Apa Itu ARA dan ARB Di Bursa Efek Indonesia?

SAM 3 May 2018 45249
Dibaca Normal 4 Menit

ARA dan ARB mendefinisikan batas pergerakan tertentu (Auto Reject Atas dan Auto Reject Bawah) bagi saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.



Sebagai pemula di dunia saham, apabila kita bergabung dengan grup-grup saham di berbagai aplikasi chatting, seringkali kita dengar saham tertentu ARA atau ARB. Sebenarnya, apa sih ARA atau ARB itu? 

 

Pengertian ARA Dan ARB

ARA adalah kependekan dari Auto Reject Atas, sedangkan ARB adalah kependekan dari Auto Reject Bawah. Keduanya mendefinisikan batas pergerakan tertentu bagi saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menentukan bahwa kenaikan atau penurunan harga saham dalam sehari dibatasi sampai persentase yang telah ditentukan sesuai dengan fraksi harga sahamnya, sehingga harga saham tidak akan terlalu jatuh atau terbang tinggi dalam satu hari saja (tidak seperti cryptocurrency yang dapat turun 97% dalam satu hari seperti yang kemarin kita dengar). Apabila harga saham bergerak melampaui persentase harian tertentu, maka akan ada penolakan otomatis oleh JATS (Jakarta Automated Trading System; sistem market terkomputerisasi yang diterapkan di Bursa Efek Indonesia).

ARA Dan ARB Di Bursa Efek Indonesia

Misalnya, harga saham BIPI (PT Benakat Integra Tbk) adalah Rp70 per lembar saham. Maka batas ARA (Auto Reject Atas) pada hari tersebut adalah 35%-nya, atau naik 25 poin menjadi Rp95 per lembar. Sedangkan batas ARB (Auto Reject Bawah) pada hari tersebut juga 35%-nya, atau turun 25 poin menjadi Rp45 per lembar.

Contoh yang lain, saham ELSA harganya Rp410, maka batas ARA 25% atau Rp512, sedangkan ARB-nya di harga Rp307. Sedangkan untuk TPIA yang harganya lebih dari Rp5000 per lembar saham, maka batas ARA dan ARB nya adalah 20% saja.

Selain itu, apabila saham Anda mengalami ARB sekalipun, nilainya dijamin tidak akan pernah nol karena BEI akan berusaha melindungi nasabah dengan batas harga terendah sebesar Rp50 per saham.

 

Kapan Saham ARA?

Terdapat saat-saat tertentu ketika saham biasanya mencapai ARA di Bursa Efek Indonesia. Saat-saat itu adalah:

  • Penawaran Publik Perdana (Initial Public Offering/IPO).
  • Cum Date, yaitu tanggal terakhir untuk memiliki saham dan turut mendapatkan hak atas aksi korporasi yang dilakukan suatu emiten.
  • Rilis berita menggembirakan seputar akuisisi, ekspansi dan proyek baru
  • Rilis Laporan Keuangan dan Annual Report. Dengan catatan, hasilnya memuaskan alias laba.

 

ARA Dan ARB Ketika Saham IPO

Untuk batas Auto Reject saham IPO (penawaran publik perdana), perlu diketahui beberapa hal:



  • Ditentukan khusus Auto Reject saham IPO diperbolehkan 50% di hari pertama
  • Kebanyakan saham IPO memang ARA, tetapi ada kecenderungan apabila saham BUMN IPO maka ada yang malah nyaris ARB (Auto Reject Bawah) di hari pertama, seperti saat IPO PPRE.
  • Tersentuhnya batas ARA atau ARB menunjukkan minat masyarakat pada suatu saham dalam satu hari.
  • IPO yang sukses adalah IPO yang ARA. Bandar pada saham IPO bertugas sejak periode Book Building.

Book Building adalah mekanisme dimana underwriter sebuah saham menentukan harga penawaran perdana sebuah saham yang didasarkan kepada seberapa besar permintaan investor akan saham tersebut. Pada proses inilah tugas pertama Bandar dilakukan. Bandar bertugas untuk mengatur agar IPO dapat berlangsung sesuai dengan keinginan.

IPO yang sukses ditandai dengan adanya oversubscribed yang tinggi pada saat Book Building saham tersebut. Oversubscribed yang tinggi berarti pada harga yang telah ditentukan, permintaan akan saham tersebut tetap tinggi, bahkan sangat tinggi sampai permintaan biasanya berkali-kali melampaui jumlah saham yang tersedia, sehingga investor yang memesan sejumlah saham, hanya akan mendapat sebagian kecil dari jumlah yang ia pesan.

Baca juga: Apa Itu Ara Hunter?

Hal ini boleh jadi menimbulkan pertanyaan, apakah saham IPO boleh digoreng? Ya, diperbolehkan sebagai salah satu pemikat investasi. Namun, apakah sebuah saham boleh terus-menerus digoreng hingga ARA? Jawabannya; tidak boleh! Ada aturan dari OJK untuk melindungi investor dari penggorengan saham-saham aneh seperti TAXI yang nilai fundamentalnya bobrok, tapi harga sahamnya naik terus secara mencurigakan. Mengapa tidak boleh? Karena pasar modal nantinya hanya akan jadi ajang jebakan Bandar saja dan bukan wadah untuk investasi.

 


Selain berinvestasi pada saham, mendapatkan keuntungan dari aset finansial juga bisa dilakukan melalui trading forex. Agar tak salah arah, sebaiknya perhatikan di mana Anda sebaiknya mulai mencari keuntungan di pasar forex.

Forum

Choki (17 May 2012)

master newbie mau bertanya mohon bantuannya ya,yang dimaksud dengan break itu apa ya master, seperti contohnya begini Break di atas area 1.2730 bisa memicu bullish lebih lanjut untuk pengujian 1.2750 - 1.2800.Disisi lain pergerakan yang kuat di bawah area 1.2698 akan menjaga skenario bearish tetap kuat untuk menguji 1.2670 mohon...

Selengkapnya...

Kode SahamLastChange(%) 
SAMF1,33024.88%
VRNA1817.74%
CANI1857.56%
JSKY13810.4
MYTX1199.17%
KBLV4307.5
MPPA9258.19%
LUCK28619.17%
MLPL28224.78%
OMRE1,08524.71%

Kirim Komentar/Reply Baru


Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   395  
Cara menghitung elliot wave dan fibonacci
Cara hitung Eliot Wave dan Fibonaci gmn pak ?

Yosi 29 Jul 2016

Reply:
Apa itu ARA Hunter?
Apa itu ARA Hunter?
Linlindua   28 Feb 2021   534  
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
Tomy Zulfikar   16 Feb 2021   371  
Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula
Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula
Nandini   11 Dec 2020   825  
Daftar 10 Broker Saham Terbaik Untuk Pemula
Daftar 10 Broker Saham Terbaik Untuk Pemula
Yulinda   30 Sep 2020   3648  
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
Febrian Surya   29 Sep 2020   1226  
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Febrian Surya   22 Sep 2020   936  
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Jujun Kurniawan   14 Aug 2020   848