Apakah Proof of Authority Lebih Baik Dari PoS dan PoW?


Cahyaning 17 Sep 2021 48Dibaca Normal 6 Menit

Proof of Authority sering dianggap lebih baik dari protokol konsensus blockchain lainnya. Benarkah demikian? Apa saja keuntungan dan kerugiannya?



Dalam transaksi kripto, ada beberapa jenis konsensus yang umum dipakai di dalam sebuah blockchain. Algoritma konsesus ini memiliki cara kerja yang berbeda-beda, namun tujuannya sama, yaitu memastikan keamanan transaksi yang terjadi di dalam blockchain.

Sejauh ini, ada dua jenis konsesus yang paling banyak dikenal, yakni Proof of Work atau PoW dan Proof of Stake blockchain atau PoS. Namun dengan seiring berjalannya waktu, banyak algoritma lain yang bermunculan sebagai alternatif, salah satunya adalah Proof of Authority atau PoA.

 

Apa Itu Proof of Authority (PoA)?

Pada dasarnya PoA adalah sebuah algoritma konsesus berbasis reputasi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dari jaringan blockchain. Terminologi ini dibuat pada tahun 2017 oleh salah satu penggagas aset kripto Ethereum, Gavin Wood.

Proof of Authority menggunakan nilai identitas seorang validator. Alih-alih koin, validator blok harus mempertaruhkan reputasinya untuk menjalankan konsensus ini. Karena itu, protokol konsensus ini diamankan dengan node validasi yang dipilih sebagai pihak terpercaya. Algoritma PoA sering kali dianggap sebagai solusi yang lebih efektif.

Saat ini sudah ada beberapa aset kripto yang menggunakan Proof of Authority. Salah satunya adalah Polkadot. Aset kripto ini beroperasi dengan PoA yang dikelola oleh enam validator milik Web3 Foundation. Hal itu membuat transaksi di dalam blockchain Polkadot lebih aman karena menggunakan lebih dari satu validator.

Baca juga: Koin Alternatif Bitcoin yang Masih Menguntungkan di Tahun 2021

 

Bagaimana Cara Kerja PoA?

Jaringan PoA tidak bergantung pada aktivitas mining di dalam blockchainnya. Jenis konsensus ini juga tidak membutuhkan banyak sumber daya. Hal inilah yang membedakan PoA dengan tipe algoritma konsesus lainnya seperti PoW dan PoS. Sebaliknya, PoA bergantung pada pengguna lain yang bertindak sebagai moderator di dalam sebuah sistem.



Syarat algoritma konsesus PoA biasanya berbeda tergantung sistem. Syarat yang paling umum adalah identitas yang benar dan dapat dipercaya, sehingga penting bagi para validator di dalam jaringan PoA untuk mengkonfirmasi identitas mereka. Lalu bagaimana caranya menjadi seorang validator? Yang utama adalah mau menginvestasikan uang dan reputasinya sebagai jaminan.

Baca juga: Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Investasi Kripto

Proses pemilihan validator untuk Proof of Authority harus sama dan setara untuk semua kandidat. Akan tetapi, proses ini sangat rumit dan tidak mudah. Tujuannya adalah untuk mengeliminasi pihak-pihak yang tidak dapat dipercaya. Melalui proses pemilihan ini, dapat dipastikan bahwa sebuah blockchain memiliki validator yang mampu menjaga komitmen jangka panjang.

Proof of Authority

 

Bagaimana Dengan PoW dan PoS?

Proof of Authority sering kali dibanding-bandingkan dengan Proof of Work dan Proof of Stake. Jika dibandingkan, apakah benar Proof of Authority lebih baik dari pada Proof of Stake dan Proof of Work? Secara garis besar, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri.

 

1. Proof of Work

Proof of Work adalah jenis mekanisme blockchain yang digunakan oleh aset kripto seperti Bitcoin. Banyak yang menganggap Proof of Work sebagai konsensus blockchain yang aman. PoW pertama kali diperkenalkan oleh Hal Finney di tahun 2004. Akan tetapi, Satoshi Nakamoto-lah yang menggunakan mekanisme konsesus ini untuk pertama kalinya pada tahun 2009.

Kelebihan PoW bisa terlihat dari fungsinya dalam jaringan blockchain. Seperti diketahui, konsensus ini digunakan dalam jaringan Bitcoin yang terdistribusi dalam buku besar blockchain, dimana semua transaksi Bitcoin tercatat dan diatur di dalam blok. Sistem ini memastikan tidak ada pengguna yang melakukan double-spending. Pengguna PoW dapat mendeteksi gangguan melalui hash atau rangkaian angka panjang yang berfungsi sebagai bukti kerja.

Selain Bitcoin, PoW juga diadopsi oleh Ethereum dan Litecoin. Meski dianggap aman, ternyata PoW juga memiliki masalah.

 

Kekurangan PoW

Salah satu kerugian dari PoW adalah penggunaan energi yang tinggi. Bahkan, Bitcoin disebut-sebut bertanggung jawab atas produksi 69 juta metrik C02. Sistem keamanan PoW juga tak sepenuhnya dapat diandalkan. Misalnya, jika ada sekelompok penambang yang berhasil mendapatkan 51% dari Bitcoin hash rate, mereka dapat menguasai jaringan dan melakukan berbagai hal. Hal serupa pernah terjadi pada kasus peretasan Ethereum Classic di tahun 2020.

Baca juga: Awas, Ini 5 Cara Hacker Mencuri Uang Kripto

 

2. Proof of Stake

Proof of Stake diciptakan sebagai alternatif Proof of Work untuk mengatasi kekurangannya. Saat ini, hanya Altcoins saja yang menggunakan konsep PoS di dalam jaringannya. Proses validasi PoS tak serumit PoW, dimana miner hanya dapat menambang aset kripto dan memvalidasi transaksi sesuai dengan kepemilikan asetnya. Hal ini membuat PoS mampu meredam lebih banyak penggunaan energi daripada PoW.

ilustrasi blockchain

 

Kekurangan PoS

Awalnya, Proof of Stake diciptakan untuk mengatasi kelemahan yang ada di dalam Proof of Work. Namun, ada risiko yang mengintai di balik Proof of Stake. Karena sistem pemilihan miner yang didasarkan pada kepemilikan aset dalam jaringan (stake),biaya yang dibutuhkan untuk melakukan hal ini tentu tidak sedikit.

 

Jadi, Apakah PoA Lebih Baik?

Hal yang membedakan Proof of Authority dengan PoW adalah konsensus ini tak bergantung pada mining. Sehingga, tidak ada kompetisi di kalangan para miner di dalam jaringan blockchain ini. Apalagi, mekanisme Proof of Authority blockchain hampir tak memerlukan energi listrik ketika beroperasi, menjadikan konsensus ini lebih ramah lingkungan dibandingkan yang lainnya.

Proof of Authority tak memerlukan banyak validator. Bahkan, jaringan PoA dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam pembentukan blok sehingga ada lebih banyak transaksi yang bisa diproses dalam waktu singkat. Fitur ini semakin memudahkan transaksi yang terjadi di dalam protokol Proof of Authority.

Apakah PoA lebih baik

Banyak perusahaan yang lebih menyukai PoA karena privasi mereka lebih terjaga. Ditambah lagi, mereka bisa mendapatkan keuntungan dari teknologi blockchain.

Meskipun Proof of Authority tidak menyembunyikan identitas para validator, umumnya mereka sudah siap dengan risiko ini. Dari segi kesehatan lingkungan pun, PoA bisa dikatakan lebih baik karena tidak membutuhkan terlalu banyak listrik. Apalagi, saat ini para ahli sedang khawatir akan penggunaan energi yang digunakan oleh perusahaan mining pool.

Baca juga: 5 Negara Penambang Kripto Terbesar di Dunia

 

Kesimpulan

Proof of Authority sering kali disebut lebih aman dan lebih baik dari pada Proof of Work atau Proof of Stake. Secara garis besar, PoA memang hemat energi jika dibandingkan dengan kedua konsensus tersebut. Hal ini karena Proof of Authority blockchain menggunakan validator untuk mengkonfirmasi transaksi di dalam jaringannya. Para validator ini dipilih melalui proses seleksi yang rumit dan ketat guna mencegah adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dan tidak ditentukan berdasarkan hashpower atau kepemilikan aset dalam jaringan.

 

Memahami seluk beluk kripto dan konsesusnya memang tidak mudah. Selain banyak belajar, ada baiknya Anda juga berdiskusi bersama pelaku pasar lain di forum-forum. Coba saja manfaatkan 7 forum Bitcoin terbaik ini untuk mencari ilmu dari sesama pengguna kripto.

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota
Kirim Komentar/Reply Baru
ETH vs ETC, Mana Yang Lebih Baik?
ETH vs ETC, Mana Yang Lebih Baik?
Nandini   28 Nov 2021   7  
4 Cara Trading Tim Draper untuk Pemula
4 Cara Trading Tim Draper untuk Pemula
Cahyaning   24 Nov 2021   14  
Apa Itu Ethereum Killer?
Apa Itu Ethereum Killer?
Yuvita   22 Nov 2021   17  
Mengenal Smart Contract dan Manfaatnya
Mengenal Smart Contract dan Manfaatnya
Cahyaning   22 Nov 2021   16  
4 Siklus Pasar Kripto Yang Perlu Anda Tahu
4 Siklus Pasar Kripto Yang Perlu Anda Tahu
Yuvita   19 Nov 2021   33  
Mengenal Bahaya Cryptojacking dan Cara Mencegahnya
Mengenal Bahaya Cryptojacking dan Cara Mencegahnya
Cahyaning   17 Nov 2021   21  
Strategi Trading Kripto dengan Marubozu Candlestick
Strategi Trading Kripto dengan Marubozu Candlestick
Jujun Kurniawan   28 Oct 2021   63