Apa Itu Strategi Third Candle

Kiki R 8 Apr 2022
Dibaca Normal 9 Menit
forex > candlestick >   #pola-candle   #third-candle
Strategi third candle bisa menjadi salah satu teknik trading andalan karena cukup efektif dan mudah terbaca. Simak penjelasan detailnya berikut ini.
DI

Jika mendengar kata price action, apa yang terbesit dalam pikiran Anda? Sebagian besar trader akan langsung membayangkan tentang candlestick, karena hal tersebut merupakan elemen utama strategi price action.

Salah satu strategi pola candlestick yang efektif dan bisa Anda gunakan adalah strategi Third Candle. Selain efektif, pola candlestick ini juga sederhana dan mudah terbaca.

 

Mengenal Third Candle

Strategi Third Candle merupakan strategi candlestick yang memanfaatkan 3 candle searah sebagai konfirmasi pembalikan trend. Jika mendengar 3 candlestick searah, Anda mungkin akan mengira pola ini sebagai Three White Soldiers atau Three Black Crows.

Secara umum, bentuknya hampir mirip dengan pola yang sudah disebutkan, tetapi strategi Third Candle tidak memiliki aturan khusus mengenai harga pembukaan (opening price) dari setiap candlesticknya.

Berdasarkan formasinya, strategi Third Candle mempunyai 2 jenis yaitu Bullish Third Candle dan Bearish Third Candle.

 

Bullish Third Candle

Bullish Third Candle adalah pola Third Candle pembalikan arah dari turun menjadi naik. Berikut langkah-langkah pembentukan formasinya:

  1. Terbentuk candle 0 (nol) yang merupakan candle bearish terakhir dari arah turun sebelumnya.
  2. Kemudian muncul candle pertama berjenis bullish dengan harga terendah (low) yang lebih rendah daripada low candle 0.
  3. Lalu terbentuk candle kedua bullish yang mengkonfirmasi arah dari candle pertama. Setelah candle kedua ini terbentuk, maka pembalikan arah dari turun menjadi naik sudah sah atau valid.
  4. Candle ketiga adalah candle bullish untuk entry buy. Posisi buy adalah sesaat setelah candle kedua selesai.

Formasi Bullish Third Candle

 

Bearish Third Candle

Bearish Third Candle merupakan formasi Third Candle pembalikan arah dari naik menjadi turun. Berikut langkah-langkah pembentukan formasinya:

  1. Terbentuk candle 0 (nol) yang merupakan candle bullish terakhir dari arah naik sebelumnya.
  2. Lalu muncul candle pertama berjenis bearish dengan harga tertinggi (high) lebih tinggi dari high candle 0.
  3. Kemudian terbentuk candle kedua bearish yang mengkonfirmasi arah dari candle pertama. Setelah candle kedua ini terbentuk, maka pembalikan arah dari naik menjadi turun sudah valid.
  4. Candle ketiga adalah candle bearish untuk entry sell.

Formasi Bearish Third Candle

 

Skenario Entry Strategi Third Candle

Skenario entry pada strategi Third Candle bisa menggunakan indikator ataupun tanpa indikator. Tanpa indikator adalah dengan price action, sedangkan menggunakan indikator bisa dengan gabungan beberapa jenis indikator.

Simak Juga: Teknik Price Action, Metode Trading Sederhana Yang Dapat Diandalkan

 

Strategi Third Candle dengan Price Action

Dalam price action, strategi Third Candle menjadi signal entry atau entry trigger. Strategi ini tidak bisa berdiri sendiri atau entry hanya mengandalkan formasi 3 candlenya.

Penerapan yang benar melalui tiga tahap yaitu:

  1. Menentukan struktur harga.
  2. Menentukan level penting.
  3. Signal entry menggunakan Third Candle.

Simak juga: Bentuk Candlestick Konfirmasi yang Wajib Diketahui

 

Menentukan Struktur Harga dari High dan Low

Pertama-tama, Anda harus menentukan struktur harga terlebih dahulu. Cara menentukan struktur harga adalah dengan melihat harga tertinggi (high) dan harga terendah (low) yang baru terbentuk.

Kondisi market trending mempunyai ciri-ciri yaitu terbentuknya harga tertinggi yang lebih tinggi daripada harga tertinggi sebelumnya (higher high), atau harga terendah yang lebih rendah daripada harga terendah sebelumnya (lower low).

Sedangkan kondisi market sideways mempunyai ciri-ciri khusus yaitu harga bergerak naik-turun pada rentang tertentu sehingga tidak membentuk higher high atau lower low.

Struktur Market

Gunakan strategi ini hanya pada market yang sedang dalam kondisi trend (trending). Jangan gunakan strategi ini pada kondisi market sideways karena peluang berhasilnya lebih kecil.

Pada market trending, harga akan langsung melanjutkan trend setelah mengalami penolakan (rejection) di level penting. Dengan demikian, maka peluang berhasil menjadi lebih besar. Dalam kondisi market sideways/ranging, harga akan cenderung bolak-balik pada range tertentu dan banyak ditemukan false breakout. Akibatnya, peluang harga melanjutkan setelah tertolak di level penting menjadi lebih kecil.

 

Menentukan Level Penting Menggunakan Support/Resisten

Langkah kedua yang harus Anda lakukan adalah menentukan level harga penting sebagai area entry sell/buy. Dalam kondisi market trending, level penting yang bagus untuk area entry adalah support dan resisten.

Untuk trend naik, level penting yang Anda gunakan untuk area entry adalah support yang sebelumnya resisten (resistance becomes support). Sedangkan pada trend turun, level yang Anda gunakan adalah resisten yang sebelumnya support (support becomes resistance).

Level SR dalam trending

Namun apabila kondisi trending yang terjadi tidak terlalu kuat dan cenderung berbentuk channel, maka level harga yang Anda gunakan untuk entry adalah trendline dari channel tersebut, bukan level support/resisten horizontal seperti pada market trending.

Simak juga: 5 Hal Yang Wajib Diketahui Tentang Level Support-Resistance

Dalam kondisi channel naik, level harga untuk entry buy menggunakan garis channel yang ditarik dari harga terendah (low) ke harga terendah (low). Tunggu harga koreksi turun terlebih dahulu untuk entry buy.

Level SR dalam Channel Naik

Sedangkan pada kondisi channel turun, level harga entry sell menggunakan garis channel yang ditarik dari harga tertinggi (high) ke harga tertinggi (high). Tunggu harga koreksi naik terlebih dahulu untuk entry sell.

Level SR dalam Channel Turun

Penentuan level ini penting agar Anda tidak terjebak level-level palsu yang membuat Anda mengalami kerugian.

 

Signal Entry dengan Third Candle

Langkah terakhir adalah entry menggunakan signal dari terbentuknya Third Candle. Posisi entry sesuai dengan arah trend yang sedang berlangsung.

Jika kondisi harga sedang trend naik, maka signal entry yang digunakan adalah Bullish Third Candle. Stop Loss diletakkan di bawah harga terendah (low) candle pertama.

Skenario Entry Buy

Sebaliknya, dalam kondisi harga sedang trend turun, signal entry yang digunakan adalah Bearish Third Candle. Stop Loss diletakkan di atas harga tetinggi (high) candle pertama.

Skenario Entry Sell

 

Strategi Third Candle dengan Indikator

Contoh indikator yang akan kita gunakan untuk strategi Third Candle ini adalah Moving Average. Selain itu, kita juga akan tambahkan Fibonacci Retracement sebagai alat bantu melihat level.

Simak juga: 3 Cara Trading dengan Moving Averages

Penerapannya secara garis besar sama seperti sebelumnya dengan melalui tiga tahap yaitu:

  1. Menentukan struktur harga menggunakan Moving Average.
  2. Menentukan level penting menggunakan Fibonacci Retracement.
  3. Signal entry menggunakan Third Candle.

 

Menentukan Struktur Harga dengan Moving Average

Periode Moving Average (MA) yang kita gunakan misalnya periode 50. Aturan menentukan struktur harga menggunakan Moving Average cukup sederhana:

  • Jika harga berada di atas garis MA, artinya trend sedang naik sehingga Anda dapat mencari level untuk entry posisi buy.
  • Jika harga berada dibawah garis MA, artinya trend sedang turun sehingga Anda bisa mencari level untuk entry posisi sell.
  • Jika harga dan garis MA bolak-balik menyilang dalam waktu dekat, artinya harga sedang sideways. Tidak ada entry.

MA Struktur market

 

Menentukan Level Penting dengan Fibonacci Retracement

Setelah mengetahui arah trend, selanjutnya kita menentukan level penting sebagai area sell/buy.

Jika harga trend naik, maka Fibonacci Retracement ditarik dari harga terendah (low) ke harga tertinggi (high). Sedangkan apabila harga dalam kondisi trend turun, maka penarikan Fibonacci Retracement dari harga tertinggi (high) ke harga terendah (low).

FR dalam UP dan Down

Area level yang bagus untuk entry berada pada level 38.2% (0.382), 50.0% (0.5), dan 61.8% (0.618). Level inilah tempat menunggu terbentuk signal untuk entry posisi.

Simak juga: Strategi Entry Mudah Menggunakan Pola Bear Trap

 

Menentukan Entry dengan Signal Third Candle

Langkah terakhir adalah eksekusi entry apabila terbentuk sinyal valid yaitu Third Candle pada level yang sudah ditentukan.

Dalam trend naik, entry posisi buy apabila terbentuk Bullish Third Candle saat harga koreksi ke level Fibonacci Retracement 0.382-0.618.

Signal Buy

Untuk trend turun, entry posisi sell apabila terbentuk Bearish Third Candle ketika harga koreksi ke level Fibonacci Retracement 0.382-0.618.

Signal Sell

 

Catatan Penting

Ada 2 hal penting yang harus diperhatikan dalam penerapan strategi ini, yaitu candle kelima dan berita. Setelah entry buy atau sell namun harga sampai candle kelima masih berada di sekitar harga entry, maka posisi sell/buy harus ditutup.

Alasannya, kemungkinan besar harganya tidak kuat trending atau cenderung sideways sehingga lebih rentan mengenai Stop Loss. Dengan demikian, menutup posisi lebih baik daripada membiarkannya terbuka.

Selain itu, strategi ini tidak direkomendasikan untuk trading sekitar 30 menit sebelum atau setelah keluarnya berita (news) penting.

Simak juga: Memahami Strategi News Trading

 

Contoh Penerapan Strategi Third Candle pada Grafik

Untuk memahami penerapan strategi Third Candle yang lebih baik, kami akan berikan 2 contoh entry yang lengkap dengan langkah-langkahnya.

 

Contoh Penerapan dengan Price Action

Dalam menerapkan strategi trading Third Candle, pertama-tama kita mencari pasangan mata uang dengan kondisi struktur harga yang sedang trending.

Pada grafik EUR/GBP H1 di bawah, terlihat harga sedang dalam kondisi trend naik dengan terbentuknya higher high dan higher low yang baru.

Contoh 1-1

Selanjutnya kita menentukan level penting yaitu support yang sebelumnya resisten (resistance becomes support).

Contoh 1-2

Terakhir, kita tinggal menunggu signal Bullish Third Candle pada level harga support. Posisi buy terpicu karena harga berhasil membentuk Bullish Third Candle di level support. Harga kemudian terus naik sampai menyentuh Take Profit.

Contoh 1-3

 

Contoh Penerapan dengan Indikator

Langkahnya sama, kita mencari struktur trending dengan menggunakan indikator MA periode 50. Chart di bawah ini menunjukkan harga yang sedang trend turun karena berada di bawah garis MA.

Contoh 2-1

Selanjutnya, kita menentukan level penting dengan menggunakan Fibonacci Retracement. Harga mencapai level 61.8% yang menyatakan masuk ke level entry.

Contoh 2-2

Sell terdeteksi dari terbentuknya Bearish Third Candle di level 61.8%. Posisi sell masuk dengan SL di area candle pertama. Harga kemudian terus turun hingga mencapai Take Profit.

Contoh 2-3

 

Kesimpulan

Strategi Third Candle mempunyai 3 poin penting agar efektif dalam trading, yaitu struktur, level, dan signal. Pemilihan stuktur menjadi syarat pertama yang harus terpenuhi. Struktur ideal dalam menggunakan strategi ini adalah trending. Jika harga sedang dalam keadaan sideways, lebih baik menunggu atau mencari pair lain.

Kedua, penentuan level juga harus tepat. Level akan menjadi area entry sehingga segala bentuk pergerakan harga di area level menjadi signifikan. Tanpa level yang jelas, lebih baik tidak entry. Terakhir, signal Third Candle harus terbentuk sebagai syarat entry. Dengan adanya pola ini, entry menjadi valid.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Oji |  10 Jan 2018

Malem coach....mau nanya nih kalau misalnya ada pola candle three black crows/three white soldiers, untuk konfirmasi valid tidaknya pola tersebut apakah hanya dengan melihat closing 1 candle bar berikutnya? Apakah closing dibwh atau diatas  candle ke 3 dr pola tersebut? Mohon penjelasannya. Makasih

Lihat Reply [2]

@ Oji:

- … untuk konfirmasi valid tdknya pola tersebut apakah hanya dgn melihat closing 1 candle bar berikutnya?

Jawaban:

Tidak, harus dikonfirmasi juga dengan minimal 2 indikator, bisa MACD dan RSI. Agak berbeda dengan pin bar yang hanya 1 candle, pola three white soldiers dan three black crows terdiri dari 3 candle yang mencerminkan arah trend, jadi harus dikonfirmasi dengan indikator trend seperti MACD. Candle setelahnya bisa dilihat setelah terkonfirmasi oleh indikator.
Berikut contoh pada EUR/USD H4:



Pada A terbentuk pola three white soldiers. Candle berikutnya terkonfirmasi oleh indikator MACD (kurva MACD bergerak diatas kurva sinyal dan OSMA diatas level 0.00) dan kurva indikator RSI diatas level 50.0, jadi masih bullish.

Pada B terbentuk pola three white soldiers. Candle berikutnya tidak terkonfirmasi oleh indikator MACD (kurva MACD gagal menembus kurva sinyal dan OSMA masih dibawah level 0.00), jadi bullish tidak berlanjut.

Pada C terbentuk pola three black crows. Candle berikutnya terkonfirmasi oleh indikator MACD (kurva MACD bergerak dibawah kurva sinyal dan OSMA dibawah level 0.00) dan kurva indikator RSI dibawah level 50.0, jadi masih bearish.

- … apakah closing dibwh atau diatas  candle ke 3 dr pola tersebut?

Jawaban:
Mengenai closing candle berikutnya tidak harus ditunggu karena akan terlambat entry. Yang perlu dilihat adalah tertembusnya level tertinggi dari candle terakhir untuk pola three white soldiers, atau tertembusnya level terendah dari candle terakhir untuk pola three black crows. Tetapi candle berikutnya tidak menjamin validitasnya jika tidak terkonfirmasi oleh indikator.

M Singgih   12 Jan 2018
ok terimakasih atas penjelasannya coach....
Oji   12 Jan 2018
 Riyadi |  10 Jan 2022

Suka bingung dengan banyaknya pola candlestick, mohon info pola candlestick yang umum digunakan oleh trader? Trims

Lihat Reply [25]

Jika kita menggunakan TF 15 maka setiap 15 menit candle berubah.
jika kita menggunakan TF 30 maka setiap 30 menit candle berubah.
dan seterusnya.

Thanks

Basir   13 May 2022

Memang sebaiknya jgn membandingkan candle di setiap TF karena pasti bingung. Yg perlu dimengerti semakin besar TF semakin minim noisenya. Lebih baik kalau analisa candle di satu TF saja. Memang ada teknik candle yang loncat2 dari 1 TF ke TF lain?

Sumirat   20 Apr 2022

Untuk Sumirat..

Hal ini memang tergantung dari strategi dan sistem trading yang digunakan. Beda sistem, beda pula TF yang digunakan.

Thanks

Basir   22 Apr 2022

@ Ahmad Fauzi:

Pola pergerakan harga pada setiap time frame jelas akan berbeda karena waktu untuk mengukur perubahan harga pada setiap time frame berbeda, sedangkan pergerakan harga yang diukur sama.

Pola candlestick yang tidak berubah jika dilihat pada time frame yang lebih rendah adalah pola double top / triple top dan double bottom / triple bottom. Untuk pola-pola lainnya jelas tidak sama seperti hedge and shoulders, morning star dsb. Mungkin saja di time frame H1 terbentuk pola head and shoulders tetapi di time frame daily tidak.

@ Sumirat:


- …. Memang ada teknik candle yang loncat2 dari 1 TF ke TF lain?

Jawaban:
kalau Anda trading berdasarkan trend (trend follower), metode analisa pada berbagai time frame memang ada, seperti yang digunakan trader Alexander Elder dengan metode triple screen-nya.
Pada metode tersebut, disamping time frame utama dimana Anda trading, Anda harus menentukan arah trend berdasarkan trend pada time frame yang lebih tinggi, dan menentukan momentum untuk entry pada time frame yang lebih rendah.

M Singgih   28 Apr 2022
selamat datang di dunia forex bro
Vins   10 May 2022

@ Dani:

Akan membentuk pin bar. Pin bar adalah salah satu bentuk price action pada candlestick tunggal, yang mengisyaratkan kemungkinan pembalikan arah pergerakan harga (reversal).

Meski demikian, untuk entry berdasarkan pin bar, sebaiknya dikonfirmasikan juga dengan penunjukan indikator teknikal, terutama indikator trend misalnya moving average, Bollinger Bands, MACD, parabolic SAR.

M Singgih   8 Mar 2022

Tp apakah selalu Pin Bar yg terbentuk gan utk tanda2 reversal saat pasar sdh jenuh?

Martin Hendra   7 Mar 2022

@ Martin Hendra:

Untuk single candle, bisa pin bar bisa juga doji.
Untuk lebih dari satu candle, bisa pola double top, double bottom, triple top, triple bottom, morning star, evening star, dan juga shooting star.

M Singgih   5 Mar 2022

@ Ilung:

Tidak harus persis sama, asal bentuknya sesuai, dan persyaratannya memenuhi. Misal pin bar yang valid adalah yang level tertinggi atau terendahnya ditembus. Kalau bentuknya sudah sesuai (mirip) tetapi masih salah, kemungkinan tidak terkonfirmasi oleh indikator teknikal. Misal pola morning star yang menunjukkan kemungkinan bullish, tetapi indikator trend tidak mengkonfirmasi keadaan bullish, maka pergerakan bullish bisa saja gagal.

 

M Singgih   11 Mar 2022

Maaf pak, ini saya masih belum "ngeh" dengan arti "level tertinggi dan terendah ditembus", itu maksutnya gimana ya pak?

Ilung   10 Mar 2022

@ Ilung:

Untuk pin bar yang mengisyaratkan sinyal reversal, jika bullish pin bar (letaknya di bawah pada keadaan downtrend), maka akan valid jika level tertingginya ditembus, dan untuk bearish pin bar (letaknya di atas pada keadaan uptrend), maka akan valid jika level terendahnya ditembus. Mudahnya, Anda bisa simak ulasan Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar

M Singgih   12 Mar 2022

@ Kirun:

Indikator independen untuk melihat pola atau pattern pergerakan harga pada chart tidak ada, tetapi Anda bisa menggunakan software yang namanya Autochartist. Software Autochartist bisa didapatkan dengan cara berlangganan atau gratis jika broker Anda menyediakan fasilitas software Autochartist.

Untuk penjelasan leboh detail mengenai software Autochartist, silahkan baca di thread ini.

 

M Singgih   8 Mar 2022

@Samudra: Pola candlestick yang perlu dipahami adalah pola candlestick yang punya potensi keberhasilan besar.

Atau dengan kata lain, apabila pola candlestick tersebut terbentuk di market, ada peluang besar harga berbalik arah (reversal) atau meneruskan arah (continue).

Contoh pola candlestick yang paling menguntungkan, contohnya seperti pin bar atau inside bar.

Tenang, Inbizia sudah menuliskan artikel dengan pembahasan lengkap disini:

Baca Juga: Pola Candlestick Yang Paling Menguntungkan

Semoga bermanfaat

Kiki R   30 Mar 2022

@Riyadi: Pola candlestick yang sering digunakan oleh para trader biasanya adalah pola candlestick pembalikan (reversal) yang mempunyai peluang berhasil yang tinggi saat terbentuk di level yang penting.

Contoh pola candlestick tersebut adalah pin bar, hammer, shooting star, engulfing, dan inside bar.

Kiki R   11 Jan 2022

pola candlestick hammer itu seperti apa ya?

Rizal Alwi   13 May 2022

pola candlestick hammer adalah pola pembalikan arah naik (bullish reversal) yang terbentuk dalam sebuah trend turun

Nizam Pratama   13 May 2022

Apa saja jenis pola Candlestick dalam trading yang wajib dipahami trader?

Samudra   30 Mar 2022

Apakah ada indikator untuk mendeteksi pola candlestick tertentu dalam chart? 

Kirun   7 Mar 2022

tanya pak, yang di maksud dalam kamus pola candlestick itu pada TF berapa ya? sebab setiap ganti TF selalu barubah bentuk.trims

Ahmad Fauzi   27 Apr 2022

Min, kalo melihat atau menganalisa pola candlestick apakah harus sama persis banget biar sinyalnya valid? Soalnya saya beberapa kali praktik, pake candlestick  dan bentuknya ga 100% mirip sinyalnya jadi salah. 

Ilung   13 Mar 2022

Apa yang terjadi dengan pergerakan candlestik ketika pasar sudah jenuh, dan akan terjadi reversal mohon penjelasannya. Terima kasih

Dani   4 Mar 2022

Apakah Pin Bar benar-benar akurat untuk memprediksi pergerakan candle berikutnya?

Najib   25 May 2022

@Najib: Sebelum saya jawab, terlebih dahulu definikasin apa yang dimaksud akurat.

Apakah akurat yang dimaksud minimal winrate 60%, 70% atau 80%, atau berapa?

Kedua, pola candlestick pin bar adalah signal entry.

Sebelum masuk ke signal entry, perhatikan terlebih dahulu struktur harga dan level penting.

Salah satu kesalahan banyak pemula yang menggunakan candlestick adalah langsung masuk ke pola candlestick tanpa melihat struktur harga dan level harga.

Pin bar yang terbentuk di level yang penting berbeda probabilitas dan RR yang ditawarkan dibandingkan dengan pin bar yang terbentuk di harga yang tidak ada level pentingnya.

Kalau dijawab apakah akurat? Jawabannya bisa ya atau tidak, bergantung bagaimana cara Anda menggunakan pin bar tersebut. Tidak semua pin bar langsung disamaratakan tanpa peduli struktur dan level harganya.

Kiki R   25 May 2022

Cara trading pakai pola candlestick ini bisa digunakan untuk scalping ngk?

Nepal   22 Jun 2022

@Nepal: Bisa, karena pada dasarnya pola candlestick bisa digunakan pada semua time frame.

Namun pola candlestick tidak disarankan untuk scalping karena akurasinya rendah disebabkan banyaknya pola palsu (false/noise).

Biasanya pola candlestick digunakan pada time frame yang lebih tinggi seperti H1, H4, Daily karena mempunyai akurasi yang lebih baik dan noise yang lebih sedikit.

Kiki R   22 Jun 2022
 

Komentar @inbizia

@Yohana: Dari kelimat pola candlestick doji di atas, ada 3 pola candlestick yang mengindikasikan keadaan pasar yang tidak pasti, yaitu doji star, long legged doji, dan 4 price doji. Tiga pola candlestick ini menggambarkan keadaan seller dan buyer yang sama-sama kuat. Ketika pola candlestick ini terjadi di market, kita belum bisa menentukan arah karena peluangnya sama besar antara buyer dan seller. Namun, untuk dua pola yaitu dragonfly doji dan gravestone doji mempunyai arti yang lebih spesifik. Kedua pola candlestick ini punya arti reversal jika terbentuk pada level yang penting seperti di support/resisten atau supply/demand. Pola dragonfly doji yang terbentuk di support atau demand menandakan adanya buyer yang menguat sehingga bisa menjadi sinyal untuk buy. Sedangkan pola gravestone doji yang terbentuk di resisten atau supply menandakan adanya seller yang menguat sehingga bisa menjadi sinyal sell.
 Kiki R |  9 Aug 2022
Halaman: Formasi Doji Candlestick Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading
@Govaldo: Cara membaca pola inside bar tanpa menghapal adalah melihat batas range dari mother bar. Pahami kata kuncinya: Inside = didalam Bar = candlestick/candle Jadi inside bar adalah pola candlestick dimana candlestick terakhir berada di dalam candle sebelumnya (mother bar). Saat range dari mother bar tertembus, maka arah dari harga menjadi valid.
 Kiki R |  10 Aug 2022
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan
@Fahmi: Betul pak kalau bapak bilang eman-eman karena cukup banyak Pips yang hilang. Tapi inilah memang kenyataan dan risiko trading. Menggunakan konfirmasi di sini berarti mencoba meningkatkan Win Rate yang dihasilkan sinyal dengan mengorbankan jumlah perolehan Pips serta jarak SL yang besar. Keputusan ini biasanya diambil karena hasil yang didapatkan menggunakan konfirmasi memiliki tingkat Expectancy yang lebih tinggi. Selain konfirmasi tersebut, bapak juga bisa saja langsung membuka posisi Sell saat Higher High resmi terbentuk. Hanya saja Win Rate yang dihasilkan pun tentu saja akan berkurang lebih jauh dengan kelebihan jumlah Pips yang didapatkan saat sukses lebih besar. Selain itu bapak juga bisa menggunakan konfirmasi lain yang lebih dini seperti terbentuknya pola Candlestick Bearish Engulfing di atas. Hal tersebut sebenarnya sudah cukup sebagai konfirmasi yang valid. Kelemahannya sendiri, tentu saja sinyal yang dihasilkan sangat sedikit mengingat harga tidak akan selalu membentuk pola candlestick di sana.
 Nur Salim |  15 Aug 2022
Halaman: Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut Macam Fungsinya
Doji paling cocok digabungkan dengan pembacaan pola candlestick lain yang terbentuk pada level Support dan Resistance. Misalnya Morning Doji Star, Evening Doji Star, Shooting Star, dll.
 Aisha |  31 Aug 2022
Halaman: Formasi Doji Candlestick Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading
@Baby: Biasanya terjadi fakeout di time frame yang lebih kecil. Pola candlestick shooting star pada dasarnya digunakan terpisah dengan volume.
 Kiki R |  1 Sep 2022
Halaman: Pola Candlestick Shooting Star Cara Ampuh Penanda Reversal
@Roland: Bukan trik, tapi lebih kepada pengetahuan dasar mengenai trading. Pola candlestick apapun baik doji, hammer, dst adalah sebagai trigger entry. Trigger entry adalah bagian terakhir dari proses trading. Sebelum masuk ke trigger, ada 2 langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu yaitu arah dan level. 1. Arah >> struktur harga 2. Level >> area entry 3. Signal >> trigger entry Jadi, yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu adalah melakukan identifikasi arah harga terlebih dahulu. Arah naik >> buy Arah turun >> sell Setelah arah, baru Anda masuk ke level. Tentukan level area yang penting sebagai area entry. Terakhir, baru Anda melihat pola candlestick (doji, hammer, dst) pada level area penting.
 Kiki R |  3 Sep 2022
Halaman: Formasi Doji Candlestick Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading

Kamus Candlestick

Bearish Doji Star
Bearish Doji Star
Indikasi : Bearish Reversal

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap naik dan tidak memiliki body karena harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama. Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bearish panjang dan gap turun dari doji.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Black Crows
Three Black Crows
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bearish panjang. Harga penutupan candlestick pertama, kedua, dan ketiga harus membentuk penurunan secara berturut-turut.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Falling Three Methods
Falling Three Methods
Akurasi :

Terdiri dari beberapa candlestick. Diawali dengan candlestick bearish panjang yang kemudian diikuti oleh beberapa candlestick pendek membentuk koreksi bullish. Pola terkonfirmasi apabila terbentuk lagi candlestick bearish panjang yang menyentuh harga terendah baru.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Hanging Man
Hanging Man
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang membentuk gap naik dari candlestick sebelumnya. Terjadi di akhir uptrend, Hanging Man memiliki sumbu bawah yang lebih panjang dari body-nya. Sinyal bearish reversal dari pola ini terkonfirmasi apabila candlestick selanjutnya bersifat bearish atau membentuk gap turun, dan ditutup melemah dari harga pembukaannya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.

Kirim Komentar Baru