Apa Yang Terjadi Jika Saham ARA?

Anna 30 Mar 2021 127
Dibaca Normal 4 Menit

Saham ARA (Auto Rejection Atas) artinya pergerakan harga saham itu telah mencapai batas maksimum kenaikan hariannya.



Pernahkah kamu mendengar orang bergembira karena sahamnya ARA, tapi kamu malah bingung apa maksudnya? Semua trader dan investor perlu tahu apa yang terjadi jika saham ARA atau sebaliknya, jika saham mengalami ARB. Situasi ARA dan ARB berhubungan dengan mekanisme Auto Rejection yang berlaku di Bursa Efek Indonesia. Kita akan membahasnya dalam artikel ini, lengkap dengan ilustrasi contoh saham ARA.

Apa yang Terjadi Jika Saham ARA

 

Apa itu Auto Rejection Atas?

Auto Rejection adalah batas maksimum kenaikan harga saham atau penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan di bursa efek Indonesia. Apabila harga saham sudah naik atau turun hingga mencapai batas yang telah ditentukan, sistem BEI akan menolak order jual maupun beli yang masuk karena perdagangan saham tersebut dihentikan untuk sementara waktu.

Ada dua jenis Auto Rejection, yakni Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB). Jika saham ARA, artinya pergerakan harga saham itu telah mencapai batas maksimum kenaikan hariannya. Sedangkan jika saham ARB, artinya pergerakan saham itu telah mencapai batas maksimum penurunan hariannya.

Batasan maksimum untuk ARA dan ARB berbeda-beda untuk setiap golongan harga. Tepatnya:

  1. Untuk kelompok harga saham Rp50-Rp200 per lembar, batas ARA di atas 35%. Batas ARB akan tercapai ketika harga saham merosot sampai 7 persen atau telah mencapai batas Rp50.
  2. Untuk kelompok harga saham Rp200-Rp5000 per lembar, batas ARA di atas 25% sedangkan batas ARB sampai dengan 7 persen.
  3. Untuk kelompok saham berharga lebih dari Rp5000 per lembar, batas ARA di atas 20% sedangkan batas ARB sampai dengan 7 persen.

Harga saham yang dijadikan acuan untuk ARA dan ARB merupakan harga saham pada penutupan perdagangan bursa di hari sebelumnya. Baca juga: Apa itu ARA dan ARB di Bursa Efek Indonesia?

 

Contoh Saham ARA

Ambil contoh misalnya saham ABC ditutup pada harga Rp2500 pada hari Rabu kemarin. Maka batas ARA untuk saham tersebut pada hari perdagangan berikutnya adalah Rp2500 + (Rp2500x25%) = Rp2500 + Rp625 = Rp3125. Saham ABC akan ARA jika naik sampai Rp3125 pada hari Kamis. Selama saham ABC tidak mencapai Rp3125 dalam sehari, saham itu tidak akan ARA.

Contoh Saham ARA

Setelah saham ARA, bursa akan menolak semua order yang sudah masuk maupun yang akan datang. Alhasil barisan offer (jual) pada order book saham tersebut akan kosong, meskipun masih banyak yang mengantri pada barisan bid (beli). Kalau kamu berupaya membuka order baru pada saham itu, sistem juga pasti akan menolaknya dengan menampilkan pemberitahuan khusus.



Jadi, apa yang terjadi saat saham ARA? Jawaban singkatnya adalah ordermu pada saham tersebut akan tertolak oleh sistem. Sepanjang sisa hari itu, kamu tidak akan bisa membeli maupun menjual saham tersebut.

Kamu baru bisa mulai membeli dan menjual saham itu lagi pada hari perdagangan berikutnya. Meski demikian, sebaiknya kamu mempertimbangkan baik-baik sebab mengapa saham ARA sebelum membelinya pada harga tinggi. Beli saham sebelum ARA ala para ARA Hunter itu sah-sah saja, tetapi beli saham setelah ARA mungkin justru berbahaya.

Saham ARA Berbahaya?

Saham ARA terjadi karena minat beli pasar yang sangat tinggi pada suatu saham. Peningkatan minat beli pasar tersebut mungkin terpacu oleh suatu pengumuman baru dari pemerintah, keterbukaan informasi tentang rencana aksi korporasi perusahaan, rumor, maupun manipulasi bandar. Dengan kata lain, saham ARA bisa terjadi lantaran katalis fundamental yang valid ataupun tidak valid.

Selain itu, pembelian saham yang baru saja ARA tidak direkomendasikan bagi investor yang berorientasi jangka panjang. Lebih baik kamu menunggu harga saham terkoreksi dulu untuk membelinya pada tingkat harga yang lebih murah, daripada "mengejar kereta yang sudah berangkat". Ingat, jangan sampai FOMO (Fear of Missing Out).

Forum

Thalia (04 Aug 2015)

salam hangat, saya belajar akun demo di FBS, yang mau saya tanyakan, kenapa setiap saya pasang SL/TP, selalu INVALID SL/TP, cara saya memasukan SL/TP adalah dengan perbandingan SL = 30 TP = 50, contohnya, saya Open BUY GBP/USD di harga 1.56116, maka saya Pasang SL = 1.56086...

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru


Apakah Keuntungan Bitcoin Kena Pajak Di Indonesia?
Periode Mana Yang Menentukan Pergerakan Pasar Berikutnya?

master periode yang manakah yang biasanya menetukan pergerakan pasar selanjutnya... karena sulit sekali utk menebaknya walau dengan mengunakan candlestick

Dhika 20 Apr 2012

Reply:

Basir (20 Apr 2012 14:35)

Jika anda menggunakan M15, maka 1 candle bergerak selama 15 menit. Untuk hal ini anda perlu perhatikan juga TF selan jut. Jika kita menggunakan TF M15, maka seteh 15 menit candle akan close dan candle bergerak. Namun saat kita lihat H1 candle belum close karena masih ada kekuatan buyer / sell dalam beberapa menit kedepan ( dalam 1 jam ). Ketika kita Open di M15 perhatikan pula M30, H1 , H4 . Ketika anda menggunakan TF m15 maka sebaiknya Open di awal menit jangan di pertengahan menit. jika kita open di H1 maka sebaiknya diawal awal jangan di pertengahan jam. semisal sekarang jam 5. maka open yang bagus di h1 adalaj jam 5 :00 atau yang mendekati 05:03. jangan di pertengahan semisal 05: 30 atau 05: 4O. jika menggunakan M30 sebaiknya open di 5:30 an. dan  anda bisa melihat H1 dan H4 sebagai konfirmasi perkiraan di 1 dan 4 jam kedepan.

thanks

Erik T (24 Jul 2019 22:29)

Untuk Dhika,

Anda dapat menggunakan timeframe berapapun untuk memperkirakan pergerakan selanjutnya. Jika Anda ingin mendapatkan gambaran pergerakan selanjutnya untuk jangka waktu pendek, Anda dapat menggunakan timeframe yang kecil. Begitu pula jika Anda ingin mendapatkan gambaran pergerakan selanjutnya untuk jangka waktu yang panjang, maka gunakanlah timeframe yang besar.

Anda dapat memilih menggunakan timeframe yang sesuai dengan strategi dan gaya trading milik Anda. Jika Anda mengalami kesulitan menganalisa pasar dengan menggunakan candlestick, maka Anda bisa mencoba jenis chart lain yang lebih mudah seperti line chart, heikin ashi, renko chart, dll.

Semoga bisa membantu.

Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   107  
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Melati   9 Apr 2021   61  
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Linlindua   31 Mar 2021   466  
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Wahyudi   31 Mar 2021   139  
Panduan Lengkap Cara Membaca Candlestick Cryptocurrency
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   214  
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
Nandini   30 Mar 2021   121