Apa Itu Pump and Dump dan Cara Menghindarinya

Cahyaning 16 Dec 2021Dibaca Normal 9 Menit
kripto>belajar>   #pump   #dump
Skema Pump and Dump merupakan praktik ilegal yang berpotensi merusak harga pasar. Bisakah hal ini dihindari? Bagaimana pula cara mengenalinya?

Apakah Anda pernah mendengar istilah saham gorengan? Istilah ini biasanya merujuk pada kondisi saham yang kondisinya tengah dimanipulasi oleh oknum tertentu. Tujuannya? Tentu saja untuk mengeruk keuntungan dari investor yang terlambat masuk.

Kondisi serupa ternyata juga bisa ditemukan di pasar kripto, dan sering kali disebut sebagai skema Pump and Dump. Skema manipulasi pasar ini merupakan salah satu jenis penipuan paling besar di dunia kripto, dan bisa memakan banyak korban. Untuk melindungi diri dari skema Pump and Dump, ada baiknya lebih dulu mempelajari seluk-beluknya.

 

Pump and Dump di Pasar Kripto

Skema Pump and Dump terdiri dari dua hal, yang pertama adalah Pumping atau membeli dan Dumping yang berarti menjual. Jika diartikan, Pump and Dump adalah kegiatan pembelian aset kripto dalam jumlah banyak kemudian dijual saat harga mencapai puncaknya. Hal ini mengakibatkan siklus lonjakan harga suatu aset, kemudian diikuti dengan penurunan nilai secara drastis.

Para pelaku skema Pump and Dump bisa dengan tenang melenggang pergi dari pasar karena sudah mengantongi keuntungan yang lumayan. Namun, trader-trader yang baru membeli aset ketika harga sudah naik akan menanggung kerugian besar karenanya. Siklus ini bisa berlangsung dengan sangan cepat, bahkan bisa terjadi dalam hitungan detik saja.

Baca juga: 4 Siklus Pasar Kripto Yang Perlu Anda Tahu

Para pelaku Pump and Dump umumnya menargetkan koin atau token baru yang kurang populer karena harganya terbilang cukup murah. Dengan demikian, mereka tak perlu mengeluarkan banyak biaya saat memanipulasi pasar. Tak jarang mereka memanfaatkan momen Initial Coin Offering (ICO) untuk menjalankan aksi. Sebaliknya, mereka akan menghindari aset besar seperti Bitcoin atau Ethereum.

Lalu, apakah praktik ini salah? Bukankah wajar membeli aset saat di harga rendah dan menjualnya saat harga tinggi?

Skema Pump and Dump merupakan salah satu bentuk manipulasi pasar, bukan strategi trading, tak bisa disamakan dengan buy the dip, sell the high. Bahkan, praktik ini dianggap ilegal berdasarkan undang-undang sekuritas. Para pelaku yang terlibat pada praktik ini akan dikenakan denda dengan nominal yang tidak sedikit. Karena skema penipuan ini tergolong cukup berbahaya bagi kondisi pasar dan trader lain, beberapa pemerintah negara lain seperti Cina, Uni Eropa, dan AS telah memperingatkan masyarakat akan risiko Pump and Dump.

skema pump and dump

 

Bagaimana Cara Kerjanya?

Melakukan manipulasi pada pasar tentu bukan pekerjaan ringan; sudah jelas ada pihak-pihak tertentu yang terlibat di baliknya. Umumnya, skema ini dijalankan oleh sekelompok oknum yang sudah teroganisir dengan baik. Biasanya mereka akan beroperasi dari titik ataupun exchange kripto yang berbeda-beda untuk membuat trend harga yang sedang terjadi seolah-olah asli. Tak jarang, tim tersebut akan menyediakan trader dengan dana besar untuk membeli sejumlah besar aset kripto yang sedang di-pump.

Jika aset kripto yang dipilih merupakan koin dengan volume rendah, para pelaku akan membelinya dalam jumlah yang banyak agar dapat mengontrol pasokan serta harga dari aset tersebut. Biasanya, mereka akan saling berkomunikasi tentang tanggal dan waktu Pump and Dump untuk bisa melakukan persiapan.

Pada awalnya, penyebaran informasi dilakukan dari mulut ke mulut tentang aset kripto atau proyek ICO tertentu. Tujuannya adalah untuk mendorong pembelian aset tersebut. Seiring berkembangnya teknologi, kelompok ini beralih menggunakan berbagai platform media sosial seperti Telegram, Facebook, dan Twitter. Tak sedikit pula yang membentuk grup dan menggunakan influencer untuk menyebarkan berita tentang koin tertentu. Mereka akan menyarankan orang-orang untuk membeli koin yang menjadi target supaya harganya naik dan jejak mereka bisa tertutupi dengan baik.

 

Untung Rugi Skema Pump and Dump

Jika metode ini ilegal, mengapa ada begitu banyak praktik Pump and Dump yang terjadi? Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan oleh Jiahua Xu dan Benjamin Livshits dari Imperial College London, setidaknya ada dua kasus Pump and Dump yang terjadi dalam sehari. Alasannya adalah karena keuntungan menggiurkan yang bisa didapatkan.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pelaku Pump and Dump umumnya menargetkan koin yang kurang populer. Itu berarti mereka bisa membeli sejumlah besar koin saat harganya masih sangat murah. Ketika koin tersebut sudah mencapai overbought, sudah tentu harganya akan naik berkali-kali lipat dari harga beli. Dengan begitu, mereka akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar ketika menjualnya.

Tetapi tentu saja, keuntungan yang diperoleh dari skema tersebut kebanyakan hanya dinikmati oleh pelaku-pelakunya. Trader yang ikut-ikutan sejak awal mungkin juga bisa mendapatkan keuntungan meski tak sebesar para pelaku utama. Kerugian paling besar biasanya dirasakan oleh trader yang mudah terjebak FOMO. Bukanya mendapatkan keuntungan, mereka justru merugi karena baru membeli saat harganya sudah di atas.

Baca juga: 7 Tips Ampuh Hindari FOMO untuk Trader Kripto

Praktik ini juga dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kondisi pasar kripto. Di tahun 2018, pernah terjadi kasus yang sangat parah hingga Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka (CFTC) AS mengeluarkan peringatan dan bersedia memberikan imbalan bagi mereka yang bisa melaporkan praktik Pump and Dump.

 

Ciri-Ciri Pump and Dump

Metode Pump and Dump seringkali dilakukan dengan sangat mulus dan hampir tak terdeteksi. Tak heran jika banyak trader-trader pemula yang terjebak karena berpikir ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan profit. Tetapi sebetulnya, ada beberapa cara untuk mendeteksi skema Pump and Dump ini.

Misalnya, jika harga suatu koin yang tidak begitu populer atau meme coin mendadak naik pesat tanpa adanya katalis penting, maka Anda wajib curiga. Selain itu, masih ada beberapa cara lain untuk mengenali kasus penipuan kripto ini. Apa saja?

 

1. Penawaran Investasi

Penawaran investasi merupakan hal yang lumrah di dunia kripto. Tak jarang, hal ini berpotensi mengantarkan Anda pada kesempatan yang menarik. Tetapi, Anda wajib berhati-hati pada setiap penawaran investasi yang datang karena para pelaku praktik Pump and Dump sering mencari 'pengikut' melalui cara ini. Mereka bisa saja menyebarkan penawaran melalui email, komentar atau unggahan di dalam media sosial, dan grup-grup di aplikasi messenger.

 

2. Menawarkan Keuntungan Fantastis

Apabila penawaran investasi yang Anda terima terdengar begitu menggiurkan, Anda wajib berhati-hati. Jika sesuatu terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu adalah penipuan.

Baca juga: 5 Kasus Penyalahgunaan Kripto yang Menggegerkan Dunia

 

3. Bersifat Menakuti

Pernahkah Anda menjumpai ajakan untuk membeli suatu aset kripto secepat mungkin karena nilainya disebut-sebut akan turun? Hati-hati, bisa jadi itu merupakan taktik dari pelaku Pump and Dump supaya Anda ikut menjadi pion yang berperan menaikkan harga aset.

 

Contoh Kasus Pump and Dump

Sebetulnya, ada begitu banyak kasus Pump and Dump di pasar kripto. Salah satu yang paling menghebohkan terjadi pada bulan November 2017. Kala itu, Business Insider melaporkan hasil investigasinya terkait ativitas Pump and Dump di  exchange Bittrex dan Yobit. Aksi ini direncanakan dengan seksama melalui aplikasi Telegram. Tak lama kemudian, Bittrex mengumumkan bahwa pihak mereka tak akan menerima aktivitas apapun yang berpotensi memanipulasi pasar, termasuk Pump and Dump. Kebijakan ini membuat banyak peserta grup Telegram yang terlibat terpaksa membatalkan kegiatan mereka.

John McAfee, pembuat perangkat lunak antivirus McAfee, juga sempat diduga terlibat dalam aktivitas Pump and Dump. Ia dan bodyguard-nya, Jimmy Watson, disinyalir memberikan 'petunjuk' yang menyesatkan terkait Altcoin dari Desember 2017 hingga Oktober 2018.

John McAfee

Kala itu, McAfee menggunakan akun Twitter-nya yang sudah terverifikasi untuk 'mempromosikan' koin-koin tertentu. Ia akan membuat cuitan tentang 'Coin of the Day' atau 'Coin of the Week'. Meski sempat mengelak, McAfee diketahui telah membeli koin yang dipromosikannya dalam jumlah banyak untuk kemudian menjualnya ketika harga koin sudah meroket.

 

Bisakah Pump and Dump Dihindari?

Meskipun berbahaya dan bisa mengincar siapa saja, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari skema Pump and Dump. Cara terbaik adalah dengan melakukan riset mendalam sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada suatu aset kripto. Dengan adanya internet, tentu tidak sulit untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai proyek kripto tertentu.

Cari tahu juga apakah ada faktor fundamental yang menyebabkan harga sedang naik. Jika ya, bisa jadi penguatan aset tersebut merupakan aktivitas yang normal. Jangan lupa untuk mencari tahu tentang prospek jangka panjang suatu koin, tim pengembangnya, total aset yang akan beredar, pergerakan harga dari tahun ke tahun, serta reputasi aset tersebut secara keseluruhan. Kurang informasi akan membuat Anda lebih rentan tertipu Pump and Dump dan praktik penipuan kripto lainnya.

 

Kesimpulan

Secara teori, skema Pump and Dump memang berpotensi untuk mendatangkan keuntungan besar bagi para pelakunya. Tetapi, praktik ini ilegal sehingga ada konsekuensi hukum yang menanti para pelaku. Praktik ini umumnya dilakukan pada aset yang kurang populer dengan volume trading rendah, tujuannya agar para pelaku bisa dengan mudah mengontrol naik turunnya harga. Ironisnya, hal ini justru menjadi salah satu cara mengenali praktik Pump and Dump. Agar tak terjebak penipuan seperti ini, sebaiknya Anda mewaspadai koin-koin yang melonjak dalam waktu singkat. Lakukan riset mendalam tentang suatu proyek kripto sebelum memutuskan berinvestasi, terutama jika koin tersebut masih baru.

 

Kasus penipuan kripto bukanlah hal baru. Selain Pump and Dump, skema Ponzi merupakan bentuk penipuan yang paling sering ditemui di pasar digital, salah satunya adalah yang pernah terjadi di Indonesia, yakni kasus EDCCash yang menyebabkan kerugian hingga Rp285 miliar.

Kategori Terkait
 
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip