Apa Itu Obligasi?

Tomy Zulfikar 27 Feb 2019Dibaca Normal 4 Menit
bisnis>obligasi>   #obligasi
Obligasi merupakan salah satu instrumen investasi di pasar finansial, yang bisa memberikan keuntungan jangka menengah hingga panjang. Apa saja jenis-jenis dan hal pokok lain yang perlu dipelajari darinya?

Obligasi adalah surat utang jangka menengah atau panjang yang dapat dipindahtangankan, berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu, dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Perbedaan antara obligasi dan efek lain yang diperdagangkan di pasar uang (money market) terutama terletak pada periode jatuh tempo.

Obligasi memiliki jatuh tempo lebih dari satu tahun, sedangkan instrumen pasar uang, seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Perbendaharaan Negara (SPN), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dan commercial paper memiliki waktu jatuh tempo di bawah satu tahun. Obligasi dapat dibeli atau dijual sebelum jatuh tempo, dan banyak yang terdaftar secara publik serta dapat diperdagangkan dengan broker.

Apa Itu Obligasi

 

Jenis-Jenis Obligasi

Berdasarkan jenis penerbitnya, secara umum obligasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Obligasi pemerintah kemudian terbagi lagi menjadi dua, yaitu obligasi pemerintah pusat (Treasury Bonds) dan obligasi pemerintah daerah (Municipal Bonds).

Adapun, dilihat dari janji penjualnya dalam melakukan pembayaran bunga dan pokok utang yang dijadwalkan kepada pembeli, obligasi dibedakan menjadi 2 jenis, seperti obligasi yang dijamin (Secured Bonds) dan obligasi yang tidak dijamin (Unsecured Bonds). Masing-masing obligasi tersebut memberikan peluang dan tantangan berbeda bagi pembeli.

Obligasi yang dijamin (Secured Bonds) merupakan surat utang jangka menengah atau panjang yang dijamin oleh suatu aset. Sebagai contoh, obligasi tersebut dijamin oleh properti, hipotek, ataupun sumber pendapatan lainnya. Ini berarti, jika penerbit gagal bayar (default) dalam pembayaran bunga dan pokok utang, maka investor dapat melakukan klaim atas aset penerbit yang menjaminnya. Sementara itu, obligasi yang tidak dijamin (Unsecured Bonds) merupakan surat utang jangka menengah atau panjang yang tidak dijamin oleh aset tertentu. Ini berarti bahwa investor tidak dapat melakukan klaim atas jaminan aset tertentu jika penerbit gagal bayar (default). Contoh dari obligasi yang tidak dijamin adalah Debentures, Subordinated Debentures, dan Income Bonds. Sementara dari obligasi yang dijamin adalah Mortgage Bonds, Collateral Trust Bonds, dan Equipment Trust Certificates.

 

4 Hal Pokok Tentang Obligasi Yang Perlu Anda Tahu

Nilai nominal, tingkat bunga (kupon), dan jatuh tempo akan bervariasi dari satu obligasi dengan obligasi lainnya, sesuai dengan tujuan penerbit obligasi (borrower) dan pembeli obligasi (lender). Berikut ini secara ringkas beberapa karakteristik dari obligasi yang dapat dijelaskan:

  • Nilai nominal (face value) adalah nilai pokok dari obligasi yang akan diterima oleh investor pada saat jatuh tempo.
  • Kupon (interest rate) adalah nilai bunga yang diterima oleh investor secara berkala, dimana pembayaran kupon obligasi adalah setiap 3 bulan. Kupon obligasi dinyatakan dalam annual percentage rate.
  • Jatuh tempo (maturity) adalah tanggal ketika investor akan mendapatkan pembayaran kembali pokok atau nilai nominal obligasi yang dimilikinya. Periode jatuh tempo obligasi bervariasi mulai dari 365 hari sampai dengan di atas 5 tahun. Secara umum, semakin panjang jatuh tempo obligasi, semakin tinggi kuponnya. Hal tersebut dikarenakan oleh obligasi dengan jatuh tempo yang lebih lama memiliki risiko relatif tinggi, dibandingkan dengan obligasi yang memiliki jatuh tempoh lebih pendek.
  • Mengetahui dan mengenal penerbit obligasi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam melakukan investasi di instrumen obligasi. Mengukur risiko atau kemungkinan dari penerbit obligasi gagal bayar (default risk) dapat dilihat dari peringkat (rating) obligasi yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat, seperti PEFINDO, Fitch Indonesia, dan ICRA Indonesia.

 

Jika Anda berminat investasi pada obligasi, maka Anda akan menjadi salah satu investor yang terjun di pasar finansial. Tentu saja, menjadi investor memiliki tantangan tersendiri, tapi ada juga keuntungan-keuntungan yang didapatkan. Apa sajakah itu? Simak ulasan selengkapnya di artikel mengenai keuntungan menjadi investor.

Kategori Terkait
 

Komentar @inbizia

info yg bagus,tapi ada produk yg fix income yaitu obligasi republik indonesia ORI yg dijual ke masyarakat dengan yield 8,50 % per tahun masa tenor 3 tahun setelah 3 tahun uang anda dikembalikan beserta yield. YG MENERBITKAN PEMERINTAH RI MELALUI DEPARTEMEN KEUANGAN,resiko kerugian,resiko uang hilang sangat kecil.Anda dapat datang ke Bank Bank umum yg nasional banyak yg jual ORI.Saran untuk anda dapat return yg agak tinggi dari bunga deposito bank yg ingin investasi yg resiko kecil dan aman yg jamin bukan LPS tapi PEMERINTAH RI
 Handoko |  26 Jun 2015
Halaman: Awas Jebakan Bunga Deposito Tinggi
Obligasi memang merupakan pilihan aset investasi yang menarik dengan resiko relatif rendah. Namun, obligasi berbeda dengan deposito. Deposito termasuk simpanan di bank. Sedangkan "obligasi" adalah bukti bahwa Anda meminjamkan uang kepada pihak lain (dalam hal ORI, berarti Anda meminjamkan uang kepada pemerintah). Deposito juga tidak liquid, dalam arti tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo. Sedangkan Obligasi bisa diperjualbelikan ke pihak lain sebelum jatuh tempo apabila sedang membutuhkan dana segar. Untuk membuka deposito bisa dilakukan kapan saja di kantor cabang bank terdekat, tetapi untuk membeli ORI ada waktu-waktu tertentu di sekitar masa peluncuran saja atau jika diluar itu maka harus dengan harga berbeda di pasar sekunder.
 Anna |  26 Jun 2015
Halaman: Awas Jebakan Bunga Deposito Tinggi
Tolong informasinya donk, pecahan 500juta dollar Hongkong dalam bentuk obligasi, bisa dijadikan uang rupiah tidak? Temen saya ada punya sampe 1 bruth. Lengkap dengan sertifikatnya.
 Barakuda Napitu |  22 Nov 2017
Halaman: Ini Cara Tukar Uang Yang Sudah Tidak Berlaku
Ada kemungkinan itu scam (penipuan). Menurut situs resmi Hong Kong Monetary Authority (HKMA), lembaran Dolar Hong Kong yang berlaku hanyalah untuk pecahan 10, 20, 50, 100, 500, dan 1000 Dolar Hong Kong saja.

Sedangkan obligasi adalah obligasi. Sertifikat obligasi memuat nilainya sendiri, ada imbal hasilnya, dan waktu jatuh tempo nya sendiri. Tidak ada ceritanya obligasi diterbitkan menyerupai uang dengan nominal besar hingga jutaan dan ada sertifikat terpisah, kecuali dalam kasus scam.

Untuk mengkonfirmasi, Anda bisa saja menghubungi lembaga yang tertulis sebagai penerbit pada lembaran yang Anda miliki. Jika itu bukan scam, tentunya lembaga tersebut bisa memverifikasi. Jika tak ada nama lembaganya, atau justru lembaganya itu tidak eksis, maka jelas itu scam.
 Anna |  23 Nov 2017
Halaman: Ini Cara Tukar Uang Yang Sudah Tidak Berlaku
Junk bond klo diterjemahin obligasi sampah, wlopun sampah tp keuntungan yg yg bs dihasilkan bkn recehan, yg jarang dilirik ini justru hrs dimaksimalkan
 Mega Chayani ... |  10 Jun 2020
Halaman: Apa Itu Junk Bond
Halo kak, saya tertarik belajar soal obligasi. Info terbaru katanya ada obligasi syariah yg bisa sekalian berwakaf? Kira2 prospeknya bagaimana ya? Mohon pencerahan trima kasih.
 Setyobudi |  11 Apr 2022
Halaman: Keuntungan Obligasi Yang Wajib Anda Ketahui
Komentar[2]    
  Isti Nuryanti   |   9 Feb 2022

bagaimana cara membeli obligasi?

  Nahwawi Hd   |   9 Feb 2022

untuk info cara beli obligasi bisa ke artikel berikut ini

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip