Apa Yang Dimaksud Dengan Indikator

SAM 27 May 2013 2911
Dibaca Normal 6 Menit

Indikator adalah alat penting bagi trader untuk mengetahui kondisi pasar sebelum melakukan trading forex. Lantas, indikator apa sajakah yang dapat digunakan oleh para trader?

Hampir semua investor di forex sering mengambil keputusan berdasarkan berita ekonomi dan politik di seluruh dunia. Hal ini karena keduanya merupakan faktor fundamental dalam trading forex. Namun, selain perlu menelaah pergerakan harga forex dari segi fundamental, trader juga perlu melihat dari perspektif analisa teknikal yang diukur dengan berbagai macam indikator. Jika trader biasa mengambil keputusan berdasarkan faktor fundamental, bukankah lebih baik jika diimbangi dengan indikator teknikal?

Indikator dalam forex diartikan sebagai alat utama dan paling penting bagi trader untuk menganalisa tren serta menentukan prospek arah harga di masa depan. Melalui indikator, trader dapat memperoleh gambaran atau prediksi mengenai kondisi pasar selanjutnya, sehingga memudahkan trader menentukan posisi open, baik itu buy maupun sell. 

Secara umum, indikator dalam forex memiliki dua fungsi: memberikan pemetaan informasi kondisi pasar kepada trader, sehingga dapat digunakan untuk menentukan strategi yang tepat pada kondisi tersebut, serta memberikan signal-signal untuk entry maupun exit, sehingga trader dapat masuk atau keluar market dengan tepat.

indikator dalam forex

 

Jenis-Jenis Indikator Teknikal 

Dalam Forex, indikator teknikal yang biasa digunakan trader dapat mencapai puluhan jumlahnya. Namun, indikator teknikal dapat dibedakan menjadi dua dilihat dari tampilannya, yaitu Indikator Overlay dan Indikator Oscillator

Indikator Overlay yaitu indikator berbentuk grafik yang digunakan dengan menumpukkannya di atas grafik harga. Contoh yang paling banyak digunakan dari indikator Overlay yaitu:

  • Moving Averages (MA). Kebanyakan trader forex menggunakan Moving Average untuk mengetahui arah tren. Keunggulan dari indikator MA ini adalah penggunaannya yang dapat diatur dengan mudah, mudah mengukur pergerakan rata-rata harga dalam jangka waktu tertentu, dan mengetahui tren pasar secara umum, beserta kecenderungan arah harga.
  • Bollinger Bands (BB). Bollinger Bands adalah salah satu indikator dalam forex yang bisa diunggulkan trader karena kemampuannya mendeteksi volatilitas dan kisaran pergerakan harga. Ciri khas dari indikator BB adalah adanya dua pita (upper bollinger band dan lower bollinger band) dengan pergerakan harga forex di dalamnya.
  • Parabolic SAR. SAR merupakan kepanjangan dari Stop And Reverse, sehingga indikator PSAR dapat diartikan sebagai penanda tempat berhenti dan berbaliknya arah market. Keunggulan dari indikator ini adalah memudahkan trader memahami pasar dan mengetahui tren, serta dapat digunakan untuk pair apa saja dan di timeframe berapapun.
  • Ichimoku Kinko Hyo. Indikator Ichimoku ini diciptakan untuk memberikan suatu gambaran lengkap mengenai level support atau resistance, arah pergerakan tren, mengukur momentum, dan memberikan sinyal trading yang dapat dieksekusi oleh trader forex untuk mendapatkan keuntungan. Perlu diketahui bahwa indikator Ichimoku ini sangat baik untuk digunakan pada pair mata uang Jepang seperti USD/JPY, EUR/JPY, maupun GBP/JPY.

Indikator dalam forex

Indikator dalam forex jenis kedua yaitu Oscillator, biasanya menampilkan osilasi antara nilai minimal dan maksimal tertentu yang tampil di bawah grafik harga. Selain itu, berbeda dengan indikator tipe Overlay yang terutama dikalkulasikan dari data harga, beberapa indikator tipe Oscillator juga memperhitungkan fluktuasi volume trading pada suatu instrumen. Contoh yang paling banyak digunakan dari indikator Oscillator yaitu:

  • Moving Average Convergence Divergence (MACD). Pada dasarnya, indikator MACD digunakan untuk menunjukkan arah tren dan momentum pasar. Namun, MACD juga dapat digunakan lebih jauh untuk mengukur kekuatan tren yang sedang terjadi, mengetahui momentum pasar, mendeteksi overbought atau oversold, hingga indikasi terjadinya divergensi (bullish atau bearish).
  • Relative Strength Index (RSI). Indikator RSI ini banyak digunakan oleh trader hanya sebagai pemantau kondisi jenuh pasar. Padahal, RSI juga bisa digunakan untuk menentukan tren pasar serta membaca divergensi sebagaimana MACD. Hanya saja, indikator RSI lebih mudah digunakan karena gambaran harga bisa dilihat sebagai batas Low atau High pada saat tren berlangsung.
  • Stochastic Oscillator. Indikator stochastic termasuk sebagai alat yang paling penting ketimbang indikator lainnya, karena stochastic mampu digunakan sebagai parameter yang dapat memperkirakan tren pasar serta kecenderungan harga forex dengan sangat detail. Karena telah teruji tingkat akurasinya, tak heran jika indikator ini telah digunakan selama lebih dari 50 tahun, baik oleh trader saham, forex, futures maupun komoditi.
  • Money Flow Index (MFI). Penggunaan indikator MFI mirip dengan indikator Relative Strength Index (RSI), hanya saja MFI memperhitungkan besarnya volume, bukan besaran harga sebagaimana RSI. Dengan menyertakan faktor besaran volume maka indikator MFI lebih mencerminkan dinamika pergerakan pasar yang tidak hanya terpatok pada besaran harga saja. 

 

Indikator Volume Dalam Forex

Indikator dalam forex yang disebutkan di atas merupakan indikator teknikal yang biasa digunakan untuk mengukur besaran harga pada pasar. Indikator lain yang dapat digunakan dalam melakukan trading adalah Indikator Volume, yaitu indikator yang menunjukkan minat para trader ataupun investor terhadap suatu pasangan mata uang tertentu.

Namun, indikator volume jarang digunakan oleh trader forex karena pengukuran volume di pasar forex sebenarnya tidak bisa dijadikan acuan yang akurat. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan oleh sifat pasar forex yang tidak terpusat, tidak seperti pasar saham yang volume transaksinya bisa dihitung di bursa. Meskipun demikian, tidak ada salahnya trader mengetahui tentang indikator volume sebagai bagian dari penerapan indikator teknikal.

Indikator volume diartikan sebagai indikator yang menunjukkan jumlah transaksi yang terjadi dalam suatu aktivitas perdagangan pada suatu sesi. Kegunaan dari indikator volume ini adalah untuk mendeteksi pasar yang telah jenuh, mengukur kekuatan tren market, serta konfirmasi trading breakout. Contoh dari indikator volume yaitu On Balance Volume (OBV), dimana besarnya volume mengindikasikan perubahan harga.

Indikator dalam forex

 

Indikator Dalam Forex Yang Sering Digunakan Trader

Dari berbagai jenis-jenis indikator yang diuraikan di atas, ada beberapa indikator favorit yang "mengena di hati" para trader. Apa saja itu?

  1. Moving Average (MA). Alasan mengapa indikator ini menjadi favorit para trader adalah karena kesederhanaan dan kemudahan dalam penggunaanya. Hanya dengan menggunakan beberapa garis MA, trader dapat mengetahui kondisi uptrend maupun downtrend. 
  2. MACD (Moving Averages Convergence Divergence). Indikator ini membantu trader saat Open posisi. Sinyal buy dalam MACD biasanya ditangkap saat fast length (periode 12) memotong slow length (periode 26) dan bergerak ke atas, sedangkan sinyal sell saat fast length memotong slow length dan bergerak turun.

  3. RSI (Relative Strength Index). Kemudahan mengetahui kondisi overbought atau oversold pada waktu tren sedang terjadi menjadi alasan faktor ini difavoritkan para trader.

  4. OBV (On Balance Volume). Meskipun jarang digunakan, namun beberapa trader percaya jika kenaikan harga pasar akan diikuti oleh naiknya On Balance Volume (OBV), begitupun sebaliknya.

 

Jadi, manakah di antara beberapa indikator di atas yang sudah "mendapat tempat di hati" Anda? Ada baiknya Anda menggabungkan beberapa indikator untuk mengetahui mana yang paling ideal. Apabila nantinya Anda lebih menyukai indikator tren, maka pertimbangan memilih opsi terbaik bisa disesuaikan dengan pedoman di artikel Indikator Trading Trend Forex Terbaik.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 5    

Wisnu_sulistyo
3 OCT 2014
MA dan stochastic itu termasuk contoh dr indikator tren dan oscillator. Masih banyak contoh lain dari kedua jenis indikator itu. Baik buruknya indikator itu relatif untuk tiap trader, karena cara trading dan kemampuan yang berbeda juga menyebabkan macam2 indikator favorit yang bisa dianggap sebagai yang terbaik.
Abilla Wahyu
7 OCT 2014
@wisnu, setuju gan. ane jg krg sreg sm pndpt artikel ni klo stochastic plng penting dbndng indi lainnya. scr prbd ane lbh suka macd klo bmt oscillator. y wajar sih ma jd pilihn indi tren, mang lbh ssrng dpake jg sm yg lain, tp ada jg kok bbrp indi tren yg bgs selain ma kya bollinger bands, psar, dll.
Primayunita
16 OCT 2014
G nyambung deh, di awal2 bahasx fundamental, tapi terus ngarahx ke teknikal, kirain bakal bahas soal indeks produksi industri lebih lanjut sebagai indikator penentu pertumbuhan ekonomi negara. Tapi tiba2 malah langsung bahas soal indikator teknikal & spesifik ke MA sama stochastic. Random banget....
Okto
20 OCT 2014
indikator mana yg kira2 plg baik u/ d gnkn?
Wisnu_sulistyo
22 OCT 2014
Saat menentukan indikator ada baiknya dicari dulu indikator yang paling umum digunakan oleh trader yang lain, seperti contoh2 indikator di atas. Akan tetapi sebelum yakin untuk menggunakannya untuk trading live lebih baik dicoba dulu di akun demo untuk mengetahui persentase keberhasilan trading dan kecocokan gaya trading dengan indikator yang dipilih. Kalau ternyata indikator yang umum digunakan itu ternyata tidak bisa bekerja dengan maksimal pada sistemm trading yang digunakan, maka lebih baik mencari indikator lain yang sekiranya bisa lebih sesuai untuk digunakan.
Kirim Komentar/Reply Baru

Forum

Ayipasep (30 Apr 2014)

Salam sukses.. bagaimana untuk menentukan titik jenuh suatu harga, hingga harga berbalik arah? thanks

Selengkapnya

Cara Trading Long Term

Salam master... saya mau nanya sistem trading long termn gmn caranya? Thx

Dedi Fx 18 Apr 2012

Reply:

Basir (18 Apr 2012 17:57)

Sistem long term adalah sistem jangka panjang, sistem ini menuntut kesabaran dan tentunya perlu memiliki modal yang cukup. Sistem ini berorientasi bahwa Profit bisa di dapat beberapa hari kedepan







diatas adalah salah satu sistem Long Term  dengan setingan

Bolinger band  periode 120 deviation 3 shift 0 - Apply  HLCC/4

dan zigzag 110 - 5 - 3

SELL ketika ada  di ujung atas di Uper Band BUY jika ada di Low Band Ujung Bawah

Thanks

M Singgih (05 May 2019 23:53)

@ Dedi Fx:

Terlepas dari long term atau short term, sistem trading adalah metode entry dan exit, strategi entry dan money management.
Sistem trading tidak tergantung dari long term atau short term, tetapi tergantung dari kombinasi metode, strategi dan money management yang bisa menghasilkan profit konsisten.

Sistem trading yang telah berjalan dengan baik untuk short term, bisa saja diterapkan untuk long term, asalkan sudah diuji dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang.

Metode entry dan exit menggunakan analisa teknikal, strategi entry bisa berdasarkan analisa teknikal atau analisa fundamental, sedang pengaturan money management terdiri dari risk management dan risk/reward ratio setiap kali entry.
Metode entry dan exit yang umum adalah kombinasi antara price action dan indikator. Misal terjadi bullish engulfing dan pada saat yang bersamaan kurva indikator MACD diatas kurva sinyal, maka bisa entry dengan open buy, dsb.

Strategi entry adalah cara yang Anda gunakan untuk entry. Untuk strategi entry yang berdasarkan analisa teknikal misalnya entry ketika pasar trending (strategi breakout), atau ketika terjadi bouncing (strategi buy the dip / sell the rally). Strategi entry yang berdasarkan analisa fundamental adalah entry beberapa saat setelah rilis news data berdampak tinggi.

Strategi mana yang Anda pilih tentunya tergantung dari keinginan dan kecocokan Anda, dan sebaiknya disesuaikan dengan type kepribadian Anda. Misal jika Anda cenderung agresif maka sebaiknya memilih strategi breakout, bukan strategi buy the dip sell the rally.

Kesimpulannya: Anda harus mencari metode entry dan exit, strategi entry dan money management yang paling sesuai dengan pair yang Anda tradingkan dan time frame yang Anda gunakan.