Apa Yang Dimaksud Shadow Candle Forex?

SAM 10 Apr 2013 Dibaca Normal 5 Menit
forex > belajar >   #candle
Shadow yang terbentuk pada candle forex memiliki arti yang bisa digunakan untuk mengukur sentimen pasar. Namun apakah Shadow bisa diandalkan sebagai sinyal trading?

Penggunaan Shadow tak akan terlepas dari gaya candlestick. Terlepas dari ciri khasnya, Shadow akan menjadi cermin harga untuk mengetahui kekuatan buyer atau seller yang selalu mendominasi. Tanpa adanya Shadow, maka kekuatan trend semakin menguat dan tekanan trendnya tidak akan terhenti. Mengapa bisa demikian? Untuk menjelaskannya, pertama-tama kita perlu memahami tentang apa yang dimaksud Shadow lebih dulu.

Pada dasarnya, Shadow candle forex merupakan garis-garis yang terbentuk di bagian atas dan bawah candlestick. Menurut posisinya, ada dua jenis Shadow dalam anatomi candlestick, yakni Upper Shadow dan Lower Shadow. Ujung Upper Shadow menandai harga tertinggi, sementara ujung Lower Shadow menggambarkan harga terendah dalam suatu periode tertentu.

Apabila kita mengamati bermacam-macam bentuk candlestick yang ada di chart, terlihat bahwa panjang Upper Shadow dan Lower Shadow tidak selalu sama. Bahkan ada beberapa candlestick yang sama sekali tidak memiliki Upper Shadow, Lower Shadow, atau dua-duanya. Prinsip di balik perbedaan-perbedaan tersebut berakar dari perilaku pasar yang menjadi dasar terbentuknya candlestick.

 

Bagaimana Shadow Candle Forex Terbentuk?

Shadow terbentuk karena perubahan sentimen pasar. Jika kita melihat sebuah candlestick yang masih dalam proses pembentukan (belum tertutup), maka Upper Shadow biasanya terwujud setelah para buyer berusaha mendorong harga ke atas, tapi harga kemudian bergerak turun kembali dan melewati level pembukaannya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh dorongan seller maupun melemahnya kekuatan buyer. Pergerakan harga yang tadi sempat menyentuh level tinggi akan menyisakan satu garis panjang di atas candlestick, dan itulah yang kita lihat sebagai Upper Shadow.

candle forex

Sebaliknya, Lower Shadow terbentuk karena para seller ingin menarik harga ke bawah, tapi buyer kemudian berhasil menarik harga ke atas. Jarak antara harga terendah yang sempat dicapai seller dengan harga saat ini akan muncul sebagai Lower Shadow.

shadow candle forex

Untuk ilustrasi pembentukan Shadow dan candlestick yang lebih jelas, Anda bisa melihat video berikut:

 

Arti Di Balik Ukuran Shadow Candle Forex

Adanya tarikan buyer saat harga turun (yang menyebabkan Lower Shadow), atau tarikan seller ketika harga naik (yang menyebabkan Upper Shadow), disebabkan oleh perubahan sentimen pasar. Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa semakin panjang Shadow candle forex yang tercipta, maka semakin kuat pula perubahan sentimen pasar yang terjadi.

Pemahaman tersebut juga seirama dengan telaah kekuatan tren yang semakin berkurang. Lower Shadow yang semakin panjang secara umum mencerminkan kekuatan Downtrend yang semakin lemah, begitu pula sebaliknya untuk candlestick dengan Upper Shadow.

Jika Lower Shadow panjang dalam suatu candlestick tidak diimbangi dengan Upper Shadow panjang, maka hal ini bisa menjadi salah satu indikasi reversal ke arah Upside. Sedangkan Upper Shadow panjang yang tidak dibarengi dengan Lower Shadow panjang, juga seringkali menjadi salah satu sinyal reversal ke arah Downside.

 

Shadow Candle Forex Tidak Bisa Menjadi Sinyal Trading Tunggal

Sekalipun bisa digunakan sebagai alat membaca sentimen pasar, Shadow candle forex tidak dapat dimanfaatkan sebagai satu-satunya pemancar sinyal trading. Bagaimanapun juga, candlestick tidak hanya membentuk harga tertinggi dan harga terendah. Masih ada harga pembukaan dan penutupan yang membentuk Body candle, juga menentukan apakah candlestick tersebut Bullish atau Bearish.

Panjang atau pendek Shadow candle forex biasanya diartikan bersamaan dengan besar Body candle, dan apakah candle tersebut ditutup lebih rendah (Bearish) atau lebih tinggi (Bullish) dari harga pembukaannya. Ragam parameter inilah yang menciptakan banyaknya pola candlestick dengan bermacam-macam artian dan sinyal untuk dipahami.

Contohnya, pola Doji dikenal dengan Shadow panjang dan ukuran Body candle yang hampir tak terlihat. Namun jenis candle yang terbentuk (apakah Bullish atau Bearish) dan posisi Shadow (apakah Upper atau Lower) membuat pola Doji memiliki berbagai macam formasi.

Pola Candle Dengan Shadow Panjang (Doji)

 

Contoh lainnya, Shadow panjang yang tidak diimbangi dengan Shadow di sisi candlestick lainnya dan masih memiliki Body candle, akan menjadi pola-pola Hammer, Hanging Man, Inverted Hammer, dan Shooting Star. Untuk bisa membedakan pola-pola tersebut, yang perlu dipahami adalah posisi Shadow, jenis candle, dan posisi candle dalam tren harga.

candlestick forex

pola candlestick forex

 

Ulasan lebih lengkap mengenai candle Doji bisa disimak di Formasi Doji Candlestick, sedangkan pola-pola lain bisa Anda pelajari di Jenis-Jenis Pola candlestick Lengkap.

 

Apa Saja Kegunaan Shadow Candle Forex?

Sekalipun tidak bisa berfungsi sebagai satu-satunya penentu sinyal arah harga berikutnya, Shadow candle yang merefleksikan harga tertinggi dan terendah dalam suatu periode tertentu bisa dimanfaatkan untuk keperluan analisa teknikal lain, seperti:

  • Menjadi tumpuan penarikan Swing Harga untuk menggambar Fibonacci.
  • Menjadi dasar penarikan Trendline dan Trend Channel.
  • Salah satu parameter Stop Loss atau Take Profit terdekat.

 

Perlu diperhatikan bahwa Shadow candle dapat digunakan hanya jika candlestick telah selesai terbentuk (tertutup). Mendasarkan analisa pada candlestick yang masih dalam proses pembentukan sangat tidak direkomendasikan, terutama jika Anda menggunakan strategi breakout. Hal ini karena Shadow candle sering menampilkan False Breakout dari level-level penting, juga menjadi instrumen para Stop Loss Hunter untuk menyesatkan trader-trader kecil.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Sis |  15 Mar 2012

pagi master,apakah benar lebih mudah memprediksi dengan renko chart daripada dengan candle stick.di mana saya bisa mendapatkan free renko chart?trims.

Lihat Reply [6]

dalam cara kerjanya Renko chart menampilkan bentuk candle yang secara teori teratur karena ada set up Box size per candle nya selalu sama. Misalnya, kita set up box size 10, maka kita harapkan akan muncul candle dengan range 10 pips.

renko chart juga termasuk scrip scrip yang di buat kemudian di seting diMeta Trader. banyak trader yang kemudian membuatnya menjadi semacam EA. namun tetap saja dalam penggunaannya tak jauh berbeda dengan indikator / EA  yang mengharuskan kita tetap perlu melakukan analisa untuk melakukan Open. dan dalam  pergerakan harga  tak jauh berbeda sama  candle,

Basir   15 Mar 2012

@ Sisr:

Menurut saya indikator Renko chart kurang reliable karena tidak mencerminkan pergerakan harga real time yang sebenarnya, hanya mengindikasikan perubahan arah trend berdasarkan perubahan level high atau low harga sebelumnya. Indikator ini juga termasuk lagging karena box dibentuk setelah terjadi perubahan harga.

Seperti pada contoh EUR/USD daily berikut ini, jika dikombinasikan dengan Fibonacci retracement tampak kurang akurat dibandingkan harga real time-nya (chart yang atas). Selain itu dari indikator ADX (real time) juga lebih akurat menunjukkan perubahan trend dari harga yang real time. Juga untuk level support dan resistance, kalau untuk trading real time kurang akurat.


width=767

Menurut saya Renko chart bisa untuk perbandingan dalam menentukan arah trend, tetapi tidak untuk trading yang real time. Namun demikian ada trader yang lebih nyaman menggunakan Renko chart dibandingkan pergerakan harga yang real time.

Untuk indikator Renko chart pada Metatrader 4, silahkan download di sini.

M Singgih   20 Jun 2019

@ Aji:
- Menurut saya indikator Renko chart kurang reliable karena tidak mencerminkan pergerakan harga yang real time, dan hanya mengindikasikan perubahan arah trend berdasarkan perubahan level high atau low harga sebelumnya. Indikator ini juga termasuk lagging karena box dibentuk setelah terjadi perubahan harga.

Seperti pada contoh EUR/USD daily berikut ini, jika dikombinasikan dengan Fibonacci retracement tampak kurang akurat dibandingkan harga real time-nya (chart yang atas). Selain itu dari indikator ADX (real time) juga lebih akurat menunjukkan perubahan trend dari harga yang real time.

Juga untuk level support dan resistance, kalau untuk trading real time kurang akurat.
Menurut saya Renko chart bisa untuk perbandingan dalam menentukan arah trend, tetapi tidak untuk trading yang real time. Namun demikian ada trader yang lebih nyaman menggunakan Renko chart dibandingkan pergerakan harga yang real time.



- Untuk ukuran box tergantung dari time frame trading, tidak ada acuan yang baku. Makin rendah time frame trading maka digunakan ukuran box yang semakin kecil karena perubahan harga high dan low yang dimonitor akan terjadi pada jumlah pip yang semakin kecil. Untuk scalping bisa mengacu pada perubahan pip yang paling kecil misal 2 atau 3 pip.
- Karena lebih mengindikasikan perubahan trend maka bisa dikombinasikan dengan indikator trend terutama moving average. Seperti pada contoh gambar diatas, harga pullback setelah gagal menembus indikator sma 200.
Catatan: Renko chart diatas dibuat dari indikator Renko chart yang diunduh dari sini.

M Singgih   1 Sep 2016

Selamat sore SF, saya ingin bertanya perihal chart rengko. Bisakah chart rengko digabungkan dengan indikator bawaan MT4 seperti MA,BB, stoch atau MACD? 
Terima kasih

Yusron Setiawan   5 Mar 2018

@ Yusron Setiawan:

Bisa Pak. Renko chart adalah salah satu indikator yang bisa diterapkan pada platform Metatrader 4 sehingga bisa digabungkan dengan indikator Metatrader 4 lainnya.

Sebenarnya saya ingin memberikan contoh dari pergerakan pair terkini, tetapi indikator Renko chart untuk Metatrader 4 yang saya dapatkan dari berbagai sumber tidak bisa diterapkan di Metatrader 4 versi yang terbaru.
Dari sumber di MQL5 ini bisa, tetapi harus pada time frame M2 (2 menit) dan diamati dengan Open Offline.

Kalau Anda punya sumber Renko chart yang bisa dipasang di Metatrader 4 versi terbaru mohon diberikan infonya juga. Terima kasih.

M Singgih   5 Mar 2018
Min saya mncoba mendalami sistem indikator renko chart. Gimana pendapat anda tentang sistem ini.
Dan renko chart itu bagusnya pakai brapa box pips dan di kombinasikan dengan indikator apa.
Terimakasih.
Aji   29 Aug 2016
 Asbullah |  3 May 2012

bagaimana kita ingin mengetahui naik atau turun setip candlestick berikutnya

Lihat Reply [16]

Tidak jauh berbeda dengan yang lain. Karena candle dan yang lainnya untuk menampilkan pergerakan harga. Bagi mereka penganut candle, memang memiliki trik tersendiri untuk Open dan Close hanya dengan menggunakan candle tersebut. Dalam ilmu candle ada istilah doji, hanging man dan yang lainnya

silahkan klik halaman ini untuk mempelajari candle lebih lanjut.

Basir   28 Mar 2013

Untuk Sita,

Silahkan baca lebih lanjut mengenai apa itu candlestick beserta bagaimana penggunaannya pada artikel berikut ini.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   1 Jul 2013

Ada banyak nama-nama pola dari candlestik ini. Untuk selengkapnya, Anda bisa pelajari pada kumpulan artikel candlestick yang sudah disediakan di website ini. 

Thanks

Basir   3 May 2012

Untuk hal ini, anda bisa menyimak kumpulan artikel belajar candlestick yang sudah disediakan. Thanks

Basir   1 Dec 2014

@ raditya:
Pola dari candle bisa terdiri atas satu, dua atau tiga candle, dan beberapa candle yang membentuk sebuah pola pergerakan harga tertentu. Pola yang terdiri atas satu candle misalnya pin bar, doji, hammer (bullish), shooting star (bearish) dsb. Pola dari 2 candle misalnya engulfing, inside bar, dark cloud cover (bearish), piercing line (bullish) dsb. Yang terdiri atas 3 candle misalnya morning star (bullish), evening star (bearish) dsb. Beberapa candle yang membentuk pola pergerakan harga misalnya: pola flag, triangle (segitiga), wedge, pennant, double top, double bottom, head and shoulders, cup and handle dsb.

M Singgih   20 Mar 2016

Apakah mungkin menganalisa pola chart jika grafiknya bukan Candlestick? Misalkan grafiknya hanya bar atau line saja, apakah pola-pola seperti heads and shoulders tetap bisa dikenali?

Wahyu   21 Jan 2019

@ Wahyu:

Kalau jenis chart-nya adalah bar chart, maka masih sama dengan candlestick karena bisa diamati level-level high, low open dan close. Jadi analisa pola chart tidak berbeda dengan chart candlestick. Tetapi untuk line chart akan tidak akurat karena yang ditampilkan hanya harga penutupan (close) saja, tidak ada level-level high dan low. Dengan demikian misalnya kita ingin mengetahui apakah terbentuk pola head and shoulders, tidak akan tampak apakah level high di head benar lebih tinggi dari level shoulder-nya, atau mungkin malah sebaliknya, level high pada yang kita perkirakan shoulder malah lebih tinggi, sehingga pengamatan kita salah (tidak membentuk pola head and shoulders).

M Singgih   22 Jan 2019

Untuk Rudi,

Anda banyak pola candle, bisa ratusan lebih. Hanya memang ada pola atau bentuk candle yang memilki sinyal sebagai sinyal beli atau jual. Anda bisa menyimak pola-pola candle tersebut di Pola candle. Thanks


Basir   28 Sep 2015

@ Rudi:
Candlestick menunjukkan arah pergerakan harga (naik dan turunnya). Dasarnya adalah candle bullish (yang menunjukkan harga naik) dan candle bearish (yang menunjukkan harga turun:


Harga naik atau bullish jika dalam periode waktu tertentu harga penutupan (close) lebih tinggi dari harga pembukaan (open). Warna candle yang umum biasanya putih atau hijau.
Harga turun atau bearish jika dalam periode waktu tertentu harga penutupan (close) lebih rendah dari harga pembukaan (open). Warna candle yang umum biasanya hitam atau merah.

Selain itu pergerakan candlestick bisa juga sebagai isyarat atau sinyal untuk pergerakan harga berikutnya. Biasanya ditandai dengan formasi tertentu sebelum naik atau turun. Untuk pergerakan bullish tanda-tandanya didahului oleh formasi hammer, bullish engulfing atau morning star (yang sering terjadi), dan terbentuk pada akhir downtrend. Untuk pergerakan bearish tanda-tandanya didahului oleh formasi shooting star, bearish engulfing atau evening star (yang sering terladi), dan terbentuk pada akhir uptrend.
Berikut bentuk formasinya:

                                      bullish bearish

M Singgih   30 Sep 2015

@ Kelvin:

Dilihat dari harga open dan close. Candle yang bullish (harganya naik) jika harga close lebih tinggi dari harga open, dan candle yang bearish (harganya turun) jika harga open lebih tinggi dari harga close.

Panjang sumbu menunjukkan range pergerakan candlestick tersebut. Semakin panjang sumbu artinya semakin besar range harga pada periode waktu tersebut.

Ujung-ujung sumbu menunjukkan harga tertinggi (high) dan harga terendah (low).
candle bullish bearish

M Singgih   17 Jan 2019

Untuk Ayub,

Mengenai apa saja yang mempengaruhi pergerakan naik turunnya suatu pair mata uang.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   18 Jun 2019

Grafik yg saya gunakan adalah grafik lilin jepang, pergerakan naik turunnya grafik di sebab kan oleh apa ??? 

Ayub   16 Jun 2019

Saya pemula nih . Apakah melihat 1 buah candlestick naik atau turun itu diliat dari harga open atau close? Atau diliat dari sumbu?

Kelvin   16 Jan 2019

apa sih kegunaan candlestick? kalau dibanding grafik lain, adakah keunggulan dimasing-masing chart? mohon jelaskan keunggulannya

Sita   28 Mar 2013

bagaimana cara menganalisa pola candle?

Raditya   1 Dec 2014
Bos bagaimana cara membaca pergerakan candlestick?
Rudi   25 Sep 2015
 Romy Mc |  22 Feb 2013

kk, sy punya contoh permasalahan buy nih, kan sy ada patokan analisa buy kalo saat grafik candle menurun namun body candle semakin mengecil dan menggunakan MA jika indikator di bawah grafik, maka trend yg terjadi adalah bullish (trend naik). trus gimana kalo ternyata grafik candle naik dan indikator MA ada dibawah grafik? kira2 pilih yg mana? buy atau sell?
balasannya email saja yaa thx
romyphoenyxxx@gmail.com

Lihat Reply [2]

Yang perlu di ketahui adalah :

1. Indikator apapun, termasuk candle adalah Alat bantu untuk menganalisa harga.

Ada kalanya indikator false. Candle Akurat
Adakalanya Candle false, fundament akurat
Adakalanya fundament akurat, candle dan Indikator False

dan seterusnya.
Ada jargon Jargon yang sering saya temukan

TRADE NO INDIKATOR NO NEWS, NO EA
TRADE WITH  NEWS
TRADE WITH FUNDAMENT
TRADE WITH CANDLE, safe and profitable
TRADE WITH EA, safe and profitable

dan lain lainnya..

Tapi Ujung Ujungnya,

Gunakanlah SL untuk antisipasi .Dan Money Managment dengan Ketat. Jangan lebih dari .... %

Ternyata para Trader yang menggunakan Jargon Jargon tersebut diatas, sadar betul Bahwa Market bukan Miliki Nenek Moyangnya.

Bagaimana menyikapi ini semua ?

sekali lagi, semua sistem yang digunakan adalah hanya alat bantu saja. Alat bantu tersebut kadang menguntungkan pada satu saat, dan dilain saat kadang kurang menguntungkan.

permasalah yang sedang anda hadapi  solusinya ada di anda sendiri. pengalaman pengalaman yang selama ini anda hadapi itulah solusinya. anda bisa menarik kesimpulan dengan sistem yang anda gunakan selama ini.

Bagi yang menggunakan candle, yang pelu di ketahui Pola candle tiap broker kadang berbeda beda. Hal ini disebabkan oleh Time Open, atau jam server dari broker yang bersangkutan.

Silahkan di cek. lakukan penelitian. cari teman yang Trade di broker yang berbeda. atau download MT4 tiap broker  5 -10 . Perhatikan Timenya. maka Timenya akan berbeda beda.

Thanks

Basir   22 Feb 2013

@ Romy Mc:

- … sy ada patokan analisa buy kalo saat grafik candle menurun namun body candle semakin mengecil…

Komentar:
bukannya seharusnya sell? Kalau harga makin turun tentu body candle akan mengecil kalau harganya masih diatas harga open (biasanya berwarna putih), berarti harga sedang bergerak turun. Kalau harga bergerak dibawah harga open maka body candle akan membesar (biasanya berwarna hitam).

-… dan menggunakan MA jika indikator di bawah grafik, maka trend yg terjadi adalah bullish (trend naik)…

Komentar: betul kalau arah kurva indikator MA-nya naik (membentuk sudut positif), tetapi kalau kurva MA-nya lurus berarti sedang bergerak sideways, jadi pergerakan harganya bisa naik atau turun.

-….. trus gimana kalo ternyata grafik candle naik dan indikator MA ada dibawah grafik? kira2 pilih yg mana? buy atau sell?

Jawaban:
kalau kondisinya seperti itu maka Anda bisa buy, tetapi sebaiknya dikonfirmasikan dengan indikator lain misal MACD atau RSI, dan juga price action yang terjadi.

Sebagai contoh berikut EUR/USD H1 yang terjadi pada tanggal 11-14 April 2017 lalu:


Anda bisa buy ketika candle naik (berwarna putih), harga bergerak diatas kurva SMA 55 yang membentuk sudut positif, dan kurva indikator RSI berada diatas level 50. Sinyal untuk buy juga ditunjukkan oleh pin bar yang telah terkonfirmasi. Perhatikan juga level-level support dan resistance-nya (garis warna merah) sebagai batas-batas breakout / bouncing, menentukan level stop loss dan take profit.

M Singgih   21 Apr 2017
 Dewan |  17 Jul 2013

Apa insideday candlestick bentuk candlenya harus besar dan apa bisa untuk time frame H4 dan H1?

Lihat Reply [4]

Inside day adalah suatu pergerakan candle dimana high dan low hari ini tidak lebih besar daripada high dan low pada hari kemarin. Strategi ini paling bagus diterapkan pada daily time frame, namun ada juga trader yang menggunakannya pada hourly time frame.

Thanks

Basir   17 Jul 2013
spy lbh sesuai apa bs kl di tf h4 dn h1 nantiny yg dibandingkn adlh high low dr candle per 4 jam atau per 1 jam?

nantiny jadi candle inside hour??
Buyung   12 Mar 2015

Candle di H1, H4 menurut para pengguna candle, dianggap candle yang sangat akurat, namun perlu berhati-hati juga. Karena bentuk candle di tiap broker sangat berbeda. Hal ini disebabkan oleh time server broker.

Kami ambil 2 Broker yang berbeda. perhatikan jam servernya. Dengan TF dan Kurs mata Uang  dan harga yang sama .

Broker 1, sudah membentuk candle baru.
Broker 2, masih menunggu 1 jam kemudian untuk membentuk candle baru.

Kalau mengambil H4 berarti 1 Candel di H4 sebanding dengan 4 candle H1. Tentunya perlu banyak berlatih juga untuk memahami pola ini. Namun menurut kami perlu allternatif lain sebagai "serep" dengan memahami double top dan double bottom.

Thanks.

Basir   12 Mar 2015

@Dewan: Trading dengan menggunakan inside day (inside bar Daily) memiliki akurasi yang lebih baik pada time frame H4 ke atas. Pola ini memiliki akurasi rendah jika digunakan pada time frame H1 ke bawah. Selain itu teknik ini cocok digunakan pada market trending dan kurang cocok pada market sideways. Jika kita ingin menggunakan pola inside day dalam trading, maka Anda perlu tahu bahwa inside day bisa bermakna penerusan atau pembalikan.

Jika candlestick inside day retrace lebih dari 50% dari candle besarnya, maka kemungkinan besar harga akan reversal. Sebaliknya, jika candlestick inside day retrace kurang dari 50% dari candle besarnya, maka kemungkinan harga akan berlanjut (market pause).

Terima Kasih

Kiki R   5 Nov 2019
 Farid Dwiyo |  10 Feb 2016
masta sy lagi belajar candlestick. sy ingin tanya bagaimana y cara membedakan candle inside bar sm harami? krn sy lihat kok keduanya mirip sekali. apa yg membedakan & mana yg lebih sering muncul di chart juga sinyalnya lbh oke? thks

Lihat Reply [8]

Formasi atau pola harami menggambarkan sentimen real time harga yang ada di pasar. Setelah anda melihat pola yang ada dengan menutupi candle, anda dapat melihat ke candle berikutnya untuk mengidentifikasi bias dan titik resiko yang jelas.

Thanks

Basir   10 Nov 2014

Untuk Farid Dwiyo

Inside bar adalah sebuah bar dengan level-level high dan low sepenuhnya berada dalam range bar sebelumnya. Sementara Harami bisa juga dikatakan sebagai turunan dari inside bar.

Harami merupakan salah satu pola pembalikan yang bermanfaat ketika sentimen pasar yang menggerakkan tren berpotensi berhenti sebelum akhirnya berbalik arah.

Konfirmasi harami umumya juga dibantu oleh pola candle ketiga yang semakin memperkuat sinyal pembalikan. Sebagai contoh, bila di akhir downtrend terbentuk bullish harami, maka tanda-tanda reversal uptrend akan semakin terkonfirmasi. Sebaliknya, jika candle ketiga dalam bearish harami adalah candle bearish, maka sinyal pembalikan downtrend akan semakin tervalidasi.

Dalam kondisi ini, tampaknya harus banyak berlatih dan mengasah keterampilan untuk memahami pola candlestick.

Anda bisa menyimak mengenai ulasan harami dan inside bar.

Thanks.

Basir   11 Feb 2016
makasih masta. dari jawaban diatas sy pahamnya kl harami ada konfirmasi candle ke3 sdngkan inside bar tdk ada candle ke3nya?
Farid Dwiyo   11 Feb 2016

Untuk Farid Dwiyo

Itulah yang membedakan antara Harami dan Inside Bar. Dua alasan Inside bar terbentuk adalah:

1. Inside bar terbentuk karena adanya konsolidasi yang terjadi pada pasar saat itu. Secara kasarnya pasar sedang menimbang-nimbang apakah harga sudah oversold apa belum dan sebaliknya.

2. harga tidak bergerak semestinya. yang umumnya cenderung terjadi adalah setelah harga bergerak bervolume besar naik atau turun, pasar mulai konsolidasi dan membentuk inside bar.

Inside bar bisanya terbentuk di sekitar:
1. Zona support & resistance.
2. Pivots.
3. Daily high atau low  candlestick jika Anda trade dalam 1 jam atau jangka waktu 4 jam.
4. Tingkat level  fibonaccie.

Ketika sebuah inside bar terbentuk di sekitar lokasi tersebut, itu dianggap signifikan. Dalam arti signitifikan adalah harus memberikan perhatian lebih untuk menganalisa area tersebut.

Thanks

Basir   12 Feb 2016

@ Muhammad Yusuf:

- …. bagaimana melihat sifat inside bar apa harus menunggu candle selanjutnya….

Jawaban:

Sebaiknya memang begitu karena inside bar menunjukkan keadaan konsolidasi. Bar setelah inside bar pun kadang bisa salah (false) yang biasanya disebut dengan sinyal palsu (fakey).

Oleh karena itu untuk menghindari jebakan sinyal palsu, price action termasuk inside bar harus selalu dikonfirmasikan dengan level-level support atau resistance, dan juga indikator teknikal.

-…. atau melihat sifat inside bar yang berada di range sebelumnya saja (bullish/bearish?

Jawaban:

Inside bar memang selalu berada dalam range dari bar sebelumnya. Dalam istilah price action, bar atau candle yang berada tepat sebelum inside bar disebut dengan outside bar, tetapi istilah ini tidak lazim digunakan. Yang harus Anda perhatikan bukan bar sebelumnya tetapi bar sesudahnya, break atau tidak.

Saat terbentuk inside bar, pasar sedang konsolidasi, kalau break level tertinggi bar (candle) sebelumnya maka akan cenderung bullish, dan sebaliknya jika break level terendah bar sebelumnya maka akan cenderung bearish.

- …. lalu jika kita melakukan price action cocokkah jika dibarengi dengan stochastic 5,3,3 sebagai konfirmasi?

Jawaban:

Untuk time frame H1 (1 jam) dan dibawahnya (M30, M15 dsb) bisa, tetapi untuk time frame diatas H1 (H4, daily) gunakan stochastic 14,3,3. Semakin rendah time frrame trading biasanya digunakan parameter yang lebih rendah agar responnya lebih cepat.

M Singgih   16 Nov 2017

Tambahan penjelasan yg sgt baik. thanks

Rindu   20 Oct 2021
Izin bertanya coach, bagaimana melihat sifat inside bar apa harus menunggu candle selanjutnya atau melihat sifat inside bar yang berada di range sebelumnya saja (bullish/bearish? lalu jika kita melakukan price action cocokkah jika dibarengi dengan stochastic 5,3,3 sebagai konfirmasi?
Muhammad Yusuf   12 Nov 2017

Pola harami pada candle yang tepat itu sebenarnya seperti apa?

Anjar Lukito   10 Nov 2014
 

Komentar @inbizia

@Gilang L.: Beberapa pola candlestick yang bagus untuk digunakan oleh para trader pemula antara lain: Pola candlestick pin bar Pola candlestick hammer Pola candlestick shooting star Pola candlestick inside bar
 Kiki R |  3 Jun 2022
Halaman: Belajar Candlestick Crypto Dengan Pola Bullish Engulfing
Tidak telat. Justru harus ada candle konfirmasinya supaya kita tahu bahwa harga akan bergerak sesuai prediksi dengan kemungkinan yang tinggi. Cara menentukan exit atau take profit bisa bermacam-macam. Lebih lengkapnya bisa cek artikel 3 Cara Menentukan Take Profit yang Perlu Diketahui Trader
 Kaka |  8 Jun 2022
Halaman: Strategi Naked Trading Simpel Untuk Trader Pemula
Maksud saya, kalau support/resistance-nya itu sudah berkali-kali retest lalu tiba-tiba ke-breakout, apakah itu bisa langsung divalidasikan? Nah tapi 'kan juga gak jarang tuh habis breakout, eh ternyata malah balik lagi setelah beberapa candle, akhirnya breakoutnya gak valid. eh, gimana ya mau jelasin pertanyaannya. Jadi bingung sendiri. Ntar saya coba cari contoh grafiknya dulu deh ya. Seru nih bisa diskusi sama para master.
 Wandono |  9 Jun 2022
Halaman: Strategi Trading Ketika Terjadi False Break
Apakah kalau muncul dobel doji seperti contoh di atas (yg kebetulan juga sama seperti contoh penulis), sudah pasti akan terjadi breakout? Sebab kalau dilihat dengan indikator Stochastic, harga jg udah menunjukkan overbought. Gimana?
 Arief Firmansyah |  13 Jun 2022
Halaman: Trik Menggunakan Dua Candle Doji Untuk Strategi Breakout
@M Singgihus S Pertama, pertanyaan Anda kurang detail. Marubozu yang muncul itu apakah Marubozu Bearish atau Marubozu Bullish? Kedua, kalau Marubozu Bearish, apakah candle tersebut melakukan breakout pada support? Ketiga, bisa dipercaya atau tidak, itu hak Anda mau percaya atau tidak. Yang jelas, trading merupakan kemungkinan, bukan kepastian.
 Maru |  13 Jun 2022
Halaman: Cara Jitu Analisa Trend Dengan Pola Candlestick
Jadi inti valid atau tidaknya pola candle ini dilihat dari candle keempat yang pergerakannya juga searah dengan tiga candle sebelumnya ya?
 Fahmi |  16 Jun 2022
Halaman: Three White Soldiers Dan Three Black Crows Tiga Pola Candlestick Menguntungkan

Kamus Candlestick

Harami Bearish
Harami Bearish
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bullish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bearish. Pola ini menandakan uptrend mulai kehilangan momentum. Sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama, meski kondisi ini bisa menambah akurasi sinyal.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Bearish Doji Star
Bearish Doji Star
Indikasi : Bearish Reversal

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap naik dan tidak memiliki body karena harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama. Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bearish panjang dan gap turun dari doji.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Morning Star
Morning Star
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama merupakan candlestick bearish panjang, diikuti oleh candlestick kedua yang membentuk gap turun dan ber-body kecil (harga pembukaan dan penutupan nyaris sejajar). Candlestick ketiga merupakan konfirmator karena bersifat bullish. Semakin besar body candle ketiga, semakin tinggi akurasi sinyal bullish reversal Morning Star.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Hanging Man
Hanging Man
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang membentuk gap naik dari candlestick sebelumnya. Terjadi di akhir uptrend, Hanging Man memiliki sumbu bawah yang lebih panjang dari body-nya. Sinyal bearish reversal dari pola ini terkonfirmasi apabila candlestick selanjutnya bersifat bearish atau membentuk gap turun, dan ditutup melemah dari harga pembukaannya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.
Komentar[12]    
  Deny Supriyana   |   13 Dec 2013
favorit candle tuh shooting star n hammer. Saya sering sekali pakai pola itu untuk bertrading ria. hehee
  Juni   |   1 Mar 2015
Tp apakah 2 pola itu sering muncul & gampang dikenali dichart? Klo yg lebih sering dibahas kayanya candle pin bar sm inside bar. Tp sbg trader candle kayanya bakal kurang menguntungkan y klo cm hapal 1 ato 2 pola aja. Lebih oke klo tiap ada pola yg lewat bisa mengenali terus ambil tindakan...
  Fx Nubi   |   17 Jan 2014
bagaimana cara nya memanfaatkan pola-pola candlestick yang beda2 itu?
  Idris Alfian   |   22 Jan 2014
@FxNubi:Spinning tops menandakan kebuntuan dan juga kemungkinan reversal, sedangkan hammer mengisyaratkan reversal bullish sementara hanging man mengindikasikan reversal bearish. Untuk shooting star lebih menunjukkan isyarat reversal bearish, beda pola ini dengan hanging man adalah saat kemunculannya, yaitu ketika ada lonjakan harga. Semoga membantu.
  Rendyae   |   5 Feb 2014
pa bner bs btl2 buat nunjukn reversl? kl sprti itu kn jd gg prlu repot2 pke indi. mang ni lbh bgus n bs diandlkn dr analisa indi? cntoh nyata d grafikx sprt pa?
  M Rijal   |   21 Oct 2015
Pola-pola price action, teorinya memang bisa menandakan penerusan atau pembalikan tren. Ini didasarkan dari kondisi market yang tampak pada bentuk candle itu sendiri; bagaimana warnanya, seberapa besar ukurannya, dan bagaimana panjang pendek upper atau lower shadownya. Namun sekali lagi, ini hanyalah salah satu pola yang bisa memprediksikan, bukan sinyal yang pasti bisa diandalkan 100%. Trader yang menggunakan candlestick masih bisa memanfaatkan indikator juga. Biasanya untuk entry, trader bisa menunggu konfirmasi dari price action disamping memperhatikan sinyal indikator utamanya. Kalaupun ingin trading dengan hanya candlestick pun bisa juga, asal sudah benar-benar paham dan sudah melakukan pengujian sebelumnya.
  Idris Alfian   |   9 Feb 2014
@Rendyae:Tentu saja trader bisa bebas untuk memilih apakah masih ingin menggunakan indikator atau tidak setelah paham cara mengenali pola candlestick. Pemahaman ini memang ditujukan untuk mempermudah trader untuk menganalisa secara teknikal dengan lebih mudah dan efektif. Bahkan tidak jarang ada naked trader yang memilih untuk tidak memasang indikator dan hanya mengamati pola candlestick dan pergerakan harga.
Dimana hal itu persis dengan apa yang diindikasikan oleh hammer sebagai penanda reversal bullish dan hanging man sebagai penanda reversal bearish.
  Harimukti_09   |   12 Apr 2014
bagi yg pengen benar-benar paham soal pola candle & pengaplikasianny sebagai indikator pergerakan harga, pemahaman dasar soal shadow ini memang perlu karena sebagai kekuatan buyer dan sellernya. jadi pas ada pola-pola unik yang nggak bisa dicocokkan sama pola-pola dasar candlestick tinggal lihat bentuk candle & panjang pendek shadowny.
  Agus Bastian   |   20 May 2016
basic banget ini sih, klo bwt trader pemula emng udah hrus makan macem ginian mereka, kalo cuma dihafal pola2nya doang tapi ga paham bener logika knapa bisa terjdi pola sperti ini itu ya jelas g cukup lah. Emng ada senix sih price action tuh, makin lama makin apal d luar kpala tnpa hrus pake acuan ini pola apa itu pola apa
  Mirzaa   |   14 Apr 2022

Masih noobs bgt di forex, belajar candle2 begini lumayan pusing tapi menantang juga. Sejauh ini sih paling susah ngelawan emosi sendiri, seringkali gak sabar nunggu candlenya nutup dan memaksakan diri buat buka posisi. Apa ada tipsnya ya biar gak emosional, hehe

  Gautama   |   27 Jun 2022

Coba meditasi

  John   |   2 Jun 2022

Kalo gw gampangnya liat dari perbandingan ukuran badan sama itu shadownya aja, sm satu lagi, warnanya. Kalo udah paham konsep dasar bahwa candle itu kayak gambaran perangnya buyer seller, gw yakin begitu lihat doang langsung paham pake logika doang gan

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip