PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan penjualan mobil selama periode Januari–Maret 2024, 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG dibuka rebound pada perdagangan hari ini, naik 0.35% ke level 7,156, 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Pada Rabu (17/April), BEI melakukan pengumuman Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Barito Renewables Tbk (BREN), 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Kapitalisasi pasar alias market cap PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) makin menggembung, sudah menembus Rp1,063 triliun, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Belajar Analisa Teknikal Vs Fundamental Ala Finex

Evan 13 Mar 2023
Dibaca Normal 7 Menit
forex > broker > panduan >   #analisa-teknikal   #finex   #fundamental
Dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, berikut analisa teknikal vs fundamental ala Finex yang bisa membantu Anda dalam melihat pergerakan harga di pasar secara keseluruhan.

Belajar Analisa Market ala Finex

Dalam dunia pasar modal, baik saham, kripto, maupun forex, ada dua pendekatan yang digunakan semua trader ketika hendak membaca pergerakan pasar, yakni analisis fundamental dan analisis teknikal. Kedua pendekatan tersebut merupakan cara mendeteksi peluang kapan saatnya Anda untuk membuka posisi buy maupun sell.

Meski sama-sama bertujuan atau berfungsi untuk mendeteksi peluang, keduanya memiliki metode analisa yang jauh berbeda. Dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, mereka dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai kondisi pasar jika digunakan dengan tepat.

Pemahaman yang benar dan lengkap mengenai keduanya dapat membantu Anda menentukan kapan sebaiknya menggunakan analisa teknikal ataupun fundamental. Untuk itu, artikel ini akan mengupas tuntas mengenai analisis fundamental dan teknikal yang sudah pernah dibagikan oleh broker Finex di dalam fitur edukasinya. Selamat membaca!

 

Analisa Teknikal Vs Fundamental Versi Finex

Sebelum membahas lebih mendetail mengenai perbedaan antara analisa teknikal vs fundamental, Anda harus tahu definisi dan contoh dasar dari keduanya. Berikut ini penjelasan lengkapnya dari broker Finex.

 

Analisa Teknikal Finex

Dengan analisis teknikal, Anda dapat membuat prediksi pergerakan harga masa depan berdasarkan data historis dari masa lalu. Analisis ini akan membantu Anda dalam memahami level pembukaan transaksi, atau pada level manakah harga akan menentukan arah pergerakan besar selanjutnya.

Menurut Finex, cara terbaik untuk mengamati pergerakan harga adalah melalui grafik atau chart. Dengan mempelajari analisis teknikal, secara otomatis Anda juga akan mempelajari pergerakan harga berdasarkan pola dan data statistik dari informasi masa lalu yang ada di grafik. Sehingga, ketika Anda belajar analisis teknikal, gambaran atau kemungkinan tentang pergerakan pasar di masa depan bisa didapatkan.

Dalam proses mempelajarinya, Anda harus memahami cara membaca grafik yang umumnya sering digunakan, mulai dari jenis grafik, pola yang terbentuk, hingga tren dari price action. Meski demikian, analisis teknikal sudah lebih mudah dilakukan berkat keberadaan platform trading seperti MetaTrader 4 yang dilengkapi dengan berbagai macam fitur dan indikator teknikal sebagai alat bantu.

Baca Juga:

3 Most Common Price Action Indicators

 

Analisa Fundamental Finex

Untuk bisa melakukan analisis fundamental, Anda harus mempelajari keadaan ekonomi suatu negara serta faktor-faktor yang mempengaruhinya terlebih dahulu. Dalam forex, faktor-faktor mendasar yang mempengaruhi nilai mata uang meliputi data tingkat ketenagakerjaan, data PDB, tingkat inflasi, tingkat suku bunga, dan masih banyak lagi. Secara sederhana, ketika kondisi ekonomi suatu negara sedang baik, maka permintaan pasar meningkat dan nilai mata uangnya juga akan cenderung naik. Sebaliknya, kondisi ekonomi yang buruk cenderung akan menurunkan permintaan dan melemahkan nilai mata uang.

Hukum penawaran dan permintaan (supply and demand) merupakan penentu nilai tukar mata uang. Oleh sebab itu, berita ataupun laporan ekonomi dapat menjadi pengaruh bagi acuan pasar dalam menentukan besaran permintaan maupun penawaran. Anda bisa melihat semua berita fundamental atau laporan ekonomi tersebut secara realtime yang telah disediakan oleh broker Finex.

Baca Juga: Memahami Strategi News Trading Dan Penggunaan Berita Forex

 

Perbedaan Analisis Teknikal Vs Fundamental Menurut Finex

Setelah tahu definisi dan contoh singkat kedua metode analisa forex di atas, Anda harus bisa membedakan keduanya. Agar lebih mudah, berikut rangkuman perbedaan analisis teknikal vs fundamental:

  1. Analisis teknikal selalu berkaitan dengan indikator, sinyal, dan grafik. Sedangkan analisis fundamental, mengacu pada faktor dan indikator substansial yang mempengaruhi perekonomian suatu negara, serta industri di dalamnya.

  2. Analisis teknikal sangat bermanfaat bagi transaksi jangka pendek. Namun dalam analisis fundamental, Anda akan membutuhkan analisa dari historikal yang lebih lama, sehingga kerap diterapkan oleh trader atau investor berjangka panjang.

  3. Perbedaan jangka waktu tersebut akhirnya akan mempengaruhi tujuan Anda untuk trading atau investasi. Analisis teknikal tampak lebih cocok diterapkan untuk "trading", sedangkan fundamental lebih mengarah kepada "investasi". Ini tampak seperti perbedaan istilah saja, tetapi realitanya berkata lain. Analisis fundamental lebih banyak digunakan investor untuk membeli atau menahan saham perusahaan. Sedangkan trader kerap mengandalkan analisis teknikal untuk menghasilkan profit jangka pendek.

  4. Oleh karena itu, analisis teknikal kerap dipakai oleh swing trader dan day trader jangka pendek. Sebaliknya, analisis fundamental menjadi andalan bagi position trader jangka panjang.

  5. Dalam analisis teknikal, faktor yang dipertimbangkan oleh Anda adalah data masa lalu. Sedangkan dalam analisis fundamental, data yang dijadikan acuan adalah data masa lalu dan masa sekarang.

  6. Dalam analisis teknikal, pengambilan keputusan didasarkan pada tren pasar dan price action. Sedangkan analisis fundamental, keputusan diambil berdasarkan pada informasi kualitatif yang tersedia.
Baca Juga:

Three Reasons Why Your Fundamental Analysis Does Not Work

 

Gunakan Analisis Teknikal dan Fundamental Bersamaan

Mungkin banyak di antara Anda masih sering bingung, apakah kedua metode yang saling berlawan tersebut bisa digunakan bersamaan? Jawabannya tentu saja bisa. Menggabungkan kedua strategi justru akan membantu Anda untuk dapat lebih memahami pasar dan mengukur risiko maupun potensi profit trading atau investasi.

Semisal, Anda menggunakan analisis fundamental untuk mempelajari nilai intrinsik suatu aset yang ingin Anda beli, seberapa menguntungkan aset tersebut. Lalu kapan waktu yang baik untuk membeli? Di sinilah peran analisis teknikal, di mana Anda dapat mengetahui kapan waktu terbaik untuk masuk ke atau keluar dari sebuah pasar, karena analisis ini dapat mengonfirmasi tren.

Selain itu, Anda juga dapat membuat daftar beli aset yang diinginkan, ada lebih dari 30 saham AS tersedia di broker Finex yang bisa Anda analisis berdasarkan fundamental agar mengetahui nilai prospeknya ke depan. Kemudian gunakan analisis teknikal untuk dapat memutuskan kapan atau pada harga berapa untuk entry posisi. Jangan lupa uji coba dulu di akun demo sebelum mengaplikasikannya di akun real.

Baca Juga:

Panduan Buka Akun Demo Gratis untuk Pemula

 

Analisis Teknikal Vs Fundamental, Lebih Akurat yang Mana?

Ibarat berdebat mengenai strategi trading apa yang paling akurat untuk dipakai, perdebatan mana yang terbaik antara analisis teknikal vs fundamental merupakan topik debat yang memakan waktu panjang. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda langsung mencoba menerapkan kedua metode tersebut.

Perlu disadari bahwa, masing-masing metode analisis memiliki kelebihan dan tempatnya sendiri. Merujuk perbedaan yang sudah dipaparkan di atas, Anda seharusnya telah dapat memilih mana yang lebih cocok bagi diri sendiri. Selain itu, kombinasi keduanya juga bisa memberi hasil maksimal, terlebih untuk trading atau investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Baca Juga: Trik Menggabungkan Analisa Teknikal Dan Fundamental

 

Kesimpulan

Pergerakan harga di pasar sudah pasti ditentukan oleh hukum supply and demand, di mana kedua hal tersebut dipengaruhi oleh beragam faktor yang merupakan ranah analisis fundamental, seperti sentimen pasar dan pengaruh emosi terhadap aktivitas pasar. Namun di sisi lain, Anda juga hanya dapat menentukan waktu terbaik untuk entry maupun exit posisi di pasar dengan menggunakan analisis teknikal.

Ingat selalu bahwa grafik menggambarkan apa yang telah terjadi di masa lalu, dan sejarah terkadang akan menulis ulang hal tersebut di masa depan. Jadi, selalu coba belajar trading menggunakan akun demo terlebih dahulu sebelum Anda membuka dan trading di akun Live Finex.

 

Selain mempelajari cara analisa teknikal dan fundamental, mengatur risiko juga merupakan hal yang penting untuk Anda ketahui. Pelajari selengkapnya mengenai teknik mengatur risiko di artikel berjudul, "5 Teknik Mengatur Risiko Trading Ala Broker Finex."

Terkait Lainnya
 
PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan penjualan mobil selama periode Januari–Maret 2024, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

IHSG dibuka rebound pada perdagangan hari ini, naik 0.35% ke level 7,156, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Pada Rabu (17/April), BEI melakukan pengumuman Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Barito Renewables Tbk (BREN), 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Kapitalisasi pasar alias market cap PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) makin menggembung, sudah menembus Rp1,063 triliun, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 21 jam lalu, #Forex Fundamental

GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 21 jam lalu, #Forex Teknikal

EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 1 hari, #Forex Teknikal

Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 1 hari, #Emas Fundamental

Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 1 hari, #Saham Indonesia

Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 1 hari, #Saham Indonesia

Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 1 hari, #Saham Indonesia

IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 1 hari, #Saham Indonesia


Forum Terkait

 Okky |  10 Apr 2012

malam master .. saya ingin menanyakan tentang analisa tehnikal by barchart ...apakah yang dimaksudkan short mid long average terimakasih

Lihat Reply [7]

hal itu adalah sentimen / teknikal  atau survei yang dilakukan oleh barchart

short  artinya jangka pendek kurang lebih-2 hari perdagangan
midel  jangka menengah kurang lebih selama sepekan
long  adalah jangka panjang, kurang lebih selama satu bulan
average artinya rata rata.

thanks

Basir   10 Apr 2012

Untuk Okky,

Short, Mid, Long tersebut merepresentasikan sentimen dalam jangka waktu tertentu. Short adalah sentimen untuk jangka waktu yang pendek (biasanya berlaku untuk timeframe H4 kebawah). Mid adalah sentimen dalam jangka waktu menengah (berlaku untuk timeframe H4 hingga Weekly) dan Long adalah sentimen untuk jangka panjang (timeframe Weekly hingga Monthly).

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   11 Jul 2019

walau tidak 100% anda bisa melihat hasil dari persentase analisa tersebut. dan tetap gunakan analisa anda juga.

Thanks

Basir   9 May 2012

Untuk Adi Ms,

Keakuratan analisa dimana saja tentu sangat relatif. Dalam hal ini, Anda wajib menyelaraskannya dengan strategi trading Anda sendiri. Gunakanlah analisa dan rekomendasi yang tersaji sebagai bahan acuan dan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan trading.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   27 Aug 2019

Klo blh tau master, analisa teknikal yg di terbitkan barchart.com tiap harinya, tingkat akurasinya berapa persen ya? trims

Adi Ms   9 May 2012

Ada 3 jenis chart forex yang dikenali, namun yang sering digunakan yaitu jenis candlestick dan line chart. Kenpa bar chart jarang dipakai oleh trader, padahal daripada line chart, bar chart memuat lebih banyak informasi?

Karen   15 Jul 2022

@Karen: Kenpa bar chart jarang dipakai oleh trader, padahal daripada line chart, bar chart memuat lebih banyak informasi?

Ada 2 alasan, pertama adalah kenyamanan dan kebiasaan.

Secara tampilan, grafik candlestick lebih jelas dengan visualiasi bearish (merah) dan bullish (hijau). Selain itu, jenis grafik candlestick menjadi jenis grafik default di banyak platform charting dan trading seperti metatrader dan tradingview.

Bar chart adalah grafik paling populer di Amerika Serikat (AS) namun tidak populer di Eropa dan Asia. Bar chart lebih unggul dari segi informasi dibandingkan line chart yang hanya memuat harga penutupan atau harga pembukaan.

Adapun line chart tidak populer digunakan pada grafik harga melainkan pada data ekonomi seperti data inflasi, NFP, GDP, suku bunga, dst.

Kiki R   16 Jul 2022
 Budi Aswoko |  13 Jun 2012

kalo sy lihat di analisa teknikal Selasa tgl 12 JUni 2012 di web ini signal itu SELL tapi knpa kok satu hari itu justru trendnya BUY,..mgkin sy gak tau cara membaca analisa itu ataou salah membacanya...mohon pencerahannya....

Lihat Reply [22]

Analisa tersebut menggunakan D1 dan perlu diwaspadai bahwa posisi candle masih menunjukan  Bearish. Candle D1 digunakan untuk long term.

Thanks

Basir   13 Jun 2012

@Budi Aswoko: Trend naik/buy artinya kecenderungan harga sedang naik dan posisi ideal adalah buy. Namun harga yang naik bukanlah linier, melainkan membentuk gelombang sehingga terdapat impulse (pergerakan harga yang searah trend) dan koreksi (pergerakan harga yang berlawanan trend). Inilai alasan kenapa dalam trend buy tapi bisa memberikan signal sell. Hal ini berarti harga sedang koreksi sehingga bisa dilakukan sell terlebih dahulu sebelum nanti di-buy.

Terima Kasih.

Kiki R   26 Sep 2019

Hal yang perlu diperhatikan :
1. Adakah berita Yang akan dirilis ?
2. Dipasar Eropa, Mata uang bergerak Ekstrim. Dan dipasar Amerika, biasanya akan terus berlanjut. Misal EUR/USD di pasar Eropa Turun 50-60 Pips, dan biasanya di pasar amerika akan terus berlanjut. Sekalipun tidak selalu, maka perhatikan data EUR di sesi Eropa dan dan USD di Amerika.
3. Pergantian dari pasar Asia ke Eropa, Eropa ke Amerika sering terjadi pergerakan mata uang antara 20 - 30 pips.

Thanks

Basir   20 Aug 2013

@badai: Analisa teknikal yang digunakan mengikuti aturan TLS (trend, level, signal):

1. Membaca trend. Perhatikan trend yang sedang terjadi apakah sedang trend turun, trend naik atau sedang sideways.

2. Level (Zona support dan resisten atau zona supply and demand). Perhatikan area SnR dan SnD yang sedang diuji. Pengambilan entry dilakukan di dalam area ini menunggu signal valid.

3. Signal entry. Gunakan candlestick sebagai sinyal yang valid, khususnya candlestick H4.

Terima Kasih

Kiki R   7 Nov 2019

Dalam hal ini, ada baiknya memahami karakter, kelebihan dan kekurangan diri.

Dari gambaran ini anda bisa mengukur dimana posisi anda.

Jika posisi anda ada di Day trader, maka anda perlu memahami cara trading sistem/ analisa Day trader.

Contohnya: Day Trader.

Jadi langkah pertama anda menentukan tipe atau karakter anda.

Thanks.

Basir   15 May 2015

@Amidah:

Analisa teknikal bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
1. Dengan membuat acuan-acuan yang bersifat leading seperti menarik garis support dan resistance atau menentukannya dari level pivot, menarik level Fibonacci (retracement atau expansion), menarik garis trend dan channel, melihat pola-pola chart, dsb.
2. Dengan menerapkan indikator teknikal, yang banyak memberikan acuan tetapi bersifat lagging (cenderung terlambat direspons pasar). Jenis indikator sendiri terdiri dari 2 macam yaitu yang digunakan untuk identifikasi trend (moving averages atau MA, ADX dsb) dan untuk menentukan momentum  yaitu indikator oscillator (RSI, stochastics, dsb).

M Singgih   16 May 2015

Untuk Fran

Day Trade Limit adalah teknik analisa dengan menggunakan acuan trend candle sebelumnya (bearish/bullish) dan menggunakan momen open posisi pada saat terjadi koreksi. Contohnya :

Intinya anda membuar order pending SELL LIMIT untuk trend turun. Sementara anda membuat order BUY LIMIT untuk trend naik.

Thanks.

Basir   18 Oct 2016

@ RenStev:

- 1. Kalian pakai indikator apa saja dlm analisa

Untuk analisa teknikal, indikator yang digunakan ada 3 jenis. Sesuai dengan prioritasnya, urutannya adalah sbb:

1. Indikator yang menunjukkan arah trend. Yang sering digunakan adalah moving average, MACD, ADX, parabolic SAR.
2. Indikator yang menunjukkan momentum, yaitu RSI, stochastic, CCI.
3.Indikator yang menunjukkan volatilitas (sekaligus range), yaitu Bollinger Bands, ATR (Average True Range).

Perlu diketahui bahwa garis support dan resistance (termasuk trend line), dan juga Fibonacci serta pivot point bukan indikator, melainkan alat bantu (tools) dalam menentukan support dan resistance.

- 2. Metode analisa teknikal sprt apa yg kalian

Dalam analisa pergerakan harga, pertama kali harus mengetahui kondisi arah pergerakan, apakah trending atau sideways. Oleh karena itu prioritas pertama adalah mengetahui arah trend dengan mengamati indikator trend.

Setelah tahu arah trend, untuk entry tunggu saat atau momentum yang tepat, dengan mengamati indikator momentum.
Setelah tahu level entry yang tepat, Stop Loss (SL) dan Target Profit (TP) ditentukan berdasarkan volatilitas pergerakan harga saat itu, yang mengacu pada level-level support dan resistance. Jika volatilitas sedang tinggi, SL dan TP tentu akan lebih besar ketika volatilitas rendah.

- 3. Dalam membuat keputusan sblm place order Buy/Sell, urutan indikator apa saja yg kalian pakai utk ambil keputusan?

Urutan berdasarkan pengamatan trend, kemudian momentum, seperti pada jawaban point 1 dan 2.
Misal saat ini disimpulkan sedang uptrend, keputusan tentunya entry buy. Tetapi kapan entrynya, tunggu momentum yang tepat seperti yang ditunjukkan oleh indikator momentum.

- 4. Adakah bacaan/sumber yg bisa saya baca yg menjelaskan langkah/urutan indikator yg dipakai dlm Analisa Teknikal?

Sebenarnya urutan seperti yang Anda maksud bisa disimpulkan sendiri. Untuk entry Anda tentunya harus tahu arah trend dulu, baru cari momentum yang tepat. Kalau ingin yang spesifik, sebelum melihat arah trend, tentukan dulu level-level support dan resistance, bisa dengan garis horisontal atau garis trend, atau Fibonacci retracement. Dengan mengetahui support dan resistance, Anda akan mudah menentukan SL dan TP pada saat entry.

M Singgih   28 Nov 2018

@ Yudi:

1. Pin bar bisa dilihat (diamati) pada semua time frame dan sering kali valid jika terkonfirmasi oleh indikator teknikal. Pin bar adalah formasi candle yang terbentuk akibat dari pergerakan harga, jadi tidak dipengaruhi oleh indikator apapun. Justru penunjukkan indikatornya yang akan dipengaruhi oleh formasi candle tersebut. Pin bar adalah obyek yang diukur sedangkan indikator adalah alat pengukurnya.

2. Scalper biasanya trading di time frame M30 (30 menit), M15 atau M5:

  • Amati price action yang terbentuk, dan untuk konfirmasi:
  • Gunakan indikator trend MACD dengan setting default.
  • Indikator oscillator RSI atau stochastic: untuk RSI periode 9, untuk stochastic periode 5,3,3.
  • ema 8 dan ema 21 sebagai resistance dan support dinamis.
  • Optional: bisa juga ditambah indikator parabolic SAR.
  • Untuk menentukan level resistance dan supporrt, jika kesulitan karena tidak tampak jelas bisa menggunakan bantuan Fibonacci retracement atau expansion.
M Singgih   20 Dec 2017

malam master, analisa teknikal website ini memang lumayn akurat, tapi yang saya pengin tahu, bagaiman cara menganalisanya, bukan hasil dari anlisa, maaf sebelumnya master, saya masih haus ilmu,

Badai   20 Aug 2013

Selamat pagi pak.saya mau tanya.cara analisa teknikal bagaimana caranya ya. tolong beri tahu cara hitungnya dan grafikny yang di pakai apa saja.MA atau yang lain.makasih

Amidah   9 May 2015

Sore Admin dan Member yg lain. Ijinkan Newbie mengais info dmari. Saya mau tanya,  karena ada puluhan-ratusan indikator dalam analisa teknikal. 

1. Kalian pakai indikator apa saja dlm analisa 

2. Metode analisa teknikal sprt apa yg kalian 

3. Dalam membuat keputusan sblm place order Buy/Sell, urutan indikator apa saja yg kalian pakai utk ambil keputusan? Misal, cek MA dlu, lalu cek RSI, 

4. Adakah bacaan/sumber yg bisa saya baca yg menjelaskan langkah/urutan indikator yg dipakai dlm Analisa Teknikal? 

Dlm menjawab pertanyaan datas, kesampingkan dlu Analisa Fundamental (News).

Terimakasih sebelumnya. 

RenStev   23 Nov 2018

Master sya kan suka belajar trader scalper ..

1. Gimna caranya untuk melihat TF pada pergerakan pin bar dan kalau TF 10 menit di pasang indikator SMA period 20 + bollinger bands period 14 mempengaruhi ga ke pin bar ..
 
2 . Solusi untuk trader scalper dengan menggunkan anaisa teknikal dan apa aja untuk di pelajari ?.
 
Trimakasih 
Yudi   18 Dec 2017

Apakah ada buku trading yang membahas belajar analisa teknikal ntuk pemula master? Minta rekomendasinya...

Kelvino   8 Aug 2022

@Kelvino: Ada, saya menyarankan membaca buku Technical Analysis for Dummies dan Getting Started by Barbara Rockefeller in Technical Analysis by Jack Schwager.

Buku ini cukup bagus karena membahas hal-hal yang mendasar dalam trading.

Selain dua buku di atas, ada 3 buku textbook analisa teknikal yang bisa Anda baca.

  • "Technical Analysis of the Financial Markets" by John J. Murphy
  • "Technical Analysis Explained" by Martin Pring
  • Technical Analysis of Stock Trends by Robert D. Edwards, John Magee

Ketiga buku ini digunakan sebagai buku rujukan pada organisasi teknikal yang populer yaitu International Federation of Technical Analysis (IFTA).

Kiki R   10 Aug 2022

Strategi apa yang biasanya digunakan oleh trader-trader sukses ya pak? Lalu apakah kita juga bisa sukses dalam trading jika menggunakan strategi tersebut?

Nindy Dewi   14 Aug 2022

Semua strategi yang banyak beredar di buku-buku, artikel internet, video youtube, itu hampir semuanya bersumber dari pengalaman para trader yang berhasil menggunakan strategi tersebut. Jadi, strategi yang biasa dipakai trader sukses di dunia ini bukan hanya satu atau dua, melainkan bisa ribuan atau bahkan jutaan.

Bahkan, tiap trader bisa membuat strategi suksesnya sendiri. Syaratnya, sang trader itu harus benar-benar memahami dunia trading dan sudah punya banyak pengalaman pada akun riil maupun simulasi (demo). 

Kalau kamu mau sukses, sebaiknya pelajari dunia trading dengan tekun. Studi pengalaman dan strategi para trader sukses juga. Lalu buatlah strategi sendiri yang cocok buatmu.

Perlu diketahui, trader amatiran yang cuma mencontek strategi trader lain itu belum tentu sukses. Kenapa? Karena si trader amatir itu tidak punya wawasan dan pengalaman yang sama dengan si trader sukses. Si trader amatir itu juga mungkin punya kebiasaan, teknis pengambilan keputusan, toleransi risiko, dan kondisi psikologis yang berbeda dengan trader sukses yang dicontoh. Jadi, hasil trading-nya pasti berbeda meski menggunakan satu strategi yang sama.

Aisha   16 Aug 2022
apakah yg dimaksud dengan analisa teknikal day trade limit? Atau day limit? Terima kasih
Fran   16 Oct 2016

Ada buku dari pakar Indonesia, berbahasa Indonesia juga, yang bisa jadi bahan belajar pemula. Judulnya Workbook Analisa Teknikal, penulisnya Ryan Filbert. Cari aja di gramedia, online dan offline pasti ketemu.

Nuriah   15 Dec 2022

@Nindy Dewi: Strategi trading yang digunakan oleh trader sukses sangat beragam. Ada yang muni teknikal, ada yang murni fundamental dan ada yang menggabungkan kedua.

Setelah membaca buku-buku wawancara trader sukses seperti Market Wizard yang ditulis oleh Jack Schwager, saya menyadari bahwa yang membuat mereka profitable bukanlah strateginya.

Betul strategi trading penting, tapi tanpa psikologi dan money management yang benar, strateginya tidak akan berhasil.

Sebagai contoh, trader A dan trader B menggunakan strategi yang sama, yaitu strategi price action.

Walaupun strateginya sama, tapi salah satu bisa sukses dan satunya tidak. Kenapa?

Karena dalam strategi tersebut banyak sekali detail-detail yang dipelajari. Belum lagi dengan psikologis keduanya, apakah psikologisnya bagus.

Terakhir, apakah menggunakan money management yang benar?

Semua ini bisa mempengaruhi performa trading dari keduanya.

Oleh karena itu, daripada fokus melihat ke luar, lebih baik fokus pada sistem trading yang kita gunakan.

Evaluasi kembali kesalahan-kesalahan yang masih sering terjadi. Cek lagi apakah money managementnnya sudah benar.

Kiki R   17 Dec 2022

Syarat apa yang kira-kira dibutuhkan agar bisa menjadi analis di web2 ataupun forum terkenal ya pak? apakah perlu suatu sertifikasi atau semacamnya?

Nevinne C   21 Dec 2022

Hal itu tergantung pada web atau forum yang Anda maksud.

Apabila web milik lembaga keuangan seperti bank atau broker, maka Anda harus terlebih dahulu bekerja pada lembaga keuangan tersebut, serta mengantongi sertifikasi analis atau sertifikasi lain yang dibutuhkan.

Apabila web milik media massa seperti Kontan atau Bisnis, maka Anda mungkin tidak harus memiliki sertifikasi tertentu, tetapi harus pernah menempuh pendidikan/pelatihan dan memiliki pengalaman kerja yang relevan.

Apabila web milik umum, maka siapa saja dapat memaparkan analisis mereka tanpa perlu kualifikasi apapun. Contohnya kaskus, forexfactory, dll.

Aisha   21 Dec 2022
 Kamal Fm |  29 Feb 2016

Apakah hasil analisa teknikal bisa mengalahkan hasil analisa fundamental ?
Terkadang saat tren turun, namun pada saat itu juga ada berita fundamental positif, harusnya mata uang tsb menguat, Tapi tetap hasilnya turun/negatif.

Lihat Reply [26]

Untuk Kamal FM...

Pada dasarnya kedua teknik analisis ini hanya berbeda pada objek yang dianalisis. Analisis teknikal mengacu kepada analisis grafik yang dapat dilakukan melalui corat-coret chart, melihat signal indikator, atau memanfaatkan price action. Sedangkan analisis fundamental mengacu pada data-data perekonomian suatu negara. 
Thanks.

Basir   1 Mar 2016

@ Kamal FM:
Untuk data fundamental yang berdampak tinggi analisa teknikal tidak bisa mengalahkan dampak tersebut.
Misal saat pengumuman suku bunga RBNZ tanggal 10 Maret 2016 lalu, NZD/USD melemah hampir 180 pip meski sebelumnya cenderung bergerak bullish. Juga pada hari yang sama saat konperensi pers ECB, EUR/USD yang cenderung bearish mendadak melambung lebih dari 300 pip ketika Mario Draghi menyatakan tidak akan memotong suku bunga lagi.
Untuk data fundamental yang kurang berdampak atau yang biasanya tidak berdampak maka pergerakan pasar cenderung mengikuti analisa teknikal.

M Singgih   17 Mar 2016

@ Meri:

Secara teknikal, saya pribadi menggunakan analisa trend dan momentum. Kalau sedang uptrend, antisipasinya buy, kalau sedang downtrend sell. Kapan saat untuk entry (buy atau sell) disesuaikan dengan momentum yang tepat.

Analisa trend menggunakan indikator trend, seperti moving average, MACD, ADX, Bollinger Bands, parabolic SAR. Analisa momentum menggunakan indikator oscillator seperti RSI atau stochastic.
Momentum entry bisa salah kalau misalnya saat harga bergerak uptrend, tetapi indikator oscillator menunjukkan divergensi bearish. Yang seperti ini harus dihindari.

Meski demikian, analisa teknikal hanya sebagai konfirmator dari kondisi pasar yang sedang terjadi, karena hampir semua indikator teknikal bersifat lagging atau terlambat dalam merespon pergerakan harga. Yang bersifat leading atau mendahului pergerakan harga adalah analisa sentimen pasar berdasarkan price action.

Intinya sbb:

1. Tentukan terlebih dahulu level-level resistance dan support. Kalau tidak jelas gunakan Fibonacci, baik retracement atau expansion.
2. Amati price action yang terbentuk, baik single candle maupun beberapa candle (chart pattern).
3. Amati indikator trend, apakah mengkonfirmasi price action yang terjadi.
4. Amati indikator oscillator, terjadi divergensi atat tidak. Kalau tidak, tentukan momentum entry yang tepat.
5. Kalau indikator trend tidak menunjukkan sedang trending, berarti harga sedang bergerak sideways. Ketika sideways, amati area overbought / oversold indikator oscillator, kalau overbought maka sell, dan kalau oversold buy.

M Singgih   14 Feb 2019

@Octa Widodo: Sama saja.

Trading hanya menggunakan fundamental tidak menjamin hasilnya bisa diandalkan.

Trading menggunakan fundamental + teknikal juga tidak menjamin hasilnya bisa diandalkan.

Kenapa? Karena mengukur performa harus berdasarkan statistik, bukan kira-kira atau karena pakai metode apa.

Kalau secara statistik analisa teknikal tersebut mempunyai nilai ekspektasi profit, maka jawabannya profitable.

Kalau nilai ekspektasinya 0 apalagi minus, artinya metode tersebut tidak profitable. Baik itu fundamental ataupun menggabungkan keduanya.

Bagaimana mengukur nilai ekspektasi?

Nilai ekspektasi = (winrate x average profit) - (lossrate x average loss)

Untuk mengetahui winrate, lossrate, average profit dan average loss maka Anda harus menguji metode tersebut dengan sampel yang cukup.

Baru bisa kita simpulkan metode yang kita gunakan bisa profitable di market atau tidak. Semuanya berdasarkan data.

Kiki R   15 Mar 2022

Siang pak, sy newbie di forex gold, mau nanya pak analisa teknikal apa ya yg bapak pakai untuk menganalisa gerakan gold ini? mohon share yaa pak,, thankyou pak 

Meri   12 Feb 2019

bilamana trading hanya menggunakan analisa teknikal saja tanpa menggunakan analisa fundamental, apakah hasilnya bisa diandalkan?

Octa Widodo   14 Mar 2022

pak, kalau murni menggunakan analisa fundamental sendiri kira-kira bagaimana ya cara menguji strategi tersebut. saya tertarik sekali mendalami cara trading dengan fundamental ini, jika ada literatur yang bisa saya dalami mohon infonya. terima kasih

Rara Marweni   14 Aug 2022

Setahuku kok nggak ada ya trader yang bisa sukses pakai analisa fundamental thok. Soalnya analisa fundamental kan nggak bisa dipakai buat milih level entry, TP, dan SL. 

Udah baca banyak buku tentang cerita sukses invetsor/trader indonesia dan inggris, nggak ada tuh yang ngaku bisa sukses dengan fundamental thok

Catur   16 Aug 2022

@Rara:

Trading pakai fundamental thok, ya, bisa sih. Tapi jangan di forex atau kripto.

Coba aja pakai fundamental di saham. Caranya, beli saham berkualitas yang punya valuasi murah.

Kriterianya:

  • PBV antara 0,5-1,0, atau PBV >1,0 tapi merupakan PBV terendah di sektornya.
  • PER antara 5-15, atau PER >15 tapi merupakan PER terendah di sektornya.
  • ROE >10%, atau NPM >5%, atau parameter profitabilitas lain yang tertinggi di sektornya.
  • DER <100%
  • Cash flow dan operating profit harus positif.
  • Dividend yield >2%
  • Laba tumbuh YoY selama minimal 3 tahun terakhir.
  • Model bisnis perusahaan dapat dipahami dan/atau merupakan market leader.

Ketika ketemu saham yang masuk semua kriteria itu, nggak usah analisis teknikal lagi, langsung beli.

Data-data PBV, PER, dan lain-lain bisa di aplikasi RTI Business. Kalau bingung istilah-istilahnya, silakan cek artikel online atau buku-buku seputar analisa saham dengan fundamental. 

Aisha   1 Jan 2023

Jawaban untuk Meri:

  • sy newbie di forex gold, mau nanya pak analisa teknikal apa ya yg bapak pakai untuk menganalisa gerakan gold ini?

Saya pribadi menggunakan price action dalam menganalisa pergerakan harga.

Price action ini saya gunakan untuk 3 hal penting.

1. Menentukan arah tren

2. Menentukan level (area entry)

3. Menentukan signal/trigger entry

Untuk time frame ketiga poin di atas, gunakan sesuai tipe trading Anda.

Menentukan arah trend menggunakan harga tertinggi dan harga terendah (high dan low).

Menentukan level penting menggunakan support/resisten dan supply/demand

Menentukan trigger entry menggunakan pola grafik atau pola candlestick.

Kiki R   3 Jan 2023

Apakah pergerakan market Gold berkorelasi dengan saham S&P 500?

Januzaj   3 Jan 2023

@ Januzaj:

Setahu saya tidak. Memang saat ada isu resesi global indeks S&P 500 turun dan XAU/USD naik, tetapi tidak selalu begitu karena status emas sebagai aset safe haven.

M Singgih   3 Jan 2023

@Octa Widodo:

Justru di dunia ini, lebih banyak trader pakai teknikal thok daripada fundamental thok.

Cuma, pakai teknikal thok itu gak berarti persetan sama fundamental.

Trader yang sukses itu biasanya ngerti teknikal & fundamental, trus baru milih fokus satu.

Sofiyan   12 Jan 2023

Terima kasih atas saran-sarannya mastah. 

Tapi kalau untuk pemula, lebih baik direkomendasikan belajar teknikal dulu atau fundamental dulu? 

Mardani   12 Jan 2023

@ Mardani:

Belajar analisa teknikal, fundamental dan analisa sentimen pasar dilakukan secara bersamaan, tidak ada mana yang harus didahulukan karena pada saat trader ingin membuka posisi harus mempertimbangkan ketiga faktor tersebut.

Yang pertama adalah faktor sentimen pasar dengan mengamati price action, kedua faktor fundamental dan ketiga adalah analisa teknikal sebagai alat untuk konfirmasi.

M Singgih   13 Jan 2023

Menurut aku sendiri, analisa teknikal lebih mudah digunakan dan dipahami kalau mau dipelajari dengan niat. Semua teknik indikator menurut saya itu adalah ilmu pasti. Pasti dalam menganalisa dan mengandalkan ilmu praktek matematika.

Sedangkan analisa fundamental sepertinya lebih ke intuisi seseorang dengan menggunakan data-data yang ada. Tetapi tidak di "matematika kan". Jadi analisa fundamental tidak bisa diajarkan tetapi bisa dijadikan dasar pengembangan analisa untuk orang lain.

Ini hanya pendapat saya saja mengenai kedua teknik analisa ini dan sejauh ini saya memang lebih menemukan banyak pengetahuan tentang analisa teknikal dibanding fundamental.

Wijaya   13 Jan 2023

Jawaban untuk Mardani:

  • Tapi kalau untuk pemula, lebih baik direkomendasikan belajar teknikal dulu atau fundamental dulu?

Dua-duanya seimbang kok, tidak harus teknikal dulu atau fundamental dulu.

Kebanyakan trader biasanya akan belajar teknikal dulu karena materi tentang analisa teknikal lebih banyak tersedia di internet dibandingkan materi tentang analisa fundamental.

Kiki R   16 Jan 2023

Wijaya

SEtuju! Pendapatmu tentang analisis teknikal dan fundamental emang faktanya demikian, dan setiap trader memiliki preferensi dan pendekatan yg berbeda. Analisis teknikal menggunakan grafik harga, indikator, dan pola untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Pendekatan ini didasarkan pada prinsip matematika dan statistik.

Di sisi lain, analisis fundamental lebih fokus pada faktor ekonomi, berita, dan data fundamental perusahaan atau negara. Ini melibatkan pemahaman tentang kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, kinerja perusahaan, dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi nilai aset.

Benar bahwa analisis teknikal menggunakan metode yang lebih terstruktur dan berbasis matematika. Namun, analisis fundamental dapat melibatkan lebih banyak aspek subjektif, seperti penilaian intuisi terhadap berita dan data. Meskipun tidak ada formula pasti dalam analisis fundamental, pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor ekonomi dapat membantu dalam mengambil keputusan trading.

Mnrtku, setiap metode analisis memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Beberapa trader mungkin lebih memilih analisis teknikal karena merasa lebih nyaman dengan pendekatan yang berbasis data dan matematika. Namun, ada juga trader yang menggabungkan kedua pendekatan ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang pasar.

Andrew   5 Jun 2023

Apakah ada situasi pasar tertentu di mana analisis teknikal cenderung lebih efektif daripada analisis fundamental?

Barry   6 Jun 2023

Jawaban untuk Barry: Ada. Trading di time frame kecil seperti M1, M5 (scalping) atau M15, H1 (daytrading) analisis fundamental kurang efektif dibandingkan analisis fundamental.

Kenapa?

Karena di TF kecil ini, Anda trading reaksi market bukan arah market utama. Bisa saja dari fundamental arahnya naik (tren naik/uptrend) tapi saat menyentuh resisten kuat Daily, harga bisa tertahan dan melemah dulu. Pelemahan sementara ini bagi scalper dan daytrader bisa jadi peluang entry.

Kiki R   9 Jun 2023

@ Barry:

Ada, ketika tidak ada rilis data ekonomi yang berdampak medium-tinggi, maka Anda tidak perlu melakukan analisa fundamental, cukup dengan analisa sentimen pasar berdasarkan price action dan analisa teknikal berdasarkan penunjukan indikator trend dan indikator momentum.

M Singgih   13 Jun 2023

Barry:Ya, ada situasi pasar di mana analisis teknikal lebih efektif daripada analisis fundamental. Contohnya, dalam pasar yang cenderung mengikuti tren, analisis teknikal dapat membantu mengidentifikasi pola harga dan tren yang sedang terjadi. Pasar yang sangat volatil juga dapat memanfaatkan alat analisis teknikal untuk mengidentifikasi momentum pasar dan titik masuk atau keluar yang tepat.

Pasar yang likuid, dengan volume perdagangan tinggi, juga dapat memberikan sinyal teknikal yang lebih dapat diandalkan. Untuk trading jangka pendek, analisis teknikal dengan alat seperti grafik, indikator momentum, dan pola candlestick dapat memberikan sinyal cepat dan relevan. Namun, penting untuk diingat bahwa kombinasi analisis teknikal dan fundamental dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pasar secara keseluruhan.

Andien   14 Jun 2023

Sedikit pertanyaan aja. Apakah analisa teknikal ini lebih sering digunakan oleh trader dngn gaya trading jangka pendek, misalkan scalping dan day trading? Sedangkan utk Fundamental lebih ke trader dngn gaya trading jangka panjang?

Soalnya dari beberapa pemaparan pembahasan gitu, sepertinya analisa teknikal cukup dominan di trading jangka pendek sedangkan di analisa fundamental, ada tokoh2 kyk Soros itu menggunakan fundamental dan terbukti berhasil. Dimana klu ga salah dia nge hold posisi cukup lama ato lebih ke positioning trader gitu.

Dan pemula seprti saya, sebaiknya apakah mempelajari fundamental duulu ato teknikal terlebih dahulu? Terutama teknikal, kira2 ada indikator tools yg mudah dipelajari ga ya? Makasih byk

Anton   18 Jun 2023

@ Anton:

- … Apakah analisa teknikal ini lebih sering digunakan oleh trader dngn gaya trading jangka pendek, misalkan scalping dan day trading?

Untuk day trading biasanya menggunakan analisa komplit (fundamental, teknikal dan sentimen pasar). Untuk scalping menggunakan analisa sentimen pasar (price action) yang dikonfirmasi dengan indikator teknikal.
Trading jangka menengah panjang tentu saja menggunakan analisa komplit.

- … Dan pemula seprti saya, sebaiknya apakah mempelajari fundamental duulu ato teknikal terlebih dahulu?

Secara bersamaan. Perlu diketahui bahwa prioritas pertama dalam analisa adalah analisa sentimen pasar (price action dan pola-pola chart), baru kemudian analisa fundamental. Analisa teknikal biasanya untuk konfirmasi dari pergerakan harga yang telah disinyalkan oleh price action dan analisa fundamental.

M Singgih   20 Jun 2023

Jawaban untuk Anton: Analisa teknikal memang sering digunakan oleh trader dengan gaya trading jangka pendek, seperti scalping dan day trading, karena fokus pada analisis pergerakan harga dan pola-pola yang terjadi di pasar. Pendekatan ini memungkinkan trader untuk mengidentifikasi peluang perdagangan yang lebih singkat dan mengambil keputusan berdasarkan pergerakan harga yang terjadi dalam waktu yang relatif lebih cepat.

Di sisi lain, analisis fundamental lebih sering digunakan oleh trader dengan gaya trading jangka menengah dan panjang. Analisis fundamental melibatkan penelitian terhadap faktor-faktor ekonomi, politik, dan keuangan yang dapat mempengaruhi nilai instrumen keuangan. Trader yang menggunakan analisis fundamental seringkali berfokus pada jangka waktu yang lebih panjang, mencoba untuk memprediksi pergerakan harga dalam jangka waktu yang lebih luas dan memperoleh keuntungan dari perubahan fundamental dalam pasar.

Untuk pemula, sebaiknya mempelajari analisa teknikal terlebih dahulu. Dalam hal indikator teknikal yang mudah dipelajari, ada beberapa yang umum digunakan dan relatif mudah dipahami, seperti Moving Average (MA), Relative Strength Index (RSI), stochastic oscillator, MACD, dan Bollinger Bands. Anda dapat mempelajari indikator-indikator ini secara bertahap dan menguji penerapannya pada grafik harga untuk melihat bagaimana mereka dapat membantu dalam analisis dan pengambilan keputusan trading.

Kiki R   22 Jun 2023

Jawaban untuk Wijaya: Kurang setuju sih dengan pernyataan teknik indikator adlaah ilmu pasti.

Semua pendekatan yang digunakan dalam trading tidak ada yang pasti. Baik itu analisa teknikal, analisa fundamental, analis sentimen, dll bukan ilmu pasti.

Kalau trading adalah ilmu pasti, maka saya yakin profesor matematika, profeson fisika, dst akan menjadi billioner dari hasil trading. Faktanya tidak.

Intinya, baik analisa teknikal dan fundamental sama-sama bisa menghasilkan profit konsisten di market dan sudah ada buktinya. Di buku Market Wizard, trader ratusan juta dollar bahkan billion dollar ada dari kalangan teknikal dan ada dari kalangan fundamental.

Kiki R   25 Jun 2023
 Andhy Kusyanto |  23 Apr 2016

Sensei, pertanyaan saya
1. berdampak apa stochastic dan rsi terhadap harga?
2. Terkadang kenapa RSI atau stochastic posisi oversold tapi harga belum mampu naik dan harga menunjukkan tren menurun terus?
Itu yang ingin saya ingin mengerti.
Mohon bantuannnya...

Lihat Reply [15]

@ andhy kusyanto:

1. Stochastics dan RSI adalah indikator oscillator yang mengukur pergerakan harga, jadi tidak mempengaruhi atau berdampak pada pergerakan harga. Yang mempengaruhi pergerakan harga terutama adalah sentimen para pelaku pasar.
2. Itu karena pergerakan harga sedang trending, dan kondisi ekstrem (overbought atau oversold) indikator oscillator seperti RSI dan stochastics memang tidak bisa diterapkan pada pasar yang trending. Pada keadaan pasar yang trending kita hanya bisa melihat adanya kemungkinan divergensi antara indikator oscillator dan pergerakan harga, sedang kondisi overbought dan oversold akan valid untuk kondisi pasar yang sideways (ranging).

Agar tidak terjebak Anda bisa menggunakan indikator kekuatan trend disamping indikator oscillator, biasanya moving averages atau ADX. Jika trend sedang kuat, abaikan overbought atau oversold dan amati kemungkinan divergensi.

Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca:

M Singgih   25 Apr 2016

Untuk Michael,

Yang di sebut Short Term ada trading jangka pendek, dalam satu hari perdagangan. Artinya tidak melebihi satu hari. Jika 3 – 5 hari sudah masuk katagori Long Term.

Demikin pun saat pengambilan data / analisa , time frame yang digunakan adalah berbeda. Untuk Short term biasanya menggunakan M5 – H1, sementara untuk Long Term menggunakan H4 keatas.

Untuk indicator Stoch dan RSI bisa di gunakan baik di Short atau Long Term.

Terima Kasih.

Basir   20 Apr 2018

@ Anggoro:

Indikator RSI termasuk oscillator yang bisa mengamati keadaan overbought dan oversold saat pasar dalam keadaan sideways, dan mengamati keadaan terjadinya divergensi saat pasar dalam keadaan trending. Saat pasar trending maka overbought dan oversold tidak berlaku. Selan divergensi, amati juga posisi kurva pada level 50 (center line).

Untuk mengetahui cara trading dengan indikator RSI, silahkan baca: 3 Tips Trading Dengan Indikator RSI

M Singgih   3 Apr 2022

@ Narin Adiyaman:

Indikator stochastic termasuk oscillator, sehingga efektif digunakan ketika pergerakan harga sideways. Ketika pergerakan harga sedang sideways, amati area overbought dan oversold. Sell ketika harga berada di area overbought, dan buy ketika harga berada di area oversold. Konfirmasi saat buy atau sell diamati dari perpotongan kurva %K dan %D.

Ketika pergerakan harga sedang trending (uptrend maupun downtrend) maka keadaan overbought dan oversold tidak berlaku dan bisa diabaikan. Ketika sedang trending, yang penting diperhatikan adalah apakah terjadi keadaan divergensi atau tidak.

Untuk penjelasan yang lebih lengkap mengenai penggunaan indikator stochastic, silahkan baca: Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya

M Singgih   24 Apr 2022

@ Ardhy Wiraatmaja:

Indikator stochastic termasuk oscillator, sehingga efektif digunakan ketika pergerakan harga sideways. Ketika pergerakan harga sedang sideways, amati area overbought dan oversold. Sell ketika harga berada di area overbought, dan buy ketika harga berada di area oversold. Konfirmasi saat buy atau sell diamati dari perpotongan kurva %K dan %D.

Ketika pergerakan harga sedang trending (uptrend maupun downtrend) maka keadaan overbought dan oversold tidak berlaku dan bisa diabaikan. Ketika sedang trending, yang penting diperhatikan adalah apakah terjadi keadaan divergensi atau tidak.

Untuk penjelasan yang lebih lengkap mengenai penggunaan indikator stochastic, silahkan baca: Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya

M Singgih   25 Apr 2022

saya mau tanya untuk strategi trading yang short term sekitar 3-5 hari open order itu pake stochastic atau rsi yang lebih baik dan periodenya berapa ya?

Michael   18 Apr 2018

Bagaimana cara membaca dang menggunakan indikator RSI yang benar?

Anggoro   31 Mar 2022

bagaimana cara mudah menggunakan indikator stochastic oscillator?

Narin Adiyaman   21 Apr 2022

bagaimana cara membaca indikator stochastic untuk menemukan signal entry?

Ardhy Wiraatmaja   22 Apr 2022

Ciri chart akan terjadi uptrend gimana pak tandanya? Makasih

Eko Adi   8 Jun 2022

@ Eko Adi:

Tidak ada isyarat yang pasti akan terjadinya uptrend ataupun downtrend.
Pergerakan reversal uptrend atau downtrend akan terjadi jika harga telah menembus level 50% Fibonacci retracement. Pengamatan juga dikombinasikan dengan pola chart tertentu yang mengisyaratkan pembalikan arah trend dan dikonfirmasikan dengan indikator teknikal serta level 50% Fibonacci retracement.

Misal pola head and shoulders yang telah terkonfirmasi mengisyaratkan pembalikan arah dari uptrend menjadi downtrend, dan pola inverse head and shoulders yang telah terkonfirmasi mengisyaratkan pembalikan arah dari downtrend menjadi uptrend.

 

M Singgih   10 Jun 2022

selamat pagi pak, ini caranya menjadikan rsi dan stoch jadi satu jendela indikator bagaimana ya pak? saya pernah liat di youtube, tp tidak dijelaskan caranya. 

Usman Farid   10 Aug 2022

@Usman Farid: Indikator yang Anda maksud mungkin adalah Stoch-RSI (stochastic RSI).

Kalau menggunakan platform tradingview, Anda bisa langsung masukkan indikator Stoch-RSI.

Sedangkan di platform MT4, indikator stoch-RSI bukanlah indikator bawaan sehingga Anda perlu import terlebih dahulu file indikatornya.

Kiki R   10 Aug 2022

Kalau RSI dibuat swing trading, bagaimana baca sinyal entrynya kak?

Ardhian   19 Aug 2022

@Ardhian: Caranya sama kok antara RSI buat swing trading maupun buat day trading.

Fungsi dari RSI adalah sebagai penunjuk level overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual).

RSI mempunyai batas atas angka 70 (penanda overbought) dan batas bawah angka 30 (oversold).

Ketika indikator RSI menunjukkan angka di atas 70 artinya overbought sehingga bisa menjadi sinyal entry sell.

Sebaliknya, ketika indikator RSI menunjukkan angka di bawah 30 artinya oversold dan bisa menjadi sinyal entry buy.

Namun, pada penerapannya tidak bisa sesederhana ini.

Anda harus menentukan arah terlebih dahulu dengan melihat struktur harga saat ini.

Apakah harga sedang trending atau sideways?

Kalau trending, tren naik atau tren turun?

Ketika tren naik, maka Anda menggunakan RSI sebagai tanda entry buy ketika indikator RSI berada di angka 30.

Sedangkan ketika tren turun, gunakan RSI sebagai sinyal entry sell ketika indikator RSI di atas angka 70.

Kiki R   20 Aug 2022
 Luhur S |  17 Dec 2018

Saya trading sudah 4 tahun, namun masih banyak yang belum saya ketahui. 

Ada kala dimana trend sedang mengikuti berita fundamental, ada pula sebaliknya ternyata. nah, saya ingin menanyakan yang sebaliknya. 

Hari ini saya open buy eurusd karena beritanya sedang raport merah untuk euro di hari senin ini. namun tidak ada dampak sama sekali justru reversal. 

Kira kira apa penyebabnya ? 

Lihat Reply [24]

Untuk luhur S,

Mengenai trend dan fundamental, memang ada kalanya fundamental dapat meneruskan trend teknikal yang sedang berlangsung atau bahkan merubah trend yang ada saat ini. Namun ada kalanya juga, harga bergerak tidak sesuai dengan fundamental yang dirilis. Misal, terdapat High Impact news untuk USD yang dirilis jelek. Seharusnya USD (USD/JPY, USD/CAD, USD/CHF) melemah dan rivalnya (EUR/USD, AUD/USD, GBP/USD) menguat. Akan tetapi, harga justru bergerak sebaliknya dan mengabaikan hasil rilis news, meski High Impact news sekalipun. Hal ini biasanya terjadi karena mayoritas para pelaku pasar memiliki sentimen atau katalis fundamental lain yang dianggap lebih berpengaruh sehingga mengabaikan hasil news saat ini.

Satu statement lagi yang saya kurang mengerti pak, yaitu “Hari ini saya open buy eurusd karena beritanya sedang raport merah untuk euro di hari senin ini. namun tidak ada dampak sama sekali justru reversal”

Jika bapak telah mengetahui news fundamental Euro bakal jelek, lalu mengapa bapak mengambil posisi buy pada EUR/USD? Jika bapak mengetahui fundamental Euro bakal jelek, seharusnya bapak ambil posisi sell Euro. Atau yang Anda maksud news untuk USD yang jelek? Jika demikian, berarti posisi Anda sudah benar.

Sebelumnya bisa di infokan juga pak, berita fundamental Euro yang mana dan di tanggal berapa? Namun, jika yang Anda maksud adalah berita Low-Impact news mengenai CPI dan Trade Balance untuk Euro yang dirilis melemah, Senin 17 Desember kemarin, maka tak heran news tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap pergerakan Euro.

Selain itu juga, kemarin tidak ada high impact news untuk USD. Kesimpulannya, memang untuk pergerakan EUR/USD kemarin lebih condong kepada teknikal yang sedang terkoreksi naik akibat Dolar AS yang juga melemah.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   18 Dec 2018

@ Desta adi:

Ya, benar. Tetapi kalau untuk scalping tidak perlu melakukan analisa fundamental terlalu dalam, cukup tahu jadwal rilis data yang berdampak tinggi saja, dan hindari entry pada jam-jam rilisnya karena volatilitasnya akan tinggi dan tidak bisa diprediksi (unpredictable).

Untuk scalping Anda cukup melihat arah trend pada time frame trading (biasanya time frame rendah semisal 5 menit / M5), selain itu amati juga price action yang terbentuk sebagai sinyal ataupun konfirmator ketika entry. Bisa menggunakan 2 indikator moving average dan indikator oscillator (RSI atau stochastic).

Berikut ini contohnya:


Indikator yang digunakan terutama adalah exponential moving average (ema), gunakan ema 8 dan ema 21, parabolic SAR (setting default) dan RSI dengan periode 9. Prioritas untuk mengambil keputusan adalah pada kurva ema 8 (warna merah) dan ema 21 (biru). Jika kurva ema 8 diatas ema 21 maka open buy dan jika ema 8 dibawah ema 21 open sell. Indikator parabolic SAR dan RSI untuk konfirmator. RSI diatas level 50.0 maka buy dan dibawah 50.0 sell.

Penentuan level resistance dan support bisa digunakan Fibonacci retracement dari level high dan low terdekat. Amati juga price action-nya (misal pada contoh diatas buy ketika terbentuk bullish engulfing candle). Level target (take profit) tidak perlu tinggi karena kemungkinan pergerakan harga bisa cepat berubah.

M Singgih   25 May 2020

@ Aditya:

Simposium ekonomi tahunan Jackson Hole diadakan oleh Federal Reserve Bank of Kansas City sejak tahun 1978, dan dihadiri ketua bank sentral, menteri keuangan, akademisi, serta pelaku ekonomi dari berbagai negara. Dalam simposium biasanya dibahas kebijakan moneter global sehubungan dengan isu-isu yang sedang terjadi. Dengan demikian asecara fundamental akan sangat berdampak, yang juga akan mempengaruhi pergerakan USD.

Karena emas diperdagangkan dalam mata uang USD (XAU/USD), maka akan berdampak juga pada pergerakan harganya.

 

M Singgih   9 Dec 2020

Kalau bapak Singgih, kalau pengen trading XAU/USD biasanya apa yang dijadikan tolok ukur dan apa saja yang biasanya bapak perhatikan?

Yudha Keling   28 Dec 2020

@ Yudha Keling:

Dengan memperhatikan analisa teknikal dan fundamental. Analisa teknikal mencakup arah sentimen pasar yaitu dengan mengamati price action yang muncul, serta penunjukan indikator teknikal, baik indikator trend maupun momentum.
Analisa fundamental berdasarkan rilis data berdampak tinggi dari AS (karena XAU berpasangan dengan USD), serta isu-isu yang ada di AS misalnya isu stimulus fiskal.

 

M Singgih   29 Dec 2020

@ Indra Jegel:

- Apakah analisa fundamental juga digunakan oleh trader price action?

Ada yang menggunakan ada yang tidak, tetapi setahu saya banyak trader price action yang juga menggunakan analisa fundamental.

- …. Kalau iya, apa peran analisa fundamental untuk trader price action/teknikal.

Sebagai konfirmator. Meski demikian yang paling berdampak adalah analisa sentimen pasar yaitu yang berdasarkan price action. Analisa fundamental dan teknikal sebagai konfirmator.
Kadang fundamental dan teknikal menunjukkan pergerakan bullish, tetapi bisa saja sentimen pasar (dari price action) menunjukkan bearish, sehingga yang terjadi adalah pergerakan bearish.

 

M Singgih   13 Jun 2021

Bisa dijelaskan lebih detail mengenai sebagai konfirmator itu seperti apa pak? Saya masih bingung. Terimakasih🙏

Indra Jegel   14 Jun 2021

@ Indra Jegel:

Misalkan Anda trading EUR/USD, ada rilis data berdampak tinggi dari AS. Terbentuk price action berupa bullish engulfing candle, sementara indikator trend dan momentum menunjukkan keadaan bullish. Hasil rilis data ternyata buruk sehingga USD melemah atau EUR/USD menguat (bullish). Dengan demikian price action tsb telah terkonfirmasi atau valid, sehingga aman untuk membuka posisi buy.

 

M Singgih   15 Jun 2021

Halo min, 

Saya ingin tanya mengenai Symposium tahunan di Jackson Hole. Apakah event tersebut memiliki dampak fundamental yang kuat terhadap pergerakan USD dan emas? Saya ingin belajar trading pada pair XAU/USD.

Aditya   8 Dec 2020

Apakah analisa fundamental juga digunakan oleh trader price action? Kalau iya, apa peran analisa fundamental untuk trader price action/teknikal. 

Indra Jegel   11 Jun 2021

Pola candlestick yang terbentuk saat terjadinya High Impact News seperti apa?

Aji   25 May 2022

@Aji: Pertama, saat terjadi news high impact, ada 3 hal yang terjadi.

1. Harganya naik/turun satu arah (tidak ada shadow panjang atas/bawah)

Biasanya langsung terbentuk candle body besar dan tidak banyak perlawanan dari seller/buyer. 

2. Harganya shadow panjang dulu (baru naik/turun ke arah yang dituju)

Contohnya misalnya harga turun secara agresif lalu naik secara agresif sehingga yang terbentuk adalah shadow bawah yang panjang.

Setelah shadow bawah panjang terbentuk, baru harga naik dengan kuat.

3. Harga shadow panjang, naik/turun sedikit (koreksi), lalu melanjutkan arah seperti shadow panjang tadi.

Misalnya harga turun secara agresif, namun setelah itu harga naik secara perlahan (tidak agresif). Setelah koreksi, harga kembali turun dengan kuat.

Kalau salah satu dari skenario tersebut terjadi, apa trading plan Anda?

Kalau ada, bagaimana Anda membatasi risiko trading Anda.

Kedua, pola candlestick tidak bisa menjadi satu-satunya parameter untuk entry apalagi pada saat rilis news high impact.

Lihat gambaran besarnya dulu.

1. Tentukan struktur harganya.

  • Harga sedang trending atau sideways?
  • Kalau trending, trend naik atau trend turun?

2. Tentukan level harga penting sebagai area entry.

Jangan entry di sembarang tempat tapi entrylah pada level harga yang bagus. Seperti apa level harga yang bagus? Level support/resisten atau supply/demand.

3. Masuk entry berdasarkan pola candlestick.

Jadi, pola candlestick tidak bisa menjadi parameter tunggal untuk entry posisi.

ketiga, pola candlestick yang sering terbentuk saat high impact news adalah pin bar, engulfing dan inside bar.

Ketiga pola candlestick ini menandakan adanya akumulasi dari seller dan buyer dan akan berbalik arah.

Kiki R   25 May 2022

Seberapa Penting Analisa Fundamental bagi Trader Forex?

Ardian   18 Jul 2022

@Ardian: Bergantung kepada trader forex tersebut.

Untuk trader forex harian murni teknikal, mereka akan mengatakan analisa fundamental tidak perlu.

Kalau Anda membaca buku Market Wizard karangan Jack Schwager, Anda bisa melihat ternyata ada market wizard yang trading murni teknikal. Ada juga yang murni fundamental dan ada yang mencampurkan keduanya (teknikal + fundamental).

Lalu apa poin pentingnya?

Gunakan apa yang works buat Anda.

Mau murni teknikal? Silakan

Mau murni fundamental? Boleh

Mau gabungin dua-duanya? Sah-sah saja.

Yang paling penting adalah Anda bisa profit konsisten.

Kiki R   19 Jul 2022

Ohh begitu, kalau master pakai analisa jenis yang mana kak?

Resdian   19 Jul 2022

@Resdian: Saya pribadi menggunakan analisa murni teknikal.

Kiki R   19 Jul 2022

Contoh high impact news seperti apa bang yang sangat perlu diperhatikan dan memberikan dampak besar terhadap pola-pola candlestick? 

Wisnu   25 Jul 2022

@Wisnu: Contohnya nonfarm payrolls (NFP), keputusan suku bunga (interest rate decision), pertemuan FOMC, pidato ketua bank sentral, dst.

Pada saat high impact news seperti ini rilis biasanya harga menjadi sangat volatil dan pergerakan harga menjadi lebih besar.

Kiki R   26 Jul 2022

Pada bulan Mei ini banyak sekali peristiwa peristiwa penting yg membuat ekonomi global goncang, penyebabnya di negara negara super power seperti Amerika,Inggris,Perancis,Jepang terjadi sesuatu yg tidak terduga efeknya saham bisa naik turun tidak terprediksi apalagi untuk trader AWAM seperti saya. Saya mohon bantuannya saya ingin belajar cara untuk memprediksi chart dengan simple dan mudah karena saya bermain trading dengan cara SCALPING terimaksih sebelumnya mohon bantuannya :)

Desta Adi   23 May 2020

Analisa fundamental buat trader forex sebenarnya tidak terlalu penting dibandingkan dengan analisa fundamental untuk saham, obligasi, atau aset keuangan lain.

Kenapa? Karena trader forex umumnya mengincar untung dari perubahan harga dalam jangka pendek atau bahkan sangat pendek. Di sisi lain, fundamental itu lebih memengaruhi pergerakan harga dalam jangka panjang.

Mari ambil contoh scalping. Trader biasanya open lalu close dalam tempo beberapa menit saja, atau nggak sampai satu jam. Fundamental apa yang berpengaruh di sini? Nggak ada. Oleh karena itu, scalper hanya menggunakan analisa teknikal.

Tentu saja ada pula trader forex yang mengandalkan fundamental. Biasanya swing-trader, positional-trader, atau long-term-trader yang bermodal gede. Tapi, mereka ini tergolong minoritas di kalangan trader forex.

Aisha   15 Dec 2022

Sepertinya perlu dipahami juga bahwa high impact news itu belum tentu high impact.

Apa maksudnya? 

Suatu peristiwa disebut "berdampak tinggi" itu hanya karena secara historis sering menimbulkan gejolak di pasar. Contohnya rilis data inflasi, pengumuman suku bunga, dll. Tapi, itu tidak berarti berita berdampak tinggi itu pasti bakal menimbulkan gejolak di pasar.

Perhatikan bedanya: "sering" tidak berarti "pasti".

Jadi, pola candlestick seperti apa yang terbentuk saat ada news high impact? Yaaa bisa bentuk pola candlestick apa saja, mulai dari Pin bar sampai Doji sama-sama mungkin terbentuk.

Aisha   19 Dec 2022

Jadi akan lebih baik apakah kita sebagai trader yang dengan modal agak kecil memperlajari analisa teknikal ya kak? Dari pemaparan kakak sepertinya analisa fundamental digunakan untuk trading yang mungkin jangka panjang ya, saham, obligasi dan sebagainya.

Terima kasih atas pemaparannya.

Jenny   19 Dec 2022

Trader sebaiknya mengenal dasar-dasar semua analisa, baik fundamental maupun teknikal. Hanya saja, analisa teknikal memang lebih cocok untuk bikin strategi trading forex atau kripto dengan modal cekak dan target jangka pendek.

Sedangkan analisa fundamental lebih sesuai untuk trading forex jangka panjang (swing/position trading/long term), saham (jangka pendek maupun panjang), dan obligasi ---dengan modal berapapun, baik besar maupun kecil.

 

Aisha   19 Dec 2022

Aisha: Setuju! Sebagai trader dengan modal yang lebih kecil, mempelajari analisis teknikal bisa menjadi pendekatan yang baik. Analisis teknikal berkaitan dengan mempelajari pergerakan harga dan pola grafik untuk mengidentifikasi peluang trading. Metode ini lebih cocok untuk trading jangka pendek hingga menengah.

Dalam analisis fundamental, seperti yang sudah disebutkan, fokusnya adalah pada faktor-faktor ekonomi, keuangan, dan berita yang mempengaruhi nilai suatu aset dalam jangka panjang. Ini lebih umum diterapkan dalam trading saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya yang cenderung memiliki jangka waktu investasi yang lebih panjang.

Bima   5 Jul 2023
 

Komentar @inbizia

Izin nyanggah ya! Menambahkan aja, bahwa Top Volume itu nantinya akan berpengaruh ke daily top mover. Dan sbtulnya dikarenakan ini adalah salah satu pembantu kita dalam menganalisa Forex ato tradingan secara fudnamental, maka sentimen pasar kyk Top Volume itu sngt penting. Tetapi klu emang elonya agak ke trader dngn analisa teknikal, yaa dailly top mover maupun top volume ini mngkn agak kurang penting. JD, ini tergantung preferensi masing2 aja, toh kita jga butuh analisa tambahan agar benar2 mengkonfirmasi trading sinyal yg lagi terjadi. Apakah top volume ini emang benar nunjukin pasar bakalan tren ke arah mana itu bsa dikonfirm lagi dngn analisa teknikal
 Hans |  10 Jul 2023
Halaman: Panduan Trading Dengan Daily Top Mover Di Mifx
Setau aku kan, yg jadi analisa otomoatis pembantu analisa teknikla di MIFX itu ada 2 yakni Autocharist yg Full analisa teknikal otomatis dan Trading Central yg ngegabungin antara analisis teknikal dan jg fundamental. Nah terkait trading central itu sndiri, analisa fundamental yg ada didalamnya itu menggunakan teknologi AI. Nah, kmungkinan yg dibicarakan analisaa berbasis AI itu emang ke Trading Central, krna emang ada teknologi AI yg terlibat disana gan. Dan utk syarat2 ketentuan utk menggunakan kedua fitur ini, lebih baik agan ngehubungi langsung si MIFX krna setau ane, semua jenis akun di MIFX itu diberlakukn sama, baik dri minimal deposit (kculai yg premiium) hingga aset yg ditradingkan itu smua bsa ngakses.
 Mario |  10 Jul 2023
Halaman: Panduan Trading Dengan Daily Top Mover Di Mifx
Ini asumsi saya aja ya bahwa open position ratio itu lebih ke arah penggiringan sentimen kita untuk open buy ato open sell aja. Jd, fitur open position ratio yg terdapat di MIFX dikatakan memiliki kegunaan utk ngeliat rata2 trader itu buka posisi mana antara buy ato sell. Apakah open position ratio ini selalu memiliki analisa yg tepat dalam pergerakan pasar. Mksd saya seperti ini, misalkan rata2 trader memiliih utuk buka posisi sell gitu, maka seharsnya trader2 tsb mngkn aja udah menganalisa dngn sbaik mngkn dngn analisa teknikal dan fundamental. Shngga kita bsa aja kan memungkinkan utk ga usah melakukan analisa tambahan lagi apalagi analisa kita nunjukin hal yg sama. Dngn bgitu apakah open ratio ini bsa benar2 tepat yaa?
 Vincent |  27 Jul 2023
Halaman: Cara Tingkatkan Analisa Dengan Trading Tools Mifx
Dengan minimal 75 pips sehari, kira2 trading yg tepat utk trading EUR/USD itu apa yaa? Dan klu menilik dari sfifat ato karakter dari EUR/USD sndiri, kira2 gaya trading yg cocok serta analisa teknikal yg cocok utk pasangan mata uang ini apa ya? Mohon bntuannya min, soalnya saat memulai belajar trading, aku di rekomendasikan ama orng2 utk coba di EUR/USD nihh. Dan krna tau Forex ini beresiko, aku jadi agak takut utk memulai trading dngn uang sbnrnyaa tarus aku juga masih bingung shngga cari tau seluk beluk dari EUR/USD. Kmudian krna kebtulan menemukan artikel yg ngebahas tntng in i, aku jadi tertarik bertanya disini. Selain itu aku jga lagi nyari broker yg cocok ama modal aku, dan MIFX ini keliatannya kandidat terkuat
 Ferdi |  2 Aug 2023
Halaman: Karakteristik Eurusd Menurut Mifx
Johny: Mnurut aku sndiri, Trader pro yang trading GBP/USD biasanya memperhatikan berita ekonomi, menganalisis grafik harga dengan pola dan tanda-tanda, serta mengatur risiko dengan cermat. Mereka memahami bahwa berita dan peristiwa bisa mempengaruhi harga, dan melihat pola di grafik seperti petunjuk arah. Selain itu, mereka atur berapa uang yang bisa mereka pertaruhkan di setiap trading dan belajar dari setiap pengalaman. Meski sering kali menghadapi perubahan harga yang bikin emosi, mereka berusaha tetap tenang dan konsisten dalam rencana mereka. Trading bukan hal mudah, tapi dengan pembelajaran dan pengalaman terus-menerus, trader pro bisa lebih baik dalam mengambil keputusan dan mengelola risiko mereka. Intinya baik dari sisi pengelolaan resiko, analisa fundamental, serta analisa teknikal, semuanya itu dijalankan dengan strict dan ketat terlepas dari trading mereka yg mngkn sekali trading itu bsa dngn lot yang lebih besar Baca Juga: 5 Teknik Mengatur Risiko Trading Ala Broker Finex
 Brandon |  28 Aug 2023
Halaman: Perbandingan Trading Gbpusd Di Akun Finex
Sonny: Setuju, bro! Jadi, dasar-dasar trading ini tuh dasarnya penting banget, kayak dasar-dasar dalam hidup. Gak cuma satu aja yang penting, tapi semuanya saling berkaitan dan ngaruh ke kesuksesan trading kamu. Misalnya, analisis teknikal dan fundamental tuh kayak alat yang kamu gunain buat liat arah pergerakan harga dan ngertiin apa yang bikin harga naik turun. Tapi, kalau kamu gak tau cara atur risiko, bisa-bisa duitmu bisa abis karena terlalu banyak rugi. Terus, soal psikologi trading itu juga gak bisa dianggep enteng. Kalo kamu gak bisa kendaliin emosi pas trading, bisa-bisa keputusan kamu jadi terganggu. Nggak kalah pentingnya, tahu jenis order dan gimana cara pakenya juga perlu. Ini kayak tau cara ngatur permainan di lapangan. Tanpa itu, bisa aja tradingan kamu kacau. Buku-buku yang direkomendasiin Finex emang pada dasarnya nge-cover dasar-dasar ini. Tapi, nggak masalah kalo kamu ngerasa overwhelmed, karena gak harus semua dikuasai sekaligus. Kamu bisa fokus dulu di satu aspek, misalnya gimana caranya mengelola risiko, sebelum ke analisis teknikal yang lebih rumit. Intinya, trading itu emang nggak gampang dan banyak aspek yang harus dipelajari. Tapi, terus belajar dan ngembangin pengetahuanmu itu penting banget, bro! Baca Juga: 15 Buku Psikologi Trading Terbaik Untuk Trader Pemula 10 Buku Terbaik untuk Belajar Money Management Trading 10 Buku Price Action Terbaik Untuk Trader Pemula
 Nadeo |  29 Aug 2023
Halaman: Rekomendasi Buku Trading Terbaik Versi Finex

Kamus Forex

Analisa Teknikal, Analisis Teknikal

Cara menganalisa pergerakan harga suatu aset di pasar finansial menggunakan perangkat statistik, seperti grafik (bar, line, atau candlestick) dan rumus matematis.

Analisa Fundamental, Analisis Fundamental

Cara menganalisa pergerakan harga aset di pasar finansial berdasarkan data dan berita ekonomi tertentu. Dalam forex, analisa fundamental berkaitan dengan berita yang mempengaruhi nilai tukar mata uang.


Komentar[28]    
  Aben   |   13 Mar 2023

Akhirnya ane ngerti dah penggunaan analisis Fundamental utk apa. Sejujurnya ane bnrn bingng cara gunain analisis Fundamental itu seperti apa krna pada akhirnya ane rasa presepsi trader bakal berbeda-beda n terkadang hsl dari analisa antara 1 ama yg lain bsa beda jauh.

Trus ane mau nnya, jdi kan analisis fundamental digunakan utk trading jangka panjang, dan teknikal digunakan utk trading jangka pendek. Trus krna analisa Fundamental itu utk jangka panjang, bisa dibialng ini analisa kyk entry posisi dlu sblm tren pasar itu terjadi kan, dan klu teknikal biasanya nggu harga bergerak dlu, klu udah konfirm brrti bru entry trading kan? mohon penjelasannya

  Bayu   |   14 Mar 2023

Bntu jawab ya, tntng strategi entry posisi, dalam trading berbasis analisis fundamental, trader biasanya mencari posisi yang tepat berdasarkan analisis fundamental yang dilakukan dan sebagai catatan, entrinya emang sebelum pasar itu bergerak. Dalam artian , analisa fundamental ini bersifat leading.

Sementara dalam trading berbasis analisis teknikal, trader biasanya mencari konfirmasi sinyal dari indikator teknikal yang digunakan sebelum memasuki posisi. Trader mungkin akan mencari sinyal dari indikator seperti Moving Average atau RSI yang menunjukkan bahwa harga sudah mencapai level support atau resistance tertentu sebelum memasuki posisi. Dan ketika harga tersebut sudah mencapai level tertentu, atau trend sudah terjadi seblmnya maka analisa teknikal bisa disebut bersifat lagging.

Jadi, kesimpulan bapak ada benarnya dan emang seperti itu

  Agusto   |   14 Mar 2023

Numpang nnya. Gw pemula, dan prnh beberapa kali belajar analisa teknikal tetapi rasanya ga mmpu krna melibatkan beberapa hal yg gw rasa ga bisa ngerti. Mngkn krna kurang sbr aja, jdinya smpt berhenti dari trading Forex. Selang beberapa taon, gw mencba utk belajar Forex. Trus gw berencana utk mencba analisa fundamental. Tpi teman gw ngelarang, ktnya analisa fundamental agak sulit dipelajari n lbh baik teknikal krna bsa scalping ama day trading. Untung lbh cepet ktnya.

Nah gw sndiri bingung, krna gw agak lemah di garis menggaris dan sbnrnya pengen coba analisa fundamental aja. Utk pemula, apakah lbh mudah peljari analisa teknikal atau fundamental ya gan?

  Lenny   |   15 Mar 2023

Sebenarnya tidak ada jawaban pasti yang tepat karena semuanya tergantung pada preferensi kamu sebagai trader. Tapi, sebagai saran umum, analisis teknikal dan fundamental keduanya memiliki manfaat dan kelemahan masing-masing.

Kalau kamu lebih suka menggunakan grafik dan indikator, dan lebih tertarik pada trading jangka pendek seperti scalping atau day trading, maka analisis teknikal mungkin cocok untuk kamu. Di sisi lain, kalau kamu lebih tertarik pada trading jangka panjang seperti investasi jangka panjang atau swing trading, atau kalau kamu ingin memahami kondisi pasar secara keseluruhan, maka analisis fundamental mungkin lebih cocok untuk kamu.

Tetapi, nggak ada salahnya buat mencoba keduanya dan melihat mana yang paling sesuai dengan gaya trading kamu. Ingat, terus belajar dan mencoba hal baru sepanjang waktu ya. Semoga membantu, deh!

  Agusto   |   16 Mar 2023

Makasih ya kak atas sarannya. Gw jujur ga tertarik ama analisa teknikal krna seperti yg gw blng, gw brnan lmah dngn itungan dan grafik n krna itu mngkn gw akan ngikutin saran kakak utk mencoba analisa fundamental. Ternyata dalam trading itu ga segampang yg dikira, profitable bla bla bla kykny bakal sulit diraih bila Forex ga dipelajari dngn baik. Trus untungnya sihh ada artikel yg ngebahas dua analisa ini, pling ga gw ada gambaran lah kira kira mau memulai trading itu sprti apa dan hrs bagaimana. Sekali lagi, terima ksh kak atas bntuan dan tanggapanya ya!

  Yudha   |   31 Mar 2023

Gw agak tertarik dengan analisa fundamental, dimana analisa ini ngelibatin makroekonomi dri suatu negara. So, sambil menyelam minum air. Kita tau pergerakan pasar, tau ekonomi suatu negara n menambah prespektif dunia ekonomi juga.

Nah, sebagai seorang pemula nih, kan pastinya mencari broker yg jga ngedukung analisa fundamental dong, dimana kbnykan broker lebih fokus ke analisa teknikal. Finex sndiri mendukung pnggunaan analisa fundamental dngn berita fundamental atau lebih dikenal dngn laporan ekonomi di Finex.

Nah untuk ngetahui laporan ekonomi suatu negara kan klu setelah pengumuman jga bakalan telat masuk ke trading krna momentum volatilitasnya menghilang. Kira2 apakah ada jadwal laporan ekonomi yg bisa diliat ga biar bsa jaga2 gt.

  Angga   |   31 Mar 2023

Saya bantu menjelaskan ya pak.

Untuk menjawab pertanyaan bapak, ya, ada jadwal laporan ekonomi yang dirilis oleh pemerintah atau badan statistik yang dapat bapak lihat untuk memperkirakan volatilitas pasar. Laporan ekonomi yang dirilis secara berkala oleh negara-negara tertentu termasuk:

  • Nonfarm Payrolls AS (NFP): Laporan ini dirilis setiap bulan pada hari Jumat pertama dan memberikan informasi tentang jumlah pekerjaan baru yang tercipta di sektor nonpertanian di AS.

  • Gross Domestic Product (GDP): Laporan ini dirilis setiap kuartal dan memberikan gambaran tentang pertumbuhan ekonomi suatu negara.

  • Consumer Price Index (CPI): Laporan ini dirilis setiap bulan dan memberikan informasi tentang tingkat inflasi suatu negara.

  • Retail Sales: Laporan ini dirilis setiap bulan dan memberikan informasi tentang penjualan ritel di suatu negara.

  • Employment Situation: Laporan ini dirilis setiap bulan dan memberikan informasi tentang tingkat pengangguran dan gaji rata-rata di suatu negara.

Jadwal rilis laporan ekonomi tersebut dapat bapak lihat di kalender ekonomi yang disediakan oleh banyak situs finansial dan broker, termasuk broker Finex. Dengan memperhatikan jadwal rilis laporan ekonomi tersebut, bapak dapat memperkirakan kapan volatilitas pasar akan meningkat dan melakukan persiapan untuk menghadapinya

  Harry   |   31 Mar 2023

Halo gan, kyknya gw agak bingung menentukan mau pake analisis fundamental ataupun teknikal bajhkan gw agak kehilangan arah klu pake dicampur kedua analisis ini. Jadi gw sedikit bertanya aja , dalam menentukan analisis utk trading apkah gw bisa trading dengan analisis teknikal aja gak? Krna menurut gw analisis teknikal lebih akurat bila dibandingkan dngan fundamental. Gimana pun jga kan analisis fundamental itu berdasarkan sentimen pasar jga kan, makanya terkadang gw rasa kurang gt akurat dan bahkan terkadang ga akurat sama sekali gt. Correct me if I wrong ya!

  Nico   |   31 Mar 2023

Jadi begini, sebenarnya kalo mau trading pake teknikal atau fundamental itu tergantung gaya trading dan preferensi masing-masing trader. Kalo agan merasa lebih nyaman pake teknikal, ya gak masalah. Tapi, sebaiknya agan juga ngerti sedikit tentang fundamental, supaya gak kehilangan arah dalam trading.

Memang sih, analisis teknikal bisa dibilang lebih akurat dalam menentukan support dan resistance, trend, dan sinyal beli atau jual. Tapi, analisis fundamental juga penting banget lho! Karena dengan analisis fundamental, agan bisa lebih memahami kondisi ekonomi, politik, dan sosial di negara2 yang mata uangnya diperdagangkan di pasar forex. Jadi, agan bisa lebih aware kalo ada event atau berita penting yang bisa berpengaruh ke pasar.

Tapi jangan salah, agan! Analisis fundamental bukan cuma berdasarkan sentimen pasar aja kok. Ada juga data-data ekonomi seperti GDP, inflasi, suku bunga, dan masih banyak lagi yang bisa mempengaruhi nilai tukar mata uang. Jadi, aku sama pendapat dengan author yakni sebisa mungkin sebaiknya agan menggabungkan kedua analisis ini, supaya trading gansis lebih terarah dan lebih terinformasi.

  Helmi   |   31 Mar 2023

Ini pendapat aku ya, kalo misalkan make analisis teknikal aja juga bisa kok. Ada banyak trader sukses yg menggunakan analisis teknikal saja dalam trading mereka. Dengan memahami pola pergerakan harga dan indikator teknikal seperti Moving Average, RSI, dan MACD, trader dapat mengidentifikasi peluang trading yg potensial dan mengambil keputusan yang tepat. Namun, perlu diingat bahwa analisis teknikal juga tidak selalu akurat 100%, dan kadang-kadang dapat menghasilkan sinyal palsu. Sebaiknya sih utk belajar analisa teknikal, jangan terlalu bnyk pake indikator, yg sesuai ama perefensi elo aja, dan cobain strategi elo di akun demo aja biar ga kehilangan duit yg sebenarnya.

  Kusuma   |   23 Apr 2023

Bagaimana sebenarnya cara mempelajari analisis teknikal untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan berdasarkan data historis dari masa lalu dan bagaimana peran grafik atau chart dalam mengamati pergerakan harga menurut Finex? Apa saja aspek-aspek yang perlu dipahami secara detail dalam proses mempelajarinya? Bagaimana jenis grafik yang digunakan dalam analisis teknikal, dan apa pola-pola yang harus diperhatikan serta bagaimana tren dari price action dapat membantu dalam memahami pergerakan harga? Selain itu, bagaimana keberadaan platform trading seperti MetaTrader 4 dapat memudahkan proses analisis teknikal dengan berbagai macam fitur dan indikator teknikal sebagai alat bantu, dan apa saja fitur-fitur dan indikator teknikal yang tersedia dalam platform tersebut?

  Bobby   |   25 Apr 2023

Bntu jawab secar singkat aja ya gan! inti dari Analisis teknikal itu sndiri adalah alat yang bisa dipakai buat prediksi harga di masa depan berdasarkan data historis dari masa lalu. Di Finex, cara paling oke buat ngeliat pergerakan harga itu pake grafik atau chart. Jadi, kalo lo belajar analisis teknikal, lo bakal belajar cara baca grafik dan pola serta tren dari pergerakan harga. Sekarang, lebih gampang lagi karena ada platform trading kayak MetaTrader 4 yang punya fitur dan indikator teknikal buat bantu analisis.

  Kenny   |   25 Apr 2023

Aspek-aspek yang perlu dipahami secara detail dalam proses mempelajari analisis teknikal meliputi jenis-jenis grafik, pola-pola yang terbentuk pada grafik, serta tren dari price action. Ada tiga jenis grafik yang umum digunakan dalam analisis teknikal, yaitu grafik garis, grafik batang (bar chart), dan grafik candlestick. Pola-pola yang perlu diperhatikan dalam analisis teknikal antara lain pola-pola pembalikan (reversal patterns) dan pola-pola kelanjutan (continuation patterns), seperti double top/bottom, head and shoulders, dan symmetrical triangle.

Tren dari price action juga penting dalam analisis teknikal, karena dapat membantu memahami arah pergerakan harga secara keseluruhan. Ada tiga jenis tren dalam analisis teknikal, yaitu uptrend (tren naik), downtrend (tren turun), dan sideways trend (tren datar).

  Bambang   |   24 Apr 2023

Secara garis besar sihh, untuk perbedaan antaraanalisis teknikal dan fundamental dalam trading Forex dah cukup jelas sih? Nah yg jadi permasalahannya adalah penggunaannya dimana kita disebutkan bsa menggunakan kedua analisis utk trading tapi aku rasa dengan pemaparan di atas bisa dsimpulkan kita bsa mealkukan trading tanpa harus menguasai salah satu analisis tetapi alangkan baiknya bsa mempeljari keduanya. Nah yg jadi pertanyaan yg agak membuat aku sbagai pemula bingung adalah tentang analisis mana yang sebaiknya dipelajari dulu?

Moga ada penjelasan mengenai hal ini. Terima kasih banyak!

  George   |   25 Apr 2023

Tentu aja, buat lo yang masih nubitol, belajar dua-duanya bisa bikin lo lebih paham tentang pergerakan pasar dan makin cerdas dalam ambil keputusan trading. Tapi, kalau lo mau belajar satu dulu, lebih baik coba belajar analisis teknikal dulu deh. Gampang dipahami dan banyak platform trading yang kasih alat bantu kayak indikator teknikal buat analisis. Selain itu, analisis teknikal juga bisa cepet dan efisien banget buat lo prediksiin pergerakan harga. Tapi, tetep aja nggak ada salahnya buat belajar analisis fundamental biar lo bisa paham kondisi ekonomi dan faktor-faktor yang ngaruhin pasar Forex secara keseluruhan.

  Ronny   |   16 May 2023

"Ibarat berdebat mengenai strategi trading apa yang paling akurat untuk dipakai, perdebatan mana yang terbaik antara analisis teknikal vs fundamental merupakan topik debat yang memakan waktu panjang. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda langsung mencoba menerapkan kedua metode tersebut."

Author udah nyaranin bahwa mngkn ada baiknya kita ngecoba kedua analisis ini utk mencari mana yang terbaik karena baik analisis fundamental maupun teknikal adalah dua analisa yang dah lama dan di dunia trading. Nah, klu misalkan gabungin gitu, analisa fundamental dan teknikal. Dalam menentukan entry, apakah kita memakai analisa fundamental terlebih dahulu baru menggunakan analisa teknikal atau malah sebaliknya, memakai analisa teknikal dlu kemudian fundamental?

  Ramos   |   19 May 2023

Ini pendapat gue aja ya! Soalnya preferensi trader itu berbeda-beda!

gue biasanya mulai dengan analisis fundamental dulu. Jadi, gue lihat dulu faktor-faktor fundamental yang bisa mempengaruhi pasar, seperti berita ekonomi, kebijakan pemerintah, laporan keuangan, dan sebagainya. Setelah lo paham kondisi fundamental, baru deh lo pake analisis teknikal buat nyari konfirmasi tren, level support dan resistance, atau sinyal entry dan exit.

Tapi ada kasus dimana misalnya sinyal di chart cukup bagus maka gue melakukan pendekatan kedua, yakni dengan analisis teknikal dulu. gue lihat dulu pola grafik, indikator teknikal, atau level kunci dalam analisis teknikal. Setelah itu gue dapet informasi dari analisis teknikal, baru deh lo cek faktor-faktor fundamental untuk konfirmasi atau mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang situasi pasar.

Dari dua sikon tersebut, gue lebih banyak melakukan analisis fundamental dulu baru teknikal.

  Bernardo   |   18 May 2023

Ini mengenai time frame itu sendiri. KLu di analisa teknikal, ya jelas banget, kita tiap kali mau nganalisa sesuatu pasti memakai timeframe yg berbeda2 dalam menentukan trading tools yang bakal digunakan disana. AND of course, no need to ask about time frame being used or not di analisa teknikal.

Cuma yang gue agak ragu nih, adalah para trader dengan analisa fundamental. Apakah mereka itu trader dengan satu time frame atau multiple time frame? Serta apakh entrynya bakal menunggu atau langsung entry begitu ngerasa pasar akan bergerak ke arah yang mana gitu. Agak ragu di penggunan time frame di analisa fundamental intinya

  Doni   |   21 May 2023

Bernardo: Dalam analisis fundamental, trader pada dasarnya lebih fokus pada jangka waktu yang lebih panjang, makanya time frame-nya juga lebih panjang. Mereka melihat kondisi ekonomi, laporan keuangan, dan berita penting yang bisa ngaruhin harga aset. Jadi, mereka jarang memperhatikan time frame pendek. Mereka biasanya ngambil keputusan trading berdasarkan perubahan fundamental yang signifikan. Entry point-nya pun ga langsung lompat, tapi mereka sering menunggu sampai ada perubahan penting sebelum masuk pasar. Tapi ada juga yang mencoba kombinasiin analisis fundamental sama teknikal dengan time frame yang lebih pendek buat dapetin informasi tambahan. Perihal time frame yang digunakan, tentu saja multiple time frame dimana time frame lebih besar melihat tren dan time frame lebih kecil untuk mencari entry point! Selengkapnya bsa baca di sini : Panduan TIme Frame Untuk Pemula Ala Finex

Jadi, intinya analisis fundamental lebih ke jangka panjang, fokus pada info fundamental, dan jarang ngikutin time frame pendek. Entrynya juga lebih nunggu momen yang signifikan. Tapi ada juga yang kombinasiin sama analisis teknikal pendek buat dapetin info lebih lanjut.

  Brandon   |   19 May 2023

Mengapa sih pergerakan pasar itu selalu dipngaruhi oleh hukum supply dan demand? Soalya bukan hanya di Forex saja tapi di pasar lain kayak kripto itu malah benaran murni dipengaruhi oleh hukum supply dan demand.

Terus isitilah dari hukum supply dan demand ini kan dari ilmu ekonomi ya? apakah klu kita emang ada ilmu eknomi lebih bisa mempelajari analisis di Forex, terutama fundamental? Karena dari pemaparan artikel ini, saat membahas analisis fundamental, itu istilah eknomi keluar smua lho, misalnya aja seperti data PDB, tingkat inflasi, tingkat suku bunga, dan kondisi eknom suatu negara gitu.

  Bayu   |   20 May 2023

Hukum supply demand itu seperti ini :

  • Jika permintaan lebih besar daripada penawaran, maka harga akan cenderung naik karena pembeli bersedia membayar lebih untuk mendapatkan aset tersebut.
  • Jika penawaran lebih besar daripada permintaan, maka harga akan cenderung turun karena penjual harus menurunkan harga untuk menarik pembeli.

Ini seperti perdagangan beras. Misalkan stok beras sedikit, maka harga beras biasanya akan mengalami kenaikan sedangkan stok beras banyak, maka harga beras biasanya akan murah. Ini berlaku juga di pasar finansial seperti Forex.

Apakah kalau ada dasar ilmu ekonomi, kita bisa lebih mudah mempelajari analisis fundamental? Iya! Karena fundamental itu dasarnya seperti ilmu eknomi makro yang mempalajari ekonomi seacra masif (ekonomi suatu negara)

  Welly   |   21 May 2023

Setuju banget mengenai pemahaman dasar dalam ilmu ekonomi dapat mempermudah proses belajar dan memahami analisis fundamental dalam trading forex. Analisis fundamental melibatkan pemahaman tentang faktor-faktor ekonomi makro yang mempengaruhi pergerakan mata uang. Faktor seperti pertumbuhan ekonomi suatu negara, inflasi, kebijakan moneter, perdagangan internasional, dan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi itu termasuk dalam ilmu ekonomi makro dan kebetulan memang mempengaruhi mata uang negara tersebut yang berimbas ke pasar Forex.

Dengan kita yang udah ada ilmu ekonomi, kita akan lebih akrab dengan konsep-konsep ini dan dapat menghubungkannya dengan analisis fundamental dalam trading forex. kita pastinya juga akan lebih mudah memahami berita ekonomi, laporan data ekonomi, dan perkembangan ekonomi suatu negara yang berdampak pada nilai mata uangnya. Selain itu, intuisi analisis kita juga udah terasah karena dasar-dasar ilmu ekonomi makro udah kita pelajari sebelumnya.

  Jerome   |   30 May 2023

Gini, ane ngerti bahwa sentimen pasar dan pengaruh emosi terhadap aktivitas pasar. Dimana biasanya di broker2 itu ato ga di platform metatrader itu nyedaiiin sentimen pasar. Shngga kta sbagai trader itu bsa ngambil keputusan berdasarkan sentimen psr.

Yg jadi pertanyaan ane adalah sumber sentimen pasar itu sndiri. Jdi drimana sentiman pasar itu diambil? Apakah dri peserta Forex keseluruhan, dri Liquidity provider hingga trader retail kyk gue ini. Ato hnya ambil data dari pemain2 besar di Liquidity provider aja kyk hedge fund, bank sentral, atopun lembaga2 keuangan lainnya??

Selain itu apakah emosi dari trader2 bsa swedikit banyak pngruh ke pasar jga?

  Memphis   |   12 Jun 2023

Jerome: Izin nyanggah ya! Sbnnrya, sentimen pasar bisa didapatkan dari berbagai sumber, tapi nggak semua broker atau platform Metatrader nyediain fitur sentimen pasar. Sumber sentimen pasar itu sbnrnya bsa dr peserta Forex keseluruhan, liquidity provider, sampe trader retail kayak kita.

Biasanya data sentimen pasar diambil dari partisipan besar di pasar kayak hedge fund, bank sentral, atau lembaga keuangan lainnya. Mereka punya akses ke info yang lebih banyak, jadi sentimen mereka bisa jadi indikator penting.

Dan perihal emosi trader itu ada kaitan dengan sentimen pasar. Jawabannya iya! Emosi trader bisa ngaruh ke pasar, terutama kalo banyak trader yang reaksi berlebihan atau panik. Misalnya, kalo banyak trader yang jual panik, bisa bikin harga turun tajam. Jadi, emosi trader juga bisa berpengaruh, terutama di skala yang lebih kecil.

Semoga jawaban saya membantu ya!

  Robin   |   14 Jun 2023

Halo kak, aku agak tertaarik dengan pernyataan yg tertulis di artikel yakni pada bagian penggabungan antara anlaisis fundamental dan teknikal. Dikatakan bahwa analisa fundamental bsa digunakan utk mempelajari nilai intrinsik suatu aset yang ingin dibeli. Aku agak tertarik dengan analisa fundamental dan juga istilah nilai intrinsik yang disebutkan artikel diatas.

Jdi sbtulnya apa itu nilai intrinsik dalam istilah trading ini ya? Kmudian, apakah analisa fundamental ini sumbernya emang dari riilisan berita2 yg dikeluarkn oleh negara2 dan bank2 sentral? Kmudian selain berita ekonomi, sumber analisa fundamental itu berasal dari mana aja ya? Mohon bntuannya mengenai hal ini?

  Jonathan   |   17 Jun 2023

Robin: Halo! Tentang nilai intrinsik dalam konteks trading, itu mengacu pada perkiraan nilai sebenarnya dr suatu aset berdasarkan faktor2 fundamental yg mempengaruhinya. Dlm analisis fundamental, tujuannya adlh mencoba memahami nilai sebenarnya suatu aset, apakah aset tersebut dihargai lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan nilai intrinsiknya. Misalkan, aset ini saat ini bernilai Rp 10.000 tetapi diliat dari kondisinya, kita bisa menilai apakah nilai ini turun ato ga. Bila turun, mngkn kita akan anggap nilai itu ga akan lbh dari Rp 10.000. Itulah nilai intrinsik.

Mengenai penggabungan analisa teknikal dan fundamental, bsa kita pelajari di artikel berikut agar lbh jelas : Trik Menggabungkan Analisa Teknikal Dan Fundamental

  Aswin   |   1 Jul 2023

Dari pemaparan artikel diatas, bisa disimpulkan begini. Analisa Fundamental ngeliat posibble ga harga tersebut bakal naik ato turun terus, dan kira2 di titik mana bakalan berbalik arah sedangkan analisa Teknikal lebih ke kapan kita harus masuk ke trading dan dimana kita bakal tempatin SL dan TP. YA, dari yg gue baca sih emang bgitu.

Ssedangkan, aku agak bingung mengenai analisa teknikal, apakah kita bsa trading dngn hny menggunakan analisa teknikal aja? Apalagi ane yg trading di one day trading, utk konfirmasi pake analisa fundamental agka sulit krna terbatasnya seumber yg bsa ditelaah sedangkan analisa teknikal jga sepertinya lebih ke timeframe lebih kecil. Shngga memunculkan pertanyaan buat aku, apakah bsa trading tnpa anlisa fundamental

  Arhan   |   5 Jul 2023

Aswin: Halo! Analisis fundamental sama analisis teknikal itu beda-beda, sih, dalam trading dan investasi. Analisis teknikal itu lebih fokus liat grafik harga dan indikator-indikator teknis buat cari pola dan tren biar bisa ambil keputusan trading. Sementara analisis fundamental, lebih mikirin faktor-faktor ekonomi, keuangan, dan industri yang bisa ngaruhin nilai aset.

Gue ngerti sih, kalo lu trading dalam jangka waktu harian, analisis teknikal itu lebih relevan karena lebih ngeliatin pergerakan harga yang pendek. Dengan liat grafik harga, pola-pola candlestick, dan indikator teknis, lu bisa dapet sinyal beli atau jual yang spesifik buat masuk dan keluar posisi trading dalam waktu singkat.

Tapi, lu juga harus inget, bro, trading tanpa analisis fundamental tetap ada risikonya. Analisis fundamental bisa ngasih lu informasi tentang kondisi perusahaan, berita ekonomi, dan faktor-faktor lain yang bisa pengaruhin harga dalam jangka panjang. Meskipun lu mungkin terbatas akses ke informasi fundamental, tetap penting buat ngikutin berita dan peristiwa penting yang bisa ngaruhin pasar secara keseluruhan.

Baca : Trik Menggabungkan Analisa Teknikal Dan Fundamental

Gak ada satu pendekatan yang paling sempurna buat semua situasi dalam trading. Ada trader sukses yang cuma pake analisis teknikal, tapi ada juga yang gabungin analisis fundamental sama teknikal. Pilihan tergantung sama preferensi lu, gaya trading, dan strategi yang lu pake. Yang penting, lu harus riset dan coba berbagai pendekatan buat nemuin apa yang cocok sama gaya trading lu dan bisa bantu lu buat ngambil keputusan yang lebih baik.