dapat turun 97% dalam satu hari seperti yang kemarin kita dengar). Apabila harga saham bergerak melampaui persentase harian tertentu, maka akan ada penolakan otomatis oleh JATS (Jakarta Automated Trading System; sistem market terkomputerisasi yang diterapkan di Bursa Efek Indonesia).

ARA Dan ARB Di Bursa Efek Indonesia

Misalnya, harga saham BIPI (PT Benakat Integra Tbk) adalah Rp70 per lembar saham. Maka batas ARA (Auto Reject Atas) pada hari tersebut adalah 35%-nya, atau naik 25 poin menjadi Rp95 per lembar. Sedangkan batas ARB (Auto Reject Bawah) pada hari tersebut juga 35%-nya, atau turun 25 poin menjadi Rp45 per lembar.

Contoh yang lain, saham ELSA harganya Rp410, maka batas ARA 25% atau Rp512, sedangkan ARB-nya di harga Rp307. Sedangkan untuk TPIA yang harganya lebih dari Rp5000 per lembar saham, maka batas ARA dan ARB nya adalah 20% saja.

Selain itu, apabila saham Anda mengalami ARB sekalipun, nilainya dijamin tidak akan pernah nol karena BEI akan berusaha melindungi nasabah dengan batas harga terendah sebesar Rp50 per saham.

 

Kapan Saham ARA?

Terdapat saat-saat tertentu ketika saham biasanya mencapai ARA di Bursa Efek Indonesia. Saat-saat itu adalah:

  • Penawaran Publik Perdana (Initial Public Offering/IPO).
  • Cum Date, yaitu tanggal terakhir untuk memiliki saham dan turut mendapatkan hak atas aksi korporasi yang dilakukan suatu emiten.
  • Rilis berita menggembirakan seputar akuisisi, ekspansi dan proyek baru
  • Rilis Laporan Keuangan dan Annual Report. Dengan catatan, hasilnya memuaskan alias laba.

 

ARA Dan ARB Ketika Saham IPO

Untuk batas Auto Reject saham IPO (penawaran publik perdana), perlu diketahui beberapa hal:



  • Ditentukan khusus Auto Reject saham IPO diperbolehkan 50% di hari pertama
  • Kebanyakan saham IPO memang ARA, tetapi ada kecenderungan apabila saham BUMN IPO maka ada yang malah nyaris ARB (Auto Reject Bawah) di hari pertama, seperti saat IPO PPRE.
  • Tersentuhnya batas ARA atau ARB menunjukkan minat masyarakat pada suatu saham dalam satu hari.
  • IPO yang sukses adalah IPO yang ARA. Bandar pada saham IPO bertugas sejak periode Book Building.

Book Building adalah mekanisme dimana underwriter sebuah saham menentukan harga penawaran perdana sebuah saham yang didasarkan kepada seberapa besar permintaan investor akan saham tersebut. Pada proses inilah tugas pertama Bandar dilakukan. Bandar bertugas untuk mengatur agar IPO dapat berlangsung sesuai dengan keinginan.

IPO yang sukses ditandai dengan adanya oversubscribed yang tinggi pada saat Book Building saham tersebut. Oversubscribed yang tinggi berarti pada harga yang telah ditentukan, permintaan akan saham tersebut tetap tinggi, bahkan sangat tinggi sampai permintaan biasanya berkali-kali melampaui jumlah saham yang tersedia, sehingga investor yang memesan sejumlah saham, hanya akan mendapat sebagian kecil dari jumlah yang ia pesan.

Baca juga: Apa Itu Ara Hunter?

Hal ini boleh jadi menimbulkan pertanyaan, apakah saham IPO boleh digoreng? Ya, diperbolehkan sebagai salah satu pemikat investasi. Namun, apakah sebuah saham boleh terus-menerus digoreng hingga ARA? Jawabannya; tidak boleh! Ada aturan dari OJK untuk melindungi investor dari penggorengan saham-saham aneh seperti TAXI yang nilai fundamentalnya bobrok, tapi harga sahamnya naik terus secara mencurigakan. Mengapa tidak boleh? Karena pasar modal nantinya hanya akan jadi ajang jebakan Bandar saja dan bukan wadah untuk investasi.

 

infografis saham ara arb

 


Selain berinvestasi pada saham, mendapatkan keuntungan dari aset finansial juga bisa dilakukan melalui trading forex. Agar tak salah arah, sebaiknya perhatikan di mana Anda sebaiknya mulai mencari keuntungan di pasar forex.

Forum

Karina (14 Apr 2021)

Mau coba-coba ikut investasi yang lagi ngetren sekarang, antara investasi reksadana dan P2P Lending, mana yang lebih menguntungkan dan recommended ya kak? Kebetulan saya ingin mengalokasi dana saya ke salah satu investasi tersebut antara Reksadana atau P2P Lending. Budget estimasi 20jt. Mohon sarannya.

Selengkapnya...

Advertisement

Kirim Komentar/Reply Baru
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
Tomy Zulfikar   16 Feb 2021   437  
Alasan Saham Blue Chip Direbutkan Para Investor
Alasan Saham Blue Chip Direbutkan Para Investor
Ryandy H   8 Nov 2019   1110  
Dogs Of The Dow, Strategi Unik Investasi Saham AS
Dogs Of The Dow, Strategi Unik Investasi Saham AS
Ryandy H   31 Oct 2019   772  
Untung Rugi Saham Gorengan
Untung Rugi Saham Gorengan
Satrya Heli Oriza   30 Oct 2019   1233  
Membeli Saham Yang Baru IPO, Apakah Aman?
Membeli Saham Yang Baru IPO, Apakah Aman?
Satrya Heli Oriza   23 Oct 2019   1118  
Cara Investasi Saham Dengan Volatilitas Rendah
Cara Investasi Saham Dengan Volatilitas Rendah
Ryandy H   21 Oct 2019   1260  
Investasi Saham Online Yang Menguntungkan
Investasi Saham Online Yang Menguntungkan
Tiffany   19 Oct 2019   151  
Cara Menghitung Zakat Dari Investasi Saham
Cara Menghitung Zakat Dari Investasi Saham
Ryandy H   18 Oct 2019   854