Apa Itu Reksadana Dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Anna 8 Jan 2019 1208
Dibaca Normal 5 Menit

Reksadana adalah produk investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk dialokasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti obligasi, deposito, saham, dan lain sebagainya.

Reksadana adalah produk investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk dialokasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti obligasi, deposito, saham, dan lain sebagainya. Setelah jangka waktu tertentu, investor reksadana akan mendapatkan imbal hasil sesuai dengan perolehan hasil pengelolaan manajer investasi dikurangi biaya penyertaan yang telah ditentukan.

Di Indonesia, produk reksadana diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua manajer investasi dan produk reksadana yang diterbitkannya harus diketahui dan memperoleh ijin dari OJK.

Reksadana

 

Cara Kerja Investasi Reksadana

Pada prakteknya, perusahaan penerbit reksadana (manajer investasi) akan menerbitkan prospektus reksadana yang memuat rincian mengenai perijinannya, kebijakan investasi (kriteria pemilihan instrumen investasi), rekam jejak manajer investasi, metode perhitungan Nilai Aktiva Bersih (NAB), biaya-biaya yang dikenakan, dan lain sebagainya. Apabila calon investor menyukai rincian yang dipaparkan dalam prospektus, maka ia dapat membeli unit penyertaan pada produk reksadana tersebut.

Selama masa penyertaan, manajer investasi akan memberikan laporan berkala mengenai kinerja historis (Fund Fact Sheet). Setelah beberapa waktu berlalu, investor dapat menjual kembali unit penyertaannya untuk mencairkan dana pokok dan keuntungan investasi setelah dikurangi biaya-biaya.

Biaya penyertaan reksadana mencakup Subscription Fee (biaya pembelian unit penyertaan), Redemption Fee (biaya penjualan unit penyertaan), dan Switching Fee (biaya pengalihan jika Anda ingin mengganti produk reksadana berbeda di bawah manajer investasi yang sama). Masing-masing berkisar antara 0 hingga 5 persen, dan seharusnya sudah dijelaskan dalam prospektus.

Cara Mendapatkan Reksadana

 

Keuntungan Dan Risiko Reksadana

Sebagai wahana investasi, reksadana memiliki potensi keuntungan dan risiko beragam, tergantung jenisnya:

  1. Reksadana Saham: minimal 80 persen dana yang terhimpun akan diinvestasikan pada saham. Biasanya, manajer investasi akan menjelaskan saham dengan kriteria apa saja yang dibeli; misalnya khusus hanya saham sektor Consumer saja, atau lainnya. Reksadana ini cenderung berisiko tinggi, tetapi memiliki potensi return paling tinggi. Berdasarkan data awal tahun 2018, return reksadana saham tertinggi mencapai 17-18 persen.
  2. Reksadana Pendapatan Tetap: minimal 80 persen dana yang terhimpun akan diinvestasikan pada obligasi yang diterbitkan pemerintah ataupun korporasi yang memberikan pendapatan tetap. Reksadana ini cenderung berisiko menengah, sehingga cocok bagi investor moderat.
  3. Reksadana Pasar Uang: seluruh dana investor akan dialokasikan pada instrumen yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun seperti deposito, obligasi, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Reksadana ini memiliki risiko paling rendah, tetapi potensi keuntungannya juga paling kecil ketimbang jenis reksadana lainnya. Berdasarkan data awal tahun 2018, return reksadana pasar uang tertinggi mencapai 2-3 persen.
  4. Reksadana Campuran: seluruh dana investor akan dialokasikan pada berbagai jenis instrumen investasi, baik itu saham, obligasi, maupun aset-aset bertenor kurang dari satu tahun. Tingkat risiko reksadana campuran cenderung menengah dengan return mirip dengan jenis reksadana pendapatan tetap.
  5. Reksadana Syariah: sesuai namanya, seluruh dana investor akan dialokasikan pada instrumen keuangan yang sudah berstempel syariah, misalnya saham-saham dalam daftar Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), obligasi syariah, dan lain sebagainya. Tingkat risiko tergantung pada komposisi instrumen investasi yang dipilih oleh pengelola reksadana terkait.
  6. Reksadana Terproteksi: produk reksadana terproteksi mirip dengan deposito yang baru dapat dicairkan setelah jangka waktu tertentu. Karakteristik khasnya, waktu pembelian produk reksadana terproteksi telah ditentukan oleh manajer investasi, dan penjualannya kembali biasanya baru diperbolehkan setelah beberapa bulan atau beberapa tahun berlalu. Tingkat risiko reksadana terproteksi relatif rendah dan potensi return lebih tinggi, karena dana yang terhimpun akan dialokasikan pada instrumen kategori layak investasi (Investment Grade) saja. Namun, minimal penyertaan biasanya cukup tinggi (antara belasan hingga ratusan juta rupiah) dan jangka waktunya sangat lama (mulai dari satu hingga beberapa puluh tahun).

Selain keenam jenis reksadana tersebut, ada pula reksadana indeks dan dan Exchange Traded Fund (ETF). Namun, keduanya kurang populer dan tidak diperjualbelikan secara bebas di Indonesia.

 

Cara Mendapatkan Reksadana

Dahulu, reksadana hanya dapat dibeli langsung pada perusahaan manajer investasi yang umumnya memiliki nama dengan label "Asset Management" atau "Investment Management". Namun, kini banyak agen penjual reksadana yang memungkinkan akses lebih luas untuk pembelian unit penyertaan secara online maupun offline.

Beberapa manajer investasi populer di Indonesia antara lain Danareksa Investment Management, Kiwoom Investment Management, Schroder Investment Management, dan lain sebagainya. Sedangkan pembelian reksadana online dapat pula dilakukan melalui beberapa marketplace berikut ini dengan minimal investasi awal mulai dari Rp 10,000-100,000an:

  1. Bareksa
  2. Ipotfund
  3. Supermarket Reksadana
  4. BukaReksa
  5. Tokopedia

Caranya cukup sederhana:

  1. Buka situs perusahaan manajer investasi atau marketplace.
  2. Lakukan pendaftaran untuk membuka akun di situs tersebut.
  3. Setelah pendaftaran disetujui, Anda akan dapat mengakses pilihan produk reksadana dan prospektus yang tersedia.
  4. Setorkan dana sesuai dengan syarat minimum penyertaan.
  5. Beli produk reksadana yang cocok dengan tujuan investasi Anda.

Apabila membeli reksadana langsung pada manajer investasi terkait, maka Anda boleh jadi bisa membeli unit penyertaan dengan biaya-biaya lebih rendah. Anda juga akan mendapatkan penawaran produk reksadana terproteksi dari manajer investasi terkait. Namun, jenis produk reksadana yang tersedia akan terbatas pada produk-produk dari satu manajer investasi itu saja.

Di sisi lain, jika membeli reksadana melalui marketplace, maka Anda dapat memilih produk reksadana yang disusun oleh berbagai perusahaan manajer investasi. Dana investasi Anda pun bisa dibagi-bagi ke beberapa produk reksadana dari manajer investasi berbeda (diversifikasi).

Pilihan cara investasi reksadana manapun yang dipilih, pastikan Anda menyimak prospektusnya terlebih dahulu. Perhatikan histori kinerja, kebijakan investasi, dan besar biaya yang dikenakan oleh manajer investasi. Kalau perlu, selidiki reputasi manajer investasi terkait dan minta rekomendasi dari rekan-rekan Anda.

Kirim Komentar/Reply Baru

Forum

Novi (15 Dec 2015)

Di forex sering sekali ada kata volatilitas dan likuiditas. Saya masih belum mengerti secara jelas mengenai 2 kata tersebut. Mohon dijelaskan dengan penjelasan yang gamblang dan mudah dimengerti karena saya adalah orang awam. Terima kasih.

Selengkapnya

BANK 1 Bulan
CITIBANK 3.50
BANK PERMATA 4.00
BANK HSBC INDONESIA 4.25
DEUTSCHE BANK AG 2.92
BANK MANDIRI 3.25
BANK MAYBANK INDONESIA 4.00
BANK RAKYAT INDONESIA 3.25
BANK MEGA 2.50
BANK MAYORA 5.00
BANK UOB INDONESIA 3.90
Management Modal Untuk Trading Forex

trading yang bagai mana yang master gunakan hingga dapat menghasilkan profit secara kontinu dalam jangka panjang. trimkasih atas jawabannya akan sangat berguna bagi saya yang telah 3x MC

Supriono 6 Apr 2012

Reply:

Basir (06 Apr 2012 22:26)

Loss atau MC bisa mengincar siapa saja jika tidak hati hati. Letak dan Kunci trading sebetulnya bukan dari kehebatan menganalisa dengan menggunakan indikator tertentu. Tetapi kunci trading adalah pada kemampuan dalam mengatur keuangan. maka mulailah untuk terampil dalam mengatur modal anda. yang perlu jadi catatan, ketika anda melakukan BUY / SELL sebetulnya anda telah melakukan pinjaman kepada broker. uang yang masuk pasar adalah uang broker. Sedang dana anda adalah menjadi jaminannya dari setiap Open BUY/SELL anda. maka disanalah anda akan melihat berapa margin yang di kunci oleh beroker. Ketika ketika margin anda tidak mencukupi,  free margin dan margin level anda berkurang dan menipis dan floating minus sangat besar, maka anda akan terkena margin call. jadikalh pengalaman dari MC yang pernah anda alami.
Mulailah pandai pandai mengatur dana anda. Ingat lah, Trading adalah ilmu dan seni mengatur uang untuk mendapatkan uang.

thanks

Eris (02 Oct 2015 08:50)

Cara mengatur dana yg bagaimana yg bapak sarankan? Seingat saya cara mengatur dana di forex trading ada banyak. Nah yang bisa memungkinkan profit berkelanjutan dalam jangka panjang yang bagaimana pak?

Basir (02 Oct 2015 10:03)

Untuk Eris

Trading forex termasuk trading margin, dimana saat seorang trader melakukan BUY/ SELL ia menggunakan uang pinjaman dari broker dan dana yang ia depositkan menjadi margin atas transaksi yang dilakukan, dimana besarnya tergantung dari contract size (jenis account).

Ada banyak cara mengelola keuangan / money managment dalam mempertahankan atau meningkatkan balance. Tiap trader mempunyai cara tersendiri dalam hal ini, diantarannya:

1. Memakai persentase

Trader yang menggunakan cara ini,  membuat resiko sebesar yang direncanakan. Jika ia membuat resiko sebesar 5% dari modal $100 yang ia miliki, artinya ia menyisihkan resiko sebesar $5 dari open trade yang ia buka.

2. Resiko berdasarkan margin

Dalam hal ini seorang trader akan membuat resiko atau memasang stop loss berdasarkan margin. Jika ia membuka posisi BUY/ SELL dan marginnya sebesar $ 5, maka ia akan menempatkan stop loss berdasarkan besarnya margin dari kenaikan dan penurunan harga (hitungan pips/point)

3 Resiko berdasarkan satuan lot

Ada trader yang menggunakan resko berdasarkan satuan lot yang ia buka. Misalkan ia trade dengan lot 1 yang nilainya sebesar 10.000 kontak size,  atau lot 0.10 yang nilainya sebesar 1.000 kontrak size ataulot 0.01 yang nilainya sebesar 100 kontak size

Maka saat ia membuka open trade dengan lot 0.01, ia floating sebesar 100 pips, atau hanya minus sebesar $1.

Dari resiko tersebut cara mengambil keuntungnya pun berbeda-beda. Ada yang:

  • 1 : 1 ( keuntungan sebanding dengan resiko)
  • 2 : 1 ( keuntungan lebih besar dari resiko )


Namun demikian, cara pengelolan resiko tersebut bisa berbeda hal berdasarkan cara trade yang di gunakan.

Mungkin cara trade diatas berlaku bagi trader Daily atau Long-term namun tidak berlaku bagi para scalper dan para m singgihgale yang trading di hari tersebut.

Berdasarkan pengalaman secara pribadi saya menggunakan no 3,  karena disamping daily saya menggunakan pola long-term/swinger yang kadang menerapkan juga pola averaging. Saya menggunakan satuan lot yang terukur sekalipun harus floating dalam beberapa hari.

Thanks.

Zulkifli Hasan (01 Aug 2018 09:00)

Kalau menggunakan Risiko berdasarkan prosentase modal yang dibuka bagaimana dengan akun yang sedang dalam fase drawdown pak? Bukankah akan semakin susah mengembalikan modal yang sudah hilang? Mohon pencerahannya.

Admin (02 Aug 2018 09:04)

Betul sekali, dengan menggunakan risiko berdasarkan %modal, maka saat strategi trading sedang tidak manjur maka untuk mencapai nilai modal yang telah hilang juga dibutuhkan waktu yang sedikit lama. Namun, coba pertimbangkan kembali. Meski membutuhkan waktu lama untuk mengembalikan modal, namun dengan metode money management seperti ini, maka tingkat drawdown pun atau terkurasnya akun hingga habis juga menjadi lebih lama.

Mari mencoba menghitung. Misalkan modal awal dengan 1,000 USD, dengan 5% modal sebagai risiko. Coba kita hitung jika sistem trading mengalami loss sebanyak 5x secara beruntun.

Trade 1: 5% x 1000 USD = 50 USD. Modal berkurang 50 USD menjadi 950 USD.

Trade 2: 5% x 950 USD = 47.5 USD. Modal berkurang 47.5 USD menjadi 902.5 USD.

Trade 3: 5% x 902.5 USD = 45.1 USD. Modal berkurang 45.1 USD menjadi 857.375 USD.

Trade 4: 5% x 857.375 USD = 42.8 USD. Modal berkurang 42.8 USD menjadi 814.575 USD.

Trade 5: 5% x 814.575 USD = 40.7 USD. Modal berkurang 40.7 USD menjadi 773.8 USD.

Total kerugian = 1000-773.8 = 226.2 USD atau hanya sekitar 22.6% dari total modal Anda.

Hasilnya akan sangat berbeda jika Anda menggunakan Fixed Equity sebagai jenis management modal Anda. Kerugian 5x secara beruntun dapat menyebabkan kerugian total sebesar 250 USD atau 25% dari modal.

Jauh lebih enak menggunakan prosentase bukan? Apalagi jika saat Anda memasuki periode keuntungan yang beruntun. Keuntungan yang Anda dapatkan juga akan berlipat dengan sendirinya.

 

Anda bisa membaca beberapa artikel tentang management modal berikut ini:

  • Metode Management Modal Trading
  • Tips Management Modal Trading

Zulkifli Hasan (03 Aug 2018 09:20)

Jadi dengan menggunakan metode ini jauh lebih baik pak ya intinya? Terima kasih pak.

Lalu bagaimana dengan perhitungan lotnya pak? apakah lebih baik dibagikan dengan Stop Loss yang fixed atau dengan Stop Loss yang berubah-ubah sesuai sistem tradingnya?

Admin (05 Aug 2018 09:28)

Betul sekali pak. Metode managament dengan %modal ini lebih baik karena sifatnya yang dapat berfungsi sebagai boost saat dalam fase keuntungan beruntun, dan menjadi rem saat fase kekalahan beruntun.

Menengai perhitungan Lot dengan menggunakan SL fixed maupun berubah-ubah itu tergantung sistem tradingnya pak. Beberapa sistem trading bekerja dengan Fixed SL, beberapa lagi memang mengamati perubahan dan struktur market untuk menentukan SL-nya. Keduanya juga memiliki kelenihan dan kekurangan masing-masing. Lebih baik Anda mencoba untuk backtest terlebih dahulu dengan akun demo selama satu bulan untuk melihat mana yang lebih baik.

Abu Al-Maida (08 Nov 2019 13:01)

@Supriono
berlatih lagi mas di akun demo, kalau kena MC artinya tidak pakai stop loss? wajib pakai stop loss karena sekalipun Don Juan disamping kita tetap aja harus ada stop loss untuk jaga-jaga. Mau profit? kuncinya ikuti trend, pintar baca berita fundamental, pintar baca indikator. Belajar juga gunakan multi time frame minimal 3 time frame. gunanya itu untuk melihat trend. buat pemula hindari pair XAUUSD terlalu ganas. berlatih adalah kuncinya, sabar dan terus belajar. Salam profit.
Linlindua 130
Saham 
Jujun Kurniawan 154
Forex