Bagaimana Peluang Investasi Bitcoin Saat Resesi?

Evan 10 Nov 2022
Dibaca Normal 6 Menit
kripto >   #bitcoin   #investasi   #resesi
Resesi semakin mendekat, apakah rencana investasi Anda sudah tepat? Bagaimana dengan prospek investasi Bitcoin? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
DI

Di tengah keterpurukan kondisi perekonomian global yang masih berusaha pulih sejak pandemi, lonjakan inflasi negara-negara besar dan memanasnya konflik Rusia-Ukraina semakin mengukuhkan bahwa resesi sudah di depan mata. Para pengamat, pejabat pemerintahan, hingga sebagian besar lembaga keuangan dunia mulai ramai membicarakan topik ancaman resesi. Bahkan, mereka juga sudah memproyeksikan tahun 2023 sebagai tahun yang gelap bagi perekonomian global.

Kenaikan ekstrem inflasi dan suku bunga acuan bank sentral di banyak negara, khususnya di AS, membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi bahwa perekonomian global akan mengalami resesi pada tahun depan. Tak hanya itu, ternyata Dana Moneter Internasional (IMF) juga menunjukkan kekhawatiran serupa. Mereka menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2023, dari yang awalnya berada di angka 2.9 persen, saat ini sudah berubah menjadi 2.7 persen.

Peluang Investasi Bitcoin Saat Resesi

Melihat data dan kekhawatiran seperti itu, sudahkah Anda merencanakan investasi yang tepat? Bagaimana dengan peluang investasi Bitcoin pada saat resesi sudah di depan mata? Atau, jangan-jangan Anda justru harus menghindari aset berisiko seperti Bitcoin dan mata uang kripto lainnya? Inilah ulasan lengkapnya.

 

Performa Investasi Bitcoin Selama Kuartal Ketiga 2022

Merespons kondisi perekonomian global yang belum pasti, berbagai aset investasi tercatat telah tumbang selama kuartal ketiga di tahun ini. Laporan yang dirilis oleh sebuah perusahaan manajemen investasi asal Amerika, NYDIG, menunjukkan bahwa sejumlah aset tradisional seperti komoditas, obligasi, real estate, hingga saham di bursa Amerika Serikat dan Eropa mengalami penurunan, mulai dari 0.6 persen hingga 12.9 persen.

Pada gambar grafik di bawah, Anda bisa melihat bahwa penurunan terparah terjadi pada kelas aset Real Estate Investment Trusts (REIT) atau yang lebih dikenal dengan nama Dana Investasi Real Estate (DIRE). Aset yang juga kerap disebut sebagai "saham properti" ini telah mengalami penurunan sebesar 12.9 persen selama kuartal ketiga, sedangkan aset berisiko tinggi Bitcoin justru mengalami kenaikan, bahkan mengalahkan performa logam mulia dan mata uang fiat.

Peluang Investasi Bitcoin Saat Resesi

Meskipun pada kuartal sebelumnya Bitcoin terkoreksi parah hingga 58.6 persen, namun pada kuartal ketiga, aset yang digadang-gadang sebagai aset safe haven ini justru bergerak melawan arus dengan mencatatkan kenaikan tipis pada 3.1 persen. Ada beberapa hal yang berpengaruh besar pada pergerakan harga Bitcoin selama kuartal tiga lalu, mulai dari tingginya kenaikan suku bunga The Fed, sanksi Kemenkeu AS terhadap platform Tornado Cash, tuntutan dan tuduhan insider trading oleh Securities and Exchange Commission (SEC) kepada mantan manajer Coinbase, hingga laporan dampak lingkungan dari mining Bitcoin ataupun aset kripto lainnya oleh Gedung Putih.

Baca Juga: Dampak Kebijakan Moneter dan Makroekonomi pada Harga Bitcoin

Sebelum memutuskan untuk memilih Bitcoin sebagai aset investasi dalam menghadapi resesi, Anda perlu tahu lebih dulu kondisi perekonomian global yang sebenarnya, barulah mengkaji performa aset Bitcoin berdasarkan pada krisis sebelumnya, yaitu pandemi COVID-19.

 

Sekilas Tentang Resesi

Resesi merupakan istilah yang mengacu pada kondisi penurunan drastis dalam pertumbuhan ekonomi, terutama pada negara. Selain itu, resesi juga erat kaitannya dengan krisis ekonomi, di mana pertumbuhan ekonomi terus mengalami penurunan lebih dari dua kuartal berturut-turut. Menurut teori ekonomi, resesi atau krisis dapat terjadi akibat suatu wabah atau perang besar yang menyebabkan kondisi global menjadi hancur.

Penurunan pertumbuhan ekonomi ini dapat dilihat dari angka Produk Domestik Bruto atau PDB yang biasanya dijadikan indikator pengukur kondisi ekonomi. PDB sendiri dihitung dengan rumus menjumlahkan total pengeluaran konsumsi masyarakat (C), total investasi (I), total pengeluaran pemerintah (G), serta selisih ekspor dan impor (X-M), sehingga bila disingkat akan menjadi:

PDB = C+I+G+(X-M)

Dalam resesi, seringkali terjadi kondisi buruk dimana PDB turun drastis yang disebabkan turunnya produksi dan konsumsi. Berikut ini adalah contoh terjadinya resesi:

  • Bayangkan jika perusahaan A sebagai produsen menjual sebuah produk, tapi karena terjadi resesi, pembelian atau konsumsi produknya menurun.
  • Karena pembelian atau konsumsi masyarakat terhadap produk tersebut terus menurun, maka pendapatan perusahaan pun ikut turun.
  • Setelah pendapatan menurun, salah satu langkah untuk bisa bertahan adalah mengurangi biaya. Salah satu biaya yang paling mudah dikurangi adalah tenaga kerja, sehingga biasanya berujung pada pemecatan atau PHK.
  • Pemecatan terhadap karyawan secara besar-besaran, secara otomatis akan menurunkan daya beli dalam masyarakat secara menyeluruh.
  • Daya beli masyarakat yang turun membuat pembelian produk perusahaan tersebut turun lagi, hingga akhirnya membuat efek yang sama berputar terus-menerus.

Baca Juga: Peran Konsumen Dan Produsen Dalam Perekonomian

Kasus tersebut memang terlihat hanya dalam satu perusahaan dan mungkin tidak akan terlalu berpengaruh. Namun, sekarang coba Anda bayangkan jika kasus di atas terjadi pada mayoritas perusahaan di sebuah negara. Kondisi ini yang sedang terjadi pada beberapa negara besar, sehingga resesi global tidak mungkin bisa dihindari lagi.

 

Performa Bitcoin Selama Masa Pandemi COVID-19

Sudah ada beberapa penelitian yang menganalisis bagaimana dampak pandemi COVID-19 terhadap sejumlah aset kripto, terutama Bitcoin. Mayoritas hasil penelitian tersebut cenderung mengungkapkan bahwa masih terjadi pertumbuhan harga yang positif pada Bitcoin (2.71%-3.27%), Ethereum (1.43%-1.75%), Litecoin (3.2%-3.84%), dan Bitcoin Cash (1.34%-1.62%).

Baca Juga: 3 Cara Industri Kripto Melawan Coronavirus

Meski demikian, beberapa penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa aset kripto mengalami votalitas yang lebih tinggi selama pandemi, dibandingkan sejumlah aset pasar saham lainnya. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bagaimana risiko investasi aset kripto yang harus dihadapi selama krisis ekonomi.

Perlu diketahui bahwa harga Bitcoin sendiri sudah turun lebih dari 70 persen sejak menyentuh harga ATH atau tertingginya pada November 2021. Belum ada kepastian apakah kondisi penurunan Bitcoin saat ini masih akan terus berlanjut atau tidak, terlebih ancaman resesi global 2023 sudah ada di depan mata.

 

Aset Investasi Terbaik untuk Menghadapi Resesi

Bukan lagi perkara mendapatkan keuntungan tinggi. Dalam kondisi resesi, Anda akan dituntut untuk bisa melindungi aset yang dimiliki agar tidak ikut hancur sama seperti keadaan ekonomi tersebut.

Baca Juga: Cara Melindungi Portofolio Trading dari Resesi

Aset kripto memang memiliki efek rebound yang tinggi bila dibandingkan kelas aset lainnya. Tetapi keputusan melakukan investasi Bitcoin yang tanpa disertai diversifikasi aset dan pemilihan momentum terbaik selama masa resesi hanya akan meningkatkan risiko penjualan seluruh aset investasi nantinya. Selain Bitcoin, Anda bisa memilih aset lain yang terbukti menguntungkan di saat krisis, seperti logam mulia, obligasi, dan beberapa saham perusahaan dengan kondisi fundamental mumpuni sebagai alternatif diversifikasi aset.

Gelombang pergerakan pasar yang belum pasti menyebabkan harga sejumlah aset dapat naik dan turun secara drastis. Anda tidak perlu terburu-buru dalam menyiapkan aset investasi untuk menghadapi resesi. Sebab pergerakan pasar tidak pasti diperkirakan akan masih terus terjadi hingga akhir tahun, sehingga Anda memiliki cukup waktu untuk lebih selektif dalam menganalisa aset investasi yang pas. Dan satu lagi, jangan lupa untuk menggunakan strategi Dollar Cost Averaging saat berinvestasi Bitcoin, maupun kelas aset lainnya.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Irwansyah |  1 Apr 2021

Apakah menggunakan strategi hedging pada trading kripto khususnya Bitcoin dengan pair lainnya, sangat disarankan?

Dan apa saja yang perlu diperhatikan ketika mau menggunakan strategi ini. Makasih

Lihat Reply [9]

@ Irwansyah:

Setahu kami semua mata uang kripto dikurs terhadap USD, seperti Bitcoin (BTC/USD), Litecoin (LTC/USD), Ethereum (ETH/USD). Jika satu mata uang kripto harganya naik, maka yang lain akan cenderung naik juga, dan sebaliknya jika harganya turun. Jadi pergerakan harganya cenderung searah.

Dengan demikian menurut kami tidak bisa menggunakan strategi hedging pada mata uang kripto seperti halnya di forex. Di forex ada pair yangkorelasi pergerakannya negatif, misal korelasi pergerakan antara USD/CHF dan EUR/USD negatif, tetapi di mata uang kripto korelasinya selalu positif.

M Singgih   3 Apr 2021

Mungkin bisa dipermudah lagi pak istilah negatif dan positifnya...saya kurang menangkap masud bapak. Makasih

Irwansyah   9 Apr 2021

@ Irwansyah:

Pada 2 pair, jika korelasi pergerakan harganya positif, maka jika harga pair pertama naik, maka harga pair kedua juga akan naik, dan sebaliknya jika harga pair pertama turun, maka harga pair kedua juga akan turun.
Jika korelasi pergerakan harganya negatif, maka jika harga pair pertama naik, maka harga pair kedua akan turun, dan sebaliknya jika harga pair pertama turun, maka harga pair kedua akan naik.

M Singgih   11 Apr 2021

BNB sama Doge lagi naik-naiknya, kira-kira di pasar kripto lagi ada apa ya?

Aji Pangestu   14 Apr 2021

@ Aji Pangestu:

Harga Binance (BNB) dan Dogecoin melambung karena mengikuti trend bullish dari BTC (Bitcoin). BTC sebagai pelopor mata uang kripto telah dianggap sebagai alternatif save haven selain emas dan US Dollar. Dalam 6 bulan terakhir harga BTC/USD memang terus-menerus menembus rekor tertingginya (break high) sehingga memicu harga mata uang kripto lainnya untuk terus naik.

Sebagai referensi lebih lanjut, strategi hedging kripto bisa dipelajari di sini.

M Singgih   15 Apr 2021

Bitcoin memiliki korelasi positif dengan pair apa ya kak?

Anthony   29 Aug 2022

@Anthony:

Untuk korelasi sendiri, korelasi paling besar BTC ada pada teman-teman sejenisnya di aset kripto seperti ETH, XRP, BNB, dll pak. Untuk instrumen lain di luar kripto sendiri biasanya BTC erat berhubungan dengan indeks saham seperti S&P500, DOW, dll. Untuk lengkapnya mungkin bisa dilihat dari table di bawah ini:

btc-cor-1

Untuk korelasi dengan mata uang sendiri, tercatat BTC memiliki keterkaitan atau korelasi yang cukup tinggi dengan CAD. Nilainya bahkan berada jauh di atas USD (diwakilkan dengan USDT) serta EUR.

btc-cor-2

Nur Salim   29 Aug 2022

Di harga Bitcoin saat ini, apakah bagus digunakan untuk teknik hedging?

Raynold   19 Oct 2022

@Raynold:

Hedging dengan tujuan apa terlebih dahulu yang dimaksud di sini pak. Jika tujuan Hedgingnya adalah untuk mengunci keuntungan yang didapat dari hasil Jual atau Beli maka sah-sah saja jika bapak ingin Hedging saat ini. Tapi jika yang mau dilakukan adalah mencari keuntungan saat ini, saya rasa agak sulit.  Meskipun sedang terpantau sedang Sideway dalam beberapa pekan bahkan bulan terakhir, tapi Bitcoin saat ini masih dalam berada tren turun yang kuat. Jadi cukup riskan untuk melakukan Hedging saat ini.

btc-hedging

Nur Salim   23 Oct 2022
 Ahong |  1 Apr 2021

Pak, misalkan saya punya uang 50 juta, dan pingin investasi saham jangka panjang minimal 10 tahun. Antara saham option dan index bagusan mana pak? Makasih

Lihat Reply [7]

@ Ahong:

Baik saham option maupun indeks saham merupakan produk derivatif (turunan) dari pasar saham. Keduanya tidak merepresentasikan kepemilikan dalam bentuk apapun atas saham suatu perusahaan.

Jika Anda trading saham option, maka Anda harus bisa memprediksi harga suatu saham akan naik atau turun dalam jangka waktu tertentu. Jika harga saham diprediksi akan naik, maka trader akan membuka opsi Call, dan jika diprediksi turun, trader akan membuka opsi Put. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan baca: Apa Itu Option Saham (Stock Options) Dan Bagaimana Contohnya?

Jika Anda trading indeks saham, maka Anda harus bisa memprediksi indeks suatu bursa saham akan naik atau turun. Yang ditradingkan biasanya adalah indeks Hang Seng, Nikkei, Kospi, Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq. Baca juga: Mengenal Apa Itu Indeks Saham Dan Beragam Manfaatnya

Menurut kami, jika Anda ingin berinvestasi di pasar saham, sebaiknya investasi sahamnya (beli saham perusahaan yang prospeknya bagus). Tetapi kalau ingin trading di produk derivatif saham, menurut kami trading di indeks saham lebih mudah, karena naik turunnya indeks saham suatu bursa lebih mudah diprediksi atau dianalisa dibandingkan dengan prediksi akan naik atau turunnya suatu saham dalam jangka waktu tertentu.

M Singgih   3 Apr 2021

Kalau beli saham perusahaannya langsung, risiko paling bahayanya apa pak?

Kata orang di forum, kalau main saham itu katanya lebih berisiko ya dibanding forex, apakah benar pak?

Dan satu lagi pak, kalau untuk orang Indo, apakah saham perusahaan yang bisa dibeli itu perusahaan orang Indo saja?

Terima kasih atas jawabannya🙏

Ahong   5 Apr 2021

@ Ahong:

- Kalau beli saham perusahaannya langsung, risiko paling bahayanya apa pak?

Risikonya tentu saja kalau harga saham yang Anda beli turun, sehingga mengalami kerugian. Risiko yang lebih besar adalah kalau saham yang Anda beli di-delisting dari bursa. Oleh sebab itu sebelum membeli sebuah saham pelajari dulu fundamental perusahaannya.

- Kata orang di forum, kalau main saham itu katanya lebih berisiko ya dibanding forex, apakah benar pak?

Tidak juga. Menurut kami trading forex risikonya lebih besar karena menggunakan leverage tinggi dan juga fluktuasi pergerakan harganya lebih besar.

- kalau untuk orang Indo, apakah saham perusahaan yang bisa dibeli itu perusahaan orang Indo saja?

Kalau Anda trading di Bursa Efek Indonesia (BEI), maka Anda hanya bisa trading saham-saham perusahaan yang listing di BEI saja, yaitu perusahaan-perusahaan dari Indonesia saja. Tetapi jika Anda trading di bursa New York, maka Anda bisa trading saham-saham perusahaan yang listing di New York Stock Exchange (NYSE). Untuk trading di NYSE Anda harus mencari perusahaan pialang yang menawarkan trading di NYSE.

 

M Singgih   7 Apr 2021

Untuk mahasiswa rekomendasi Saham yang seperti apa pak? Daripada uang buat jajan ga jelas mending buat beli saham..haha

Oddie   12 Apr 2021

@ Oddie:

Kalau Anda pemain baru, kami sarankan untuk masuk pada saham-saham lapis pertama atau saham-saham blue chips seperti TLKM, BBCA, UNVR, dsb.
Penjelasan mengenai saham-saham blue chips, silahkan baca:

M Singgih   13 Apr 2021

Kalau dengan saham yang di reksadana itu pak, apakah sama? Dan bagus mana dengan membeli saham perusahaan dengan beli saham di reksadana?

Nur Salim   13 Apr 2021

@ Nur Salim: Saham-saham yang ada pada portofolio produk reksadana saham adalah saham-saham pilihan hasil analisa dari manager investasi perusahaan yang menerbitkan reksadana tersebut, jadi tentu merupakan saham-saham pilihan yang prospeknya bagus.

Kalau Anda belum berpengalaman di saham, menurut kami lebih aman membeli produk reksadana, dalam hal ini reksadana saham. Mengenai reksadana, silahkan baca:

M Singgih   14 Apr 2021
 Chris Leon |  20 May 2021

Bitcoin lagi longsor, apakah ini saat yang tepat beli BTC?

waktu terbaik membeli btc

Lihat Reply [25]

@ Chris Leon:

Dari chart daily, belum ada sinyal dari price action untuk buy. Dari penunjukan price action harga masih konsolidasi dengan terbentuknya inside bar. Sementara dari penunjukan indikator teknikal, pergerakan harga masih cenderung bearish.

Saat Yang Tepat Untuk Membeli Bitcoin

M Singgih   21 May 2021

Sekarang ambles lagi ya pak harga Bitcoin dan market kripto lainnya....

kenapa akhir-akhir ini Bitcoin mudah banget ambruknya ya..padahal beberapa waktu lalu sempat nyentuh 900 Juta. 

Chris Leon   24 May 2021

@ Chris Leon:

Nilai Bitcoin anjlok minggu lalu karena pernyataan Elon Musk (pemilik Tesla), pemerintah China dan pemerintah AS. Elon Musk memutuskan untuk menghentikan pembelian Tesla menggunakan Bitcoin, pemerintah China melarang lembaga keuangan seperti bank dan fintech menyediakan layanan transaksi uang kripto, dan pemerintah AS memberikan regulasi baru yang berupa rambu-rambu terhadap perdagangan mata uang kripto.

 

M Singgih   24 May 2021

Untuk tahu info-info seperti ini gimana pak caranya...agar kedepannya saya bisa mengantisipasinya..makasih

Chris Leon   25 May 2021

@ Chris Leon:

Silahkan baca juga berita-berita pasar dari situs keuangan seperti investing untuk berita kripto, Bloomberg.com, CNBC.com, dll.

 

M Singgih   26 May 2021

@ Khalis:

Karena ulah para spekulan. Pergerakan harga BTC dan juga mata uang kripto lainnya tidak ada dasar fundamental ekonominya, jadi sepenuhnya tergantung dari para spekulan. Mengenai apakah harganya bisa kembali turun, tentu saja bisa.

 

M Singgih   27 Oct 2021

Agar tidak ketinggalan momentum Bitcoin akan segera naik gimana ya pak? Ini saya ketinggalan terus...hehe

Jodi   10 Nov 2021

@ Jodi:

Karena Bitcoin tidak ada dasar fundamentalnya untuk melakukan analisa dan perkiraan, maka satu-satunya cara adalah dengan analisa sentimen pasar melalui pengamatan price action dan penunjukkan indikator teknikal terutama indikator trend.

Dengan demikian Anda harus selalu memonitor peregerakan harga Bitcoin jika tidak ingin ketinggalan momentum untuk entry.

 

M Singgih   11 Nov 2021

@ Gustav:

Setahu kami tidak ada hubungan maupun korelasinya. Kalau korelasi, dengan indeks saham yang mana? Dow Jones kah? Nasdaq kah? Nikkei kah? Hang Seng kah? Atau harga saham apa?

Pergerakan BTC tidak ada dasar fundamental ekonominya. Full spekulasi.

 

M Singgih   3 Dec 2021

Sejak penciptaannya, harga bitcoin sudah sering jatuh bangun. Harga bitcoin bisa jatuh biasanya karena beberapa faktor seperti:

  • Perubahan kebijakan pemerintah tentang aset kripto di salah satu negara utama, misalnya China, AS, dll.
  • Perubahan kebijakan bank sentral. Meskipun peredaran bitcoin tidak diatur oleh bank sentral, tapi kurs bitcoin diperoleh dari transaksi pertukarannya dengan mata uang riil yang dikelola bank sentral. Jadi umpamanya saat ini USD menguat karena bank sentral AS (The Fed) akan menaikkan suku bunga, maka bitcoin (BTC/USD) melemah.
  • Aksi jual pemilik besar. Misalnya jika ada pihak yang dikenal punya bitcoin dalam jumlah besar mendadak mengumumkan akan menjual portofolionya, maka harga bitcoin bisa jatuh.

Ketiga faktor di atas hanya beberapa contoh saja. Masih banyak lagi faktor yang bisa memengaruhi harga bitcoin, karena status hukumnya yang tidak jelas di banyak negara. 

Bagaimana proyeksinya ke depan? Ya, harga bitcoin kemungkinan akan terus menerus jatuh bangun seperti ini. Mungkin sekarang turun, bulan depan naik, bulan depannya lagi jeblok, lalu naik lagi. Karakteristik bitcoin yang paling mencolok adalah harganya yang sangat fluktuatif, bahkan naik-turunnya lebih tajam daripada mata uang biasa.

Aisha   31 Jan 2022

Apakah hal ini juga berpengaruh kepada koin-koin lainnya? Seperti Dogecoin, ETH, BNB, dll?

Anjas   3 Feb 2022

Ya, faktor-faktor di atas juga berpengaruh pada koin-koin kripto lain.

Selain itu, pada umumnya, nilai koin dapat menguat atau melemah sesuai dengan aplikasi atau pemanfaatannya. Semakin banyak pihak yang menerima/menggunakan koin tersebut, maka nilai semakin tinggi. Semakin sedikit, nilai semakin lemah.

Aisha   4 Feb 2022

Bitcoin dan Ethereum merupakan dua mata uang kripto paling populer saat ini. Namun, keduanya memiliki fitur dan keunggulan berbeda. Fitur dan keunggulan ini memengaruhi prospek nilainya dalam jangka panjang.

Mengingat kripto termasuk teknologi baru yang masih dalam tahap pengembangan, kita tidak dapat memastikan mana yang akan lebih baik dalam jangka panjang. Lalu, bagaimana jika kita ingin berinvestasi pada kripto?

Calon investor hanya dapat menelaah faktor-faktor yang memengaruhi nilai masing-masing saja, kemudian berinvestasi pada Bitcoin atau Ethereum sesuai dengan minat atau kebutuhannya. Berikut ini dua faktor utama yang perlu diperhatikan:

  • Adopsi di kalangan lembaga-lembaga bermodal besar: Bitcoin unggul dalam hal ini. Banyak gerai online dan offline telah menyediakan bitcoin sebagai opsi pembayaran untuk belanja online, booking hotel, dll. Perusahaan-perusahaan besar dunia seperti Tesla telah mulai memborong bitcoin demi mendapatkan keuntungan investasi darinya. Bitcoin juga merupakan mata uang kripto pertama yang diadopsi dalam kontrak futures oleh bursa CME asal Amerika Serikat. Sedangkan, perusahaan-perusahaan besar kebanyakan hanya memanfaatkan blockchain ethereum saja untuk kebutuhan lain dan tidak membeli ETH sebagai persediaan cash ataupun investasi.
  • Masalah regulasi: Banyak negara lebih ramah terhadap ethereum daripada bitcoin. Karena banyak pemanfaatan blockchain ethereum di luar fungsinya sebagai "currency". Sedangkan bitcoin sering menghadapi pelarangan khusus karena bersaing dengan mata uang resmi yang berlaku.

Intinya, fungsi bitcoin lebih condong sebagai mata uang dan komoditas. Sedangkan fungsi ethereum lebih luas sebagai kerangka infrastruktur bagi banyak orang untuk membangun platform atau aplikasi baru.

Aisha   15 Feb 2022

Kalo untuk management risiko investasi di kripto seperti apa kak? Harganya kan naik turun ekstrim gitu

Zidni   15 Feb 2022

Sederhana saja: Investasi di kripo dengan hanya menggunakan uang sisa yang tidak akan dipakai untuk kebutuhan lain (uang dingin), sehingga kamu nggak akan pusing kalau nilainya turun dan kamu juga nggak akan depresi kalau investasinya hangus total.

Setelah itu, bagi modal dari uang sisa tadi ke dalam beberapa kelompok. Sebagian untuk belajar, sebagian lagi untuk kelak investasi beneran setelah paham dunia kripto. Dari bagian yang untuk belajar, dibagi lagi menjadi beberapa bagian agar kamu nggak langsung kehabisan modal saat baru coba-coba invest pada kripto.

Lebih baik invest dana sedikit-sedikit sambil belajar. Sangat tidak disarankan untuk langsung setor banyak sekaligus, padahal masih belum memahami lika-liku dunia kripto.

Aisha   15 Feb 2022

Ini saya mau beli BTC di Binance, kenapa diblokir ya kak situsnya? Apakah Binance memang sudah scam?

Abas   16 Feb 2022

Pemblokiran situs Binance di Indonesia bukan karena scam, melainkan karena Binance tidak memiliki izin dari pemerintah Indonesia.

Dari pihak Binance mungkin merasa tak perlu mengajukan izin khusus karena operasionalnya bersifat internasional. Tapi dari sisi pemerintah Indonesia, perusahaan apa saja yang beroperasi di sini harus dapat izin dulu. 

Banyak investor kripto Indonesia tetap join Binance, meskipun situsnya diblokir pemerintah. Cara paling praktis adalah dengan mengunduh aplikasi Binance via ponsel. Sedangkan kalau ingin mengakses via PC atau laptop, caranya bisa dengan memasang VPN, mengakses via proxy, atau mengubah DNS kita.

Aisha   17 Feb 2022

@Muh Dirga:

Selamat pagi, memang betul akan selalu terdapat perbedaan antara harga BTC di MT5 ataupun di Exchange kripto secara khusus. Bukan hanya itu, sejatinya di antara Exchange terbesar di Indonesia seperti IndoDax dan TokoCrpto bahkan yang terkenal secara global seperti Binance dan CoinBase juga akan berbeda satu sama lain. Hal ini umumnya terjadi karena sifat BTC sebagai Decentralized Digital Currency yang tidak memiliki nilai patokan khusus dalam satu waktu.

Selain itu ada juga faktor perbedaan lain seperti Fee yang diterapkan, Spread, Volatilitas dari tiap Exchange ataupun broker MT5 yang digunakan yang akan mempengaruhi produk hasil atau harga yang tampak pada Chart Anda. Ada juga faktor teknis seperti perbedaan waktu server serta jadwal Maintenance berkala yang diberlakukan di setiap Exchange atau broker.

Mengenai perbedaan bentuk Candlestick dalam Chart memang bisa dan sering terjadi. Namun hal ini biasanya terjadi pada time frame kecil seperti M30, M15, M5 atau M1. Pengaruh perbedaan harga ini umumnya tidak akan tampak jika diaplikasikan pada time frame yang lebih besar seperti H1, H4 dan Daily.

susunan Candlestick di MT5 Broker FXCE:

cs-beda-1

susunan Candlestick di Coinbase:

cs-beda-2

Namun kalau tujuannya memang untuk trading di time frame kecil maka saran saya gunakan patokan harga yang ada di tempat Anda trading saja. Meskipun harga atau pola Candlestick yang dihasilkan dapat berbeda, namun secara umum pola yang terbentuk umumnya akan sama. Contohnya jika di salah satu Exchange muncul pola Candlestick reversal Bearish Engulf, maka ditempat lain kemungkinan akan muncul pola reversal pula meskipun tidak berbentuk Bearish Engulf. Selain itu, adapula faktor Order Book ataupun Supply And Demand yang berbeda di setiap broker ataupun Exchange. Meskipun pada akhir penutupan hari atau time frame besar tidak akan terlalu berpengaruh karena order telah di Sync dengan yang lain, namun pergerakan jangka pendek harga (M1 atau Tick) umumnya akan sangat jelas pengaruhnya.

Nur Salim   29 Mar 2022

@Yanjun:

Untuk alasan mengapa Bitcoin melambung dalam beberapa hari belakangan ini sebenarnya tidak bisa disimpulkan  dengan pasti. Hal ini karena banyaknya faktor yang bisa menggerakan harga Bitcoin seperti kondisi ekonomi-politik yang sedang terjadi di dunia . Namun disinyalir penyebab utama harga Bitcoin naik karena adanya transaksi pembelian besar-besaran dari Terra (LUNA) sebagai aset backup untuk kepentingan StableCoin mereka. Menurut keterangan yang ada bahkan hingga saat ini mereka total telah membeli sebanyak 31,000 BTC dalam beberapa waktu belakangan. 

Kalau dari teknikal sendiri, BTC baru saja Breakout dari Resistance dan Chart Pattern Rectancle-nya beberapa waktu lalu. Saat ini BTC sedang berusaha membentuk tren naiknya di time frame Daily.

btc-analisa

Terima kasih, semoga membantu.

Nur Salim   31 Mar 2022

Faktor apa yang menyebabkan harga bitcoin melambung naik?

Yanjun   31 Mar 2022

Harga bitcoin kenapa jatuh lagi, perkiraannya kedepannya gimana kak?

Anjas   24 Jan 2022

Akhir-akhir ini harga bitcoin kembali menggila, itu kenapa ya gan bisa begitu? Apakah ada kesempatan harganya bisa turun lagi? Pengen coba investasi BTC..hehe

Khalis   26 Oct 2021

Ethereum VS Bitcoin, mana yang lebih baik untuk jangka panjang?

Zidni   11 Feb 2022

saat saya analisa kripto di mt5 saya baru sadar kalau harganya ternyata berbeda dengan di exchange? mengapa bisa demikian? candlestick yang terbentuk jg terkadang bisa berbeda. adakah solusi untuk ini? saya menggunakan analisa pola candlestick dan terasa cukup terganggu karena masalah ini.

Muh Dirga   29 Mar 2022

Ada kawan di grup yang menyebutkan bahwa harga BTC berkorelasi dengan harga saham. Apakah beanr demikian?

Gustav   3 Dec 2021
 Chis Leon |  6 Oct 2021

Aku punya dana beberapa, rencananya tak investasikan di saham. target investasiku sekitar 5 tahun. Pertanyaannya, apakah saham bagus untuk investasi selama 5 tahun mendatang? Makasih. 

Lihat Reply [20]

@ Chis Leon:

Untuk investasi saham jangka panjang, disarankan untuk membeli saham-saham kategori blue chip seperti misalnya TLKM, BBRI, ASII dll. Dalam jangka panjang, saham-saham blue chip dianggap lebih aman.
Baca juga: Ciri-Ciri Saham Paling Menguntungkan Untuk Jangka Panjang

 

M Singgih   7 Oct 2021

Apakah saham red chip aman kalau buat main pendek pak? Setahun sampe 2 tahun aja durasinya

Iqbal   13 Oct 2021

@ Iqbal:

Maaf, saya tidak tahu prospek saham-saham yang Anda maksud. Red chip adalah saham-saham perusahaan China yang listing di Hong Kong Stock Exchange. Saya tidak ada informasi mengenai prospeknya, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

 

M Singgih   13 Oct 2021

@ Ragil:

Saham Facebook (FB) yang akan berubah kode jadi MVRS mulai Desember nanti adalah termasuk dalam saham blue chip, jadi menurut kami prospeknya bagus.
Silahkan baca juga: Ganti Nama Jadi Meta, Saham Facebook Langsung Rebound

M Singgih   8 Nov 2021

Untuk Ristanto,

Tergantung dari harga saham yang hendak Anda beli. Selain itu, pertimbangkan juga beberapa biaya yang diterapkan oleh sekuritas yang Anda ikuti. Misalnya saja harga saham dari PT.A perlembarnya adalah Rp.500,-.

Maka ketika Anda hendak membeli saham tersebut sebanyak 1 lot (100 lembar) dana yang perlu Anda persiapkan adalah sebesar Rp.50000,- . Namun kebutuhan dana minimum tersebut mungkin akan bertambah mengingat beberapa perusahaan sekuritas tentu menerapkan biaya-biaya tambahan lainnya.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   13 Dec 2021

Ada banyak cara untuk menghindari investasi saham bodong. Tiga yang paling utama:

  • Bukalah rekening investasi saham pada perusahaan sekuritas (broker) yang terdaftar sebagai anggota IDX (Bursa Efek Indonesia) dan sudah berizin OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
  • Rekening investasi saham seharusnya dikendalikan oleh kita sendiri. Pihak sekuritas (broker) hanya dapat membeli/menjual saham atas perintah langsung dari kita. Jadi, jangan percaya pada pada pihak-pihak yang meminta akses rekening (ID dan password) agar mereka bisa trading/membelikan saham sesuai strategi mereka sendiri.
  • Tidak ada seorang pun yang dapat menjamin untung/rugi dalam investasi saham. Jadi, jangan percaya pada iming-iming "titip modal saja nanti pasti untung", karena mereka pasti penipu.

Daftar perusahaan sekuritas yang termasuk anggota bursa dapat diakses pada halaman berikut ini.

Aisha   22 Feb 2022

Bagaimana sih kak, ciri-ciri mereka paling menonjol yang menyediakan investasi saham bodong? Agar saya lebih mudah mendeteksinya meski baru lihat pertama kali.

Lynka   23 Feb 2022

Ciri-ciri singkatnya investasi saham bodong ada 3:

  • Mengaku perusahaan sekuritas atau broker, tapi tidak punya izin OJK dan bukan anggota IDX.
  • Menjanjikan keuntungan tetap.
  • Menawarkan skema investasi titip modal.

Itu saja. Pokoknya jika dapat tawaran investasi yang kelihatannya bakal gampang sukses tanpa perlu berusaha dan belajar apa-apa, berarti itu tipu-tipu. Siapa pun hanya bisa sukses dalam investasi saham jika sudah memahami dan mampu menganalisis dengan baik.

Aisha   25 Feb 2022

Ada beberapa alasan.

Pertama, perkembangan bisnis inti (core business) media sosial sepertinya sudah mencapai puncak. Khususnya kunjungan ke Facebook, secara global telah mengalami penurunan.

Kedua, kendala dalam monetisasi. Koleksi media sosial META (Facebook, Instagram, Whatsapp) tidak mampu menghadirkan terobosan baru dalam hal monetisasi. Bahkan, wacana pengetatan regulasi di sejumlah wilayah (seperti Eropa) berpotensi makin mencekik pendapatannya.

Ketiga, pelaku pasar masih pesimistis dengan prospek Metaverse yang digadang-gadang Mark Zuckerberg.

Metaverse memang merupakan kemajuan teknologi yang mengasyikkan. Namun, proyek Metaverse masih dalam proses pengembangan yang pastinya bakal "bakar duit". Ini terbukti dengan kerugian Metaverse sebanyak lebih dari USD10 miliar pada tahun 2021 saja. Kita juga masih kesulitan mengukur jangkauan pasarnya dan prospek monetisasinya kelak.

Aisha   1 Mar 2022

Dilihat dari istilahnya saja, kita semestinya sudah paham bahwa saham syariah merupakan saham-saham yang lebih sesuai dengan aturan syariat Islam daripada saham konvensional. Contoh perbandingannya:

  • Saham konvensional mencakup pula saham-saham perbankan, padahal mereka memperoleh pendapatan berupa bunga yang dianggap riba dalam syariat Islam. Maka, saham syariah tidak mencakup saham perbankan konvensional (hanya mencakup bank syariah).
  • Saham konvensional mencakup pula pabrik rokok seperti Gudang Garam (GGRM) dan dan Sampoerna (HMSP). Padahal, status kehalalan rokok itu diragukan. Maka, saham syariah tidak mencakup saham rokok.
  • Saham konvensional mencakup pula perusahaan miras seperti Multi Bintang Indonesia (MLBI). Padahal, MUI telah mengharamkan miras. Dengan demikian, saham syariah tidak mencakup saham miras.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES) yang mencakup semua saham syariah di Bursa Efek Indonesia, sehingga investor cukup menengok daftar itu saja jika ingin memfokuskan investasi pada saham syariah.

Aisha   13 Apr 2022

Apakah penyebab utama saham META turun banyak?

Renjani   25 Feb 2022

Bagaimana perbandingan investasi saham konvensioanal vs saham syariah?

Whendy Tandi   11 Apr 2022

Cara menghindari investasi saham bodong gimana kak?

Lynka   22 Feb 2022

Saya ingin main investasi saham. Kira-kira berapa modal yang diperlukan ya pak?

Ristanto   8 Dec 2021

Baru-baru ini Facebook telah ganti nama jadi Meta, bagaimana dengan sahamnya? Apakah bagus untuk investasi jangka panjang?

Ragil   8 Nov 2021

Apakah investasi di saham yang bukan blue chip dalam jangka panjang itu aman? Lantas bagaimana investasi saham yang benar meski tidak di saham blue chip? Makasih

Farid Ashar   21 Sep 2022

Ya, investasi saham jangka panjang bisa dalam saham apa saja dan tidak harus saham blue chip.

Saham blue chip itu bukan jaminan mutu, lho. Banyak juga saham yang dulu blue chip, tapi sekarang jadi recehan. Contohnya, BUMI. 

Sebaliknya, banyak saham second liner yang terbukti menghasilkan cuan melimpah selama bertahun tahun. Contohnya SIDO, DMAS, BJTM, BJBR.

Jadi, bagaimana cara investasi saham yang benar? Simpel saja. Jangan berfokus pada label saham "blue chip" dan "bukan blue chip", melainkan mempelajari dan mendalami fundamental saham yang akan dibeli. Cari tahu bisnisnya, keunggulannya, pangsa pasarnya, manajemennya, aktivitas pemasarannya, laporan keuangannya, valuasinya, dst.

Aisha   22 Sep 2022

Oh iya kak bagaimana tanggapan kakak tentang masuknya GOTO sebagai kategori saham LQ45. Terud prospek GOTO seperti apa kedepannya, selain itu juga saham lock up GOTO akan dilepas apakah bisa jadi petanda harga sahamnya akan jeblok lagi? Terima kasih

Melania Liu   17 Nov 2022

GOTO sejak awal bukanlah saham yang bagus. Kenapa? Simpel saja, perusahaannya masih tekor dan tidak ada prospek laba sampai beberapa tahun ke depan.

Jadi, bagaimana prospek GOTO ke depannya? Selama masih tekor terus, maka harga sahamnya pasti melempem. 

Apakah kalau lock up dilepas nantinya akan jadi pertanda saham jeblok lagi? Yah, tergantung. Apakah saat lockup dilepas itu GOTO sudah bisa meraup laba melimpah ruah atau belum? Kalau perusahaan masih tekor atau cuma laba tipis-tipis, maka bisa ditebak: harga saham tetap melempem.

Aisha   22 Nov 2022

Sepertinya saham yang berkaitan dengan e-commerce/marketplace online di Indonesia bukan sesuatu yang menjanjikan . Teknik bakar uang berlebihan seperti  menyediakan "cashback" dan "giveaway" serta "iklan yang jor joran" agar lebih eksis masih diterapkan. Belum lagi adanya gratis ongkir.

Jadi grab, goto, bukalapak bahkan shopee yang sahammnya melantai di luar negeri juga masih rugi.

Sedangkan pendapatan mereka yang saya tahu sepertinya berasal dari biaya beban admin untuk setiap penjualan di marketplacenya dan juga dari pembayaran iklan dari penjual yang mengiklankan barang yang dijual. Tetapi terkadang biaya admin dan pendapatan iklan tersebut digunakan juga untuk menutupi ongkir yang ditanggung bersama dengan ekspedisi.

Jadi keuntungannya dimana? Biaya admin terlalu tinggi akan membuat harga barang naik, tidak akan menarik lagi bagi buyer. Sedangkan tanpa biaya admin, saya rasa gratis ongkir ga akan memungkinkan untuk dilakukan. Memikirkan hal ini saja udah buntu pikiran, mau cetak keuntungan darimana coba? Kalau ada goncangan ekonomi sedikit saja, pasti akan terjadi PHK Massal.

Sandy   26 Nov 2022
 Jemmy |  15 Dec 2021

Apakah investasi emas di situasi pandemi seperti saat ini masih cocok?

Lihat Reply [32]

Untuk Jemmy,

Investasi emas batangan masih menjadi pilihan instrument investasi favorit sepanjang masa, termasuk disaat pandemi saat ini. Sebagai tambahan referensi, silahkan Anda simak ulasan Empat Cara Investasi Emas Saat Ini.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   17 Dec 2021

Emas dan deposito sama-sama cocok untuk investasi jangka panjang. Ada dua alasan utama:

  • Nilai emas dan deposito akan terus meningkat dalam jangka panjang. Emas meningkat seiring dengan inflasi, sementara deposito terus memperoleh bunga yang selaras dengan inflasi.
  • Emas dan deposito sama-sama dapat digadaikan sewaktu-waktu agar kita bisa memperoleh dana segar saat terjadi situasi darurat.

Jadi, mana yang lebih baik untuk berinvestasi jangka panjang? Kita bisa mempertimbangkan pula beberapa hal ini:

  • Apabila berinvestasi emas, kita harus memikirkan sendiri tempat penyimpanan dan pengamanannya. Sedangkan pengamanan deposito sudah diatur oleh pihak bank.
  • Investasi emas hanya berlaku untuk logam mulia berbentuk batangan asli, sehingga kita harus mampu memastikan orisinalitasnya sebelum membeli. Sedangkan investasi deposito sangat rentang penipuan oleh oknum karyawan bank, sehingga kita perlu memastikan dokumentasi yang komplit saat membuka rekening deposito di bank. 
  • Keamanan emas terjamin oleh sifat fisiknya yang dapat digadaikan ataupun dijual sewaktu-waktu, sedangkan keamanan deposito terjamin oleh undang-undang perbankan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  • Investasi emas dapat dimulai dari 0,1 gram saja. Sedangkan deposito bank saat ini umumnya hanya dapat dibuka dengan setoran modal awal sebesar Rp10 juta.

Dengan mempertimbangkan poin-poin di atas, kita bisa memilih emas atau deposito yang lebih sesuai dengan kondisi kita sendiri.

Aisha   17 Mar 2022

Apakah semua perbankan di indonesia sudah di jamin LPS ya min? dan apakah ada aturan besaran nilai yang dijamin oleh LPS? Mohon infonya. Tq

Suci Irawati   18 Mar 2022

Semua bank di Indonesia wajib mengikuti penjaminan LPS. Jadi, jawabannya ya, semua perbankan sudah dijamin LPS.

Penjaminan LPS memiliki empat syarat sebagai berikut:

  • Simpanan atau deposito nasabah harus tercatat dalam pembukuan bank.
  • Nasabah tidak memperoleh bunga simpanan yang melebihi tingkat bunga wajar yang ditetapkan oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS saat ini untuk bank umum adalah 3,50% dan untuk BPR adalah 6.00%, tetapi LPS dapat mengubahnya sewaktu-waktu.
  • Nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, seperti kredit macet.
  • Saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank adalah paling banyak sebesar Rp 2 Milyar.
Aisha   19 Mar 2022

Harga emas minggu lalu baru turun dari rekor tertinggi. Karenanya, apabila tak ada kejutan besar, harga emas pekan ini kemungkinan melanjutkan penurunan atau berkonsolidasi (bergerak naik-turun dalam rentang terbatas) dengan kisaran antara Rp960 ribu-Rp1 juta.

Perlu diperhatikan: Ini hanya prediksi yang berlaku mulai 21 Maret 2022 sampai seminggu ke depan. Ini bukan rekomendasi untuk menjual ataupun membeli emas. Anda bebas menentukan sendiri keputusan investasi Anda dengan memahami segala potensi keuntungan dan risikonya.

Aisha   21 Mar 2022

Emas digital adalah investasi emas online yang jual-belinya dapat dilakukan melalui aplikasi mobile. Biasanya tidak langsung dikirim dalam bentuk fisik kepada investor, melainkan "disimpankan" oleh operator aplikasi.

Dengan teknis seperti ini, jelas sekali keuntungan emas digital antara lain:

  • Kita dapat membeli dan menjual emas di mana saja, kapan saja. Umpama kita menyaksikan harga emas naik dan kebetulan sedang berada di luar kota, kita bisa langsung menjual koleksi emas digital pada saat itu juga.
  • Kita terbebas dari biaya penyimpanan dan pengamanan emas fisik, karena semuanya disediakan oleh aplikasi secara gratis. Tak perlu khawatir perampokan atau pencurian emas dari lemari atau brankas di rumah.
  • Kita dapat membeli emas digital dengan modal yang sangat kecil. Aplikasi seperti Tamasia dan Tanamduit memperbolehkan pembelian emas mulai dari Rp10 ribu saja.

Kendati demikian, perlu dipahami bahwa segala hal yang bersifat digital itu rentan peretasan (hacking) sehingga kita perlu menjaga gadget dan password dengan hati-hati saat membeli/menjual emas digital. Selain itu, ada dua kekurangan emas digital lainnya yang patut diperhatikan:

  • Harga emas digital tidak mencakup ketersediaannya secara fisik. Kita harus menambah biaya pencetakan dan ongkos kirim berasuransi untuk mendapatkan emas batangan yang diinginkan secara fisik.
  • Emas digital tidak dapat digadaikan, karena pegadaian hingga saat ini hanya menerima emas fisik dalam bentuk perhiasan atau batangan.
Aisha   22 Mar 2022

Waktu terbaik investasi emas adalah kapan saja kita punya dana yang dapat disisihkan untuk jangka panjang (lebih dari 5 tahun)

Mengapa demikian? Karena jual-beli emas mengandung "spread" atau selisih harga jual dan harga beli yang sangat besar, sedangkan harga emas sangat fluktuatif dalam jangka pendek. 

Investasi emas hanya akan menguntungkan dalam jangka panjang. Agar kita tidak sampai terkena harga yang mahal, maka sebaiknya berinvestasi secara bertahap (mencicil) secara rutin daripada sekaligus banyak (lump sum) dalam satu waktu tertentu.

Aisha   24 Mar 2022

Sejak era kerajaan-kerajaan kuno, emas dikenal sebagai harta berharga dan penyimpan nilai kekayaan. Tak sedikit pula peradaban yang memanfaatkan emas sebagai mata uang logam.

Memasuki era modern, perjanjian Bretton Woods meresmikan emas sebagai acuan bagi nilai tukar mata uang USD. Meskipun nilai tukar USD dan mata uang lain saat ini sudah tak mengacu pada emas sepenuhnya lagi, perjanjian ini mematenkan pamor emas sebagai pelindung nilai kekayaan dalam sejarah umat manusia. 

Bank-bank sentral dunia masih hobi mengoleksi emas tiap tahun guna memperkaya dan menjaga stabilitas nilai tukar mata uang dan cadangan devisanya. Langkah para pemain pasar raksasa ini tentu menjadi kiblat bagi para investor dan pebisnis, sehingga emas dianggap sebagai "safe haven".

Aisha   11 Apr 2022

Apabila kamu membeli emas melalui aplikasi jual-beli emas digital, maka emas tersebut pasti dapat dicetak. Prosedur cara mencetak emas digital berbeda-beda untuk setiap aplikasi. Hubungilah Customer Service aplikasi yang kamu gunakan untuk mengetahui prosedur selengkapnya.

Aisha   13 Apr 2022

Tidak ada yang lebih baik antara investasi emas digital dan emas batangan fisik. Pilihan kita sebagai investor itu sebaiknya ditentukan oleh kebutuhan dan tujuan investasi.

Pertama-tama, pahami dulu perbedaan karakteristik antara keduanya.

Investasi emas digital itu berarti kita menyetorkan uang untuk membeli emas kepada platform digital tertentu. Platform akan "menyimpankan" emas kita hingga suatu saat kelak kita memutuskan untuk menjual atau mencetaknya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa investasi emas digital itu:

  • Bebas biaya penyimpanan.
  • Bebas risiko pencurian.
  • Harga beli lebih murah, karena tak mencakup biaya cetak. Kita perlu membayar biaya cetak secara terpisah jika ingin memiliki emas batangannya saja.
  • Berbasis kepercayaan antara investor dan platform, sehingga kita harus memilih platform yang berizin dan transparan.
  • Tidak dapat digadaikan.
  • Apabila tidak dicetak, emas digital hanya dapat dijual kepada platform asalnya saja.

Investasi emas batangan fisik itu berarti kita membeli emas batangan dari toko emas, gerai Antam, toko online, dan lain sebagainya. Emasnya akan kita simpan sendiri, sehingga:

  • Ada biaya penyimpanan.
  • Ada risiko pencurian.
  • Harga beli lebih mahal, karena mencakup biaya cetak.
  • Ada risiko emas palsu, sehingga kita harus pintar memilih tempat membeli yang terpercaya dan dapat membedakan emas asli/palsu.
  • Dapat digadaikan.
  • Dapat dijual lagi kepada banyak pihak, bukan pada penjual asalnya saja.

Nah, dari hal-hal itu, mana yang kira-kira paling cocok bagimu? Pilihannya ada di tanganmu. Apa yang baik bagi orang lain, boleh jadi kurang baik bagimu. Apa yang baik bagimu juga belum tentu baik bagi orang lain.

Aisha   19 Apr 2022

Prediksi harga emas menjelang lebaran tahun ini kemungkinan naik di pasar internasional, tetapi stagnan atau bahkan turun di pasar lokal Indonesia.

Harga emas di pasar internasional saat ini cenderung meningkat karena perang Rusia-Ukraina yang berlarut-larut. Selain itu, banyak investor yang memilih untuk berinvestasi dalam emas guna menanggulangi risiko dampak lonjakan inflasi global yang sangat tajam.

Harga emas di pasar lokal kemungkinan cenderung stagnan atau bahkan menurun, karena kebiasaan masyarakat kita menjual atau menggadaikan simpanan emas menjelang lebaran guna mendanai mudik dan kebutuhan musiman lainnya. Meskipun harga emas Indonesia masih mengacu pada harga emas internasional, tetapi kelebihan penawaran (excess offer) dapat menekan harga.

Aisha   20 Apr 2022

apakah ada kemungkinan setelah lebaran harga akan kembali naik ya kak?

Herlian Disha   20 Apr 2022

Pergerakan harga apa saja itu selalu punya kemungkinan naik dan kemungkinan turun. Jadi ya, ada kemungkinan untuk naik lagi. Ada juga kemungkinan untuk turun makin jauh. Tergantung bagaimana situasi pada saat itu.

Aisha   20 Apr 2022

@ Sigit Pria:

Tanggal 25 April masih cenderung bearish. Untuk analisa pergerakan harga emas, silahkan baca kumpulan artikel analisa ini.

M Singgih   25 Apr 2022

Untuk meninjau history harga emas, mari kita lihat grafik dalam rentang bulanan.

History Harga Emas

Terlihat bahwa harga emas mulai mengalami peningkatan sejak awal merebaknya kabar tentang COVID pada kuartal pertama tahun 2020. Hal ini terjadi karena status emas sebagai "pelindung kekayaan" yang banyak dicari di tengah ketidakpastian dan gejolak dunia.

Harga emas mencapai puncaknya pada Agustus 2020, kemudian mulai mengalami penurunan. Namun, penurunan ini tidak membuat logam mulia kembali ke harga pra-pandemi.

Harga emas sekarang tetap cenderung lebih mahal daripada masa-masa sebelum pandemi. Mungkin karena virus Corona masih terus mengkhawatirkan, ditambah dengan situasi perang di Ukraina dan berbagai kekhawatiran ekonomi global lainnya.

Aisha   28 Apr 2022

kak, apakah kenaikan harga emas ini juga dialami oleh logam mulia lainnya, seperti perak dll?

Riki Ardiansyah   29 Apr 2022

Ya, jika kita meninjau grafik harga komoditas hampir semuanya meningkat seusai pecahnya pandemi COVID-19 --termasuk logam mulia perak dll-. Alasannya agak berbeda dengan kenaikan harga emas yang berfungsi sebagai "pelindung kekayaan (safe haven)". Melainkan karena gangguan rantai pasokan global, kendala produksi, dan peningkatan permintaan telah memicu kenaikan harga-harga komoditas secara umum.

Aisha   29 Apr 2022

Bagaimana prospek harga emas setelah lebaran? Yaaa bisa naik ataupun turun. Jawabannya sih tergantung Anda ingin tahu untuk jangka waktu berapa lama, serta Anda ingin tahu untuk tujuan apa?

Dilihat dari kondisi grafik harga emas spot hari ini (10 Mei 2022), emas berpotensi menurun lagi dalam rentang waktu bulanan dan mingguan. Namun, ada kemungkinan menguat dalam rentang waktu harian.

Ini berarti, pasca lebaran 2022 bukanlah waktu yang tepat kalau Anda ingin memborong emas batangan dengan target investasi jangka pendek. Namun, investor jangka panjang (target lebih dari 10 tahun) dapat membeli emas batangan kapan saja dengan cara mencicil tanpa perlu mempedulikan naik-turun harga jangka pendek.

Aisha   10 May 2022

Kapan waktu terbaik untuk melakukan investasi emas?

Sangat Sabar   23 Mar 2022

Di era saat ini semua serba digital, Apa Kelebihan dan Kekurangan Emas Digital?

Eddhy_sabar   22 Mar 2022

Bagaimana prediksi harga emas untuk pekan ini kak?

Putra Adhi   21 Mar 2022

Antara emas vs deposito, mana yang cocok untuk investasi jangka panjang?

Suci Irawati   16 Mar 2022

Kenapa emas disebut sebagai aset safe haven?

Rena Miradi   8 Apr 2022

Apakah emas digital bisa dicetak? bagaimana caranya?

Sasongko San   11 Apr 2022

Baiknya investasi emas digital atau emas batangan (emas real)?

Neni Wahyuni   12 Apr 2022

bagaimana prediksi harga emas menjelang lebaran?

Zaidan Aki   19 Apr 2022

mohon info analisa harga emas hari ini (25 april 2022)? Trims

Sigit Pria   25 Apr 2022

Bagaimana history harga emas dari saat munculnya covid sampai dengan saat ini?

Fikri Bobi   27 Apr 2022

Bagaimana prospek dan proyeksi harga emas usai lebaran ya kak?

Sukri Bambang   9 May 2022

Lihat hari ini, harga emas sedang tinggi. Ini artinya sentimen positif yang bisa juga meningkatkan harga investasi lain, atau nggak ngaruh apa-apa ya Kak? Alias perkembangan harga emas nggak terlalu signifikan mempengaruhi aset-aset investasi lainnya?

Masiton   16 Nov 2022

Biasanya sih lebih sentimen negatif ya terutama ke saham. Pada masa ekonomi yang tidak pasti ini lah, justru para investor berbondong-bondong mengalihkan aset mereka ke safe haven dengan tujuan agar nilai asetnya tidak jatuh. Akibatnya nilai aset investasi lain bakal turun. Mempengaruhi sih pasti, tapi lebih ke arah negatif gan.

Madison   18 Nov 2022

Harga emas dapat terpengaruh oleh perkembangan makro dan global, juga terpengaruh kurs dolar AS. Tapi, harga emas itu sendiri tidak memengaruhi harga aset investasi lain.

Perlu diperhatikan: Para investor besar biasanya mengalokasikan mayoritas dana mereka ke dalam saham, obligasi, dan aset investasi produktif lainnya. Bahkan ketika harga emas naik paling tinggi sekalipun, tidak ada investor besar yang akan memindahkan semua dananya ke dalam emas.

Kenapa begitu? Karena aset-aset investasi lain itu bisa menghasilkan imbal hasil melimpah dalam bentuk bunga dan dividen juga, jauh lebih tinggi daripada emas yang keuntungannya hanya bisa diperoleh dengan menunggu harga naik saja.

Kalau ada berita yang bilang, "harga emas naik, saham jatuh", maka itu hanya menggambarkan situasi pada saat itu saja dan tidak menggambarkan adanya korelasi (hubungan saling mempengaruhi. Faktor yang mempengaruhi kejatuhan saham dan kenaikan emas pada saat itu adalah sentimen pasar yang buruk, mungkin karena perang, krisis, atau lainnya. Tapi saham tidak akan jatuh hanya karena harga emas naik.

Aisha   22 Nov 2022
 

Komentar @inbizia

Kabarnya 2023 akan ada resesi apakah nanti akan berpengaruh kepada para trader dan profit yang kita mainkan di aplikasi trading/forex?
 Matius |  3 Nov 2022
Halaman: Market Pagi Ini Pesimisme Pasar Tak Terbukti Dolar As Rebound
Koreksi kalau salah ya gan. Berarti dari artikel yang agan tulis menunjukkan bahwa yang namanya stablecoin itu sebenarnya adalah mata uang kripto dengan basis nilai berdasarkan mata uang lain sebagai cadangannya seperti dollar maupun cadangan emas dan perak. Kelebihannya asalkan memiliki koneksi Internet, disaat inflasi tinggi serta adanya resesi maupun depresi ekonomi, uang digital ini bisa dijadikan sebagai acuan pembayaran tanpa harus menukarkan terlebih dahulu ke pihak ketiga. Sebagai contoh apabila saya kebetulan di Argentina dan inflasinya lagi tinggi jadi membuat Peso jadi lemah dan tidak bernilai. Untuk transaksi mereka akhirnya nih makai US Dollar. Nah, kalau saya ada stablecoin, saya tinggal langsung aja bertransaksi disana tanpa harus menukarkan ke dollar lagi dan nilai stablecoin saya berjalan sesuai dengan nilai dollar saat itu. Atau misalnya terjadi krisis gitu, orang menukarkan emas dengan mata uang lain agar bisa bertransaksi, kalau ada stablecoin, saya tinggal langsung bayar saja tanpa perlu tukar sana sini lagi. Apakah fungsinya kira-kira seperti itu?
 Jason |  5 Nov 2022
Halaman: Inflasi Tinggi Ini Cara Lindungi Dana Investasi Dengan Kripto
izin jawab. Iya pak, emas dan perak udah paling aman. Dapatnya juga mudah, selain itu diterima dimana-mana karena sebagai aset yang bisa dikatakan safe haven. udah sering terjadi dimana harga emas terutama naik ketika terjadi resesi dan nilainya tidak seperti mata uang yang akan mengalami penurunan. Contoh paling nyata ketika tahun 90 an, harga emas per kg cuma Rp 24.000, tahun 1998 melonjak jadi Rp 75.000 dan sampai sekarang udah nyentuh harga hampir Rp 1 Juta. Kalau terjadi resesi, emas paling aman buat jaga nilai aset anda disaat aset lain malah anjlok dan tidak bernilai. Paling tidak ketika resesi berakhir nilai aset anda tidak berkurang.
 John |  5 Nov 2022
Halaman: Indonesia Terancam Inflasi Inilah Pilihan Investasi Saat Inflasi Tinggi
Hal yang lumrah sih kalau ciutan Elon Musk bakal mempengaruhi pasar uang dan kripto. Soalnya dia itu salah satu orang terkaya di dunia dan terkenal karena teknologi cangih yang diperkenalkan oleh dia. Wajar saja orang berpengaruh seperti itu akan menggoncang pasar yang dia sentil. Jangankan Elon Musk, terkadang perkataan orang terdekat kita saja bisa mempengaruhi keputusan anda dalam melakukan sesuatu. Apalagi pasar kripto yang menurut saya memiliki banyak spekulan dan kurang memiliki pengetahuan dasar tentang pasar kripto. Jadi keputusan hanya berdasarkan FOMO. Wajar saja bila orang berpengaruh berkata tentang bitcoin misalnya itu jelek dan sebagainya, orang yang mendengar juga akan mengikuti perkataannya dan ramai-ramai menjual aset bitcoin mereka.
 Silva |  26 Nov 2022
Halaman: Kiat Trading Kripto Dengan Berita Elon Musk
Saya sebagai pengguna akun coinbase dari tahun 2016 dan meski ga aktif sampai sekarang wallet saya masih tetap ada dan isi didalamnya aman. Dan cerita dari Brian Amstrong begitu menginsipirasi tetapi sekali lagi negara US memang beda. Kita aja bisa dapat pendanaan segar untuk memulai usaha dengan mengikuti kompetisi bisnis. Dan menurut saya ini sangat membantu pengusaha dengan ide brilian tetapi modal terbatas yang tidak akan ada di negara Indonesia. Dedikasi Brian terhadap bitcoin patut diacungin jempol juga. Disaat milyader kripto lainnya membuat investasi baru ataupun proyek kripto baru, Brian malah menyumbangkan kekayaannya kepada yang butuh. Dengan image ini, menurut saya bitcoin akan tetap pada pendiriannya dan tidak akan berakhir menjadi scammer seperti perusahaan lain
 Suryanto |  28 Nov 2022
Halaman: Brian Armstrong Miliarder Sukses Di Balik Coinbase
Akan ga jadi masuk akal ga sih kalau bitcoin dengan aset nyata lainya. Saya termasuk orang yang agak skeptis dengan kripto. Dari sejarah saja kripto dibuat dengan program komputer. Dan bisa bisa ada nilai tanpa ada background yang seperti emas. Selain itu juga tipe nya ini ga ada campur tangan pihak 3, jadi transaksi lebih privasi. Ga tau lah sebenarnya apa dasar nilai dari kripto bisa sebesar itu.
 Angga |  29 Nov 2022
Halaman: Korelasi Harga Bitcoin Dengan Emas Dan Saham
Event

Airdrop LUNA 2.0 Tahap 2

01 Desember 2022 - 01 Desember 2024
Airdrop

Indodax

Promosi

TikTok Star Tokocrypto

01 September 2022 - 15 Desember 2022
Total hadiah ribuan Dolar

Tokocrypto

Indodax Trading Warrior Desember 2022

01 Desember 2022 - 09 Januari 2023
Hadiah total Rp60 Juta

Indodax

Kompetisi Trading TokoChampion

21 November 2022 - 18 Desember 2022
Rp900 juta

Tokocrypto

Suku Bunga Deposito
BANK DANAMON INDONESIA BANK RAKYAT INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK RAKYAT INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK RAKYAT INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK RAKYAT INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK RAKYAT INDONESIABANK OCBC NISP BANK RAKYAT INDONESIABANK MEGA BANK RAKYAT INDONESIABANK PANIN BANK RAKYAT INDONESIABNI 46 BANK RAKYAT INDONESIABANK MANDIRI BANK RAKYAT INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK RAKYAT INDONESIABANK BTPN BANK RAKYAT INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK MEGA BNI 46BANK PANIN BNI 46BNI 46 BNI 46BANK MANDIRI BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK MEGA BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46BANK MANDIRI BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BNI 46 BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK PANIN BNI 46BANK MEGA BNI 46BANK BTPN BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK PANIN BNI 46BANK MANDIRI BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BNI 46 BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46BANK PANIN BNI 46BNI 46 BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK MANDIRI BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK MEGA BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK MEGA BNI 46BANK PANIN BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BANK MANDIRI BNI 46BNI 46 BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46BANK MANDIRI BNI 46BNI 46 BNI 46BANK PANIN BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46BANK MEGA BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BNI 46 BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK MEGA BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46BANK PANIN BNI 46BANK MANDIRI BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK RAKYAT INDONESIA BNI 46STANDARD CHARTERED BANK BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46BANK MEGA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK HSBC INDONESIA BNI 46BANK PANIN BNI 46BNI 46 BNI 46BANK CIMB NIAGA BNI 46BANK MANDIRI BNI 46BANK BTPN BNI 46BANK CENTRAL ASIA BNI 46BANK OCBC NISP BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BNI 46BANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK RAKYAT INDONESIA BANK CENTRAL ASIASTANDARD CHARTERED BANK BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK MEGA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK HSBC INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK PANIN BANK CENTRAL ASIABNI 46 BANK CENTRAL ASIABANK CIMB NIAGA BANK CENTRAL ASIABANK MANDIRI BANK CENTRAL ASIABANK BTPN BANK CENTRAL ASIABANK CENTRAL ASIA BANK CENTRAL ASIABANK OCBC NISP BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK CENTRAL ASIABANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK RAKYAT INDONESIA BANK MANDIRISTANDARD CHARTERED BANK BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRIBANK MEGA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK HSBC INDONESIA BANK MANDIRIBANK PANIN BANK MANDIRIBNI 46 BANK MANDIRIBANK CIMB NIAGA BANK MANDIRIBANK MANDIRI BANK MANDIRIBANK BTPN BANK MANDIRIBANK CENTRAL ASIA BANK MANDIRIBANK OCBC NISP BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK MANDIRIBANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK RAKYAT INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARASTANDARD CHARTERED BANK BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK MEGA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK HSBC INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK PANIN BANK TABUNGAN NEGARABNI 46 BANK TABUNGAN NEGARABANK CIMB NIAGA BANK TABUNGAN NEGARABANK MANDIRI BANK TABUNGAN NEGARABANK BTPN BANK TABUNGAN NEGARABANK CENTRAL ASIA BANK TABUNGAN NEGARABANK OCBC NISP BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK TABUNGAN NEGARABANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK RAKYAT INDONESIA BANK OCBC NISPSTANDARD CHARTERED BANK BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPBANK MEGA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK HSBC INDONESIA BANK OCBC NISPBANK PANIN BANK OCBC NISPBNI 46 BANK OCBC NISPBANK CIMB NIAGA BANK OCBC NISPBANK MANDIRI BANK OCBC NISPBANK BTPN BANK OCBC NISPBANK CENTRAL ASIA BANK OCBC NISPBANK OCBC NISP BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK OCBC NISPBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK RAKYAT INDONESIA BANK BTPNSTANDARD CHARTERED BANK BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNBANK MEGA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK HSBC INDONESIA BANK BTPNBANK PANIN BANK BTPNBNI 46 BANK BTPNBANK CIMB NIAGA BANK BTPNBANK MANDIRI BANK BTPNBANK BTPN BANK BTPNBANK CENTRAL ASIA BANK BTPNBANK OCBC NISP BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK BTPNBANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK DANAMON INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK MEGA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK PANIN BANK DANAMON INDONESIABNI 46 BANK DANAMON INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK DANAMON INDONESIABANK MANDIRI BANK DANAMON INDONESIABANK BTPN BANK DANAMON INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK DANAMON INDONESIABANK OCBC NISP BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK DANAMON INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK MEGA BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBNI 46 BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK MEGA BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBNI 46 BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBANK MEGA BANK PANINBANK BTPN BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBNI 46 BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBNI 46 BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK MEGA BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK MEGA BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINBNI 46 BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINBNI 46 BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINBANK MEGA BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBNI 46 BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK MEGA BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK RAKYAT INDONESIA BANK PANINSTANDARD CHARTERED BANK BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINBANK MEGA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK HSBC INDONESIA BANK PANINBANK PANIN BANK PANINBNI 46 BANK PANINBANK CIMB NIAGA BANK PANINBANK MANDIRI BANK PANINBANK BTPN BANK PANINBANK CENTRAL ASIA BANK PANINBANK OCBC NISP BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK PANINBANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK RAKYAT INDONESIA BANK HSBC INDONESIASTANDARD CHARTERED BANK BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK MEGA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK HSBC INDONESIA BANK HSBC INDONESIABANK PANIN BANK HSBC INDONESIABNI 46 BANK HSBC INDONESIABANK CIMB NIAGA BANK HSBC INDONESIABANK MANDIRI BANK HSBC INDONESIABANK BTPN BANK HSBC INDONESIABANK CENTRAL ASIA BANK HSBC INDONESIABANK OCBC NISP BANK HSBC INDONESIABANK DANAMON INDONESIA BANK HSBC INDONESIA
BANK 12 bulan 12 bulan
  Rupiah USD
BRI 2.50% 0.175%
BNI 46 2.50% 0.175%
BCA 2.10% 0.175%
MANDIRI 4.50% 0.375%
OCBC NISP 4.00% 0.225%
BTPN 5.00% 0.150%
DANAMON 4.25% 0.225%
PANIN 5.00% 0.100%
HSBC INDONESIA 4.25% 0.225%
Lihat Bank Lain
Suku Bunga Kredit
BANK Korporasi Ritel KPR
BRI 8.00% 8.25% 7.25%
BNI 8.00% 8.25% 7.25%
BCA 7.95% 8.20% 7.20%
Mandiri 8.00% 8.25% 7.25%
BTN 8.00% 8.25% 7.25%
OCBC NISP 8.25% 8.50% 8.00%
BTPN 6.17% 9.57% -
Danamon 8.25% 9.00% 8.00%
CIMB Niaga 8.00% 8.75% 7.25%
HSBC Indonesia 6.25% 8.75% 8.00%
Lihat Bank Lain

Komentar[4]    
  Alinda   |   10 Nov 2022

Ijin bertanya mas, ini kan sekarang kripto lagi pada keok, kira-kira apa ada proyeksi sampai kapan kripto mulai rebound harga, atau kemungkinan bottomnya Bitcoin bisa sampai di harga berapa? Mohon pencerahannya mas. Makasih.

  Inbizia Support   |   10 Nov 2022

Kalau proyeksi kapan Bitcoin akan rebound itu yang masih sangat susah mbak, keadaan pasar masih banyak gak pastinya. Tapi ada analisa dari beberapa trader pro yang saya temukan bilang BTC bisa terkoreksi parah sampai $13K-$14K. Dan grafik monthly di aplikasi investing ternyata juga ada gap harga di sekitar $13K-$14K. Tapi anehnya, gap ini hanya ada di aplikasi mobile Investing, jadi kalau Anda cari di tradingview mungkin tidak akan ketemu.

Bagaimana Peluang Investasi Bitcoin Saat

Dan rupanya penurunan tahun ini memiliki pola yang hampir sama seperti tahun 2018.

Bagaimana Peluang Investasi Bitcoin Saat

  Sandy   |   11 Nov 2022

Berarti apabila dilihat dari pola grafik tahun 2018, kemungkinan penurunan akan terjadi lagi dengan pola yang sama di tahun 2022. Apakah bisa dikatakan menilik dari grafik 2018, masih amankah untuk saya membeli bitcoin disaat terjadi resesi? Dan bila dibandingkan dengan investasi lainnya sebetulnya yang lebih aman itu yang mana? Mengingat saya sekarang berusaha menabung uang saya yang memang direncanakan untuk investasi.

  Inbizia Support   |   14 Nov 2022

Saya tidak bisa bilang aman atau tidak, sebab sesuai artikel di atas, bahwa "...keputusan melakukan investasi Bitcoin yang tanpa disertai diversifikasi aset dan pemilihan momentum terbaik selama masa resesi hanya akan meningkatkan risiko penjualan seluruh aset investasi nantinya. Selain Bitcoin, Anda bisa memilih aset lain yang terbukti menguntungkan di saat krisis, seperti logam mulia, obligasi, dan beberapa saham perusahaan dengan kondisi fundamental mumpuni sebagai alternatif diversifikasi aset."