Bagaimana Cara Scalping Dengan Parabolic SAR?


Cahyaning 30 Sep 2021 87Dibaca Normal 6 Menit

Indikator Parabolic SAR bisa membantu scalper memperoleh sinyal trading akurat. Lalu bagaimana cara menggunakan Parabolic SAR untuk scalping?



Scalping merupakan salah satu gaya trading yang disukai trader jangka pendek. Akan tetapi, karena metode ini dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, maka diperlukan indikator bantuan untuk mempermudah analisis. Ada banyak indikator teknikal yang bisa digunakan, salahnya adalah Parabolic SAR. Apakah ada strategi khusus yang perlu diperhatikan saat scalping dengan Parabolic SAR?

 

Sekilas Tentang Parabolic SAR

SAR merupakan akronim dari Stop and Reverse, yang berarti harga akan berenti dari tren utama dan berbalik arah. Parabolic SAR diciptakan oleh Welles Wilder untuk digunakan pada pasar trending. Ia pertama kali memperkenalkan indikator ini dalam bukunya yang berjudul "New Concept In Technical Trading Systems" di tahun 1978. Sejak itu, indikator Parabolic SAR dikenal karena kegunaannya untuk mengenali arah tren.

Scalping dengan Parabolic SAR

Parabolic SAR menggunakan titik-titik yang terletak di bagian atas atau bawah grafik candle untuk memudahkan trader mengenali tren. Tampilan yang sederhana dan mudah dibaca ini membuat Parabolic SAR populer di kalangan trader. Apalagi, indikator ini sudah terpasang secara default di platform MetaTrader, sehingga trader bisa memasangnya dengan mudah.

 

Mengapa Parabolic SAR Cocok Untuk Scalping?

Metode scalping mengacu pada strategi trading yang dilakukan pada time frame rendah. Umumnya, scalper menggunakan time frame M1, M5, M15, atau M30. Tujuan utama dari metode scalping adalah memperoleh keuntungan dalam waktu sesingkat mungkin. Keuntungan yang didapat dari periode waktu yang singkat tentu tak akan sebesar keuntungan di time frame tinggi. Oleh sebab itu, para scalper umumnya memiliki prinsip membuka posisi sesering mungkin untuk mengakumulasi profit.

Baca juga: Mengenal Strategi Scalping Dalam Trading Forex

Para scalper biasanya memanfaatkan kemunculan reversal dalam jangka pendek. Parabolic SAR bisa membantu scalper menemukan titik-titik pembalikan harga pada pergerakan terkecil, dan menggunakannya sebagai acuan entry ataupun exit.

Untuk scalping dengan Parabolic SAR, trader diasarankan menggunakan time frame M1-M30. Tampilan Parabolic SAR dapat dilihat pada contoh grafik M5 ini. Jika titik-titik Parabolic SAR berada di bawah candle, artinya pasar sedang Uptrend. Sebaliknya, pasar dikatakan sedang Downtrend jika titik-titik ada di atas candle.

Scalping dengan Parabolic SAR

 

Kendala Parabolic SAR

Meski penggunaannya sederhana dan mudah dimengerti, namun scalping dengan Parabolic SAR juga memiliki beberapa kekurangan. Indikator ini bersifat lagging, yang berarti sinyal terkirim setelah kondisi pasar sudah berubah. Sehingga, indikator ini kurang cocok dipakai jika trader yang ingin memprediksi pergerakan pasar ke depan.



Kelemahan lainnya adalah ketika pasar sedang sideways. Saat kondisi ini, biasanya Parabolic SAR akan berpindah-pindah ke atas, ke bawah, dan sebalilknya. Hal ini menyebabkan munculnya False Signal yang bisa menjebak trader yang kurang berhati-hati.

 

Scalping dengan Parabolic SAR dan MACD

Untuk mengatasi kekurangan-kekurangan Parabolic SAR dan memperkuat konfirmasi sinyal, trader bisa menggunakan MACD sebagai indikator tambahan. Ada beberapa alasan mengapa scalping dengan Parabolic SAR lebih cocok jika digabungkan dengan MACD.

Baca juga: Cara Membaca Indikator MACD Berdasarkan 4 Macam Fungsinya

Yang pertama, MACD dapat menunjukkan arah trend serta momentum pasar, sehingga indikator ini bisa digunakan untuk mengukur kekuatan trend yang sedang terjadi. MACD juga bisa menjadi penanda overbought dan oversold, sehingga melengkapi sinyal reversal yang ditampilkan Parabolic SAR.

Contoh posisi entry untuk scalping dengan Parabolic SAR dan MACD dapat dilihat pada chart di bawah ini.

Scalping dengan Parabolic SAR

Posisi sell sebaiknya dibuka setelah trader berhasil mengidentifikasi Downtrend yang kuat, ditunjukkan oleh posisi Parabolic SAR di atas harga. Sinyal sell ditunjukkan ketika garis MACD menunjukkan bearish crossing, dan histogramnya bergeser dari zona positif ke negatif. Sebaliknya, jika terjadi bullish crossing dan histogram MACD baru saja naik ke zona positif, maka sinyal Parabolic SAR di bawah harga bisa menjadi peluang buy yang menjanjikan.

Untuk konfirmasi lebih lanjut, trader bisa menunggu entry hingga kemunculan candle bullish kedua setelah sinyal buy, atau candle bearish kedua setelah terdapat sinyal sell. Agar terhindar dari risiko pasar, jangan lupa pasang Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP) sesuai dengan rencana trading yang sudah dibuat. Trader bisa menggunakan Risk Reward Ratio atau titik Swing High dan Swing Low untuk menentukan level SL dan TP. Selain itu, bisa juga exit manual dengan memanfaatkan kemunculan candlestick reversal seperti Pin Bar, Shooting Star, Engulfing, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Pola 3 Candle Terbaik Penanda Reversal

 

Apakah Bisa Menggunakan Indikator Selain MACD?

Disamping MACD, Stochastic Oscillator juga bisa digunakan untuk scalping dengan Parabolic SAR. Indikator ini juga dapat menunjukkan kondisi oversold dan overbought pada pasar sehingga dapat memprediksi kapan terjadinya reversal.

Ketika titik-titik Parabolic SAR berada di bawah candle dan terjadi perpotongan %K dan %D dari bawah ke atas pada indikator Stochastic, maka trader bisa memasang posisi buy. Sebaliknya, jika candle berada di bawah titik Parabolic SAR dan Stochastic menunjukkan perpotongan %K ke %D dari atas ke bawah, trader bisa membuka posisi sell. Berikut ini contoh penggunaannya.

Scalping dengan Parabolic SAR

Dapat diperhatikan bahwa crossing garis-garis Stochastic selalu terjadi di luar batas bawah dan batas atas indikator. Hal ini bukan kebetulan semata, karena batas bawah pada level 20 dan batas atas di level 80 sering dijadikan sebagai acuan oversold dan overbought dalam pembacaan sinyal Stochastic. Untuk itu, crossing yang terjadi di bawah level 20 atau di atas level 80 merupakan sinyal reversal yang lebih kuat dan bisa diandalkan.

Baca juga: Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya

 

Akhir Kata

Scalping sangat menjanjikan untuk trader yang ingin meraup keuntungan dalam waktu singkat. Umumnya, para Scalper memanfaatkan kemunculan reversal dalam time frame rendah untuk meraup keuntungan kecil sesering mungkin. Parabolic SAR dalam hal ini bisa menjadi salah satu indikator andalan untuk mengenali sinyal scalping dari pembalikan-pembalikan di time frame rendah. Namun karena sifatnya lagging, diperlukan indikator teknikal lain seperti MACD atau Stochastic untuk menyempurnakan sinyal Parabolic SAR.

Sekalipun begitu, trader tak sepenuhnya lepas dari risiko kerugian. Perlu diperhatikan bahwa scalping merupakan strategi berisiko tinggi. Untuk bisa menjadi scalper sukses, dibutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi dan kemampuan analisa pasar yang cepat dan akurat. Selain itu, trader juga harus piawai mengatur emosi trading agar tidak gegabah dalam membuat keputusan. Hal ini hanya bisa diperoleh jika trader sudah kenyang makan asam garam trading.

Jika Anda masih pemula dan ingin belajar menjadi scalper handal, maka jangan terlalu berambisi meningkatkan profit dengan mempertaruhkan keseluruhan modal. Gunakan manajemen risiko yang baik dan selalu pahami kondisi pasar agar tidak terjebak oleh noise di time frame rendah.

Advertisement


Forum

Edward (17 Jul 2013)

Saya telah membaca jawaban untuk setup short dan long di time frame H4 pada indicator bollinger bands. Yang ingin saya tanyakan apakah sama dengan prinsip Euro/USD ? Terimakasih

Selengkapnya...

Advertisement

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz
Kirim Komentar/Reply Baru
3 Cara Trading Dengan CCI Yang Wajib Anda Tahu
3 Cara Trading Dengan CCI Yang Wajib Anda Tahu
Cahyaning   5 Aug 2021   291  
5 Cara Trading Bitcoin Dengan MACD
5 Cara Trading Bitcoin Dengan MACD
Cahyaning   30 Jul 2021   201  
Cara Melihat Peluang Pasar dengan MACD dan RSI
Cara Melihat Peluang Pasar dengan MACD dan RSI
Cahyaning   19 Jul 2021   349  
Tips Pintar Menggunakan Indikator Momentum
Tips Pintar Menggunakan Indikator Momentum
Nandini   30 Jun 2021   414  
3 Tips Trading Dengan Indikator RSI
3 Tips Trading Dengan Indikator RSI
SAM   3 Jun 2020   23127  
Indikator Yang Sering Digunakan Trader
Indikator Yang Sering Digunakan Trader
SAM   3 Jun 2020   15784  
Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya
Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya
Wiji Purnama   24 Aug 2017   67561