Apa Itu Strategi Third Candle

Kiki R 8 Apr 2022Dibaca Normal 9 Menit
forex>candlestick>   #pola-candle   #third-candle
Strategi third candle bisa menjadi salah satu teknik trading andalan karena cukup efektif dan mudah terbaca. Simak penjelasan detailnya berikut ini.

Jika mendengar kata price action, apa yang terbesit dalam pikiran Anda? Sebagian besar trader akan langsung membayangkan tentang candlestick, karena hal tersebut merupakan elemen utama strategi price action.

Salah satu strategi pola candlestick yang efektif dan bisa Anda gunakan adalah strategi Third Candle. Selain efektif, pola candlestick ini juga sederhana dan mudah terbaca.

 

Mengenal Third Candle

Strategi Third Candle merupakan strategi candlestick yang memanfaatkan 3 candle searah sebagai konfirmasi pembalikan trend. Jika mendengar 3 candlestick searah, Anda mungkin akan mengira pola ini sebagai Three White Soldiers atau Three Black Crows.

Secara umum, bentuknya hampir mirip dengan pola yang sudah disebutkan, tetapi strategi Third Candle tidak memiliki aturan khusus mengenai harga pembukaan (opening price) dari setiap candlesticknya.

Berdasarkan formasinya, strategi Third Candle mempunyai 2 jenis yaitu Bullish Third Candle dan Bearish Third Candle.

 

Bullish Third Candle

Bullish Third Candle adalah pola Third Candle pembalikan arah dari turun menjadi naik. Berikut langkah-langkah pembentukan formasinya:

  1. Terbentuk candle 0 (nol) yang merupakan candle bearish terakhir dari arah turun sebelumnya.
  2. Kemudian muncul candle pertama berjenis bullish dengan harga terendah (low) yang lebih rendah daripada low candle 0.
  3. Lalu terbentuk candle kedua bullish yang mengkonfirmasi arah dari candle pertama. Setelah candle kedua ini terbentuk, maka pembalikan arah dari turun menjadi naik sudah sah atau valid.
  4. Candle ketiga adalah candle bullish untuk entry buy. Posisi buy adalah sesaat setelah candle kedua selesai.

Formasi Bullish Third Candle

 

Bearish Third Candle

Bearish Third Candle merupakan formasi Third Candle pembalikan arah dari naik menjadi turun. Berikut langkah-langkah pembentukan formasinya:

  1. Terbentuk candle 0 (nol) yang merupakan candle bullish terakhir dari arah naik sebelumnya.
  2. Lalu muncul candle pertama berjenis bearish dengan harga tertinggi (high) lebih tinggi dari high candle 0.
  3. Kemudian terbentuk candle kedua bearish yang mengkonfirmasi arah dari candle pertama. Setelah candle kedua ini terbentuk, maka pembalikan arah dari naik menjadi turun sudah valid.
  4. Candle ketiga adalah candle bearish untuk entry sell.

Formasi Bearish Third Candle

 

Skenario Entry Strategi Third Candle

Skenario entry pada strategi Third Candle bisa menggunakan indikator ataupun tanpa indikator. Tanpa indikator adalah dengan price action, sedangkan menggunakan indikator bisa dengan gabungan beberapa jenis indikator.

Simak Juga: Teknik Price Action, Metode Trading Sederhana Yang Dapat Diandalkan

 

Strategi Third Candle dengan Price Action

Dalam price action, strategi Third Candle menjadi signal entry atau entry trigger. Strategi ini tidak bisa berdiri sendiri atau entry hanya mengandalkan formasi 3 candlenya.

Penerapan yang benar melalui tiga tahap yaitu:

  1. Menentukan struktur harga.
  2. Menentukan level penting.
  3. Signal entry menggunakan Third Candle.

Simak juga: Bentuk Candlestick Konfirmasi yang Wajib Diketahui

 

Menentukan Struktur Harga dari High dan Low

Pertama-tama, Anda harus menentukan struktur harga terlebih dahulu. Cara menentukan struktur harga adalah dengan melihat harga tertinggi (high) dan harga terendah (low) yang baru terbentuk.

Kondisi market trending mempunyai ciri-ciri yaitu terbentuknya harga tertinggi yang lebih tinggi daripada harga tertinggi sebelumnya (higher high), atau harga terendah yang lebih rendah daripada harga terendah sebelumnya (lower low).

Sedangkan kondisi market sideways mempunyai ciri-ciri khusus yaitu harga bergerak naik-turun pada rentang tertentu sehingga tidak membentuk higher high atau lower low.

Struktur Market

Gunakan strategi ini hanya pada market yang sedang dalam kondisi trend (trending). Jangan gunakan strategi ini pada kondisi market sideways karena peluang berhasilnya lebih kecil.

Pada market trending, harga akan langsung melanjutkan trend setelah mengalami penolakan (rejection) di level penting. Dengan demikian, maka peluang berhasil menjadi lebih besar. Dalam kondisi market sideways/ranging, harga akan cenderung bolak-balik pada range tertentu dan banyak ditemukan false breakout. Akibatnya, peluang harga melanjutkan setelah tertolak di level penting menjadi lebih kecil.

 

Menentukan Level Penting Menggunakan Support/Resisten

Langkah kedua yang harus Anda lakukan adalah menentukan level harga penting sebagai area entry sell/buy. Dalam kondisi market trending, level penting yang bagus untuk area entry adalah support dan resisten.

Untuk trend naik, level penting yang Anda gunakan untuk area entry adalah support yang sebelumnya resisten (resistance becomes support). Sedangkan pada trend turun, level yang Anda gunakan adalah resisten yang sebelumnya support (support becomes resistance).

Level SR dalam trending

Namun apabila kondisi trending yang terjadi tidak terlalu kuat dan cenderung berbentuk channel, maka level harga yang Anda gunakan untuk entry adalah trendline dari channel tersebut, bukan level support/resisten horizontal seperti pada market trending.

Simak juga: 5 Hal Yang Wajib Diketahui Tentang Level Support-Resistance

Dalam kondisi channel naik, level harga untuk entry buy menggunakan garis channel yang ditarik dari harga terendah (low) ke harga terendah (low). Tunggu harga koreksi turun terlebih dahulu untuk entry buy.

Level SR dalam Channel Naik

Sedangkan pada kondisi channel turun, level harga entry sell menggunakan garis channel yang ditarik dari harga tertinggi (high) ke harga tertinggi (high). Tunggu harga koreksi naik terlebih dahulu untuk entry sell.

Level SR dalam Channel Turun

Penentuan level ini penting agar Anda tidak terjebak level-level palsu yang membuat Anda mengalami kerugian.

 

Signal Entry dengan Third Candle

Langkah terakhir adalah entry menggunakan signal dari terbentuknya Third Candle. Posisi entry sesuai dengan arah trend yang sedang berlangsung.

Jika kondisi harga sedang trend naik, maka signal entry yang digunakan adalah Bullish Third Candle. Stop Loss diletakkan di bawah harga terendah (low) candle pertama.

Skenario Entry Buy

Sebaliknya, dalam kondisi harga sedang trend turun, signal entry yang digunakan adalah Bearish Third Candle. Stop Loss diletakkan di atas harga tetinggi (high) candle pertama.

Skenario Entry Sell

 

Strategi Third Candle dengan Indikator

Contoh indikator yang akan kita gunakan untuk strategi Third Candle ini adalah Moving Average. Selain itu, kita juga akan tambahkan Fibonacci Retracement sebagai alat bantu melihat level.

Simak juga: 3 Cara Trading dengan Moving Averages

Penerapannya secara garis besar sama seperti sebelumnya dengan melalui tiga tahap yaitu:

  1. Menentukan struktur harga menggunakan Moving Average.
  2. Menentukan level penting menggunakan Fibonacci Retracement.
  3. Signal entry menggunakan Third Candle.

 

Menentukan Struktur Harga dengan Moving Average

Periode Moving Average (MA) yang kita gunakan misalnya periode 50. Aturan menentukan struktur harga menggunakan Moving Average cukup sederhana:

  • Jika harga berada di atas garis MA, artinya trend sedang naik sehingga Anda dapat mencari level untuk entry posisi buy.
  • Jika harga berada dibawah garis MA, artinya trend sedang turun sehingga Anda bisa mencari level untuk entry posisi sell.
  • Jika harga dan garis MA bolak-balik menyilang dalam waktu dekat, artinya harga sedang sideways. Tidak ada entry.

MA Struktur market

 

Menentukan Level Penting dengan Fibonacci Retracement

Setelah mengetahui arah trend, selanjutnya kita menentukan level penting sebagai area sell/buy.

Jika harga trend naik, maka Fibonacci Retracement ditarik dari harga terendah (low) ke harga tertinggi (high). Sedangkan apabila harga dalam kondisi trend turun, maka penarikan Fibonacci Retracement dari harga tertinggi (high) ke harga terendah (low).

FR dalam UP dan Down

Area level yang bagus untuk entry berada pada level 38.2% (0.382), 50.0% (0.5), dan 61.8% (0.618). Level inilah tempat menunggu terbentuk signal untuk entry posisi.

Simak juga: Strategi Entry Mudah Menggunakan Pola Bear Trap

 

Menentukan Entry dengan Signal Third Candle

Langkah terakhir adalah eksekusi entry apabila terbentuk sinyal valid yaitu Third Candle pada level yang sudah ditentukan.

Dalam trend naik, entry posisi buy apabila terbentuk Bullish Third Candle saat harga koreksi ke level Fibonacci Retracement 0.382-0.618.

Signal Buy

Untuk trend turun, entry posisi sell apabila terbentuk Bearish Third Candle ketika harga koreksi ke level Fibonacci Retracement 0.382-0.618.

Signal Sell

 

Catatan Penting

Ada 2 hal penting yang harus diperhatikan dalam penerapan strategi ini, yaitu candle kelima dan berita. Setelah entry buy atau sell namun harga sampai candle kelima masih berada di sekitar harga entry, maka posisi sell/buy harus ditutup.

Alasannya, kemungkinan besar harganya tidak kuat trending atau cenderung sideways sehingga lebih rentan mengenai Stop Loss. Dengan demikian, menutup posisi lebih baik daripada membiarkannya terbuka.

Selain itu, strategi ini tidak direkomendasikan untuk trading sekitar 30 menit sebelum atau setelah keluarnya berita (news) penting.

Simak juga: Memahami Strategi News Trading

 

Contoh Penerapan Strategi Third Candle pada Grafik

Untuk memahami penerapan strategi Third Candle yang lebih baik, kami akan berikan 2 contoh entry yang lengkap dengan langkah-langkahnya.

 

Contoh Penerapan dengan Price Action

Dalam menerapkan strategi trading Third Candle, pertama-tama kita mencari pasangan mata uang dengan kondisi struktur harga yang sedang trending.

Pada grafik EUR/GBP H1 di bawah, terlihat harga sedang dalam kondisi trend naik dengan terbentuknya higher high dan higher low yang baru.

Contoh 1-1

Selanjutnya kita menentukan level penting yaitu support yang sebelumnya resisten (resistance becomes support).

Contoh 1-2

Terakhir, kita tinggal menunggu signal Bullish Third Candle pada level harga support. Posisi buy terpicu karena harga berhasil membentuk Bullish Third Candle di level support. Harga kemudian terus naik sampai menyentuh Take Profit.

Contoh 1-3

 

Contoh Penerapan dengan Indikator

Langkahnya sama, kita mencari struktur trending dengan menggunakan indikator MA periode 50. Chart di bawah ini menunjukkan harga yang sedang trend turun karena berada di bawah garis MA.

Contoh 2-1

Selanjutnya, kita menentukan level penting dengan menggunakan Fibonacci Retracement. Harga mencapai level 61.8% yang menyatakan masuk ke level entry.

Contoh 2-2

Sell terdeteksi dari terbentuknya Bearish Third Candle di level 61.8%. Posisi sell masuk dengan SL di area candle pertama. Harga kemudian terus turun hingga mencapai Take Profit.

Contoh 2-3

 

Kesimpulan

Strategi Third Candle mempunyai 3 poin penting agar efektif dalam trading, yaitu struktur, level, dan signal. Pemilihan stuktur menjadi syarat pertama yang harus terpenuhi. Struktur ideal dalam menggunakan strategi ini adalah trending. Jika harga sedang dalam keadaan sideways, lebih baik menunggu atau mencari pair lain.

Kedua, penentuan level juga harus tepat. Level akan menjadi area entry sehingga segala bentuk pergerakan harga di area level menjadi signifikan. Tanpa level yang jelas, lebih baik tidak entry. Terakhir, signal Third Candle harus terbentuk sebagai syarat entry. Dengan adanya pola ini, entry menjadi valid.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Nur Cahyo |  11 Nov 2014

Kenapa saat melihat sinyal trading dari pola candlestick, oscillator lebih sering diajukan sebagai indikator yg dapat mengkonfirmasi sinyal tsb?

Lihat Reply [1]

 Sudirman |  13 Feb 2015

Maaf Gan ganggu lagi ini.. saya belum paham gan tentang pola-pola Candle stick itu, karena contohnya gak di pasang gan.. mohon kirimkan contoh pola-pola candle Stick gan..

Thank..

Lihat Reply [2]

 Dwee |  12 Aug 2015
pola candle mana yg paling sering muncul dichart dan paling gampang dianalisa?

Lihat Reply [2]

 Oji |  10 Jan 2018

Malem coach....mau nanya nih kalau misalnya ada pola candle three black crows/three white soldiers, untuk konfirmasi valid tidaknya pola tersebut apakah hanya dengan melihat closing 1 candle bar berikutnya? Apakah closing dibwh atau diatas  candle ke 3 dr pola tersebut? Mohon penjelasannya. Makasih

Lihat Reply [2]

 Sofyan Hamid |  25 Feb 2022

min, adakah cara kita tahu bahwa pola candle yang muncul itu tidak abal-abal dan bisa menghasilkan keuntungan? minta tips dan triknya min.

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

kalau ndak salah, malah ada cara konfirmasi arah harga setelah news dg pola candle.

mungkin sebetulnya bukan di indikator mana yg diperhatiin, tpi bagaimana dn kapan sinyalny digunakan sewaktu ada rilis news.
 Koki |  7 Jun 2015
Halaman: Trading Dengan Pola Engulfing Candle
Saya cukup banyak mencari refresnsi misalnya beli buku, baca artikel di internet atau nonton vidoe di youtube, namun saya belum menemukan penjelasan seperti ini, kebanyakan membahas tentang pola candlestick. Terima kasih pak rio, atas penjelasan dan pembelajarannya serta telah berbagi ilmu. Hal ini sangat bermanfat apalagi trader pemula seperti saya. Semoga tidak pernah bosan untuk berbagi ilmunya pak.
 Viar |  2 Dec 2018
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan
Salam .... Saya pemula dalam forex, sangat menarik tentang pembahasan Pola Candlestick Morning Star dan Evening Star ini, trims ...
 Muhammad Abduh |  20 Sep 2019
Halaman: Pola Candlestick Morning Star Dan Evening Star
harusnya artikel berjudul "Menggunakan Pola Candlestick Three Inside Up Dan Three Inside Down" langsung diberi linknya min biar g nyari dulu aku nya :-(
 Chyntya |  5 Jun 2020
Halaman: Pola Candle Terbaik Penanda Reversal
@Dhimas: Untuk akurasi murni menggunakan pola candlestick, time frame yang lebih besar lebih besar akurasinya daripada time frame dibawahnya, contohnya akurasi pola candlestick di Daily lebih besar daripada di time frame H1.

Management resiko sebaiknya mengikuti aturan maksimal 2% resiko dari modal. 
 Kiki R |  14 Jul 2020
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan
Bisa lihat dari sinyal-sinyal trendlines, breakouts, dan pola candlestick. Indikator untuk mendapatkan sinyal-sinyal itu bisa pakai indikator RSI, MA, MACD
 Ihwan |  12 Jan 2021
Halaman: Cara Menghindari Kesalahan Entry Trading

Kamus Candlestick

Three White Soldiers
Three White Soldiers
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bullish panjang. Harga penutupan candlestick kedua harus lebih tinggi dari candlestick pertama, begitu pula dengan harga penutupan candlestick ketiga dan kedua. Ini menandakan momentum uptrend yang masih kuat untuk membawa harga melanjutkan kenaikan.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Hanging Man
Hanging Man
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang membentuk gap naik dari candlestick sebelumnya. Terjadi di akhir uptrend, Hanging Man memiliki sumbu bawah yang lebih panjang dari body-nya. Sinyal bearish reversal dari pola ini terkonfirmasi apabila candlestick selanjutnya bersifat bearish atau membentuk gap turun, dan ditutup melemah dari harga pembukaannya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Inverted Hammer
Inverted Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang dibuka lebih rendah dari candlestick sebelumnya. Setelah bergerak menguat, candlestick kemudian ditutup di dekat atau pada harga pembukaannya (Open). Semakin panjang sumbu atas dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Dragonfly Doji
Dragonfly Doji
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick di akhir downtrend. Sell-off dalam skala besar terjadi setelah candlestick dibuka, sehingga harga membentuk sumbu bawah yang sangat panjang. Akan tetapi, harga kemudian justru ditutup dekat harga pembukaan atau bahkan harga tertingginya. Ini menandakan pelemahan dalam sentimen bearish dan beralihnya kendali pasar ke sisi buyer. Semakin kecil body dan semakin panjang sumbu bawahnya, maka semakin kuat pula sinyal pembalikan bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip