Belajar Dari Pengalaman Loss Trader Sukses

Wiji Purnama 27 Apr 2017 7115
Dibaca Normal 6 Menit

Belajar dari pengalaman loss 5 trader sukses berikut, Anda akan tahu kesalahan apa yang sebaiknya dihindari dan bagaimana cara bangkit dari kerugian besar.



Ada banyak hikmah yang bisa diambil dari suatu pengalaman bermain forex. Namun daripada berfokus pada yang manis-manis saja, belajar dari pengalaman pahit sebenarnya jauh lebih berkesan. Mengapa demikian?

Pertama, Anda dapat mengenali kesalahan yang menuntun seorang trader ke jurang kerugian, sehingga bisa mengetahui apa saja yang perlu dihindari sedari awal. Kedua, belajar dari pengalaman bermain forex yang buruk akan memberikan kiat-kiat berharga tentang bagaimana cara kembali dari keterpurukan.

Trader-trader sukses di bawah ini telah diakui sebagai sosok profesional dan menjadi panutan di dunia trading. Kita akan belajar dari pengalaman loss dan kisah keberhasilan mereka dalam mengatasi kerugian besar, hingga akhirnya berhasil mencapai keuntungan signifikan yang membuat mereka dikenal sebagai trader sukses.

Belajar Dari Pengalaman Loss 5 Trader Sukses

 

1. Belajar Dari Pengalaman Richard Dennis

Pencetus sistem turtle trading, Richard Dennis pernah mengalami kisah kebangkrutan yang fantastis, dan mencetak kesuksesan comeback yang tak kalah fenomenalnya. Bagaimana tidak, ia menderita kerugian jutaan Dolar hingga terpaksa menanggung setumpuk hutang, lalu setelah belajar dari pengalaman itu, Dennis berhasil profit hingga ratusan persen.

Kebangkrutan sang trader sukses berawal dari ambisinya untuk memperoleh profit banyak dalam waktu singkat. Strategi pyramiding ia gunakan secara agresif untuk mencapai keinginan tersebut. Bahkan seringkali, Richard Dennis hanya berbekal insting karena tak sabaran ingin segera profit. Ketika terjadi crash pasar saham yang dikenal sebagai peristiwa Black Monday di tahun 1987, hampir seluruh akun yang dikelolanya habis dilahap kerugian.

Belajar Dari Pengalaman Richard Dennis

Bagaimana cara Richard Dennis untuk bangkit? Setelah belajar dari pengalaman dan menjauh dari dunia trading selama beberapa tahun, ia kembali di tahun 1994 dengan sistem trading yang lebih difokuskan pada manajemen risiko. Alhasil, perlahan-lahan ia sanggup menumbuhkan keuntungan hingga akhirnya meraup return sebesar 108% dan 111% di tahun 1996.



 

2. Belajar Dari Pengalaman Bill Lipschutz

Kisah trader berjuluk The Sultan of Currencies ini berkembang dari awal yang cukup menarik. Ia memutuskan terjun ke dunia trading setelah mendapat warisan berupa investasi senilai $12,000 di 100 saham. Karena lebih tertarik dengan pasar forex, Bill Lipschutz akhirnya mengalihkan dana tersebut untuk modal trading forex.

Awalnya, Lipschutz sukses besar setelah berhasil mengembangkan dananya menjadi $250,000. Namun tak lama berselang, ia mengalami kerugian hingga semua uang itu nyaris ludes. Usut punya usut, ia rupanya lalai menjaga metode trading yang sudah diasah saat ia bekerja dan belajar dari pengalaman bermain forex di Salomon Brothers.

Belajar Dari Pengalaman Bill Lipschutz

Belajar dari pengalaman buruk itu, Bill Lipschutz kemudian menguji berbagai strategi trading yang berfokus pada pengendalian risiko. Salah satu teknik andalannya adalah dengan melakukan diversifikasi risiko pada beberapa pair forex. Lipschutz juga mengutamakan rasio risk/reward di setiap kali trade.

Perjuangan tersebut tak sia-sia, karena performa trading Bill Lipschutz kembali membaik dan terus tumbuh secara meyakinkan. Setelah sukses belajar dari pengalaman bermain forex yang mengerikan, ia mendapat pengakuan sebagai Trader Monthly Hall of Fame pada Oktober 2006, dan menjadi pendiri sekaligus direktur portfolio management di Hathersage Capital Management.

 

3. Belajar Dari Pengalaman Ed Seykota

Ed Seykota adalah seorang trader komoditas asal Belanda. Meski tidak bergelut di dunia forex, trader di pasar valas dapat belajar dari pengalaman yang diukirnya. Pengalaman buruk Ed Seykota bermula dari kesalahan buy di trading perak. Ketika harga komoditas itu turun, ia justru berupaya menutupi kerugian dengan membuka posisi lebih banyak. Bukannya menutupi loss, tindakan itu justru memperbesar kerugian dan menghabiskan semua dananya.

Belajar Dari Pengalaman Ed Seykota

Ketika hampir menyerah dan putus asa, ia menemukan tulisan Richard Donchian tentang manfaat trading mengikuti trend. Dari situlah ia kemudian belajar menjadi trend follower sejati dan berhasil menemukan gaya trading paling sesuai untuk dirinya. Kesuksesan yang dicapai Ed Seykota begitu besar hingga mengantarkannya pada prestasi fenomenal, yakni raihan return 300,000% dalam kurun waktu 12 tahun.



Tentunya, pencapaian luar biasa tersebut tak akan terjadi bila Ed Seykota tidak belajar dari pengalaman buruknya. Ia sadar bahwa apa yang mengantarkannya pada kerugian total adalah ketakutan melakukan cut loss atau menutup posisi rugi.

Cara berpikirnya yang kala itu belum siap menerima kekalahan juga menjadi pemicu kesalahan, sehingga mengantarkannya pada tindakan overtrading. Belajar dari pengalaman negatif itu, ia pun berpesan seperti ini: "Jika rugi, segera tutup posisi. Jika untung, biarkan posisi terbuka mengikuti trend. Jika tidak bisa menerima jumlah kerugian yang sedikit, nantinya Anda pasti akan mengalami kerugian besar..."

 

4. Belajar Dari Pengalaman Lee Gettes

Bagi Anda yang pernah terbujuk tipuan broker atau perusahaan investasi abal-abal, belajar dari pengalaman Lee Gettes akan memberikan inspirasi tak bernilai untuk membangun semangat Anda. Ia merupakan korban penipuan broker yang mengaku bisa mengelola dan mengembangkan dananya. Kerugian sebesar $7,000 dipanen Lee Gettes hanya dalam waktu 3 minggu di broker tersebut.

Belajar dari pengalaman itu, ia tak menyerah begitu saja. Lee Gettes tidak seperti investor lain yang berpikiran sempit dan dengan mudah menuduh seluruh bisnis dalam dunia trading adalah scam. Ia berpikir, jika loss bisa terjadi begitu cepat, pasti ada cara untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat pula. Nah, untuk menemukan caranya, ia kemudian belajar dari pengalaman untuk menjadi trader yang mandiri, hingga akhirnya berhasil menjadi full time trader yang sukses.

Belajar Dari Pengalaman lee gettes

Dalam usahanya itu, Lee Gettes selalu menekankan pentingnya manajemen risiko dan penggunaan metode trading yang sesuai dengan karakter pribadi. Belakangan, trader sukses itu bahkan berhasil mengembangkan beberapa sistem populer dalam trading saham, di antaranya adalah VolPat (Volatility and Pattern) Trading System dan teknik Market Mapping.

 

5. Belajar Dari Pengalaman Joe Chalhoub

Joe Chalhoub adalah seorang trader, analis, pengembang software trading, dan penyedia sinyal forex. Ia belajar dari pengalaman buruk di 3 bulan pertama tradingnya. Kala itu, Joe Chalhoub mengalami loss hingga kehilangan semua modal. Menariknya, ia tidak membiarkan rasa trauma akan kerugian tersebut menenggelamkan semangatnya.



Joe Chalhoub kemudian mengambil langkah bijak dengan belajar dari pengalaman bermain forex , menjauh sementara dan tidak melakukan apa-apa. Waktu luang yang didapatnya kemudian dimanfaatkan untuk menjalankan peran sebagai trader pasif. Selain belajar dari pengalaman, Ia kembali mengamati, mempelajari, dan berlatih trading dengan lebih tekun.

Belajar Dari Pengalaman Jou Chalhoub

Hasilnya, Joe Chalhoub bisa menjadi trader sukses yang menggunakan disiplin, money management, serta kombinasi teknikal dan fundamental sebagai senjata andalan memanen keberhasilan di pasar forex.

 

Intisari Belajar Dari Pengalaman Loss

Belajar dari pengalaman 5 trader sukses di atas, manajemen risiko adalah kunci untuk bangkit dari keterperukan. Jika Anda ingin mendapat hikmah terbaik dari perjalanan trader-trader di atas, maka jangan tunggu hingga loss besar menghampiri Anda. Sebaiknya, gunakan manajemen risiko sedari awal agar Anda tidak terjebak dalam kesalahan trading yang dapat menuntun pada kerugian total. Dengan cara itu, Anda akan memahami esensi pada cara belajar dari pengalaman bermain forex trader-trader sukses.



Forum

KUSUMA (19 Dec 2014)

BAGAIMANA CARA DEMO ACCOUNT BAGI PEMULA?

Selengkapnya...

Pola Candlestick
Hanging Man
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang membentuk gap naik dari candlestick sebelumnya. Terjadi di akhir uptrend, Hanging Man memiliki sumbu bawah yang lebih panjang dari body-nya. Sinyal bearish reversal dari pola ini terkonfirmasi apabila candlestick selanjutnya bersifat bearish atau membentuk gap turun, dan ditutup melemah dari harga pembukaannya.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 5    

Suzy
19 JAN 2021

Trader sukses juga pernah loss, tidak sekali trading langsung profit jutaan. Intinya sebelum trading harus sudah punya senjata dan pengetahuan. Seandainya tetap rugi, jangan putus asa dan belajar dari kekalahan sebelumnya.

Samsul
19 JAN 2021

Setelah loss, terus harus ngapain ya?

Nurul
19 JAN 2021

Pertama-tama harus terima kekalahanmu, jangan menyalahkan hal lain. Berhenti trading dan review terlebih dahulu apa yang membuatmu loss. Baru setelah itu rencanakan ulang tradingmu selanjutnya supaya kesalahan yang sama tidak terulang.

Susan
19 JAN 2021

Wah, mentalku yang sekali trading langsung give up jadi malu....

Elen
19 JAN 2021

Haha iya sih. Pokoknya setelah loss, pikirkan kembali alasan-alasan dan goal kenapa trading biar semangat lagi.

Kirim Komentar/Reply Baru
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Linlindua   29 Mar 2021   339  
Cara Menerapkan Sistem Trading

Bagaimanakah cara menerapkan sistem trading supaya terus profit?

Panglo 2 Dec 2018

Reply:

M Singgih (04 Dec 2018 04:18)

@ Panglo:

Tidak ada satu sistem trading yang bisa menghasilkan profit secara terus menerus
. Suatu sistem trading suatu ketika bisa meleset (tidak profitable), dan jika itu terjadi Anda harus melakukan adjustment pada sistem trading tersebut.
Ini bisa terjadi karena karakter pergerakan pasar tidak terus-menerus sama. Suatu ketika karakter pergerakan harga bisa berubah karena perubahan sentimen pelaku pasar. Perubahan sentimen pelaku pasar tidak bisa diprediksi. Misalnya pergerakan GBP/USD sebelum Brexit dan sesudah Brexit berbeda.

Kalau Anda telah menemukan sistem trading yang profitable untuk satu pair tertentu, maka sebelum diterapkan untuk trading beneran, lakukan pengujian sistem tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam kun demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentase profit kurang dari 50% benahi lagi sistem tersebut.

Dari hasil backtest tersebut Anda akan mengetahui winning rate (W%) atau persentase profit dan losing rate (L%) atau persentase loss dari keseluruhan trade backtest tsb. Selain itu juga bisa diketahui besarnya profit rata-rata (Av W) dan besarnya loss rata-rata (Av L) (dalam satuan uang). Dari sini bisa dihitung angka harapan profit = (W% x Av W) - (L% x Av L) (dalam satuan uang). Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Risk Reward Ratio Dan Harapan Profit.

Jika ternyata dari hasil backtest W% lebih kecil dari L%, atau angka harapan profitnya negatif maka Anda bisa memperbaiki metode trading atau money management-nya. Memang hasil backtest yang bagus tidak menjamin akan selalu profit, tetapi kemungkinan profitnya akan lebih besar dari hasil backtest yang kurang bagus.

Tanpa backtest Anda tidak akan mengetahui kualitas strategi trading yang Anda gunakan terhadap pair yang sedang Anda tradingkan. Mungkin kalau ditest pada pair lain hasilnya akan berbeda.

Alternatif lain Anda bisa melakukan forward test, jadi tidak usah mem-backtest tetapi mencobanya di akun demo selama beberapa bulan kedepan. Dalam hal ini Anda mesti bersabar untuk tidak trading dulu sampai mengetahui W% dan angka harapan profitnya.

Setelah itu lakukan ini:

1. Buat rencana trading yang jelas, lengkap dengan kriteria untuk entry dan exit, resiko per trade dan risk/reward ratio.

4.Jalankan rencana trading tersebut dengan disiplin, dan kendalikan emosi sewaktu trading. Rencana dan proses trading seharusnya tidak dipengaruhi oleh emosi.

5. Buat jurnal trading untuk evaluasi. Benahi mana yang kurang dan tingkatkan persentase keuntungannya.

Meski Anda punya sistem andalan, kerugian dalam trading tidak bisa dihindari dan pasti akan terjadi, tetapi Anda bisa mengendalikannya dengan mengatur besar kecilnya kerugian per trade yang Anda sepakati (yang bisa Anda relakan).

Jadi agar tidak cepat terkena margin call maka Anda harus memperkecil resiko atau batas kerugian Anda per trade, misalnya 1% dari balance Anda. Itulah nilai stop loss Anda per trade dalam satuan uang, setelah itu baru Anda konversikan dalam pip dan Anda tentukan besarnya lot atau volume trading.
Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Belajar Memahami Money Management

Setelah menentukan volume trading (position sizing), maka agar dalam jangka panjang hasil trading Anda bisa profit Anda harus menentukan risk/reward ratio pada setiap trade lebih tinggi dari 1 : 1, misal: 1 : 1.5 atau 1 : 2.

Selamat mencoba, semoga sukses..

Roman (15 Feb 2019 09:02)

Sistem trading apa yang terbaik untuk scalper seperti saya?

M Singgih (18 Feb 2019 04:11)

@ Roman:

- Scalping full mengandalkan analisa teknikal dan analisa sentimen (price action), yaitu bentuk-bentuk candle dan chart pattern (pola pergerakan harga).
- Setelah entry, secepatnya keluar. Jadi untuk pengaturan money management tidak bisa dibuat rinciannya, tetapi sebaiknya gunakan stop loss juga meski kebanyakan trader mengabaikan ini. Tanpa stop loss, takutnya kalau sudah loss males closing sehingga kebablasan...
- Hindari entry pada saat ada rilis news berdampak tinggi, untuk menghindari slippage atau lonjakan harga.

Mengenai strategi dalam scalping dan indikator apa saja yang sering digunakan, silahkan baca pada kumpulan artikel ini.

Jenis - Jenis Hedging Yang Wajib Anda Ketahui
Jenis - Jenis Hedging Yang Wajib Anda Ketahui
Linlindua   26 Mar 2021   173  
Kiat Trading Sukses Ala Yukiko Ikebe
Kiat Trading Sukses Ala Yukiko Ikebe
Jujun Kurniawan   24 Mar 2021   249  
Tips Cepat Kaya Dengan Trading Forex
Tips Cepat Kaya Dengan Trading Forex
Linlindua   23 Mar 2021   257  
7 Tips Sukses Trading Dengan Smartphone
7 Tips Sukses Trading Dengan Smartphone
Nandini   3 Mar 2021   394  
7 Indikator Ampuh Untuk Trading
7 Indikator Ampuh Untuk Trading
Linlindua   27 Feb 2021   708  
5 Strategi Trading Paling Aneh, Layakkah Dicoba?
5 Strategi Trading Paling Aneh, Layakkah Dicoba?
Jujun Kurniawan   27 Feb 2021   348  
5 Hal Yang Wajib Dipastikan Sebelum Trading
5 Hal Yang Wajib Dipastikan Sebelum Trading
Tomy Zulfikar   25 Feb 2021   318  
Perbedaan Investasi Dan Trading Yang Wajib Anda Tahu
Perbedaan Investasi Dan Trading Yang Wajib Anda Tahu
Linlindua   11 Feb 2021   266  
Kerugian Hedging Dan Cara Mengatasinya
Kerugian Hedging Dan Cara Mengatasinya
Linlindua   10 Feb 2021   325