Bagaimana Cara Melihat Candlestick?


Kelvin 16 Jan 2019 484
Kirim Pertanyaan Baru

Saya pemula nih . Apakah melihat 1 buah candlestick naik atau turun itu diliat dari harga open atau close? Atau diliat dari sumbu?

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 1    

M Singgih
17 JAN 2019

@ Kelvin:

Dilihat dari harga open dan close. Candle yang bullish (harganya naik) jika harga close lebih tinggi dari harga open, dan candle yang bearish (harganya turun) jika harga open lebih tinggi dari harga close.

Panjang sumbu menunjukkan range pergerakan candlestick tersebut. Semakin panjang sumbu artinya semakin besar range harga pada periode waktu tersebut.

Ujung-ujung sumbu menunjukkan harga tertinggi (high) dan harga terendah (low).





Untuk keterangan yang lebih lengkap, silahkan baca:
Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat, Tak Perlu Hafalan

Pola Candlestick
Three Outside Down
Three Outside Down
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bearish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bearish reversal.
Advertisement
Maulana 251 3 Balasan

Apakah ini ada error di brokernya? Kok ada jarak antar candlenya ya..ini artinya apa, dan saya harus gimana ya? Mohon pencerahannya suhu. Makasih

M Singgih 03 Mar 2021 21:32

@ Maulana:

Pergerakan candle seperti itu bisa saja terjadi, yang mana harga pembukaan candle lebih rendah dari harga penutupan candle sebelumnya. Bisa terjadi pada time frame berapapun, sebagai respon sentimen pasar terhadap news atau event tertentu. Jika Anda tidak yakin, bisa dibandingkan dengan pergerakan harga di broker yang lain.

 

Zainal Abidin 10 Mar 2021 16:42

Misalnya sudah pasang pending order Sell sebelum ada gap itu. Kemudian gap itu terjadi, apakah ordernya tetap kepicu atau engggak pak?

M Singgih 13 Mar 2021 14:11

@ Zainal Abidin:

Dari pengalaman saya, order tetap tereksekusi tetapi pada harga yang lebih rendah (untuk order sell). Jadi tentunya akan merugikan trader karena mendapatkan harga yang lebih rendah sesuai dengan harga yang muncul setelah terjadinya gap. Ini bisa terjadi karena harga yang diorder (sebelum terjadinya gap) dianggap tidak ada. Dalam hal ini harga langsung melompat atau terjadi slippage.

 

Advertisement
Nandar 488 5 Balasan

Pak, candle terakhir ini kan sudah break garisnya, apakah ini sudah termasuk double bottom valid?


misalnya mau buka posisi Buy, harus tunggu candle ini close dulu atau gimana? Saat ini masi belum close candlenya. Makasih

M Singgih 27 Jan 2021 15:29

@ Nandar:

Jika ingin entry berdasarkan pola double bottom, maka pengamatan adalah pada area support, dalam hal ini pada garis biru. Jika harga gagal menembus area support tsb, maka bisa diasumsikan bahwa pola double bottom tsb valid. Dalam hal ini Anda bisa entry ketika bullish engulfing candle di atas area support tsb sudah selesai terbentuk (harga sudah closing).

 

Nandar 27 Jan 2021 16:32

Tapi kalau saya lihat di Google itu seperti ini pak konsepnya. Maaf kalau salah

double bottom

Jadi tak kira entrynya itu setelah menunggu break di area neckline yang saya lingkari itu...

Terus misalnya kan udah break ya pak, itu juga bisa jadi tanda sinyal akan mengalami penerusan trend ya pak?

M Singgih 28 Jan 2021 14:48

@ Nandar:

- Jadi tak kira entrynya itu setelah menunggu break di area neckline yang saya lingkari itu...

Kalau menurut saya cara seperti itu akan terlambat entry. Dalam hal ini saya menggunakan cara ketika bouble bottom sudah terkonfirmasi dan ada sinyal dari price action yang mengisyaratkan bullish, maka bisa entry buy. Referensi neckline biasanya digunakan untuk konfirmasi pola head and shoulders dan inverted head and shoulders. Baca juga:Jenis Pola Harga Dalam Teknik Chart Pattern


- … Terus misalnya kan udah break ya pak, itu juga bisa jadi tanda sinyal akan mengalami penerusan trend ya pak?

Dalam hal ini akan terjadi penerusan arah trend (trend continuation) jika trend masih kuat. Untuk mengetahui apakah trend masih kuat atau tidak bisa diamati dari indikator ADX. Jika ADX berada di atas level 20, diasumsikan trend masih kuat dan kemungkinan besar akan terjadi penerusan arah trend. Baca Juga:3 Teknik Paling Ampuh Untuk Mengukur Kekuatan Trend

Utsman 02 Feb 2021 13:39

Kalau untuk pasar yang sedang sideways, rekomendasi menggunakan pola double top bottom atau head and shoulders pak?

M Singgih 03 Feb 2021 16:14

@ Utsman:

Jika memang pergerakan harga benar sideways, gunakan double top saat harga berada pada area overbought, dan double bottom saat harga berada pada area oversold.
Head and shoulders untuk pergerakan harga yang sedang uptrend, kemudian reverse ke downtrend.

 

Ilung 138 3 Balasan

Min, kalo melihat atau menganalisa pola candlestick apakah harus sama persis banget biar sinyalnya valid? Soalnya saya beberapa kali praktik, pake candlestick  dan bentuknya ga 100% mirip sinyalnya jadi salah. 

M Singgih 06 Dec 2020 01:06

@ Ilung:

Tidak harus persis sama, asal bentuknya sesuai, dan persyaratannya memenuhi. Misal pin bar yang valid adalah yang level tertinggi atau terendahnya ditembus. Kalau bentuknya sudah sesuai (mirip) tetapi masih salah, kemungkinan tidak terkonfirmasi oleh indikator teknikal. Misal pola morning star yang menunjukkan kemungkinan bullish, tetapi indikator trend tidak mengkonfirmasi keadaan bullish, maka pergerakan bullish bisa saja gagal.

 

Ilung 10 Dec 2020 11:00

Maaf pak, ini saya masih belum "ngeh" dengan arti "level tertinggi dan terendah ditembus", itu maksutnya gimana ya pak?

M Singgih 11 Dec 2020 15:05

@ Ilung:

Untuk pin bar yang mengisyaratkan sinyal reversal, jika bullish pin bar (letaknya di bawah pada keadaan downtrend), maka akan valid jika level tertingginya ditembus, dan untuk bearish pin bar (letaknya di atas pada keadaan uptrend), maka akan valid jika level terendahnya ditembus. Mudahnya, Anda bisa simak ulasan Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar

 

Bujel 823 5 Balasan

Bagaimana caranya baca pergerakan candlestick setiap pergantian sesi asia, eropa, london?

M Singgih 06 May 2020 00:48

@ Bujel:

Mengenai cara membaca pergerakan candlestick, silahkan Anda baca:

Apa Itu Candlestick: Grafik Candlestick Dan Pengertiannya
Kumpulan artikel mengenai candlestick

Khairullah 07 Oct 2020 16:46

di sesi pasar mana biasanya pak klo kita mau lht candle reverse? yg paling banyak?

M Singgih 08 Oct 2020 20:48

@ Khairullah:

Tidak bisa ditentukan. Keadaan reversal bisa terjadi kapan saja, tergantung dari sentimen pelaku pasar, bisa disebabkan oleh faktor fundamental, faktor politik, peristiwa yang tidak terduga (misalnya bencana alam, serangan teror dsb), dan juga aksi profit taking.

Yang penting untuk mengetahui sentimen pelaku pasar adalah dengan mengamati price action.

Sahila 22 Oct 2020 14:32

Dg kita mengamati price action, menurut master sudah ckup sbg sinyal utk entry belum? atau kah hrs ada pnggunaan indikator klau qt berbekal price action?

M Singgih 27 Oct 2020 04:09

@ Sahila:

Agar valid, sinyal dari price action sebaiknya dikonfirmasi oleh penunjukkan minimal 2 indikator teknikal. Misal jika sinyal mengisyaratkan harga akan naik, bisa dikonfirmasi dengan penunjukkan indikator trend seperti MACD, ADX atau parabolic SAR.

Ari Latukau 498 3 Balasan

Volume trading itu sama dengan besaran lot ?
Harga entry itu, harga yang sedang di candle saat pasar itu dibuka ?
Mohon bantuannya.
Terimakasih

M Singgih 19 Mar 2020 02:01

@ Ari Latukau:

- Volume trading itu sama dengan besaran lot ?

Ya, benar. Volume adalah besarnya lot yang Anda order.


- Harga entry itu, harga yang sedang di candle saat pasar itu dibuka ?

Bukan. Harga entry adalah harga yang Anda dapatkan pada saat order, baik dengan cara instant execution maupun pending order.
Untuk penjelasan silahkan baca: Belajar Menggunakan Metatrader

Pradana 13 Oct 2020 11:58

Siang gan. Ane punya modal sekitar 1.5jt, mau dicoba bwt trading aja. Dg modal segitu, ane sebaiknya pakai leverage dan lot brpa? Apa ada pengaruh jumlah entry per hari sm ketahanan modal? Mks.

M Singgih 13 Oct 2020 20:35

@ Pradana:

Dengan modal sekitar Rp. 1.5 juta, atau sekitar USD 100, Anda bisa trading di akun micro, dengan minimal 0.01 lot. Ketahanan modal Anda belum termasuk margin adalah sekitar  (USD 100) / (USD 0.1) = 1000 pip (Keterangan: USD 0.1 adalah nilai per pip untuk 0.01 lot pair XXX/USD seperti misalnya EUR/USD, GBP/USD, dll).

Mengenai leverage, pilihlah leverage yang sebesar mungkin seperti 1:500 atau 1:1000, agar margin atau jaminannya kecil.

 

- … Apa ada pengaruh jumlah entry per hari sm ketahanan modal?

Semakin banyak posisi yang Anda buka, maka margin total akan semakin besar juga, dan ketahanan modal akan semakin kecil.

Pola Candlestick
Falling Three Methods
Falling Three Methods
Indikasi : Bearish Continuation
Akurasi :

Terdiri dari beberapa candlestick. Diawali dengan candlestick bearish panjang yang kemudian diikuti oleh beberapa candlestick pendek membentuk koreksi bullish. Pola terkonfirmasi apabila terbentuk lagi candlestick bearish panjang yang menyentuh harga terendah baru.
Dani 477 1 Balasan

Ketika terbentuk sebuah pola candlestick reversal apa aja sih syarat syarat klo si candlestick tersebut valid akan reversal ?

Kiki R 07 Feb 2020 12:21

@Dani: Konsep dasar pola candlestick digunakan dalam trading adalah sebagai petunjuk/tanda kondisi harga. Petunjuk/tanda tersebut selalu dihubungkan dengan peluang karena tidak ada kepastian 100% dalam market. Semua berdasarkan peluang.

Petunjuk/tanda candlestick yang saya riset sebagai pola reversal yang memiliki tingkat akurasi paling bagus adalah engulfing, pin bar dan inside bar. Namun bukan berarti ketika candlestick ini muncul akan 100% harga akan reversal. Semua kembali pada teori peluang.

Dalam trading ada istilah winrate (singkatan dari winning rate) sebagai peluang berhasil suatu kejadian. Sebagai contoh winrate pola engulfing berkisar 50-60% di time frame H4 ke atas.

 

Apa syarat candlestick tersebut valid reversal?

Bergantung ke pola candlestick tersebut seperti apa. Misalnya pola bearish/bullish engulfing valid apabila candlestick terakhir berhasil menutup di bawah/di atas harga open sebelumnya. 

Valid engulfing tentu berbeda dengan valid pada pin bar karena di pin bar terdapat shadow panjang.

Silakan diperinci pola candlestick reversal apa yang dimaksud agar pembahasan lebih detail.

Baca juga:

Pola 3 Candle Terbaik Penanda Reversal
Dani 530 3 Balasan

Apa yang terjadi dengan pergerakan candlestik ketika pasar sudah jenuh, dan akan terjadi reversal mohon penjelasannya. Terima kasih

M Singgih 05 Nov 2019 01:31

@ Dani:

Akan membentuk pin bar. Pin bar adalah salah satu bentuk price action pada candlestick tunggal, yang mengisyaratkan kemungkinan pembalikan arah pergerakan harga (reversal).

Meski demikian, untuk entry berdasarkan pin bar, sebaiknya dikonfirmasikan juga dengan penunjukan indikator teknikal, terutama indikator trend misalnya moving average, Bollinger Bands, MACD, parabolic SAR.

Untuk keterangan yang lebih lengkap, silahkan baca: Mengupas Strategi Trading Dengan Pin Bar

Martin Hendra 08 Oct 2020 17:22

Tp apakah selalu Pin Bar yg terbentuk gan utk tanda2 reversal saat pasar sdh jenuh?

M Singgih 08 Oct 2020 21:39

@ Martin Hendra:

Untuk single candle, bisa pin bar bisa juga doji.
Untuk lebih dari satu candle, bisa pola double top, double bottom, triple top, triple bottom, morning star, evening star, dan juga shooting star.

Edwin Widianto 739 3 Balasan

Permisi pak martin. Pada time frame berapa yah pak untuk menentukan titik entri yg ideal? Dan jenis candlestick apa yg harus di cari untuk kita entry?? Terimakasih.

M Singgih 17 Sep 2019 03:32

@ Edwin widianto:

- Pada time frame berapa yah pak untuk menentukan titik entri yg ideal?

Semua time frame bisa untuk entry, asalkan ada sinyal dari price action yang dikonfirmasi oleh indikator teknikal.


- Dan jenis candlestick apa yg harus di cari untuk kita entry??

Mengenai hal ini Anda bisa mempelajari price action. Single candle bisa pin bar atau doji, double candle bisa engulfing, tweezer, double top / bottom dsb, lebih dari 2 candle akan membentuk pola seperti morning star, evening star dsb.
Baca: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action

Edwin Widianto 17 Sep 2019 12:00

Baik pak. Terima kasih atas jawabanya...

Edwin Widianto 17 Sep 2019 17:17

Baik pak. Terima kasih yah pak atas kebaikan bapak yang selama ini sudah membantu saya. 

Salim 477 1 Balasan

jam brp WIB pergantian candlestick dimulai pada TF H1, H4, dan D?

Lalu teknik pending order sprt buy stop sell stop, berapa pips kah yg ideal dipasang sbg TP dan SL untuk semua TF tersebut?

Terima kasih.

M Singgih 26 Aug 2019 05:18

@ Salim:

- jam brp WIB pergantian candlestick dimulai pada TF H1, H4, dan D?

Tergantung dari selisih waktu jam server broker Anda dengan WIB. Kalau Anda menggunakan platform Metatrader, bisa Anda lihat pada kolom Time di Market Watch.

Pergantian untuk H1 adalah setiap 1 jam terhitung dari dimulainya candle sebelumnya. Untuk H4 setiap 4 jam terhitung dari dimulainya candle sebelumnya, dan untuk daily terhitung dari dimulainya jam buka dari candle sebelumnya.

- ….. Lalu teknik pending order sprt buy stop sell stop, berapa pips kah yg ideal dipasang sbg TP dan SL untuk semua TF tersebut?

Mengenai besaran pip TP dan SL, itu tergantung dari analisa Anda. Biasanya mengacu pada jarak posisi yang dibuka terhadap level resistance atau support terdekat. Selain itu, Anda bisa menentukan SL dan TP berdasarkan price action. Baca juga: Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price Action

Mauludin 1007 1 Balasan

Apakah pola megaphone sama dengan pola neo wave dan merupakan bagian dari eliot wave? 

M Singgih 13 Aug 2019 07:06

@ Mauludin:

Tidak sama. Megaphone adalah sebuah pola yang mungkin terbentuk dalam suatu rentetan pergerakan harga. Sementara teori Elliot Wave dan Neo Wave adalah cara analisa berdasarkan gelombang yang terbentuk dalam suatu rentetan pergerakan harga.
Baca juga: Strategi Trading Pola Megaphone, Amplifier Profit Anda

Pola apapun yang terbentuk, termasuk megaphone, bisa dianalisa dengan teori Elliot Wave maupun Neo Wave. Teori analisa dengan Neo Wave adalah perkembangan dari teori Elliot Wave. Baik cara analisa dengan Elliot Wave maupun Neo Wave tidak tergantung dari pola yang terbentuk.

Fredy 1292 1 Balasan

1. Bagaimana cara pembacaan chart pnf ?

2. Untuk lebih maksimal dalam penggunaannya box size dan reversal nya menggunakan berapa pips ? (tiap - tiap timeframe dan untuk penggunaan scalping serta intraday)

3. Contoh - contoh penggunaan pnf menggunakan support resistan dll

Terima kasih

Erik T 06 Aug 2019 23:56

Untuk Fredy,

Setahu kami, Point and Figure (PnF) chart adalah chart yang bisa memfilter tren meski tanpa bantuan indikator apapun. Visual yang ditampilkan pada chart ini hanya berupa objek berbentuk lingkaran merah (sebagai sinyal bearish) dan silang hijau (sebagai sinyal bullish). Sehingga, pembacaan chart ini pun terbilang cukup mudah, yakni hanya melihat objek yang terbentuk saja. Ada jenis chart lain yang prinsip kerjanya serupa dengan chart PnF ini, yakni Renko Chart.

Untuk memaksimalkan penggunaan chart PnF demi mendeteksi adanya penerusan tren atau pembalikan, Anda dapat menerapkan asas zona support dan resisten. Perhatikan chart PnF pada pair XAU/USD timeframe M15 berikut ini.

XAUUSD m15

Terdapat zona support dan resisten yang signifikan pada chart tersebut. Tampak chart PnF selalu berbalik arah dari zona support dan resisten tersebut. Sehingga Anda bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk memasuki posisi (sell on resisten dan buy on support).

Semoga bisa membantu.

Ayub 1287 1 Balasan

Grafik yg saya gunakan adalah grafik lilin jepang, pergerakan naik turunnya grafik di sebab kan oleh apa ??? 

Erik T 18 Jun 2019 00:19

Untuk Ayub,

Mengenai apa saja yang mempengaruhi pergerakan naik turunnya suatu pair mata uang, dapat Anda simak di sini.

Semoga bisa membantu.

Elias Mangading 4366 1 Balasan

Salam kenal Bang Erik..

Sy elias, treder pemula

Sy setiap hari mengikuti analisa yg dibuat Bang Erik, namun kadang sy masih bingung tentang istilah breakout terkonfirmasi

Pertanyaan saya adalah bagaimana menentukan CANDLE BREAKOUT TERKONFIRMASI?

Erik T 19 Mar 2019 16:47

Untuk Elias Mangading,

Ketika harga sedang berada di sekitar zona support atau resisten, maka kemungkinannya hanya ada dua. Yaitu apakah harga akan menembus level tersebut (breakout) atau justru harga akan mengalami rejection (bounce). Ketika harga sedang berada di sekitar level support atau resistance, maka yang perlu kita lakukan adalah menunggu apakah harga akan menembus (break) atau terpantul (bounce) dari level tersebut. Sembari menunggu, kita juga bisa amati perilaku pasar (price action) ketika harga sedang berada disekitar level penting seperti support atau resisten. Karena dengan mengamati price action, kita dapat mengambil kesimpulan apakah harga benar-benar menembus atau hanya sekedar re-test yang berujung pada rejection.

Jika memang benar harga telah menembus level support atau resisten (breakout), dan telah terkonfirmasi oleh setidaknya satu indikator teknikal, maka posisi trading dapat dibuka. Posisi buy dapat dibuka jika breakout level resisten telah terkonfirmasi. Dan sebaliknya, posisi sell dapat dibuka jika breakout level support dapat terkonfirmasi.

Lalu bagaimana caranya mengkonfirmasi breakout? Cara termudahnya adalah dengan menunggu. Tunggu hingga harga menembus level resisten/support dan membentuk candle initial break terlebih dahulu. Initial break adalah kondisi dimana candle harga berhasil ditutup dibawah level support atau ditutup diatas resisten.

Setelah itu, tunggu setidaknya satu candle lagi atau menunggu konfirmator candle terbentuk. Konfirmator candle yang valid adalah candle yang masih ditutup dibawah level support atau diatas level resisten setelah initial break candle terbentuk. Penerapan price action juga dapat mempengaruhi tingkat keakuratan candle konfirmator terhadap valid atau tidaknya suatu breakout. Selain itu, amati juga keselarasan dari indikator teknikal. Indikator teknikal harus bersentimen bearish disaat harga sedang berusaha mempenetrasi support, dan indikator teknikal harus bersentimen bullish saat harga mencoba menembus resisten.

Jika aturan-aturan tersebut terpenuhi, maka eksekusi pembukaan posisi dapat dilakukan setelah candle konfirmator yang valid terbentuk. Namun jika candle konfirmator belum mengkonfirmasi breakout (false breakout atau fakeout), maka tahapan selanjutnya adalah menunggu candle konfirmator selanjutnya atau bahkan tunggu hingga candle initial break yang baru kembali terbentuk.

Berikut contoh breakout yang gagal (fake out) dan breakout yang terkonfirmasi.

Break and Fakeout

Keterangan:

  • Bar pada candlestick ini berpotensi untuk menjadi initial break karena telah melewati support line. Namun terdapat rejection yang kuat sehingga harga kembali terhempas ke atas support line dan ditutup diatasnya sehingga membentuk long-legged doji dan menggagalkan terbentuknya initial break candle.

  • Karena harga gagal mempenetrasi support sehingga harga kembali keatas untuk menguji resisten level. Pada bar ini harga berhasil menembus resisten line dan berhasil ditutup diatasnya, sehingga initial break pada candlestick ini dinyatakan valid.

  • Namun setelah initial break terbentuk, kekuatan seller kembali muncul untuk menekan harga pada candle konfirmator. Pada candle ini terlihat reversal yang kuat pada resisten line, sehingga harga terhempas kembali dibawah resisten line. Pada candle ini dinyatakan sebagai breakout yang gagal (fake out), karena buyer tidak dapat mempertahankan harga supaya tetap berada diatas resisten line sehingga candle konfirmator ini tidak valid. Dengan demikian, breakout dinyatakan gagal. Gagalnya breakout membuat harga selanjutnya bergerak melemah mendekati level support kembali.

  • Pada percobaan berikutnya, terbentuk candle initial break yang baru. Candlestick berhasil ditutup diatas resisten line.

  • Candle konfirmator ini dinyatakan valid. Karena pada candle ini buyer masih dapat mempertahankan agar harga tetap berada diatas resisten line dan berhasil ditutup diatasnya. Dari segi price action, tampak bahwa terdapat shadow (pinbar) yang panjang dibagian bawah candle yang menunjukkan bahwa kekuatan buyer masih kuat. Dengan demikian, breakout resisten dinyatakan valid.

  • Anda dapat langsung membuka posisi buy pada pembukaan candle ini atau meletakkan pending order di puncak tertinggi candle sebelumnya (candle no 5) dengan Stop Loss pada swing low terdekat (atau low pada initial break candle) atau maximal pada support dibawahnya. Take Profit menyesuaikan dengan risk:reward yang direncanakan atau berada pada resisten selanjutnya.

  • Kurang lebih seperti itu cara mudah untuk mengetahui dan mengkonfirmasi breakout dan rejcection.

    Semoga bisa membantu

    SYAMSUL IRWIN 2349 1 Balasan

    1) Apakah  arah saat  candle CSAK ( memotong MA5/10 dan mid BB)   harus searah / sama dengan arah candle reversal ?  Apakah tetap valid sekalipun arahnya berlawanan ataukah harus searah ? 

    2) Saat terjadi candle CSAK , tetapi trend  market berlawanan , posisi re-entry apa yang harus diambil apakah mengikuti arah trend ataukah tetap mengikuti arah candle CSAK ?

    3) Setelah terjadi CASK Apakah benar kita melakukan re-entry saat harga menyentuh MA5/10 upper untuk SELL dan harga sentuh MA5/10 Lower untuk BUY

    M Zainul 25 Mar 2019 14:08

    @syamsul
    1. CSAK atau candlestick arah kukuh memang terjadi saat penembusan Mid BB, MA-5/10, secara bersamaan. Pasca terjadinya CSAK, yang harus ditunggu adalah Reentry-nya. Bukan Candle Reversal. Kecuali Anda mengacu pada time frame di bawahnya. Saat menunggu Validnya Extrem, maka Candle Reversalnnya akan searah dengan CSAK di time frame atas.


    2. Pilihan Counter maupun Follow Trend adalah pilihan Anda masing-masing. Jadi Anda tetap bisa mengikuti CSAK yang terjadi saat awal pembentukan Trend, atau Anda bisa menunggu validnya trend tersebut terlebih dahulu. Yang terpenting selalu jaga MM, dan pasang Stop Loss maupun SL+.


    3. Betul. Entry pada BBMA OA lebih baik dilakukan pada MA-5 berlawanan seperti yang Anda sebutkan.


     


    Terima kasih

    Asmi 1236 1 Balasan

    Pak Erik, mau tanyak, mau stratei price action, itu biasanya bapak lihat pola candle apa yang menandakan reversal / pembalik arah? makasih pak

    Erik T 14 Mar 2019 22:56

    Untuk Asmi,

    Pergerakan reversal sebenarnya dapat diidentifikasi sedari awal, yaitu dengan membaca formasi candlestick/price action. Formasi candlestick yang biasa digunakan sebagai pendeteksi akan adanya pergerakan reversal adalah candle doji, tweezer top/bottom, dan formasi inside bar.

    Berikut contoh reversal jika dideteksi dengan candle doji.

    doji

    Pola tweezer top/bottom juga dapat digunakan sebagai pendeteksi pergerakan reversal.

    tweezer

    Fungsi dari formasi inside bar sebenarnya dua, yaitu selain sebagai pendeteksi dini dari suatu reversal, akan tetapi juga sebagai sinyal penerusan trend (trend continuation).

    inside bar


    inside bar

    Selain mengamati pola candlestick, pergerakan reversal dapat diketahui dari divergensi indikator teknikal. Berikut contoh pergerakan reversal yang dideteksi dari bullish divergence dan pola tweezer bottom.

    divergence

    Kurang lebih itulah beberapa cara untuk dapat mendeteksi pergerakan reversal dengan menggunakan metode price action dan bentuk/pola candle.

    Semoga bisa membantu.

    Onda 443 1 Balasan

    Gmn crax trading dengan membaca candle, atau price action?

    Erik T 07 Mar 2019 17:16

    Untuk Onda,

    Sesuai dengan namanya, teknik trading dengan metode price action tentu dengan mengandalkan pembacaan dari bentuk maupun susunan candlestick. Tentang dasar-dasar trading dengan price action, maupun apa saja pola-pola atau susunan candlestick yang bisa dijadikan sinyal entry, dapat Anda simak pada artikel-artikel dihalaman berikut ini.

    Semoga bisa membantu.

    Rizal 505 1 Balasan

    Pak/bu maaf saya mau tanya, di accoun real saya harga GBPUSD 1.28503 sedangkan di accoun demo saya harga di GBPUSD 1.28165 apakah ini suatu kecurangan broker ? Atau memang candlestic di accoun real dan accoun demo itu berbeda ? Tolong jawabannya 

    Erik T 18 Feb 2019 12:28

    Untuk Rizal,

    Server akun demo dan server akun real memang berbeda, oleh karena itu memang terjadi perbedaan harga running. Meskipun begitu, perbedaan harga running antara server demo dan sever real harusnya tidaklah terlalu jauh. Hal yang dapat Anda lakukan adalah memeriksa dan mencocokkan jam Meta Trader pada kedua server tersebut. Jika harga sebuah pair pada server demo dan server real bergerak di jam yang sama, dan terjadi selisih harga yang tidak wajar, maka Anda dapat melaporkan hal tersebut pada broker yang bersangkutan. Namun setelah Anda mencocokkan jam dari kedua server tersebut, dan terjadi perbedaan waktu yang berjalan, maka bisa dipastikan salah satu server tersebut sedang mengalami gangguan.

    Semoga bisa membantu.

    Agusti Putra 4975 1 Balasan

    Gmn caranya, mengetahui candle yg sedang berjalan dgn candle berikutnya akan turun atau naik.

    Erik T 14 Feb 2019 16:31

    Untuk Agusti Putra,

    Supaya dapat mengetahui (memperkirakan) pergerakan harga selanjutnya naik atau turun, diperlukan pemahaman mengenai cara menganalisa market. Analisa yang dapat digunakan adalah analisa teknikal. Banyak teknik yang dapat digunakan, namun tujuannya satu, agar dapat memperkirakan kemana harga akan bergerak selanjutnya dan dapat meraih profit dari pergerakan tersebut.

    Meskipun banyak cara untuk menganalisa market, namun komponen penting yang perlu diperhatikan sebelum menganalisa adalah:

    Tentukan tren garis besar terlebih dahulu. Menentukan tren secara garis besar akan mempermudah kita dalam menganalisa market. Misal dalam keadaan uptrend, maka kita akan mencari setup buy saja. Begitu juga sebaliknya.

    Perhatikan level-level atau zona penting. Level-level seperti support atau resisten dapat berguna untuk mengetahui bagaimana sentimen pasar saat ini. Selain itu, banyak juga trader yang beranggapan bahwa level-level tersebut atau zona supply and demand merupakan entry point yang ideal.

    Jangan lupakan price action. Setelah Anda fokus mencari setup entry berdasarkan tren utama, lalu Anda cocokkan sentimen pasar dengan level atau zona penting, maka selanjutnya adalah memperhatikan price action. Price action disini berfungsi untuk memberitahu kita bagaimana perilaku pasar saat ini. Dengan memperhatikan pola candle atau candle pattern, kita akan bisa mengetahui perilaku pasar saat ini atau perilaku pasar terhadap level-level tertentu. Selain itu juga bisa memberikan gambaran kedepannya apakah harga akan naik atau turun.

    Konfirmasikan dengan indikator teknikal. Jika ingin lebih yakin dan mantap, dapat Anda konfirmasikan dengan indikator teknikal yang biasa Anda gunakan. Dengan demikian, Anda hanya entry berdasarkan keyakinan dan analisa yang matang.

    Kurang lebih itulah komponen-komponen dasar dalam menganalisa market.

    Semoga bisa membantu.

    Kurniawan Huda 425 1 Balasan

    Apakah bisa trading berdasarkan analisa candlestick saja? Kalau bisa gmn caranya?

    Erik T 22 Jan 2019 21:03

    Untuk Kurniawan Huda,

    Bisa, trading dengan mengandalkan candlestick saja dinamakan naked trading. Biasanya naked trading hanya memanfaatkan price action dan pembacaan pola candle saja.

    Artikel-artikel mengenai dasar-dasar naked trading dapat Anda baca disini:


    Sedangkan untuk artikel penunjang pemahaman price action, dapat Anda simak disini:


    Semoga bisa membantu.

    Ahmad Ramdani 486 1 Balasan

    Saya mau tanya, ada seorang trader yg mengatakan bahwa tekanan itu sangat berpengaruh dalan menentukan candle selanjutnya dlm timeframe 1 menit,, dan stuck pada candlestik merupakan sinyal pembalikan, benar atau tidak?

    M Singgih 24 Jan 2019 05:31

    @ Ahmad ramdani:

    Saya tidak mengerti istilah “tekanan” dan “stuck” pada candlestick. Mungkin bisa diberikan contoh.

    Mengenai Time Frame 1 menit (M1), banyak trader yang tidak merekomendasikan untuk digunakan sebagai acuan time frame dalam trading, karena banyak mengandung noise atau kesalahan sinyal.
    Untuk mengetahui trend jangka pendek, dianjurkan minimal melihat time frame 1 jam (H1). Untuk scalping, kebanyakan trader menggunakan time frame 5 menit (M5) hingga 30 menit (M30).