Apa Itu Teori Dow?

SAM 28 Mar 2013 Dibaca Normal 4 Menit
forex > price-action >   #dow
Banyak teori telah menciptakan booming pada strategi market. Namun tahukah Anda jika Teori Dow-lah yang merupakan bapaknya analisa teknikal modern?

Dalam transaksi di pasar keuangan, baik itu saham maupun forex, analisa teknikal menduduki posisi penting sebagai salah satu acuan pengambilan keputusan bagi investor. Namun, tahukah Anda bahwa cikal bakal analisa teknikal di pasar keuangan modern bermula dari Teori Dow?

mengenal teori dow

Dow Theory atau Teori Dow merupakan teori dasar dari analisa teknikal yang pertama kali dipublikasikan Oleh Charles H.Dow (1851-1902) di 255 Wall Street Journal. Dow merupakan seorang wartawan sekaligus editor dari Wall Street Journal, serta pendiri Dow Jones and Company. Penelitian pertama Dow dilakukan dengan membagikan saham-saham di Wall Street menjadi 2 kelompok, yaitu Industrial Index dan Transportation Index. Dia mengatakan bahwa perkembangan industri akan diikuti oleh perluasan di sektor transportasi, karena pabrik membutuhkan transportasi untuk mendistribusikan barang-barang hasil produksinya.

Pada tahun 1880 ia pindah ke New York, di mana ia bertemu dengan seseorang yang bekerja di Wall Street dan bekerja sebagai reporter bidang saham pertambangan. Dia segera menjadi seorang wartawan terkenal dan mampu melakukan analisis keuangan. Bahkan Dow bisa menangani sejumlah besar informasi rahasia. Pada akhir 1880, Dow pindah kerja untuk "Kantor Berita Kiernan", dimana ia bertemu rekannya Edward D. Jones, yang kebetulan ternyata adalah penggemar Dow.

Analisis Teknikal lahir dari ide-ide Charles Dow dan mitranya Edward Jones yang bekerja di perusahaan Dow Jones and Company sejak tahun 1882. Ide-ide ini diterbitkan dalam Wall Street Journal dan pada saat ini diterima oleh sebagian besar investor pengguna analisis teknikal meskipun sebagian besar tidak mengenal sumbernya. Teori Dow hingga kini masih mendominasi meskipun telah banyak analisis teknis yang lebih rumit dan berteknologi tinggi.

 

6 Prinsip Dasar Teori Dow

Charles Dow sendiri sebenarnya tak pernah menyebut pemikirannya sebagai "Teori Dow". Namun, tiga orang lain bernama William Peter Hamilton, Robert Rhea dan E. George Schaefer menyarikan tulisan-tulisannya, lalu kemudian merumuskan enam prinsip dasar Teori Dow. Berikut keenam prinsip dasar tersebut:

 

1. Pasar memiliki tiga pergerakan:

  • "Main movement", "primary movement", atau "major trend", adalah pergerakan yang bertahan antara kurang dari setahun hingga beberapa tahun. Sifatnya bisa bullish maupun bearish.
  • "Medium swing", "secondary reaction", atau "intermediate reaction", bisa jadi berlangsung antara 10 hari hingga 3 bulan dan umumnya merunut kembali dari 33% hingga 66% dari pergerakan harga primer.
  • "Short swing" atau "minor movement" cenderung bervariasi antara beberapa jam hingga sebulan atau lebih.
  • Ketiga pergerakan harga tersebut bisa terjadi secara simultan.

 

2. Trend pasar terdiri dari tiga fase:

  • Fase pertama merupakan fase Akumulasi (accumulation phase), yaitu periode ketika investor yang "punya informasi" melakukan aksi beli atau aksi jual secara aktif, berlawanan dengan opini umum pasar. Dalam fase ini, harga aset tidak banyak berubah karena para investor yang punya info itu adalah minoritas.
  • Ketika pasar mulai "menangkap" dan "meniru" para investor tadi, maka perubahan harga secara cepat terjadi. Ini masuk ke fase kedua, dimana para investor berbasis teknikal mulai ikut berpartisipasi. Fase dua terus berlanjut hingga spekulasi mulai menjamur.
  • Setelah spekulasi meluas, para investor yang tanggap di fase pertama mulai melepas aset yang dipegangnya.

 

3. Pasar saham sudah memperhitungkan semua berita.

Menurut Teori Dow, begitu suatu info baru diterbitkan, maka harga saham akan langsung berubah untuk merefleksikan perubahan nilainya berdasar info baru tersebut.

 

4. Indeks bursa harus saling mengkonfirmasi satu sama lain.

Menurut teori Dow, sebuah pasar bullish di sektor industri tak mungkin terjadi, kecuali indeks perusahaan transportasi juga meningkat; karena keduanya saling berkaitan sehubungan dengan keharusan pabrik-pabrik menggunakan pengangkutan untuk mendistribusikan barang. Jika kondisi perusahaan-perusahaan manufaktur benar-benar sehat, maka indeks perusahaan yang mengakut barangnya juga harus bagus. Jika kedua indeks mulai bergerak ke arah berlawanan, maka itu merupakan sinyal bahwa perubahan akan terjadi.

 

5. Tren dikonfirmasi oleh Volume Perdagangan.

Teori Dow meyakini bahwa Volume Perdagangan mengkonfirmasi tren harga. Ketika harga bergerak bertepatan dengan Volume rendah, maka bisa ada banyak penjelasan tentang itu, misalnya ada penjual yang sangat agresif. Namun, ketika pergerakan harga disertai oleh Volume Perdagangan tinggi, maka Dow mempercayai inilah pandangan pasar "yang sesungguhnya".

 

6. Tren selalu berlanjut hingga muncul tanda-tanda jelas yang menunjukkan bahwa tren itu sudah berakhir.

Teori Dow berpendapat bahwa tren tetap ada meski terjadi "noise" di pasar. Pasar boleh jadi bergerak berlawanan dengan tren untuk sementara waktu, tetapi akan kembali melanjutkan pergerakan sebelumnya. Tren perlu diyakini di masa-masa reversal (pembalikan harga) ini. Namun, tidak mudah untuk menentukan apakah reversal itu permulaan dari tren baru atau hanya sementara saja. Tools analisa teknikal bisa digunakan untuk memperjelas, tetapi setiap orang bisa menerjemahkannya secara berbeda-beda.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Tapi tetap harus hati-hati pada reversal. Bisa saja setelah kamu trade, eh malah downtrend. Harus banyak-banyak belajar dari trend-trend sejenis di masa lalu. Dan jangan lupa pasang stop loss.
 Budi |  12 Jan 2021
Halaman: Cara Menghindari Kesalahan Entry Trading
om, mau tanya, dalam kondisi uptrend yg berkepanjangan, sementara harga terus melambung, indikasi MACD dan garis sinyal masih melebar, sementara histogram membentuk endless bukit (demikian jug sebaliknya, downtrend). Bagaimana kita bisa memprediksi reversal (pembalikan arah) akan terjadi?
 Teguh |  29 May 2021
Halaman: Trading Dengan Indikator Macd
Skema ponzi adalah modus investasi palsu yang menawarkan keuntungan yang besar dalam waktu singkat dengan. Padahal, keuntungan yang didapatkan bukan dari profit bisnis yang ditawarkan, tetapi dari setoran investor atau member berikutnya. Bagi anggota yang bisa merekrut anggota baru untuk bergabung di bawahnya atau downline, akan dijanjikan mendapat bonus, berupa bonus sponsorship. Sebaliknya untuk skema Rugpull adalah aktivitas scam atau penipuan yang dilakukan oleh developer atau pengembang dari sebuah projeck palsu yang bertujuan untuk menarik dana para investor melalui sistem crowdfunding. Kemudian, setelah dana sudah terkumpul pihak developer akan kabur dengan membawa kabur dana investor.
 Damar Putra |  26 Apr 2022
Halaman: Waspadai Skema Rug Pull Saat Investasi Kripto
Keadaan overbought atau jenuh beli menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan uptrend yang signifikan dan konsisten tanpa mengalami koreksi yang berarti.
Keadaan oversold atau jenuh jual menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan downtrend yang signifikan dan konsisten tanpa mengalami koreksi yang berarti
 Syauqi Muzakkir |  28 Apr 2022
Halaman: Indikator Ampuh Untuk Trading
Keadaan oversold atau jenuh jual menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan downtrend yang signifikan dan konsisten tanpa mengalami koreksi yang berarti. Keadaan overbought atau jenuh beli menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan uptrend yang signifikan dan konsisten tanpa mengalami koreksi yang berarti
 Haidi Hardiman |  13 May 2022
Halaman: Cara Membaca Candlestick Smash Bar
Kalo gw gampangnya liat dari perbandingan ukuran badan sama itu shadownya aja, sm satu lagi, warnanya. Kalo udah paham konsep dasar bahwa candle itu kayak gambaran perangnya buyer seller, gw yakin begitu lihat doang langsung paham pake logika doang gan
 John |  2 Jun 2022
Halaman: Apa Yang Dimaksud Shadow Candle Forex

Kamus Forex

Dow Jones Index, DJIA

Indeks Dow Jones; salah satu indeks saham AS paling terkenal, dianggap secara komprehensif mewakili fluktuasi harga saham AS di semua sektor dan merupakan salah satu indikator dalam analisa intermarket.

Dow Theory

Merupakan dasar dari analisa teknikal di pasar keuangan yang dicetuskan oleh Charles H. Dow. Teori ini lantas berkembang menjadi menjadi rujukan di pasar finansial melalui kantor Dow Jones yang secara berkala merilis Dow Jones Index (DJIA).

Downtrend

Suatu kondisi yang menunjukkan penurunan harga secara terus menerus dalam suatu periode tertentu. Kondisi Downtrend disebabkan oleh sentimen Bearish.

Komentar[10]    
  P_amar   |   2 Jun 2013
kykx teori ni lbh cocok buat analisa saham...
  Imam Trader   |   19 Jul 2013
Bener g sih kalo ane nyimpulin teori dow jones ini berpusat ke perhitungan volume?
  Arie Widodo   |   24 Jul 2013
@Imam: Mungkin bisa diartikan seperti itu juga, karna dari beberapa poin pada metode teori dow jones itu kalau disimpulkan juga menitikberatkan pada volume trading. Tapi sepertinya ada korelasi antar aset juga yang bisa diperhatikan dari teori ini. Terbukti dengan adanya hub intermarket yang menjelaskan mengenai hub antar pasar
  Muh. Firmansyah   |   4 Aug 2013
prinsip2 yg dsmpaikn teori dow jones ni mnrk untk dplajari. tp rasanya msih prlu bnyk pnjabaran lg soal poin2 tsb. kyk mnculnya tanda2 arah yg brlawanan sbelum tren berbalik tu sprti apa dlm teori dow jones ni...
  Arie Widodo   |   6 Aug 2013
@Muh. Firmansyah: Karena sebelumnya telah diamati bahwa teori ini lebih fokus pada volume perdagangan, maka tanda-tanda pembalikan tren bisa dilihat dari berkurangnya volume perdagangan pada tren yang masih berlangsung.

Jadi meskipun saat ini sedang bullish tapi volume tradingnya mulai berkurang, maka tidak lama lagi tren tersebut akan terkonsolidasi atau bisa juga mengalami pembalikan.

  Adi Karman   |   26 Apr 2014
kalau volume u/ trading forex apa mungkin bisa tahu yang sebenarnya berapa volume trading semua trader forex didunia? karena forex pasarnya gg terpusat, jadi beda broker beda volume. tapi ini bukan berarti teori dow gg bisa dipakai untuk trading forx. secara teknikal masi ada prinsip trading yg berkaitan sm tren. bukannya tren trading salah satu strategi dlm forex juga? bisa jadi beberapa aturan dlm stratgi itu mulanya dari teori dow ini
  H Jody   |   13 Jun 2014
Oh jadi asal penggolongan tren up, down, sm sideway ini dari teori dow? Eh betul kan itu maksudnya 3 tren adalh up, down, sm sideway? Kl betul berarti hebat bener emang nih teori dow bisa mengilhami analisa trading pake trend :)
  Gugun125   |   13 Jul 2014
cukup menarik juga teori dow. tapi cukup bingung sama poin 6.
Tren selalu berlanjut hingga muncul tanda-tanda arah yang berlawanan.
tanda2 yng dimaksud ni yng bagaimana ya? apa bs disesuaikn sm strategi kt masing2 atau d teori dow ada tanda2 trsendiri?
  Hudi Surahman   |   13 Feb 2015
Bila berurusan dengan teori dasar yang masih belum spesifik, sepertinya untuk hal-hal khusus bisa kita sesuaikan dengan sistem kita masing-masing. Yang penting jika kita sudah menetapkan diri untuk trading sesuai teori tersebut, sistem itu sudah sejalan dengan prinsip-prinsip dasarnya. Untuk teori dow ini tampaknya sudah sangat populer sehingga tidak sulit untuk mencari penjelasan-penjelasan lain yang lebih lengkap mengenai teori dow. Coba search langsung soal teori dow ini di internet pasti akan ada banyak info yang bermunculan
  Faridsi   |   16 Oct 2014
tren pimer ada tiga fase??? apa sj?? apa ini sama sprti teori elliot wave yg terdiri dr pola abc?? kurang bnyak nih. sayang masak cmn garis besarnya sj yg dijelaskan. dlht dr unsur2nya teori dow ini lmyn bagus n berpotensi utk dipakai trading.. krn suda mencakup tren dn volume, 2 hal penting dlm analisa forex
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip