Apa Itu Junk Bond?

Aditya Perdana 9 Jun 2020 835
Dibaca Normal 5 Menit

Layaknya Junk Food, Junk Bond sesuai istilahnya memiliki manfaat yang kurang sehat. Namun, ternyata ada peluang yang bisa dimanfaatkan dari Junk Bond.



Selama ini, mayoritas pelaku pasar setuju bahwa instrumen investasi memiliki dua sisi, yakni return (imbal hasil) dan risk (risiko). Namun jika kita mempelajari karakteristik dari masing-masing instrumen investasi tersebut, maka kita akan memiliki peluang untuk mengais keuntungan yang lebih besar dengan ruang risiko terbatas.

Kali ini, kita membahas jenis instrumen obligasi, yakni junk bond atau obligasi yang tergolong memiliki risiko tinggi. Namun sebelum itu, sudahkah kalian tahu jika obligasi memiliki rating? Ibaratnya di toko elektronik, rating ini sebagai stempel barang yang membedakan mana barang mudah rusak dan tahan lama. Bedanya, rating obligasi membedakan mana yang mampu membayar bunga dan pokok obligasi dan mana yang tidak mampu.

Apa itu junk bond

Obligasi dibedakan menjadi dua kategori rating, yakni Investment Grade (Positif) dan Non-Investment Grade (Negatif). Secara detail, rating tersebut kemudian diklasifikan lagi menjadi beberapa kategori yang diwakili oleh dua sampai tiga huruf yang disertai tanda atau angka, tergantung dari perusahaan pemeringkat yang mengeluarkan rating. Tentu hal ini menjadi informasi tambahan bagi seorang investor yang sangat berguna jika ingin 'berbelanja' obligasi.

 

Perbedaan Rating Investment Grade dan Non-Investment Grade

Rating ObligasiSumber: Fidelity Investment

Agar memudahkan cara membacanya, Moody’s dan Standard & Poor’s memberikan penjelasan singkat sebagai berikut:

  • AAA artinya bagus sekali (excellent).
  • AA artinya sangat bagus (very good).
  • A atinya baik (good).
  • BBB artinya memadai (adequate).

Obligasi di luar Investment Grade disebut obligasi yang memiliki risiko tinggi atau spekulatif. Sebagai catatan, pandemi corona yang mengguncang ekonomi di awal tahun 2020 telah membuat junk bond dijual secara besar-besaran oleh para investor dan manajer investasi seluruh dunia. Hal ini sebagai akibat dari runtuhnya ekonomi dan ketidakpastian ekonomi ke depannya. Kejadian tersebut menjadi bagian dari keuntungan dan kerugian junk bond yang bisa kamu lihat di bawah ini:



Keutungan

  • Dapat meningkatkan hasil secara keseluruhan dalam portfolio investasi dan menghindari volatilitas yang lebih tinggi dari saham.
  • Menawarkan imbal hasil yang tinggi dibandingkan dengan obligasi peringkat investasi.
  • Memiliki peluang menghasilkan kinerja yang lebih baik ketika kondisi ekonomi dan bisnis membaik.
  • Jika perusahaan mengalami kebangkrutan, maka pemegang obligasi lebih diutamakan pembayarannya dibandingkan pemegang saham.

Kerugian

  • Jika penerbit obligasi bangkrut, maka investor terancam kehilangan dana investasinya 100%. Untuk menghindari kerugian tersebut, investor harus menganalisis risiko kredit pada masing-masing perusahaan sebelum memutuskan untuk membeli junk bond,
  • Sangat rentan dengan kondisi naik turunnya ekonomi dan bisnis, serta perubahan tingkat suku bunga.

Bagi kalian yang sudah mengikuti tulisan penulis sebelumnya terkait Pandemic Bond, di situ sudah ada penjelasan penting akan risiko-risiko yang mempengaruhi harga obligasi. Namun untuk mempermudah pemahaman di artikel ini, penulis akan menyebutkannya kembali.

Risiko Obligasi

  1. Risiko Gagal Bayar, yakni ketika si penerbit tidak dapat memenuhi kewajibannya,
  2. Risiko Likuditas, kerena obligasi dapat diperjualbelikan antar investor, ada kemungkinan tidak ada penjual dan pembeli obligasi di harga yang tepat,
  3. Risiko Ekonomi, yakni dari sisi pertumbuhan ekonomi, suku bunga, dan inflasi.

 

Strategi Investasi Junk Bond

Pada dasarnya, ketika kita mulai melakukan investasi, kita memerlukan sebuah strategi. Seorang investor obligasi akan dihadapkan oleh jadwal pembayaran kupon/bunga, dan jangka waktu tenor yang berbeda-beda. Hal ini harus disejajarkan dengan arus kas masing-masing investor, karena dengan obligasi yang memberikan pilihan kupon serta jangka waktu yang berbeda, seharusnya bisa memberikan manfaat yang sejalan dengan penghasilan yang stabil jika kita sebagai investor mampu mengembangkan strategi yang tepat.

Seorang investor harus melakukan diversifikasi, dan itu adalah KUNCINYA. Sekalipun Anda tertarik pada obligasi junk bond, Anda harus melakukan diversifikasi dengan baik berdasarkan tanggal jatuh tempo. Jika Anda memegang terlalu banyak obligasi dengan jatuh tempo pada saat yang sama, maka Anda akan menghadapi risiko suku bunga yang (bisa saja) rendah. Ingat bahwa harga obligasi bergerak berlawanan dengan yield-nya.

Mengingat junk bond digolongkan sebagai obligasi yang cukup berisiko, maka sebaiknya alokasi aset investasi seperti junk bond memiliki komposisi yang tidak terlalu besar pada portofolio investasi Anda, terutama dengan kondisi ekonomi dan bisnis yang kurang mendukung saat ini. Bahkan, junk bond direkomendasikan untuk benar-benar dihindari dulu. Namun jika aktivitas ekonomi dan bisnis mulai pulih, perubahan alokasi investasi bisa mulai Anda lakukan dengan mengatur alokasi aset secara tepat, yang pada akhirnya akan mengamankan modal serta performa investasi Anda setelahnya.



 

Bagaimana Dengan Investasi Junk Bond Di Indonesia?

Melalui penelusuran penulis, berdasarkan pemberitaan media mengenai junk bond, instrumen obligasi berperingkat di luar Investment Grade tergolong minim di Indonesia. Hal ini akibat risiko instrumen tersebut yang terlampau tinggi kendati dikompensasikan di atas rata-rata. Di sisi lain, porsi outstanding junk bond tak lebih dari 1% dari total outstanding di pasar obligasi korporasi di Indonesia.

 

Alternatif selain junk bond untuk aset dengan risiko lebih tinggi dari obligasi adalah forex. Dalam trading forex tidak ada kupon dan jatuh tempo karena trader bisa mengatur sendiri posisi entry dan exit yang menentukan besar profit dan loss-nya. Karena pasar forex jauh lebih likuid daripada obligasi, mayoritas posisi trading juga bisa tereksekusi secara real-time. Simak info selengkapnya di Panduan Trading Forex Untuk Pemula.

Forum

Ahmad Ramdani (22 Jan 2019)

Saya mau tanya, ada seorang trader yg mengatakan bahwa tekanan itu sangat berpengaruh dalan menentukan candle selanjutnya dlm timeframe 1 menit,, dan stuck pada candlestik merupakan sinyal pembalikan, benar atau tidak?

Selengkapnya...

BANK1 Bulan
BANK DBS INDONESIA4.25
BANK MAYBANK INDONESIA4.25
BANK MEGA2.50
BANK CENTRAL ASIA 2.85
BANK TABUNGAN NEGARA3.25
BANK MANDIRI2.00
BANK PERMATA 4.00
BANK RAKYAT INDONESIA2.85
STANDARD CHARTERED BANK4.00
BANK ANZ INDONESIA2.75

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 1    

Mega Chayani Anggun Purnama
10 JUN 2020

Junk bond klo diterjemahin obligasi sampah, wlopun sampah tp keuntungan yg yg bs dihasilkan bkn recehan, yg jarang dilirik ini justru hrs dimaksimalkan



Mulai Kapan Sebaiknya Mempersiapkan Dana Pensiun?
Mulai Kapan Sebaiknya Mempersiapkan Dana Pensiun?
Linlindua   26 Apr 2021   149  
Martingale GBPUSD Dan EURUSD
kalo utk news besar bila di martingale mis GU,EU dengan Jarak 15 pip kira-kira bisa bolak balik sampai berapa? risk 1% modal marti:2 kira-kira bisa bertahan gak ya??

Ebi 21 Feb 2016

Reply:

M Singgih (23 Feb 2016 01:00)

@ ebi:
Secara teori strategi m singgihgale pasti akan profit, masalahnya kapan profitnya, biasanya tergantung dari kapan harga akan berbalik arah sesuai dengan yang kita harapkan.
Untuk rilis news besar (news berdampak tinggi) seperti yang Anda maksudkan, dengan jarak 15 pip pada EU atau GU, saya kira ketahanannya sepenuhnya tergantung dari kekuatan modal Anda. Seperti diketahui volatilitas pergerakan harga pada saat rilis news penting biasanya tinggi. Kalau trend yang terjadi berlawanan dengan posisi Anda dan bergerak dengan kuat (bisa lebih dari 100 pip) maka resikonya akan besar.

Setiap loss 15 pip Anda buka posisi lagi dengan resiko 2 kali (karena untuk m singgihgale ukuran lot 2 kali sebelumnya), maka kalau 100 pip Anda bisa buka posisi 7 kali dengan resiko 64 kali atau 64% dari modal, karena resiko awal 1% modal. Jika trend tidak berbalik sesuai posisi Anda maka Anda bisa kena margin call, karena tidak mungkin buka posisi lagi dengan resiko 128 kali atau 128% dari modal. Jadi untuk resiko 1% dari modal maksimal buka posisi 7 kali.
Sy kira Anda coba di akun demo terlebih dahulu. Kalau masih ingin mencoba strategi tsb mungkin resikonya bisa diperkecil lagi.

Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Febrian Surya   22 Sep 2020   935  
Pilihan Investasi Menguntungkan Saat New Normal
Pilihan Investasi Menguntungkan Saat New Normal
Febrian Surya   25 Aug 2020   1223  
Investasi SBN: Aksi Bangun Negara Pasca Pandemi Corona
Investasi SBN: Aksi Bangun Negara Pasca Pandemi Corona
Aditya Perdana   1 Jul 2020   465  
Pro Kontra Investasi Junk Bond
Pro Kontra Investasi Junk Bond
Aditya Perdana   22 Jun 2020   564  
Kenali 3 Risiko Investasi Di Sukuk Ritel SR012
Kenali 3 Risiko Investasi Di Sukuk Ritel SR012
Wahyudi   16 Jun 2020   580  
Tips Efektif Investasi SBN Agar Untung
Tips Efektif Investasi SBN Agar Untung
Febrian Surya   27 May 2020   620  
Pandemic Bond: Peluang Investasi Jangka Panjang Dari COVID-19
Pandemic Bond: Peluang Investasi Jangka Panjang Dari COVID-19
Aditya Perdana   22 Apr 2020   729